cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,539 Documents
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SEKOLAH BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN INKLUSIF DAN AKSESIBEL BERBASIS CANVA DI KABUPATEN TANGERANG Tb Ai Munandar; Tb Sofwan Hadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40357

Abstract

Abstrak: Transformasi digital dalam pendidikan khusus menuntut guru memiliki kemampuan untuk mengembangkan media pembelajaran yang adaptif, inklusif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang media pembelajaran adaptif dan video pembelajaran interaktif menggunakan aplikasi Canva. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 Mei 2026 di SKH Negeri 01 Kabupaten Tangerang dengan peserta sebanyak 50 guru. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan, sedangkan evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test berskala Likert 1–5 yang mengukur sembilan aspek kompetensi, meliputi pemahaman media pembelajaran adaptif, analisis kebutuhan peserta didik, penentuan media sesuai karakteristik siswa, kemampuan dan pemahaman fitur Canva, keterampilan membuat poster dan video pembelajaran, kepercayaan diri menggunakan teknologi digital, serta kreativitas mengembangkan media pembelajaran. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata kompetensi peserta dari 3,80 (kategori tinggi) pada pre-test menjadi 4,45 (kategori sangat tinggi) pada post-test, atau meningkat sebesar 17,23%, yang menandakan bahwa penguasaan peserta terhadap seluruh aspek yang diukur bergeser dari kategori tinggi menjadi sangat tinggi. Peningkatan terbesar terjadi pada kemampuan membuat poster dan video pembelajaran menggunakan Canva. Hasil ini menunjukkan bahwa workshop berbasis praktik langsung efektif meningkatkan literasi digital, kreativitas, dan kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang inklusif dan aksesibel bagi peserta didik berkebutuhan khusus.Abstract: The rapid development of digital technology requires teachers to be able to develop adaptive, inclusive learning media suited to the characteristics of students with special needs. This Community Service Program (PkM) aimed to enhance teachers' competence in designing adaptive learning media and interactive learning videos using Canva. The activity was carried out on 12 May 2026 at SKH Negeri 01, Tangerang Regency, and involved 50 teachers. The implementation methods included lectures, demonstrations, hands-on practice, and mentoring, while program success was evaluated using a pre-test and post-test instrument on a 1–5 Likert scale measuring nine competency aspects, namely understanding of adaptive learning media, learners' needs analysis, selection of media suited to student characteristics, Canva proficiency and feature comprehension, skills in creating posters and learning videos, confidence in using digital technology, and creativity in developing learning media. The evaluation results showed that participants' average competency score increased from 3.80 (high category) in the pre-test to 4.45 (very high category) in the post-test, a 17.23% improvement, indicating a shift in mastery level from high to very high across all measured aspects. The highest gains were found in teachers' ability to create instructional posters and learning videos using Canva. These findings indicate that the hands-on training workshop effectively improved teachers' digital literacy, creativity, and capacity to develop inclusive and accessible learning media for students with special needs. 
KEMANDIRIAN FINASIAL: PERMAINAN EDUKATIF SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN PERENCANAAN KEUANGAN Litka Tiadoraria Br Ginting; Iskandar Muda Situmorang; Christine Christine; Novi Yanti; Mie Mie
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.39840

Abstract

Abstrak: Literasi keuangan penting dimiliki sejak dini agar individu mampu mengelola keuangan, mengambil keputusan investasi yang tepat, dan mencapai kemandirian finansial. Namun, rendahnya pemahaman generasi muda terhadap investasi dan pasar modal membuat mereka rentan terhadap risiko keuangan, termasuk investasi ilegal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan, investasi, dan perencanaan keuangan siswa melalui permainan edukatif Stocklab, serta mengembangkan kemampuan pengambilan keputusan keuangan. Kegiatan dilaksanakan pada siswa kelas XII Akuntansi SMK Swasta Methodist Tanjung Morawa dengan metode ceramah interaktif, diskusi, simulasi, dan tanya jawab. Evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman dari 30,4% menjadi 75,1% (naik 44,7%), disertai antusiasme peserta yang tinggi, sehingga Stocklab terbukti efektif dalam mendukung literasi keuangan dan kemandirian finansial sejak dini.Abstract: Financial literacy is important to be possessed from an early age so that individuals are able to manage finances, make appropriate investment decisions, and achieve financial independence. However, the low level of understanding among the younger generation regarding investment and the capital market makes them vulnerable to financial risks, including illegal investments. This community service activity aims to improve students’ financial literacy, investment knowledge, and financial planning through the Stocklab educational game, as well as to develop financial decision-making skills. The activity was carried out for 12th grade Accounting students at SMK Swasta Methodist Tanjung Morawa using interactive lecture methods, discussions, simulations, and Q&A sessions. The evaluation showed an increase in understanding from 30.4% to 75.1% (an increase of 44.7%), accompanied by high student enthusiasm, indicating that Stocklab is proven to be effective in supporting financial literacy and financial independence from an early age.
PELATIHAN PEMBUATAN BUKU BERGAMBAR DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN LITERASI ANAK USIA DINI DI PKG KARTINI KABUPATEN MANGGARAI Maria Dissriany Vista Banggur; Adriani Tamo Ina Talu; Viviana Murni; Margareth Arabela Shindri Woda; Rosalia Delima
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40201

Abstract

Abstrak: Rendahnya minat baca anak usia dini dan terbatasnya kompetensi guru PAUD dalam mengembangkan media pembelajaran digital masih menjadi tantangan di PKG Kartini Kabupaten Manggarai. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan buku bergambar digital untuk memperkuat budaya literasi anak usia dini. Program melibatkan 31 guru dari 26 lembaga PAUD melalui analisis kebutuhan, workshop, praktik menggunakan Canva, StoryJumper, dan Book Creator, pendampingan, implementasi, serta evaluasi melalui observasi, penilaian produk, pre-test dan post-test (20 butir soal), angket, dan refleksi. Hasil menunjukkan seluruh peserta berhasil menghasilkan minimal satu buku bergambar digital. Rata-rata kompetensi guru meningkat dari 36,4% menjadi 87,0% (peningkatan 50,6%). Sebanyak 87% peserta mengalami peningkatan literasi digital dan 90% lebih percaya diri mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran. Program juga meningkatkan keterlibatan anak dalam kegiatan literasi serta mendukung keberlanjutan budaya literasi digital di lembaga PAUD.Abstract: Low reading interest among young children and the limited competence of early childhood education (ECE) teachers in developing digital learning media remain challenges at the Kartini Cluster Activity Center (PKG Kartini), Manggarai Regency. This community service program aimed to improve teachers’ competence in developing digital picture books to strengthen early childhood literacy. The program involved 31 teachers from 26 ECE institutions and consisted of needs assessment, workshops, hands-on training using Canva, StoryJumper, and Book Creator, mentoring, classroom implementation, and evaluation through observation, product assessment, pre-test and post-test (20-item instrument), questionnaires, and reflection. The results showed that all participants successfully developed at least one digital picture book. Teachers’ average competence increased from 36.4% to 87.0% (50.6% improvement). Additionally, 87% of participants improved their digital literacy skills, while 90% reported greater confidence in integrating technology into teaching. The program also enhanced children's engagement in literacy activities and promoted sustainable digital literacy practices in ECE institutions.
PELATIHAN CANVA PADA SMP BAITUSSALAM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN Muhammad Dzulfikar Fauzi; Vessa Rizky Oktavia; Dimas Chaerul Ekty Saputra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40168

Abstract

Abstrak: Pemanfaatan media digital dalam pembelajaran di tingkat SMP masih belum optimal akibat keterbatasan keterampilan siswa dalam menggunakan aplikasi digital secara produktif untuk mendukung kegiatan belajar. Padahal, penguasaan literasi digital merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki peserta didik di era digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam memanfaatkan aplikasi Canva sebagai media pendukung pembelajaran. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan melalui wawancara dan diskusi dengan pihak sekolah, pelaksanaan pelatihan dan workshop Canva, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 52 siswa kelas IX SMP Baitussalam Surabaya. Materi yang diberikan meliputi pengenalan Canva, pemanfaatan fitur-fitur dasar, serta praktik pembuatan poster dan presentasi sederhana. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 92,1 pada pre-test menjadi 96,2 pada post-test peningkatan dari kegiatanaadalah 4,45 % yang terlihat sangat sedikit, karena siswa yang belum mengetahui canva tidak mengisi pre-test, jika siswa yang tidak mengisi dijadikan pembagi maka peningkatan sebanyak 32,42 kali lipat. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme dan keterlibatan yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Pelatihan Canva terbukti dapat meningkatkan literasi digital dan kreativitas siswa dalam menghasilkan media visual yang mendukung proses pembelajaran.Abstract: The use of digital media in learning at the junior high school level is still not optimal due to limited student skills in using digital applications productively to support learning activities. In fact, mastery of digital literacy is one of the important competencies that students need to have in the digital era. This community service activity aims to improve students' knowledge and skills in utilizing the Canva application as a learning support medium. The methods used include a preparation stage through interviews and discussions with the school, the implementation of Canva training and workshops, and evaluation using pre-tests and post-tests. The activity was attended by 52 ninth-grade students of Baitussalam Surabaya Junior High School. The material provided included an introduction to Canva, the use of basic features, and the practice of making simple posters and presentations. The evaluation results showed an increase in participant understanding, as indicated by an increase in the average score from 92.1 in the pre-test to 96.2 in the post-test. The increase from the activity was 4.45% which looks very small, because students who are not familiar with Canva did not fill out the pre-test, if students who did not fill out were used as a divisor, the increase was 32.42 times. In addition, participants showed high enthusiasm and involvement during the activity. Canva training has been proven to improve students' digital literacy and creativity in producing visual media that supports the learning process.
KOLABORASI GURU DAN ORANGTUA DALAM MEMBANGUN DISIPLIN POSITIF ANAK USIA DINI Maria Fatima Mardina Angkur; Maria L. Turu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40413

Abstract

Abstrak: Disiplin positif merupakan pendekatan pengasuhan dan pendidikan yang menekankan pembentukan kesadaran diri, tanggung jawab, dan perilaku positif tanpa penggunaan kekerasan. Keberhasilan penerapannya pada anak usia dini memerlukan sinergi antara lingkungan keluarga dan sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk kolaborasi guru dan orang tua dalam meningkatkan disiplin positif anak, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat kolaborasi, serta menjelaskan dampaknya terhadap perkembangan perilaku anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif yang dilaksanakan di PAUD Petra. Informan penelitian terdiri atas satu kepala sekolah, dua guru kelas, dan sepuluh orang tua peserta didik yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi dilaksanakan melalui pertemuan tatap muka, komunikasi WhatsApp, program parenting, dan buku penghubung. Kolaborasi didukung oleh komitmen sekolah dan keterlibatan orang tua, serta menghasilkan peningkatan kepatuhan, tanggung jawab, kemandirian, dan kesadaran diri anak. Temuan ini menegaskan pentingnya kemitraan sekolah dan keluarga dalam membangun disiplin positif pada anak usia dini.Abstract: Positive discipline is a parenting and educational approach that emphasizes self-awareness, responsibility, and positive behavior without the use of violence. Its successful implementation in early childhood requires strong collaboration between families and schools. This study aimed to analyze the forms of teacher-parent collaboration in promoting positive discipline among children, identify supporting and inhibiting factors, and examine its impact on children’s behavioral development. A qualitative descriptive approach was employed at PAUD Petra. The participants consisted of one principal, two classroom teachers, and ten parents selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation and were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The findings revealed that collaboration was implemented through face-to-face meetings, WhatsApp communication, parenting programs, and communication books. The collaboration was supported by school commitment and active parental involvement and contributed to improvements in children’s compliance, responsibility, independence, and self-regulation. These findings highlight the importance of sustainable school-family partnership in fostering positive discipline during early childhood.
PEMBERDAYAAN PEER GROUP MELALUI PROGRAM GENSMART DALAM MENINGKATKAN LITERASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA Heny Ekawati; Wahyu Retno Gumelar; Rizky Asta Pramestirini
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.39838

Abstract

Abstrak: Rendahnya literasi kesehatan reproduksi remaja akibat minimnya komunikasi dan masih kuatnya stigma tabu menjadi masalah mendesak di Kabupaten Lamongan. Program ini bertujuan mengoptimalkan peran konselor sebaya dalam upaya memperluas wawasan generasi muda terkait kesehatan reproduksi melalui program GENSMART (Generasi Sadar Seksualitas Mandiri dan Bertanggung Jawab). Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk workshop interaktif menggunakan media booklet, PowerPoint, dan poster, dilanjutkan dengan simulasi peran sebagai peer educator, yang melibatkan 60 siswa sebagai mitra. Pengukuran efektivitas dilakukan dengan membandingkan hasil tes awal dan tes akhir peserta. Hasil menunjukkan peningkatan hard skill berupa pengetahuan kesehatan reproduksi sebesar 45%, ditandai dengan meningkatnya kategori "Baik" dari 10% menjadi 20% dan menurunnya kategori "Kurang" dari 43,7% menjadi 26,7%. Soft skill peserta juga mengalami peningkatan sebesar 55%, yang dievaluasi melalui observasi dan penilaian diri terhadap dua indikator utama, yaitu kemampuan komunikasi meliputi kejelasan penyampaian pesan dan kemampuan menjawab pertanyaan sebaya serta kepercayaan diri sebagai peer educator, yang mencakup keberanian tampil dan kenyamanan membahas topik kesehatan reproduksi di hadapan teman sebaya.Abstract: Low levels of reproductive health literacy among adolescents, resulting from a lack of communication and persistent taboos and stigma, have become an urgent issue in Lamongan Regency. This program aims to optimize the role of peer counselors in broadening young people’s understanding of reproductive health through the GENSMART program (Generation Aware of Sexuality, Independent, and Responsible). Activities were conducted in the form of interactive workshops using booklets, PowerPoint presentations, and posters, followed by role-playing simulations as peer educators, involving 60 students as partners. Effectiveness was measured by comparing participants’ pre-test and post-test results. The results showed a 45% increase in hard skills—specifically, knowledge of reproductive health as indicated by an increase in the “Good” category from 10% to 20% and a decrease in the “Poor” category from 43.7% to 26.7%. Participants’ soft skills also improved by 55%, as evaluated through observation and self-assessment based on two key indicators: communication skills including clarity in conveying messages and the ability to answer peers’ questions and self-confidence as a peer educator, which encompasses the courage to speak in front of others and comfort in discussing reproductive health topics with peers.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN MELALUI PROGRAM SEHATI Fransisca Noya; Lisda Widianti Longgupa; Febti Kuswanti; Khuzaifah Khuzaifah; Nurmiaty Nurmiaty; Muliani Muliani; Sri Restu Tempali; Hasni Hasni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40036

Abstract

Abstrak: Penggunaan kontrasepi hormonal yang tinggi di wilayah yang mengalami keterbatasan tenaga Kesehatan, mendorong dilakukan penguatan peran kader kesehatan . Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Kesehatan dalam melakukan pemberdayaan kepada masyarakat tentang dampak kontrasepsi hormonal serta terampil melakukan pengukuran tekanan darah. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kabupaten Poso melalui program SEHATI (Pelatihan Edukasi Kesehatan tentang Dampak Kontrasepsi Hormonal dan Skrining Hipertensi dalam Kehamilan).. . Adapun yang menjadi mitra dalam kegiatan ini adalah kepala desa, bidan desa, dan 10 orang kader Kesehatan. Program terdiri atas tiga tahap, yaitu peLatihan kader, role play dan praktik, serta evaluasi keberlanjutan kegiatan pada posyandu ibu hamil. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan 10 item dan lembar observasi keterampilan pengukuran tekanan darah serta edukasi kesehatan. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan rata-rata dari 6,2 menjadi 9,1, dengan persentase peningkatan 46,8%. Keterampilan kader juga meningkat, dari 20% kader terampil sebelum pelatihan menjadi 100% setelah pelatihan. Selama tindak lanjut di posyandu, seluruh kader mampu melakukan pengukuran tekanan darah dan memberikan edukasi terkait dampak kontrasepsi hormonal. Temuan ini menunjukkan bahwa program SEHATI secara efektif memperkuat kapasitas kader Kesehatan dan dapat berkontribusi pada peningkatan promosi Kesehatan reproduksi berbasis masyarakat dan deteksi dini risiko.Abstract: The high prevalence of hormonal contraceptive use in areas with limited healthcare personnel highlighted the need to strengthen the role of community health cadres. This community service program aimed to enhance cadres’ knowledge and skills in providing education on the impacts of hormonal contraceptive use and conducting blood pressure measurements. The program was implemented in Poso Regency through the SEHATI program. The program involved village heads, village midwives, and 10 community health cadres. Activities were conducted in three stages: cadre training, role-play and practical sessions, and follow-up evaluation during maternal integrated health service activities. Program outcomes were assessed using a 10-item knowledge questionnaire and observation checklists evaluating blood pressure measurement and health education skills. The findings indicated a substantial improvement in cadres’ knowledge, with the mean score increasing from 6.2 to 9.1 (46.8%). The proportion of cadres demonstrating competency increased from 20% before training to 100% after training. Follow-up evaluation showed that all cadres were able to accurately measure blood pressure and provide education regarding the impacts of hormonal contraceptive use. These findings suggest that the SEHATI program effectively strengthened the capacity of community health cadres and may contribute to improving community-based reproductive health promotion and early risk detection.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENINGKATAN KETERAMPILAN DIVERSIFIKASI PRODUK HASIL PERIKANAN DI WILAYAH PESISIR Fitriyana Fitriyana; Andi Noor Asikin; Indah Sriwahyuni; Yulianti Yulianti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.39682

Abstract

Abstrak: Masyarakat pesisir yang bergantung pada sektor perikanan tangkap sering menghadapi ketidakstabilan pendapatan akibat fluktuasi harga ikan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan keterampilan istri nelayan melalui diversifikasi produk olahan ikan. Mitra kegiatan terdiri atas 25 istri nelayan. Program pelatihan meliputi pembuatan nugget ikan, fish cake (odeng), dan bakso ikan, disertai pendampingan mengenai higiene, pengemasan, dan pemasaran produk. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan praktik, diskusi, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta sebesar 63,70%, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata setelah pelatihan. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan komitmen untuk mengembangkan usaha olahan ikan skala rumah tangga sebagai alternatif sumber pendapatan keluarga. Kegiatan ini menunjukkan bahwa diversifikasi produk olahan ikan dapat menjadi salah satu strategi pemberdayaan ekonomi perempuan keluarga nelayan di wilayah pesisir.Abstract: Coastal communities that rely on capture fisheries frequently experience unstable household incomes due to fluctuations in fish prices. This Community Service Program (PKM) aimed to enhance the skills of fishermen’s wives through the diversification of fish-based processed products. The program involved 25 fishermen’s wives as participants. Training activities focused on the production of fish nuggets, fish cakes (odeng), and fish balls, complemented by guidance on hygiene and sanitation practices, packaging techniques, and product marketing strategies. The methods employed included socialization, hands-on training, group discussions, mentoring, and evaluation through pre-test and post-test assessments. The results demonstrated a 63.70% increase in participants’ knowledge and skills, as indicated by the improvement in average scores following the training. In addition, participants showed strong enthusiasm and commitment to developing home-based fish processing enterprises as an alternative source of household income. These findings suggest that the diversification of fish-based processed products can serve as an effective strategy for empowering fishermen’s wives and strengthening the economic resilience of coastal households.
PEMANFAATAN LIVE STREAMING, CONTENT MARKETING, DAN FLASH SALE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMASARAN DIGITAL SISWA SMK Nasrul Efendi; Sudarto Sudarto; Roni Yunis; Sugianta Ovinus Ginting; Ekun Melki Mozart Siregar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40136

Abstract

Abstrak: Transformasi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam praktik pemasaran, menuntut lulusan pendidikan vokasi memiliki keterampilan pemasaran digital yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri. Namun, siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) umumnya masih memiliki keterbatasan dalam mengintegrasikan strategi pemasaran digital berbasis praktik, khususnya pemanfaatan live streaming, content marketing, dan flash sale. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pemasaran digital siswa di salah satu SMK Negeri di Kota Medan. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini berupa pelatihan dan pendampingan berbasis praktik dengan pendekatan experiential learning melalui ceramah interaktif dan simulasi langsung oleh 40 orang siswa/i sebagai peserta kegiatan, metode evaluasi kegiatan menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil evaluasi kuantitatif menunjukkan penurunan nilai rata-rata test secara signifikan. Secara statistic nilai rata-rata pre test sebesar 84,35 menurun menjadi 75,88 pada post test dengan paired t-test menghasilkan nilai p-value sebesar 0,0437 (< 0,05). penurunan ini mengindikasikan terjadinya ceiling effect karena tingginya pengetahuan awal siswa serta meningkatnya beban kognitif terhadap kompleksitas materi membuat siswa lebih kritis. Kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa modul pelatihan serta artikel ilmiah sebagai media diseminasi hasil sehingga kegiatan ini dapat tetap berkontribusi untuk memperkuat kesiapan siswa menghadapi tantangan di era digital saat ini.Abstract: Digital transformation has driven significant changes in marketing practices, demanding vocational education graduates to possess practical digital marketing skills relevant to industry needs. However, Vocational High School (SMK) students generally still face limitations in integrating practice-based digital marketing strategies, particularly in utilizing live streaming, content marketing, and flash sales. This Community Service (PkM) activity aims to enhance the digital marketing skills of students at a public vocational high school in Medan. The method applied in this activity consisted of practice-based training and mentoring using an experiential learning approach through interactive lectures and direct simulations, involving 40 students as participants. The evaluation method utilized pre-test and post-test instruments. Quantitative evaluation results showed a significant decrease in the average test scores. Statistically, the mean score decreased from 84.35 in the pre-test to 75.88 in the post-test, with a paired t-test yielding a p-value of 0.0437 (p < 0.05). This decline indicates the occurrence of a ceiling effect due to the students' high initial knowledge, as well as an increased cognitive load regarding the complexity of the material, which made the students more critical. This activity also produced outputs in the form of a training module and a scientific article as dissemination media, ensuring that this initiative continues to contribute to strengthening students' readiness to face challenges in the current digital era.
PRODUK NUTRASETIKA BERBASIS TANAMAN OBAT KELUARGA MELALUI JAMU GUMMY SEBAGAI PENGUATAN IMUN MANDIRI SANTRI Rizki Rahmadi Pratama; Yuniarti Falya; Fauzi Rahman; Muhammad Fauzi; M. Hasan Andryanto; Aris Fadillah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.41143

Abstract

Abstrak: Pondok pesantren merupakan lingkungan komunal berdensitas populasi tinggi sehingga rentan terhadap penularan penyakit kulit dan infeksi saluran pernapasan, sementara akseptabilitas jamu tradisional yang cenderung pahit masih rendah di kalangan santri usia muda. Pengabdian ini bertujuan mendiversifikasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) melalui formulasi Jamu Gummy sebagai sediaan nutrasetika untuk penguatan imun mandiri santri, dengan sasaran peningkatan hardskill sekaligus softskill mitra, yaitu keterampilan teknis budidaya TOGA dan formulasi sediaan gummy (hardskill) serta literasi kesehatan preventif, kerja sama tim, dan kemampuan komunikasi (softskill). Metode pelaksanaan menggunakan metode campuran (mixed method) yang memadukan ceramah edukatif, diskusi dua arah berbasis problem-solving, dan pelatihan praktik langsung dalam kerangka pendekatan partisipatif, dengan tahapan berupa asesmen awal (pre-test), edukasi fitofarmaka dan sistem imunologis, workshop budidaya serta formulasi gummy berbahan ekstrak kunyit, jahe, dan temulawak, dan evaluasi akhir (post-test). Mitra kegiatan adalah 40 santri pada salah satu pondok pesantren di Kalimantan Selatan, dengan pengurus pesantren berperan sebagai fasilitator. Sistem evaluasi menggunakan desain pre-test dan post-test melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya untuk mengukur pengetahuan, sedangkan keterampilan dinilai melalui observasi praktik langsung. Indikator keberhasilan kegiatan ditetapkan berupa peningkatan rerata nilai post-test yang signifikan (p < 0,05) dan kemampuan mitra memproduksi Jamu Gummy secara mandiri. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan santri yang signifikan, dengan rerata nilai meningkat dari 45,5 pada pre-test menjadi 86,8 pada post-test (peningkatan sekitar 90,8%; paired t-test, p < 0,0001).Abstract: Islamic boarding schools are densely populated communal environments prone to the transmission of skin diseases and respiratory infections, while the acceptability of traditional herbal medicine (jamu), which tends to be bitter, remains low among young students. This community service program aims to diversify Family Medicinal Plants (TOGA) through the formulation of Jamu Gummy as a modern nutraceutical dosage form to strengthen students' self-reliant immunity, targeting both hard skills (TOGA cultivation and gummy formulation techniques) and soft skills (preventive health literacy, teamwork, and communication). The implementation method used a mixed method combining educational lectures, two-way problem-solving discussions, and hands-on training within a participatory approach, comprising an initial assessment (pre-test), education on phytopharmaca and the immune system, a workshop on cultivation and gummy formulation using turmeric, ginger, and temulawak extracts, and a final evaluation (post-test). The partners were 40 students of an Islamic boarding school in South Kalimantan, Indonesia, facilitated by the school administrators. Evaluation used a pre-test and post-test design with a validated and reliable structured questionnaire to measure knowledge, while skills were assessed through observation of hands-on practice. The success indicators were a significant increase in the mean post-test score (p < 0.05) and the partners' ability to produce Jamu Gummy independently. The results showed a significant increase in students' knowledge, with the mean score rising from 45.5 in the pre-test to 86.8 in the post-test (an increase of about 90.8%; paired t-test, p < 0.0001).