cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS ZERO WASTE SKALA RUMAH TANGGA SECARA MANDIRI Agus Supinganto; Abdul Haris; Kusniyati Utami; Aswati Aswati; Dian Soekmawaty Riezqy Ariendha; Syamsuriansyah Sadakah; Hardani Hardani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.645 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5092

Abstract

Abstrak: Sampah menjadi permasalahan utama di Indonesia, bahkan termasuk di Kota Mataram. Masih tingginya produksi sampah setiap hari yang dihasilkan oleh rumah tangga dan kurangnya armada pengangkut sampah serta peran masyarakat dalam pengelolaan sampah organik perlu ditingkatkan. Berdasarkan analisis situasi, permasalahan yang dihadapi mitra yaitu belum sepenuhnya masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan sampah organik, sehingga pengelolaan sampah organik belum maksimal. Pengabdian ini bertujuan untuk (1) Membekali pengetahuan masyarakat umumnya penerapan prinsip 3R (Refuse, Reduse, Recycle); (2) Memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai bahaya dari sampah; (3) Meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatan sampah organik berbasis Zero Waste. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu berupa penyuluhan dan pendampingan yang dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat dengan materi berupa (1) Pengenalan tentang pengelolaan sampah organik; (2) Pengenalan hasil pengelolaan sampah organik dengan 3R; (3) Pengenalan peralatan untuk pengolahan sampah dengan Prinsip 3R. Mitra pengabdian ini yaitu Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Jumlah peserta yang mengikuti penyuluhan dan pendampingan sebanyak 25 Kepala Keluarga dengan evaluasi berupa pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat telah mendapat pengetahuan dan wawasan tentang pengelolaan sampah organik sejumlah 44% dengan prinsip 3R yang dapat mengatasi masalah limbah rumah tangga dan mengubah limbah tersebut menjadi produk bernilai ekonomis. Sehinga secara luas dapat mengatasi masalah sampah di Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram Kota Mataram.Abstract:  Garbage is the main problem in Indonesia, even including in Mataram City. The high daily waste production produced by households and the lack of waste transport fleets and the role of the community in organic waste management need to be improved. Based on the analysis of the situation, the problem faced by partners is not yet fully the community has knowledge and skills in organic waste management, so organic waste management has not been maximized. This service aims to (1) Equip the knowledge of the public generally the application of the principle of 3R (Refuse, Reduse, Recycle); (2) Provide knowledge to the public about the dangers of waste; (3) Improving people's skills in utilizing Zero Waste-based organic waste. The method used in this service is in the form of counseling and mentoring conducted by the community service team with materials in the form of (1) Introduction to organic waste management; (2) Introduction of organic waste management results with 3R; (3) Introduction of equipment for waste processing with Principle 3R. This service partner is Pejanggik Village, Mataram District, Mataram City. The number of participants who participated in counseling and mentoring as many as 25 Family Heads with evaluation in the form of pre-test and post-test. The results showed that the community has gained knowledge and insight about organic waste management amounting to 44% with the principle of 3R that can overcome the problem of household waste and turn the waste into economically valuable products. Sehinga can broadly solve the problem of garbage in Pejanggik Village, Mataram District, Mataram City.
SOSIALISASI PROTOKOL KESEHATAN DI ERA NEW NORMAL PADA MASYARAKAT KELURAHAN MANGKUPALAS Aulia Suhesty; Miranti Rasyid; Heriyadi Heriyadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.943 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5054

Abstract

Abstrak: Pengabdian Masyarakat ini dilatar belakangi dengan kemunculan wabah COVID-19. Upaya meminimalisir penyebaran wabah meluas maka diperlukan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan merupakan salah satu peran masyarakat yang dapat dilakukan sampai pandemi berakhir. Diperlukan berbagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat agar dapat menerapkan protokol kesehatan di era New Normal. Pengabdian kepada Masyarakat bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat Kelurahan Mangkupalas menjalankan protokol kesehatan di Era New Normal. Metode; (1) tatap muka/tatap maya, (2) pertemuan perwakilan antara desa dengan tim pengabdian, (3) diskusi dengan tokoh masyarakat. Pengabdian masyarakat berbentuk pembuatan spanduk bertemakan pencegahan COVID-19, membagikan masker ke masyarakat Kelurahan Mangkupalas, membagikan selembaran New Normal Starter Pack Checker, dan video cara membuat desinfektan dirumah. Upaya-upaya tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Kelurahan Mangkupalas oleh protokol kesehatan era New Normal. Abstract: This Community Service is motivated by the emergence of the COVID-19 outbreak. Efforts to spread the spread widely require discipline in implementing health protocols, which is one of the roles of the community that can be carried out until the pandemic ends. Various efforts are needed to increase public awareness in order to implement health protocols in the New Normal era. Community Service aims to increase public awareness of Mangkupalas Village in carrying out health protocols in the New Normal Era. Method; (1) face-to-face/virtual face-to-face, (2) village representative meetings with the service team, (3) discussions with community leaders. Community service took the form of making banners with the theme of preventing COVID-19, distributing masks to the Mangkupalas Village community, distributing New Normal Starter Pack Checker leaflets, and videos on how to make disinfectant at home. These efforts can increase public awareness of Mangkupalas Village through the New Normal era health protocol. 
STRATEGI MENGHIDUPKAN MOTIVASI BELAJAR BAHASA INGGRIS ANAK (YOUNG LEARNERS) MELALUI LAGU DAN CERITA RAKYAT Dwita Laksmita Rachmawati; Dian Fadhilawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.398 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5256

Abstract

Abstrak: Kegiatan PKM ini bertujuan untuk menciptakan siswa yang kompeten dalam keterampilan bahasa Inggris melalui metode pengajaran yang menyenangkan di SDIT Bina Insan Cendekia, Pasuruan yang mana di kota tersebut terdapat tingkat pernikahan dini dan pengangguran yang tinggi. Diketahui dari hasil data yang didapatkan bahwa motivasi belajar masyarakat di daerah tersebut sangat rendah sehingga mengakibatkan dampak yang buruk bagi kesejahteraan penduduk di daerah tersebut. Maka dari itu, tim PKM merancang kegiatan PKM yaitu menggunakan lagu dan cerita rakyat untuk menghidupkan motivasi belajar Bahasa Inggris siswa-siswi usia dini menggunakan lagu-lagu populer dan cerita rakyat Indonesia yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan ditampilkan dalam pembelajaran Bahasa Inggris yang mewakili kearifan lokal Indonesia. Hasil pelatihan ini telah mampu meningkatkan Bahasa Inggris siswa dari 60 ke 81. Kegiatan PKM ini telah menguntungkan siswa karena mereka memiliki kesempatan untuk menyimak dan membawakan lagu dan cerita rakyat dalam bahasa Inggris serta memotivasi mereka untuk berlatih bahasa Inggris mereka lebih aktif dan sering. Selain itu, kegiatan PKM ini juga memberikan insight bagi guru untuk lebih mengeksplorasi dan mengimplementasikan metode pengajaran Bahasa Inggris yang menyenangkan bagi anak-anak sehingga terbangunlah motivasi dan semangat belajar generasi muda.  Abstract:  This PKM activity aims to create students’ English language skills through fun teaching methods at SDIT Bina Insan Cendekia, Pasuruan which is an area with high rates of early marriage and unemployment. It is known from the data obtained that the learning motivation of the people in the area is very low, resulting in a bad impact on the welfare of the population in the area. Therefore, the team designed PKM activities, namely using songs and folklore to revive the motivation to learn English for early childhood students using popular songs and Indonesian folk tales which were translated into English and displayed in English learning that represented local wisdom. This PKM activity can improve students' English competence from 60 to 81. This PKM activity has benefited the students because they had the opportunity to listen and perform song and folklore in English and motivated and promoted them to learn and improve their English skills more often. In addition, this activity also provides insight for teachers to further explore and implement fun English teaching methods for children so that motivation and enthusiasm for learning is built for the younger generation.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BERDASARKAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN-ENTITAS MIKRO KECIL MENENGAH BAGI PELAKU UMKM Maria Goreti Kentris Indarti; Jacobus Widiatmoko; Mulyo Budi Setiawan; Achmad Badjuri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 3 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.25 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i3.5013

Abstract

Abstrak: Kegiatan  pengabdian masyarakat ini bertujuan memberi pemahaman tentang arti penting laporan keuangan bagi pelaku UMKM pengrajin bambu di Jawa Tengah serta  memberi pelatihan dan pendampingan  agar mereka mampu menyusun laporan keuangan berdasarkan standar akuntansi yang berlaku, yaitu SAK EMKM dan mengimplementasikan dalam usaha mereka. Berdasarkan komunikasi awal dengan mitra, diperoleh informasi masalah yang dihadapi yaitu belum memahami arti penting dan manfaat laporan keuangan, belum menyusun laporan keuangan dengan benar, dan belum mampu menghitung laba rugi dan tidak mengetahui apakah proses produksi sudah dilakukan dengan efisien, sehingga tidak mengetahui perkembangan usaha mereka. Solusi yang ditawarkan adalah memberi pelatihan dan pendampingan dalam penyusunan laporan keuangan berdasar SAK EMKM. Metode pelaksanaan yang digunakan: ceramah untuk menyampaikan konsep materi, praktik menyelesaikan satu siklus akuntansi dalam bentuk kasus, dan melakukan pendampingan di lapangan. Hasil monitoring dan evaluasi  menunjukkan bahwa para peserta mampu menyerap lebih dari 70% materi pelatihan yang diberikan. Para peserta juga merasa puas dan memandang bahwa pelatihan SAK EMKM ini penting dan bermanfaat. Hasil pendampingan di lapangan menunjukkan bahwa 60% mitra sudah memiliki kemampuan untuk menyusun laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM dengan bimbingan tim pengabdian. Abstract:  This community service activity aims to provide an understanding of the importance of financial reports for bamboo craftsmen MSMEs in Central Java and provide training and assistance so that they are able to prepare financial reports based on applicable accounting standards, namely SAK EMKM and implement them in their business. Based on initial communication with partners, information on the problems faced were obtained, namely not understanding the importance and benefits of financial statements, not preparing financial reports correctly, and not being able to calculate profit and loss and not knowing whether the production process was carried out efficiently, so that they did not know business developments they. The solution offered was to provide training and assistance in preparing financial reports based on SAK EMKM. The implementation method used: lectures to convey material concepts, practice completing one accounting cycle in the form of cases, and providing assistance in the field. The results of monitoring and evaluation showed that the participants were able to absorb more than 70% of the training material provided. The participants were also satisfied and saw that the SAK EMKM training was important and useful. The results of assistance in the field show that partners already have the ability to prepare financial reports based on SAK EMKM with the guidance of a team of service team. 
PENINGKATAN PENGETAHUAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DAN ASI PERAH PADA IBU HAMIL DAN MENYUSUI MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN Ria Setia Sari; Gena Devitria; Gita Veronika Ginting
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.121 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5324

Abstract

Abstrak: Pemberian ASI pada Ibu Bekerja terhambat pada waktu menyusui karena intensitas pertemuan Ibu dan Bayi berkurang. Alternatif yang bisa ditempuh adalah pemberian ASI Perah. Tujuan Kegiatan: meningkatkan pengetahuan tentang Pemberian Asi Eksklusif Dan Asi Perah. Metode Kegiatan: melalui penyuluhan dengan Pertemuan via virtual dilakukan dengan metode ceramah. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan dengan menampilkan materi tentang ASI Eksklusif dan ASI Perah, melakukan sesi tanya jawab dan evalausi, kegiatan ini diikuti oleh 57 peserta diantaranya ibu rumah tangga, Bidan Desa, Mahasiswa. Hasil Kegiatan. Terdapat peningkatan pengetahuan, wawasan ibu terkait pemberian ASI Eksklusif dan ASI Perah. Abstract: Breastfeeding for working mothers is hampered during breastfeeding because the intensity of the meeting between mother and baby is reduced. An alternative that can be taken is giving expressed breast milk. Activity Objective: to increase knowledge about Exclusive Breastfeeding and Expressing Breastfeeding. Activity Method: through counseling with virtual meetings carried out with the lecture method. This outreach activity was carried out by presenting material on Exclusive Breastfeeding and Expressing Breastfeeding, conducting a question and answer session and evaluation, this activity was attended by 57 participants including housewives, village midwives, students. Activity Results. There is an increase in knowledge and insight of mothers related to exclusive breastfeeding and expressed breast milk by the time the evaluation was carried out with the interview method.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER POSYANDU DALAM MENCEGAH STUNTING MELALUI EDUKASI BERBASIS MEDIA PADA MASA PANDEMI COVID-19 Agung Sutriyawan; Cici Valiani; Madinatul Munawaroh; Amida S Sarbini; Entris Sutrisno
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.039 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5117

Abstract

Abstrak: Stunting masih menjadi masalah utama pada balita, Provinsi Jawa barat termasuk salah satu Provinsi dengan prevalensi stunting diatas nasional yaitu sebesar 31,1%. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatan pengetahuan kader posyandu dalam mencegah stunting melalui edukasi berbasis media pada masa pandemi COVID-19. Metode kegiatan dilakukan dengan beberapa metode yaitu Intervensi peningkatan pengetahuan dan perbaikan sikap kader posyandu dalam kegiatan ini dilakukan melalui edukasi berbasis media yang dilakukan tiga kali secara bertahap.  Pelaksanaan PKM melalui kegiatan: penyuluhan tentang stunting dan cara pencegahannya. Kader yang ikut serta dalam kegiatan ini sebanyak 18 kader posyandu. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji paired t-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa semua kader posyandu sangat antusias dalam mengikuti rangkaian kegiatan. Terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan kader sebesar 8,7 dan terdapat peningkatan rata-rata skor sikap sebesar 14,0 setelah diberikan pendidikan kesehatan dalam mencegah stunting melalui edukasi berbasis media pada masa pandemi COVID-19.Abstract:  Stunting is still the main problem in toddlers, west Java province is one of the provinces with the prevalence of stunting above the national of 31.1%. This Community Service Activity aims to increase the knowledge of posyandu cadres in preventing stunting through media-based education during the COVID-19 pandemic. The method of activity is carried out by several methods, namely intervention to increase knowledge and improve the attitude of posyandu cadres in this activity through media-based education conducted three times in stages.  Implementation of through activities: counseling on stunting and how to prevent it. Cadres who participated in this activity as many as 18 posyandu cadres. The data were analyzed using univariate analysis with frequency distribution and bivariate using paired t-test. The results showed that all posyandu cadres were very enthusiastic in participating in the series of activities. There was an average increase in cadre knowledge score of 8.7 and there was an average increase in attitude score of 14.0 after being given health education in preventing stunting through media-based education during the COVID-19 pandemic.
PEMBENTUKAN KELOMPOK CERDAS KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN MENGETAHUI PERAN PEMERIKSAAN RADIOLOGI BAGI SKRINING PENYAKIT REPRODUKSI Ana Majdawati; Ivanna Beru Brahmana; Inayati Inayati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.616 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5282

Abstract

Abstrak: Permasalahan reproduksi wanita banyak dikeluhkan, diantaranya keputihan, masalah menstruasi, nyeri pelvis, benjolan pada organ reproduksi, keluarga berencana, infertilitas, masalahan menopause. Pengetahuan peran radiologi sebagai penunjang diagnostik, alat skrining kasus reproduksi masih terbatas di kalangan ibu-ibu dan remaja putri. Banyak wanita dengan keluhan organ reproduksi yang tidak melanjutkan pemeriksaan radiologi. Hal ini menyebabkan penyakit semakin berat, meningatkan morbiditas dan mortalitas. Tujuan pengabdian masyarakat ini membentuk kelompok kesehatan reproduksi (kespro) ceria dari ibu-ibu dan Remaja Aisyiyah di Wilayah Bareng Lor, Klaten, Jawa Tengah. Upaya peningkatan pengetahuan peran pemeriksaan radiologi untuk skrining dan diagnosis kasus kespro wanita menggunakan metode: sosialisasi masalah terkait organ kespro wanita, ceramah, brain storming, pembentukan kelompok kespro ceria, pelatihan pengisian checklist skrining faktor risiko untuk indikasi pemeriksaan radiologi. Hasil pengabdian masyarakan ini terbentuknya kelompok wanita kespro Ceria yang akan melakukan tindak lanjut skrining wanita yang memiliki faktor risiko gangguan organ reproduksi dengan lembar checklist. Penilaian peserta berasal nilai pretest dan post-test, yaitu minimal nilai post-test 70 dan menunjukkan peningkatan  Abstract: Many women complain about reproductive problems, including vaginal discharge, menstrual problems, pelvic pain, lumps in the reproductive organs, family planning, infertility, menopause problems. Knowledge of the role of radiology as a diagnostic support, reproductive case screening tool is still limited among mothers and young women. Many women with complaints of reproductive organs do not continue radiological examinations. This causes the disease to become more severe, increasing morbidity and mortality. The purpose of this community service is to form a cheerful reproductive health group (Kespro) from Aisyiyah's mothers and Adolescents in the Bareng Lor Region, Klaten, Central Java. Efforts to increase knowledge of the role of radiology examination for screening and diagnosis of women's reproductive health cases use the following methods: socialization of problems related to women's reproductive health organs, lectures, brain storming, formation of cheerful health care groups, training in filling out risk factor screening checklists for radiological indications. The result of this community service is the formation of a group of Ceria health care women who will follow up on screening women who have risk factors for reproductive organ disorders with a checklist sheet. Participant's assessment comes from the pretest and post-test scores, which is a minimum post-test score of 70 and shows an increaseKeywords: 
PENGUATAN MANAJEMEN USAHA TANI KAKAO PADA KELOMPOK TANI MOKO MODHE DESA ONDOREA BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Reyna Virginia Nona; Philipus Nerius Supardi; Paulinus Seda; Murdaningsih Murdaningsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.47 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5082

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama mitra adalah petani belum memahami pentingnya manajemen dan kreativitas dalam kegiatan usahatani dan cara menumbuhkannya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani terhadap manajemen usahatani dan menumbuhkan kreativitas dalam kegiatan usahatani, serta menyusun rencana anggaran pembiayaan dan pendapatan dalam usahatani kakao. Mitra PkM adalah Kelompok Tani Moko Modhe yang berjumlah 19 orang. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pelatihan. Evaluasi dilakukan melalui test awal dan test akhir untuk melihat kemampuan dasar peserta dan gambaran daya serap peserta. Kegiatan ini berkontribusi pada meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani tentang manajemen usahatani kakao, pentingnya kreativitas dalam kegiatan usahatani serta pengetahuan dan keterampilan dalam menyususn anggaran pembiayaan dan pendapatan dalam usahatani kakao. Hal ini diketahui dari meningkatnya nilai persentase kemampuan dasar peserta sebesar 13%. Dengan demikian PkM yang dilaksanakan telah berdampak positif pada meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani sehingga mewujudkan masyarakat sejahtera dan terwujudnya visi Pemerintahan Desa Ondorea Barat. Abstract: The main problem with partners is that farmers do not understand the importance of management and creativity in farming activities and how to grow them. This activity aims to improve the knowledge and skills of farmers on farm management and foster creativity in farming activities, as well as to prepare a budget plan for financing and income in cocoa farming. PkM partners are the Moko Modhe Farmers Group, which consists of 19 people. The method used is counseling and training. Evaluation is carried out through a preliminary test and a final test to see the basic abilities of the participants and an overview of the absorption capacity of the participants. This activity contributes to increasing farmers' knowledge and skills about cocoa farming management, the importance of creativity in farming activities as well as knowledge and skills in preparing budgets for financing and income in cocoa farming. This is known from the increase in the percentage value of the basic ability of participants by 13%. Thus the PkM implemented has had a positive impact on increasing the knowledge and skills of farmers so as to create a prosperous society and the realization of the vision of the West Ondorea Village Government.
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU SMA ISLAM AS-SYAFIÍYAH DALAM MEMBUAT E-BOOK MATA PELAJARAN FISIKA Liszulfah Roza; Salsa Ariani Rodhiah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 3 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.604 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i3.5004

Abstract

Abstrak: Berdasarkan hasil analisis kebutuhan di SMA Islam As-Syafi’iyah 01 diketahui bahwa pendidik di sekolah tersebut belum ada yang dapat membuat e-book secara mandiri maupun menggunakannya sebagai media menarik lainnya dalam kegiatan belajar mengajar. Para guru masih menggunakan sumber bahan ajar dari buku teks konvensional. Padahal pada masa sekarang ini, teknologi semakin berkembang pesat sehingga sangat memungkinkan untuk dimanfaatkan pada bidang pendidikan. Oleh karena itu, perlu untuk membentuk, membina dan melaksanakan pendampingan kepada guru-guru di sekolah untuk meningkatkan kualitas dalam menunjang proses pembelajaran. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mengajarkan dan melatih para guru-guru secara langsung tahapan demi tahapan dalam membuat sebuah e-book sehingga dapat digunakan sebagai sumber bahan ajar yang menarik dalam proses pembelajaran. Materi kegiatan disampaikan dengan metode ceramah yang kemudian di barengi dengan demonstrasi langsung bagaimana proses pembuatan e-book tersebut sehingga pada akhir kegiatan para peserta juga diberikan pendampingan dalam kegiatan Latihan.  Pada akhir kegiatan dilakukan evaluasi dari semua aspek termasuk tingkat kepuasan peserta selama kegiatan berlangsung. Dengan adanya pelatihan ini, seluruh pendidik diajarkan mengenai cara pembuatan ebook, sehingga nantinya bisa diaplikasikan sendiri dan bisa digunakan sebagai media pembelajaran ketika mengajar. Berdasarkan analisis angket didapatkan bahwa 27.80% peserta sudah pernah menggunakan e-book sebagai media pembelajaran. Sedangkan 72.20% peserta belum pernah menggunakan ebook sebagai media pembelajaran. Kegiatan ini terlihat mampu menambah wawasan serta memotivasi pendidik untuk berinovasi dalam mengembangkan media pembelajaran dengan menyajikan materi secara lebih variative lagi menggunakan media e-book. Abstract:  Based on needs analysis results at SMA Islam As-Syafi'iyah 01, it was known that the educators in the school not been able to make e-books independently or used that media in teaching and learning activities. Teachers still used teaching materials from conventional textbooks. In fact, technology is growing rapidly so that it is very possible to use this media in the teaching process in education program. Therefore, it is necessary to form, build and implement assistance to teachers in schools to improve the quality in supporting the learning process. The purpose of this community service is to teach and train teachers directly step by step in making an e-book so it can be used as a source of interesting teaching materials in the learning process. The activity material was delivered by lecture method which was then accompanied by a direct demonstration of how the e-book making process was so that at the end of the activity the participants were also given assistance in the training activities. At the end of the activity, an evaluation of all aspects was conducted, including the level of satisfaction of the participants during the activity. With this training, all educators are taught how to make an e-book, so that it can be applied on its own and can be used as a learning medium when teaching. Based on the analysis of the questionnaire, it was found that 27.80% of the participants had used e-books as a learning medium. While 72.20% of participants have never used an e-book as a learning medium. This activity is seen to be able to add insight and motivate educators to innovate in developing learning media by presenting material in a more varied way using e-book media.
EDUKASI ISI PIRINGKU KEPADA GURU DAN ORANGTUA UNTUK MENINGKATKAN KERAGAMAN MAKANAN DARI ASPEK SAYUR DAN BUAH PADA SISWA SD DI JAKARTA Anna Fitriani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.357 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5315

Abstract

Abstrak: Rendahnya keragaman makanan pada anak sekolah di perkotaan, terutama dari aspek sayur dan buah berhubungan dengan 2 masalah gizi sekaligus, yakni overnutrition (kegemukan, obesitas) dan undernutrition (defisiensi zat gizi mikro, anemia). Hubungan antara rendahnya keragaman makan dengan kegemukan dan defisiensi zat gizi mikro ini disebabkan kurangnya keragaman makanan dari aspek sayur dan buah yang merupakan sumber serat dan zat gizi mikro. Salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya keragaman makan dari sayur dan buah pada anak sekolah adalah peran guru dan orangtua, di mana rendahnya pengetahuan orangtua terkait pentingnya keragaman makanan menjadi faktor penting yang melatarbelakangi hal ini. Berbagai upaya edukasi “Isi Piringku” kepada guru dan orangtua di beberapa daerah terbukti mampu meningkatkan sikap dan perilaku orangtua terkait keragaman makan anak. Namun, edukasi yang diberikan terbatas pada bidang gizi, belum menegaskan situasi terkini kesehatan anak sekolah di perkotaan dan belum mengintegrasikan sisi parenting (konsultasi pendidikan bagi anak sekolah dasar). Oleh karena itu, dilaksanakanlah Program Kemitraan Masyarakat ini dengan metode edukasi “Isi Piringku” kepada guru dan orangtua siswa dengan paparan materi video dan booklet. Tujuan kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan guru dan orangtua. Hasil edukasi menunjukkan adanya peningkatan rerata skor pengetahuan dari 49,57 ± 11,29 menjadi 72,34 ± 10,36 (p value=0,000). Abstract: The low diversity of eating among school children in urban areas, especially from the aspect of vegetables and fruit, is associated with two nutritional problems, they areovernutrition (overweight, obesity) and undernutrition (micronutrient deficiency, anemia). The relationship between low dietary diversity and obesity and micronutrient deficiencies is due to the lack of diversity in eating from the aspect of vegetables and fruits which are sources of fiber and micronutrients. One of the factors that influence the low diversity of eating vegetables and fruit in school children is the role of teachers and parents, where the low knowledge of them regarding the importance of food diversity is an important factor behind this. Various efforts to educate teachers and parents about "The Contain of My Plate" in several areas have been proven to be able to improve parents' attitudes and behavior regarding the diversity of children's eating. However, the education provided is limited to nutrition, has not confirmed the current situation of school children's health in urban areas and has not integrated the parenting side (educational consultation for elementary school children). Therefore, this Community Partnership Program was implemented with the "Fill My Plate" education method for teachers and parents using educational video and booklet. The purpose of this activity is to increase the subjetct’s knowledge. The results showed that there was a significant increase of average score of knowledge from 49,57 ± 11,29 to 72,34 ± 10,36 (p value=0,000). The outputs of this PKM include educational video media, booklets, mass media publications, publications of nationally accredited journals and publications on the YouTube channel of the Uhamka Nutrition Studies Program.

Page 43 of 309 | Total Record : 3084