cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,539 Documents
PEMBERDAYAAN PEMUDA DESA MELALUI PENGGUNAAN AZOLLA SEBAGAI SUMBER PROTEIN MURAH BAGI AYAM KAMPUNG PETELUR Alberth N. Ndun; Simon E. Mulik; Marthen L. Mullik; David Agustinus Nguru; Morin M. Sol’uf; Rahmat Gusri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40303

Abstract

Abstrak: Pemberdayaan pemuda desa merupakan langkah strategi yang mendesak dalam menghadapi tantangan ekonomi pedesaan, khususnya dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui pengembangan usaha peternakan lokal yang berkelanjutan. Ayam kampung petelur dinilai sebagai komoditas yang menjanjikan karena mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan lokal dan memiliki permintaan pasar yang stabil, namun potensi ini sering terhambat oleh tingginya biaya pakan dan terbatasnya pengetahuan teknis di kalangan pemuda pedesaan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pemuda desa dalam budidaya ayam kampung petelur melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan penerapan teknologi sederhana. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 28 November 2025 dengan melibatkan delapan pemuda desa melalui metode sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung, dengan target peningkatan hardskill maupun softskill peserta. Hardskill yang disasar meliputi keterampilan teknis pembuatan mesin tetas, budidaya azolla, dan formulasi ransum berbasis bahan lokal, sementara softskill yang dikembangkan mencakup kemandirian, inisiatif, dan kemampuan berwirausaha dalam pengelolaan usaha peternakan. Materi yang diberikan meliputi pembuatan mesin tetas sederhana berbahan bekas, pengenalan dan budidaya azolla sebagai pakan alternatif sumber protein, serta formulasi ransum ayam kampung petelur berbasis bahan lokal. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang dijelaskan dengan skala Likert. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman dan keterampilan peserta pada seluruh materi pelatihan. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan teknis pemuda desa, mendorong kemandirian produksi bibit dan pakan, serta berpotensi mendukung pengembangan ayam kampung petelur yang berkelanjutan dan berbiaya rendah di tingkat pedesaan.Abstract: Empowering village youth is an urgent strategic step in facing rural economic challenges, especially in efforts to strengthen food security and improve the quality of community nutrition through the development of sustainable local livestock businesses. Laying free-range chickens are considered a promising commodity because they are able to adapt to local environmental conditions and have stable market demand, but this potential is often hampered by high feed costs and limited technical knowledge among rural youth. This community service program aims to increase the capacity of village youth in the cultivation of laying hens through the use of local resources and the application of simple technology. The activity was carried out on November 28, 2025 by involving eight village youth through socialization, training, and direct practice methods, with the target of increasing participants' hard and soft skills. The targeted hard skills include technical skills in making hatching machines, azolla cultivation, and ration formulation based on local ingredients, while the soft skills developed include independence, initiative, and entrepreneurial ability in managing livestock businesses. The material provided included the manufacture of simple hatching machines made from used materials, the introduction and cultivation of azolla as an alternative feed source of protein, as well as the formulation of free-range chicken rations based on local ingredients. Evaluation was carried out using pre-test and post-test described on the Likert scale. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding and skills in all training materials. This program has proven to be effective in improving the technical knowledge of village youth, encouraging independent seed and feed production, and potentially supporting the development of sustainable and low-cost free-range laying hens at the rural level.
PENINGKATAN PEMAHAMAN GIZI SEIMBANG MELALUI EDUKASI PARTISIPATIF PADA SISWA SEKOLAH DASAR Wilma Florensia; Mesri Kartika; Petrus Yohanes Ismail Arwimbar; Syaharuddin Nur
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.39848

Abstract

Abstrak: Rendahnya pemahaman siswa sekolah dasar mengenai prinsip gizi seimbang masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pola konsumsi dan kebiasaan makan anak usia sekolah. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah gizi yang berdampak pada pertumbuhan, kesehatan, serta kemampuan belajar siswa. Program edukasi ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai Pedoman Gizi Seimbang melalui pendekatan pembelajaran interaktif pada siswa sekolah dasar di Kabupaten Biak Numfor. Kegiatan dilaksanakan dengan desain one-group pre-test dan post-test yang melibatkan 45 siswa kelas IV–VI. Proses edukasi dilakukan melalui penyuluhan interaktif, pemanfaatan media audiovisual, permainan edukatif berbasis pangan lokal, serta praktik penyusunan menu sederhana menggunakan konsep “Isi Piringku”. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan siswa mengenai gizi seimbang. Indikator keberhasilan kegiatan ditentukan berdasarkan peningkatan nilai pengetahuan siswa setelah mengikuti edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai rata-rata pengetahuan siswa meningkat dari 58,5% pada pre-test menjadi 76,0% pada post-test atau mengalami peningkatan sebesar 17,5%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang partisipatif dan kontekstual mampu membantu siswa memahami konsep gizi seimbang secara lebih baik serta mendorong terbentuknya kesadaran awal terhadap perilaku makan sehat sejak usia dini. Abstract: Limited understanding of balanced nutrition principles among elementary school students remains one of the factors influencing children’s dietary patterns and eating habits. This condition may increase the risk of nutritional problems that can affect students’ growth, health, and learning abilities. This educational program was conducted to improve students’ understanding of the Balanced Nutrition Guidelines through an interactive learning approach among elementary school students in Biak Numfor Regency. The activity employed a one-group pre-test and post-test design involving 45 students from grades IV–VI. The educational process was delivered through interactive counseling sessions, audiovisual learning media, local food–based educational games, and practical activities in arranging simple meal menus using the “My Plate” concept. Evaluation was conducted using pre-test and post-test questionnaires to measure changes in students’ knowledge of balanced nutrition. The success indicator of the program was determined by the improvement in students’ knowledge scores after participating in the educational activities. The results showed that the average knowledge score increased from 58.5% in the pre-test to 76.0% in the post-test, representing an improvement of 17.5%. These findings suggest that participatory and contextual educational approaches can effectively enhance students’ understanding of balanced nutrition concepts while fostering early awareness of healthy eating behaviors from an early age.
PENDIDIKAN KESEHATAN BAGI ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN PELECEHAN SEKSUAL PADA ANAK USIA DINI Ria Setia Sari; Fitria Angraini; Adelia Fitra Indriyanti; Lulu Ilkamilah; Tea Rantesa; Putri Marsya Rahmadani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40451

Abstract

Abstrak: Kurangnya pengetahuan orang tua mengenai pengenalan tubuh, batasan diri, dan sentuhan aman maupun tidak aman dapat menghambat upaya pencegahan pelecehan seksual pada anak usia dini. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan orang tua tentang pencegahan pelecehan seksual pada anak usia dini. Kegiatan dilaksanakan TK di Kota Tangerang dengan melibatkan 49 orang tua. Metode kegiatan berupa pendidikan kesehatan melalui ceramah, diskusi, tanya jawab, leaflet, gambar, kartu edukasi, serta praktik lagu “Area Privasiku” bersama anak. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner dengan 10 soal pretest dan posttest pada orang tua. Hasil menunjukkan peningkatan kategori pengetahuan baik di TK 1 dari 36,4% menjadi 63,6% dan di TK 2 dari 74,1% menjadi 100%. Kategori pengetahuan kurang menurun menjadi 0% pada kedua lokasi. Pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan orang tua dalam memberikan edukasi perlindungan diri kepada anak.Abstract: Limited parental knowledge regarding body recognition, personal boundaries, and safe versus unsafe touch may hinder efforts to prevent sexual abuse among young children. This activity aimed to improve parents’ knowledge of sexual abuse prevention in early childhood. The activity was conducted in kindergartens in Tangerang City and involved 49 parents. The intervention consisted of health education delivered through lectures, discussions, question-and-answer sessions, leaflets, pictures, educational cards, and practice of the song “My Private Areas” with the children. Evaluation was conducted using a 10-item questionnaire administered to parents before and after the intervention. The results showed an increase in the proportion of parents with good knowledge at kindergarten 1, from 36.4% to 63.6%, and at kindergarten 2, from 74.1% to 100%. The proportion of parents with poor knowledge decreased to 0% at both locations. Health education can improve parents’ knowledge in providing self-protection education to children.
PERANCANGAN IMPLEMENTASI BOX SAMPAH BOTOL GELAS PLASTIK DALAM MENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT Tuti Nadhifah; Heni Risnawati; Dian Rosita; Yayuk Murdriyastutik; Ahmad Haidar Giri Mukty; Lucy Gita Karmila
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.39640

Abstract

Abstrak: Permasalahan sampah plastik yang semakin meningkat menjadi tantangan serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat, sehingga diperlukan upaya pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan melalui edukasi serta partisipasi aktif masyarakat. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran dalam pengelolaan sampah melalui implementasi box sampah khusus botol dan gelas plastik serta edukasi partisipatif. Kegiatan ini melibatkan masyarakat Ranting Aisyiyah Desa Kalilopo sebagai mitra utama dengan jumlah peserta sekitar 50 orang. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang menekankan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan. Sistem evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan uji paired sample t-test untuk mengukur perubahan pemahaman masyarakat sebelum dan sesudah program dilaksanakan. Indikator keberhasilan kegiatan ditunjukkan melalui peningkatan pengetahuan masyarakat, meningkatnya partisipasi dalam pengelolaan sampah, penggunaan box sampah plastik secara aktif, serta terciptanya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pada seluruh aspek, yaitu pengetahuan, teknologi pengelolaan sampah, ekonomi dan nilai tambah, serta lingkungan dan kesehatan. Uji paired sample t-test menunjukkan seluruh aspek memiliki nilai signifikansi 0,001 (Sig. < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Pengabdian masyarakat ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman serta mendorong kemandirian masyarakat dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan.Abstract: The increasing problem of plastic waste is a serious challenge to the environment and public health, so effective and sustainable waste management efforts are needed through education and active community participation. This Community Service Program (PKM) aims to increase knowledge, understanding, and awareness in waste management through the implementation of special trash bins for plastic bottles and cups and participatory education. This activity involved the Aisyiyah Branch community of Kalilopo Village as the main partner with a total of approximately 50 participants. The method used was Participatory Action Research (PAR) which emphasized active community participation in every stage of the activity. The evaluation system was carried out through pre-tests and post-tests analyzed using paired sample t-tests to measure changes in community understanding before and after the program was implemented. Indicators of success were shown through increased community knowledge, increased participation in waste management, active use of plastic trash bins, and the creation of community awareness of the importance of maintaining a clean environment. The results of the analysis showed an increase in average scores in all aspects, namely knowledge, waste management technology, economy and added value, and environment and health. A peer-samples t-test showed that all aspects had a significance value of 0.001 (Sig. < 0.05), indicating a significant difference between before and after the intervention. This community service program has proven effective in increasing understanding and encouraging community independence in sustainable waste management.
PENERAPAN MICROGRID PANEL SURYA BERBASIS TECHNOPRENEURSHIP UNTUK KEMANDIRIAN ENERGI DAN PRODUKTIVITAS BUDIDAYA IKAN KERAMBA JARING TANCAP I Gede Budi Mahendra; Heince Andre Maahury; Sahat Renol H. Sianipar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40441

Abstract

Abstrak: Usaha budidaya ikan keramba jaring tancap di Desa Passo menghadapi kendala keterbatasan energi dan tingginya biaya operasional. Program pengabdian ini bertujuan menerapkan microgrid panel surya terintegrasi penyimpanan energi untuk meningkatkan kemandirian energi dan produktivitas budidaya ikan. Metode meliputi penyuluhan, instalasi microgrid, pelatihan, penyusunan SOP, penerapan pakan otomatis berbasis energi surya, serta pelatihan manajemen usaha. Kegiatan diikuti 23 peserta dan dievaluasi melalui pre-test, post-test, serta observasi keterampilan dan implementasi teknologi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dengan N-Gain 0,66 (kategori sedang). Sistem yang dibangun memiliki kapasitas 400 Wp, penyimpanan energi 1,2 kWh, dan keluaran 3 kW, serta mampu menggantikan penggunaan genset. Selain itu, 91,3% peserta mampu melakukan pencatatan biaya produksi dan pendapatan. Penerapan microgrid panel surya terbukti meningkatkan kemandirian energi, efisiensi operasional, dan keberlanjutan usaha budidaya ikan.Abstract: The fixed net cage fish farming business in Passo Village faces constraints of limited energy and high operational costs. This community service program aims to implement a solar panel microgrid integrated with energy storage to increase energy independence and fish farming productivity. Methods include counseling, microgrid installation, training, SOP development, implementation of solar energy-based automatic feed, and business management training. The activity was attended by 23 participants and evaluated through pre-tests, post-tests, and observations of skills and technology implementation. The results showed an increase in knowledge with an N-Gain of 0.66 (moderate category). The system built has a capacity of 400 Wp, 1.2 kWh of energy storage, and 3 kW of output, and is able to replace the use of generators. In addition, 91.3% of participants were able to record production costs and income. The implementation of solar panel microgrids has been proven to increase energy independence, operational efficiency, and sustainability of fish farming businesses.
PENERAPAN SISTEM PENERANGAN TENAGA SURYA DAN EDUKASI LAMPU HEMAT ENERGI DI BANK SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT Arbye S.; Agung Purnomo; Angger Bagus Prasetiyo; Cahyo Wibi Yogiswara; Setya Drana Harry Putra; Herlambang Fawwaz Prabowo; Tiko Es Saputra Ceren; Dimas Ahnafi Aflah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40833

Abstract

Abstrak: Bank Sampah Sido Resik di Kabupaten Magelang menghadapi keterbatasan penerangan pada sore dan malam hari serta ketergantungan penuh pada listrik konvensional, sementara pemahaman pengelola dan relawan mengenai energi terbarukan masih terbatas. Pengabdian ini bertujuan menerapkan sistem penerangan tenaga surya serta memberikan edukasi penggunaan lampu hemat energi guna meningkatkan keterampilan teknis (hard skill) dan kesadaran (soft skill) mitra terhadap efisiensi energi. Kegiatan menggunakan metode campuran, yaitu penerapan teknologi tepat guna yang dipadukan dengan sosialisasi dan edukasi partisipatif kepada pengelola dan sekitar 14 relawan bank sampah. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi dan tanya jawab lisan, dengan indikator keberhasilan berupa berfungsinya sistem dan meningkatnya pemahaman mitra. Hasil kegiatan berupa terpasangnya empat unit Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya dan lima titik lampu LED hemat energi. Pengujian menunjukkan energi baterai 106–122 Wh dengan waktu pengisian penuh 1,2–1,9 hari. Edukasi menunjukkan penggantian lampu 15 watt dengan LED 10 watt menghemat sekitar Rp30.660 per titik per tahun, sekaligus meningkatkan pemahaman mitra terhadap energi terbarukan.Abstract: Sido Resik Waste Bank in Magelang Regency faces limited afternoon and evening lighting and full dependence on conventional electricity, while managers and volunteers have limited understanding of renewable energy. This community service aimed to implement a solar-powered lighting system and provide education on energy-saving lamps to improve the partners' technical skills (hardskill) and awareness (softskill) of energy efficiency. The activity used a mixed method combining appropriate-technology application with participatory socialization and education for the managers and about 14 volunteers. Evaluation was conducted qualitatively through observation and oral questioning, with success indicators being a functioning system and improved partner understanding. The activity produced four solar-powered public street lighting units and five energy-saving LED lamp points. Testing showed a battery energy of 106–122 Wh with a full charging time of 1.2–1.9 days. Replacing a 15-watt lamp with a 10-watt LED saves about IDR 30,660 per point annually, while improving partner understanding of renewable energy.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT ISPA PADA ANAK USIA PRASEKOLAH MELALUI EDUKASI ETIKA BATUK BERBASIS VIDEO ANIMASI Tressia Febrianti; Desi Afriyanti; Masdiana Masdiana; Gian Hawara
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.39996

Abstract

Abstrak: Anak usia prasekolah merupakan kelompok rentan terhadap penyakit karena tingginya aktivitas dan interaksi sosial di lingkungan sekolah. Rendahnya pemahaman dan keterampilan dalam menerapkan etika batuk berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit pada usia tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak usia prasekolah dalam mencegah penularan ISPA melalui edukasi etika batuk berbasis video animasi. Kegiatan ini dilaksanakan di TKIT Azkia Kota Depok dengan melibatkan 22 anak usia 4–6 tahun. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan melalui video animasi, demonstrasi, dan praktik langsung. Evaluasi dilakukan melalui pretest-posttest menggunakan instrument tebak gambar yang terdiri atas 8 item pengetahuan, serta observasi keterampilan praktik etika batuk. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata persentase pengetahuan meningkat dari 38% menjadi 93% atau meningkat sebesar 55 poin persentase. Selain itu, sebanyak 86% anak mampu mempraktikkan etika batuk secara mandiri dan sesuai prosedur. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis video animasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak usia prasekolah terkait pencegahan penularan ISPA.Abstract: Preschool children are a vulnerable group to infectious diseases due to their high levels of activity and social interaction within the school environment. Limited knowledge and skills in practicing proper cough etiquette may increase the risk of disease transmission among children in this age group. This community service program aimed to improve the knowledge and skills of preschool children in preventing the transmission of Acute Respiratory Infections (ARI) through animated video-based cough etiquette education. The program was conducted at TKIT Azkia, Depok City, involving 22 children aged 4–6 years. The intervention consisted of health education delivered through animated videos, demonstrations, and hands-on practice. Evaluation was conducted using a pretest-posttest design with a picture-based assessment instrument consisting of eight knowledge items and observations of cough etiquette practice skills. The results showed that the average knowledge score increased from 38% to 93%, representing an improvement of 55 percentage points. In addition, 86% of the children were able to independently demonstrate proper cough etiquette according to the recommended procedures. These findings indicate that animated video-based health education is effective in improving preschool children's knowledge and skills related to the prevention of ARI transmission.
PENINGKATAN KEMANDIRIAN EKONOMI TIM PENGGERAK PKK MELALUI PELATIHAN PRODUKSI SABUN CAIR CUCI PIRING SKALA RUMAH TANGGA Deddy Alif Utama; Marhamah Yudin; Yanti Mustafa; Fitriani Sudirman; Yazmin Armin Abdullah; Faisal Faisal
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.39649

Abstract

Abstrak: Tingginya beban pengeluaran rumah tangga untuk produk pembersih serta dampak negatif pencemaran akibat limbah minyak jelantah merupakan permasalahan krusial di Kabupaten Gorontalo. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi Tim Penggerak PKK melalui pelatihan produksi sabun cair cuci piring. Program ini difokuskan pada peningkatan pemahaman ekologis dan fungsi bahan kimia serta teknik pemurnian dan saponifikasi. Metode pelaksanaan menerapkan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui kombinasi edukasi, demonstrasi, dan pendampingan praktik kepada 38 anggota PKK. Evaluasi diukur secara sistematis menggunakan instrumen pre-test dan post-test (8 butir pertanyaan) serta lembar observasi praktik (25 indikator operasional). Indikator keberhasilan utama adalah peningkatan persentase pengetahuan dan keterampilan beserta kemandirian peserta dalam menghasilkan sabun layak pakai. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi yang signifikan; rata-rata pengetahuan kognitif meningkat 56,14% dan keterampilan teknis melonjak drastis sebesar 408,62%. Sebanyak 94,7% peserta dinilai terampil mempraktikkan keseluruhan proses mulai dari penyaringan hingga pengemasan. Kesimpulannya, program ini sangat efektif mereduksi limbah domestik sekaligus secara langsung menciptakan peluang wirausaha bernilai ekonomis bagi keluarga.Abstract: High household expenditure on cleaning products and negative environmental impacts of waste cooking oil represents crucial issues in Gorontalo Regency. This community service aims to enhance the economic independence of the PKK Team through liquid dishwashing soap production training. The program focuses on improving ecological awareness, chemical function comprehension, purification, and saponification techniques. The implementation adopted the Asset-Based Community Development approach, combining education, demonstration, and practical mentoring for 38 PKK members. Evaluations were systematically measured using pre-test and post-test instruments featuring eight questions, alongside practical observation sheets with 25 operational indicators. Main success indicators are increased percentages of knowledge and skills, alongside participants' independence in producing viable soap. Results demonstrated a significant competency improvement; average cognitive knowledge increased by 56.14% and technical skills surged drastically by 408.62%. Moreover, 94.7% of the participants were deemed skilled in practicing the entire process, from filtration through packaging. Consequently, this program effectively reduces domestic waste while directly creating economically valuable entrepreneurial opportunities for families.
DIGITALISASI PENGELOLAAN OPERASIONAL MELALUI IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN BERBASIS WEBSITE PADA PERUSAHAAN JASA TEKNOLOGI Tita Ayu Rospricilia; Alifiansyah Arrizqy Hidayat; Adzanil Rachmadhi Putra; Anita Hakim Nasution; Junanda Deyastusesa; Nur Azizah Rosidah; Ahmad Aziz Wira Widodo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40434

Abstract

Abstrak: Warajaya Solve Techindo merupakan perusahaan penyedia solusi teknologi informasi yang menghadapi kendala operasional akibat belum terintegrasinya sistem. Hal ini menyebabkan pengelolaan proyek, inventori, transaksi, dan pelaporan keuangan belum optimal. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan aplikasi manajemen operasional berbasis web untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan operasional perusahaan. Metode yang digunakan meliputi pra-kegiatan, pengembangan sistem, pelatihan, dan evaluasi. Pengembangan dilakukan selama dua bulan dengan melibatkan mitra dalam perancangan dan validasi. Selanjutnya, dilakukan pelatihan kepada 11 calon pengguna sistem. Evaluasi menggunakan kuesioner skala Likert untuk mengukur tingkat penerimaan dan kepuasan peserta terhadap sistem dan pelatihan yang diberikan. Hasil evaluas menunjukkan tingkat persetujuan sebesar 94,55%, dengan tiga indikator mencapai 100%, yaitu kesesuaian materi, kualitas pelatihan, dan harapan keberlanjutan. Selain itu, peserta telah mampu mengoperasikan sistem sesuai peran masing-masing, sementara pengelolaan data operasional yang sebelumnya terpisah dapat diintegrasikan ke dalam satu platform. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan, diterima dengan baik oleh pengguna, serta mendukung peningkatan efektivitas pengelolaan operasional perusahaan. Abstract: Warajaya Solve Techindo is an information technology solutions provider company that faces operational challenges due to lack of an integrated system. This condition has resulted in suboptimal management of projects, inventory, transactions, and financial reporting. This community service program aims to develop and implement a web-based operational management application to improve the efficiency of the company’s operational management. The methods used include pre-activity, system development, training, and evaluation stages. The system was developed over a two-month period with active involvement from the partner in the design and validation processes. Subsequently, training was conducted for 11 prospective system users. Evaluation was carried out using a Likert-scale questionnaire to measure participants’ acceptance and satisfaction with the system and training provided. The evaluation results indicated an approval rate of 94.55%, with three indicators achieving 100%, namely material relevance, training quality, and expectations for program sustainability. In addition, participants demonstrated the ability to operate the system according to their respective roles, while operational data that had previously been managed separately were successfully integrated into a single platform. These findings indicate that the developed system was well aligned with the partner’s operational requirements, positively accepted by users, and contributed to improving the effectiveness of operational management within the organization.
PENINGKATAN LITERASI BUDAYA MELALUI VIDEO PROMOSI-EDUKASI PUSAKA MUSEUM KERIS NUSANTARA BERBASIS KOLABORASI INTERNASIONAL Anita Rusjayanti; Karlina Denistia; Cahyaningtyas Putri Suhita; Zaim Arif Eko Saputra; Dany Adi Saputra; Dea Farahdiba; Widdy Wijanti; Lidya Pawestri Ayuningtyas
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40922

Abstract

Abstrak: Keris merupakan warisan budaya takbenda Indonesia yang diakui UNESCO dan dilestarikan di Museum Keris Nusantara (MKN). Namun, penyampaian nilai sejarah, filosofi, dan budaya keris di MKN belum optimal dalam menjangkau generasi muda dan audiens internasional karena belum tersedia video promosi-edukasi tematik dwibahasa yang persuasif dan tervalidasi secara kuratorial maupun linguistik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi budaya melalui pengembangan video promosi-edukasi berbasis kolaborasi internasional. Program dilaksanakan melalui enam tahapan menggunakan metode pendampingan partisipatif dengan model komunikasi persuasif AIDA serta pendekatan communicative translation dan transcreation, melibatkan tiga mitra, yaitu Universitas Sebelas Maret (UNS), MKN, dan The University of Western Australia (UWA), yang berjumlah 25 peserta, dengan evaluasi melalui Focus Group Discussion dan skala ordinal 1–5 pada setiap tahapan. Kegiatan menghasilkan lima video promosi-edukasi dwibahasa dengan capaian 83% pada indikator keberhasilan terpenuhi penuh. Program ini berkontribusi pada SDG 4 (Quality Education) dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui peningkatan literasi budaya, pengalaman project-based learning, dan kolaborasi internasional lintas institusi. Kegiatan ini menghasilkan lima video promosi-edukasi dwibahasa dengan 83% indikator keberhasilan luaran tercapai penuh; angka ini menunjukkan keberhasilan proses dan produk, bukan pengukuran langsung literasi budaya penerima manfaat. Uji coba awal terhadap evaluasi literasi pada lima audiens internasional dari negara berbeda menunjukkan respons sangat positif (rata-rata 4,64 dari 5); seluruh respons berada pada kategori setuju hingga sangat setuju. Program ini berpotensi mendukung SDG 4 dan SDG 17 melalui penyediaan media edukasi budaya tervalidasi dan kolaborasi lintas institusi, sementara pengukuran dampak berskala lebih luas direkomendasikan sebagai tindak lanjut.Abstract: The kris is an Indonesian intangible cultural heritage recognized by UNESCO and preserved at Museum Keris Nusantara (MKN). However, the communication of its historical, philosophical, and cultural values at MKN has not yet effectively reached younger generations and international audiences due to the absence of thematic, bilingual promotional-educational videos that are both persuasive and validated curatorially and linguistically. This community engagement program aimed to enhance cultural literacy through the development of promotional-educational videos based on international collaboration. The program was implemented through six stages using a participatory mentoring method with the AIDA persuasive communication model, communicative translation, and transcreation approaches, involving three partners. They are Universitas Sebelas Maret (UNS), MKN, and The University of Western Australia (UWA)—and about 25 participants, with evaluation conducted through Focus Group Discussions and a 1–5 ordinal scale at each stage. The program produced five bilingual promotional-educational videos, with 83% of success indicators fully achieved. This program contributes to SDG 4 (Quality Education) and SDG 17 (Partnerships for the Goals) through enhanced cultural literacy, project-based learning experiences, and international cross-institutional collaboration. The program produced five bilingual promotional-educational videos, with 83% of output success indicators fully achieved; this reflects the success of the development and validation process rather than a directly measured improvement in beneficiaries’ cultural literacy. An initial literacy assesment with five international viewers from different countries showed highly positive responses (mean 4.64 of 5), all within the agree-to-strongly-agree range. The program supports SDG 4 and SDG 17 through validated cultural-education media and cross-institutional collaboration, while larger-scale impact measurement is recommended as a follow-up.