cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JCES (Journal of Character Education Society)
ISSN : 27153665     EISSN : 26143666     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Journal of Character Education Society (JCES) | ISSN 2614-3666, is one of the devotion journals managed by the Faculty of Teacher Training and Education of Muhammadiyah University of Mataram and published every January and July. The publication of JCES aims to disseminate conceptual thinking and ideas, especially the results of community service, including: (1) science, applied, social, economic, cultural, ICT development, and administrative services, (2) training and improvement of educational technology outcomes, agriculture, information and communication, and religion (3) Teaching and empowering community and community of students, youth and community institutions on an ongoing basis. All scope is realized to the community to form a society of character and uphold the values of education.
Arjuna Subject : -
Articles 564 Documents
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK) STIMULASI PERSEPSI: TEBAK GAMBAR TERHADAP PENINGKATAN DAYA INGAT DAN KONSENTRASI LANSIA DI UPTD PERLINDUNGAN SOSIAL PROVINSI BANTEN Muhamad Muchyiddin Abdul Qodir; Rina Puspita Sari; Eka Meilindasari; Putri Anggun Pertiwi; Siti Hoerun Nupus; Putri Andini; Nilam Sekar Rahayu; Muhammad Akli Fadilah; Nikhlah Nikhlah
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 3 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i3.39844

Abstract

Abstrak: Proses penuaan dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif pada lansia yang ditandai dengan gangguan konsentrasi, daya ingat, dan kemampuan verbal. Salah satu upaya stimulasi kognitif yang dapat dilakukan yaitu melalui Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) stimulasi persepsi tebak gambar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi dan psikomotor lansia di Wisma Anggrek UPTD Perlindungan Sosial Provinsi Banten. Metode yang digunakan meliputi dinamika kelompok, diskusi, tanya jawab, dan permainan bola bergulir dengan media gambar. Peserta kegiatan berjumlah 12 lansia. Evaluasi dilakukan menggunakan lembar observasi pre-test dan post-test kemampuan konsentrasi dan psikomotor lansia. Hasil pre-test menunjukkan sebagian besar lansia berada pada kategori cukup sebanyak 58,3%, sedangkan hasil post-test menunjukkan peningkatan pada kategori baik sebanyak 66,7%. Lansia tampak lebih fokus, aktif menjawab pertanyaan, dan mampu mengikuti permainan dengan baik setelah dilakukan intervensi. Terapi Aktivitas Kelompok stimulasi persepsi tebak gambar dapat membantu meningkatkan kemampuan konsentrasi, daya ingat, kemampuan verbal, dan interaksi sosial lansia.Abstract:  he aging process can cause a decline in cognitive function in the elderly, characterized by decreased concentration, memory, and verbal abilities. One of the cognitive stimulation efforts that can be applied is Group Activity Therapy (GAT) using picture guessing stimulation. This activity aimed to improve concentration and psychomotor abilities among elderly residents at Wisma Anggrek UPTD Perlindungan Sosial Provinsi Banten. The methods used included group dynamics, discussion, question and answer sessions, and rolling ball games using picture media. The participants consisted of 12 elderly individuals. Evaluation was conducted using pre-test and post-test observation sheets to assess concentration and psychomotor abilities. The pre-test results showed that most participants were in the moderate category (58.3%), while the post-test results indicated improvement, with most participants categorized as good (66.7%). The elderly participants appeared more focused, active in answering questions, and able to follow the game better after the intervention. Group Activity Therapy using picture guessing stimulation can help improve concentration, memory, verbal ability, and social interaction among the elderly.
EDUKASI DAN PEMERIKSAAN RONGGA MULUT SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Dorisna Prijaryanti; Maulidya Machdaniar; Lintang Mega Pertiwi
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 3 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i3.40288

Abstract

Abstrak: Permasalahan kesehatan yang mendominasi pada kelompok usia remaja putri adalah Anemia. Hal ini diakibatkan oleh meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan dan kehilangan darah saat menstruasi. Selain pemeriksaan laboratorium, anemia dapat menimbulkan manifestasi klinis pada rongga mulut, seperti glositis, mukosa pucat, dan stomatitis aftosa rekuren (SAR). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai anemia serta melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan rongga mulut. Kegiatan dilaksanakan di SMKN 1 Ngasem Kediri dengan melibatkan 71 siswi. Metode yang digunakan meliputi edukasi mengenai penyebab, gejala, pencegahan anemia, dan manifestasi oral anemia, dilanjutkan dengan pemeriksaan rongga mulut menggunakan kaca mulut, tongue spatula, dan senter. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait anemia berdasarkan diskusi dan tanya jawab setelah edukasi. Pemeriksaan rongga mulut menemukan 3 siswi (4,2%) mengalami glositis ringan dan 4 siswi (5,6%) mengalami stomatitis aftosa rekuren, sedangkan sebagian besar peserta menunjukkan kondisi rongga mulut normal. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi dan pemeriksaan rongga mulut dapat menjadi metode sederhana yang bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran serta mendukung deteksi dini anemia pada remaja putri di lingkungan sekolah.Abstract:  Anaemia is still a major health concern among teenage females because of increased iron demand during growth and blood loss during menstruation. In addition to laboratory results, anemia can cause clinical indicators in the oral cavity, such as pale mucosa, glossitis, and recurrent aphthous stomatitis (RAS). The objectives of this community service initiative are to raise awareness of anemia among teenage girls and encourage early detection through oral cavity exams. The event took place at SMKN 1 Ngasem Kediri and involved 71 female students. The oral cavity was examined using a mouth mirror, tongue spatula, and torch following education on the causes, symptoms, prevention, and oral manifestations of anemia. Descriptive analysis of the data was done using percentages and frequency distributions. Based on discussions and post-session question responses, the activity's outcomes indicated improved participants' comprehension of anemia. Oral examinations showed that while most participants had normal oral health, three female students (4.2%) had mild glossitis and four (5.6%) had recurrent aphthous stomatitis. This exercise shows how oral cavity exams and education can be straightforward but powerful ways to promote early anemia identification among teenage girls in school environments.
PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF UNTUK PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI PANTI WERDHA KASIH AYAH BUNDA Eviana Indriyani; Rina Puspita Sari; Frilla Ika Arliany; Dewi Oktovia; Velia Agustin; Ira Afrila Audina; Intan Agustin; Lilis Muhlisin
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 3 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i3.39861

Abstract

Abstrak: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia akibat perubahan fisiologis, stres, dan penurunan elastisitas pembuluh darah. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup serta meningkatkan risiko komplikasi seperti penyakit jantung dan stroke. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu menurunkan tekanan darah pada lansia melalui penerapan relaksasi otot progresif di Panti Werdha Kasih Ayah Bunda. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatan intervensi nonfarmakologis berupa latihan relaksasi otot progresif yang dilakukan secara bertahap melalui gerakan tegang dan rileks pada kelompok otot tertentu. Subjek kegiatan adalah lansia yang memenuhi kriteria, dengan jumlah 15 orang. Hasil kegiatan menunjukkan sebagian besar responden berada pada kategori prehipertensi sebanyak 13 orang (86,7%), hipertensi stage I sebanyak 1 orang (6,7%), dan hipertensi stage II sebanyak 1 orang (6,7%). Setelah penerapan teknik relaksasi otot progresif, jumlah responden pada kategori prehipertensi meningkat menjadi 14 orang (93,3%), hipertensi stage I tetap sebanyak 1 orang (6,7%), serta tidak ditemukan lagi responden dengan hipertensi stage II. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah relaksasi otot progresif efektif dalam membantu menurunkan tekanan darah pada lansia. Diharapkan kegiatan ini dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan sebagai upaya nonfarmakologis dalam mengontrol tekanan darah pada lansia.Abstract:  Hypertension is one of the health problems that often occur in the elderly due to physiological changes, stress, and decreased elasticity of blood vessels. This condition can reduce the quality of life and increase the risk of complications such as heart disease and stroke. This activity aims to help lower blood pressure in the elderly through the application of progressive muscle relaxation therapy at the Werdha Kasih Bapak Bunda Nursing Home. The method used is a nonpharmacological intervention approach in the form of progressive muscle relaxation exercises that are carried out gradually through tense and relaxed movements in certain muscle groups. The subjects of the activity are the elderly who meet the criteria, with a total of 15 people. The results showed that most of the respondents were in the prehypertension category as many as 13 people (86.7%), stage I hypertension as many as 1 person (6.7%), and stage II hypertension as many as 1 person (6.7%). After the application of progressive muscle relaxation techniques, the number of respondents in the prehypertension category increased to 14 people (93.3%), stage I hypertension remained as many as 1 person (6.7%), and no more respondents with stage II hypertension were found. The conclusion of this activity is that progressive muscle relaxation therapy is effective in helping to lower blood pressure in the elderly. It is hoped that this therapy can be carried out regularly and continuously as a non-pharmacological effort in controlling blood pressure in the elderly.
EDUKASI PADA IBU MENYUSUI TENTANG PENINGKATAN PRODUKSI ASI GUNA MENINGKATKAN CAKUPAN ASI EKSKLUSIF Yunita Dyah Fitriani; Aulia Rizqi Ramadhani; Gama Dwi Fitrianawati; Revalina Yuli Gandawati; Firda Felisa Putri
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 3 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i3.40412

Abstract

Abstrak: Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan salah satu praktik kesehatan ibu dan anak yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan ketahanan tubuh bayi pada enam bulan pertama kehidupan. Salah satu kendala yang sering dialami ibu menyusui adalah kekhawatiran terhadap kecukupan dan kelancaran produksi ASI. Kekhawatiran tersebut dapat dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan tentang proses laktasi, teknik menyusui yang kurang tepat, jarang menyusui, stres, kelelahan, kurang dukungan keluarga, serta paparan informasi yang keliru mengenai susu formula. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu menyusui tentang peningkatan produksi ASI melalui edukasi kesehatan. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan dengan desain pre-test dan post-test pada 19 ibu menyusui di Desa Pongangan, Kecamatan Manyar. Media edukasi meliputi presentasi, leaflet serta praktik pijat oksitosin. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan tingkat pengetahuan ibu menyusui, dimana kategori pengetahuan baik meningkat dari 21,1% pada pre-test menjadi 42,1% pada post-test. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu menyusui tentang peningkatan produksi ASI. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan keluarga dan kader kesehatan.Abstract:  Exclusive breastfeeding is one of the important maternal and child health practices that supports infant growth, development, and immunity during the first six months of life. One of the common problems experienced by breastfeeding mothers is concern about the adequacy and smooth production of breast milk. This concern may be influenced by limited knowledge of the lactation process, improper breastfeeding techniques, infrequent breastfeeding, stress, fatigue, lack of family support, and exposure to misleading information about formula milk. This community service activity aimed to improve breastfeeding mothers’ knowledge about increasing breast milk production through health education. The method used was health education with a pre-test and post-test design involving 19 breastfeeding mothers in Pongangan Village, Manyar District. The educational media included presentations, leaflets, and oxytocin massage practice. The results showed an increase in the knowledge level of breastfeeding mothers, where the good knowledge category increased from 21.1% in the pre-test to 42.1% in the post-test. The conclusion of this activity is that health education is effective in improving breastfeeding mothers’ knowledge about increasing breast milk production. It is expected that similar activities can be carried out continuously by involving families and health cadres.
EDUKASI POTENSI PARIWISATA GEOHISTORIS BERBASIS LOCAL WISDOM DI KALURAHAN BUGEL, KAPANEWON PANJATAN, KABUPATEN KULONPROGO, DIY Yoel Kurniawan Raharjo; Hendra Kurniawan; Rusmawan Rusmawan
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 3 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i3.40442

Abstract

Abstrak: Artikel ini mendeskripsikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berbentuk penyuluhan dengan topik edukasi potensi pariwisata geohistoris berbasis kearifan lokal. kegiatan ini berlangsung di Kalurahan Bugel, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulonprogo, D.I. Yogyakarta. Peserta kegiatan penyuluhan yaitu pemuda desa setempat, pokdarwis, dan perangkat Desa Bugel. Lokus pengabdian ini dipilih karena Desa Bugel memiliki potensi pariwisata seperti kenampakan alam yang masih asri berupa pantai bugel dan pantai bidara, sejarah lokal tentang ki darunoni daruni yang melegenda dan meninggalkan patilasan, tradisi lokal berupa kirab budaya, dan kegiatan-kegiatan yang berpotensi dijadikan objek pariwisata. Kegiatan pengabdian ini mengedukasi, mendorong, dan mengajak masyarakat bugel untuk lebih mengenali dan menggali potensi pariwisatanya untuk dapat dipromosikan sehingga berdampak pada ekonomi lokal setempat.Abstract: This article describes a community service activity in the form of an outreach program focused on educating the community about the potential for geo-historical tourism rooted in local wisdom. the activity took place in Bugel Village, Panjatan District, Kulonprogo Regency, Special Region of Yogyakarta. Participants included local village youth, the tourism awareness group (pokdarwis), and bugel village officials. This location was selected because bugel village possesses tourism potential, including pristine natural features specifically bugel beach and bidara beach as well as local history surrounding the legendary figures ki daruno and ni daruni (whose historical sites remain), local traditions such as cultural parades, and other activities with tourism potential. The initiative aimed to educate, encourage, and invite the bugel community to recognize and explore their tourism potential so that it could be promoted, thereby generating a positive impact on the local economy.
KONSULTASI KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA REMAJA PUTRI DALAM PENCEGAHAN KEHILANGAN GIGI Desy Rizkiani Primalia; Dewi Anggreani Bibi; Farizan Zata Hadyan
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 3 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i3.40257

Abstract

Abstrak: Kesehatan gigi dan mulut aspek penting dari kesehatan umum yang perlu diperhatikan sejak usia remaja. Di usia remaja banyak yang mengalami masalah karies penyakit gusi, dan kebiasaan konsumsi makanan manis meningkatkan risiko kehilangan gigi. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut sebagai upaya pencegahan kehilangan gigi. Mitra kegiatan ini adalah SMKN 1 Ngasem dengan sasaran 80 peserta remaja putri dari usia 15-19 tahun. Metode kegiatan diawali dengan koordinasi mitra, persiapan materi, pemberian leaflet, pengisian formulir kesehatan gigi dan mulut, pemeriksaan sederhana, dan konsultasi dengan komunikasi dua arah antara peserta dan tim pengabdian kepada masyarakt terdiri dari dosen/dokter gigi dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Kadiri. Hasil kegiatan bahwa peserta mengalami beberapa masalah gigi seperti karies gigi, sariawan, sakit gigi, serta kehilangan gigi akibat pencabutan. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi sebab dapat bertanya secara langsung mengenai keluhan yang dialami dan mendapatkan rekomendasi perawatan yang sesuai. Kegiatan ini dapat meningkatkan literasi, kesadaran, dan perilaku kesehatan bagi remaja putri dalam menjaga kesehatan gigi untuk mencegah kehilangan gigi sejak dini yang dapat berdampak pada jangka panjang.Abstract:  Oral health is an important aspect of overall health that needs to be addressed starting in adolescence. Many adolescents experience problems such as tooth decay and gum disease, and the habit of consuming sugary foods increases the risk of tooth loss. This program aims to educate and raise awareness among teenage girls about maintaining oral health as a preventive measure against tooth loss. The program partner is SMKN 1 Ngasem, targeting 80 female participants aged 15–19. The activity methods included coordination with the partner institution, preparation of materials, distribution of leaflets, completion of oral health forms, simple examinations, and consultations featuring two-way communication between participants and faculty members/dentists and students from the Faculty of Dentistry at Kadiri University. The results of the activity revealed that participants experienced several dental issues such as tooth decay, canker sores, toothaches, and tooth loss due to extraction. The participants showed great enthusiasm because they could ask questions directly about their complaints and receive appropriate treatment recommendations. This activity can improve health literacy, awareness, and behavior among adolescent girls in maintaining dental health to prevent early tooth loss, which can have long-term consequences.
REVITALISASI BAHASA DAERAH MELALUI DIGITAL STORYTELLING BAGI GENERASI ALPHA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KEPUNAHAN BAHASA DAERAH Baiq Yuliatin Ihsani; Linda Ayu Darmurtika; Baiq Desi Milandari; Inang Irma Rezkillah
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 3 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i3.41182

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi digital dan dominasi konten global menyebabkan minat generasi muda terhadap bahasa dan budaya lokal semakin berkurang. Selain itu, guru masih menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi yang menarik dan kontekstual, sementara sekolah belum memiliki repositori digital budaya lokal yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan minat siswa terhadap Bahasa Sasak, memperkuat literasi budaya berbasis kearifan lokal, meningkatkan kompetensi guru dalam pengembangan media digital, serta membangun repositori digital cerita rakyat Sasak sebagai sumber belajar berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, sosialisasi program, pelatihan guru, workshop digital storytelling bagi siswa, penerapan teknologi melalui pemanfaatan Canva dan CapCut, pendampingan, evaluasi, dan penyusunan strategi keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh tahapan program terlaksana dengan baik. Sebanyak 5 guru berhasil dilatih dalam penyusunan storyboard dan produksi media digital, sedangkan 30 siswa terlibat aktif dalam pembuatan digital storytelling berbasis cerita rakyat Sasak. Program menghasilkan 15 video digital storytelling siswa, 5 video pembelajaran guru, digitalisasi 20 cerita rakyat Sasak, serta 1 repositori digital budaya sekolah. Evaluasi menunjukkan peningkatan minat siswa terhadap Bahasa Sasak sebesar 35,7% dan peningkatan kompetensi digital guru secara signifikan. Program ini memberikan dampak positif terhadap pelestarian Bahasa Sasak, peningkatan literasi budaya siswa, penguatan kompetensi digital guru, serta pengembangan sekolah sebagai pusat pelestarian budaya lokal berbasis teknologi yang berkelanjutan.Abstract:  The development of digital technology and the dominance of global content have led to a decline in the younger generation’s interest in local languages and cultures. In addition, teachers still face limitations in developing engaging and contextually relevant technology-based learning materials, while schools do not yet have a digital repository of local culture that can be utilized sustainably. This program aims to increase students’ interest in the Sasak language, strengthen cultural literacy based on local wisdom, enhance teachers’ competencies in developing digital media, and build a digital repository of Sasak folktales as a sustainable learning resource. Implementation methods included needs analysis, program outreach, teacher training, digital storytelling workshops for students, technology implementation using Canva and CapCut, mentoring, evaluation, and the development of a program sustainability strategy. The results of the activities showed that all program phases were successfully implemented. A total of 5 teachers were trained in storyboard development and digital media production, while 30 students were actively involved in creating digital storytelling projects based on Sasak folklore. The program produced 15 student digital storytelling videos, 5 teacher instructional videos, the digitization of 20 Sasak folklore stories, and 1 digital repository of school culture. The evaluation showed a 35.7% increase in student interest in the Sasak language and a significant improvement in teachers’ digital competencies. This program has a positive impact on the preservation of the Sasak language, the improvement of students’ cultural literacy, the strengthening of teachers’ digital competencies, and the development of schools as sustainable, technology-based centers for the preservation of local culture.
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG TABLET ZAT BESI MELALUI PROGRAM EDUKASI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA Devi Ristian Octavia; Tiara Anisa Maharani; Izza Umrotus Shofiyah; Ade Faradillah; Ghiezello Cheyval Hariyanto; Abdul Majid
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 3 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i3.39551

Abstract

Abstrak: Anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat terutama pada remaja putri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang pentingnya tablet zat besi dalam pencegahan anemia melalui program edukasi. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dengan desain pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan secara offline di MA Matholi’ul Anwar dengan jumlah peserta 51 siswi. Intervensi berupa penyuluhan menggunakan media powerpoint dan leaflet, dilanjutkan diskusi serta pembagian tablet zat besi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah edukasi berdasarkan uji Wilcoxon (p < 0,05). Sebagian besar responden mengalami peningkatan jumlah jawaban benar antara pre-test dan post-test. Program edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri terhadap pencegahan anemia.Abstract: Anemia is still a major public health problem, especially among adolescent girls. This community service activity aimed to increase students' knowledge about the importance of iron tablets in preventing anemia through an educational program. The method used was health education with a pre-test and post-test design. The activity was conducted offline at MA Matholi’ul Anwar involving 51 female students. The intervention included counseling using PowerPoint and leaflets, followed by discussion and distribution of iron tablets. The results showed a significant increase in knowledge after the intervention, as indicated by the Wilcoxon test (p < 0.05). Most participants experienced an increase in correct answers between pre-test and post-test. Educational programs are effective in improving knowledge and awareness of adolescent girls regarding anemia prevention.
PENDAMPINGAN REKAPITULASI PENERIMAAN PAJAK DAERAH BERBASIS GOOGLE SPREADSHEET DALAM UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN PAJAK Widya Amalia; Risa Juniastuti; Zahrah Zahrah
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 3 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i3.40191

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan data penerimaan pajak daerah melalui pendampingan rekapitulasi penerimaan pajak daerah berbasis Google Spreadsheet  di Badan Pendapatn Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dikukan secara online. Permasalahan yang ditemukan yaitu proses rekapitulasi data masih menggunakan Microsoft Excel sehingga pengelolaan data belum dapat dilakukan secara real time dan masih memiliki keterbatasan dalam proses kolaborasi antar pegawai instansi. Metode pelaksaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif berbasis solusi teknologi secara online, yang bertujuan tidak hanya untuk menyelesaikan persoalan administratif. tetapi juga untuk meningkatkan literasi digital dan  kapasitas  tata  kelola  keuangan  komunitas  secara  berkelanjutan. Sedangkan Pendekatan edukasi ini dilakukan dengan melibatkan pegawai instansi dalam proses pendampingan melalui media online seperti membagikan panduan dalam bentuk PDF. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui empat tahapan yaitu perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pegawai instansi memberikan respon positif mengenai Google Spreadsheet dalam rekapitulasi penerimaan pajak serta dinilai efektif dan efisien.Abstract:  This community service activity aims to improve the effectiveness of regional tax revenue data management through assistance in regional tax revenue recapitulation based on Google Spreadsheet at the Regional Revenue Agency of West Nusa Tenggara Province, which was conducted online. The problem identified was that the data recapitulation process still used Microsoft Excel, causing data management to be unable to operate in real time and creating limitations in the collaboration process among agency employees. The implementation method of this activity used a participatory-educative approach based on online technology solutions, which aimed not only to solve administrative problems but also to improve digital literacy and the capacity for sustainable community financial governance. Meanwhile, the educative approach was carried out by involving agency employees in the mentoring process through online media, such as distributing user guides in PDF form. The community service activity was carried out through four stages, namely planning, preparation, implementation, and evaluation. The results of the activity showed that agency employees gave positive responses regarding the use of Google Spreadsheet in regional tax revenue recapitulation and considered it effective and efficient.
PENYULUHAN TERAPI KOMPLEMENTER PADA IBU DAN ANAK SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN NON-FARMAKOLOGIS Yuyun Farihatin; Yunita Dyah Fitriani; Karimatul Himmah; Nanik Nuraini; Diva Farah Tsani
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 3 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i3.40293

Abstract

Abstrak: Pelayanan kebidanan komplementer merupakan pilihan bagi bidan maupun perempuan untuk mengurangi intervensi medis saat hamil dan melahirkan serta masa nifas, dan berdasarkan pengalaman hal tersebut cukup membantu. Namun, sebagian besar terapi ini tidak dianggap bermakna dalam pengobatan konvensional. Hal ini disebabkan oleh kelangkaan dalam hal bukti klinis dan informasi yang diterbitkan sehubungan dengan efektivitas pelayanan kebidanan komplementer pada kehamilan, persalinan dan nifas. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta (ibu dan anak) mengenai berbagai jenis terapi komplementer sebagai alternatif pengobatan non-farmakologis. Metode: pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui koordinasi mitra, identifikasi kebutuhan, penyuluhan, demonstrasi, return demonstration, penyusunan media edukasi, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil : Penyuluhan kesehatan tentang terapi komplementer pada 20 ibu berhasil meningkatkan pengetahuan peserta dari 70% pada pre-test menjadi 85% pada post-test. Peningkatan sebesar 15%. Peningkatan pengetahuan yang terjadi mengindikasikan bahwa metode penyuluhan yang digunakan efektif dalam memberikan pemahaman mengenai penggunaan terapi komplementer yang aman dan tepat, termasuk aromaterapi, kompres hangat dan dingin, teknik relaksasi napas, pijat bayi. Kegiatan ini berpotensi menjadi salah satu strategi edukasi kesehatan masyarakat yang dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.Abstract:  Complementary midwifery care is an option for midwives and women to reduce medical interventions during pregnancy, childbirth, and the postpartum period, and based on experience, it is considered quite helpful. However, most of these therapies are not regarded as significant in conventional medicine. This is due to the limited clinical evidence and published information regarding the effectiveness of complementary midwifery care during pregnancy, childbirth, and the postpartum period. Objective: This activity aimed to increase participants’ knowledge and awareness, particularly among mothers and children, regarding various types of complementary therapies as alternative non-pharmacological treatments. Methods: The implementation used an educational-participatory approach through partner coordination, needs identification, health education, demonstration, return demonstration, development of educational media, as well as mentoring and evaluation. Results: Health education on complementary therapy involving 20 mothers successfully increased participants’ knowledge from 70% in the pre-test to 85% in the post-test, representing an increase of 15%. The improvement in knowledge indicates that the health education method used was effective in providing an understanding of the safe and appropriate use of complementary therapies, including aromatherapy, warm and cold compresses, breathing relaxation techniques, and infant massage. This activity has the potential to become one of the community health education strategies that can be implemented sustainably to improve the quality of family health.