cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,539 Documents
IMPLEMENTASI SOCIAL CYCLE METHOD DALAM PROGRAM SOCIAL ROOM UNTUK MENINGKATKAN SOCIAL AWARENESS ANAK Fidela Faustina Faizza; Octa Ramadhani; Septian Nugraha Putra Kusuma; Fatchia Nurul Farhana; Marina Ivania Wardhani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.39653

Abstract

Abstrak: LPKA Kelas I Blitar menghadapi permasalahan rendahnya social awareness anak binaan yang ditunjukkan melalui perilaku menyimpang dan konflik sosial. Untuk mengatasi hal tersebut, dikembangkan program “Social Room” berbasis social-cycle method yang diintegrasikan dengan Teori Ekologi Bronfenbrenner dan indikator social awareness. Program ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan 8 pengurus LPKA dan 30 anak binaan. Evaluasi dilakukan melalui angket pretest dan posttest berdasarkan indikator empati, kesadaran berorganisasi, dan kemampuan mengenal satu sama lain. Hasil menunjukkan peningkatan skor empati dari 44 menjadi 89, kesadaran berorganisasi dari 46 menjadi 90, serta kemampuan mengenal satu sama lain dari 40 menjadi 91. Selain itu, penerapan Gradual Release of Responsibility (GRR) meningkatkan kemampuan pengurus dalam menjalankan program secara mandiri dan berkelanjutan melalui pembentukan Kelompok Kerja Lapas (KAPAS).Abstract: LPKA Class I Blitar faces low social awareness among juvenile inmates, reflected in deviant behavior and social conflicts. To address this issue, the “Social Room” program was developed using the social-cycle method integrated with Bronfenbrenner’s Ecological Theory and social awareness indicators. This study employed Participatory Action Research (PAR) involving 8 LPKA officers and 30 juvenile inmates. Evaluation was conducted through pretest and posttest questionnaires based on empathy, organizational awareness, and interpersonal recognition indicators. The results showed improvements in empathy scores from 44 to 89, organizational awareness from 46 to 90, and the ability to recognize one another from 40 to 91. In addition, the Gradual Release of Responsibility (GRR) approach improved officers’ ability to independently sustain the program through the establishment of the Kelompok Kerja Lapas (KAPAS).
PENGUATAN LITERASI ASESMEN GURU MELALUI PELATIHAN ANALISIS BUTIR SOAL MENGGUNAKAN SOFTWARE 3S-CTT Johri Sabaryati; Linda Sekar Utami; Zulkarnain Zulkarnain; Muhammad Isnaini; Islahudin Islahudin; Ahyati Kurniamala Niswariyana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.39687

Abstract

Abstrak: Analisis butir soal merupakan tahapan penting untuk memastikan kualitas instrumen evaluasi, namun praktik ini belum dilakukan secara sistematis oleh sebagian guru karena keterbatasan penguasaan statistik, kesiapan data, dan hambatan penggunaan perangkat lunak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat literasi asesmen guru melalui pelatihan analisis butir soal berbasis Classical Test Theory menggunakan software 3S-CTT. Mitra kegiatan adalah SMP Muhammadiyah di Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat dengan peserta 10 orang guru. Data praktik menggunakan paket soal pilihan ganda sebanyak 30 butir beserta respons siswa atau data latihan yang disiapkan oleh tim. Metode kegiatan disusun dalam tiga tahap, yaitu pra-kegiatan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pra-kegiatan meliputi koordinasi mitra, identifikasi kebutuhan, penyusunan modul, dan penyiapan data latihan. Tahap pelaksanaan mencakup sosialisasi konsep CTT, demonstrasi 3S-CTT, praktik input data, analisis, dan interpretasi output. Tahap evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi, checklist keterampilan, telaah output, dan diskusi reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik membantu guru memahami indikator tingkat kesukaran, daya pembeda, reliabilitas, dan efektivitas pengecoh serta menyusun rekomendasi perbaikan butir. Kegiatan ini diharapkan menjadi model penguatan evaluasi pembelajaran berbasis data di sekolah mitra.Abstract: Item analysis is an important stage in ensuring the quality of assessment instruments; however, it has not been implemented systematically by many teachers due to limited statistical knowledge, data readiness, and software-related barriers. This community service program aimed to strengthen teachers' assessment literacy through item analysis training based on Classical Test Theory using 3S-CTT software. The partner was a Muhammdiyah of junior secondary school in West Lombok, West Nusa Tenggara, involving 10 teachers. The practice used a 30-item multiple-choice test package along with students' response data or training data prepared by the team. The program was organized into three stages: pre-activity, implementation, and evaluation. The pre-activity stage included partner coordination, needs identification, module development, and preparation of practice data. The implementation stage covered CTT concept introduction, 3S-CTT demonstration, data input practice, analysis, and output interpretation. The evaluation stage used pre-test, post-test, observation, skill checklist, output review, and reflective discussion. The results indicate that practice-based training helped teachers understand item difficulty, discrimination power, reliability, and distractor effectiveness and formulate item improvement recommendations. This program is expected to serve as a model for strengthening data-driven classroom assessment in partner schools.
EDUKASI MANAJEMEN FISIK DAN PSIKOLOGIS KEPADA CAREGIVER PASIEN ANAK DENGAN KANKER DI RUMAH SINGGAH JAKARTA Erniyati Fangidae; Lani Natalia Watania; Yulia Sihombing; Catharina Guinda Diannita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.41113

Abstract

Abstrak: Pengasuh keluarga atau familial caregiver berperan penting dalam perawatan pasien kanker anak sejak diagnosis awal, pengobatan, remisi, kekambuhan dan perawatan menjelang ajal. Pemberian perawatan (caregiving) berdampak pada berbagai aspek kehidupan caregiver. Pendekatan yang holistik dan pendampingan bagi caregiver berpengaruh signifikan bagi kesejahteraan caregiver dan pada pemulihan dan kualitas asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien. PkM ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan memberikan penguatan kepada sejumlah 28 orang familial caregiver dari anak penderita kanker melalui edukasi kesehatan terkait manajemen fisik dan psikologis dalam berperan sebagai caregiver. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi interaktif dan demonstrasi satu teknik menjaga kesehatan mental. Evaluasi efektivitas PkM dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan instrumen berisi 10 pertanyaan yang mengevaluasi pengetahuan mengenai manajemen fisik dan psikologis sebagai caregiver. Pelaksanaan PkM kepada caregiver di dua rumah singgah menunjukkan respon yang sangat positif dibuktikan dengan peningkatan pengetahuan dengan hasil pengukuran menunjukkan peningkatanskor rata-rata sebesar 30 poin, dari 45 pada pre-test menjadi 75 pada post-test. Peningkatan ini mengindikasikan penyuluhan kesehatan yang diberikan kepada caregiver meningkatkan pengetahuan caregiver. Diharapkan, kegiatan PkM ini dapat meningkatkan kesiapan caregiver dalam menghadapi berbagai tantangan khususnya fisik dan psikologis. Abstract: Familial caregivers play a crucial role in the care of children with cancer, from initial diagnosis through treatment, remission, recurrence, and end-of-life care. Caregiving impacts various aspects of a caregiver’s life. A holistic approach and support for caregivers significantly influence their well-being, as well as the recovery and quality of care provided to patients. This Community Service (PkM) program aims to enhance the knowledge and empower 28 familial caregivers of children with cancer through health education on physical and psychological management in their role as caregivers. The methods used included presentations, interactive discussions, and a demonstration of a technique for maintaining mental health. The effectiveness of the Community Service Program was evaluated through pre-tests and post-tests using a questionnaire consisting of 10 questions regarding knowledge about the physical and psychological management as caregivers.The implementation of this PkM program for caregivers at two patient shelters yielded a very positive response evidenced by increased knowledgewith measurement results showing an average score increase of 30 points—from 45 on the pre-test to 75 on the post-test. This improvement indicates that the health education provided to caregivers enhanced their knowledge. It is hoped that this PkM activity can improve caregivers’ readiness to face various challenges, particularly physical and psychological ones.
PENDAMPINGAN PENERAPAN KEBIJAKAN MODERASI BERAGAMA DALAM PENDIDIKAN PAI DI LAMPUNG UTARA Ahmad Akmaludin; Ahmad Khoirudin; Eli Salmah; Eri Rahmawati; Meilisa Sajdah; M. Makhrus Ali
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35760

Abstract

Abstrak: Penerapan kebijakan moderasi beragama masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya di Kabupaten Lampung Utara, di mana sebagian guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan pengelola madrasah belum sepenuhnya memahami konsep serta strategi implementasinya dalam pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pendampingan kepada guru PAI dan pengelola madrasah dalam menerapkan kebijakan moderasi beragama secara konseptual dan praktis. Mitra kegiatan adalah 15 madrasah tingkat menengah di Kabupaten Lampung Utara yang melibatkan 17 peserta, terdiri atas 15 guru PAI dan 2 pengelola madrasah. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang terdiri atas tiga tahapan, yaitu tahap pra-pelaksanaan melalui sosialisasi kebijakan moderasi beragama, tahap pelaksanaan melalui workshop penerapan moderasi beragama dalam pembelajaran PAI, serta tahap monitoring dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman moderasi beragama sebesar ±47%, peningkatan keterampilan penyusunan perangkat ajar berbasis moderasi sebesar ±60%, serta peningkatan motivasi guru dalam mengimplementasikan moderasi beragama dalam pembelajaran PAI. Temuan ini menunjukkan bahwa pendampingan berbasis sosialisasi dan workshop efektif dalam memperkuat literasi kebijakan moderasi beragama di kalangan guru PAI dan pengelola madrasah.Abstract: The implementation of religious moderation policy continues to face various challenges, particularly in North Lampung Regency, where some Islamic Religious Education (IRE) teachers and madrasah administrators have not yet fully understood the concept and strategies for its implementation in learning activities. This community service program aims to provide assistance to IRE teachers and madrasah administrators in applying religious moderation policies both conceptually and practically. The program partners involved 15 secondary-level madrasahs in North Lampung Regency, engaging 17 participants, consisting of 15 IRE teachers and 2 madrasah administrators. The implementation method employed a participatory approach consisting of three stages: the pre-implementation stage through the socialization of religious moderation policies, the implementation stage through workshops on applying religious moderation in IRE learning, and the monitoring and evaluation stage. Evaluation was conducted using pre-test and post-test instruments to measure participants’ improvement in understanding. The evaluation results indicate a significant increase in understanding of religious moderation by approximately 47%, an increase in skills for developing moderation-based instructional materials by approximately 60%, and an increase in teachers’ motivation to implement religious moderation in IRE learning. These findings demonstrate that assistance programs based on socialization and workshops are effective in strengthening religious moderation policy literacy among IRE teachers and madrasah administrators.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK LANSIA DENGAN PROGRAM SIAP KAWAL DIABETES (SIKATES) DENGAN PENDEKATAN KOLABORASI INTERPROFESI MAHASISWA KESEHATAN Enita Dewi; Kartinah Kartinah; Luluk Ria Rakhma; Budi Hernawan; Wahyuni Wahyuni; Riska Cahyani Zahra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35420

Abstract

Abstrak: Upaya edukasi kesehatan mengenai manajemen diri pada lansia dengan Diabetes Mellitus (DM) masih belum berlangsung secara komprehensif dan kolaboratif. Variasi pengetahuan dan keterampilan lansia dalam merawat diri menegaskan perlunya pendekatan yang lebih terstruktur dan berbasis tim. Oleh karena itu, Program SIKATES dengan pendekatan kolaborasi interprofessional dikembangkan untuk meningkatkan kapasitas lansia dalam melakukan skrining dan perawatan diri. Program berlangsung selama enam bulan dan melibatkan tim dosen serta mahasiswa dari keperawatan, fisioterapi, kedokteran, dan gizi. Sebanyak 48 lansia kelompok “Peduli Insani” Mendungan berusia 50–85 tahun berpartisipasi dalam kegiatan ini. Rangkaian kegiatan meliputi skrining DM, penyuluhan kolaboratif mengenai pemeriksaan gula darah, diet DM, aktivitas fisik berupa senam, terapi pengobatan, latihan relaksasi, pendampingan aktivitas bermain angklung sebagai dukungan psikososial, serta evaluasi kadar gula darah. Evaluasi dilaksanakan melalui penilaian proses kegiatan serta pemberian kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai topik manajemen diri, yaitu pemeriksaan gula darah (50%), pemantauan gula darah (47,9%), pentingnya edukasi kesehatan (37,5%), aktivitas fisik (22,9%), sementara topik terapi farmakologi relatif kecil (2,1%). Kolaborasi interprofesi dalam monitoring glukosa dan pendampingan lansia diabetes efektif meningkatkan pemahaman dan perilaku sehat melalui pelayanan yang terpadu. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan kolaborasi interprofessional dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat kapasitas perawatan diri lansia dengan DM secara holistik dan humanis.Abstract: Efforts to provide health education on self-management for older adults with Diabetes Mellitus (DM) are still not implemented comprehensively and collaboratively. Variations in the knowledge and skills of the elderly in performing self-care highlight the need for a more structured, systematic, and team-based approach. Therefore, the SIKATES Program, employing an interprofessional collaborative model, was developed to enhance the capacity of older adults in conducting screening and self-care related to DM. The six-month program involved faculty members and students from the fields of nursing, physiotherapy, medicine, and nutrition. A total of 48 older adults aged 50–85 years from the “Peduli Insani” Mendungan group participated in this initiative. The program activities included DM screening, collaborative education on blood glucose examination, DM dietary management, physical activity through exercise, medical therapy, relaxation training, angklung music activities as psychosocial support, and blood glucose evaluation. Program evaluation was conducted through process assessments and pre- and post-education questionnaires. The results indicated increased knowledge among participants on several aspects of self-management, including blood glucose testing (50%), blood glucose monitoring (47.9%), the importance of health education (37.5%), and physical activity (22.9%), while knowledge related to pharmacological therapy demonstrated relatively small improvement (2.1%). Interprofessional collaboration in glucose monitoring and support for older adults with diabetes proved effective in enhancing understanding and healthy behavior through integrated services. These findings emphasize that interprofessional collaborative approaches offer an effective strategy to strengthen self-care capacity among older adults with DM in a holistic and humanistic manner.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI DAN SATRI DISABILITAS MELALUI GREEN BUSINESS BERBASIS SKEMA DESA BINAAN Rianda Dirkareshza; Muthia Sakti; Angga Adriana Imansyah; Fahruddin Fahruddin; Putri Ni'matul Maula; Dika Hikmah Wicaksana; Aulia Anjani Nurdin; Fatur Rezqy Permana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34530

Abstract

Abstrak: Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini berbasis kepada Skema Pemberdayaan Desa Binaan Hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun kedua. Pengabdian ini difokuskan terhadap pemberdayaan kelompok tani dan santri disabilitas melalui green business yang diusungkan dalam pengajuan penghibahan DPPM. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan peningkatan pemberdayaan kepada santri disabilitas dan kelompok tani dalam menjalankan konsep green business untuk menurunkan angka stunting di Desa Babakankaret yang berupa softskill dan hardskill. Metode pelaksanaan dari kegiatan pengabdian ini adalah metode PDCA (Plan, Do, Check, Action) dengan pendekatan Participatory Roral Appraisal (PRA). Instrumen yang digunakan lewat penjabaran pendekatan adalah sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, serta pendampingan dan evaluasi. Pelaksanaan pengabdian ini melibatkan 2 (dua) mitra strategis, yakni koperasi penyandang disabilitas dan BUMDes Desa Babakankaret.Sistem evaluasi yang digunakaan adalah sistem evaluasi berbasis monitoring rutin kepada mitra sasaran sehingga peningkatan indikator keberhasilan dapat tercapai yang berupa peningkatan ekonomi dari mitra sasaran itu sendiri. Hasil dari pengabdian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemandirian kelompok tani daripemberian dan pelatihan penggunaan mesin pencacah sampah dengan mendapatkan Rp2.500.000,- per bulannya. Tidak hanya mesin, pelaksanaan tumpang sari juga memberikan efek konkrit dengan memberikan kontribusi sebanyak Rp3.782.500,- pada sekali panen. Kemudian, pelaksanaan pelatihan pupuk kompos memberikan manfaat kepada pihak desa dengan melakukan efisiensi sebesar Rp885.000,- pada sekali masa tanam. Terakhir, pelatihan microsoft office dan peraturan desa tentang perilaku hidup bersih dan sehat diberikan kepada santri disabilitas dan masyarakat untuk memberdayakan mereka agar dapat digunakan dalam dunia industri. Dengan demikian, pelaksanaan pengabdian ini memberikan manfaat yang konkrit dan nyata kepada masyarakat dan perekonomian desa.Abstract: This community service program is based on the Grant-Assisted Village Empowerment Scheme from the Ministry of Higher Education, Science and Technology, Directorate of Research and Community Service, Second Year. This community service program focuses on empowering farmer groups and disabled students through green business, including planting hardy plants, Microsoft Office training, and socialization of village regulations related to clean and healthy living. These three things are the main outputs in the implementation of the DPPM community service scheme this year. The method used to carry out this community service activity was the PDCA (Plan, Do, Check, Action) method with a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach. The instruments used to describe the approach were socialization, training, technology application, as well as mentoring and evaluation. The results of the community service showed that there was an increase in the independence of farmer groups from the provision of waste shredding machines and training in the use of these machines, earning them IDR 2,500,000 per month. Not only the machines, but the implementation of intercropping also had a concrete effect on the village by contributing IDR 3,782,500 per harvest. Furthermore, the implementation of compost fertilizer training as part of a series of hard plant training also provided benefits in terms of fertilizer expenditure for intercropping, with the village being able to achieve efficiency savings of IDR 885,000 per planting season. Training on village regulations regarding clean and healthy living was conducted to reduce stunting rates in Babakankaret Village and instill good habits among the village community. Finally, Microsoft Office training was provided to disabled students to empower them for use in the industrial world. Thus, this community service initiative provides concrete and tangible benefits to the village community, particularly to disabled students and farming groups.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMAHAMAN LITERASI DIGITAL SISWA: SEBUAH PENDEKATAN KUALITATIF Zihan Zilfina; Dian Hidayati; Muhammad Zuhaery
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33592

Abstract

Abstrak: Pemahaman literasi digital siswa menjadi kunci untuk keberhasilan akademis dan keterlibatan dalam masyarakat yang semakin terhubung dengan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemahaman literasi digital siswa dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi untuk menggali bagaimana siswa menggunakan media digital dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki pemahaman dasar yang cukup baik dalam akses informasi dan penggunaan alat digital untuk belajar, seperti penggunaan mesin pencari Google dan platform video YouTube. Namun, penggunaan media sosial lebih dominan untuk hiburan dan mengikuti tren, bukan untuk tujuan edukatif. Meskipun siswa memliki kesadaran mengenai pentingnya keamanan akun digital, mereka kurang memperhatikan risiko privasi digital. Hal ini ditunjukkan seperti berbagi informasi pribadi di media sosial. Hasil menunjukkan 70% siswa mengakui sering membagikan aktivitas pribadi mereka tanpa mempertimbangkan risiko kebocoran data. Faktor yang mempengaruhi literasi digital meliputi akses teknologi yang memadai, determinasi diri, dan dukungan dari keluarga serta sekolah. Penelitian ini mengungkap bahwa meskipun siswa terbiasa menggunakan teknologi, keterampilan berpikir kritis dan evaluasi informasi mereka belum berkembang secara optimal. Temuan ini menunjukkan pentingnya integrasi literasi digital dalam kurikulum yang lebih komprehensif, yang tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, etika digital, dan perlindungan privasi.Abstract: A students' understanding of digital literacy is crucial for academic success and engagement in an increasingly connected society. This study aims to analyze the factors influencing students' understanding of digital literacy using a qualitative approach. Data collection was conducted through semi-structured interviews and observations to explore how students use digital media in learning. The results show that students have a good basic understanding of accessing information and using digital tools for learning, such as using search engines like Google and video platforms like YouTube. However, social media usage is more dominant for entertainment and following trends, rather than for educational purposes. Although students are aware of the importance of account security, they tend to overlook digital privacy risks, as demonstrated by their sharing of personal information on social media. The results indicate that 70% of students admit to frequently sharing personal activities without considering the risk of data breaches. Factors influencing digital literacy include access to adequate technology, self-determination, and support from family and school. This study reveals that, although students are accustomed to using technology, their critical thinking skills and ability to evaluate information have not fully developed. These findings highlight the importance of integrating digital literacy into a more comprehensive curriculum, which not only focuses on technical skills but also on developing critical thinking, digital ethics, and privacy protection.
OPTIMALISASI SKOR TOEFL MELALUI ONLINE STUDY GROUP PADA SISWA SMA BOJONEGORO Faridatul Istighfaroh; Septi Wulandari; Ervina Layli Nurizzakiya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33104

Abstract

Abstrak: Kebutuhan siswa SMA untuk memiliki sertifikat kemampuan Bahasa Inggris yang resmi sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun untuk menghadapi persaingan global semakin meningkat. Namun, keterbatasan akses bimbingan intensif untuk mendapatkan sertifikat Bahasa Inggris seperti TOEFL menjadi kendala utama. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan skor TOEFL dan untuk belajar secara kolaboratif melalui online study group sehingga berpengaruh pada nilai TOEFL mereka secara positif. Metode yang digunakan adalah workshop trik dan tips mengerjakan TOEFL secara luring, lalu dilanjutkan secara daring dengan memanfaatkan platform digital WhatsApp group. Jumlah siswa yang terlibat adalah 15 orang dari kelas X dan XI di sekolah SMA Negeri 4 di kabupaten Bojonegoro yang secara selektif dipilih oleh guru mata pelajaran Bahasa Inggris. Untuk mengetahui dampak dari workshop dan online study group, instrumen yang digunakan adalah pretest TOEFL tepat setelah sesi workshop dan posttest sesudah penerapan online study group dengan menggunakan soal TOEFL berjumlah sama yakni 140 soal yang terdiri dari listening 50 soal, structure 40 soal dan reading 50 soal. Hasilnya menunjukkan bahwa adanya peningkatan skor TOEFL rata-rata sebesar 7,13% atau 31 poin dari 435 ke 466 setelah mengikuti workshop dan bergabung dengan online study group.Abstract: The need for senior high school students to have an official English proficiency certificate as preparation for pursuing higher education or facing global competition is increasing. However, limited access to intensive guidance for obtaining English certificates such as the TOEFL remains a major obstacle. The purpose of this community service activity is to increase TOEFL score and to learn collaboratively through an online study group, which is expected to have a positive impact on their TOEFL scores. The method used consists of an offline workshop providing tips and tricks for taking the TOEFL, followed by online sessions via the WhatsApp digital platform. A total of 15 students from grades X and XI at SMA Negeri 4 in Bojonegoro Regency were selected by their English teacher to participate. To measure the impact of the workshop and online study group, a TOEFL pre-test was administered immediately after the workshop session and a post-test was given after the online study group implementation by using the TOEFL test with the same number of questions, 140 questions, consisting of 50 listening, 40 structure and 50 reading questions. The results showed an increase in TOEFL average scores with 7,13% or 31 points from 435 to 466 after participating in the workshop and joining the online study group.
PENDAMPINGAN TRANSFORMASI DIGITAL MELALUI PEMETAAN PROSES BISNIS BERBASIS ERP ODOO PADA PERUSAHAAN E-COMMERCE DI JAKARTA Abdul Mu'min; Seno Adi Putra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40480

Abstract

Abstrak: Di era industri modern, korporasi sering menghadapi tantangan fragmentasi arus informasi antara operasional front-end dan back-end, di mana proses manual menyebabkan ketidakakuratan data stok dan risiko overselling lintas saluran omnichannel. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah asimetri informasi dan inefisiensi operasional pada anak perusahaan korporasi di Jakarta melalui transformasi digital, sekaligus meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) mitra secara komprehensif, baik pada aspek hardskill (kemampuan teknis navigasi perangkat lunak) maupun softskill (adaptabilitas dan mitigasi gegar budaya). Metode pelaksanaan yang diterapkan adalah metode campuran (mixed method), yang mengombinasikan pelatihan interaktif berbasis lokakarya dan pendampingan teknis secara langsung. Implementasi metode ini dijalankan melalui tiga tahapan: observasi awal (gap analysis), perancangan Business Process Reengineering (BPR) dan integrasi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) Odoo, serta tahap pemantauan. Pendampingan difokuskan pada 15 staf kunci di divisi Point of Sale (POS), Inventory, dan Sales. Sistem evaluasi dalam kegiatan ini diukur melalui dua instrumen, yakni pengujian User Acceptance Testing (UAT) untuk sistem dan observasi pre-test/post-test untuk kapasitas pengguna. Indikator keberhasilan program ini adalah tercapainya akurasi pemotongan stok otomatis yang sempurna dan peningkatan kemahiran staf secara terukur. Hasil evaluasi membuktikan tingkat keberhasilan 100% dalam sinkronisasi data secara real-time tanpa malafungsi. Selain itu, tercatat peningkatan kapasitas hardskill staf sebesar 90% dalam mengelola pembukuan digital secara mandiri, dengan adaptasi softskill pada staf senior yang berhasil diatasi melalui panduan operasional visual.Abstract: In the modern industrial era, corporations often face the challenge of fragmented information flow between front-end and back-end operations, where manual processes lead to inaccurate stock data and the risk of overselling across omnichannel channels. This community service activity aims to address information asymmetry and operational inefficiencies in a corporate subsidiary in Jakarta through digital transformation, while comprehensively improving the capacity of partner human resources, both in terms of hard skills (technical software navigation) and soft skills (adaptability and mitigating culture shock). The implementation method used is a mixed method, combining interactive workshop-based training and direct technical assistance. The implementation of this method is carried out through three stages: initial observation (gap analysis), Business Process Reengineering (BPR) design and integration of the Odoo Enterprise Resource Planning (ERP) system, and monitoring. The assistance focused on 15 key staff in the Point of Sale (POS), Inventory, and Sales divisions. The evaluation system for this activity was measured using two instruments: User Acceptance Testing (UAT) for the system and pre-test/post-test observations for user capacity. The program's success was measured by achieving perfect automatic stock-cutting accuracy and measurable staff skill improvements. The evaluation results demonstrated a 100% success rate in real-time data synchronization without any malfunctions. Furthermore, a 90% increase in staff hard skills in managing digital bookkeeping independently was recorded, with soft skills adaptations among senior staff successfully addressed through visual operational guidance.
PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN TERINTEGRASI UNTUK PENGUATAN LITERASI, KARAKTER, KREATIVITAS, DAN IDENTITAS BUDAYA ANAK DIASPORA INDONESIA Navinda Nur Afifah; Saiful Bahri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40408

Abstract

Abstrak: Anak-anak diaspora Indonesia di Malaysia memerlukan dukungan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan karena berada dalam lingkungan sosial, budaya, dan pendidikan yang berbeda dari negara asalnya. Penguatan literasi, karakter, kreativitas, dan identitas budaya penting dilakukan agar peserta didik tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki kepercayaan diri, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan keterikatan terhadap budaya Indonesia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan hard skill peserta berupa kemampuan literasi dasar membaca dan menulis, serta soft skill berupa karakter, kreativitas, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan pemahaman budaya Indonesia. Mitra kegiatan adalah Sanggar Bimbingan Klang Lama, Kuala Lumpur, Malaysia, dengan peserta sebanyak 57 anak diaspora Indonesia. Metode kegiatan dilakukan melalui ceramah interaktif, praktik langsung, pendampingan kelompok kecil, pembelajaran berbasis lagu daerah, kegiatan seni dan keterampilan, edukasi kesehatan, pembiasaan karakter, serta refleksi bersama pengelola. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi partisipatif, dokumentasi, wawancara informal, dan catatan perkembangan peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada aspek hard skill, 11 dari 14 peserta prioritas atau 78,6% mengalami peningkatan kemampuan membaca dan 10 dari 14 peserta prioritas atau 71,4% mengalami peningkatan kemampuan menulis sederhana. Pada aspek soft skill, 50 dari 57 peserta atau 87,7% menunjukkan partisipasi belajar aktif, 47 peserta atau 82,5% mampu menghasilkan karya sederhana, 48 peserta atau 84,2% menunjukkan peningkatan disiplin dan tanggung jawab, serta 45 peserta atau 78,9% mampu menyebutkan kembali unsur atau nilai budaya Indonesia. Program ini memberikan kontribusi positif terhadap penguatan kemampuan akademik dan karakter peserta serta berpotensi direplikasi pada Sanggar Bimbingan lainnya.Abstract: Indonesian diaspora children in Malaysia require inclusive and sustainable educational support because they live in social, cultural, and educational environments that differ from those of their country of origin. Strengthening literacy, character, creativity, and cultural identity is important so that students develop not only academically but also in terms of self-confidence, discipline, responsibility, cooperation, and attachment to Indonesian culture. This community service program aimed to improve participants’ hard skills in basic literacy, particularly reading and writing, as well as their soft skills, including character, creativity, discipline, responsibility, cooperation, and understanding of Indonesian culture. The partner of this program was Sanggar Bimbingan Klang Lama, Kuala Lumpur, Malaysia, with 57 Indonesian diaspora children as participants. The activities were carried out through interactive lectures, direct practice, small-group mentoring, regional song-based learning, arts and crafts activities, health education, character habituation, and reflection with the program managers. Program evaluation was conducted through participatory observation, documentation, informal interviews, and records of participants’ progress during the activities. The evaluation results showed that, in terms of hard skills, 11 of the 14 priority participants, or 78.6%, improved their reading ability, and 10 of the 14 priority participants, or 71.4%, improved their basic writing ability. In terms of soft skills, 50 of the 57 participants, or 87.7%, demonstrated active learning participation; 47 participants, or 82.5%, were able to produce simple creative works; 48 participants, or 84.2%, showed improved discipline and responsibility; and 45 participants, or 78.9%, were able to recall elements or values of Indonesian culture. This program contributed positively to strengthening participants’ academic skills and character development and has the potential to be replicated in other Sanggar Bimbingan settings.