cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JCES (Journal of Character Education Society)
ISSN : 27153665     EISSN : 26143666     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Journal of Character Education Society (JCES) | ISSN 2614-3666, is one of the devotion journals managed by the Faculty of Teacher Training and Education of Muhammadiyah University of Mataram and published every January and July. The publication of JCES aims to disseminate conceptual thinking and ideas, especially the results of community service, including: (1) science, applied, social, economic, cultural, ICT development, and administrative services, (2) training and improvement of educational technology outcomes, agriculture, information and communication, and religion (3) Teaching and empowering community and community of students, youth and community institutions on an ongoing basis. All scope is realized to the community to form a society of character and uphold the values of education.
Arjuna Subject : -
Articles 564 Documents
PELATIHAN PERENCANAAN RENOVASI MASJID BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS FASILITAS DAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT Nasarudin Nasarudin; Khaeruddin Said; Muhammad Zakki Masykur
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i2.39609

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan jamaah Masjid Nurul Huda Dasan Baru dalam menyusun perencanaan renovasi masjid berbasis partisipasi masyarakat. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah keterbatasan pemahaman dan keterampilan dalam perencanaan renovasi yang sistematis, serta rendahnya pelibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Kondisi ini menyebabkan renovasi cenderung bersifat insidental, kurang tepat sasaran, dan belum berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Learning (PAL) melalui tahapan sosialisasi (21 Maret 2026), perencanaan (25 Maret 2026), dan pelatihan (28 Maret 2026) yang diikuti oleh 47 peserta. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif melalui diskusi, praktik langsung, dan pendampingan penyusunan rencana renovasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap konsep perencanaan renovasi, kemampuan menyusun skala prioritas dan rencana tindak lanjut, serta meningkatnya partisipasi aktif dalam proses musyawarah dan pengambilan keputusan. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan dokumen rencana renovasi yang realistis dan berkelanjutan sesuai kebutuhan jamaah. Kegiatan pengabdian ini berhasil mengubah pola pikir masyarakat menjadi lebih sistematis, partisipatif, dan berorientasi jangka panjang dalam pengelolaan fasilitas masjid. Dengan demikian, model pelatihan berbasis partisipasi ini efektif dalam meningkatkan kemandirian masyarakat dan dapat direplikasi pada komunitas lain dengan karakteristik serupa untuk mendukung pembangunan berbasis masyarakat yang berkelanjutan.Abstract: This community service program aims to enhance the capacity of mosque administrators and congregants of Nurul Huda Mosque, Dasan Baru, in developing participatory-based mosque renovation planning. The main problems faced by the community partner include limited knowledge and skills in systematic renovation planning, as well as low levels of structured community involvement in decision-making processes. These conditions have resulted in renovation activities being carried out in an incidental, unstructured manner, often lacking sustainability and alignment with the actual needs of the congregation. The method applied in this program is the Participatory Action Learning approach, implemented through three main stages: socialization (March 21, 2026), planning (March 25, 2026), and training (March 28, 2026), involving 47 participants. The activities were conducted using participatory techniques, including group discussions, hands-on practice, and guided assistance in preparing renovation plans. The findings indicate a significant improvement in participants’ understanding of renovation planning concepts, their ability to identify priorities and formulate actionable plans, as well as increased active participation in deliberation and decision-making processes. The program successfully produced a realistic and sustainable renovation plan aligned with the needs of the mosque community. In conclusion, this program effectively transformed the community’s mindset toward a more systematic, participatory, and long-term oriented approach in managing mosque facilities. Therefore, this participatory-based training model is proven to be effective in strengthening community independence and has strong potential to be replicated in similar community contexts to support sustainable community-based development.
ASOSIALISASI PENCEGAHAN BAHAYA NARKOBA PADA GENERASI MUDA DI MTs DAN MA AL-MUJAHIDIN DESA REMPEK Muhamad Sahril; M. Anugrah Arifin; Bahri Yamin; Sahman Z
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i2.39323

Abstract

Abstrak: Penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja menjadi salah satu permasalahan serius yang mengancam masa depan generasi muda, khususnya pada tingkat pendidikan menengah. Siswa MTs dan MA sebagai kelompok usia rentan memerlukan edukasi preventif yang sistematis dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai bahaya narkoba serta membentuk sikap preventif terhadap penyalahgunaannya. Kegiatan dilaksanakan di MTs dan MA Al- Mujahidin Desa Rempek, Kabupaten Lombok Utara, dengan melibatkan 50 peserta didik. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tiga tahapan, yaitu penyampaian materi (sosialisasi), diskusi interaktif, dan refleksi bersama. Materi yang disampaikan mencakup jenis-jenis narkoba, dampak kesehatan, dampak sosial, serta strategi pencegahan di lingkungan sekolah dan keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa tentang bahaya narkoba serta tumbuhnya kesadaran untuk menjauhi dan mencegah penyalahgunaan zat terlarang. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung dan aktif dalam sesi diskusi. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan bebas narkoba, serta mendorong peran aktif siswa sebagai agen perubahan di masyarakat.Abstract: Drug abuse among adolescents has become a serious issue that threatens the future of the younger generation, particularly at the secondary education level. Students of MTs and MA, as a vulnerable age group, require systematic and sustainable preventive education. This community service activity aims to enhance students’ understanding and awareness of the dangers of drugs and to foster preventive attitudes toward drug abuse. The activity was conducted at MTs and MA Al-Mujahidin in Rempek Village, North Lombok Regency, involving 50 students. The implementation method employed a participatory approach through three main stages: material presentation (socialization), interactive discussion, and collective reflection. The materials covered types of drugs, health and social impacts, as well as prevention strategies within school and family environments. The results indicate an improvement in students’ understanding of drug-related dangers and the development of awareness to avoid and prevent substance abuse. In addition, participants showed high enthusiasm and active engagement during the discussions. This program is expected to serve as an initial step in creating a healthy, safe, and drug-free school environment, as well as encouraging students to take active roles as agents of change in their communities.
LOKAKARYA PENULISAN CERPEN SEBAGAI MEDIA PENGEMBANGAN EKSPRESI DIRI DAN LITERASI SASTRA PELAJAR SMA/MA DI KABUPATEN LOMBOK UTARA Sandi Justitia Putra; Denda Devi Sarah Mandini; Arya Ananta Wijaya; Lalu Ahmad Rahmat; Ismi Arifiana Rahmandari; Yani Rosita Sarlan; Titin Titawati; Anisa Purwa Ningrum; Anis Sujudi; Zulhadi Zulhadi; Rit Arisandy; Sumanjayadi Sumanjayadi
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i2.39417

Abstract

Abstrak: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi sastra serta mengembangkan ekspresi diri pelajar SMA/MA melalui lokakarya penulisan cerpen. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 6 Oktober 2025 di Aula Kantor Desa Bentek, Kabupaten Lombok Utara, oleh tim pengabdian dari Universitas 45 Mataram bekerja sama dengan Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, praktik menulis cerpen, serta pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap struktur dan teknik penulisan cerpen, serta meningkatnya kepercayaan diri dalam mengekspresikan ide melalui karya sastra. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya minat literasi di kalangan pelajar. Dengan demikian, lokakarya penulisan cerpen efektif sebagai media pengembangan literasi sastra dan ekspresi diri generasi muda.Abstract: This Community Service (PKM) activity aims to improve literary literacy skills and develop self-expression of high school/Islamic high school students through a short story writing workshop. The activity was carried out on October 6, 2025, at the Bentek Village Office Hall, North Lombok Regency, by a community service team from Universitas 45 Mataram in collaboration with Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira. The methods used included material delivery, interactive discussions, short story writing practice, and mentoring. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the structure and techniques of short story writing, as well as increased self-confidence in expressing ideas through literary works. In addition, this activity also encouraged the growth of literacy interest among students. Thus, the short story writing workshop is effective as a medium for developing literary literacy and self-expression for the younger generation.
PENINGKATAN KETERAMPILAN PENGOLAHAN BAKSO IKAN DAN FISHCAKE BERBASIS CAMPURAN IKAN ALU-ALU DAN IKAN BOGOR DI DESA PETIKU, KABUPATEN PASER Irman Irawan; Nurfaidah nurfaidah; Bendi Sabela; Septiana Sulistiawati; Andi Noor Asikin; Adlina Ardhanawinata; Sukmawati Usman; Rafitah Hasanah; Priatno Khanna
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i2.39616

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan ibu-ibu istri nelayan dalam mengolah ikan laut menjadi produk bernilai tambah berupa bakso ikan dan fishcake. Kegiatan dilaksanakan di Desa Petiku, Kecamatan Longkali, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur dengan pendekatan pelatihan berbasis praktik menggunakan desain one-group pretest–post test. Bahan baku utama yang digunakan adalah ikan alu-alu dan ikan bogor yang dikombinasikan untuk menghasilkan produk dengan karakteristik tekstur dan cita rasa yang optimal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan produksi peserta dengan rata-rata sebesar 32,18%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek pemahaman bahan baku dan kandungan gizi. Produk yang dihasilkan memiliki tekstur kenyal dan elastis, yang menunjukkan terbentuknya gel protein miofibril secara optimal selama proses pemanasan. Penggunaan es dalam proses pencampuran serta kontrol suhu terbukti berperan penting dalam menjaga stabilitas protein dan kualitas produk akhir. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif dalam meningkatkan kapasitas teknis masyarakat dalam pengolahan hasil perikanan, serta berpotensi meningkatkan nilai ekonomi produk berbasis sumber daya lokal.Abstract:  This community service activity aimed to improve the skills of fishermen’s wives in processing marine fish into value-added products, namely fish balls and fishcakes. The program was conducted in Petiku Village, Longkali District, Paser Regency, East Kalimantan, using a hands-on training approach with a one-group pretest–post test design. The main raw materials used were a combination of barracuda (alu-alu) and bogor fish, selected to optimize texture and sensory characteristics of the final products. The results showed a significant improvement in participants’ production skills, with an average increase of 32.18%. The highest improvement was observed in the understanding of raw materials and nutritional content. The produced fish balls and fishcakes exhibited desirable elastic and cohesive textures, indicating proper formation of myofibrillar protein gel during heat processing. The use of ice during mixing and proper temperature control played a crucial role in maintaining protein stability and enhancing product quality. This activity demonstrates that hands-on training is effective in improving community technical capacity in fish processing and has strong potential to increase the economic value of locally available fishery resources.
PEMBERDAYAAN ISTRI NELAYAN MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN DAN PENGEMASAN PRODUK HASIL PERIKANAN DI DESA PETIKU, KECAMATAN LONGKALI, KABUPATEN PASER Nurfaidah Nurfaidah; Irman Irawan; Ita Zuraida; Bagus Fajar Pamungkas; Doddy Sutono; Andi Mismawati; Seftylia Diachanty; Ratna Nurmalita Sari; Tri Karimah Ramadhini; Rismayani Miftahul Ilmi; Rekha Yusdhanilawardhani; Ilmiani Rusdin
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i2.39784

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan istri nelayan dalam pengolahan dan pengemasan produk hasil  perikanan di Desa Petiku, Kecamatan Longkali, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan pembuatan bakso ikan dan fishcake berbahan dasar ikan laut lokal yang dilanjutkan dengan pelatihan pengemasan produk meliputi fungsi kemasan, pemilihan bahan kemasan yang sesuai, serta teknik pengemasan yang higienis menggunakan kemasan thinwall food grade. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya kemasan dalam melindungi mutu produk, menjaga keamanan pangan, dan meningkatkan penampilan produk. Peserta mampu menerapkan teknik pengemasan yang lebih higienis dan menarik menggunakan kemasan thinwall pada produk bakso ikan dan fishcake yang dihasilkan. Selain itu, pelatihan juga meningkatkan kesadaran peserta mengenai peran kemasan dalam memberikan nilai tambah dan meningkatkan daya saing produk olahan hasil perikanan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan pengemasan menggunakan bahan kemasan yang sederhana dan mudah diperoleh dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendukung pengembangan usaha pengolahan hasil perikanan skala rumah tangga serta meningkatkan nilai ekonomi produk perikanan lokal.Abstract:  This community service program aimed to improve the knowledge and skills of fishermen’s wives in processing and packaging processed fish products in Petiku Village, Longkali District, Paser Regency, East Kalimantan. The activity was conducted through training on the production of fish balls and fishcakes made from local marine fish, followed by training on product packaging covering the functions of packaging, the selection of appropriate packaging materials, and hygienic packaging techniques using food-grade thinwall containers. The program employed a participatory approach through counseling, demonstrations, hands-on practice, and mentoring. The results showed an improvement in participants’ knowledge regarding the importance of packaging in protecting product quality, maintaining food safety, and enhancing product appearance. Participants were able to apply more hygienic and attractive packaging practices using thinwall containers for fish balls and fishcakes. Furthermore, the training increased participants’ awareness of the role of packaging in adding value to fishery products and improving their competitiveness. These findings indicate that packaging training using simple and accessible packaging materials can serve as an effective strategy to support the development of household-scale fish processing businesses and increase the economic value of local fishery products.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PUBLIC SPEAKING DAN LITERASI TEKNOLOGI PESERTA DIDIK MELALUI KEGIATAN PENJURIAN LOMBA ENGLISH SPEECH “COEXISTING WITH AI: EMBRACING TECHNOLOGY WITHOUT LOSING OURSELVES” Maria Dewi Rosari
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 3 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i3.40088

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui partisipasi sebagai juri pada Lomba English Speech XYRON 2025 yang diselenggarakan oleh SMA Santa Ursula Jakarta. Kegiatan ini bertujuan mendukung pengembangan kemampuan berbicara bahasa Inggris, berpikir kritis, serta literasi teknologi peserta didik tingkat SMP/sederajat melalui kompetisi pidato berbahasa Inggris bertema “Coexisting with AI: Embracing Technology Without Losing Ourselves.” Metode pelaksanaan dilakukan melalui penugasan sebagai juri profesional yang bertugas menilai performa peserta berdasarkan aspek relevansi isi, penggunaan bahasa, pengucapan dan kefasihan, penyampaian dan kepercayaan diri, serta dampak terhadap audiens. Selain melakukan penilaian, juri juga memberikan umpan balik konstruktif kepada peserta setelah penampilan. Kegiatan diikuti oleh 14 peserta dari berbagai sekolah dan berlangsung di Ruang Teater SMA Santa Ursula Jakarta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menyampaikan gagasan kritis mengenai pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam kehidupan sehari-hari dengan kualitas performa yang beragam. Proses penjurian tidak hanya menghasilkan pemeringkatan peserta, tetapi juga menjadi sarana edukatif yang membantu peserta memahami aspek-aspek penting dalam public speaking berbahasa Inggris. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kompetensi komunikasi peserta sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung pengembangan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.Abstract:  This community service activity was conducted through participation as a judge in the XYRON 2025 English Speech Competition organized by Santa Ursula Senior High School Jakarta. The activity aimed to support the development of English-speaking skills, critical thinking, and technological literacy among junior high school students through a speech competition themed “Coexisting with AI: Embracing Technology Without Losing Ourselves.” The implementation method involved serving as a professional judge responsible for assessing participants based on content relevance, language use, pronunciation and fluency, delivery and confidence, as well as audience impact. In addition to scoring, judges provided constructive feedback to participants after their performances. The competition involved fourteen participants from various schools and was conducted in the theater room of Santa Ursula Senior High School Jakarta. The results indicated that participants were able to express critical perspectives on the use of artificial intelligence in daily life, although with varying levels of performance quality. The judging process not only determined the competition winners but also functioned as an educational platform that helped participants understand key aspects of effective English public speaking. This activity contributed positively to improving participants’ communication competencies while strengthening collaboration between higher education institutions and schools in preparing young generations to face technological advancements.
EDUKASI KESEHATAN DIET DASH UNTUK MENGENDALIKAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI PANTI WREDHA KASIH AYAH BUNDA Nada Puspita; Rina Puspita Sari; Ratna Tri Anjani; Salsabila Aprila Putri; Widya Alissa Tanjung; Zakiyatun Nufus; Lutfi Aprilia Hapsari; Yeshi Monica Gultom; Adinda Kurnianengsih
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 3 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i3.39877

Abstract

Abstrak: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada lansia yang dikenal sebagai “silent killer” karena sering tidak menimbulkan gejala namun berisiko tinggi menyebabkan komplikasi kardiovaskular. Edukasi diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) menjadi salah satu strategi non-farmakologis yang efektif dalam menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kualitas hidup lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang hipertensi dan diet DASH melalui pendidikan kesehatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah edukasi kesehatan dengan desain pre test dan post test pada 20 lansia di Panti Wredha Kasih Ayah Bunda Tangerang. Media edukasi meliputi presentasi, stand banner dan diskusi tanya jawab. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan tingkat pengetahuan lansia, kategori pengetahuan baik meningkat dari 15% pada pre test menjadi 60% saat post test. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi diet hipertensi pada lansia di Panti Wredha Kasih Ayah Bunda efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan mulai mengarah pada perubahan perilaku. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala untuk mempertahankan dan meningkatkan hasil yang telah dicapai.Abstract:  Hypertension is a major health problem in the elderly, known as a "silent killer" because it often does not cause symptoms but carries a high risk of causing cardiovascular complications. Education on the DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) diet is an effective non-pharmacological strategy in lowering blood pressure and improving the quality of life of the elderly. This community service activity aims to increase the elderly's knowledge about hypertension and the DASH diet through health education. The method used in this community service activity is health education with a pre-test and post-test design on 20 elderly at the Kasih Ayah Bunda Nursing Home in Tangerang. Educational media included presentations, banner stands, and question and answer discussions. The results of this activity showed an increase in the level of knowledge of the elderly, with the category of good knowledge increasing from 15% in the pre-test to 60% in the post-test. The conclusion of this activity is that hypertension diet education for the elderly at the Kasih Ayah Bunda Nursing Home is effective in improving knowledge, attitudes, and starting to lead to behavioral changes. It is hoped that similar activities can be carried out periodically to maintain and improve the results that have been achieved.
DETEKSI DINI MASALAH KESEHATAN GIGI PADA REMAJA SMKN 1 NGASEM BERBASIS INDIKASI PEMERIKSAAN RADIOGRAFI Firlana Cahyareni; Rakhmalita Arlini; Pritha Kunti Nali Broto
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 3 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i3.40254

Abstract

Abstrak: Prevalensi permasalahan gigi dan mulut pada remaja Indonesia mengalami peningkatan. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi masalah kesehatan gigi dan mulut pada remaja yaitu karies gigi, maloklusi karies gigi, dan rekomendasi tindak lanjut berbasis indikasi pemeriksaan radiografi. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pemeriksaan klinis gigi dan mulut, pencatatan hasil pemeriksaan, edukasi kesehatan gigi, dan evaluasi hasil untuk menentukan kebutuhan rujukan. Kegiatan dilaksanakan di Aula SMKN 1 Ngasem pada 26 Mei 2026 dengan 71 peserta berusia 15 sampai 19 tahun. Hasil pemeriksaan menunjukkan peserta mengalami beberapa tingkatan karies gigi dengan kategori sangat rendah (17 peserta), rendah (17 peserta), sedang (13 peserta), tinggi (15 peserta), dan sangat tinggi (9 peserta). Pemeriksaan maloklusi juga dilakuan menunjukkan kelas I (32 peserta), kelas II (28 peserta), dan kelas III (11 peserta). Peserta dengan karies sedang hingga tinggi dan maloklusi kelas II dan II direkomendasikan melakukan pemeriksaan radiografi sesus indikasi klinis. Kegiatan ini membantu remaja mengetahui kondisi gigi dan mulut serta meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan gigi dan mulut dengan pemeriksaan secara berkala.Abstract:  The prevalence of oral health problems among Indonesian adolescents is on the rise. This study aims to identify oral health issues in adolescents, specifically dental caries and malocclusion, and to provide follow-up recommendations based on radiographic findings. The method of implementation included a preparation stage, clinical dental and oral examinations, recording of examination results, dental health education, and evaluation of results to determine referral needs. The activity was held in the SMKN 1 Ngasem Auditorium on May 26, 2026, with 71 participants aged 15 to 19 years. Results of the examination showed that participants had various levels of dental caries categorized as very low (17 participants), low (17 participants), moderate (13 participants), high (15 participants), and very high (9 participants). Malocclusion screening also revealed Class I in 32 participants, Class II in 28 participants, and Class III in 11 participants. Participants with moderate to high caries and Class II and III malocclusion were recommended to undergo radiographic examinations based on clinical indications. This program helps adolescents understand the condition of their teeth and mouth and raises awareness of oral health through regular screenings.
PENGUATAN LITERASI INFAK DIGITAL BERBASIS BAHASA ARAB KONTEKSTUAL BAGI PEMUDA PENGELOLA MASJID DI DESA MEKARSARI Ihwan Rahman Bahtiar; Hendrawanto Hendrawanto; Khotimatun Nafia'h
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 3 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i3.40078

Abstract

Abstrak: Pengelolaan dana infak di masjid pedesaan masih menghadapi kendala pencatatan manual menggunakan amplop dan buku yang rawan salah dicatat serta kurang transparan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat literasi infak digital dan menanamkan nilai karakter amanah, tanggung jawab, dan kejujuran pada pemuda pengelola masjid di Desa Mekarsari, Kabupaten Sumedang, melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) dan Arabic for Specific Purposes (ASP). Pelaksanaan kegiatan melibatkan 25 peserta dari enam masjid dan berlangsung pada 31 Mei 2026 di Balai Desa Mekarsari, dengan metode partisipatif berupa sosialisasi, pelatihan praktik pembuatan akun QRIS berbahasa Arab, simulasi transaksi digital, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), serta pendampingan pelaporan keuangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman literasi infak sebesar 72,7% (skor pre-test 4,40 menjadi post-test 7,36). Sebanyak 80% peserta mampu menyusun pesan komunikasi infak bilingual, 100% berhasil menghasilkan SOP pengelolaan infak, 80% mampu memahami alur infak digital, dan 100% berkomitmen menerapkan nilai amanah, tanggung jawab, serta kejujuran. Testimoni peserta dan dukungan tokoh masyarakat mengonfirmasi dampak positif serta prospek keberlanjutan program. Integrasi PAR dan ASP terbukti efektif dalam memperkuat literasi infak digital sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter. Model ini direkomendasikan untuk direplikasi di komunitas masjid lain guna mewujudkan tata kelola dana umat yang profesional, transparan, dan berkarakter.Abstract: The management of infak funds in rural mosques still faces challenges due to manual record-keeping using envelopes and ledgers, which is prone to errors and lacks transparency. This community service activity aims to strengthen digital donation literacy and instill the character values of trustworthiness, responsibility, and honesty in the young mosque managers in Mekarsari Village, Sumedang Regency, through the Participatory Action Research (PAR) and Arabic for Specific Purposes (ASP) approaches. The implementation of this activity involved 25 participants from six mosques. It took place on May 31, 2026, at the Mekarsari Village Hall, using participatory methods such as outreach, practical training on creating Arabic-language QRIS accounts, digital transaction simulations, the development of Standard Operating Procedures (SOPs), and guidance on financial reporting. The results of the activity showed a 72.7% increase in understanding of infak literacy (pre-test score of 4.40 to post-test score of 7.36). 80% of participants were able to draft bilingual infak communication messages; 100% successfully developed SOPs for infak management; 80% understood the digital infak process; and 100% committed to applying the values of amanah, tanggung jawab, and kejujuran. Testimonials from participants and support from community leaders confirm the program’s positive impact and prospects for sustainability. The integration of PAR and ASP has proven effective in strengthening digital infak literacy while instilling character values. This model is recommended for replication in other mosque communities to achieve professional, transparent, and character-driven management of community funds.
PENGUATAN KOMPETENSI GURU PAUD DALAM PENYUSUNAN KURIKULUM MERDEKA MELALUI PENDAMPINGAN BERBASIS KKG Baiq Rohiyatun; Muhammad Iqbal; Lu'luin Najwa
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 3 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i3.40261

Abstract

Abstrak: Penetapan Kurikulum Merdeka sebagai kurikulum nasional pada tahun 2024 menuntut kesiapan seluruh satuan pendidikan, termasuk PAUD, untuk mengimplementasikannya. Namun, data nasional menunjukkan bahwa sebagian besar guru PAUD belum memperoleh pelatihan yang memadai terkait kurikulum ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam memahami dan menyusun dokumen Kurikulum Merdeka melalui pendampingan berbasis Kelompok Kerja Guru (KKG). Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 29–31 Juli 2024 di tiga lokasi dalam wilayah KKG PAUD Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, melibatkan 24 guru dari lima lembaga PAUD, yaitu TKN 01 Keruak, KB Hububissalihah, TK IT Sabuk Belo, TK Nusa Berlian, dan KB Annisa. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif, diskusi kelompok, dan pendampingan langsung dalam penyusunan dokumen kurikulum. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan didukung dokumentasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi, ditandai dengan diskusi aktif dan semangat untuk memahami substansi Kurikulum Merdeka. Seluruh lembaga berhasil menyusun kerangka Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) dan perencanaan pembelajaran PAUD. Pendampingan berbasis KKG terbukti efektif sebagai mekanisme pengembangan profesional guru, sekaligus menunjukkan bahwa pelaksanaan berbasis klaster lokasi dapat meningkatkan partisipasi dan aksesibilitas peserta.Abstract:  The establishment of Merdeka Curriculum as the national curriculum in 2024 requires all educational institutions, including early childhood education (PAUD), to be ready for its implementation. However, national data indicates that the majority of PAUD teachers have not received adequate training on this curriculum. This community service activity aims to strengthen the competence of PAUD teachers in understanding and developing Merdeka Curriculum documents through Teacher Working Group (KKG)-based mentoring. The activity was held on July 29–31, 2024, at three separate venues within the KKG PAUD of Keruak District, East Lombok Regency, involving 24 teachers from five PAUD institutions: TKN 01 Keruak, KB Hububissalihah, TK IT Sabuk Belo, TK Nusa Berlian, and KB Annisa. Methods employed included interactive socialization, group discussion, and direct mentoring in curriculum document development. Data were collected through observation sheets and activity documentation. Results showed high participant enthusiasm, marked by active discussions and eagerness to understand Merdeka Curriculum substance. All institutions successfully developed a framework for their School Operational Curriculum (KOSP) and PAUD learning plans. KKG-based mentoring proved effective as a professional development mechanism, while cluster-based implementation demonstrated improved participant engagement and accessibility.