JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Articles
3,084 Documents
PEMBENTUKAN KARAKTER REMAJA PEDULI LINGKUNGAN MELALUI PROGRAM KURANGI SAMPAH SEKOLAH KITA
Yuni Susilowati;
Nurry Ayuningtyas Kusumastuti;
Nurul Fadhilah;
Siti Nurubaidilah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (464.245 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5329
Abstrak: Sampah masih menjadi masalah yang belum menemukan solusi terbaik, karena sampai saat ini perilaku kepedulian manusia terhadap sampah masih sangat rendah). Sampah juga merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit yang diakibatkan oleh tatanan PHBS yang rendah. Berangkat dari masalah tersebut penulis melihat salah satu program yang digagas Bappeda Kbupaten Tangerang dapat menjadi solusi masalah persampahan. Tujuan dilaksankannya pengabdian masyarakat ini adalah untuk melihat keefektifitasan program Kurassaki dalam membentuk karakter remaja yang peduli lingkungan. Metode pengabdian masyarakat ini dilakukakan menggunakan penyuluhan kesehatan mode daring. Mitra dalam kegiatan ini adalah Bappeda Kabupaten Tangerang dan SMAN 24 Kabupaten Tangerang dengan peserta sebanyak 300 orang. Evaluasi terhadap kegiatan ini dilihat dari questioner yang diberikan sbelum dan sesudah kegiatan ini dilaksanakan. Hasil dari kegiatan ini didapatkan terfapat peningkatan sebesar 50 % kepedulian remaja terhadap lingkungan pada ketegori baik dan peningkatan 10 % kepedulian remaja terhadap lingkungan. Berdarskan hasil uji statitik dengan uji Wilcoxon rank test didapatkan p value (0.000 < 0.05) yang artinya terdapat perbedaan kepedulian remaja terhadap lingkungan melalui program Kurassaki. Abstract: Garbage is still a problem that has not found the best solution, because until now the behavior of human concern for waste is still very low). Garbage is also one of the causes of disease caused by the low PHBS order. Departing from this problem, the author sees that one of the programs initiated by the Tangerang Regency Bappeda can be a solution to the solid waste problem. The purpose of this community service is to see the effectiveness of the Kurassaki program in shaping the character of teenagers who care about the environment. This community service method is carried out using online mode health counseling. Partners in this activity are Bappeda Tangerang Regency and SMAN 24 Tangerang Regency with 300 participants. Evaluation of this activity is seen from the questionnaires given before and after this activity is carried out. The results of this activity showed that there was an increase of 50% of youth's concern for the environment in the good category and an increase of 10% of youth's concern for the environment. Based on the results of the statistical test with the Wilcoxon rank test, a p value (0.000 < 0.05) was obtained, which means that there are differences in adolescent awareness of the environment through the Kurassaki program. Abstrak:Sampah masih menjadi masalah yang belum menemukan solusi terbaik, karena sampai saat ini perilaku kepedulian manusia terhadap sampah masih sangat rendah). Sampah juga merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit yang diakibatkan oleh tatanan PHBS yang rendah. Berangkat dari masalah tersebut penulis melihat salah satu program yang digagas Bappeda Kbupaten Tangerang dapat menjadi solusi masalah persampahan. Tujuan dilaksankannya pengabdian masyarakat ini adalah untuk melihat keefektifitasan program Kurassaki dalam membentuk karakter remaja yang peduli lingkungan. Metode pengabdian masyarakat ini dilakukakan menggunakan penyuluhan kesehatan mode daring. Mitra dalam kegiatan ini adalah Bappeda Kabupaten Tangerang dan SMAN 24 Kabupaten Tangerang dengan peserta sebanyak 300 orang. Evaluasi terhadap kegiatan ini dilihat dari questioner yang diberikan sbelum dan sesudah kegiatan ini dilaksanakan. Hasil dari kegiatan ini didapatkan terfapat peningkatan sebesar 50 % kepedulian remaja terhadap lingkungan pada ketegori baik dan peningkatan 10 % kepedulian remaja terhadap lingkungan. Berdarskan hasil uji statitik dengan uji Wilcoxon rank test didapatkan p value (0.000 < 0.05) yang artinya terdapat perbedaan kepedulian remaja terhadap lingkungan melalui program Kurassaki. Kata Kunci: PHBS; Kurassaki; Lingkungan; Peduli; RemajaAbstract: Garbage is still a problem that has not found the best solution, because until now the behavior of human concern for waste is still very low). Garbage is also one of the causes of disease caused by the low PHBS order. Departing from this problem, the author sees that one of the programs initiated by the Tangerang Regency Bappeda can be a solution to the solid waste problem. The purpose of this community service is to see the effectiveness of the Kurassaki program in shaping the character of teenagers who care about the environment. This community service method is carried out using online mode health counseling. Partners in this activity are Bappeda Tangerang Regency and SMAN 24 Tangerang Regency with 300 participants. Evaluation of this activity is seen from the questionnaires given before and after this activity is carried out. The results of this activity showed that there was an increase of 50% of youth's concern for the environment in the good category and an increase of 10% of youth's concern for the environment. Based on the results of the statistical test with the Wilcoxon rank test, a p value (0.000 < 0.05) was obtained, which means that there are differences in adolescent awareness of the environment through the Kurassaki program.Keywords: PHBS; Kurassaki; Environment; Care; Teenager
MAPPING AND CONSTRUCT BUMDES DI KABUPATEN SIMALUNGUN (NAGORI TOTAP MAJAWA, NAGORI MARUBUN JAYA, NAGORI PARBALOGAN)
Jehan Ridho Izharsyah;
Abrar Adhani;
Sigit Hardiyanto;
Faizal Hamzah Lubis
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (410.213 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5125
Abstrak: Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) menjadi salah satu aktifitas pembangunan dan sosial yang pada saat ini sangat menjadi tolok ukur dalam menjadikan desa yang tangguh dan mandiri. Hal inilah menjadi upaya yang dilakukan oleh seluruh desa di Indonesia terutama di Kabupaten Simalungun Propinsi Sumatera Utara. Tujuan kegiatan pengabdian ini pertama melakukan penguatan BUMDES melalui pemahaman terkait kebijakan pemerintah berupa regulasi; kedua, memetakan kawasan strategi dengan potensi wilayah yang akan dikembangkan dan membangun BUMDES dengan pendampingan desa mitra. Mitra yang terlibat dalam pengabdian ini yaitu nagori Totap Majawa, nagori Marubun Jaya dan Nagori Parbalogan. Metode pengabdian dengan sosialisasi serta Focus Group Diascussion (FGD). Hasil pengabdian yang dicapai mitra pengabdian memahami regulasi serta kebijakan yang telah ditentukan kemetrian melalui sosialisasi, kemudian mitra memiliki peta BUMDES tentang potensi lokal desa melalui FGD dan ditindaklanjuti melalui pendampingan mitra. Abstract: Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) are one of the development and social activities which are currently very benchmarks in making villages strong and independent. This is an effort made by all villages in Indonesia, especially in Simalungun Regency, North Sumatra Province. The purpose of this service activity is to first strengthen BUMDES through understanding related to government policies in the form of a second regulation, mapping strategic areas with potential areas to be developed and building BUMDES with partner village assistance. Partners involved in this service are Totap Majawa nagori, Marubun Jaya nagori and Parbalogan nagori. Service method with socialization and Focus Group Discussion (FGD). The results of the service achieved by the service partners understand the regulations and policies that have been determined by the ministry through socialization, then the partners have a BUMDES map about the local potential of the village through FGDs and follow up through partner assistance.
OPTIMALISASI PENGGUNAAN GOOGLE CLASSROOM PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI MASA PANDEMI COVID 19
Mira Marlina;
Beni Junedi;
Anton Nasrullah;
Helma Mustika4 Mustika
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 3 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (516.891 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v5i3.4985
Abstrak: Penyebaran Covid-19 menjadi ancaman di setiap sektor kehidupan baik sektor ekonomi, sosial maupun pendidikan. Pada sektor pendidikan mengakibatkan pembelajaran yang biasanya dilakukan secara tatap muka beralih menjadi tatap maya atau daring/pembelajaran jarak jauh. Beberapa sekolah sudah siap untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh/daring namun banyak juga sekolah belum siap untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh/daring disebabkan karena belum terbiasa dan belum mengenal penggunaan platform pembelajaran. Maka perlu adanya sosialisasi dan workshop terkait penggunaan platform pembelajaran jarak jauh salah satunya dengan penggunaan google classroom. Google classroom dipilih karena penggunaannya cukup efisien, praktis dan dapat digunakan dengan cepat dan mudah. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan secara daring dengan cara penyampain materi kemudian dilanjutkan dengan workshop. Peserta kegiatan berjumlah 89 orang yang diikuti oleh guru dari berbagai daerah di Indonesia. Berdasarkan hasil angket mengenai keterlaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat diperoleh hasil respon peserta sebesar 80,30% untuk indikator manfaat kegiatan, 80,11% untuk konten/isi, 78,41% untuk umpan balik dan 77,27% untuk indikator penyampaian materi. Hal ini menunjukkan pembelajaran melalui platform google classroom dapat membantu peserta untuk menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh, serta menjawab kesulitan yang dialami peserta dalam penggunaan google classroom. Abstract: The spread of Covid-19 is a threat in every sector of life, be it the economic, social and educational sectors. In the education sector, learning that is usually carried out face-to-face has switched to face-to-face or online / distance learning. Some schools are ready to implement distance / online learning, but many schools are not ready to implement distance / online learning because they are not familiar with and are not familiar with the use of learning platforms. So there is a need for socialization and workshops related to the use of distance learning platforms, one of which is the use of google classroom. Google classroom was chosen because it is quite efficient, practical and can be used quickly and easily. This method of community service activities is carried out online by delivering material then followed by workshops. The number of participants in the activity was 89 people followed by teachers from various regions in Indonesia. Based on the results of a questionnaire regarding the implementation of community service activities, the results of participant responses were 80.30% for indicators of activity benefits, 80.11% for content, 78.41% for feedback and 77.27% for indicators of material delivery. This shows that learning through the google classroom platform can help participants to implement a distance learning system, as well as answer the difficulties experienced by participants in using google classroom.
PENDAMPINGAN PEMBERANTASAN BUTA HURUF AL QURAN PADA ANAK MELALUI METODE IQRA
Rosyida Nurul Anwar;
Yuliana Yuliana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (344.14 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5289
Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pendampingan pemberantasan buta huruf al-Qur'an pada anak melalui metode iqra bertujuan untuk memberikan pembinaan dan pendampingan anak untuk dapat mengetahui huruf-huruf al Qur’an dan mampu membaca al-Qur’an dengan benar. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sidomulyo, Jawa Timur yang diikuti sebanyak 16 anak dari warga Desa tersebut. Metode pelaksanaan berupa sosialisasi, pembinaan, dan pendampingan. Evaluasi kegiatan dilakukan setiap dua pekan sekali melalui test baca Qur’an dengan Iqra. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan pemberantasan buta huruf al-Qur'an pada anak berjalan sesuai dengan yang direncanakan dan sesuai dengan harapan team pelaksana, seperti; Pertama, anak mampu mengetahui huruf-huruf yang terdapat dalam al-Qur’an dengan benar; Kedua, anak mampu membaca al-Qur’an dengan huruf-huruf yang bersambung; ketiga, bertambahnya kesadaran anak akan pentingnya membaca al-Qur’an. Kegiatan pengabdian ini dilakukan guna meningkatkan kualitas generasi muda di masa depan yang mencintai al-Qur’an serta memiliki akhlak yang Islami. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 13% anak telah masuk pada jilid 6 dan 13 % pada jilid 5. Sebanyak 19% pada jilid 4, sebanyak 31% pada jilid 3 serta sebanyak 25% jilid 2.Abstract: Community service activities in the form of assistance to eradicate illiteracy in the Qur'an in children through the Iqra method aim to provide guidance and assistance to children to be able to know the letters of the Qur'an and be able to read the Qur'an correctly. The implementation of community service activities is in Sidomulyo Village, East Java which 16 children from the village residents attended. The implementation method is in the form of socialization, coaching, and mentoring. Evaluation of activities is carried out every two weeks through a Qur'an reading test with Iqra. The results showed that the activities of assisting the eradication of illiteracy in the Qur'an in children went as planned and by the expectations of the implementing team, such as; First, the child can know the letters contained in the Qur'an correctly; Second, children can read the Qur'an in continuous letters; third, increasing children's awareness of the importance of reading the Qur'an. This service activity is carried out to improve the quality of future generations of young people who love the Qur'an and have Islamic character. The results show that 13% of children have entered volume 6 and 13% in volume 5. There are 19% in volume 4, as many as 31% in volume 3 and as many as 25% in volume 2.
PENGUATAN KEMAMPUAN KADER POSYANDU MELALUI EDUKASI DAN PENDAMPINGAN AKUNTANSI DI DESA MEKARWANGI PROVINSI BANTEN
Bahtiar Effendi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (690.56 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5088
Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan bagi Kader Posyandu Plamboyan I dan Plamboyan II, Desa Mekarwangi, Kabupaten Tangerang[L1] , dengan memberikan pemahaman memadai tentang praktik pembukuan (akuntansi) yang efektif dan pengenalan standar akuntansi keuangan organisasi nirlaba (PSAK 45). Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Posyandu Desa Mekarwangi dilakukan melalui tiga tahapan. Tahap pertama adalah edukasi dan pendampingan akuntansi Posyandu Rambutan dan Posyandu Nusa Indah (Semester Ganjil 2020-2021). Tahap kedua adalah edukasi dan pendampingan akuntansi Posyandu Plamboyan I dan Plamboyan II (Semester Genap 2020-2021). Tahap ketiga adalah edukasi dan pendampingan akuntansi Posyandu Nanas dan Manggis (Semester Ganjil 2021-2022). Pelaksanaan kegiatan PKM Tahap kedua pada semester Genap 2020-2021 telah selesai dilaksanakan. Berdasarkan kegiatan tersebut, Kader Posyandu Plamboyan I dan Posyandu Plamboyan II cukup terbantu dalam proses pembukuan yang selama ini dianggap sulit dikarenakan kompetensi pendidikan mereka yang mayoritas SD dan SMP sehingga kompetensinya perlu ditingkatkan kembali agar praktik pembukuan (akuntansi) Posyandu dapat berjalan secara efektif serta meningkatnya ketepatan waktu pelaporan pembukuan. Abstract: This community service activity aims to provide education and assistance for Cadre Posyandu Plamboyan I and Plamboyan II, Mekarwangi Village, Tangerang Regency, by providing an adequate understanding of effective bookkeeping (accounting) practices and the introduction of financial accounting standards for non-profit organizations (PSAK 45). The method of implementing community service at the Mekarwangi Village Posyandu is carried out through three stages. The first stage is education and accounting assistance for the Rambutan Posyandu and the Nusa Indah Posyandu (Odd Semester 2020-2021). The second stage is education and accounting assistance for Posyandu Plamboyan I and Plamboyan II (Even Semester 2020-2021). The third stage is education and accounting assistance for the Nanas and Manggis Posyandu (Odd Semester 2021-2022). The implementation of the second phase of community service activities in the even semester 2020-2021 has been completed. In these activities, the cadres of Posyandu Plamboyan I and Posyandu Plamboyan II were sufficient in the bookkeeping process which had been considered difficult because their most important competencies were elementary and junior high schools so that they needed to be improved again so that the Posyandu accounting (accounting) practice could run effectively and precisely. accounting reporting time. Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan bagi Kader Posyandu Plamboyan I dan Plamboyan II, Desa Mekarwangi, Kabupaten Tangerang[L1] , dengan memberikan pemahaman memadai tentang praktik pembukuan (akuntansi) yang efektif dan pengenalan standar akuntansi keuangan organisasi nirlaba (PSAK 45). Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Posyandu Desa Mekarwangi dilakukan melalui tiga tahapan. Tahap pertama adalah edukasi dan pendampingan akuntansi Posyandu Rambutan dan Posyandu Nusa Indah (Semester Ganjil 2020-2021). Tahap kedua adalah edukasi dan pendampingan akuntansi Posyandu Plamboyan I dan Plamboyan II (Semester Genap 2020-2021). Tahap ketiga adalah edukasi dan pendampingan akuntansi Posyandu Nanas dan Manggis (Semester Ganjil 2021-2022). Pelaksanaan kegiatan PKM Tahap kedua pada semester Genap 2020-2021 telah selesai dilaksanakan. Berdasarkan kegiatan tersebut, Kader Posyandu Plamboyan I dan Posyandu Plamboyan II cukup terbantu dalam proses pembukuan yang selama ini dianggap sulit dikarenakan kompetensi pendidikan mereka yang mayoritas SD dan SMP sehingga kompetensinya perlu ditingkatkan kembali agar praktik pembukuan (akuntansi) Posyandu dapat berjalan secara efektif serta meningkatnya ketepatan waktu pelaporan pembukuan. Abstract: This community service activity aims to provide education and assistance for Cadre Posyandu Plamboyan I and Plamboyan II, Mekarwangi Village, Tangerang Regency, by providing an adequate understanding of effective bookkeeping (accounting) practices and the introduction of financial accounting standards for non-profit organizations (PSAK 45). The method of implementing community service at the Mekarwangi Village Posyandu is carried out through three stages. The first stage is education and accounting assistance for the Rambutan Posyandu and the Nusa Indah Posyandu (Odd Semester 2020-2021). The second stage is education and accounting assistance for Posyandu Plamboyan I and Plamboyan II (Even Semester 2020-2021). The third stage is education and accounting assistance for the Nanas and Manggis Posyandu (Odd Semester 2021-2022). The implementation of the second phase of community service activities in the even semester 2020-2021 has been completed. In these activities, the cadres of Posyandu Plamboyan I and Posyandu Plamboyan II were sufficient in the bookkeeping process which had been considered difficult because their most important competencies were elementary and junior high schools so that they needed to be improved again so that the Posyandu accounting (accounting) practice could run effectively and precisely. accounting reporting time.
STRATEGI PEMASARAN DAN PROMOSI PRODUK UMKM 3D NGUDI REJEKI DI ERA PANDEMI COVID-19
Hanifah Rahmi Fajrin;
Putri Rachmawati;
Arlan Febriansyah Lagaendo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (504.73 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5252
Abstrak: Pemasaran dan penjualan produk secara online merupakan jalan keluar yang sangat solutif agar tidak terjadi kerugian pada pengusaha dan produk UMKM tetap menggeliat pada masa pandemi Covid-19 ini. UMKM 3D Ngudi Rejeki merupakan salah satu UMKM yang bergerak pada produksi makanan keripik pisang yang berlokasi di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Kurangnya daya beli masyarakat selama wabah ini mengakibatkan UMKM ini mengalami pelemahan income. Hal ini mendasari untuk dilakukannya program pengabdian masyarakat dengan memanfaatkan teknologi informasi agar pemasaran dan branding produk bisa dilakukan dengan bantuan platfrom online seperti e-commerce. Diharapkan dengan adanya program ini dapat membantu pemilik UMKM dalam meningkatkan animo masyarakat untuk membeli produk keripik pisang. Pengabdian masyarakat sudah dilaksanakan meliputi: pembuatan akun Instagram dan shopee, melakukan pengambilan foto produk untuk dishare di media sosial dan akun marketplace, mendesain ulang logo dan packaging serta membuatkan banner untuk promosi UMKM.Abstract: Marketing and selling products online is a very helpful solution so that there is no loss to entrepreneurs and MSME products are still stretched during this Covid-19 pandemic. 3D-Ngudi Rejeki is one of the MSMEs engaged in the production of Banana chips, located in Bantul Regency, Yogyakarta. The lack of people's purchasing the products during this outbreak resulted in these MSMEs experiencing a weakening of income. This is the basis for conducting community service programs by utilizing information technology so that product marketing and branding can be done with the help of online platforms such as e-commerce. It is hoped that this program can help MSME owners in increasing public interest in buying Banana chips. The community service has been implemented including creating Instagram and shopee accounts, taking product photos to share on social media and marketplace accounts, redesigning logos and packaging and making banners for MSME promotions.
PENDAMPINGAN MASYARAKAT MENGENAI DAMPAK HUKUM PENOLAKAN VAKSINASI DI MASA PANDEMI COVID-19
Rianda Dirkareshza;
Dwi Desi Yayi Tarina;
Kristina Simbolon;
Rosalia Dika Agustanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (352.912 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5320
Abstrak: Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, menegaskan bahwa pemerintah membutuhkan imunisasi dan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat, salah satu upaya yang dilakukan dengan pemberian vaksin. Terkait hal ini, orang menjadi takut dan bahkan menolak untuk divaksinasi. Dengan diselenggarakannya pendampingan ini akan meningkatkan kepedulian masyarakat untuk mengikuti vaksinasi yang diselenggarakan pemerintah. Adapun beberapa hoaks yang disebarkan adalah suntikan vaksin pada pria harus di penis, vaksin covid-19 dapat merekayasa genetika, mati, memusnahkan penduduk asli, mengandung sel vero dari monyet hijau Afrika dan hanya Indonesia yang memesan vaksin Covid-19. Sasaran kegiatan pelayanan ini adalah masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati, Kota Depok. Di mana sejumlah komunitas ini mulai terpengaruh oleh hoaks tentang negatifnya vaksin Covid-19 Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini merupakan kombinasi antara pendidikan masyarakat dan dialog. Hasil survei di Kelurahan Pangkalan Jati Bantuan Dampak UU Penolakan Vaksinasi selama Pandemi Covid 19 menunjukkan pemahaman peserta tentang dampak hukum penolakan vaksinasi menyentuh angka sempurna sebesar 100%. Serta survei lainnya menunjukkan bahwa kesediaan peserta untuk mengikuti vaksinasi adalah 92,3%. Abstract: Law of the Republic of Indonesia No. 36 of 2009 on Health, affirms that the government needs immunization and has an important role in maintaining public health, one of the efforts made by giving vaccines. In this regard, people become afraid and even refuse to be vaccinated. With the holding of this assistance will increase concern the community to follow vaccinations organized by the government. Some hoaxes spread are vaccine injections in men must be in the penis, the covid-19 vaccine can genetically engineer, die, exterminate the native population, contain vero cells from African green monkeys and only Indonesia orders the Covid-19 vaccine. The target of this service activity is the community of Pangkalan Jati Village, Depok City. Where a number of these communities began to be affected by hoaxes about the negative Covid-19 vaccine The method used in the implementation of community service is a combination of community education and dialogue. The results of the survey in Pangkalan Jati Village Helped The Impact of Vaccination Rejection Law during the Covid 19 Pandemic showed participants' understanding of the legal impact of vaccination rejection touched a perfect figure of 100%. As well as other surveys showed that the willingness of participants to take vaccinations was 92.3%.
PELATIHAN INOVASI PENGEMASAN MENGGUNAKAN KEMASAN ZIPLOCK UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS DAN NILAI JUAL RAMBAK CAKAR
Irvia Resti Puyanda;
Vivi Nuraini;
Metha Putri Agustyn Anggraini
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (517.407 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5112
Abstrak: Program pelatihan inovasi pengemasan menggunakan kemasan ziplock yang diadakan oleh tim pengabdian masyarakat Universitas Slamet Riyadi bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk dan sebagai upaya untuk meningkatkan nilai jual rambak cakar. Kegiatan ini bekerjasama dengan mitra industri rumah tangga Rambak Cakar Mantab Rasa yang berada di desa Buntalan, Klaten, Jawa Tengah. Peserta kegiatan pengabdian ini adalah pemilik dan semua karyawan terutama yang terlibat di proses produksi rambak cakar. Metode yang digunakan pada program pengabdian ini berupa sosialisasi secara daring berupa pemaparan inovasi pengemasan dan cara pengemasan yang baik menggunakan kemasan ziplock. Proses sosialisasi dilakukan dalam bentuk ceramah dan diskusi. Selanjutnya, dilakukan pelatihan cara pengemasan dengan menerapkan inovasi pengemasan menggunakan kemasan ziplock pada produk rambak cakar. Pada proses sosialisasi hasil yang didapatkan dari pengabdian ini adalah meningkatnya pemahaman karyawan dan pemilik industri rambak cakar tentang pentingnya inovasi pengemasan dan proses pengemasan yang benar menggunakan kemasan ziplock. Selain itu, didapatkan hasil bahwa terjadi peningkatan nilai jual dan permintaan pada rambak cakar dengan aplikasi kemasan ziplock. Abstract: The packaging innovation training program using ziplock packaging held by the Slamet Riyadi University community service team aims to improve the quality of product and to increase the sales of claw crackers. This activity collaborates with home industry partners Rambak Cakar Mantab Rasa in Buntalan village, Klaten, Central Java. The participants of this activity are the owners and all employees, especially those involved in the claw cracker production process. The method used in this service program is in the form of online socialization in the form of exposure to packaging innovations and suitable packaging methods using ziplock packaging. The socialization process is carried out in the form of lectures and discussions. Furthermore, packaging methods were carried out by implementing packaging innovations using ziplock packaging on claw cracker products. In the socialization process, the results obtained from this service are the increasing understanding of employees and owners of the claw cracker industry about the importance of packaging innovation and the correct packaging process using ziplock packaging. In addition, it was found that there was an increase in the selling value and demand for claw crackers with the application of ziplock packaging.
PELATIHAN TEKNIK MENGIKAT RUMPUT LAUT KEPADA PETANI RUMPUT LAUT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEBERHASILAN PROSES PEMBUDIDAYAAN RUMPUT LAUT
Paulus Edison Plaimo;
Imanuel Lamma Wabang
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (498.213 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5048
Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat pembudidaya rumput laut Desa Blang Merang terkait teknik mengikat bibit rumput laut, agar tidak terlepas ke lingkungan dan proses budidaya dapat berhasil. Tali pengikat yang tidak kuat atau mudah terkelupas dapat meninggalkan serpihan pada tallus rumput laut dan mengurangi kualitas rumput laut sebagai komoditi ekspor. Metode pelaksanaan kegiatan pelatihan dan penyuluhan meliputi; (1) tahap persiapan; (2) tahap penerapan; (3) tahap evaluasi (mengamati proses aplikasi dilokasi budidaya oleh masyarakat pembudidaya). Kegiatan pelatihan dan penyuluhan teknik mengikat bibit rumput laut, dikatakan berhasil oleh sebab adanya perubahan metode atau pola mengikat rumput laut oleh masyarakat pembudidaya. Hal ini tergambar dari kemampuan ketrampilan masyarakat pembudidaya rumput laut Desa Blang Merang yang sudah menerapkannya, seusai kegiatan pelatihan dan penyuluhan teknik mengikat bibit rumput laut dilaksanakan.Abstract: This community service activity (PkM) aims to improve the understanding of the seaweed farming community of Blang Merang Village related to seaweed seedling binding techniques, so that it does not escape to the environment and the cultivation process can be successful. Fastening straps that are not strong or easily chipped can leave flakes on seaweed tallus and reduce the quality of seaweed as an export commodity. Methods of implementation of training and counseling activities include; (1) the preparatory stage; (2) the implementation stage; (3) the evaluation stage (observing the application process at the location of cultivation by the cultivating community). Training activities and counseling techniques binding seaweed seedlings are said to be successful because of changes in methods or patterns of binding seaweed by the farming community. This is illustrated from the skills of the seaweed farming community of Blang Merang Village who have implemented it, after training activities and counseling techniques binding seaweed seedlings were implemented.
PELATIHAN PENYAJIAN PEMBELAJARAN DENGAN BERBASIS DARING BAGI GURU-GURU DI RA AL-FARIQ
Zulfi Azhar;
Jeperson Hutahaean;
Neni Mulyani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 3 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (411.382 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v5i3.5000
Abstrak: Para guru di Sekolah Taman Kanak Kanak RA Al-Fariq, Sei Silau Timur, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan merasakan keterbatasan informasi dalam aplikasi dan tidak tersedianya pula media pembelajaran dan kemampuan serta skill dalam membuat media pembelajaran. Akibatnya siswa merasa jenuh dan mengalami kesulitan dalam memahami materi yang diajarkan oleh guru dan tujuan pembelajaran tidak bisa tercapai sesuai dengan target pada kurikulum yang berlaku di sekolah tersebut. Dalam hal ini maka dilaksanakan pelatihan oleh tim kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh STMIK Royal Kisaran, yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan skill dalam membuat media pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa sehingga kemampuan para guru dalam pembuatan media pembelajaran menjadi meningkat. Metode yang dilaksanakan dengan praktek dan pendampingan berupa pengoperasionalisasian program google classroom sesuai dengan materi ajarnya masing-masing. Tahapan pelaksanaan yang dilakukan dengan melakukan tahapan awal dengan mengidentifikasi kondisi sekolah dan guru dalam menetapkan bentuk kegiatan yang akan dilakukan, pelaksanaan pelatihan dan pendampingan pemanfaatan google classroom dan evaluasi pencapaian dan manfaat pelatihan. Semua peserta dapat mengikuti kegiatan ini sampai selesai. Dari jumlah 25 peserta yang ikut yang mampu menyelesaikan sesuai dengan kriteria yang diharapkan dari kegiatan ini adalah 22 orang peserta dengan persentase keberhasilan sekitar 90%. Abstract: Teachers at RA Al-Fariq Kindergarten School, East Sei Silau, Buntu Pane District, Asahan District feel that there is limited information in the application and the unavailability of learning media and the ability and skills to make learning media. As a result, students feel bored and have difficulty understanding the material taught by the teacher and learning objectives cannot be achieved in accordance with the targets in the curriculum applicable at the school. In this case, training was carried out by the community service activity team by STMIK Royal Kisaran, which aims to provide understanding and skills in making learning media that can increase student motivation and learning achievement so that the ability of teachers in making learning media increases. The method is carried out with practice and assistance in the form of operationalizing the google classroom program in accordance with the respective teaching materials. The implementation stages are carried out by carrying out the initial stages by identifying the conditions of the school and teachers in determining the form of activities to be carried out, implementing training and mentoring the use of google classrooms and evaluating the achievements and benefits of training. All participants can follow this activity until it's finished. Of the 25 participants who took part who were able to complete according to the expected criteria of this activity were 22 participants with a success percentage of around 90%.