cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JCES (Journal of Character Education Society)
ISSN : 27153665     EISSN : 26143666     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Journal of Character Education Society (JCES) | ISSN 2614-3666, is one of the devotion journals managed by the Faculty of Teacher Training and Education of Muhammadiyah University of Mataram and published every January and July. The publication of JCES aims to disseminate conceptual thinking and ideas, especially the results of community service, including: (1) science, applied, social, economic, cultural, ICT development, and administrative services, (2) training and improvement of educational technology outcomes, agriculture, information and communication, and religion (3) Teaching and empowering community and community of students, youth and community institutions on an ongoing basis. All scope is realized to the community to form a society of character and uphold the values of education.
Arjuna Subject : -
Articles 564 Documents
EDUKASI PADA IBU HAMIL TRIMESTER AKHIR TENTANG TEKNIK RELAKSASI PERNAPASAN SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN KECEMASAN MENJELANG PERSALINAN Aulia Rizqi Ramadhani; Setiya Purbasari; Rizki Sakinah Dewi; Erliana Yuwantira
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 3 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i3.40414

Abstract

Abstrak: Kehamilan trimester III merupakan fase penting yang sering disertai kecemasan menjelang persalinan. Kecemasan yang tidak dikelola dapat memengaruhi kesiapan fisik dan psikologis ibu dalam menghadapi proses persalinan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil trimester III dalam menerapkan teknik relaksasi pernapasan sebagai upaya menurunkan kecemasan menjelang persalinan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, dengan sasaran 27 ibu hamil trimester III. Metode kegiatan meliputi pre-test, edukasi melalui seminar, praktik relaksasi pernapasan, diskusi interaktif, dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan bahwa tingkat kecemasan peserta didominasi oleh kategori sedang, sedangkan pengetahuan ibu tentang relaksasi pernapasan masih berada pada kategori cukup. Setelah diberikan edukasi dan praktik, terjadi peningkatan pengetahuan dengan dominasi kategori sangat baik pada post-test. Diskusi interaktif juga menunjukkan bahwa sumber kecemasan ibu hamil bersifat multidimensi, tidak hanya berkaitan dengan proses persalinan, tetapi juga dipengaruhi oleh stres mengasuh anak, perubahan citra tubuh, serta kekhawatiran terhadap penyesuaian psikologis setelah melahirkan. Edukasi relaksasi pernapasan terbukti sederhana, aman, dan aplikatif untuk mendukung kesiapan ibu hamil menjelang persalinan.Abstract:  The third trimester of pregnancy is an important phase that is often accompanied by anxiety before childbirth. Unmanaged anxiety can affect the mother’s physical and psychological readiness in facing the labor process. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of third-trimester pregnant women in applying breathing relaxation techniques as an effort to reduce anxiety before childbirth. The activity was conducted in Pongangan Village, Manyar, Gresik, involving 27 pregnant women in their third trimester. The methods included a pre-test, education through a seminar, breathing relaxation practice, interactive discussion, and a post-test. The pre-test results showed that the participants’ anxiety level was predominantly in the moderate category, while their knowledge of breathing relaxation was still in the sufficient category. After receiving education and practice, the participants’ knowledge increased, with the post-test results dominated by the very good category. The interactive discussion also showed that the sources of anxiety among pregnant women were multidimensional, not only related to the labor process but also influenced by childcare stress, changes in body image, and concerns about psychological adjustment after childbirth. Breathing relaxation education has been proven to be a simple, safe, and effective intervention to support pregnant women’s readiness for childbirth.
MENAMBAH VALUE PRODUK MELALUI DESIGN PACKAGING PADA UMKM IKAN PAYUS DI DESA KEPETINGAN SIDOARJO Tika Anjani; Hikmah Irhamni Shabrina; Laily Muzdalifah; Muchammad Tamyiz; Muhammad Idham Kholiq; Risalul Ummah
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 3 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i3.40289

Abstract

Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian daerah, namun masih menghadapi kendala pada aspek pemasaran, khususnya desain kemasan yang belum mampu mencerminkan identitas produk secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan nilai tambah produk UMKM Abinda Kerupuk Ikan Payus di Desa Kepetingan, Kabupaten Sidoarjo melalui pengembangan desain kemasan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan pendampingan yang meliputi observasi, identifikasi permasalahan, perancangan desain, implementasi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kemasan produk berhasil dikembangkan dari standing pouch transparan berlabel sederhana menjadi kemasan full color yang lebih menarik, informatif, dan profesional. Kemasan baru dilengkapi nomor sertifikat halal, petunjuk penyajian, serta petunjuk penyimpanan sehingga mampu memperkuat identitas produk dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Pengembangan kemasan juga memberikan nilai tambah yang ditunjukkan melalui peningkatan harga jual produk dari Rp10.000 menjadi Rp15.000 per kemasan. Dengan demikian, pengembangan desain kemasan menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan nilai tambah dan daya saing UMKM berbasis potensi lokal.Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in supporting regional economic growth; however, they continue to face challenges in marketing, particularly in packaging design that has not yet optimally reflected product identity. This community service program aimed to increase the added value of products produced by Abinda Payus Fish Crackers MSME in Kepetingan Village, Sidoarjo Regency, through the development of packaging design. The program employed a participatory approach combined with mentoring, including observation, problem identification, packaging design development, implementation, and evaluation. The results showed that the product packaging was successfully transformed from a transparent standing pouch with a simple label into a more attractive, informative, and professional full-color package. The redesigned packaging was complemented with a halal certification number, serving instructions, and storage guidelines, thereby strengthening the product identity and enhancing consumer trust. Furthermore, the packaging improvement increased the product's added value, as reflected in the rise in the selling price from IDR 10,000 to IDR 15,000 per package. Therefore, packaging design development is an effective strategy for enhancing product value and improving the competitiveness of MSMEs based on local potential.
SOSIALIASASI PEMANFAATAN LIMBAH DAN GERAKAN LINDUNGI LINGKUNGAN MELALUI POSTER Citra Aulianisa Lubis; Atok Miftachul Hudha; Nurwidodo Nurwidodo; Poncojari Wahyono
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 3 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i3.40246

Abstract

Kegiatan sosialisasi pemanfaatan limbah dan gerakan perlindungan lingkungan melalui poster dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 02 Batu dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, kreativitas, dan kepedulian lingkungan peserta didik terhadap pengelolaan limbah. Kegiatan ini melibatkan peserta didik kelas VII dan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan dilakukan pretest, penyampaian materi mengenai jenis dan pemanfaatan limbah, pelatihan pembuatan poster menggunakan aplikasi Canva, serta posttest. Evaluasi dilakukan melalui analisis hasil pretest dan posttest serta penilaian poster yang dihasilkan peserta didik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta didik yang ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata dari 61,6 pada pretest menjadi 84,8 pada posttest. Selain meningkatkan kompetensi kognitif, kegiatan ini juga berhasil mengembangkan kreativitas, literasi digital, dan kesadaran lingkungan peserta didik. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi ini efektif sebagai model pendidikan lingkungan berbasis proyek di sekolah.
PENGUATAN RESILIENSI MASYARAKKAT TERDAMPAK BANJIR MELALUI PROGRAM TANGGAP DARURAT TERPADU DI KABUPATEN PIDIE DAN PIDIE JAYA Nurjannah Nurjannah; Suci Maulina; Novita Diana
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 3 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i3.40028

Abstract

Abstrak: Bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, Aceh, pada akhir November 2025 mengakibatkan kerusakan rumah, terganggunya aktivitas sosial-ekonomi masyarakat, serta meningkatnya risiko kesehatan dan masalah psikologis pada kelompok rentan. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tanggap Darurat Bencana dilaksanakan sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi tersebut dengan melibatkan lima desa terdampak, yaitu Desa Seunong, Geunteng, Blang Cut, Dayah Kruet, dan Jojo. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan respons berbasis kebutuhan melalui empat klaster intervensi utama, yaitu distribusi logistik, layanan kesehatan, penyediaan air bersih dan penerangan darurat, serta pendampingan psikososial. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan pemerintah desa, asesmen kebutuhan cepat, pelaksanaan intervensi terpadu, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program berhasil menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak, melaksanakan 281 pemeriksaan kesehatan, menyediakan tandon air dan genset sebagai sarana pendukung layanan dasar, serta melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban banjir. Program ini tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pada fase tanggap darurat, tetapi juga meningkatkan kapasitas perangkat desa dan masyarakat dalam pengelolaan bantuan, pelayanan kesehatan dasar, pengelolaan air bersih, dan pendampingan psikososial berbasis komunitas. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif berbasis kebutuhan mampu memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi situasi pascabencana.Abstract:  Flood disasters that occurred in Pidie and Pidie Jaya Regencies, Aceh, at the end of November 2025 caused severe damage to housing, disrupted socio-economic activities, and increased health and psychological vulnerabilities among affected communities. This Community Service Program (PkM) was conducted as an emergency response intervention involving five flood-affected villages, namely Seunong, Geunteng, Blang Cut, Dayah Kruet, and Jojo. The program employed a needs-based emergency response approach through four intervention clusters: logistics distribution, health services, clean water and emergency electricity provision, and psychosocial assistance. The implementation stages included coordination with village authorities, rapid needs assessment, integrated intervention activities, and monitoring and evaluation. The results demonstrated that the program successfully distributed essential logistics, provided 281 health examinations, supplied water storage tanks and generators, and conducted trauma-healing activities for children affected by the disaster. Beyond meeting immediate emergency needs, the program enhanced community capacity in managing aid distribution, basic healthcare services, clean water management, and community-based psychosocial support. These findings indicate that a collaborative and needs-based intervention model can strengthen community resilience during post-disaster recovery.