cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DALAM PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK UNTUK PRODUKTIVITAS TANAMAN Yudhy H. Bertham; Bambang Gonggo M.; Kartika Utami
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.595 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9322

Abstract

Abstrak: Pemupukan merupakan salah satu usaha penting untuk meningkatkan produksi pertanian yang sudah sejak lama dilakukan oleh para petani. Pemupukan bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman secara maksimal. Namun, penggunaan pupuk yang tidak tepat seringkali menimbulkan kerusakan lingkungan dan penurunan produktivitas tanaman. Pupuk anorganik memiliki kandungan hara yang cukup namun menimbulkan permasalahan lingkungan dan meningkatkan biaya produksi, sementara itu pupuk organik memberikan perbaikan kualitas fisik dan kimia tanah namun membutuhkan jumlah besar dalam penggunaannya. Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan pada masyarakat khususnya kepada kelompok Tani di Desa Mojorejo, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu dalam memberikan pupuk organik dan anorganik untuk meningkatkan produktivitas tanaman pangan. Metode pelaksanaan kegiatan ini dibagi empat tahap yaitu: (1) persiapan berupa koordinasi tim pengabdian dengan mitra; (2) pelaksanaan berupa presentasi pemaparan teori, demonstrasi, dan diskusi; (3) pemberian pre-test dan post-test sebagai bentuk evaluasi; dan (4) pengolahan data dan analisa hasil evaluasi menggunakan rumus deskriptif persentase (kuantitatif). Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa kegiatan ini meningkatkan wawasan dan pengetahuan serta ketertarikan masyarakat untuk kegiatan lanjutan berkaitan pemupukan organik dan anorganik sebesar 91.30% dan kategori baik sekali.Abstract: Fertilization is one of the important to increase agriculture production that have been done a long time by farmers. The fertilization aimed to optimalization productivity and growth of plant maximally. However, inappropriate use of fertilizer often caused environtmental damage and decrease crop productivity. The anorganic fertilizer have sufficient nutrient content however caused environtment degraded and increase production cost. Meanwhile, the organic fertilizer offered improvement soil physics and chemical quality but required large amount in use. The aimed of this social activity is to increase community knowledge and insight especially for farmers in Mojorejo Village, Rejang Lebong District, Bengkulu on organic and anorganic fertilization for increasing plant productivity. The implementing method was divided into four stages namely (1) preparation such as the team and the community partner coordination; (2) implementation such as theory debriefing, demonstration, and discussion; (3) implementation pre-test and post-test as evaluation; and (4) data processing and anlysis used the percentage descriptive formula (quantitive). The data processing results show that this activity can increase people`s knowledge and awareness regarding organic and anorganic fertilization and interesting for next session around 91.30%.
SOSIALISASI EDUKASI PENTINGNYA AKTIFITAS FISIK PADA LANSIA DI MASA PANDEMI COVID Ezalina Ezalina; Eka Malfasari; Rina Herniyanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.46 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.8864

Abstract

Abstrak: Lansia merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan akibat perubahan fisiologis dan psikologis. Walaupun jumlah kasus Corona saat ini telah menurun namun melakukan aktifitas fisik dan olahraga secara teratur di masa pandemi Covid-19 dapat menjaga kebugaran tubuh dan meningkatkan imunitas sehingga lansia terhindar dari virus Corona. Lansia harus selalu diberdayakan sehingga tetap sehat, aktif, dan produktif. Tujuan dilaksanakan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang pentingnya aktifitas fisik di masa pandemi Covid-19. Kegiatan dilaksanakan di rumah ketua kader lansia dengan metode pendidikan kesehatan. Mitra dalam kegiatan ini adalah ibu ibu yang berada di Posyandu lansia RW 03 Kelurahan Simpang baru Panam Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru dengan jumlah 15 orang. Kegiatan diawali dengan pemberian masker dan pengukuran tekanan darah.Kegiatan inti edukasi diawali dengan apersepsi tentang aktifitas fisik yang dilakukan lansia dan diakhiri dengan diskusi atau tanya jawab. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui tanya jawab terhadap materi yang telah disampaikan. Hasil akhir kegiatan adalah terjadi peningkatan pengetahuan lansia dari 55% menjadi 95% yang terlihat dari adanya antusias lansia saat mendengarkan materi, dan keinginan untuk menerapkan perilaku sehat dengan selalu melakukan aktifitas fisik secara teratur.Abstrak: The elderly are a group that is vulnerable to various health problems due to their physiological and psychological changes. Although the number of corona virus cases has now decreased, doing physical activities and exercising regularly during the Covid-19 pandemic can maintain body fitness and increase immunity so that they are protected from corona virus. The elderly must always be empowered to remain healthy, active, and productive. This community service aims to increase the elderly knowledge about the importance of physical activity during the Covid-19 pandemic. There were 15 women in elderly health center RW 03 Simpang Baru Panam Tampan Subdistrict Pekanbaru city who became the partners in this program. The program was done at the house of the elderly cadre using a health education method. It began with giving masks to the elderly and measuring their blood pressure. The main activity began with apperception about physical activities done by the elderly and ended with a discussion or question and answer session. The evaluation of this program was done by giving questions related to the topics given. The result of the program was an increase of elderly knowledge from 55% to 95% which can be seen from their enthusiasm when listening to explanation, and their desire to implement healthy behaviour by regularly doing physical activity.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI SOSIALISASI LITERASI DIGITAL DI SEKOLAH DASAR Dessy Dwitalia Sari; Tika Puspita Widya Rini
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.175 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9597

Abstract

Abstrak: Kompetensi guru era digital perlu ditingkatkan. Masa pandemi Covid-19, hampir semua pembelajaran dilaksanakan secara daring (online). Pemahaman guru menggunakan perangkat teknologi harus selalu diperbaharui. Kenyataannya banyak guru yang belum menguasai dengan baik mengenai aplikasi penunjang pembelajaran daring. Hal ini mengakibatkan tujuan pembelajaran tidak tercapai secara maksimal. Kegiatan sosialisasi dilakukan pada guru SDN Seberang Masjid 5 Banjarmasin yang berjumlah 14 orang. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah membekali guru agar terampil dalam menggunakan teknologi dan berliterasi digital. Kegiatan pengabdian masyarakat berfokus pada pemahaman guru tentang literasi digital dan implementasi literasi digital. Sosialisasi dilakukan dengan ceramah, diskusi, dan pengenalan berbagai aplikasi penunjang pembelajaran daring dan aplikasi bacaan digital yang dapat diakses bebas oleh guru maupun peserta didik selama pembelajaran daring (online). Berdasarkan kegiatan sosialisasi yang telah dilakukan, diperoleh hasil kompetensi pedagogik guru meningkat. Berdasarkan hasil angket diperoleh presentase 100% guru mampu menggunakan aplikasi digital dan 90% guru mampu mengaitkan dalam proses pembelajaran.Abstract: The competence of digital era teachers needs to be improved. During the Covid-19 pandemic, almost all learning is carried out online. Teachers' understanding of using technology tools must continually be updated. Many teachers do not have a good understanding of online learning support applications. This resulted in the learning objectives were not achieved optimally. The socialization activity was carried out on 14 teachers at SDN Seberang Masjid 5 Banjarmasin. The purpose of this community service activity is to equip teachers to be skilled in using technology and digital literacy. Community service activities focus on teachers' understanding of digital literacy and the implementation of digital literacy. The socialization was carried out through lectures, discussions, and the introduction of various online learning support applications and digital reading applications that teachers and students could freely access during online learning. Based on the socialization activities that have been carried out, the teacher's pedagogic competence results have increased. Based on the observations, it was obtained that 100% of teachers were able to use digital applications and 90% of teachers were able to relate them to the learning process.
PENERAPAN APLIKASI YOGA SERTA PEMBERIAN PIL CANTIK DAN SUSU KEDELAI PADA REMAJA PUTRI Falniyanti Hamzah; Farida Farida; Ria Kamelia Olii; Nopi Fujiastuty R. Daud; Eka Pratiwi Teha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.654 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9525

Abstract

Abstrak: Kesehatan reproduksi merupakan suatu hal yang penting bagi remaja putri. Selama usia reproduksi perempuan mengalami menstruasi secara berkala. Keluhan yang sering muncul pada sebagian besar wanita yaitu dismenore. Salah satu faktor yang menyebabkan dismenore adalah anemia atau kadar Hb <12 gr/dl. tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk memberikan edukasi dan demonstrasi pada remaja putri terkait pencegahan anemia dan dismenore agar menciptakan remaja yang produktif dengan cara pemberian pil cantik dan susu kedelai serta pelaksanaan yoga. Tahapan kegiatan yaitu: (1) menentukan waktu pelaksanaan dan mengumpulkan sasaran sebanyak 36 remaja putri melalui kader; (2) melakukan pemeriksaan hb; (3) melakukan pre-test; (4) memberikan edukasi; (5) melakukan post-test; (6) pelaksanaan yoga; dan (7) pemberian pil cantik dan susu kedelai. Hasil pre-test didapatkan 34 dari 36 remaja memiliki pengetahuan yang baik (94,4%). Setelah diberikan edukasi didapatkan hasil dari post-test sebanyak 36 remaja memiliki pengetahuan yang baik. Hasil pemeriksaan Hb sebelum diberikan pil cantik dan susu kedelai yaitu 27 orang kategori normal, 2 orang anemia ringan, 6 orang anemia sedang, dan 1 orang anemia berat. Setelah diberikan pil cantik dan susu kedelai hasil pemeriksaan hb yaitu 29 orang orang kategori normal, 6 orang anemia ringan, 1 orang anemia sedang. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi dapat meningkatkan tingkat pengetahuan remaja dan pemberian pil cantik dan susu kedelai signifikan untuk menurunkan anemia.Abstract: Reproductive health is important for young women. During reproductive age women periodically have menstruation. A complaint that often appears in most women is dysmenorrhea. One of the factors that cause dysmenorrhea is anemia or Hb levels <12 gr/dl. The purpose of this community service is to provide education and demonstrations to young women related to the prevention of anemia and dysmenorrhea in order to create productive adolescents by giving beautiful pills and soy milk as well as the implementation of yoga. The stages of the activity are: (1) determining the timing of implementation and collecting targets for 36 young women through cadres; (2) conducting hb checks; (3) pre-test; (4) providing education; (5) conduct a post-test; (6) the implementation of yoga; and (7) the administration of beautiful pills and soy milk. The Pre-test results obtained 34 out of 36 adolescents have good knowledge (94.4%). After being given education, the results of the post-test were obtained as many as 36 adolescents had good knowledge. The results of the Hb examination before being given beautiful pills and soy milk were 27 people in the normal category, 2 people with mild anemia, 6 people with moderate anemia, and 1 person with severe anemia. After being given beautiful pills and soy milk, the results of the hb examination were 29 people in the normal category, 6 people with mild anemia, 1 person with moderate anemia. From this, it can be concluded that providing education can increase the level of knowledge of adolescents and the provision of beautiful pills and soy milk is significant to reduce anemia.
PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG STUNTING YANG MENYEBABKAN GIZI KURANG PADA ANAK Nada Salsabila; Najwa Laela Sopyan; Putri Suryaning Tias; Dwi Setiowati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.93 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9152

Abstract

Abstrak: Masalah stunting di Indonesia adalah salah satu ancaman yang serius dan memerlukan penanganan yang tepat. Para pemerintah sudah menanggulangi terjadinya stunting pada balita di Indonesia dengan menargetkan Program Penurunan Stunting menjadi 14% pada tahun 2024 mendatang (Ramadani & Oktavia, 2021). Tujuan pengabdian yang dilakukan yaitu memberikan edukasi kepada orang tua yang memiliki balita terkait gizi dan stunting. Metode pelaksanaan dilakukan dengan kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan secara online bertujuan untuk mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah dan melibatkan masyarakat Kelurahan Cipinang, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur sebanyak 30 orang. Berdasarkan hasil jawaban peserta webinar, pada hasil pre-test yang diberikan kepada peserta tercatat 56,7% yang mengetahui stunting, 20% yang tidak mengetahui stunting, dan 23,3% yang mungkin menegtahui stunting. Sedangkan pada hasil post-test, tercatat 76,9% yang sudah mengetahui stunting, 3,8% yang belum mengetahui stunting, dan 19,2% yang mungkin mengetahui stunting.Abstract: The problem of stunting in Indonesia is a severe threat and requires proper handling. Governments have tackled stunting in children under five in Indonesia by targeting the Stunting Reduction Program to 14% by 2024 (Ramadani & Oktavia, 2021). The purpose of the service is to provide education to parents who have toddlers related to nutrition and stunting. The implementation method is carried out with outreach activities carried out online to comply with health protocols from the government and involves 30 people from Cipinang Village, Pulogadung District, East Jakarta. Based on the results of the answers from the webinar participants, the pre-test results given to participants recorded 56.7% who knew about stunting, 20% who did not know about stunting, and 23.3% who might know stunting. Meanwhile, in the post-test results, 76.9% already knew about stunting, 3.8% did not know about stunting, and 19.2% probably knew about stunting.
PENINGKATAN PEMASARAN PRODUK KELOMPOK WANITA TANI MELALUI PELATIHAN GOOGLE SITE I Putu Gede Abdi Sudiatmika; I Gusti Ngurah Ketut Purwantha; I Wayan Juni Putra Antara; Prana Deo Kurniawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.165 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.8794

Abstract

Abstrak: Kelompok wanita tani (KWT) Permata terletak di Kawasan Keluarahan Benoa Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung berdasarkan surat keputusan Bupati no 46 tahun 2014 pada tanggal 17 Nopember 2014 dengan anggota sejumlah 30 orang. Produk KWT Permata Nusa dua antara lain olahan pangan local inovatif, variative dan sehat. Mitra mengalami kendala dengan media untuk mengenalkan KWT permata dan menjual hasil produksi secara online dan bagaimana membuat label kemasan dengan menggunakan Bahasa inggris. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah mitra memiliki pengetahuan baru mengenai pemasaran produk secara online melalui google site, dan peningkatan kemampuan Bahasa inggris pada penyusuan kata di label kemasan. Kegiatan yang diberikan oleh tim peneliti adalah pembuatan website dengan g.sites dan pelatihan pembuatan label kemasan dengan menggunakan Bahasa inggris. Metode pada pengabdian ini diawali dengan kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan terakhir dilakukan observasi dan evaluasi.Pada perencanaan tim melakukan wawancara pemberian pretest dan observasi, sedangkan pada saat pelakanaan tim melakukan kegiatan pelatihan dan diakhiri dengan melakukan evaluasi berupa posttest dan pengawasan penggunaan pengetahuan setelah dilakukan pelatihan. Hasil kegiatan pengabdian pelatihan yang diberikan menunjukkan bahwa para peserta telah mampu membuat design kemasan dengan menggunakan bahasa inggris, kwt permata juga sudah mampu membuat website dengan menggunakan google site dimana peningkatan pengetahuan peserta sebesar 23% dan dari evaluasi pelatihan bahwa 33% menyatakan pelatihan baik dan 67% menyatakan pelatihan ini Sangat Baik.Abstract: The Permata Women Farmers Group (KWT) is located in the Benoa Exit Area, South Kuta District, Badung Regency based on the Regent's Decree No. 46 of 2014 on November 17, 2014, with 30 members. KWT Permata Nusa Dua products include innovative, varied, and healthy local food preparations. Partners have problems with the media to introduce KWT gems and sell their products online and how to make packaging labels using English. The purpose of this training activity is for partners to gain new knowledge about online product marketing through the google site, and to improve English language skills in word formulation on packaging labels. The activities provided by the research team were making a website using g.sites and training on making packaging labels using English. The method in this service begins with planning, implementation, observation, and evaluation. In planning the team conducts interviews, giving pretests and observations, while at the time of implementation the team conducts training activities and ends with an assessment in the form of a post-test and supervision of the use of knowledge after the training. The results of the training service activities provided indicate that the participants have been able to make packaging designs using English, KWT Permata have also been able to create a website using the google site where the increase in participants' knowledge is 23% and from the training evaluation that 33% said the training was good and 67 % said the training was Very Good.
UPAYA PENCEGAHAN STUNTING MELALUI KALENDER PINTAR BAYI SEHAT (KAPAS) 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN Arie Maineny; Muliani Muliani; Putri Mulia Sakti; Anna Veronica Pont
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.642 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9440

Abstract

Abstrak:  Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh kembang pada anak akibat dari malnutrisi kronis pada waktu lama, sehingga intervensi pada 1000 hari pertama kehidupan sangat penting mencegah stunting. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang gizi selama kehamilan, ASI eksklusif dan pemberian MP-ASI dengan menggunakan media edukasi Kalender Pintar Bayi Sehat (KAPAS). Adapun yang menjadi mitra pada pengabdian masyarakat ini adalah desa Wayu dan Taipanggabe yang berada di wilayah kerja Puskesmas Dombusoi Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan dalam pengabmas ini yaitu menyebarkan kuesioner (pre-test), edukasi Kesehatan menggunakana PPT dan media Kalender Pintar Bayi Sehat (KAPAS) kemudian menyebarkan kuesioner (post-test). Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah 55% mengalami peningkatan pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai pentingnya gizi pada 1000 HPK, dan 45% dengan pengetahuan tetap. Pengetahuan ibu sebelum diberikan penyuluhan memiliki pengetahuan baik 25% dan kurang 75%. Setelah diberikan penyuluhan memiliki pengetahuan baik 80% dan kurang 20%.Abstract:   Stunting is a condition of growth and development failure in children due to chronic malnutrition for a long time, so intervention in the first 1000 days of life is very important to prevent stunting. The purpose of this community service is to increase the knowledge of pregnant women about nutrition during pregnancy, exclusive breastfeeding and the provision of complementary foods by using the educational media of the Healthy Baby Smart Calendar. The partners in this community service are Wayu and Taipanggabe villages which are located in the work area of the Dombusoi Health Center, Sigi Regency, Central Sulawesi. The methods used in this community service are distributing questionnaires (pre-test), health education using PPT and healthy baby smart calendar media then distributing questionnaires (post-test). The result of this community service is that 55% experienced an increase in knowledge after being given health education about the importance of nutrition at 1000 HPK, and 45% with fixed knowledge. The knowledge of the mother before being given counseling has a good knowledge of 25% and less 75%. After being given counseling, you have good knowledge of 80% and less than 20%. Atikah, Rahayu, Dkk. 2018. Study Guide Stunting Dan Upaya Pencegahannya. 2018.Yogyakarta : CV MineDian Rahmawati, Lia Agustin. 2020. Cegah Stunting Dengan Stimulasi Psikososial Dan Keragaman Pangan.Malang : Ae PublisingDinkes Sigi. 2019. Profil Kesehatan Kabupaten Sigi Tahun 2019. Sigi : Dinas Kesehatan SigiDinkes Sulteng. 2019. Profil Kesehatan Sulteng 2019. Palu : Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah, 2019, pp. 1–222.Fitriahadi, Enny. 2018. “The Relationship between Mother’s Height with Stunting Incidence in Children Aged 24-59 Months.” Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan Aisyiyah, vol. 14, no. 1, 2018, pp. 15–24.Kemenkes RI. 2018. “Situasi Balita Pendek (Stunting) Di Indonesia.” Kementerian Kesehatan RI, vol. 301, no. 5, 2018, pp. 1163–78.Rita Ramayulis, dkk. 2018. Stop Stunting Dengan Konseling Gizi.Jakarta: Penebar Swadaya grup Sandjojo, Eko Putro. 2017. “Buku Saku Desa Dalam Penanganan Stunting.” Buku Saku Desa Dalam Penanganan Stunting, Jakarta : Kementrian desa, pembangunana daerah tertinggal dan transmigrasi.Simbolon, Demsa. 2017. Pencegahan Stunting Melalui Intervensi Gizi Spesifik Pada Ibu Menyusui Anak Usia 0-24 Bulan.Surabaya : Media Sahabat Cendekia.Swarinastiti, Dedes, et al. “Dominasi Asupan Protein Nabati Sebagai Faktor Risiko Stunting Anak Usia 2-4 Tahun.” Diponegoro Medical Journal (Jurnal Kedokteran Diponegoro), vol. 7, no. 2, 2018, pp. 1470–83.Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. 2017. 100 Kabupaten/Kota Prioritas Untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting).Jakarta :  Tim Nasional Percepatan Pananggulangan Kemiskinan.Titus Priyo Harjatmo, Holil M Par’i, Sugeng Wiyono. 2017. Penilaian Status Gizi. Jakarta : Kementrian Kesehatan RIToto Sudargo, Tira Aristasari, Aulia Afifah. 2018. 1000 Hari Pertama Kehidupan.Yogyakarta : Gadjah mada university PressTuti Meihartati Eny Hastuti, Sumiati, dkk. 2018. 1000 Hari Pertama Kehidupan.Yogyakarta : DeepublishWahida Yuliana, Bawon Nul Hakim. 2019. Darurat Stunting Dengan Melibatkan Keluarga.Takalar : Yayasan ahmar Cendekia Indonesia
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN MELALUI PENYULUHAN DAN PELATIHAN “GOLDEN AGE PERIOD FOR GOLDEN GENERATION” SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Asrawaty Asrawaty; Arie Maineny; Henrietta Imelda Tondong
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.787 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9065

Abstract

Abstrak: Golden age period merupakan siklus yang penting pada anak, dimana kecerdasan anak berkembang dengan cepat. Golden age dimulai dari 1000 hari pertama kehidupan anak sampai berusia mencapai dua tahun. Hal ini dapat mengurangi risiko anak mengalami stunting sejak masa kehamilan dengan memenuhi nutrisi seimbang, pemeriksaan antenatal care secara rutin, berolahraga secara rutin, pola asuh yang baik, dan hindari paparan asap rokok. Solusi terhadap permasalahan yang ada adalah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) melalui kegiatan edukasi dan tanya jawab bagaimana upaya pencegahan stunting yang harus dilakukan pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK) dan melatih ibu yang memiliki balita dan para kader untuk melakukan skrining penilaian perkembangan anak dengan menggunakan instrumen KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan). Permasalahan yang dihadapi mitra belum sepenuhnya mengetahui perawatan serta tumbuh kembang balita menggunakan KPSP. Hal ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan anak apakah ada penyimpangan atau normal. Hasil kegiatan pengabdian yang dilakukan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada mitra PKM maupun ibu balita tentang upaya pencegahan stunting.Abstract: The golden age period is important cycle in children, where children's intelligence develops rapidly. The golden age starts from the first 1000 days of a child's life until two years of age. This can reduce the risk of children experiencing stunting since pregnancy by balanced nutrition, routine antenatal care, exercising, good parenting, and avoiding exposure cigarette. The solution existing problems is the Community Partnership Program (PKM) through educational and questions-answers on how stunting prevention must be carried out in the first 1000 days of life (HPK) and training mothers with toddlers and cadres to conduct screening assessments of child development using KPSP (Development Pre-screening Questionnaire). The problems by partners are not fully aware and growth development of toddlers using KPSP. This aims to determine whether the child's development is abnormal or normal. The results of the service activities carried out showed an increase in knowledge and skills for PKM partners and mothers of children under five about stunting prevention efforts.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BUDIDAYA ECO-ENZYM DI BEKASI SELATAN Agustinus Rustanta; Amelia Surya Jaya; Michelle Graciella
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9776

Abstract

Abstrak: Sampah organik terus menjadi masalah di kota-kota besar. Disamping terbatasnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sistem pengolahan sampah juga masih belum maksimal. Akibatnya, kebersihan lingkungan kurang terjada dan polusi udara meningkat. Peran masyarakat dalam mengolah sampah harus digalakkan secara masif dan berkelanjutan. Salah satu bentuk pengolahan sampah skala rumah tangga adalah dengan mengolah sampah terutama sampah kulit buah dan sayuran yang dapat diolah menjadi cairan yang berdaya guna luar biasa. Eco-enzym adalah salah satu produk pengolahan sampah kulit buah dan sayuran yang tidak hanya memiliki ekonomis tinggi namun juga membantu merawat bumi dalam skala kecil. Tujuan tulisan ini adalah untuk memaparkan sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pemberdayaan warga untuk mengolah sampah kulit buah dan sayur menjadi cairan eco-enzym yang kaya akan manfaat. Metode pelaksanaan adalah dengan penyuluhan dan percontohan kepada warga di Bekasi Selatan kegiatan ini dapat diambil hikmah bahwa merawat bu. Hasil penyuluhan dan pelatihan pemanfaatan limbah dapur dapat memberikan manfaat bagi warga, selain mengurangi sampah rumah tangga yang harus dikirim ke tempat Pembuangan Akhir, juga bermanfaat secara ekonomi warga.Abstract: Organic waste is still a problem in big cities. In addition, it is limited Final Disposal Site (TPA) area. The waste management system is not optimal as well. As a result, environmental hygiene is lacking and air pollution is increasing. The role of the community in processing waste must be massively and sustainably promoted. One form of household-scale waste processing is to process waste, especially fruit and vegetable peel waste, which can be processed into liquids that are extraordinary useful. Eco-enzyme is one of the products for processing fruit and vegetable peel waste that not only has high economics but also helps to care for the earth on a small scale. The purpose of this paper is to describe a community service activity in the form of empowering residents to process fruit and vegetable peel waste into an eco-enzyme liquid that gives benefits to the society. The implementation method is through counseling and demonstration to residents in South Bekasi. The result is that this training and this activity can be beneficial for the people and it reduces the garbage in the final garbage pool.
EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SEKOLAH UNTUK MENCEGAH PENYEBARAN COVID-19 CLUSTER SEKOLAH Agus Susanto; Meliyana Perwita Sari; Heni Purwantiningrum
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.62 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9353

Abstract

Abstrak: Kegiatan pembelajaran di sekolah secara luring di masa pandemi berpontensi terjadinya penularan Covid-19 cluster sekolah. Sekolah wajib menerapkan protokol kesehatan kepada guru maupun siswa. Namun, masih banyak ditemukan siswa yang tidak mematuhi protokol kesehatan karena kurang pengetahuan dan kesadaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa dalam mematuhi protokol kesehatan melalui penerapan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui penyuluhan kepada 30 kader Palang Merah Remaja (PMR) dan kader Pemberdayaan Kesehatan Sekolah (PKS) SMA Negeri 3 Kota Tegal. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan tahapan pre-test, kegiatan inti dan evalausi dalam bentuk post-test. Kegiatan inti terdiri atas penyampaian materi dan penguatan materi melalui tanya jawab dan praktik mencuci tangan. Hasil dari pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 19%. Selain itu tim praktik mencuci tangan sebelum dan sesudah pemaparan materi memperlihatkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam mencuci tangan sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kegiatan pengabdian berkontribusi dalam peningkatan kesadaran siswa untuk menerapkan PHBS di lingkungan sekolah.Abstract: Offline learning activities in schools during the pandemic have the potential for transmission of Covid-19 in school clusters. Schools are required to implement health protocols for teachers and students. However, there are still many students who do not comply with health protocols due to a lack of knowledge and awareness. This service activity aims to increase student awareness of complying with health protocols through the application of PHBS (clean and healthy living behavior) in the school environment. The service activities were carried out through counseling to 30 Youth Red Cross (PMR) cadres and School Health Empowerment (PKS) cadres at SMA Negeri 3 Tegal City. Service activities are carried out with pre-test, core activities, and evaluation in the form of post-test. The core activities consist of delivering material and strengthening material through questions and answers and hand washing practice. The results of the pre-test and post-test showed an increase in knowledge of 19%. In addition, the hand washing practice team before and after the presentation of the material showed an increase in the ability of participants to wash their hands according to the standards of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia. Service activities contribute to increasing student awareness to implement PHBS in the school environment.

Page 92 of 309 | Total Record : 3084