cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 176 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2021): Desember" : 176 Documents clear
EDUKASI MUSNAHKAN GIZI BURUK DI DESA MENGGALA, KABUPATEN LOMBOK UTARA, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT (DAERAH TERTINGGAL) MELALUI TERAPI MERDEKA MADU TRIGONA Niswatun Asnawati; Muh. Efendi Jayadi; Salwa Afrilia; M. Sofyandi; Sri Wahyuni; Jinan Estida Hayati Umajan; Sri Apriyanti; M. Abdul Hamid Zubair; Hikmah Nurul Aslamiah; Desak Hartami Malik; Lalu Dedy Supriatna; Bahjatun Nadrati; Raudatul Jannah; Lalu Unsunnidhal
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.5339

Abstract

ABSTRAKProgram pengabdian ini ditujukan untuk memberikan informasi dan menumbuhkan kesadaran masyarakat di Desa Menggala, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat akan potensi madu trigona dan pengembangan budidayanya dalam menyelesaikan masalah gizi buruk. Usaha peningkatan kualitas sumber daya manusia dari Desa Menggala terkendala rendahnya kualitas kesehatan penduduk di Desa Menggala, hal ini dapat diketahui dari banyaknya penduduk di Desa Menggala memiliki status gizi buruk. Program pengabdian ini dilakukan untuk memperbaiki status gizi buruk dari masyarakat di Desa Menggala. Usaha peningkatan tersebut dilakukan dengan mengadakan edukasi, diskusi tentang potensi madu trigona dan pengembangan budidayanya dalam menyelesaikan masalah gizi buruk. Tahapan pelaksaanaan kegiatan meliputi observasi awal (1 September 2021) dan edukasi (2 September 2021). Walaupun tidak seluruh anggota masyarakat di Desa Menggala dikumpulkan untuk edukasi dikarenakan mengikuti protokol Covid-19, namun pada pelaksanaannya para keluarga yang memiliki anggota keluarga berstatus gizi buruk dan kader-kader kesehatan desa dapat hadir dan mengikuti kegiatan tersebut, selain itu, antusias dan respon positif dari para peserta tersebut menghasilkan berjalannya dengan baik program pengabdian ini. Kata kunci: edukasi; gizi buruk; terapi merdeka madu trigona; desa menggala. ABSTRACTThis service program is intended to provide information and raise public awareness in Menggala Village, North Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province about the potential of Trigona honey and the development of its cultivation in solving the problem of malnutrition. Efforts to improve the quality of human resources from Menggala Village are constrained by the low quality of health of the residents in Menggala Village, this can be seen from the large number of residents in Menggala Village who have poor nutritional status. This service program is carried out to improve the poor nutritional status of the community in Menggala Village. The improvement efforts were carried out by conducting education, discussing the potential of Trigona honey and developing its cultivation in solving the problem of malnutrition. The stages of implementing the activities include initial observation (1 September 2021) and education (2 September 2021). Although not all community members in Menggala Village were gathered for education because they followed the Covid-19 protocol, in practice, families with family members with poor nutritional status and village health cadres were able to attend and participate in the activity, in addition, enthusiastic and positive responses. of the participants produced their performance with this good program of service. Keywords: education; malnutrition; trigona honey free therapy; menggala village. 
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS WHITEBOARD ANIMATION SEDERHANA BERBANTUAN EXPLEE Fauzi Mulyatna; Abdul Karim; Indah Mayang Purnama
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.4045

Abstract

ABSTRAKCorona Virus Disease (Covid-19) membawa dampak yang sangat besar bagi sektor pendidikan. Salah satunya adalah pergeseran pembelajaran yang tadinya terdapat tatap muka menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Hal ini membuat guru sebagai pendidik dituntut kreatif dalam menyampaikan materi melalui media pembelajaran online. Seorang guru dapat dikatan professional jika mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta mampu menerapkan model, metode, media, maupun pendekatan pembelajaran berdasarkan kebutuhan peserta didik. Sebagai upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru, maka perlu dilakukan upaya berkesinambungan seperti kegiatan pelatihan maupun pembimbingan bagi guru. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan profesionalitas guru melalui kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pembelajaran Berbasis Whiteboard Animation Sederhana Berbantuan Aplikasi Explee. Bentuk kegiatan yang telah dilakukan yaitu 1) memperkenalkan konsep whiteboard animation; 2) memperkenalkan tahapan pembuatan media ajar berbasis animasi dari mulai pra produksi, produksi, hingga pasca produksi; 3) mengenalkan bahan ajar digital berbasis whiteboard animation tematik sesuai dengan mata pelajaran yang diampu. Kata kunci: pelatihan; whiteboard animation; aplikasi Explee. ABSTRACTCorona Virus Disease (Covid-19) has a huge impact on the education sector. One of them is the shift of learning that was once face-to-face to Distance Learning (PJJ). This makes teachers as educators are required to be creative in delivering materials through online learning media. A teacher can be a professional if he is able to adapt to the development of science and is able to apply models, methods, media, and learning approaches based on the needs of learners. As an effort to increase the professionalism of teachers, it is necessary to make continuous efforts such as training and mentoring activities for teachers. The purpose of this community service activity is to improve teacher professionalism through Teacher Competency Improvement Training through Simple Whiteboard Animation-Based Learning Assisted by Explee Application. The form of activities that have been done is 1) introducing the concept of whiteboard animation; 2) introduce the stages of making animation-based teaching media from pre-production, production, to post-production; 3) introduce digital teaching materials based on thematic whiteboard animation in accordance with the subjects that are mastered.  Keywords: training; whiteboard animation; explee application. 
PELATIHAN IMPLEMENTASI BUDAYA MUTU BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SDN GUGUS I PEMENANG LOMBOK UTARA Asrin Asrin; Linda Feni Haryati; Muhammad Syazali; Umar Umar; Lalu Wira Zain Amrullah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6484

Abstract

ABSTRAKBudaya mutu merupakan seperangkat nilai, norma serta keyakinan yang termanifestasi dalam aktivitas, perilaku, dan simbol di sekolah agar mencapai keunggulan yang diinginkan dan diharapkan sehingga tercapai akuntabilitas sekolah. Berbagai terobosan baru harus terus dilakukan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dasar tentang budaya mutu sehingga pelayanan di bidang pendidikan dapat dilakukan secara terorganisir dan professional di lingkungan sekolah. Dalam rangka membangun budaya mutu pada level kelembagaan sangat membutuhkan keseriusan dari semua elemen sekolah. Salah satu caranya adalah dengan mengikuti pelatihan yang berkaitan dengan budaya mutu. Sehubungan dengan itu maka tim pengabdian masyarakat dari Program Studi PGSD FKIP Universitas Mataram melakukan pelatihan implementasi budaya mutu berbasis kearifan lokal di SDN Gugus I Pemenang. Tujuannya adalah setelah mengikuti kegiatan ini, guru dan kepala sekolah dapat membangun budaya mutu di lingkungan sekolah masing-masing agar dapat lebih baik dari sebelumnya.  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan guru dan kepala sekolah dari Gugus 1 Pemenang yang berjumlah 20 peserta. Pelaksanaan kegiatan pelatihan dilakukan secara offline yaitu di Sekolah SDN 3 Pemenang. Kegiatan dilakukan dengan mengikuti anjuran protokol kesehatan covid 19. Kegiatan berjalan dengan sangat lancar. Respons peserta terhadap pelaksanaan kegiatan sangat baik. Kata kunci: pengabdian masyarakat; budaya mutu; kearifan lokal. ABSTRACTQuality culture is a set of values, norms, and beliefs that are manifested in activities, behaviors, and symbols in schools to achieve the desired and expected excellence so that school accountability is achieved. Various breakthroughs must continue to be made as an effort to improve the basic understanding of a quality culture so that services in the field of education can be carried out in an organized and professional manner in the school environment. Building a quality culture at the institutional level really requires seriousness from all elements of the school. One way is to take part in training related to quality culture. In this regard, the community service team from the PGSD FKIP Study Program at the University of Mataram conducted training on the implementation of a quality culture based on local wisdom at SDN Cluster I Pemenang. The goal is that after participating in this activity, teachers and principals can build a quality culture in their respective schools so that they can be better than before. This community service activity consists of three stages, namely the preparation stage, the implementation stage, and evaluation stage. This activity was attended by representatives of teachers and school principals from Cluster 1 Pemenang, totaling 20 participants. The implementation of training activities is carried out offline, namely at SDN 3 Pemenang School. The activity was carried out by following the recommendations for the Covid 19 health protocol. The activity went very smoothly. The response of the participants to the implementation of the activity was very good. Keywords: community dedication; quality culture; local wisdom.
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN SOAL EKONOMI/AKUNTANSI BERBASIS ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM (AKM) PADA GURU SMA ANGGOTA MGMP KABUPATEN JEMBER SEBAGAI PERSIAPAN ASESMEN NASIONAL PENGGANTI UN 2021 Sri Kantun; Tiara Tiara; Dwi Herlindawati; Retna Ngesti Sedyati; Anna Widayani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.5666

Abstract

ABSTRAKAsesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan asesmen yang mengukur kemampuan minimal yang dibutuhkan siswa untuk dapat belajar dan merupakan bentuk penyederhanaan dari Ujian Nasional yang begitu kompleks. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan memberikan  pendampingan pengembangan soal ekonomi/akuntansi berbasis Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) pada guru SMA anggota MGMP Kabupaten Jember sebagai persiapan asesmen nasional pengganti UN 2021. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah metode Tutorial. Hasil yang didapat setelah dilakukannya kegiatan ini adalah peserta mampu menyusun soal-soal ekonomi/akuntansi berbasis Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Simpulan   hasil   pengabdian   adalah  guru SMA anggota MGMP dapat menambah pengetahuan tentang pembuatan soal berbasis AKM. Kata kunci: pendampingan; soal berbasis AKM ABSTRACTMinimum Competency Assessment (AKM) is an assessment that measures the minimum skills required by students to be able to learn and is a simplification of the complex National Examination. This activity was carried out to assist in the development of economic/accounting questions based on the Minimum Competency Assessment (AKM) for high school teachers who are members of the Jember Regency MGMP as a preparation for the national assessment to replace the 2021 UN. The method used in this community service is the Tutorial method. The results obtained after this activity was carried out were that participants were able to compile economic/accounting questions based on the Minimum Competency Assessment (AKM). The service results conclude that high school teachers who are members of MGMP can increase knowledge about making AKM-based questions. Keywords: assistance; AKM-based questions. 
PENGABDIAN MASYARAKAT BAKTI SOSIAL BERBAGI PAKET “NASI PAHLAWAN” PEDULI COVID-19 DI GRAHA YATIM DAN DHUAFA KOTA CIREBON Amroni Amroni; Marsani Asfi; Suwandi Suwandi; Kusnadi Kusnadi; Dewi Laily Purnamasari; Sudadi Pranata
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6016

Abstract

ABSTRAKPengabdian masyarakat dalam rangka memperingati hari pahlawan tahun 2021 dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen Bisnis(HIMABIS) Universitas Catur Insan Cendekia berupa berbagi paket peduli Covid-19. Paket peduli tersebut disebut “Nasi Pahlawan”. Berbagi kebahagian dalam rangka hari Pahlawan tersebut dilakukan HIMABIS dengan dosen bersama dengan anak-anak dari Graha Yatim dan Dhuafa Kota Cirebon serta tiga tempat lainnya. Pelaksanaan diawali dengan perencanaan kegiatan, pencarian sponsorship kegiatan, pelaksanaan pendistribusian paket serta evaluasi hasil kegiatan. Jumlah paket Nasi Pahlawan sebanyak 358 Paket nasi box. Tujuan pelaksanaan adalah selain menumbuhkan sikap peduli antar sesama masyarakat dalam masa pandemi, juga merupakan program rutin dari HIMABIS dan Universitas Catur Insan Cendekia. Diharapkan akan tumbuh jiwa kesetiakawanan sosial bagi seluruh sivitas akademika yang ada di UCIC. Kata kunci: nasi pahlawan; HIMABIS; UCIC; PKM. ABSTRACTCommunity service in commemoration of Hero's Day in 2021 is carried out by Himpunan Mahasiswa Manajemen Bisnis (HIMABIS) of Catur Insan Cendekia University in the form of sharing Covid-19 care packages. The care package is called “Nasi Pahlawan”. HIMABIS shared the joy in celebrating Hero's Day with the lecturers along with children from Graha Yatim and Dhuafa, Cirebon City and three other places. Implementation begins with planning activities, seeking sponsorship of activities, implementing package distribution and evaluating the results of activities. The number of packages of Nasi Pahlawan is 358 box rice package. The purpose of the implementation is in addition to fostering a caring attitude among people during the pandemic, it is also a routine program from HIMABIS and Catur Insan Cendekia University. It is hoped that the spirit of social solidarity will grow for all academics at UCIC. Keywords: nasi pahlawan; HIMABIS; UCIC; PKM. 
PELATIHAN PEMBUATAN TEPUNG SIAP SAJI BERBAHAN DASAR UMBI PORANG (Amorphopallus oncophyllus P.) SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL BAGI LANSIA DI PANTI WERDHA TRESNO MUKTI TUREN Ida Ayu Preharsini; Sugiyanto Sugiyanto; Devanus Devanus
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6518

Abstract

ABSTRAKPanti Werdha Tresno Mukti berada di Desa Pagedangan Kec. Turen, Kab. Malang. Perubahan aspek fisik, mental dan sosial yang terjadi pada lansia mempengaruhi kondisi kesehatan para lansia baik  secara mental maupun fisik. Munculnya berbagai penyakit pada lansia akan meningkatkan resiko kekurangan nutrisi akibat kehilangan nafsu makan. Tambahan asupan makanan pendamping diperlukan sebagai pangan fungsional yang memberi manfaat kesehatan bagi para lansia. Porang (Amorphophallus oncophyllus. P) mengandung glucomannan berbentuk tepung atau serat alami yang larut di dalam air dan sering diolah menjadi produk makanan seperti mie shirataki, konnyaku, bahan campuran kue, roti, jeli, selai, es krim dan lain sebagainya. Mengkonsumsi umbi porang diketahui dapat menurunkan lipida darah, menurunkan glukosa darah, mencegah dan menghambat kanker, menurunkan obesitas dan mengatasi sembelit. Tujuan pelatihan ini untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan para pengasuh lansia sebagai mitra dalam pemanfaatan umbi porang menjadi alternatif makanan sehat bagi lansia. Adapun metode yang digunakan adalah pelatihan secara on-line  dengan pendekatan partisipatif. Kegiatan ini telah terlaksana selama bulan Juli 2021, dari 17 pengasuh lansia yang melihat video pembuatan tepung siap saji berbahan dasar umbi porang ada 14 pengasuh lansia atau 82% telah dapat membuat dengan benar. Secara keseluruhan kegiatan berjalan lancar serta antusiasme  pendamping sangat baik Kata Kunci : Amorphophallus oncophyllus; glukomanan: iles-iles; lansia; porang ABSTRACTThe Tresno Mukti Nursing Home is located in Pagedangan Village, Kec. Turen , Kab. Malang. Change in physical, mental and social aspects that occur in the elderly affect the health condition of the elderly both mentally and physically. The emergence of various diseases in the elderly will increase the risk of nutritional deficiencies due to loss of appetite. Additional intake of complementary foods is needed as functional food that provides health benefits for the elderly. Porang (Amorphophallus oncophyllus. P) contains glucomannan in the form of flour or natural fiber that is soluble in water and is often processed into food products such as shirataki noodles, konnyaku, cake mix ingredients, bread, jelly, jam, ice cream and so on. Consuming porang tubers is known to lower blood glucose prevent and inhibit cancer, reduce obesity and treat constipation. The purpose of this training is to increase the knowledge and skills of elderly caregivers as partners in using porang tubers as an alternative to healthy food for th elderly. This activity has been carried out during July 2021,  from 17 elderly caregivers who saw the video of making ready to eat flour made from porang tubers, 14 elderly caregivers or 82 % were able to make it correctly. Overall the activity went smoothly and the enthusiasm of the companion was very good. Keywords:  Amorphophallus oncophyllus; elderly; glucomannan; iles-iles; porang
PELATIHAN DAN PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN TENTANG SCREENING KEJADIAN DEPRESI SEBAGAI SALAH SATU UPAYA IDENTIFIKASI KONDISI KESEHATAN LANSIA Wisoedhanie Widi Anugrahanti; Cecilia Widijati Imam; Raswati Prapti Rahayu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6406

Abstract

ABSTRAKKegiatan Program Kemitraan Masyarakat “Pelatihan dan Pemberdayaan Kader Kesehatan Tentang Screening Kejadian Depresi Sebagai Salah Satu Upaya Identifikasi Kondisi Kesehatan Lansia, khususnya pada masa pandemi COVID-19 merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan tentang resiko depresi yang rentan muncul pada lansia dan bagaimana cara mengidentifikasi kejadian depresi yang mungkin muncul pada lansia. Pelatihan dan pemberdayaan kader kesehatan tentang resiko depresi pada lansia dilakukan menggunakan metode penyuluhan atau ceramah dengan media power point berikut diskusi dan tanya jawab. Untuk mempraktikkan bagaimana cara melakukan screening atau mengidentifikasi kejadian depresi pada lansia digunakan metode demonstrasi dengan mempraktikkan penggunakan instrument Geriatric Depression Scale. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan kader kesehatan tentang resiko depresi pada lansia serta dimilikinya keterampilan kader kesehatan dalam menggunakan instrument Geriatric Depression Scale dalam mengkaji resiko depresi pada lansia di Desa Tambakasri Kelurahan Tajinan Kabupaten Malang. Adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan tersebut sangat bermanfaat bagi Desa Tambaksri untuk dapat secara mandiri mengenali dan mengidentifiaksi permasalahan kesehatan yang mungkin muncul di Desa Tambakasri sebagai upaya preventif dalam mencegah terjadinya permasalahan kesehatan dan untuk mewujudkan desa siaga kesehatan.   Kata kunci: pelatihan; kader kesehatan; screening; depresi; lansia ABSTRACTCommunity Partnership Program Activities “Training and Empowerment of Health Cadres About Screening for Depression Events as One of the Efforts to Identify Elderly Health Conditions, especially during the COVID-19 pandemic, aims to provide understanding and skills for health cadres regarding depression that is prone to appear in the lives of the elderly. This risk is magnified by the COVID-19 pandemic situation which has consequences for limiting activities outside the home, so that the elderly's social activities are limited and monotonous and in the end can increase the risk of depression in the elderly. Training and empowerment of health cadres using counseling methods and demonstrations of the implementation of screening for depression in the elderly. The abilities and skills of health cadres possessed as an outcome of community service activities are very useful for efforts to identify the health conditions of the elderly, especially related to the incidence of depression and are useful for fulfilling elderly health data, especially for mental health posyandu owned in the local Tambakasri Village Keywords: health cadres; screening; depression; elderly.
PELATIHAN KEAMANAN PANGAN DI KAWASAN WISATA WILAYAH KELURAHAN SRIMARTANI PIYUNGAN, BANTUL Dyah Suryani; Ahmad Ahid Mudayana; Mufti Khakim
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6559

Abstract

ABSTRAKPandemi Covid-19 memberikan dampak yang sangat kompleks, baik di bidang ekonomi, pendidikan dan pastinya pariwisata. Penerapan adaptasi kebiasaan baru akan merubah perilaku wisatawan saat berwisata. Peranan pariwisata tidak hanya menyediakan sarana wisata tetapi dilengkapi dengan sarana kuliner. Pengolahan makanan pada masa pandemi covid-19 harus sesuai dengan peraturan yang berlaku, karena makanan yang  dikonsumsi harus memperhatikan keamanan makanan atau food safety termasuk didalamnya di Kawasan wisata. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan praktek penjamah makanan tentang pengelolaan makanan yang aman, bebas kontaminasi sehingga aman dikonsumsi oleh wisatawan. Pelatihan ini dilaksanakan secara langsung di lokasi wisata di wilayah Kelurahan Srimartani Piyungan dengan pemberian materi penyuluhan keamanan makanan dibantu dengan media buku, Presentation Power Point serta diskusi. Hasil kegiatan ini didapatkan bahwa 70% penjamah makanan meningkat tingkat pengetahuan terkait keamanan makanan dan 90% penjamah makanan sikap keamanan makanannya mengalami peningkatan. Pelatihan ini harus dilakukan secara konsisten, karena untuk merubah perilaku penjamah makanan membutuhkan waktu dan pendampingan baik dari pemerintah desa maupun instansi terkait. Kata kunci:pandemi; keamanan makanan; pelatihan; wisata. ABSTRACTThe Covid-19 pandemic has had a very complex impact, both in the fields of economy, education, and of course tourism. The application of adaptation of new habits will change the behavior of tourists when traveling. The role of tourism is not only providing tourist facilities but also being equipped with culinary facilities. Food processing during the COVID-19 pandemic must comply with applicable regulations, because the food consumed must pay attention to food safety or food safety, including in tourism areas. This activity aims to increase the knowledge and practice of food handlers regarding safe, contamination-free food-management so that it is safe for consumption by tourists. This training was carried out directly at tourist sites in the Srimartani Piyungan Village area by providing food safety counseling materials assisted by book media, Power Point presentations, and discussions. The results of this activity showed that 70% of food handlers increased their level of knowledge related to food safety and 90% of food handlers' attitudes towards food safety increased. This training must be carried out consistently because changing the behavior of food handlers requires time and assistance from both the village government and related agencies. Keywords: pandemic; food safety; training; tourism.
PEMBENTUKAN DAN PENDIDIKAN KADER KESEHATAN JIWA DALAM MENDETEKSI GANGGUAN JIWA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANDAR JAYA KABUPATEN LAHAT TAHUN 2020 Yeni Elviani; A. Gani; Wahyu Dwi Ari Wibowo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.5575

Abstract

ABSTRAKTerbentuknya kader kesehatan jiwa di masyarakat merupakan angin segar bagi pelayanan kesehatan jiwa. Hal ini harus didukung oleh tingkat pengetahuan, kemampuan, dan pengalaman kader dalam menangani penderita gangguan jiwa, sehingga perlu diadakan pendidikan bagi kader kesehatan jiwa dalam penanganan gangguan jiwa dan deteksi gangguan jiwa di masyarakat. Kader kesehatan jiwa berperan sebagai penghubung antara tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan dengan masyarakat. Metode dilakukan dengan cara berkoordinasi dengan ketua kader kesehatan dan petugas kesehatan di Puskesmas Bandar Jaya untuk membentuk kader kesehatan jiwa dan memberikan edukasi kader terkait penanganan dan pendeteksian gangguan jiwa.Tingkat pengetahuan kader tentang penanganan dan pendeteksian gangguan jiwa sebelum dibentuknya kader kesehatan jiwa dan pendidikan kesehatan pada kategori kurang (75%) dan cukup (25%), dan semua kader tidak dapat mendeteksi gangguan jiwa. Setelah mendapatkan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan kader pada kategori baik menjadi 60%, kategori baik 40%, dan tidak ada kader dalam kategori tingkat pengetahuan kurang, untuk deteksi gangguan jiwa 75% kader mampu mendeteksi gangguan jiwa. Setelah terciptanya kader kesehatan jiwa dan kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan kader kesehatan jiwa di masyarakat yang dapat meningkatkan efektivitas pencegahan, kuratif, dan pemulihan masalah kesehatan jiwa khususnya dalam penanganan dan pendeteksian gangguan jiwa di masyarakat. Kata kunci: kader kesehatan jiwa; dekteksi gangguan jiwa; gangguan jiwa; komunitas.  ABSTRACTThe establishment of mental health cadres in the community is good news for mental health services. It must be supported by the cadre’s level of knowledge, ability, and experience in handling people with mental disorders. It is necessary to educate mental health cadres on handling mental disorders and detecting mental disorders in the community. Mental health cadres serve as a communicator between health workers in health facilities and the community. The method is used by coordinating with cadre’s leader and health workers in the Bandar Jaya Public health center to educate cadres about handling and detecting mental disorders. The level of knowledge of cadres before education and training was 74% of respondents lacking knowledge, 25% of respondents had sufficient knowledge, and no one of respondents had good knowledge of handling and detecting mental disorders. The level of knowledge obtained after education was carried out, and there was an increase in knowledge where 60% of respondents obtained good knowledge scores, 40% of respondents had sufficient knowledge. There were no respondents who found that their level of knowledge was lacking. This activity is expected to create mental health cadres in the community to increase the effectiveness of preventive, curative, and recovery mental health problems, especially in handling and detecting mental disorders in the community. Keywords:  mental health cadre; mental disorder detection; mental disorders; community.  
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN PRAKTIKUM FISIKA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 SURALAGA KECAMATAN SURALAGA Sapiruddin Sapiruddin; Bq.Aryani Novianti; Kertanah Kertanah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6286

Abstract

ABSTRAKFisika merupakan salah satu ilmu pengetahuan alam (IPA) yang tidak hanya memahami secara teori, namun dibutuhkan pemahaman secara praktis juga. Praktikum adalah salah satu cara untuk dapat memberikan pemahaman secara praktis kepada siswa. Tujuan kegiatan adalah memberikan edukasi dan pendampingan praktikum kepada siswa untuk meningkatkan pemahaman secara teoritis dan praktis melalui program pengabdian kepada masyarakat (PkM). Kegiatan edukasi dan pendampingan praktikum pada alat ukur fisika menggunakan mistar, jangka sorong, mikrometer sekrup dan multimeter.Siswa memiliki rasa kepuasan dan keterampilan yang tinggi ditunjukkan dengan persentase hasil kuesioner untuk kedua aspek yaitu keterampilan dan kepuasan diatas 50%. Melalui kegiatan edukasi dan pendampingan praktikum dapat meningkatkan keterampilan dan kemampuan siswa khususnya pada  alat ukur fisika. Kata kunci: pendidikan; pendampingan; pengabdian masyarakat; fisika. ABSTRACTPhysics is one of natural sciences which is not only needed to understand theoretically, but it is needed practical comprehension. Lab work is a practical way giving  comprehension to students. The aim of this study is providing education and assistance in lab work to students for increasing their theoretical and practical comprehension through dedication to community (PkM). In this study focuses on measuring tools of physiscs, such as ruler, calipers, screw micrometer, and multimeter. The students have great satisfaction and skill which have been showed with percentage of questionnaire result in the both aspects, more than fifty percents. Through education and assistance have been able to improve the students’ skill and ability, particularly  in physics measuring tools. Keywords: education; assistance; dedication to community; physics. 

Page 1 of 18 | Total Record : 176