cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,426 Documents
PELATIHAN PEREMPUAN SIAP KERJA BERBASIS TEORI CAREER READINESS SKILL UNTUK MENINGKATKAN KEYAKINAN DIRI ANGGOTA NASYIYATUL AISYIYAH KOTA BANDUNG DALAM PENCARIAN KERJA Tasya Augustiya; Novita Sari; Nurlaela Hamidah; Irfa Nabila Nursyaida; Indah Aulia Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38997

Abstract

Abstrak: Rendahnya kepercayaan diri dan keterampilan kesiapan kerja menjadi tantangan bagi perempuan muda dalam memasuki dunia kerja. Oleh karena itu, diperlukan upaya konkret untuk memberikan pembekalan melalui kegiatan pelatihan Career Readiness Skills bagi anggota Nasyiatul ‘Aisyiyah Kota Bandung. Terdapat tiga tahapan kegiatan dalam pengabdian ini yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan pelatihan ini menggunakan metode experiental learning, yaitu memberikan praktik langsung yang dipandu oleh fasilitator agar peserta memperoleh pemahaman secara optimal. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta. Pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai dengan rancangan dan mendapatkan tanggapan positif dari peserta. Pada akhir kegiatan dilakukan evaluasi menggunakan angket berisi 19 pernyataan skala Job search self-efficacy, 6 soal pre-test dan post-test, serta penilaian keterampilan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 19,89%, peningkatan kualitas CV sebesar 41%, serta keterampilan wawancara mencapai 70%. Selain itu, tingkat kepuasan peserta tergolong tinggi dan menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan diri dalam pencarian kerja.Abstract: Low self-confidence and a lack of job readiness skills pose challenges for young women entering the workforce. Therefore, concrete efforts are needed to provide training through Career Readiness Skills workshops for members of Nasyiatul ‘Aisyiyah in Bandung. This community service initiative consists of three phases: preparation, implementation, and evaluation. This training program employs experiential learning methods, which involve hands-on practice guided by facilitators to ensure participants gain optimal understanding. The program was attended by 30 participants. The implementation proceeded as planned and received positive feedback from participants. At the conclusion of the program, an evaluation was conducted using a questionnaire comprising 19 statements on the Job Search Self-Efficacy scale, 6 pre-test and post-test questions, and a skills assessment. The evaluation results showed a 19.89% increase in knowledge, a 41% improvement in CV quality, and a 70% improvement in interview skills. Additionally, participant satisfaction was high, and the results indicated an increase in confidence regarding job search.
IMPLEMENTASI FARMASI SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN KESEHATAN MASYARAKAT DI DESA DANGDEUR Annysa Ellycornia Silvyana; Muhammad Hafis Fahreza; Yonathan Tri Atmodjo Reubun; Lia Warti; Muchammad Reza Ghozaly; Hilma Fathiah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39379

Abstract

Abstrak: Penyakit tidak menular seperti diabetes melitus, hipertensi, dan asam urat masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, terutama akibat pola hidup tidak sehat, rendahnya literasi kesehatan, serta minimnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Desa Dangdeur merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kesadaran kesehatan rendah dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang belum optimal. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat melalui Praktik Farmasi Sosial (PFS). Kegiatan dilaksanakan selama 14 hari oleh mahasiswa Universitas Esa Unggul dengan metode edukatif dan partisipatif berupa penyuluhan penyakit tidak menular, pemeriksaan kesehatan, edukasi PHBS di sekolah dasar, penanaman TOGA, serta penyuluhan minuman herbal. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan, yaitu diabetes dan asam urat dari 50% menjadi 90%, serta hipertensi dari 40% menjadi 87,5%. Program ini terbukti efektif meningkatkan literasi kesehatan, mendorong pemanfaatan sumber daya lokal, serta memperkuat kebersamaan masyarakat dalam mewujudkan pola hidup sehat berkelanjutan.Abstract: Non-communicable diseases such as diabetes mellitus, hypertension, and gout are still major health problems in Indonesia, mainly due to unhealthy lifestyles, low health literacy, and lack of implementation of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS). Dangdeur Village is one of the areas with a low level of health awareness and non-optimal utilization of Family Medicinal Plants (TOGA). This research aims to increase community awareness and independence through Social Pharmacy Practice (PFS). Activities were carried out for 14 days by Esa Unggul University students with educational and participatory methods in the form of counseling on non-communicable diseases, health checks, PHBS education in elementary schools, planting TOGA, and counseling on herbal drinks. The pre-test and post-test results showed a significant increase in understanding, namely diabetes and gout from 50% to 90%, and hypertension from 62.5% to 93.7%. This program proved effective in improving health literacy, encouraging the use of local resources, and strengthening community togetherness in realizing a sustainable healthy lifestyle.
PENGUATAN DAYA SAING UMKM MELALUI PENDAMPINGAN IZIN P-IRT DI GALERI UMKM EKSIS KECAMATAN TANJUNGSARI KABUPATEN SUMEDANG Leopold Melkiano Triangga Dawu; Galih Putra Prawiranegara; Hilda Annisawanti; Wahyudin Zarkasyi; Srihadi Winarningsih; Citra Sukmadilaga
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39172

Abstract

Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Namun demikian, banyak pelaku UMKM masih menghadapi kendala dalam aspek legalitas produk yang mempengaruhi daya saing produk di pasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui pendampingan pengurusan izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT). Kegiatan dilaksanakan pada 25 pelaku UMKM yang tergabung dalam Galeri UMKM Eksis Kabupaten Sumedang. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi tahap sosialisasi legalitas produk yaitu pendampingan pengurusan P-IRT. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif komparatif (before-after) melalui observasi dan dokumentasi terhadap kepemilikan izin P-IRT sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya legalitas produk. Evaluasi menunjukkan bahwa dari 25 UMKM peserta, terdapat 6 UMKM dengan 13 produk yang belum memiliki izin P-IRT sebagai indikator awal. Setelah kegiatan pendampingan, seluruh produk tersebut (100%) berhasil memperoleh izin P-IRT. Program pendampingan ini dapat meningkatkan daya saing produk UMKM serta memperluas peluang pemasaran produk.Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in promoting local economic growth. However, many MSME actors still face challenges related to product legality, which affects their competitiveness in the market. This community service program aims to enhance the capacity of MSME actors through assistance in obtaining the Home Industry Food Production Permit (P-IRT). The program was implemented involving 25 MSME actors affiliated with the Eksis MSME Gallery in Sumedang Regency. The implementation employed a participatory approach, including the socialization of product legality and assistance in the P-IRT application process. Evaluation was conducted using a descriptive comparative (before–after) approach through observation and documentation of P-IRT ownership before and after the program. The results indicate an improvement in MSME actors’ understanding of the importance of product legality. The evaluation further shows that, out of 25 participating MSMEs, 6 MSMEs with a total of 13 products did not initially have P-IRT certification. After the assistance program, all of these products (100%) successfully obtained P-IRT certification. This assistance program is expected to enhance the competitiveness of MSME products and expand their market opportunities.
WORKSHOP SEGITIGA RESTITUSI BAGI NASYIATUL ‘AISYIYAH: STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK ANAK DI LINGKUNGAN KELUARGA DAN SEKOLAH Edy Irawan; Nurmitasari Nurmitasari; Siti Khoiriyah; Rinia Wati; Indah Puspita Sari; Hanik Ruaida
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39151

Abstract

Abstrak: Permasalahan mitra PCNA Pringsewu adalah rendahnya pemahaman dan keterampilan anggota dalam menyelesaikan konflik anak secara konstruktif, yang masih didominasi pendekatan menghukum. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan penerapan Segitiga Restitusi dalam konteks keluarga dan sekolah. Metode yang digunakan meliputi (1) pra kegiatan, (2) kegiatan yang mencakup sosialisasi, penyuluhan, workshop, dan pendampingan kepada 27 anggota PCNA, dan (3) evaluasi melalui pretest-posttest, angket, serta penilaian praktik. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat kepuasan peserta mencapai 85% dengan kategori “baik” dan “sangat baik”, yang menandakan bahwa kegiatan dinilai relevan, interaktif, dan bermanfaat bagi peserta. Pada aspek pemahaman konsep, terjadi peningkatan nilai rata-rata peserta dari 60 pada pretest menjadi 85 pada posttest atau meningkat sebesar 25%. Selain itu, hasil observasi keterampilan menunjukkan bahwa 85% peserta mampu menerapkan langkah-langkah segitiga restitusi secara sistematis dalam kegiatan simulasi dan role play dengan kategori “baik”.Abstract: The main problem faced by PCNA Pringsewu partners was the limited understanding and skills of members in resolving children's conflicts constructively, as conflict resolution practices were still predominantly based on punitive approaches. This community service program aimed to improve participants’ understanding and practical skills in implementing the Restitution Triangle within family and school contexts. The methods employed included: (1) a pre-activity stage, (2) implementation activities consisting of socialization, counseling, workshops, and mentoring for 27 PCNA members, and (3) evaluation through pretest-posttest assessments, questionnaires, and practical performance evaluations. The evaluation results showed that the participants’ satisfaction level reached 85% in the “good” and “very good” categories, indicating that the program was considered relevant, interactive, and beneficial for the participants. In terms of conceptual understanding, the participants’ average score increased from 60 on the pretest to 85 on the posttest, representing a 25% improvement. Furthermore, the results of the skills observation indicated that 85% of participants were able to systematically apply the steps of the Restitution Triangle during simulation and role-play activities, achieving a “good” category of performance.
UPAYA PEMULIHAN KESEHATAN MENTAL PASCABENCANA BANJIR MELALUI SKRINING KESEHATAN MENTAL Rika Sarfika; Nelwati Nelwati; Fitra Yeni; Dewi Eka Putri; Esthika Ariany Maisa; Ira Erwina; Windy Freska; Randy Refnandes
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38837

Abstract

Abstrak: Bencana banjir berpotensi menimbulkan dampak psikologis pada masyarakat akibat tekanan lingkungan dan perubahan kondisi kehidupan pascabencana. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendukung pemulihan kesehatan mental masyarakat melalui skrining kesehatan mental. Metode yang digunakan meliputi skrining menggunakan instrumen PHQ-9, GAD-7, dan MMYS pada 28 masyarakat dewasa dan 2 remaja dengan mitra Puskesmas Pauh, disertai wawancara singkat dan edukasi kesehatan mental. Evaluasi dilakukan melalui analisis hasil skrining dan observasi partisipasi masyarakat. Hasil menunjukkan 50,0% masyarakat mengalami depresi ringan, 14,3% depresi sedang, dan 17,9% depresi berat. Selain itu, 48,1% masyarakat mengalami kecemasan ringan dan 40,7% kecemasan sedang, dengan tingkat partisipasi mencapai 100%. Skrining kesehatan mental efektif dalam deteksi dini dan meningkatkan kesadaran masyarakat pascabencana. Kegiatan berkelanjutan diperlukan untuk mendukung pemulihan kesehatan mental masyarakat. Abstract: Flood disasters can cause psychological impacts on communities due to environmental stress and changes in post-disaster living conditions. This community service activity aimed to support mental health recovery through mental health screening. The methods included screening using PHQ-9, GAD-7, and MMYS instruments among 28 adults and 2 adolescents in collaboration with the Pauh Public Health Center, accompanied by brief interviews and mental health education. Evaluation was conducted through analysis of screening results and observation of community participation. The results showed that 50.0% of participants experienced mild depression, 14.3% moderate depression, and 17.9% severe depression. In addition, 48.1% experienced mild anxiety and 40.7% moderate anxiety, with 100% participation rate. Mental health screening proved effective for early detection and increasing community awareness. Continuous programs are needed to support post-disaster mental health recovery.
PENGEMBANGAN KAPASITAS MASYARAKAT MELALUI EDUKASI DAN PELATIHAN PENGELOLAAN SAMPAH RAMAH LINGKUNGAN DI MAMBORO BARAT Mustafa Mustafa; Dedi Mahyudin Syam; Ros Arianty; Nurarifah Nurarifah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39436

Abstract

Abstrak: Kelurahan Mamboro Barat menghadapi permasalahan tingginya praktik pembakaran sampah rumah tangga yang memicu pencemaran udara dan meningkatkan risiko penyakit pernapasan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan masyarakat terkait pengelolaan sampah ramah lingkungan guna menekan kebiasaan membakar sampah. Metode pelaksanaan berupa penyuluhan bahaya pembakaran sampah dan pelatihan praktis pembuatan kompos dari limbah organik, dengan melibatkan partisipasi mahasiswa DIII Sanitasi. Mitra kegiatan ini adalah 50 orang masyarakat setempat. Evaluasi keberhasilan program dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas yang sangat baik. Rata-rata skor pemahaman awal warga adalah 52,20, dan meningkat menjadi 87,20 setelah kegiatan. Terjadi peningkatan pemahaman sebesar 35,00 poin pada seluruh peserta edukasi. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan menjadi modal utama warga dalam menerapkan pengomposan mandiri dan menghentikan kebiasaan membakar sampah secara berkelanjutan.Abstract: West Mamboro Subdistrict faces the issue of high levels of household waste burning, which triggers air pollution and increases the risk of respiratory diseases. This service activity aims to enhance the capacity and knowledge of the community regarding environmentally friendly waste management in order to reduce the habit of burning waste. The implementation methods include education about the dangers of burning waste and practical training on composting organic waste, involving the participation of DIII Sanitation students. The activity’s partners are 50 local community members. Program success was evaluated using observation methods through pre-tests and post-tests. The results showed a significant increase in capacity. The average initial understanding score of residents was 52.20, which increased to 87.20 after the activity. There was an increase in understanding of 35.00 points among all education participants. This increase in knowledge is expected to become the main capital for residents to independently practice composting and to sustainably stop the habit of burning waste.
PEMULIHAN PENDIDIKAN ANAK MELALUI SEKOLAH DARURAT DAN PENDAMPINGAN PSIKOSOSIAL PASCABENCANA PADA MASYARAKAT TERDAMPAK BANJIR BANDANG Imam Hadi Sutrisno; Hartutik Hartutik; Ardian Fahri; Risdam Habibi Hasibuan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39585

Abstract

Abstrak: Banjir bandang menyebabkan terganggunya pendidikan anak, kondisi psikososial, serta aktivitas sosial ekonomi masyarakat terdampak. Program pengabdian ini bertujuan memulihkan akses pendidikan anak, meningkatkan kesiapsiagaan bencana, dan memperkuat kapasitas masyarakat pascabencana. Metode yang digunakan berupa pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, workshop, dan pendampingan kepada anak usia sekolah dasar serta kelompok masyarakat. Kegiatan difokuskan pada penyelenggaraan sekolah darurat, pendampingan psikososial, edukasi kebencanaan, dan pemanfaatan limbah berbasis lingkungan. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi dan peningkatan keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi belajar anak, kondisi psikososial, literasi kebencanaan, serta keterampilan pengolahan limbah yang berdampak pada peningkatan nilai ekonomis masyarakat. Program ini efektif sebagai model pemulihan pascabencana berbasis pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.Abstract: Flash floods disrupted children's education, psychosocial conditions, and the socio-economic activities of affected communities. This community service program aimed to restore children’s access to education, improve disaster preparedness, and strengthen community capacity after the disaster. The method used was a participatory approach through socialization, training, workshops, and mentoring for elementary school children and community groups. The activities focused on implementing emergency schools, psychosocial assistance, disaster education, and environmentally based waste utilization. Evaluation was conducted through participation observation and assessment of participants’ skill improvement. The results showed improvements in children’s learning participation, psychosocial conditions, disaster literacy, and waste management skills, which contributed to increasing the community’s economic value. This program was effective as a post-disaster recovery model based on education and community empowerment.
PEMBERDAYAAN DAN PENINGKATAN MUTU PRODUK UMKM MELALUI PENDAMPINGAN PROSES PRODUK HALAL (P3H) Ulin Nihayah; Komarudin Komarudin; Wieke Diah Anjaryani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38477

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) have a strategic role in strengthening the regional economy, including in Pati Regency which is dominated by processed food products and seafood. However, there are still many MSMEs that have not met quality standards and halal product assurance optimally. This research aims to empower MSMEs while improving product quality through Halal Product Process Assistance (P3H) in Pati. The methods used are a participatory approach through socialization of halal concepts, identification of halal critical points of materials and production processes, assistance in the implementation of halal product processes, and evaluation of the understanding of MSME actors. The results of the study show that P3H assistance is able to increase MSME actors' understanding of halal principles, improve production practices according to halal standards, and increase awareness of the importance of product quality for consumer trust. The MSME products produced have a more orderly, hygienic production process, and in accordance with the provisions of halal product guarantee. The conclusion of this study shows that Halal Product Process (P3H) assistance is effective as a strategy for empowering MSMEs and contributes to improving product quality and strengthening the competitiveness of MSMEs in Pati Regency
PENERAPAN ALAT EKSPERIMEN TERMODINAMIKA TERINTEGRASI INTERNET OF THINGS Ahmad Fitra Ritonga; Ismet Ismet; M. Husni Syahbani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39060

Abstract

Abstrak: Kemampuan keterampilan merancang alat eksperimen siswa kelas microcontroller SMAN X masih rendah dan perlu ditingkatkan. Salah satu faktor penyebabnya yaitu terbatasnya ketersediaan alat dan fasilitas pendukum dalam praktikum eksperimen termodinamika. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dalam pembuatan alat eksperimen termodinamika terintegrasi Internet of Things (IoT) bagi siswa. Metode pelaksanaan pengabdian menggunakan pendekatan Service Learning (SL) berbasis eksperimen. Peserta mitra terdiri dari 16 siswa dari kelas XI dan XI pada peminatan kelas microcontroller. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan cara mengisi lembar observasi yang mencakup tiga kategori aspek keterampilan yaitu merancang alat, mengaplikasikan program, serta mencoba memadukan alat dengan program. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa siswa terampil membuat alat eksperimen terintegrasi IoT dengan rerata persentase kategori sangat baik dan baik sebesar 95%. Melalui kegiatan ini diharapkan keterampilan siswa dalam membuat alat eksperimen semakin meningkat, sehingga mendorong motivasi, kreativitas, dan inovasi siswa dalam proses pembelajaran.Abstract: The ability to design experimental tools for microcontroller class students at SMAN X is still low and helps to be improved. The contributing factor is the limited availability of tools and supporting facilities in thermodynamics experimental practicums. This community service aims to provide assistance in making thermodynamics experimental tools integrated with the Internet of Things (IoT) for students. The community service method uses an experiment-based Service Learning (SL) approach. Partner participants consisted of 16 students from grades XI and XI in the microcontroller class interest. Evaluation of the program was carried out by filling out an observation sheet that covered three categories of skill aspects, namely designing tools, applying programs, and trying to integrate tools with programs. The results of the community service show that students are skilled at making IoT integrated experimental tools with an average percentage of very good and good categories of 95%. Through this program, it is hoped that students' skills in making experimental tools will increase, thereby encouraging student motivation, creativity, and innovation in the learning process.
PELATIHAN ANGGARAN PRODUKSI UNTUK KEBERLANJUTAN BISNIS UMKM (DIVERSIFIKASI PRODUK ANEKA KERIPIK, DAN TAPE) Deni Okpriyanto; Adel Hikam Arif; Eko Irianto; Masiyah Kholmi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39549

Abstract

Abstrak. Salah satu hal yang menjadi masalah krusial bagi pelaku UMKM adalah kemampuan melakukan penganggaran produksi secara tepat dan akurat. Dengan adanya permasalahan tersebut, program pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk mentransfer pengetahuan dan kemampuan melakukan penganggaran produksi kepada kelompok pelaku UMKM pembuat aneka makanan ringan dan kerajinan di, Kabupaten Musi Rawas. Kegiatan ini dilaksanakan menggunakan metode simulasi dan praktik menggunakan anggaran penjualan berdasarkan data dan informasi yang dimiliki peserta. Kegiatan ini diikuti oleh 22 orang pelaku UMKM. Evaluasi program ini dilakukan menggunakan post-test 18 pertanyaan dengan indikator pemahaman konsep dasar anggaran, kemampuan menyusun anggaran, dan pengambilan keputusan berdasarkan anggaran. Hasil post-test menunjukkan bahwa 86,36 persen peserta mampu memahami konsep penyusunan anggaran produksi, dan 81,82 persen peserta mampu mempraktikkan penyusunan anggaran produksi secara mandiri pada usahanya. Abstract: The crucial challenge for MSMEs is their ability to prepare production budget accurately. Given this problem, this community empowerment program aims to transfer knowledge and skills in budgeting production to a group of MSMEs making various snacks and crafts in Musi Rawas Regency. This activity was carried out using simulation and practice methods using sales budgets based on data and information owned by participants. This program was attended by 22 MSMEs owners. Evaluation was carried out through a post-test to examine the results with indicators of basic budget concepts understanding, ability to prepare budgets, and budget-based decision making based on budgets. The results showed that 86.36 percent of participants were able to understand the concept of production budgets, and 81.82 percent of participants were able to practice preparing production budgets independently in their businesses.