cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JCES (Journal of Character Education Society)
ISSN : 27153665     EISSN : 26143666     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Journal of Character Education Society (JCES) | ISSN 2614-3666, is one of the devotion journals managed by the Faculty of Teacher Training and Education of Muhammadiyah University of Mataram and published every January and July. The publication of JCES aims to disseminate conceptual thinking and ideas, especially the results of community service, including: (1) science, applied, social, economic, cultural, ICT development, and administrative services, (2) training and improvement of educational technology outcomes, agriculture, information and communication, and religion (3) Teaching and empowering community and community of students, youth and community institutions on an ongoing basis. All scope is realized to the community to form a society of character and uphold the values of education.
Arjuna Subject : -
Articles 535 Documents
PELATIHAN DESAIN MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF BERBASIS APLIKASI CANVA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS GURU Hadi, Alfian Rahman; Ilham, Ilham; Kuswadin, Kuswadin; Yanti, Yanti; Aziza, Wafiq Nur; Utari, Satia; Hafiza, Bella; Anita, Nur; Aulia, Nuraimatul
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 8, No 4 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v8i4.34794

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi digital menuntut guru untuk lebih adaptif dalam merancang media pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Namun, sebagian besar guru masih menggunakan media konvensional yang terbatas pada metode ceramah dan bahan ajar sederhana, sehingga kurang mampu memotivasi siswa. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan: (1) meningkatkan pemahaman guru terhadap konsep media pembelajaran digital, (2) mengembangkan keterampilan teknis guru dalam mengoperasikan aplikasi Canva, dan (3) menumbuhkan kreativitas serta kepercayaan diri guru dalam merancang konten pembelajaran berbasis teknologi. Metode pelaksanaan menggunakan ceramah, diskusi, dan praktik langsung (hands-on training) dengan konsep pendampingan. Mitra kegiatan adalah guru-guru di Yayasan Birulwalidain NW Beretong, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, yang berjumlah 20 orang. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kompetensi guru dalam memanfaatkan Canva untuk menghasilkan berbagai media ajar, seperti poster, infografis, dan presentasi interaktif. Evaluasi melalui angket menunjukkan skor rata-rata 4,7 dengan kategori sangat baik, di mana 70% butir pertanyaan memperoleh penilaian sangat baik dan 30% penilaian baik. Hal ini membuktikan bahwa pelatihan efektif dalam meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan kepercayaan diri guru dalam mengintegrasikan media digital pada pembelajaran.Abstract:  The development of digital technology requires teachers to be more adaptive in designing innovative, interactive, and relevant learning media for students' needs. However, most teachers still use conventional media that are limited to lecture methods and simple teaching materials, which are less effective in motivating students. Therefore, this community service activity was carried out with the following objectives: (1) to improve teachers' understanding of the concept of digital learning media, (2) to develop teachers' technical skills in operating the Canva application, and (3) to foster teachers' creativity and confidence in designing technology-based learning content. The implementation method used lectures, discussions, and hands-on training with a mentoring concept.The partners in this activity were 20 teachers at the Birulwalidain NW Beretong Foundation in Sekotong Subdistrict, West Lombok Regency. The training results showed an increase in teachers' competence in using Canva to produce various teaching media, such as posters, infographics, and interactive presentations. An evaluation through a questionnaire showed an average score of 4.7 in the excellent category, with 70% of the questions receiving an excellent rating and 30% receiving a good rating. This proves that the training was effective in improving the teachers' skills, creativity, and confidence in integrating digital media into learning.
PELATIHAN STEM UNTUK MENINGKATKAN MINAT PESERTA DIDIK SMA/SMK DALAM MEMILIH STUDI DAN KARIR BIDANG STEM Lestari, Tri; Wulani, Fenika; Lie, Anita; Hartanti, Lanny
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 8, No 4 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v8i4.35277

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan minat peserta didik SMA/SMK dalam melanjutkan studi dan karir di bidang Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM). Rendahnya minat siswa umumnya dipengaruhi keterbatasan pemahaman mengenai peran STEM dalam kehidupan sehari-hari serta kurangnya informasi terkait prospek studi dan karir. Untuk menjawab hal tersebut, tim pelaksana merancang program pelatihan berbasis partisipatif yang melibatkan siswa dari sekolah mitra. Metode pelatihan mencakup penyampaian materi interaktif, diskusi kelompok, praktik berbasis proyek, serta pemaparan peluang studi dan karir. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep STEM, tumbuhnya motivasi untuk mengeksplorasi bidang tersebut, serta meningkatnya minat memilih STEM sebagai arah studi dan karir. Guru pendamping juga memperoleh wawasan baru mengenai strategi pembelajaran STEM yang relevan diterapkan di sekolah. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan literasi STEM, tetapi juga mendukung pengembangan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan abad 21.Abstract:  This community service program aimed to enhance the interest of high school and vocational school (SMA/SMK) students in pursuing further studies and careers in Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Students’ lack of interest is often influenced by limited understanding of STEM’s role in daily life and insufficient information regarding study and career prospects. To address this, the team designed a participatory training program involving students from partner schools. The methods included interactive sessions, group discussions, project-based practices, and presentations on study and career opportunities. The results indicated improved student understanding of STEM concepts, increased motivation to explore the field, and stronger interest in considering STEM for future studies and careers. Teachers also gained new insights into STEM-based learning strategies applicable in classrooms. Thus, this training not only strengthened STEM literacy but also supported the development of education aligned with 21st-century demands.
PENINGKATAN KAPASITAS GURU DAN SISWA MELALUI MEDIA PEMBELAJRAN DIGITAL Kurniawan, Muh Alif; Yuliana, Anaas Tri Ridlo Dina; Hardiyanta, Rendra Ananta Prima; Ma’ruf, Ahmad; Nariswari, Dikta Khansa; Merraphi, Alfidha Maulia
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 8, No 4 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v8i4.35500

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama Guru kurang menguasai media pembelajaran digital, sarana prasarana terbatas, hanya sebagian ruang kelas dilengkapi proyektor/ infrastruktur digital dan pembelajaran monoton, membuat siswa jenuh. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian ini yaitu peningkatan kapasitas Guru dan Siswa SMP Muhammadiyah 1 Kalasan di Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta perlu dilakukan. Pengabdian ini fokus pada masalah kapasitas guru dalam menggunakan media pembelajaran sebagai alat bantu untuk menunjang pembelajaran yang lebih berkualitas dan menyesuaikan dengan perkembangan teknologi terkini. Permasalahan di SMP Muhammadiyah 1 Kalasan diatasi dengan metode pelaksanaan yaitu sosialisasi, pelatihan dan pendampingan media pembelajaran, penerapan teknologi,  evaluasi dan rencana tindak lanjut. Hasil kegiatan PkM ini yaitu Guru menghasilkan media pembelajaran digital (PPT, Canva, game edukatif), peningkatan signifikan: Dari 15 guru sebelum pelatihan hanya 2 guru atau 13,3% yang menggunakan media pembelajaran, namun setelah pelatihan dan pendampingan meningkat menjadi 13 guru atau 86,7% yang menggunakan media pembelajaran, Infrastruktur sekolah lebih baik dengan internet stabil & software resmi. Sedangkan ketercapaian luaran diantaranya: 1) Rekognisi KKN mahasiswa; 2)Poster; 3) Video kegiatan yang terupload di YouTube LPPM UAD; 4) Artikel media massa yang terbit di Suara Muhammadiyah.Abstract: The main problems include teachers’ limited mastery of digital learning media, inadequate facilities since only some classrooms are equipped with projectors and digital infrastructure and monotonous teaching methods that cause student boredom. Therefore, this community service program aims to enhance the capacity of both teachers and students at SMP Muhammadiyah 1 Kalasan, Sleman, Yogyakarta. The program focuses on developing teachers’ skills in using digital learning media as teaching aids to improve learning quality while adapting to technological advances. The implementation method involves socialization, training and mentoring in digital learning media, application of technology, evaluation, and follow-up plans. The outcomes of this program include teachers successfully creating digital learning media (such as PowerPoint, Canva designs, and educational games). A significant improvement was observed: out of 15 teachers, only 2 (13.3%) used instructional media before the training, whereas after the training and mentoring, the number increased substantially to 13 teachers (86.7%) who employed instructional media in their teaching. However, after the training and mentoring, the number increased to 13 teachers (86.7%) who utilized instructional media The school’s infrastructure also improved with more stable internet access and licensed software. The tangible outputs achieved were: 1) Student recognition through KKN (community service program); 2) Posters; 3) a video of the activities uploaded on the LPPM UAD YouTube channel; 4) a media article published in Suara Muhammadiyah.
PENGUATAN KAPASITAS GURU SEKOLAH DASAR (SD/MI) DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Taufik, Amalia; Syudirman, Syudirman
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 8, No 4 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v8i4.34134

Abstract

Abstrak: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas guru di Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Dalam era pendidikan yang terus berkembang, peran guru sebagai penggerak utama dalam proses pembelajaran sangatlah vital. Kurikulum Merdeka menawarkan fleksibilitas dan otonomi dalam pengajaran, sehingga memerlukan pemahaman dan keterampilan yang mendalam dari para pendidik. Melalui serangkaian pelatihan dan workshop, peserta akan dibekali dengan strategi dan metode pengajaran yang sesuai dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka. Pendekatan ini tidak hanya akan meningkatkan kompetensi pedagogis guru, tetapi juga mendorong kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran. Diharapkan, penguatan kapasitas ini dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan siswa. Dengan melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk kepala sekolah dan komite, pengabdian masyarakat ini berupaya membangun ekosistem pendidikan yang mendukung penerapan Kurikulum Merdeka secara efektif. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat dasar, serta mempersiapkan generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan global.Abstract:  This community service program aims to strengthen the capacity of teachers in elementary schools (SD) and Madrasah Ibtidaiyah (MI) in implementing the Merdeka Curriculum. In this era of ever-evolving education, the role of teachers as key drivers in the learning process is vital. The Merdeka Curriculum offers flexibility and autonomy in teaching, requiring educators to have a deep understanding and skills. Through a series of training sessions and workshops, participants will be equipped with teaching strategies and methods aligned with the principles of the Merdeka Curriculum. This approach will not only enhance teachers' pedagogical competencies but also foster creativity and innovation in learning. It is hoped that this capacity building will create a more inclusive and responsive learning environment for students. By involving all stakeholders, including school principals and committees, this community service initiative aims to build an educational ecosystem that supports the effective implementation of the Merdeka Curriculum. The outcomes of these activities are expected to improve the quality of education at the elementary level and prepare the younger generation to better face global challenges.PENGUATAN KAPASITAS GURU SEKOLAH DASAR (SD/MI) DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA
PENDAMPINGAN PENDIDIK TK ANUGERAH DALAM IMPLEMENTASI LABORATORIUM EDUKASI BERBASIS BKEARIFAN LOKAL MADURA Ariyanto, Fajar Luqman; Putra, Dwi Bagus Rendy Astid; Rais, M. Amien; Anggraeny, Inggrit; Guivara, Alvira Eka Rahel; Oktaviyana, Putri Cahya; Dianasari, Chelci
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i1.37013

Abstract

Abstrak: Pendampingan pendidik TK Anugerah dalam implementasi laboratorium edukasi berkerarifan lokal Madura dilaksanakan sebagai bentuk upaya pengabdian untuk meningkatkan kompetensi Pendidik PAUD dalam menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, bermakna, berkualitas dan terintegrasi pada kearifan lokal Madura. Sesuai kondisi lapangan, pendidik di TK Anugerah masih cenderung menggunakan pembelajaran dengan model konvensional seperti teacher-centered learning (pembelajaran berpusat pada guru) dan masih kurangnya inovasi pendidik dalam pemanfaatkan kearifan lokal dalam implementasi pembelajaran. Melalui kegiatan pengabdian ini pendidik diberi pelatihan, arahan, dan contoh praktik langsung tentang bagaimana mengelola pembelajaran dengan memanfaatkan laboratorium edukasi melalui pendekatan saintifik learning dan muatan materi potensi lokal Madura. Materi utama yang diberikan di laboratorium edukasi adalah pembuatan sabun dari ektrak daun siri dan sereh, handsanitazer dari daun pandan, dan aroma terapi dengan kombinasi kopi mimba. Dari pendampingan ini, pendidik mampu menyusun modul pembelajaran dengan materi inti pembuatan sabun, handsanitazer, dan aroma terapi. Kedua pendidik dapan menyusun kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik learning mulai dari mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar dan mengkomunikasikan. Dampak kegiatan ini bermanfaat bagi pendidik untuk mewujudkan pembelajaran yang lebih bermakna, berkualitas menyenangkan, dan mendukung program dinas pendidikan Bangkalan dalam mewujudkan satu sekolah satu inovasi di PAUD Bangkalan.Abstract:. The mentoring program for educators at TK Anugerah in implementing a local wisdom based educational laboratory rooted in Madurese culture was conducted as a form of community service aimed at enhancing the competencies of early childhood educators in creating learning experiences that are more contextual, meaningful, high-quality, and integrated with Madurese local wisdom. Based on field conditions, educators at TK Anugerah still tend to apply conventional learning models such as teacher-centered learning, with limited innovation in utilizing local cultural potential in instructional practices. Through this community service activity, educators were provided with training, guidance, and hands-on practice on managing learning activities by utilizing an educational laboratory through a scientific learning approach and incorporating learning content derived from Madurese local resources. The main materials implemented in the educational laboratory included the production of soap made from betel leaf and lemongrass extracts, hand sanitizer derived from pandan leaves, and aromatherapy products using a combination of coffee and neem. As a result of this mentoring program, educators were able to develop learning modules with core materials focused on the production of soap, hand sanitizer, and aromatherapy. Both educators were also able to design learning activities using the scientific learning approach, encompassing stages of observing, questioning, collecting information, reasoning, and communicating. The impact of this program benefits educators in realizing learning that is more meaningful, high-quality, and enjoyable, while also supporting the Bangkalan Education Office program in achieving the “one school, one innovation” initiative for early childhood education institutions in Bangkalan.
STRENGTHENING STUDENT RESEARCH LITERACY: RESEARCH METHODOLOGY TRAINING AT MAN INSAN CENDEKIA EAST LOMBOK Iqbal, Muhammad; Jayadi, Agus; Rohiyatun, Baiq; Muzakkir, Muzakkir; Muslim, Ahmad; Mursid, Hidayat Joni; Al Maliki, Imam Maksum
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i1.36989

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi riset siswa MAN Insan Cendekia (IC) Lombok Timur melalui pelatihan metodologi penelitian. Rendahnya pemahaman siswa terhadap metodologi penelitian ilmiah menjadi latar belakang pentingnya kegiatan ini, terutama dalam mendukung program Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) dan mempersiapkan siswa menghadapi kompetisi riset seperti Madrasah Young Researchers (MYRES). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan ceramah interaktif, diskusi, dan pendampingan dengan evaluasi berbasis pretest-posttest menggunakan instrumen tes kognitif yang mengacu pada Taksonomi Bloom (C1-C4). Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 11 Oktober 2025 dengan melibatkan sekitar 110 siswa sebagai peserta. Hasil evaluasi posttest dari 72 responden menunjukkan bahwa rata-rata skor literasi metodologi penelitian siswa mencapai 64,11 dengan standar deviasi 24,33. Kategorisasi menunjukkan 22% siswa berada pada kategori Sangat Baik (≥85), 21% kategori Baik (75-84), 6% kategori Cukup (65-74), 18% kategori Kurang (55-64), dan 33% kategori Sangat Kurang (<55). Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam penguatan literasi riset siswa madrasah dan direkomendasikan untuk dilanjutkan dengan program pendampingan berkelanjutan.Abstract:  This community service activity aimed to enhance the research literacy of students at MAN Insan Cendekia (IC) East Lombok through research methodology training. The inadequate understanding of scientific research methodology among students served as the rationale for this initiative, particularly in supporting the Youth Scientific Group (Kelompok Ilmiah Remaja/KIR) program and preparing students for research competitions such as Madrasah Young Researchers (MYRES). The implementation method employed an interactive lecture approach, discussion, and mentoring with pretest-posttest evaluation using cognitive test instruments based on Bloom's Taxonomy (C1-C4). The activity was conducted on October 11, 2025, involving approximately 110 students as participants. The posttest evaluation results from 72 respondents indicated that the mean score for research methodology literacy reached 64.11 with a standard deviation of 24.33. The categorization revealed that 22% of students fell within the Excellent category (≥85), 21% in the Good category (75-84), 6% in the Fair category (65-74), 18% in the Poor category (55-64), and 33% in the Very Poor category (<55). This activity contributed positively to strengthening the research literacy of madrasah students and is recommended for continuation through sustainable mentoring programs.
PELATIHAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS NILAI ISLAMI DAN KARAKTER Urifah, Dewi; Rochayati, Nurin; Sahman, Sahman; Rosida, Rosida; Sa’diah, Khalimatul
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i1.37400

Abstract

Abstrak: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendorong kemajuan dan penerapan kerangka pembelajaran yang berakar pada nilai-nilai Islam dan pengembangan karakter dalam lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di TK ABA 3 Ampenan. Metodologi yang dipilih menggunakan strategi kolaboratif, secara aktif melibatkan guru dan administrator sekolah sebagai kolaborator penting di setiap tahap proyek. Ini mencakup penilaian kebutuhan, pembuatan model pembelajaran, pelatihan guru, implementasi di kelas, dan evaluasi serta refleksi yang menyeluruh. Hasil pelatihan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan guru untuk menyusun rencana pembelajaran (RPPM dan RPPH) yang tertanam dengan nilai-nilai Islam dan komponen pembentukan karakter. Lebih lanjut, terdapat peningkatan yang terlihat dalam kreativitas guru ketika merancang materi pembelajaran bertema Islam, bersamaan dengan perubahan positif dalam perilaku anak-anak. Hal ini mencakup peningkatan keteraturan dalam praktik memberi salam, peningkatan disiplin, tata krama yang lebih baik, dan kepekaan sosial yang lebih besar. Selain itu, lingkungan belajar di TK ABA 3 Ampenan telah berkembang menjadi lebih kondusif untuk asimilasi nilai-nilai Islam melalui pembentukan pojok etika, pojok literasi Islam, dan rutinitas pembelajaran yang bermakna. Program penjangkauan ini secara kesesuaian membantu meningkatkan keunggulan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berpusat pada nilai-nilai Islam dan pembentukan karakter.Abstract: This community service aims to encourage progress and the application of a learning framework rooted in Islamic values and character development in the Early Childhood Education (PAUD) environment at ABA 3 Ampenan Kindergarten. The chosen methodology uses a collaborative strategy, actively involving teachers and school administrators as important collaborators at every stage of the project. This includes needs assessment, learning model development, teacher training, classroom implementation, and comprehensive evaluation and reflection. The results of this training show a significant improvement in teachers' ability to develop lesson plans (RPPM and RPPH) that are embedded with Islamic values and character-building components. Furthermore, there was a noticeable increase in teachers' creativity when designing Islamic-themed learning materials, along with positive changes in children's behavior. This included an increase in the regularity of greeting practices, improved discipline, better manners, and greater social sensitivity. In addition, the learning environment at ABA 3 Ampenan Kindergarten has developed to be more conducive to the assimilation of Islamic values through the establishment of ethics corners, Islamic literacy corners, and meaningful learning routines. This outreach program has helped to improve the excellence of Early Childhood Education (PAUD) centered on Islamic values and character building.
PENDAMPINGAN GURU SD MENGENAI INOVASI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN DEEP LEARNING Purwasih, Ratni; Sari, Indah Puspita; Senjayawati, Eka; Hadianti, Yeni
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i1.35266

Abstract

Abstrak: Fondasi utama pembangunan suatu bangsa adalah pendidikan, karena melalui pendidikanlah kualitas sumber daya manusia dapat ditingkatkan secara sistematis dan berkelanjutan. Upaya peningkatan mutu pendidikan menjadi prioritas strategis, khususnya melalui penguatan peran calon guru penggerak sebagai agen transformasi di satuan pendidikan. Pendampingan bagi calon guru penggerak menjadi langkah penting dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang inovatif dan adaptif, khususnya di jenjang sekolah dasar. Untuk saat ini, tantangan pendidikan hadir dalam berbagai bentuk, seperti keterbatasan akses terhadap sumber daya pendidikan, kurangnya pelatihan berkualitas bagi guru, serta kesenjangan dalam pemanfaatan teknologi pendidikan yang dimiliki oleh guru-guru sekolah. Oleh karena itu, program pendampingan yang terstruktur dan berkelanjutan diarahkan untuk membekali calon guru SD dengan kompetensi yang mumpuni. Kegiatan ini berfokus untuk meningkatan kreativitas dalam merancang pembelajaran yang kontekstual, menyenangkan, serta relevan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa.Selain itu, pendampingan ini juga diharapkan mampu menjawab tantangan implementasi kurikulum merdeka, khususnya dalam hal penyesuaian konten dengan kebutuhan lokal, pemanfaatan teknologi digital secara efektif, serta pemenuhan kebutuhan belajar siswa dengan latar belakang yang beragam. Melalui pendampingan pembelajaran inovatif dan pendekatan komprehensif, diharapkan memberikan perubahan positif dalam dunia pendidikan bagi calon guru SD. Perubahan ini tidak hanya akan memperkuat kapasitas guru sebagai pendidik profesional, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan kualitas pembelajaran dan pembangunan karakter generasi muda sebagai pilar masa depan bangsa.Abstract: One of the main foundations of a nation's development is education, as it is through it that the quality of human resources can be systematically and sustainably improved. In the Indonesian context, efforts to improve the quality of education are a strategic priority, particularly through strengthening the role of prospective teacher leaders as agents of transformation in educational institutions. Mentoring prospective teacher leaders is a crucial step in creating an innovative and adaptive learning ecosystem, particularly at the elementary and secondary school levels. Currently, educational challenges present themselves in various forms, such as limited access to educational resources, a lack of quality teacher training, and gaps in the utilization of educational technology by school teachers. Therefore, a structured and ongoing mentoring program is aimed at equipping prospective elementary school teachers with adequate pedagogical, technological, and social-emotional competencies. This activity focuses on enhancing creativity in designing contextual, enjoyable, and relevant learning that addresses students' needs and characteristics. Furthermore, this mentoring is also expected to address the challenges of implementing the independent curriculum, particularly in adapting content to local needs, effectively utilizing digital technology, and meeting the learning needs of students from diverse backgrounds. Through this innovative learning assistance and comprehensive approach, it is hoped that positive changes will be made in the world of education for prospective elementary school teachers. These changes will not only strengthen teachers' capacity as professional educators but also have a lasting impact on improving the quality of learning and developing the character of the younger generation, the pillars of the nation's future.
PENYULUHAN KESEHATAN PERAWATAN GIGI DAN MULUT MENGENAI EDUKASI CARA SIKAT GIGI YANG BAIK DAN BENAR PADA PASIEN DAN KELUARGA DI RSUD BALARAJA Nurudin, Ahmad; Amriyah, Amriyah; Simanggungsong, Evarina; Ratnasari, Febi; Faridah, Ida; Yunita, Ika; Juju, Juju; Rahayu, Siswati; Sobriah, Sobriah
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i1.37407

Abstract

Abstrak: Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral dari kesehatan tubuh secara keseluruhan yang seringkali terabaikan selama masa perawatan di rumah sakit. Kurangnya pengetahuan mengenai teknik menyikat gigi yang tepat dapat memicu penumpukan plak, karies, hingga infeksi sistemik. Penyuluhan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan pasien serta keluarga dalam mempraktikkan teknik menyikat gigi yang baik dan benar selama berada di lingkungan rumah sakit maupun di rumah. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah interaktif, tanya jawab, serta demonstrasi langsung menggunakan media alat peraga (model gigi dan sikat gigi). Sasaran kegiatan adalah pasien poliklinik gigi beserta pendamping di RSUD Balaraja. Evaluasi dilakukan melalui observasi teknik menyikat gigi oleh peserta dan pengisian kuesioner singkat pre-test dan post-test. Hasil yang di dapatkan pengetahuan pasien dan pendamping tentang perawatan gigi dan mulut mengenai cara sikat gigi yang baik menunjukan terdapat 80% dari 100% responden memiliki peningkatan pengetahuan setelah di lakukan penyuluhan kesehatan. Edukasi secara langsung terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman pasien dan keluarga mengenai pentingnya kebersihan mulut. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi program rutin di RSUD Balaraja untuk menurunkan risiko komplikasi kesehatan akibat higiene oral yang buruk.Abstract:  Oral and dental health is an integral part of overall health that is often overlooked during hospital treatment. A lack of knowledge regarding proper toothbrushing techniques can trigger plaque buildup, caries, and even systemic infections. This health education aims to improve the knowledge, awareness, and skills of patients and their families in practicing proper and correct toothbrushing techniques both in the hospital environment and at home. The counseling was conducted using interactive lectures, Q&A sessions, and direct demonstrations using visual aids (dental models and toothbrushes). The target of this activity was dental polyclinic patients and their companions at RSUD Balaraja. Evaluation was carried out through observation of the participants' toothbrushing techniques and the completion of brief pre-test and post-test questionnaires. The results showed that 80% of the 100% of respondents experienced an increase in knowledge regarding oral care and proper toothbrushing after the health education was conducted. Direct education has proven effective in improving the understanding of patients and families about the importance of oral hygiene. This activity is expected to become a routine program at RSUD Balaraja to reduce the risk of health complications caused by poor oral hygiene.
SOSIALISASI DAN BIMTEK ADMINISTRASI PENDIRIAN CABANG DAN RANTING MUHAMMADIYAH Erwin, Erwin; Maryani, Sri; Muhdar, Syafruddin; Sahril, Muhamad
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i1.35871

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan administratif dan pemahaman kelembagaan kader Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting melalui kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis (Bimtek) administrasi pendirian lembaga. Kegiatan dilaksanakan sebagai bentuk sinergi antara Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) dan Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pengembangan Masjid (LPCR-PM) PWM NTB. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahap, yaitu sosialisasi kebijakan kelembagaan, bimbingan teknis penyusunan dokumen administratif, serta pendampingan dan validasi hasil. Pelaksanaan dilakukan pada tanggal 11 Oktober 2025 di Aula Fakultas Kedokteran UMMAT dengan peserta dari PDM Kota Mataram dan PDM Lombok Barat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap kemampuan peserta dalam memahami prosedur pendirian dan pengesahan cabang serta ranting Muhammadiyah. Peserta mampu menyusun dokumen administrasi sesuai standar LPCR-PM PWM NTB dan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kegiatan ini. Luaran kegiatan berupa draf dokumen pendirian cabang, artikel ilmiah siap terbit, serta publikasi di media daring.Abstract: This community service activity aims to enhance the administrative competence and institutional understanding of Muhammadiyah cadres at the branch and sub-branch levels through socialization and technical guidance (Bimtek) on institutional establishment administration. The program was a collaborative effort between the University of Muhammadiyah Mataram (UMMAT) and the Branch, Sub-Branch, and Mosque Development Institute (LPCR-PM) of Muhammadiyah Regional Board of West Nusa Tenggara (PWM NTB). The implementation consisted of three stages: institutional policy socialization, administrative document preparation training, and document mentoring and validation. The activity took place on October 11, 2025, at the Faculty of Medicine Auditorium, UMMAT, involving participants from the Muhammadiyah Regional Boards of Mataram City and West Lombok. The results showed a significant improvement in participants’ understanding of the procedures for establishing and legitimizing Muhammadiyah branches and sub-branches. Participants successfully produced administrative documents that met LPCR-PM PWM NTB standards and demonstrated high enthusiasm throughout the activity. The outcomes included validated draft establishment documents, a scientific article ready for publication, and online media coverage.