cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JCES (Journal of Character Education Society)
ISSN : 27153665     EISSN : 26143666     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Journal of Character Education Society (JCES) | ISSN 2614-3666, is one of the devotion journals managed by the Faculty of Teacher Training and Education of Muhammadiyah University of Mataram and published every January and July. The publication of JCES aims to disseminate conceptual thinking and ideas, especially the results of community service, including: (1) science, applied, social, economic, cultural, ICT development, and administrative services, (2) training and improvement of educational technology outcomes, agriculture, information and communication, and religion (3) Teaching and empowering community and community of students, youth and community institutions on an ongoing basis. All scope is realized to the community to form a society of character and uphold the values of education.
Arjuna Subject : -
Articles 524 Documents
KOMUNIKASI EFEKTIF PETUGAS PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN DALAM PENINGKATAN MUTU PELAYANAN DI RUMAH SAKIT Situmorang, Masriani; Mulyana, Mulyana; Natasha, Natasha
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 8, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v8i1.28432

Abstract

Abstrak: Peran PMIK sangat vital dalam mengelola informasi medis yang akurat, lengkap, dan dapat diakses tepat waktu oleh tenaga kesehatan. Namun, berbagai kendala komunikasi sering ditemukan, seperti keterbatasan teknologi, kurangnya pelatihan, dan SOP yang tidak jelas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mewujudkan komunikasi efektif melalui sosialisasi dan edukasi tentang peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit, sehingga dapat mempercepat dan meningkatkan kualitas informasi medis yang disampaikan. Tujuan: mewujudkan komunikasi efektif dengan melakukan percepatan informasi melalui sosialisasi serta edukasi tentang peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit.Metode: dilakukan Forum Grop Diskusi dan evaluasi dengan penilaian dari masyarakat dan teman sejawat RS Hasil: Sosialisasi tentang komunikasi efektif dilakukan dengan cara melakukan Pre Test dan Post test. Hasil dari sosialisasi didapatkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan pertugas sebelum (pre test) sebanyak 70 % meningkat menjadi 85% setelah (post test) penyampaian materi oleh Tim pengabdian masyarakat . Pre Test adalah test yang diberikan sebelum pengajaran dimulai dengan tujuan untuk mengetahui sampai dimana pengetahuan perawat terhadap materi yang disampaikan.Abstract: The role of Medical Record and Health Information Management (PMIK) is vital in managing accurate, complete, and timely accessible medical information for healthcare providers. However, various communication barriers are often encountered, such as technological limitations, lack of training, and unclear standard operating procedures (SOPs). Therefore, this study aims to achieve effective communication through socialization and education on improving service quality in hospitals, which can accelerate and enhance the quality of medical information conveyed. Objective: To achieve effective communication by accelerating information through socialization and education on improving service quality in hospitals. Method: A Focus Group Discussion (FGD) and evaluation were conducted, involving assessments from the community and colleagues at the hospital. Results: The socialization on effective communication was carried out by conducting a Pre-Test and Post-Test. The results of the socialization showed an increase in staff knowledge, from 70% before (pre-test) to 85% after (post-test) the presentation of the material by the community service team. The Pre-Test is a test given before the teaching begins with the aim of assessing the nurses' knowledge of the material to be delivered.
DIGITALISASI SISTEM KEUANGAN DI YAYASAN PENDIDIKAN AL-ISLAH MELALUI PEMBUATAN SISTEM INFORMASI KEUANGAN BERBASIS WEBSITE Annisa, Aulia Rahma; Adhitya, Ryan Yudha; Sholikhah, Evi Nafiatus; Rahayu, Putri Nur; Andika, Yudi; Ardiana, Mirza
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 8, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v8i1.29123

Abstract

Abstrak: Dalam Era Society 5.0, kemajuan teknologi digital telah memberikan dampak yang signifikan di berbagai sektor, termasuk dalam dunia pendidikan. Yayasan Pendidikan Al-Islah Surabaya, yang mencakup berbagai lembaga pendidikan mulai dari KB, TK, SD, SMP, hingga SMK, masih menggunakan metode pencatatan transaksi keuangan secara manual. Pada Tahun Ajaran 2024/2025, jumlah siswa yang terdaftar di Yayasan tersebut mencapai 1.723 siswa. Dengan jumlah siswa yang cukup besar, tantangan seperti kesalahan dalam pencatatan, ketidakefisienan, dan kurangnya transparansi dalam pengelolaan keuangan menjadi semakin nyata, sehingga transformasi digital dalam sistem keuangan sangat diperlukan. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sistem informasi keuangan berbasis web untuk mendigitalisasi proses pencatatan keuangan. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengelolaan dana pendidikan. Selain itu, sistem ini akan memastikan akuntabilitas dan transparansi yang tinggi, yang sangat diperlukan dalam pengelolaan dana yang berasal dari berbagai sumber, termasuk pemerintah, donator, dan pihak pemberi hibah lainnya.Abstract:  In the Era of Society 5.0, advancements in digital technology have had a significant impact on various sectors, including the field of education. Al-Islah Surabaya Education Foundation, which includes various educational institutions ranging from kindergarten, elementary school, junior high school, to vocational school, still uses manual methods for recording financial transactions. In the 2024/2025 Academic Year, the number of students registered at the Foundation reached 1,723 students. With a sufficiently large number of students, challenges such as recording errors, inefficiencies, and a lack of transparency in financial management become increasingly apparent, making digital transformation in the financial system essential. Therefore, the development of a web-based financial information system is necessary to digitize the financial recording process. This system is expected to improve the accuracy and efficiency in the management of educational funds. In addition, this system will ensure high accountability and transparency, which are essential in managing funds from various sources, including the government, donors, and other grant providers.
PENTINGNYA PENDIDIKAN 12 TAHUN DESA JAGARAGA KECAMATAN KURIPAN LOMBOK BARAT Irhas, Irhas; Hadi, Heri Sopian; Patty, Elyakim Nova Supriyedi
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 8, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v8i1.29239

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran penduduk Desa Jagaraga, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat, tentang pentingnya pendidikan 12 tahun. Berfokus pada anak-anak yang seringkali putus sekolah sebelum waktunya karena berbagai faktor, program ini menerapkan strategi sosialisasi berbasis diskusi interaktif yang melibatkan anak-anak dan orang tua. Pendekatan ini bertujuan untuk menumbuhkan pemahaman yang lebih mendalam tentang manfaat menyelesaikan pendidikan menengah. Kegiatan ini dilakukan dalam empat tahap: 1) survei dan identifikasi kebutuhan, 2) penyusunan materi sosialisasi, 3) pelaksanaan sosialisasi, dan 4) evaluasi dan tindak lanjut. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan di kalangan orang tua dan anak-anak mengenai pentingnya pendidikan 12 tahun. Diskusi interaktif terbukti efektif dalam mengubah persepsi dan memotivasi masyarakat terhadap pencapaian pendidikan. Studi ini menyoroti  efektivitas diskusi interaktif berbasis masyarakat dalam mempromosikan kesadaran pendidikan, sebuah strategi yang belum banyak diterapkan di wilayah ini. Namun, studi ini juga menggarisbawahi perlunya intervensi lebih lanjut untuk mengatasi kendala ekonomi dan aksesibilitas yang masih menjadi tantangan besar bagi pencapaian pendidikan di Desa Jagaraga.Abstract: This community service activity aimed to increase awareness among residents of Jagaraga Village, Kuripan Subdistrict, West Lombok, about the importance of 12 years of education.  Focusing on children who often discontinue their education prematurely due to various factors, the program employed an interactive discussion-based socialization strategy involving both children and parents. This approach aimed to foster a deeper understanding of the benefits of completing secondary education. The activity was conducted in four stages: 1) survey and identification of needs, 2) preparation of socialization materials, 3) implementation of socialization, and 4) evaluation and follow-up.  Results indicated a significant increase in understanding among parents and children regarding the importance of 12 years of education. The interactive discussions proved effective in changing perceptions and motivating the community towards educational attainment. This study highlights the efficacy of community-based interactive discussions in promoting educational awareness, a strategy not widely implemented in this region. However, it also underscores the need for further interventions to address economic constraints and accessibility issues that remain significant challenges to educational attainment in Jagaraga Village
EDUKASI HIPERTENSI DAN SENAM HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DI KAMPUNG KADU Arzety, Mahda Aulia; Sari, Rina Puspita; Muyasaroh, Siti Sabilatul; Maulidya, Putri Intan; Setiawan, Derry
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 8, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v8i1.28759

Abstract

Abstrak: Hipertensi, yang biasa dikenal tekanan darah tinggi, ditandai dengan peningkatan tekanan arteri yang berkelanjutan dari waktu ke waktu. WHO menetapkan tekanan darah 140/90 mmHg sebagai ambang batas atas normal, sedangkan tekanan darah yang sama dengan atau melebihi 160/95 mmHg diklasifikasikan selaku hipertensi, Tujuan melaksanakan senam hipertensi di kampung kadu lapangan porseka kecamatan curug itu adalah supaya masyarakat lebih memahami manfaat dari senam hipertensi bagi tubuh, Metode Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di kampung kadu lapangan porseka kecamatan curug, memiliki tiga tahapan yakni tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian  masyarakat dan tahapan evaluasi yakni dengan mengisi pre-tes dan post-tes, Hasil Pengerjaan aktivitas pengabdian masyarakat dijalankan sesudah tahap persiapan survey yang sudah dijalankan sehingga pada tahap pelaksanaan kegiatan pemeriksaan tekanan darah dan senam hipertensi bisa berjalan dengan lancar bahwa masyarakat lebih memahami penyakit hipertensi dari apa yang sudah di jelaskan  dan senam hipertensi yang sudah diajarkan, Kesimpulan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan baik masyarakat yang sangat kooperatif dan berperanaktif pada aktivitas pengabdian masyarakat ini sehingga kegiatan ini memberikan hasil yang sangat positif sehingga masyarakat lebih memahami penyakit hipertensi, gejala, atau pun penyebab terjadinya hipertensi.Abstract:  Hypertension, commonly called high blood pressure, is characterized by a sustained increase in arterial pressure over time. WHO determines blood pressure of 140/90 mmHg as the upper limit of normal, while blood pressure equal to or exceeding 160/95 mmHg is classified as hypertension. The aim of carrying out hypertension exercises in Kadu Field Porseka village, Curug sub-district is so that people better understand the benefits of exercise. hypertension for the body, the method of community service activities carried out in Kadu Field Porseka village, Curug sub-district, has three stages, namely the preparation stage, the implementation stage of community service activities and the evaluation stage, namely by filling out pre-test and post-test, the results of the implementation of community service activities are carried out after the survey preparation stage that has been carried out so that at the implementation stage of the blood pressure checking and hypertension exercise activities can run smoothly so that the community understands hypertension better than what has been explained and the exercise hypertension that has been taught, Conclusion: This community service activity went well, the community was very cooperative and played an active role in this community service activity so that this activity gave very positive results so that people better understand hypertension, the symptoms, or causes of hypertension.
SENAM HIPERTENSI PADA LANSIA SEBAGAI BENTUK PENGENDALIAN HIPERTENSI Robbani, Shobrina Nabilah Salsabila; Sari, Rina Puspita; Ananda, Bian Dwi
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 8, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v8i1.29050

Abstract

Abstrak: Program senam hipertensi untuk lansia dilaksanakan sebagai intervensi non-farmakologis dalam pengendalian hipertensi di wilayah Jalan Beringin Raya RW 005 Kutabaru, Pasar Kemis, Tangerang. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman lansia tentang manajemen hipertensi dan mengimplementasikan senam hipertensi sebagai aktivitas fisik terstruktur. Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan, demonstrasi, dan praktik langsung senam hipertensi. Peserta program berjumlah 20 orang dengan rentang usia 50-66 tahun. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 15.3 mmHg dan diastolik 8.7 mmHg setelah intervensi. Sebanyak 75% peserta mendemonstrasikan kemampuan mengulang gerakan senam dengan teknik yang tepat, mengindikasikan tingkat penyerapan informasi yang baik. Program ini berhasil membangun fondasi untuk keberlanjutan praktik senam hipertensi secara mandiri di lingkungan komunitas. Tantangan utama meliputi keterbatasan waktu monitoring jangka panjang dan variasi kemampuan fisik peserta. Implementasi program berkelanjutan dan pengembangan kapasitas kader kesehatan lokal direkomendasikan untuk optimalisasi manfaat program.Abstract:  The hypertension exercise program for the elderly was implemented as a non-pharmacological intervention in hypertension control in the Beringin Raya RW 005 Kutabaru, Pasar Kemis, Tangerang area. This program aimed to improve elderly understanding of hypertension management and implement hypertension exercises as structured physical activity. The implementation method included health education, demonstration, and direct practice of hypertension exercises. Program participants numbered 20 people with an age range of 50-66 years. Evaluation results showed an average decrease in systolic blood pressure of 15.3 mmHg and diastolic 8.7 mmHg after intervention. About 75% of participants demonstrated the ability to repeat exercise movements with proper technique, indicating a good level of information absorption. This program successfully built a foundation for the sustainability of independent hypertension exercise practices in the community. The main challenges include limited long-term monitoring time and variations in participants' physical abilities. Sustainable program implementation and local health cadre capacity development are recommended for program benefit optimization.
KAMPUNG ADAT PULO SEBAGAI WARISAN PERADABAN DAN KEARIFAN LOKAL JAWA BARAT Tripuspita, Neneng; Belladonna, Aprillio Poppy; Rejeki, Ari Sri
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 6, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v6i1.29947

Abstract

Abstrak: Hasil dari observasi penelitian Kampung Pulo Garut menemukan Kearifan Budaya Lokal dalam mempertahankan identitas bangsa. Kearifan budaya lokal yaitu suatu  kearifan budaya terdapat dalam kehidupan masyarakat disuatu tempat, yang merupakan warisan nenek moyang dalam tata nilai kehidupan yang menyatu dengan bentuk religi, budaya,dan adat-istiadat. Seiring dengan perkembangan zaman yang modern abad 21 kearifan budaya lokal masyarakat dalam mempertahankan nilai-nilai luhur budaya, religi, adat istiadat sebagai bentuk identitas bangsa kian memudar dan pengelolaan sumber daya memudar di era abad 21 ini. Mereka beranggapan bahwa modern lebih baik dari pada sebelumnya. Perkembangan tekhnologi dapat memicu hilangnya kearifan budaya lokal. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi yaitu penelitian yang dilakukan dilingkungan Masyarakat adat tertentu. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan secara singkat internalisasi nilai budaya dari Masyarakat kampung adat yang bisa dipromosikan sebagai basis pembentuk karakter Bangsa Indonesia dan internalisasi nilai-nilai organisasi.Abstract:  The findings from the observations conducted in Kampung Pulo, Garut, reveal the presence of local cultural wisdom in preserving national identity. Local cultural wisdom refers to the indigenous knowledge embedded in the lives of a community, inherited from ancestors as part of a value system that integrates religion, culture, and customs. With the advent of modern times in the 21st century, the community’s local cultural wisdom in maintaining noble cultural, religious, and customary values—as a form of national identity—has gradually faded, and resource management has similarly declined. Many believe that modernity is superior to the past, and technological advancements may further trigger the loss of local cultural wisdom. This research employs a qualitative approach with an ethnographic method, which is a study conducted within a specific indigenous community. The aim of this research is to briefly describe the internalization of cultural values by the indigenous community that can be promoted as a basis for shaping the character of the Indonesian nation and for the internalization of organizational values.
UPAYA MENGHADAPI TANTANGAN ERA NEW NORMAL PADA WARGA MASYARAKAT KAMPUNG KUTA Fajar, Arnie; Solihin, Deden
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 6, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v6i1.29944

Abstract

Abstrak: Pandemi COVID-19 membawa dampak besar terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk di Kampung Adat Kuta yang terletak di Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis. Artikel ini mengkaji upaya masyarakat Kampung Kuta dalam menghadapi tantangan era new normal pasca-pandemi COVID-19, dengan fokus pada perubahan sosial, ekonomi, dan budaya. Sebelum pandemi, masyarakat Kampung Kuta mengandalkan sektor pertanian dan kerajinan tangan sebagai mata pencaharian utama. Namun, pembatasan sosial dan penutupan pasar tradisional mengakibatkan penurunan pendapatan yang signifikan. Di sisi lain, kegiatan budaya dan sosial yang menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka, seperti tradisi gotong royong dan upacara adat, terhenti akibat pembatasan interaksi sosial. Setelah pandemi, masyarakat Kampung Kuta mulai beradaptasi dengan new normal dengan menghidupkan kembali tradisi mereka melalui penggunaan teknologi, seperti platform digital untuk menggantikan kegiatan tatap muka. Adaptasi ini menunjukkan bagaimana masyarakat Kampung Kuta mampu mempertahankan identitas budaya mereka sambil beradaptasi dengan perkembangan zaman dan perubahan yang ditimbulkan oleh pandemi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan observasi dan wawancara untuk menggali dinamika perubahan dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan, masyarakat Kampung Kuta tetap menunjukkan ketahanan sosial dan budaya dalam menghadapi perubahan yang ada, menciptakan keseimbangan antara tradisi dan inovasi dalam menjalani kehidupan pasca-pandemi.Abstract: The COVID-19 pandemic had a significant impact on various aspects of community life, including in Kampung Adat Kuta, located in Karangpaningal Village, Tambaksari District, Ciamis Regency. This article examines the efforts made by the people of Kampung Kuta to face the challenges of the post-pandemic new normal era, focusing on social, economic, and cultural changes. Before the pandemic, the people of Kampung Kuta relied on agriculture and handicrafts as their main sources of livelihood. However, social restrictions and the closure of traditional markets led to a significant decrease in income. On the other hand, cultural and social activities, which were an essential part of their life, such as mutual cooperation traditions and ceremonial rites, were halted due to restrictions on social interactions. After the pandemic, the people of Kampung Kuta began to adapt to the new normal by reviving their traditions through the use of technology, such as digital platforms to replace face-to-face activities. This adaptation demonstrates how the people of Kampung Kuta managed to maintain their cultural identity while adapting to the changing times and the transformations brought about by the pandemic. This study uses a descriptive qualitative approach with observations and interviews to explore the dynamics of change in the social, economic, and cultural life of the community. The findings show that, despite the challenges, the people of Kampung Kuta have demonstrated social and cultural resilience in facing the changes, creating a balance between tradition and innovation in navigating the post-pandemic life.
KEPATUHAN MURID DI SMP NEGERI 1 SUBANG MELALUI IMPLEMENTASI BUDAYA POSITIF PROGRAM JAKSA MASUK SEKOLAH SETELAH PANDEMI COVID-19 Fajar, Arnie; Fadhlan, Jabar
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 4 (2022): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v6i1.30005

Abstract

Abstrak: Pandemi Covid-19 telah berdampak luas pada berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan. Dalam konteks pembelajaran daring, siswa diharuskan mengembangkan disiplin diri yang kuat, manajemen waktu yang baik, dan tanggung jawab yang tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketaatan hukum siswa dalam pembelajaran di SMPN 1 Subang kelas VIII, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi ketaatan siswa terhadap aturan sekolah, mengevaluasi peran guru dalam menegakkan disiplin, dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan ketaatan siswa. Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, diantaranya identifikasi permasalahan dan kebutuhan, perencanaan program, implementasi program, dan evaluasi dan tindak lanjut. Hasil menunjukkan bahwa ketaatan hukum siswa dipengaruhi oleh pengetahuan hukum, sikap hukum, dan perilaku hukum. Program pendidikan karakter memainkan peran penting dalam membentuk sikap positif terhadap aturan. Guru memiliki peran penting dalam menegakkan disiplin melalui sosialisasi aturan, pendekatan personal, pengawasan, penghargaan, dan diskusi kelompok. Implementasi nilai ketaatan hukum di SMPN 1 Subang memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter siswa, menciptakan lingkungan belajar yang tertib, aman, dan kondusif. Pendidikan ketaatan hukum tidak hanya menjadi bagian dari kurikulum formal, tetapi juga menjadi landasan dalam membentuk karakter siswa yang siap menghadapi tantangan masa depan.Abstract:  The Covid-19 pandemic has had a wide impact on various sectors, including the education sector. In the context of online learning, students are required to develop strong self-discipline, good time management, and high responsibility. This activity aims to increase students' legal obedience in learning at SMPN 1 Subang grade VIII, identify factors that affect students' obedience to school rules, evaluate the role of teachers in enforcing discipline, and provide recommendations to improve student obedience. This activity is carried out through several stages, including identification of problems and needs, program planning, program implementation, and evaluation and follow-up. The results showed that students' legal obedience was influenced by legal knowledge, legal attitudes, and legal behavior. Character education programs play an important role in shaping a positive attitude towards the rules. Teachers have an important role in enforcing discipline through the socialization of rules, personal approaches, supervision, awards, and group discussions. The implementation of the value of legal obedience at SMPN 1 Subang has a positive impact on the formation of student character, creating an orderly, safe, and conducive learning environment. Legal obedience education is not only part of the formal curriculum, but also the foundation in shaping the character of students who are ready to face future challenges.
SINERGI KEPALA SEKOLAH, GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN ORANG TUA SISWA DALAM MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMP IT YARSI MATARAM Makrup, Makrup; Nasir, Abdun; Ribahan, Ribahan
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 8, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v8i1.29328

Abstract

Abstrak: Kegiatan ini bertujuan untuk menjelaskan a) sinergi kepala sekolah, guru pendidikan agama Islam dan orang tua, dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa di SMP IT Yarsi Mataram, b) tantangan kepala sekolah, guru pendidikan agama Islam dan orang tua, dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa di SMP IT Yarsi Mataram, c) dampak peran kepala sekolah, guru pendidikan agama Islam dan orang tua, dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa di SMP IT Yarsi Mataram. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan: 1) identifikasi masalah dan analisis kebutuhan; 2) sosialisasi dan workshop; 3) penerapan model sinergi dalam pembelajaran; 4) penguatan karakter dan etika digital; dan 5) evaluasi dan monitoring. Hasil kegiatan menunjukan bahwa sinergi kepala sekolah, guru pendidikan agama Islam dan orang tua, dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa di SMP IT Yarsi Mataram, yaitu a) bersinergi dalam berkomunikasi untuk membangun hubungan yang harmonis dengan siswa, b) bersinergi menjadi informen bagi siswa, c) bersinergi menjadi konsultan bagi siswa. Adapun tantangannya yaitu a) perbedaan variasi minat dan kemampuan siswa atau latar belakang siswa, b) pengaruh teknologi media sosial yang negatif. Sedangkan dampak sinergi peran kepala sekolah, guru pendidikan agama Islam dan orang tua, dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa di SMP IT Yarsi Mataram, a) peningkatan kepercayaan diri siswa, b) peningkatan kenyamanan siswa pada lingkungan, c) menciptakan ekosistem belajar yang dinamis.Abstract: This activity aims to explain a) the synergy of school principals, Islamic religious education teachers, and parents, in fostering student learning motivation at SMP IT Yarsi Mataram, b) the challenges of school principals, Islamic religious education teachers, and parents, in fostering student learning motivation at SMP IT Yarsi Mataram, c) the impact of the role of school principals, Islamic religious education teachers and parents,  in fostering student learning motivation at SMP IT Yarsi Mataram. The method of implementing the activity is carried out through several stages: 1) problem identification and needs analysis; 2) socialization and workshops; 3) the application of the synergy model in learning; 4) strengthening digital character and ethics; and 5) evaluation and monitoring. The results of the activity showed that the synergy of school principals, Islamic religious education teachers, and parents, in fostering student learning motivation at SMP IT Yarsi Mataram, namely a) synergizing in communicating to build a harmonious relationship with students, b) synergizing to become information for students, c) synergizing to be consultants for students. The challenges are a) differences in the variety of interests and abilities of students or student backgrounds, and b) the negative influence of social media technology. Meanwhile, the impact of the synergy of the role of school principals, Islamic religious education teachers, and parents, in fostering student learning motivation at SMP IT Yarsi Mataram, a) increasing student confidence, b) increasing student comfort in the environment, c) creating a dynamic learning ecosystem.
PENANAMAN KESADARAN HUKUM CYBERCRIME DI KALANGAN GENERASI MUDA Tripuspita, Neneng; Halimah, Lili; Hendrawan, Jajang Hendar; Khotimah, Nurul
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i2.29996

Abstract

Abstrak: Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, media sosial telah menjadi platform yang sangat berpengaruh dalam kehidupan sosial. Namun, keberadaan media sosial juga membuka ruang bagi munculnya berbagai bentuk kejahatan siber (cyber crime). Kejahatan ini dapat mencakup penipuan, pencurian data pribadi, perundungan daring (cyberbullying), hingga penyebaran konten ilegal. Pendidikan kewarganegaraan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan pengetahuan masyarakat tentang bahaya cyber crime serta cara menghadapinya. Pendidikan kewarganegaraan memiliki peran penting dalam mengurangi dampak cyber crime dengan meningkatkan kesadaran, etika digital, dan pemahaman hukum di kalangan masyarakat. Artikel ini mengulas peran pendidikan kewarganegaraan dalam menghadapi tantangan cyber crime dan pentingnya literasi digital di era media social. Artikel ini membahas hubungan antara cyber crime di media sosial dengan pendidikan kewarganegaraan serta strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya tersebut.Along with the rapid development of information technology, social media has become a very influential platform in social life. However, the existence of social media also opens up space for the emergence of various forms of cybercrime. These crimes can include fraud, theft of personal data, cyberbullying, and the spread of illegal content. Civic education has an important role in shaping people's character and knowledge about the dangers of cyber crime and how to deal with it. Civic education has an important role in reducing the impact of cyber crime by increasing awareness, digital ethics, and legal understanding among the public. This article reviews the role of civic education in facing the challenges of cyber crime and the importance of digital literacy in the era of social media. This article discusses the relationship between cybercrime on social media and civic education and strategies that can be applied to increase public awareness of these dangers.