cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,426 Documents
OPTIMALISASI PEMBANGUNAN TEMPAT IBADAH MELALUI PEMBUATAN LANTAI KERJA BETON DAN PEMBERSIHAN MATERIAL SISA BANGUNAN Naomi Lembang; Desi Lembang; James Williams Tiranda Patandu; Osmar Buntu Lobo; Herman H. R.; Marchelyn Pongsapan; Arif Aminullah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39316

Abstract

Abstrak: Tempat Ibadah dipergunakan beribadah kepada Tuhan-Nya sebagai ketaatan dan patuh kepada aturan-aturanya yang diajarkan dalam setiap agama sesuai dengan kepercayaan dan keyakinannya masing-masing. Di Jemaat Filai Delfia Bomberay belum memiliki tempat ibadah untuk digunakan beribadah setiap Minggu dikarenakan pekerjaan pembangunannya belum rampung dan progresnya masih 30 %. Pengabdian ini bertujuan membersihkan penumpukan sisa material dan membantu dalam pekerjaan pembuatan lantai kerja beton dan memberikan bantuan bahan material semen, pasir, dan kerikil. Metode pengabdian yang digunakan pengamatan secara langsung di tempat ibadah, Menyediakan peralatan dan melaksanakan pembersihan dan pembuatan lantai kerja beton, mitra jemaat Filai Delfia Bomberay adapun jumlah mitra tempat ibadah 9 Kepala keluarga, sebagai sasaran penyuluhan. evaluasi digunakan yaitu kusioner (kepuasaan mitra) yaitu metode kuantitatif. Hasil dalam pengabdian yaitu terlaksananya pembersihan, pembuatan lantai kerja beton tempat ibadah Pantekosta Filai Delfia dan meningkatkan progres pembangunan tempat, dapat dipergunakan ibadah gereja dan pemberketan nikah serta kegiatan lainnya. Hasil keberhasilan kegiatan di jemaat Filai Delfia dengan penilaian oleh 9 kepala keluarga dengan kategori sangat suka 89% untuk pembersihan material sisa bangunan dan kategori sangat suka 78% untuk pembuatan lantai kerja, disimpulkan jemaat Filai Delfia merasa puas dengan kegiatan PKM yang telah dikerjakan.Abstract: Places of worship are used to pray to God as an act of obedience and compliance with the rules taught in each religion according to their respective beliefs and convictions. At the Filai Delfia Bomberay Congregation, there is not yet a place of worship to be used for Sunday services because the construction work has not been completed and progress is still at 30%. This service aims to clean up accumulated leftover materials and assist in the work of making the concrete working floor, as well as provide assistance with materials such as cement, sand, and gravel. The service method used involves direct observation at the place of worship, providing equipment, and carrying out cleaning and making the concrete working floor. The partner, the Filai Delfia Bomberay congregation, consists of 9 heads of families as the target of outreach. Evaluation is carried out using a questionnaire (partner satisfaction), which is a quantitative method. The results of the community service include the implementation of cleaning, the construction of a concrete working floor at the Pentecostal Filai Delfia place of worship, and the progress of the building development, which can be used for church services, marriage blessings, and other activities. The success of the activities at the Filai Delfia congregation was evaluated by 9 heads of households, with 89% in the 'very satisfied' category for cleaning leftover building materials and 78% in the 'very satisfied' category for the construction of the working floor. It is concluded that the Filai Delfia congregation is satisfied with the PKM activities that have been carried out.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT URBAN FARMING DALAM PENGENDALIAN HAMA BERKELANJUTAN MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN YELLOW TRAP DAN METIL EUGENOL Dwi Laila Maulida; Ricky Praheksa; Akbar Ferdian Hidayatulloh; Alya Rachman; Hafidz Wardhani; Akhmad Naufal Ar Rassyid; Nayshila Fibrilia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38959

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pengetahuan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Kartika Surabaya dalam budidaya cabai dan pengendalian hama terpadu yang masih bergantung pada pestisida kimia. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta melalui pelatihan pembuatan dan penggunaan yellow trap serta metil eugenol sebagai metode pengendalian hama ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan survei, pretest, pelatihan dan demonstrasi lapang, posttest, serta pendampingan. Kegiatan melibatkan 20 peserta anggota KWT Kartika. Dari 10 pertanyaan yang diajukan dalam posttest maupun pretest, hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata pretest sebesar 45,6 menjadi 82,3 pada posttest. Selain itu, tingkat kepuasan peserta mencapai 86,5% dengan kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam pengendalian hama secara berkelanjutan.Abstract: This community service activity was motivated by the low level of knowledge among members of the Kartika Women Farmers Group (KWT) in Surabaya regarding chili cultivation and integrated pest management, which still relied heavily on chemical pesticides. The objective of this program was to improve participants’ knowledge and skills through training on the production and application of yellow traps and methyl eugenol as environmentally friendly pest control methods. The method used was Participatory Action Research (PAR), consisting of several stages: site survey, pretest, training and field demonstration, posttest, and mentoring. The activity involved 20 participants from KWT Kartika. The results showed a significant increase in participants’ knowledge, as indicated by the improvement in the average score from 45.6 in the pretest to 82.3 in the posttest. In addition, the level of participant satisfaction reached 86.5%, categorized as very good. These findings indicate that the community service program was effective in enhancing participants’ understanding and skills in sustainable pest management.
PEMUDA PRODUKTIF DAN TAAT HUKUM: PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA MELALUI SOCIOPRENEURSHIP BUDIDAYA LOBSTER AIR TAWAR Mimin Mintarsih; Farhana Farhana; Edi Suhara; Ratna Galuh Manika Trisista; Muhammad Daariel Safa; Auliagrelkiss Haekal Maghandre
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39132

Abstract

Abstrak: Pemuda Karang Taruna Wahana Bhakti di Kelurahan Sukahati memiliki potensi tinggi untuk terlibat dalam usaha produktif, namun menghadapi kendala keterampilan teknis budidaya serta minimnya kapasitas manajerial dan kesadaran legalitas usaha. Program pengabdian ini bertujuan memberdayakan pemuda melalui sociopreneurship budidaya lobster air tawar berbasis legal compliance agar mampu membangun usaha yang profesional dan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui sosialisasi, pelatihan teknis, workshop manajemen usaha, pendampingan praktik, serta edukasi perizinan NIB. Mitra terdiri dari 25 anggota Karang Taruna. Evaluasi dilakukan melalui pre test–post test sejumlah 25 soal, observasi praktik, dan monitoring. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan teknis dan manajerial yang signifikan: 84% peserta mampu menjelaskan tahapan budidaya, 80% mampu melakukan praktik secara mandiri, survival rate benih mencapai 84%, dan 86% populasi tumbuh hingga >4 inch dalam dua bulan. Sebanyak 84% peserta mampu menyusun laporan keuangan sederhana, dan satu akun OSS aktif dengan NIB dalam proses penerbitan. Program ini meningkatkan produktivitas, kepatuhan hukum, serta kesiapan pembentukan unit usaha.Abstract: Youth members of Karang Taruna Wahana Bhakti in Sukahati Village have potential to engage in productive activities but face limited technical skills in aquaculture, weak managerial capacity, and lack of legal awareness in business administration. This program aims to empower youth through freshwater lobster sociopreneurship based on legal compliance to build a professional and sustainable economic unit. The program applied the Participatory Rural Appraisal (PRA) method through socialization, technical training, workshops, hands-on practice, and business licensing education (NIB). The partners consisted of 25 youth-participants. Evaluation was conducted through pre test–post test with 25 questions, practical observation, and monitoring. The program resulted significant improvements: 84% participants understood lobster cultivation stages, 80% performed technical practices independently, the survival rate reached 84%, and 86% of lobster grew beyond 4 inches within two months. Additionally, 84% participants mastered simple financial recording, and an OSS account was activated with a NIB under processing. The program strengthened productivity, legal compliance, and readiness for enterprise development.
PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI WEBSITE DALAM PENINGKATAN LAYANAN ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN PROGRAM KERJA ORGANISASI Joy Nasten Sinaga; Ricky Paian Limbong; Tri Wulandari Ginting
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38536

Abstract

Abstrak: Transformasi digital menjadi kebutuhan penting bagi organisasi dalam meningkatkan efisiensi administrasi dan pengelolaan kegiatan. Namun, banyak organisasi masih mengelola data dan program kerja secara manual sehingga menimbulkan keterbatasan dalam akses informasi, koordinasi, dan dokumentasi kegiatan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan efektivitas pengelolaan administrasi dan manajemen program kerja melalui pendampingan serta implementasi sistem informasi berbasis website. Metode yang digunakan adalah Rapid Application Development (RAD) yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan evaluasi sistem. Website yang dikembangkan menyediakan fitur pendaftaran anggota, manajemen program kerja, penyampaian informasi, dokumentasi kegiatan, polling digital, serta penggalangan dana daring. Kegiatan ini melibatkan 25 pengurus organisasi dan 15 anggota aktif sebagai mitra dalam proses pengembangan dan pengujian sistem. Evaluasi sistem dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Likert 1-5 untuk mengukur kemudahan penggunaan dan kebermanfaatan sistem. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem ini mampu meningkatkan efisiensi administrasi, mempermudah akses informasi, serta meningkatkan partisipasi anggota dalam kegiatan organisasi.Abstract: Digital transformation has become an essential need for organizations in improving administrative efficiency and activity management. However, many organizations still manage data and work programs manually, resulting in limitations in information access, coordination, and activity documentation. This Community Service Program (PkM) aims to enhance the effectiveness of administrative management and work program management through mentoring and the implementation of a website-based information system. The development process employed the Rapid Application Development (RAD) method, which includes needs analysis, system design, implementation, testing, and evaluation. The developed website provides features such as member registration, work program management, information dissemination, activity documentation, digital polling, and online fundraising. This activity involved 25 organizational administrators and 15 active members as partners in the system development and testing process. System evaluation was conducted using a questionnaire with a 5-point Likert scale to measure usability and system usefulness. The evaluation results indicate that the system improves administrative efficiency, facilitates access to information, and increases member participation in organizational activities.
PENINGKATAN LITERASI KEUANGAN MELALUI PENDAMPINGAN LAPORAN KEUANGAN DAN ANALISIS RASIO PADA UMKM Nenny Syahrenny; Astri Fitria
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39342

Abstract

Abstrak: Permasalahan pada UMKM adalah rendahnya literasi keuangan, khususnya dalam penyusunan dan analisis laporan keuangan serta keterbatasan dalam pengambilan keputusan bisnis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan melalui pendampingan penyusunan laporan keuangan dan analisis rasio keuangan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan yang melibatkan 1 pemilik usaha dan karyawannya. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan wawancara sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan dari 60% menjadi 80%, serta peningkatan berupa kepercayaan diri dalam pengambilan keputusan usaha. Kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman mitra dalam pengelolaan usaha yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.Abstract: The main problem faced by the MSME is low financial literacy, particularly in preparing and analyzing financial statements, as well as limited business decision-making ability. This community service activity aims to improve financial literacy through assistance in financial reporting and financial ratio analysis. The methods include counseling, training, hands-on practice, and mentoring involving 1 business owner and it’s employee. Evaluation was conducted through observation and interviews. The results show an increase in hard skills in financial management from 60% to 80%, as well as improved soft skills, particularly confidence in business decision-making. The program also enhances participants’ understanding of structured and sustainable business management.
DETEKSI DINI KELAINAN JANTUNG DAN LATIHAN KOMBI YOARLA (YOGA DAN AROMATERAPI LAVENDER) PADA IBU HAMIL Hastuti Usman; Niluh Nita Silfia; Narmin Narmin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39468

Abstract

Abstrak: Kehamilan dengan kelainan jantung merupakan kondisi berisiko tinggi yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu serta janin. Permasalahan yang ditemukan di Desa Guntarano adalah rendahnya kemampuan kader kesehatan dan ibu hamil dalam mendeteksi dini kelainan jantung serta belum optimalnya pemanfaatan terapi nonfarmakologis untuk mengurangi kecemasan selama kehamilan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader, bidan, dan ibu hamil dalam deteksi dini kelainan jantung serta penerapan latihan Kombi YoArLa (Yoga dan Aromaterapi Lavender). Metode yang digunakan berupa penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan kepada 12 kader posyandu, 2 bidan desa, dan 13 ibu hamil di Desa Guntarano. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest–posttest dan lembar observasi keterampilan. Indikator keberhasilan ditetapkan apabila terjadi peningkatan nilai pengetahuan minimal 20% dan keterampilan kader mencapai kategori baik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari nilai pretest sebesar … menjadi nilai posttest sebesar … dengan persentase peningkatan sebesar …%. Selain itu, sebanyak …% kader telah mampu melakukan pemeriksaan tekanan darah, saturasi oksigen, dan pengukuran LILA secara mandiri dan benar sesuai prosedur. Ibu hamil juga menunjukkan penurunan tingkat kecemasan serta peningkatan rasa rileks setelah mengikuti latihan YoArLa. Kegiatan ini efektif meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menjaga kesehatan ibu hamil secara holistik melalui pendekatan promotif, preventif, dan komplementer.Abstract: Pregnancy with heart disease is a high-risk condition that may increase maternal and fetal morbidity and mortality. The main problems identified in Guntarano Village were the limited ability of community health cadres and pregnant women to perform early detection of heart abnormalities and the underutilization of non-pharmacological therapies to reduce anxiety during pregnancy. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of cadres, midwives, and pregnant women regarding early detection of heart disease and the implementation of Kombi YoArLa (Yoga and Lavender Aromatherapy). The methods included health education, training, demonstrations, direct practice, and mentoring involving 12 health cadres, 2 village midwives, and 13 pregnant women. Evaluation was conducted using pretest–posttest questionnaires and skill observation sheets. The success indicators were defined as a minimum 20% increase in knowledge scores and cadres achieving good skill categories. The results showed an increase in participants’ average knowledge scores from … in the pretest to … in the posttest, with an improvement percentage of …%. In addition, …% of cadres were able to independently and correctly perform blood pressure measurements, oxygen saturation examinations, and MUAC measurements. Pregnant women also experienced reduced anxiety and improved relaxation after participating in YoArLa exercises. This activity effectively improved the community’s capacity to maintain maternal health holistically through promotive, preventive, and complementary approaches.
PENGUATAN KAPASITAS PENDIDIK MELALUI PELATIHAN KECERDASAN BUATAN UNTUK PENCEGAHAN CYBERBULLYING Putri Taqwa Prasetyaningrum; Eka Aryani; Ozzi Suria; Salleh Amat
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39621

Abstract

Abstrak: Perkembangan interaksi digital siswa meningkatkan risiko cyberbullying dan menuntut kesiapan pendidik dalam mengenali, mencegah, serta merespons kasus secara tepat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas pendidik melalui pelatihan kecerdasan buatan (AI), literasi digital, etika digital, dan simulasi pencegahan cyberbullying. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan participatory action melalui tiga tahap, yaitu asesmen kebutuhan, pelatihan hibrida, serta pendampingan dan evaluasi. Mitra kegiatan adalah 30 pendidik tingkat SMP/SMA. Evaluasi dilakukan melalui observasi, umpan balik kualitatif, serta pre-test dan post-test berisi 15 butir pertanyaan. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 54,3% menjadi 85,7%, atau meningkat 31,4 poin persentase. Peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap etika penggunaan AI, perlindungan data, dan strategi pendampingan siswa. Program ini menunjukkan bahwa pelatihan AI berbasis praktik dapat memperkuat kesiapan sekolah dalam membangun ekosistem digital yang aman.Abstract: The rapid growth of students’ digital interaction increases the risk of cyberbullying and requires educators to recognize, prevent, and respond to cases appropriately. This community service program aimed to strengthen educators’ capacity through training on Artificial Intelligence (AI), digital literacy, digital ethics, and cyberbullying prevention simulations. The activity applied a participatory action approach through three stages: needs assessment, hybrid training, and mentoring with evaluation. The partners were 30 junior and senior high school educators. Evaluation was conducted through observation, qualitative feedback, and pre- and post-tests consisting of 15 items. The results showed that the average score increased from 54.3% to 85.7%, representing a 31.4 percentage-point improvement. Participants also demonstrated stronger awareness of ethical AI use, data protection, and student support strategies. The program indicates that practice-oriented AI training can strengthen school readiness to build safer digital learning ecosystems.
EDUKASI KESEHATAN MENTAL BAGI PENERIMA PKH SEBAGAI UPAYA MEMPERKUAT KEHARMONISAN KELUARGA Eka Aryani; Fajar Sujud Raharjo; Siti Fadhiilah Novianti; Hesti Dian Pratiwi; Yasinta Barek Hayon; Maria Elisabeth Woy; Baso Rahmat
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38535

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama yang dihadapi keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Seyegan, Sleman adalah minimnya pemahaman mengenai kesehatan mental yang berdampak pada keharmonisan keluarga. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan tentang kesehatan mental keluarga, pengenalan gejala, strategi penyelesaian masalah, serta langkah pencegahannya. Metode yang digunakan adalah pelatihan melalui sosialisasi, penyuluhan, dan simulasi. Kegiatan ini diikuti oleh 35 keluarga dengan rentang usia peserta 35-65 tahun. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang terdiri dari 20 butir pertanyaan untuk mengukur persentase peningkatan pemahaman peserta. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada semua indikator dengan rata-rata kenaikan 45%, yaitu sebesar 48% untuk pemahaman gejala gangguan mental, 53% untuk penguasaan strategi komunikasi dan penyelesaian masalah, serta 42% untuk pemahaman cara pencegahan. Disimpulkan bahwa pelatihan ini efektif meningkatkan wawasan dan kesiapan keluarga dalam menciptakan lingkungan rumah tangga yang harmonis. Rekomendasi untuk kegiatan selanjutnya adalah perlunya pendampingan berkelanjutan untuk memantau penerapan manajemen emosi di lingkungan keluarga.Abstract: The main problem faced by beneficiary families of the Family Hope Program (PKH) in Seyegan, Sleman is the lack of understanding regarding mental health which impacts family harmony. This community service aims to provide knowledge about family mental health, symptom recognition, problem-solving strategies, and prevention steps. The method used was training through socialization, counseling, and simulation. This activity was attended by 35 families with participants aged 35-65 years. Evaluation was conducted using a pre-test and post-test consisting of 20 questions to measure the percentage of participants' understanding improvement. The results showed a significant increase in all indicators with an average increase of 45%, specifically by 48% for understanding mental disorder symptoms, 53% for mastering communication and problem-solving strategies, and 42% for understanding prevention methods. It is concluded that this training is effective in improving family insight and readiness in creating a harmonious household environment. Recommendations for future activities include the need for continuous assistance to monitor the implementation of emotional management in the family environment.
PENDAMPINGAN PSIKOSOSIAL MELALUI TRAUMA HEALING SEBAGAI UPAYA PEMENUHAN HAK ANAK PASCABENCANA Liza Agnesta Krisna; Rifka Fitria; Rika Afrida Yanti; M. Aulia Irsan Maulana; Iqbal Maulana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39216

Abstract

Abstrak: Pascabencana, anak-anak berpotensi mengalami rasa takut, kecemasan, dan kehilangan rasa aman yang dapat memengaruhi interaksi sosial serta proses tumbuh kembang mereka. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan psikososial melalui kegiatan trauma healing guna membantu pemulihan kondisi emosional anak-anak terdampak banjir, melalui kegiatan ini memberikan ruang kembali kepada anak-anak untuk lebih percaya diri melalui kemampuan komunikasi anak yang baik, dan menumbukan pemahaman emosi melalui karakter cerita. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui beberapa metode kombinasi seperti metode bercerita, bermain terarah dan metode ekspresif melalui kegiatan mewarnai, yang diperuntukkan untuk anak-anak korban banjir dan peningkatan pengendalian emosi kepada kader Posyandu dan orangtua anak di wilayah kabupaten Aceh Tamiang di Desa Tanjung Necara. Berdasarkan hasil evaluasi, jumlah partisipasi anak mencapai lebih dari 70 orang, melebihi target awal sebanyak 40 orang. Hasil observasi langsung terhadap keterlibatan anak dan masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan berjalan dengan baik. Anak- anak lebih percaya diri, kader posyandu turut memperkuat dukungan sosial. Sehingga terjadi peningkatan keterampilan mitra sebesar ±75% dibandingkan sebelum kegiatan dilaksanakan.Abstract: After a disaster, children are at risk of experiencing fear, anxiety, and a loss of security, which can affect their social interactions and their growth and development. Therefore, this community service initiative aims to provide psychosocial support through trauma healing activities to aid in the emotional recovery of children affected by the flood. Through these activities, we aim to help children regain their confidence through improved communication skills and foster emotional understanding through story characters. The implementation of this activity utilized a combination of methods, such as storytelling, guided play, and expressive activities through coloring, designed for flood-affected children and to enhance emotional regulation among Posyandu cadres and parents in the Aceh Tamiang regency, specifically in Tanjung Necara Village. Based on the evaluation results, child participation exceeded 70 participants, surpassing the initial target of 40. Direct observations of children’s and community engagement indicated the program’s success. Children demonstrated increased self-confidence, while Posyandu cadres strengthened social support. Consequently, partner skills improved by approximately 75% compared to pre-program levels.
JAMU SEHAT TANPA BAHAN KIMIA OBAT (BKO): EDUKASI KEAMANAN KONSUMSI HERBAL PADA KADER POSYANDU Thia Amalia; Queen Intan Nurrahmah; Anggita Rosiana Putri; Prisma Trida Hardani; Luthfi Ahmad Muchlashi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39435

Abstract

Abstrak: Konsumsi jamu yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) masih menjadi isu kesehatan di Indonesia. Rendahnya pemahaman mengenai risiko BKO dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya efek samping yang merugikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kader Posyandu di Jawa Timur, terkait bahaya BKO serta mendorong penggunaan jamu yang aman dan rasional. Program dilaksanakan melalui penyuluhan mengenai jamu dan BKO, pembagian booklet edukatif tentang penggunaan jamu, serta pemberian paket jamu kebugaran disertai panduan pengolahan yang benar. Sebanyak 69 kader posyandu terlibat sebagai peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang masing-masing terdiri atas 10 pertanyaan terkait jamu dan 10 pertanyaan terkait BKO. Indikator keberhasilan ditetapkan berdasarkan adanya peningkatan nilai pengetahuan peserta setelah intervensi serta tingkat kepuasan peserta terhadap kegiatan. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank.yang dianalisis dengan uji Wilcoxon signed-rank. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada materi jamu dari 74,35±10,83 menjadi 82,75±9,31 dan materi BKO dari 78,70±19,99 menjadi 90,87±10,87 (p<0,001). Tidak terdapat perbedaan bermakna antar gain kedua materi (p=0,112). Tingkat kepuasan peserta mencapai 3,60 dari skala 4 dengan 98,5% menyatakan puas. Kegiatan ini efektif meningkatkan literasi kesehatan lansia terkait konsumsi jamu aman bebas BKO.Abstract: The consumption of herbal medicines (jamu) containing Active Pharmaceutical Ingredients (BKO) remains a public health concern in Indonesia. Limited awareness of BKO-related risks may increase the likelihood of adverse health effects.Limited public understanding of the risks associated with BKO may increase the likelihood of adverse health effects. This community service activity aimed to improve the knowledge and awareness of Posyandu cadres in Poncokusumo Village, East Java, regarding the dangers of BKO and to promote safe and rational use of herbal medicine. The program was implemented through health education sessions on jamu and BKO, distribution of educational booklets on herbal medicine use, and provision of wellness jamu packages accompanied by proper preparation guidelines. A total of 69 Posyandu cadres participated in the program. Program effectiveness was evaluated using pre-test and post-test instruments consisting of 10 questions on jamu safety and 10 questions on BKO identification, analyzed using the Wilcoxon signed-rank test.Evaluation was conducted using pre-test and post-test instruments analyzed with the Wilcoxon signed-rank test. Results demonstrated a significant improvement in knowledge scores for the jamu module (74.35±10.83 to 82.75±9.31) and the BKO module (78.70±19.99 to 90.87±10.87), both with p<0.001. No significant difference was found between the gain scores of the two modules (p=0.112). Participant satisfaction reached 3.60 out of 4, with 98.5% reporting satisfaction with the program. This activity effectively improved the health literacy of Posyandu cadres regarding safe consumption of BKO-free herbal medicine.