cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,539 Documents
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN BUKU TEKS ESP KULINER UNTUK KELAS X Nonin Niadisti; Sonny Elfiyanto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40871

Abstract

Abstrak: Pembelajaran Bahasa Inggris vokasional pada jurusan Kuliner masih memerlukan bahan ajar yang lebih kontekstual karena buku teks umum belum sepenuhnya mengakomodasi kosakata, dialog, dan aktivitas komunikasi sesuai kebutuhan bidang keahlian. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi dua guru Bahasa Inggris sebagai mitra sasaran dalam menyusun buku teks English for Specific Purposes (ESP) untuk kelas X Kuliner; guru produktif yang sekaligus menjabat sebagai Kepala Program Keahlian Kuliner dilibatkan sebagai kolaborator substansi, bukan sebagai sasaran pendampingan. Program menggunakan metode pemberdayaan partisipatif melalui sosialisasi, focus group discussion (FGD), pelatihan, dan pendampingan praktik terbimbing. Evaluasi peningkatan kompetensi dilakukan menggunakan angket retrospective pretest–posttest yang memuat delapan indikator dengan skala 1–5 dan diisi oleh dua guru Bahasa Inggris setelah rangkaian pendampingan selesai. Hasil angket menunjukkan bahwa kompetensi ML meningkat dari 19/40 (47,5%) menjadi 35/40 (87,5%), atau sebesar 40,0 poin persentase, sedangkan WY meningkat dari 21/40 (52,5%) menjadi 35/40 (87,5%), atau sebesar 35,0 poin persentase; secara rata-rata kompetensi mitra meningkat dari 50,0% menjadi 87,5% (+37,5 poin persentase). Pendampingan juga menghasilkan lima bab buku teks ESP dengan capaian kelengkapan produk 100%, sedangkan evaluasi awal implementasi terbatas pada siswa menunjukkan peningkatan rata-rata 26,3 poin persentase dari 59,5% menjadi 85,8%.Abstract: Vocational English learning in Culinary Arts still requires more contextual teaching materials because general textbooks do not fully accommodate vocabulary, dialogues, and communication activities relevant to the field. This community service program aimed to strengthen the competence of two English teachers as the target partners in developing an English for Specific Purposes (ESP) textbook for Grade X Culinary Arts; a Culinary Arts vocational teacher who also serves as Head of the Culinary Arts Program was involved as a vocational-content collaborator rather than as a mentoring target. The program employed participatory empowerment through socialization, focus group discussion (FGD), training, and guided mentoring. Competence gains were evaluated using an eight-indicator retrospective pretest–posttest questionnaire on a 1–5 scale completed by the two English teachers after the mentoring program. The questionnaire results showed that ML increased from 19/40 (47.5%) to 35/40 (87.5%), a gain of 40.0 percentage points, while WY increased from 21/40 (52.5%) to 35/40 (87.5%), a gain of 35.0 percentage points; on average, partner competence increased from 50.0% to 87.5% (+37.5 percentage points). The program also produced five ESP textbook chapters with 100% product-completeness achievement, while the preliminary limited-implementation evaluation among students showed an average increase of 26.3 percentage points from 59.5% to 85.8%.
PERUMUSAN PROGRAM PEMAJUAN KEBUDAYAAN BERBASIS RESILIENSI BUDAYA MASYARAKAT ADAT DAYAK MERATUS DI DESA PIPITAK JAYA DAN DESA HARAKIT KABUPATEN TAPIN Devi Sri Wulandari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40404

Abstract

Abstrak: Intervensi kebijakan pembangunan pada ruang hidup masyarakat adat Dayak Meratus di Desa Pipitak Jaya dan Desa Harakit berdampak pada penyusutan ruang kelola adat dan menekan keberlanjutan kebudayaan. Tekanan ini diperkuat oleh minimnya pelibatan masyarakat adat dalam perumusan kebijakan yang mengangkut kehidupan sosial, ekologis dan kultural mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memfasilitasi perumusan program pemajuan kebudayaan berbasis resiliensi budaya. Metode yang digunakan melalui Participatory Rural Appraisal (PRA) yang diintegrasikan dengan Logical Framework Approach (LFA). Kegiatan ini melibatkan pemangku adat, tokoh adat, pemerintah desa, perempuan adat, pemuda adat, relawan pendamping, dan warga lainnya melalui tiga FGD dengan peningkatan partisipas dari 12, 15, menjadi 25 peserta. Evaluasi dilakukan melalui observasi proses, validasi hasil setiap FGD, dan pengesahan rumusan akhir oleh peserta. Hasilnya teridentifikasi tiga ranah resiliensi, yaitu simbolik-kosmologis, kelembagaan-regulatif, dan ekonomi berbasis budaya. Temuan kemudian diterjemahkan menjadi satu matriks LFA yang memuat 1 goal/impact, 4 objectives/outcomes, 11 intermediate objectives/output, 53 activities, 86 output indicators, 62 outcome indicators, dan 1 impact indicators sebagai acuan perencanaan kebijakan daerah dalam program pemajuan kebudayaan.Abstract: Development policy intervention into the living space of the Dayak Meratus indigenous communities in Pipitak Jaya and Harakit Villages have led to the enclosure of their customary territories and undermined their cultural sustainability. This condition is reinforced by the limited involvement of indigenous communities from policies concerning their social, ecological, and cultural lide. This research aims to facilitate the social articulation of a cultural advancement program based on cultural resilience. The method employed was Participatory Rural Appraisal (PRA), integrated with the Logical Framework Approach (LFA). This collective process involved customary leaders, traditional elders, village governments, indigenous women and youth, volunteer facilitators, and other community members, with participation increasing from 12 to 15, and then 25 participants. Evaluation was conducted through process observation, validation of FGD results, and approval of the final draft by participants. The results identified three resilience domains, the symbolic-cosmological, institutional-regulative, and culture-based economic domains. The findings were then translated into LFA matrix consisting of 1 goal/impact, 4 objectives/outcomes, 11 intermediate objectives/output, 53 activities, 86 output indicators, 62 outcome indicators, and 1 impact indicators, as reference for regional policy planning in cultural advancement programs.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN DETEKSI DINI PENYAKIT JANTUNG PADA IBU DAN ANAK Sri Yanti Kusika; Asrawaty Asrawaty; Niluh Nita Silfia; Narmin Narmin; Hasnawati Hasnawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40392

Abstract

Abstrak: Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada ibu dan anak. Kelurahan Kayumalue Ngapa merupakan daerah dengan masalah hipertensi yang berdampak pada kesehatan jantung. Rendahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengenali tanda serta gejala dini penyakit jantung menjadi faktor risiko keterlambatan penanganan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui pelatihan deteksi dini penyakit jantung pada ibu dan anak. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, demonstrasi, dan praktik langsung dengan pendampingan fasilitator. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari dengan melibatkan 30 peserta, khususnya ibu usia reproduktif dan kader kesehatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test sebanyak 15 pertanyaan serta observasi keterampilan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, dimana 100% peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Peserta mampu mengenali tanda bahaya serta melakukan deteksi dini secara sederhana. Pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk pencegahan dan deteksi dini penyakit jantung secara mandiri dan berkelanjutan.Abstract: Heart disease remains one of the leading causes of morbidity and mortality among mothers and children. Kayumalue Ngapa Village is an area with hypertension problems that affect heart health. Limited community knowledge and skills in recognizing early signs and symptoms of heart disease contribute to delays in treatment. This community service activity aimed to improve knowledge and skills through early detection training of heart disease in mothers and children. The methods included health education, demonstrations, and hands-on practice with facilitator guidance. The program was conducted over two days, involving 30 participants, mainly women of reproductive age and health cadres. Evaluation was carried out using pre-test and post-test, as well as observation of participants’ skills. The results showed a significant improvement, with 100% of participants increasing their knowledge and skills. Participants were able to recognize warning signs and perform simple early detection. This training effectively enhanced community capacity for independent and sustainable prevention and early detection of heart disease.
PEMETAAN LITERASI SAINS DAN PENGENALAN PEMBELAJARAN IPA KONTEKSTUAL BAGI SANTRI PESANTREN S. Hafidhawati Andarias; Dyah Pramesthi Isyana Ardyati; Jumiati Jumiati; Arlin Syahrul; Iin Nur Awatip
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40578

Abstract

Abstrak: Terbatasnya pengalaman pembelajaran IPA di pesantren menyebabkan perlunya pemetaan kemampuan awal literasi sains sebagai dasar penyusunan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memetakan literasi sains dan memperkenalkan pembelajaran IPA kontekstual kepada delapan santri di salah satu lembaga pendidikan Islam. Kegiatan dilaksanakan melalui pemetaan literasi sains, analisis hasil pemetaan sebagai needs assessment, perancangan dan pelaksanaan praktikum osmosis serta emulsifikasi, kemudian dievaluasi melalui observasi dan refleksi. Hasil pemetaan menunjukkan skor rata-rata kemampuan menjelaskan fenomena ilmiah sebesar 2,88 (sedang), mengevaluasi dan merancang penyelidikan sebesar 3,25 (baik), menafsirkan data dan bukti ilmiah sebesar 3,00 (sedang), serta literasi sains konseptual sebesar 4,25 (sangat baik). Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, disusun pembelajaran IPA kontekstual yang sesuai dengan kebutuhan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar santri berpartisipasi aktif selama pembelajaran dan mampu menghubungkan hasil pengamatan praktikum dengan konsep IPA yang dipelajari. Luaran kegiatan berupa tersusunnya profil literasi sains peserta sebagai dasar penyusunan pembelajaran IPA kontekstual yang sesuai dengan kebutuhan belajar santri.Abstract: Limited exposure to science learning in Islamic boarding schools highlights the need to assess participants’ initial scientific literacy as a basis for designing learning activities that address their learning needs. This community service program aimed to map scientific literacy and introduce contextual science learning to eight students at an Islamic educational institution. The program was conducted through scientific literacy assessment, analysis of the assessment results as a needs assessment, the design and implementation of contextual science learning through osmosis and emulsification experiments, followed by evaluation using observation and reflective discussion. The assessment revealed mean scores of 2.88 (moderate) for explaining scientific phenomena, 3.25 (good) for evaluating and designing scientific investigations, 3.00 (moderate) for interpreting data and scientific evidence, and 4.25 (very good) for conceptual scientific literacy. Based on these findings, a contextual science learning program was designed to address the participants’ learning needs. The evaluation indicated that most participants actively engaged in the learning activities and were able to relate their practical observations to the scientific concepts being learned. The primary outcome of the program was the development of a scientific literacy profile that served as the basis for designing contextual science learning tailored to the participants’ learning needs.
OPTIMALISASI ITEM MANAGEMENT ERP ACCURATE UNTUK EFEKTIVITAS PENGELOLAAN PERSEDIAAN PADA PERUSAHAAN DISTRIBUTOR BAHAN BANGUNAN Rosyid Bana Arrohman; Seno Adi Putra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40219

Abstract

Abstrak: Perusahaan distributor bahan bangunan memiliki aktivitas transaksi barang yang tinggi sehingga membutuhkan pengelolaan item dan inventory yang akurat. Permasalahan yang ditemukan pada perusahaan mitra meliputi belum optimalnya standardisasi pengelolaan master item pada ERP Accurate, potensi ketidaksesuaian antara dokumen fisik dan catatan sistem, serta perlunya peningkatan integrasi proses pembelian hingga penyimpanan barang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan melakukan evaluasi serta meningkatkan keterampilan standardisasi data master item dan validasi penerimaan barang berbasis sistem staf melalui rekomendasi perbaikan pada item management ERP Accurate. Metode yang digunakan mencakup observasi lapangan, wawancara pengguna (6 butir pertanyaan), analisis dokumen transaksi, dan evaluasi penggunaan sistem Accurate. Mitra yang terlibat adalah staf administrasi, staf gudang, dan manajemen operasional perusahaan. Hasil kegiatan berupa rancangan standardisasi master item dengan format kode barang terstruktur, rekomendasi perbaikan alur penerimaan barang berbasis validasi tiga arah antara Purchase Order, fisik barang, dan input ERP, peningkatan keteraturan pencatatan inventory sebesar 30%, serta rekomendasi pengelolaan gudang menggunakan sistem kode lokasi dan metode FIFO.Abstract: Building materials distribution companies handle high-volume goods transactions, requiring accurate item and inventory management. Problems identified at the partner company include suboptimal standardization of master item management in Accurate ERP, potential discrepancies between physical documents and system records, and the need for improved integration from purchasing to warehouse storage. This activity aims to evaluate and improve master item data standardization and system-based goods receipt validation through improvement recommendations for item management in Accurate ERP. Methods include field observation, user interviews (12 questions), transaction document analysis, and system evaluation. Key results include a structured master item standardization framework with coded item formats, a three-way validation improvement recommendation for the goods receipt process (Purchase Order vs. physical goods vs. ERP input), enhanced inventory recording practices by 30%, and warehouse management recommendations using a location code system and FIFO method.
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI AMPAS KOPI DAN KULIT BAWANG MERAH SEBAGAI PUPUK ORGANIK DAN PESTISIDA Theresa Dwi Kurnia; Stefanus Yongki W. P.; Vito Ardian Hananto; Prengki Sadiki; Alya Ovy Rachmawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.39717

Abstract

Abstrak: Petani di salah satu desa mitra masih memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap pupuk kimia, rendahnya pemanfaatan limbah organik rumah tangga, serta menghadapi masalah serangan hama uret dan kurangnya pemahaman mengenai kondisi pH tanah yang menghambat optimalisasi unsur hara. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat mengenai pengelolaan kesuburan tanah serta pemanfaatan limbah ampas kopi dan kulit bawang merah sebagai pupuk organik cair (POC) dan pestisida nabati. Program dilaksanakan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan metode partisipatif yang meliputi penyuluhan, pelatihan pembuatan POC, pengukuran pH tanah secara langsung, dan aplikasi pada lahan demplot hortikultura. Mitra kegiatan adalah 20 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) dan lebih dari 50 petani di desa mitra tersebut. Evaluasi dilakukan menggunakan observasi langsung serta analisis pre-test dan post-test menggunakan instrumen kuesioner sebanyak 8 butir soal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman masyarakat, di mana rata-rata skor jawaban benar meningkat dari 6,3 menjadi 7,35. Selain itu, aplikasi POC pada lahan demplot memberikan hasil positif dengan tingkat keberhasilan hidup bibit mencapai 90%, jauh lebih tinggi dibandingkan perlakuan tanpa POC yang hanya mencapai 55%.Abstract: Farmers in one of the partner villages still exhibit a high dependency on chemical fertilizers, low utilization of household organic waste, and face challenges such as uret (white grub) pest infestations and a lack of understanding regarding soil pH conditions, which hinders nutrient optimization. This activity aims to enhance the community's knowledge and skills in managing soil fertility and utilizing coffee grounds and shallot skin waste as liquid organic fertilizer (LOF) and botanical pesticides. The program was implemented through a Student Community Service (Kuliah Kerja Nyata / KKN) scheme using a participatory method that included counseling, LOF production training, direct soil pH measurement, and application on horticulture demonstration plots. The partners for this activity consisted of 20 members of the Women Farmers Group (KWT) and more than 50 local farmers. Evaluation was conducted through direct observation as well as pre-test and post-test analyses using an 8-item questionnaire instrument. The results of the activity showed a significant increase in community understanding, with the average score of correct answers rising from 6.3 to 7.35. Furthermore, the application of LOF on the demonstration plots yielded positive results, achieving a seedling survival rate of 90%, which is substantially higher than the treatment without LOF, which only reached 55%.
PENERAPAN 'MINDFUL EATING' DAN AKTIVITAS FISIK TERUKUR BAGI WANITA USIA SUBUR DAN LANSIA PADA ERA DIGITAL Arie Maineny; Widya Pani; Sumiaty Sumiaty; Kadar Ramadhan; Ita Sulistiani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40173

Abstract

Abstrak: Rendahnya kesadaran wanita usia subur (WUS) dan lansia terhadap pola makan sehat serta gangguan penggunaan gawai di era digital memicu perilaku makan tidak sehat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang mindful eating dan aktivitas fisik terukur melalui literasi digital Kesehatan. Metode yang digunakan adalah rangkaian workshop edukatif oleh pakar gizi dan fisioterapi, melibatkan 30 responden di Kayumalue Ngapa, Palu Utara. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test sebanyak 10 pernyataan dengan pilihan benar salah dengan indikator keberhasilannya ditandai dengan meningkatnya pengetahuan, keterampilan, dan perubahan perilaku peserta dalam menerapkan pola hidup sehat di era digital. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan responden dari 30% menjadi 95%. Secara spesifik, variabel Konsep Mindful Eating melonjak 64% (rerata skor 28% ke 92%), sementara Literasi Digital Kesehatan meningkat 54% mencapai skor akhir 96%. Selain aspek kognitif, terjadi perubahan perilaku nyata di mana 80% responden kini mampu meletakkan gawai saat makan utama. Program ini berhasil mentransformasi softskill peserta dalam mengelola pola hidup sehat secara mandiri di tengah tantangan era digital.Abstract: Low awareness regarding healthy eating habits among women of reproductive age and the elderly, combined with excessive device usage in the digital era, has led to unhealthy dietary behaviors. This community service initiative aimed to enhance understanding of mindful eating and structured physical activity through digital health literacy. The project employed a series of educational workshops led by nutrition and physiotherapy experts, involving 30 participants in Kayumalue Ngapa, North Palu. Evaluation was conducted using a 10-item true/false pre-test and post-test; success was measured by improvements in participants' knowledge and skills, as well as behavioral changes regarding the adoption of a healthy lifestyle in the digital age. Results showed a significant increase in participants' knowledge, rising from 30% to 95%. Specifically, understanding of the "Mindful Eating" concept surged by 64% (with mean scores rising from 28% to 92%), while digital health literacy improved by 54%, reaching a final score of 96%. Beyond cognitive gains, tangible behavioral changes were observed, with 80% of participants now able to put aside their devices during main meals. The program successfully transformed participants' soft skills, enabling them to independently manage a healthy lifestyle amidst the challenges of the digital era.
MEREVOLUSI PENILAIAN LITERASI AL-QUR'AN MELALUI KECERDASAN BUATAN: MENINGKATKAN KUALITAS EVALUASI DAN HASIL PEMBELAJARAN Abd. Madjid; Akbar Nur Aziz; Siti Bahiroh
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40643

Abstract

Abstrak. Integrasi Kecerdasan Buatan (AI) dalam penilaian pendidikan menawarkan peluang untuk meningkatkan kualitas evaluasi dan hasil belajar, namun penerapannya pada pendidikan literasi Al-Qur'an masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menguji implementasi platform penilaian berbasis AI, Q-Rate (ngaji.ai), dalam mendukung kualitas penilaian dan kemampuan literasi Al-Qur'an siswa. Penelitian menggunakan desain mixed methods kuasi-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest yang melibatkan 30 siswa SMK dan tiga guru Pendidikan Agama Islam di Yogyakarta. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji paired-samples t-test, ukuran efek, dan analisis tematik. Hasil menunjukkan skor literasi Al-Qur'an meningkat dari 28,40 menjadi 41,75 (47,01%), dengan perbedaan yang signifikan (t(29) = −8,75; p < 0,001) dan ukuran efek yang besar (Cohen's d = 1,20). Guru juga memberikan penilaian positif terhadap objektivitas, efisiensi, kualitas umpan balik, dan dokumentasi penilaian. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan penilaian berbasis AI berpotensi mendukung peningkatan kualitas evaluasi dan hasil belajar literasi Al-Qur'an. Namun, mengingat penggunaan desain one-group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol, temuan ini perlu ditafsirkan secara hati-hati dan memerlukan konfirmasi melalui penelitian dengan desain eksperimental yang lebih kuat.Abstrak: The integration of Artificial Intelligence (AI) in educational assessment offers opportunities to improve the quality of evaluation and learning outcomes, but its application to Qur'anic literacy education is still limited. This study aims to test the implementation of an AI-based assessment platform, Q-Rate (ngaji.ai), in supporting the quality of assessment and literacy skills of students. The study used a quasi-experimental mixed methods design with a one-group pretest-posttest approach involving 30 vocational school students and three Islamic Religious Education teachers in Yogyakarta. Data were analyzed using descriptive statistics, paired-samples t-test, effect size, and thematic analysis. The results showed that the Qur'an literacy score increased from 28.40 to 41.75 (47.01%), with a significant difference (t(29) = −8.75; p < 0.001) and a large effect size (Cohen's d = 1.20). Teachers also provide positive assessments of objectivity, efficiency, quality of feedback, and assessment documentation. These findings show that the application of AI-based assessments has the potential to support improving the quality of Qur'anic literacy evaluation and learning outcomes. However, given the use of a one-group pretest-posttest design without a control group, these findings need to be interpreted with caution and require confirmation through research with a more robust experimental design.
WORKSHOP PEMBUATAN ROASTER LIMBAH KERANG BERSAMA KOPERASI MAHASISWA PPNS Yesica Novrita Devi; Friska Intan Sukarno; Yugowati Praharsi; Aditya Maharani; Alma Vita Sophia; Arie Indartono
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40722

Abstract

Abstrak: Wilayah pesisir Kenjeran, Surabaya, menghadapi permasalahan limbah cangkang kerang dalam volume besar akibat tingginya produksi hasil laut, yang menimbulkan pencemaran lingkungan berupa bau menyengat, mengganggu estetika, serta minimnya pengetahuan masyarakat dalam mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi. Sebagai solusi, tim pengabdian Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) bersama Koperasi Mahasiswa PPNS menyelenggarakan workshop pembuatan roster (elemen bangunan berongga/ventilasi) berbahan dasar limbah cangkang kerang dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis masyarakat pesisir dalam mengolah limbah menjadi material konstruksi bernilai tambah sekaligus membuka potensi peluang usaha baru berbasis prinsip blue economy; kegiatan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi masalah dan mitra sasaran, penyusunan materi dan uji coba formulasi produk, pelatihan intensif satu hari yang memadukan teori dan praktik langsung (pembersihan, penghancuran, pencampuran, pencetakan, dan pengeringan cangkang kerang) bagi 10 peserta, dilanjutkan pendampingan produksi pasca-workshop, serta evaluasi pasca kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peserta workshop dapat produksi mandiri sebanyak 15 unit roster, serta antusiasme tinggi dan dukungan pemerintah kelurahan yang membuka potensi peluang keberlanjutan dan replikasi program di wilayah pesisir lain guna mendukung SDG 14 dan SDG 8.Kawasan pesisir Kenjeran, Surabaya menghadapi masalah serius berupa penumpukan limbah cangkang kerang yang mencapai satu truk per hari, disertai minimnya pengetahuan masyarakat dalam mengolah limbah tersebut menjadi produk bernilai ekonomi. Tujuan pengabdian ini adalah memberdayakan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan limbah cangkang kerang sebagai bahan baku roaster (ventilasi bangunan ramah lingkungan) guna mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan pendapatan. Metode yang digunakan adalah workshop intensif satu hari pada 22 Mei 2026, melibatkan 10 warga pesisir Kelurahan Kedung Cowek dan Kecamatan Bulak sebagai mitra, dengan pendampingan mahasiswa Koperasi Mahasiswa PPNS (Kopma Bahtera). Evaluasi dilakukan melalui survei pra dan pasca-workshop menggunakan skala Likert 1–5. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang potensi limbah cangkang kerang sebesar 119% (dari 2,1 menjadi 4,6), peningkatan keterampilan membuat roaster sebesar 79% (dari 3,4 menjadi 4,3), dan pemahaman konsep blue economy meningkat 144% (dari 1,8 menjadi 4,4). Selama sesi praktik, peserta berhasil memproduksi 15 unit roaster secara mandiri.Abstract: The coastal area of Kenjeran, Surabaya, faces the problem of large volumes of shellfish shell waste resulting from high marine product output, which causes environmental pollution in the form of pungent odors, aesthetic disturbance, and a lack of community knowledge in processing it into economically valuable products. As a solution, the community service team from Surabaya Shipbuilding State Polytechnic (PPNS) together with the PPNS Student Cooperative organized a workshop on producing roster (hollow building/ventilation elements) using shellfish shell waste as the main raw material, aiming to improve coastal communities' knowledge and technical skills in processing the waste into value-added construction material while opening up potential new business opportunities based on the blue economy principle. The activity was carried out through stages of problem and partner identification, material preparation and product formulation trials, an intensive one-day training combining theory and hands-on practice (cleaning, crushing, mixing, molding, and drying the shells) for 10 participants, followed by post-workshop production mentoring and post-activity evaluation. The results showed that workshop participants were able to independently produce 15 units of roster, along with high enthusiasm and support from the local government, opening up potential opportunities for sustainability and replication of the program in other coastal areas to support SDG 14 and SDG 8.The coastal area of Kenjeran, Surabaya faces a serious problem of shellfish waste accumulation reaching up to one truck per day, compounded by limited community knowledge in processing the waste into economically valuable products. This community service aimed to empower coastal communities by utilizing shellfish shell waste as the primary material for eco-friendly concrete roasters (building ventilation blocks), reducing environmental pollution while increasing household income. The method employed was a one-day intensive workshop on May 22, 2026, involving 10 coastal residents from Kedung Cowek Village and Bulak District as partners, assisted by students from PPNS Student Cooperative (Kopma Bahtera). Evaluation was conducted through pre- and post-workshop surveys using a 1–5 Likert scale. Results showed that knowledge of shellfish waste potential increased by 119% (from 2.1 to 4.6), roaster-making skills improved by 79% (from 3.4 to 4.3), and understanding of blue economy concepts rose by 144% (from 1.8 to 4.4). During the practical session, participants independently produced 15 roaster units.  
TRANSFORMASI DIGITAL MANAJEMEN ASET DAN PENDAMPINGAN PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI DENGAN PENDEKATAN EVALUASI EMPIRIS Fadhil Muhammad Akbar; Seno Adi Putra; Muhammad Amin Failasuf
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40363

Abstract

Abstrak: Tata kelola aset yang bergantung pada pencatatan manual pada divisi Layanan Komputer dan Alat (LKA) PT Kwarsa Hexagon, sebuah perusahaan jasa konsultan yang berlokasi di Bandung, memicu tingginya risiko galat data (human error) serta hilangnya visibilitas inventaris. Mitra sasaran kegiatan ini adalah empat orang staf pengelola divisi LKA selaku pengguna akhir sistem. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan hard skill staf mitra dalam mengoperasikan Sistem Informasi Manajemen Aset berbasis web, sekaligus menumbuhkan soft skill berupa kemandirian dan budaya kerja digital dalam mengelola administrasi aset. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu pra-kegiatan berupa penggalian dan validasi kebutuhan, pelaksanaan berupa pembangunan sistem dengan pendekatan hybrid (prototyping dan waterfall) yang dilanjutkan sosialisasi serta pendampingan simulasi langsung, dan evaluasi. Keberhasilan program sengaja tidak mengandalkan kuesioner atau uji statistik, melainkan diukur secara empiris melalui pemantauan rekam jejak (log) aktivitas basis data pasca-pelatihan selama tiga bulan operasional harian. Hasil pemantauan membuktikan tingkat adopsi sistem yang tinggi: tanpa intervensi teknis lanjutan, staf LKA berhasil mendigitalisasi 145 entri aset baru ke dalam sistem, dan keberlanjutan operasional divalidasi oleh 657 log pembaruan status inventaris. Peningkatan aktivitas digital ini mengonfirmasi lompatan keterampilan staf LKA dalam beralih dari budaya kerja manual menuju ekosistem pengarsipan yang efisien, transparan, dan real-time.Abstract: Asset management relying on manual recording at the Computer and Equipment Services (LKA) division of PT Kwarsa Hexagon, a consulting firm located in Bandung, triggers data entry errors and obscures inventory visibility. The target partners of this activity are four management staff of the LKA division as end-users of the system. This community service program aims to enhance the partner staff's hard skills in operating a web-based Asset Management Information System, while cultivating soft skills in the form of independence and a digital work culture in managing asset administration. The program was carried out in three stages: pre-activity requirement elicitation and validation, implementation involving system development with a hybrid approach (prototyping and waterfall) followed by socialization and hands-on simulation mentoring, and evaluation. Rather than relying on questionnaires or statistical tests, program success was evaluated empirically by analyzing database activity logs over three months of post-training daily operations. The results revealed a high system adoption rate: without continuous technical intervention, the LKA staff successfully digitized 145 new asset entries, while operational sustainability was validated by 657 status update logs. These empirical metrics confirm a significant leap in the staff's technical proficiency, shifting from paper-dependent routines toward an efficient, transparent, and real-time archiving ecosystem.