cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
SOSIALISASI BLENDED LEARNING UNTUK MENDUKUNG PEMBELAJARAN DALAM MASA PANDEMI DI SMPN 3 SADANIANG KALBAR Kristina Kristina; Ricky Imanuel Ndaumanu; Daniel Nugraha; Dewi Santika
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.11232

Abstract

Abstrak: Kegiatan sosialisasi blended learning untuk mendukung pembelajaran dalam masa pandemi di SMPN 3 Sadaniang telah selesai dilaksanakan pada tanggal 11 April 2022. Dalam kegiatan tersebut, tim menyampaikan materi tentang blended learning kepada para peseta. Pandemi virus corona telah berlangsung selama lebih dari 2 tahun dan memaksa dunia pendidian harus beradaptasi dan berinovasi dalam suatu metode pembelajaran sehingga pendidikan dapat mencapai tujuan pembelajaran sekolah tersebut. Tujuan dunia pendidikan adalah mencerdaskan manusia dari masa ke masa sehinga dapat bertahan dan terus berkembang sepanjang masa. Salah satu hasil adaptasi dunia pendidikan dalam masa pandemi adalah blended learning. Model pembelajaran yang mengkombinasikan strategi penyampaian pembelajaran yang menggunakan kegiatan tatap muka dengan membelajaran berbasis komputer (online). Dari pelatihan yan sudah dilaksanakan, peserta mendapatkan peningkatan pengetahuan mengenai blened learning dilihat dari pretest sebesar 51% dan posttest sebesar 73%.Abstract: Blended learning socialization activities to support learning during a pandemic at Sadaniang Middle School 3 were completed on April 11 2022. In this activity, the team delivered material on blended learning to the participants. The corona virus pandemic has been going on for more than 2 years and has forced the world of education to adapt and innovate in a learning method so that education can achieve the school's learning objectives. The aim of the world of education is to educate people from time to time so that they can survive and continue to develop over time. One of the results of the adaptation of the world of education during the pandemic is blended learning. A learning model that combines learning delivery strategies that use face-to-face activities with computer-based (online) learning. From the training that has been carried out, participants get an increase in knowledge about blended learning seen from the pretest by 51% and the posttest by 73%.
PENDAMPINGAN PENILAIAN STATUS HIDRASI MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN ASUPAN CAIRAN ATLET SEPAKBOLA U13-18 Anna Fitriani; Rismawati Pangestika
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10157

Abstract

Abstrak: Dehidrasi pada atlet tidak hanya menurunkan fungsi kognitif dan fisiologis yang mengganggu performa olahraga, melainkan juga berdampak fatal seperti heat illness dan heat stroke. Pada olahraga dengan durasi lebih dari 30 menit seperti sepakbola, dehidrasi menjelang, saat dan setelah pertandingan dan latihan akan menurunkan kinerja atlet. Salah satu penyebab dehidrasi atlet usia muda adalah kurangnya asupan cairan akibat rendahnya pengetahuan terkait hidrasi. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa edukasi hidrasi pada atlet mampu meningkatkan asupan cairan. Oleh karena itu dilakukanlah PKM ini dengan melakukan pendampingan penilaian status hidrasi guna mencegah dehidrasi pada atlet sepak bola usia 14-18 tahun di Laskar Muda FC Jakarta Barat. Tujuan kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dan asupan cairan atlet. Metode PKM yang akan digunakan adalah penyuluhan, pelatihan pengukuran tingkat dehidrasi, penyebaran media poster dan stiker urine colour chart. Terjadi peningkatan rerata skor pengetahuan atlet dari pretest ke postest secara signifikan (57,34 ± 11,34 menjadi 85,20 ± 14,63; P value=0,000) dan penurunan proporsi atlet dengan asupan cairan kurang dari 67,5% menjadi 39,3%.Abstract: Dehydration in athletes not only decreases cognitive and physiological functions that interfere with sports performance, but also has fatal consequences such as heat illness and heat stroke. In sports with a duration of 30 minutes such as football, longer dehydration, during and after matches and training will reduce athlete performance. One of the causes of dehydration in young athletes is lack of fluid intake due to low hydration. Previous research has shown that hydration education in athletes can increase fluid intake. Therefore, this PKM was carried out by providing assistance in assessing hydration status to prevent dehydration in soccer athletes aged 14-18 years at Laskar Muda FC, West Jakarta. The purpose of this activity is to increase the knowledge and fluid intake of athletes. The PKM method that will be used is counseling, training on measuring the level of dehydration, distributing poster media and urine color chart stickers. There was a significant increase in the average knowledge score of athletes from pretest to posttest (57.34 ± 11.34 to 85.20 ± 14.63; P value = 0.000) and a decrease in the proportion of athletes with fluid intake less than 67.5% to 39, 3%.
EDUKASI PEMANFAATAN TANAMAN OBAT SEBAGAI IMUNOSTIMULAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 Ulya Safrina; Harpolia Cartika; Yayan Setiawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.10892

Abstract

Abstrak: Penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19) merupakan penyakit pernafasan yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Pengembangan vaksin dan peningkatan sistem imun tubuh saat ini menjadi fokus utama dalam mengatasi COVID-19. Salah satu cara untuk meningkatkan sistem imun tubuh adalah dengan mengkonsumsi zat atau substansi yang bersifat imunomodulator. Imunomodulator dapat diperoleh dari tanaman obat tradisional, seperti Jahe (Zingiber officinale), dan Kencur (Kaemferia galanga L.) yang aman untuk diminum. Selain itu, perilaku hidup bersih dan sehat perlu diterapkan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat agar terhindar dari penyakit COVID-19, yaitu dengan memberikan pengetahuan kepada masyarakat untuk mengolah/memanfaatkan bahan alami yang dapat diperoleh di lingkungan sekitarnya dalam berbagai bentuk produk minuman dan disinfektan. Metode pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan dalam metode ceramah dan diskusi secara virtual meeting menggunakan Zoom. Jumlah peserta kegiatan kader ibu PKK dan warga Kelurahan Cempaka Putih adalah sebanyak 20 orang. Peserta terbanyak berdasarkan usia adalah 35 – 44 tahun (40%) dan pekerjaan peserta adalah Ibu Rumah Tangga (90%). Terdapat peningkatan pengetahuan peserta yang pada awal sebelum kegiatan berada pada rentang rendah (51 poin) menjadi sangat baik (90,5 poin). Diharapkan untuk kegiatan selanjutnya dapat dilakukan edukasi pemanfaatan bahan alam khususnya untuk terapi alternatif pada penyakit hipertensi dan diabetes.Abstract: Coronavirus disease 2019 (COVID-19) is a respiratory disease caused by the Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). The development of vaccines and improving the body's immune system are currently the main focus in overcoming COVID-19. One way to increase the body's immune system is to consume substances or substances that are immunomodulators. Immunomodulators can be obtained from traditional medicinal plants, such as Ginger (Zingiber officinale) and Kencur (Kaemferia galanga L.), which are safe to drink. In addition, clean and healthy living behaviour needs to be implemented. This community service program aims to improve clean and healthy living behaviour in the community to avoid COVID-19 disease, namely by providing knowledge to the community to process/utilize natural materials that can be obtained in the surrounding environment in various forms of beverage products and disinfectants. Method implementation of activities is divided into three stages: planning, implementation, and evaluation. The activities are carried out in a lecture and discussion method in a virtual meeting using Zoom. The number of participants in the activities of PKK cadres and residents of Cempaka Putih Village is 20 people. Most of the participants by age were 35-44 years (40%), and the participants' occupations were housewives (90%). There was an increase in participants' knowledge which at the beginning before the activity was in the low range (51 points) to excellent (90.5 points). It is hoped that further activities can provide education on using natural materials, especially for alternative therapies for hypertension and diabetes.
SOSIALISASI PENGELOLAAN AIR DENGAN SISTEM PENYARINGAN SEDERHANA PADA WARGA RT 34 KELURAHAN AIR HITAM, KOTA SAMARINDA Dina Lusiana Setyowati; Sabrina Sabrina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10367

Abstract

Abstrak: Air merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi manusia untuk menunjang kesehatan. Sehingga pengelolaan air bersih perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya permasalahan kesehatan. Sebagian masyarakat RT 34 Pandan Mekar Dalam, Kota Samarinda masih belum mendapatkan akses air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum, sehingga mereka memanfaatkan sumber air dari danau yang terbentuk dari urukan tanah kegiatan pertambangan. Kondisi fisik air danau terlihat jernih dan tidak berbau. Namun saat hujan, dapat menjadi keruh akibat naiknya tanah dan lumpur. Masyarakat menggunakan sumber air danau untuk keperluan sehari-hari. Berdasarkan permasalahan diatas, solusi yang ditawarkan adalah sosialisasi dan demonstrasi pengelolaan air dengan sistem penyaringan sederhana. Kegiatan dilakukan dengan mengundang masyarakat RT 34 Pandan Mekar Dalam yang menggunakan sumber air dari danau. Dilakukan penyebaran angket sebelum dan sesudah kegiatan sosialisasi untuk melihat gambaran pengetahuan dan sikap masyarakat dalam pengelolaan air bersih. Hasil pretest dan posttest menunjukkan terdapat peningkatan skor rata-rata pengetahuan sebesar 1,36% dan tidak terdapat peningkatan skor rata-rata sikap yang signifikan pada peserta. Namun, kegiatan sosialisasi dan demonstrasi berjalan baik dan disambut antusias masyarakat untuk berdiskusi tentang pengelolaan air dan penggunaan air bersih masyarakat.Abstract: Water is a very important need for humans to support our health. So that clean water management needs to be carried out to prevent health problems. Some communities of neighbourhoods’ association 34 Pandan Mekar Dalam, Samarinda City still do not get access to clean water from Regional Drinking Water Company, so they use water sources from lakes formed from landfill mining activities. The physical condition of the lake water looks clear and odorless. But when it rains, it can become cloudy due to rising soil and mud. People use lake water sources for daily use. Based on the above problems, the solution offered is socialization and demonstration of water management with a simple filtration system. The activity was carried out by inviting the people of RT 34 Pandan Mekar Dalam who used water sources from the lake. The distribution of questionnaires before and after socialization activities was carried out to see a picture of knowledge and attitudes of the community in clean water management. The results of pretest and posttest showed that there was an increase in the average knowledge score of 1.36% and there was no significant increase in the average attitude score of the participants. However, the socialization activities and demonstrations went well and were enthusiastically welcomed by the community to discuss water management and the use of clean water in the community.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN SOAL MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN INSTRUMEN EVALUASI BERBASIS HIGHER ORDER THINKING SKILLS Febblina Daryanes; Hesty Marwani Siregar; Fitri Aldresti; Darmawati Darmawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.11147

Abstract

Abstrak: Analisis situasi pada sekolah mitra yaitu SMAN 1 Tambang Kabupaten Kampar Provinsi Riau menunjukkan para siswa masih berada pada kategori Lower Order Thinking Skills (LOTS). Masih banyak guru menggunakan instrumen evaluasi berupa soal yang hanya ada di buku paket dan tingkatan soal C1-C3. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menyusun instrumen evaluasi berbasis HOTS. Mitra pada kegiatan pengabdian ini yaitu SMAN 1 Tambang Kabupaten Kampar Provinsi Riau, yang terdiri dari 34 orang guru. Kegiatan terdiri dari (1) Persiapan; (2) Pelaksanaan; dan (3) Evaluasi. Untuk mengukur ketercapaian tujuan kegiatan yang dilakukan digunakan instrumen soal pretest dan posttest. Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa terjadi peningkatan nilai rerata pretest yang awalnya 40 meningkat menjadi 83. Seluruh peserta (100%) memperoleh peningkatan skor nilai pretest-posstest. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru dalam menyusun soal berbasis HOTS.Abstract: Analysis of the situation at the partner school, SMAN 1 Tambang, Kampar Regency, Riau Province, showed that the students were still in the Lower Order Thinking Skills (LOTS) category. There are still many teachers who use evaluation instruments in the form of questions that only exist in textbooks and level questions C1-C3. This service activity aims to improve the knowledge and skills of teachers in preparing HOTS-based evaluation instruments. Partners in this service activity are SMAN 1 Tambang, Kampar Regency, Riau Province, which consists of 34 teachers. Activities consist of (1) Preparation; (2) Implementation; and (3) Evaluation. To measure the achievement of the objectives of the activities carried out, pretest and posttest questions were used. Based on the results obtained that there was an increase in the mean value of the pretest which was initially 40 increased to 83. All participants (100%) obtained an increase in the score of pretest-posttest scores. It can be concluded that training activities can improve the ability and skills of teachers in preparing HOTS-based questions.
PEMBERDAAYAAN PUTRA-PUTRI DESA SEBAGAI ROLE MODEL DUTA KONSERVASI Erman Syarif; Alief Saputro; Sukri Nyompa; Hasriyanti H; Maddatuang M
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10034

Abstract

Abstrak: Isu globalisasi sangat mempengaruhi kondisi konservasi yang mengalami degradasi secara berkala. Pemahaman akan pentingnya konservasi dinilai sangat efektif dalam menghadapi permasalahan tersebut, salah satunya dengan melibatkan elemen masyarakat. Peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam menghadapi krisis lingkungan tersebut sehingga budaya konservasi dapat dilakukan oleh semua pihak secara berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan, simulasi, edukasi yang menciptakan duta konservasi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan mitra para pemuda dari Desa Pa’rappunganta dan Desa Lassang, Kabupaten Takalar yang berjumlah 46 orang peserta. Tahapan kegiatan ini berupa pra kegiatan yang meliputi analisis situasi dan memantapkan persiapan sebelum kegiatan dilaksanakan. Pada tahapan kegiatan menggunakan pre-test dan post-test yang diakhiri dengan tahapan monitoring dan evalusi. Hasil kegiatan ini menyebabkan pemahaman peserta terhadap konservasi meningkat dengan nilai rata-rata peningktan mencapai 45%. Pemerintah desa dan masyarakat dapat berperan dalam kegiatan pendampingan secara berkelanjutan dalam meningkatkan tingkat partisipasi masyarakat terhadap pentingnya konservasi.Abstract: The issue of globalization greatly affects the condition of conservation which undergoes periodic degradation. Understanding the importance of conservation is considered very effective in dealing with these problems, one of which is by involving elements of the community. The role of the community is needed in dealing with the environmental crisis so that the culture of conservation can be carried out by all parties in a sustainable manner. This activity aims to provide training, simulation, education that creates conservation ambassadors. This activity was carried out by involving youth partners from Pa'rappunganta Village and Lassang Village, Takalar Regency, totaling 46 participants. This activity stage is in the form of pre-activity which includes situation analysis and strengthening preparations before the activity is carried out. At the activity stage using pre-test and post-test which ends with the stages of monitoring and evaluation. The results of this activity led to an increase in participants' understanding of conservation with an average value of up to 45%. The village government and the community can play a role in sustainable mentoring activities in increasing the level of community participation in the importance of conservation.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN KADER KESEHATAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI GAMPING Yoni Astuti; Alfaina Wahyuni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.10658

Abstract

Abstrak: Generasi yang berkualitas bersumber pada ibu, melalui ASI. Menyusui memberikan nutrisi terbaik untuk pencegahan stunting kepada bayi. Ironisnya, tidak semua ibu memahami dengan baik, sehingga masih ada yang tidak menyusui secara eksklusif. Di Indonesia, hampir 90% memberikan ASI, namun 49,8% yang memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang stunting dan keuntungan menyusui dan diskusi permasalahan yang ada selama menyusui untuk kader dan anggota posyandu Tirtasari. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan dan diskusi suka duka menyusui dan interview terarah untuk menggali pengetahuan dan perilaku tentang stunting dan menyusui serta pemberian poster pencegahan stunting dan keuntungan menyusui dan praktek penggunaan alat timbang berat badan digital dan pengukur panjang bayi. Hasil menunjukkan rerata kapasitas pengetahuan tentang stunting 82,61%, namun yang melakukan dalam keseharian 30,43%. Kesimpulan pemberian poster ditempel di rumah diperlukan untuk membantu mengingatkan asi eksklusif. Program seperti ini diharapkan dapat dilakukan berkelanjutan untuk membantu mencegah stunting di Indonesia.Abstract: Qualified generation comes from the mother, through breast milk. Breastfeeding provides the best nutrition for stunting prevention to infants. Many mothers do not understand well, so many of those who do not exclusively breastfeed. In Indonesia 90% doing breast milk; 49.8% doing exclusive breastfeeding. These aims to provide knowledge about stunting and the benefits of breastfeeding and discussion of problems that exist during breastfeeding for cadres and members of the Posyandu Tirtasari. The methods were counseling and discussions on the benefit of breastfeeding, interviews to explore knowledge and behavior about stunting and breastfeeding, providing posters on stunting prevention, the benefits of breastfeeding, the practice of using digital weights and baby lengths. The results show the average knowledge capacity about stunting is 82.61%, but those doing in daily life are 30,43%. The conclusion is that giving posters pasted at home is needed to help remind exclusive breastfeeding. Hopefully these programs doing continuously to help prevent stunting in Indonesia.
ANALISIS LEVEL PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT UNTUK MENCEGAH TRANSMISI COVID-19 Melda Yunita; Morgan Ohiwal; Eka Astuty; Sukmawati Sukmawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.9875

Abstract

Abstrak: Serangan dari wabah novel coronavirus (Covid-19) telah menyebar secara masiv di seluruh wilayah Indonesia dan pernah menjadi kasus dengan angka kematian tertinggi di Asia tenggara. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah bersama dengan pihak terkait untuk mencegah transmisi Covid-19 yang sangat cepat, termasuk dengan mempromosikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada seluruh lapisan masyarakat, khususnya di Desa Air Salobar Ambon. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menganalisis level pengetahuan masyarakat mengenai PHBS untuk mencegah transmisi Covid-19. Kegiatan ini dilaksanakan pada 20 Maret 2021 di Desa Air Salobar dengan melibatkan 26 responden. Metode yang digunakan pada kegiatan ini ialah metode deskriptif yaitu dengan memberikan pretest, edukasi berupa penyuluhan PHBS, dan posttest kepada masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai posttest meningkat dari 40,8% menjadi 95% setelah diberikan edukasi dengan rata-rata peningkatan nilai posttest dibandingkan pretest ialah sebesar 56.2%. Dapat disimpulkan bahwa edukasi membrikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan level pengetahuan masyarakat mengenai PHBS setelah mendapat edukasi dari fasilitator.Abstract: The attack from novel coronavirus (Covid-19) outbreak has spread massively throughout Indonesia and has ever become the case with the highest death rate in Southeast Asia. Various efforts have been conducted by the government together with related parties to prevent the very rapid transmission of Covid-19, including by promoting clean and healthy living behavior (PHBS) at all levels of society, particularly in Air Salobar Village, Ambon. The objective of the community service activity was to analyze the level of knowledge of the community on PHBS to prevent the transmission of Covid-19. This activity was carried out on March 20, 2021 in Air Salobar Village by involving 26 respondents. The method used was a descriptive method, by providing pretest, education in the form of PHBS counseling, and posttest to the respondents. The results of the analysis showed that the posttest score increased from 40.8% to 95% after being given education with an increase in knowledge level of 56.2%.
PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI FRESHTIME YOGURT 250 ML MENGGUNAKAN METODE ACTIVITY BASED COSTING PADA KOPERASI PETERNAK SAPI Budi Septiawan; Ahmad Jayadi; Tiara Lisdianti; Gita Nurul Falaq; Jeihan Luqmansyah; Muhammad Fadel Rahim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10784

Abstract

Abstrak : KPSBU Lembang merupakan produsen susu sapi yang yang mempunyai peran utama dalam meningkatkan usaha para peternak sapi. Dalam menjalankan usahanya, KPSBU Lembang mengalami arus kas masuk yang kurang optimal khususnya dari pendapatan produk Freshtime Yogurt 250 ml. KPSBU Lembang masih belum baik dalam pengidentifikasian biaya karena terdapat beberapa biaya aktivitas yang belum terdokumentasi sehingga berdampak dalam perhitungan harga pokok produksi yang belum tepat. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pelatihan tentang akuntansi biaya, serta membuat aplikasi perhitungan harga pokok produksi yang aplikatif dan bisa digunakan oleh mitra. Pengabdian ini dilakukan dengan metode observasi, pelatihan dan pendampingan di lapangan selama satu bulan. Kami tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Akuntansi Universitas Pasundan berhasil memberikan pemahaman tentang akuntansi biaya kepada mitra dan peserta pelatihan yang berjumlah 20 orang sebesar 75%. Disamping itu, tim pengabdian juga berhasil membuat aplikasi perhitungan harga pokok produksi, sehingga KPSBU dapat menentukan harga pokok produksi yang tepat dan akurat.Abstract: KPSBU Lembang is a producer of cow's milk which has a major role in increasing the business of cattle farmers. In running its business, KPSBU Lembang experienced less than optimal cash inflows, especially from the income of the 250 ml Freshtime Yogurt product. KPSBU Lembang is still not good at identifying costs because there are several activity costs that have not been documented so that the impact on the calculation of the cost of production is not correct. The purpose of this activity is to provide understanding and training on cost accounting, as well as create applications for calculating the cost of production that are applicable and can be used by partners. This service is carried out using the method of observation, training and assistance in the field for one month. We, the Community Service Team (PKM) of the Pasundan University Accounting Study Program, succeeded in providing 75% understanding of cost accounting to partners and training participants. In addition, the team has also succeeded in making an application for calculating the cost of production, so that KPSBU can determine the right and accurate cost of production.
PENGGUNAAN SHEET ACCOUNTING SEBAGAI REFORMASI SISTEM BOOKKEEPING PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA Halpiah Halpiah; Hery Astika Putra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10696

Abstract

Abstrak: Tujuan Kegiatan untuk memberikan pengetahuan akuntansi dan pendampingan penggunaan Sheet Accounting dalam pembuaatn Book Keeping agar mempermudah pembuatan laporan keuangan Pada Usaha Industri Rumah dengan objek PKM usaha Camilan Inaq Yuli dihadiri 5 pserta dilaksanakan di Rumah peserta di Kelurahan Babakan, Kota Mataram Nusa Tenggara Barat mengunakan 4 langkah pelaksanan kegiatan, yaitu langkah pertama analisis situasi dengan metode observasi, wawancara, langkah kedua perancangan kegiatan dengan metode pembagian tugas tim serta merancang teknologi yang digunakan, langkah ketiga pelaksanaan kegiatan dengan metode edukasi, presentasi, diskusi, dan pendampingan, langkah keempat evaluasi dan monitoring kegiatan. Dengan hasil 33% peserta PKM lebih memahami akuntansi, 17 % mampu melakukan pencatatan akuntansi sederhana/Book Keeping dan 50% mampu menggunakan Sheet Accounting dalam pembuatan pencatan transaksi usaha menggunakan media laptop.Abstract: The purpose of the activity is to provide accounting knowledge and assistance in the use of Sheet Accounting in the creation of BookKeeping in order to facilitate the preparation of financial reports for the Home Industry Business with the object of PKM business Snack Inaq Yuli attended by 5 participants and carried out at the participant's house in Babakan Village, Mataram City, West Nusa Tenggara. Using 4 steps of implementing activities, namely the first step of situation analysis with the method of observation, interviews, the second step is to design activities with the method of dividing team tasks and designing the technology used, the third step is the implementation of activities with the methods of education, presentation, discussion, and mentoring, the fourth step is to evaluate and monitor activities. With the result that 33% of PKM participants understand more about accounting, 17% are able to do simple accounting records/book keeping. And 50% are able to use Sheet Accounting in recording business transactions using laptop media. 

Page 98 of 309 | Total Record : 3084