cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 113 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2024): March" : 113 Documents clear
Sosialisasi pemanfaatan teknologi biopori kepada aktivis bidang lingkungan IMM kabupaten Jember untuk mengantisipasi banjir dan kekeringan Abadi Sanosra; Totok Dwi Kuryanto; Amri Gunasti; Muhtar Muhtar; Eko Budi Satoto; Nely Ana Mufarida; Taufan Abadi; Budi Satria Bakti; Iskandar Umarie; Aditya Dimas Pratama; Setiyo Ferdi Yanuar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21566

Abstract

Abstrak Isu lingkungan hidup dan dampaknya serta penanganannya termasuk dalam concern Aktivis Bidang Lingkungan Hidup Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Jember. Hanya saja, Aktivis Bidang Lingkungan Hidup Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Jember memiliki beberapa permasalahan diantaranya, (1) Belum mengenal teknologi bipori yang bermanfaat  untuk mengatasi banjir dan sampah serta kekeringan, (2) Belum mampu memaksimalsimalkan program kewirausahaan untuk kemandirian pendanaan kegiatan organisasi. Adapun tujuan dari kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) ini adalah (1) Aktivis lingkungan Hidup Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Terampil Menerapan Teknologi Biopori untuk mengantisipasi Banjir, Kekeringan Serta Menghasilkan Kompos atau Pupuk Organik, (2) Aktivis lingkungan Hidup Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Terampil melakukan Manajemen Usaha Kompos atau Pupuk Organik. Solusi yang ditawarkan adalah Solusi 1-a yakni Bimbingan dan Penyuluhan Mengenai Teknologi Biopori, solusi 1-b yakni  Simulasi Penerapan Teknologi Biopori untuk Meresapkan Air ke Tanah dan Mengisi Sampah Organik, Solusi 2-a yakni Bimbingan dan Penyuluhan Mengenai Manajemen Pemasaran 2-b yakni simulasi manajemen pemasaran kompos atau pupuk organik. Untuk mengukur keberhasilan kegiatan, maka dilakukan pretest sebelum dimulai pelaksanaan program dan postest setelah kegiatan. Setelah dilakukan pengukurun diketahui bahwa kemampuan peserta telah meningkat rata-rata 40 poin dan kemampuan rata-rata menjadi 85 poin dari rata-rata 41 poin sebelum pelaksanaan pengabdian. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian Masyarakat ini telah mampu meningkatkan kemampuan peserta. Kata kunci: biopori; sampah organik; pupuk organik; manajemen usaha AbstractEnvironmental issues and their impact and handling are included in the concern of Activists in the Environmental Field of the Branch Leadership (PC) of the Muhammadiyah Student Association (IMM) of Jember Regency. However, Activists in the Environmental Field of the Branch Leadership (PC) of the Muhammadiyah Student Association (IMM) of Jember Regency have several problems including, (1) Not yet familiar with bipori technology which is useful for overcoming floods and waste and drought, (2) Not yet able to maximize entrepreneurship programs for independent funding of organizational activities. The objectives of this Stimulus Community Partnership Service (PKMS) are (1) Environmental activists of the Muhammadiyah Student Association Branch Leadership are skilled in applying biopori technology to anticipate floods, drought and produce compost or organic fertilizer, (2) Environmental activists of the Muhammadiyah Student Association Branch Leadership are skilled in conducting compost or organic fertilizer business management. The solutions offered are Solution 1-a, namely Guidance and Counseling on Biopori Technology, solution 1-b, namely Simulation of the Application of Biopori Technology to Impregnate Water into the Soil and Fill Organic Waste, Solution 2-a, namely Guidance and Counseling on Marketing Management 2-b, namely simulation of compost or organic fertilizer marketing management. To measure the success of the activity, a pretest was conducted before starting the program implementation and a posttest after the activity. After the measurement, it is known that the participants' abilities have increased by an average of 40 points and the average ability to 85 points from an average of 41 points before the implementation of the service. These results show that this community service activity has been able to improve the ability of participants. Keywords: biopore; organic waste; fertilizer; business management
Pembuatan herbal param dan terapi latihan sebagai penanganan masalah otot dan sendi Henry Surya Widigdo; Jelita Lupiana; Nimas Viki Andrianti; Shita Ariska Putri; Armelia Vidi Andani; Muhammad Saiful Amin; Nastiti Utami; Diyono Diyono
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21773

Abstract

Abstrak Penurunan fungsi anggota tubuh akibat proses penuaan merupakan salah satu dampak yang sering diderita oleh lansia. Dampak tersebut dapat mengganggu aktifitas sehari-hari karena timbulnya rasa tidak nyaman terhadap otot dan sendi. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga Desa Gedangan, khususnya para peserta yang mengikuti program kegiatan ini di balai Desa Gedangan, terkait penyakit peradangan sendi dan otot. Rendahnya pengetahuan masyarakat dalam mengenali jenis-jenis penyakit sendi dan otot, beserta faktor risiko penyakit merupakan permasalahan yang perlu ditangani sebagai upaya pencegahan peradangan sendi dan otot. Keterampilan masyarakat untuk melakukan terapi pencegahan secara mandiri juga perlu diberikan, seperti terapi latihan dan terapi dengan herbal param yang dapat diracik sendiri oleh masyarakat. Terdapat cukup banyak warga Desa Gedangan yang berprofesi sebagai penjual aneka makanan, namun penggunaan empon-empon selama ini terbatas untuk olahan makanan saja. Oleh sebab itu, penggunaan empon-empon perlu dimaksimalkan untuk terapi herbal, khususnya untuk terapi peradangan sendi dan otot. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 31 peserta, yang mayoritas merupakan ibu-ibu lansia. Peserta diberikan informasi baru terkait penyakit tersebut beserta terapi yang dapat dilakukan berupa demonstrasi beberapa terapi latihan, penjelasan cara pembuatan herbal param beserta demonstrasi pengguaannya, kesempatan untuk diskusi, dan konsultasi. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat dibuktikan dengan nilai post-test yang lebih tinggi dari nilai pre-test. Nilai rata-rata pre-test masyarakat sebesar 65,8, kemudian dilakukan penyuluhan dan workshop, sehingga terjadi peningkatan nilai dengan nilai rata-rata post-test sebesar 91,9. Kata kunci: radang; artritis; otot; param; latihan Abstract The decline in function of several body parts due to the aging process is one of the impacts often experienced by the elderly. This impact can disrupt daily activities due to the discomfort in muscles and joints. The implementation of this community service aims to increase the knowledge of Gedangan Village residents, especially the participants who take part in this activity program at the Gedangan Village Hall, regarding inflammatory joint and muscle diseases. The low level of public knowledge in recognizing the types of joint and muscle diseases, along with disease risk factors, is a problem that needs to be addressed as an effort to prevent joint and muscle inflammation. Community skills to carry out preventive therapy independently also need to be provided, such as exercise therapy and therapy with herbal medicines that can be prepared by the community themselves. There are quite a lot of Gedangan Village residents who work as sellers of various foods, but the use of empon-empon has so far been limited to processed food only. Therefore, the use of empon-empon needs to be maximized for herbal therapy, especially for treating joint and muscle inflammation. This service activity was attended by 31 participants, the majority of whom were elderly mothers. Participants were given new information regarding the disease along with the therapies that could be carried out in the form of strengthening several exercise therapies, an explanation of how to make herbal param and its application, opportunities for discussion and consultation. This activity successfully increased community knowledge as evidenced by the higher post-test scores compared to the pre-test scores. The average pre-test score of the community was 65.8, followed by education and workshops, resulting in an increase in scores with an average post-test score of 91.9. Keywords: inflammation; arthritis; muscle; param; exercise
Pemahaman potensi kebakaran permukiman siswa SMAN 8 kota Banjarmasin melalui pengembangan buku saku kebakaran permukiman Sidharta Adyatma; Akhmad Munaya Rahman; Sunia Galih Saputri; Nila Sari; Agus Riyanto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.20945

Abstract

Abstrak                                                                            Kebakaran permukiman di Kota Banjarmasin sering terjadi. Penyebabnya dikarenakan kurang pengetahuan, kesadaran masyarakat, sosialisasi dan pengorganisasian dari pihak yang berwenang. Upaya meningkatkan pemahaman sejak dini mengenai potensi kebakaran permukiman diantaranya melalui pengembangan buku saku. Sosialisasi yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik akan potensi kebakaran permukiman. Peserta yang terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat meliputi kepala sekolah, guru pengampu, dan 55 orang peserta didik di SMAN 8 Banjarmasin. Kegiatan yang dilaksanakan menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Pelaksanaannya terdiri dari pendahuluan, analisis kebutuhan, perancangan buku saku, pengembangan buku saku Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran Permukiman, penyampaian materi, evaluasi hasil kegiatan, dan laporan. Hasil kegiatan dipaparkan menjadi dua tahapan besar. Pertama, penyampaian materi dan diskusi dilakukan agar memberikan pemahaman kepada peserta didik di SMAN 8 Banjarmasin mengenai bencana kebakaran di Kota Banjarmasin. Kedua, evaluasi kegiatan mengenai pemahaman peserta didik dilakukan dengan cara membagikan kuesioner sebelum kegiatan dan setelah kegiatan. Sebelum kegiatan rata-rata pemahaman peserta didik sebesar 62% sedangkan setelah kegiatan menjadi meningkat 93%. Dengan demikian, tingkat pemahaman peserta didik akan potensi kebakaran permukiman sudah sangat baik setelah dilaksanakan kegiatan pengabdian. Kata kunci: potensi; kebakaran permukiman; buku saku. AbstractResidential fires often occur in Banjarmasin City. The cause is due to lack of knowledge, public awareness, socialization and organization from the authorities. Efforts to increase early understanding of the potential for residential fires include the development of a handbook. The socialization aims to increase students' understanding of the potential of residential fires. Participants involved in community service activities include the principal, teachers, and 55 students at SMAN 8 Banjarmasin. The activities to be carried out use the Participatory Action Research (PAR) method. The implementation consists of introduction, needs analysis, handbook design, development of the Settlement Fire Disaster Preparedness handbook, material sharing, evaluation of activity results, and reports. The results of the activity are presented in two major stages. First, the delivery of material and discussion was carried out in order to provide students at SMAN 8 Banjarmasin with an understanding of fire disasters in Banjarmasin City. Second, the evaluation of activities regarding the understanding of students was carried out by distributing questionnaires before and after the activities. Before the activity, the average understanding of students was 62% while after the activity it increased to 93%. Thus, the level of understanding of students about the potential of residential fires is very good after the implementation of service activities. Keywords: potential; residential fires; handbook
Pemberdayaan kader untuk menurunkan beban yang dirasakan oleh caregiver lansia melalui meditasi dan yoga Devina Rahmasari; Oda Debora; Maria Prieska Putri Panglipur Ati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.20900

Abstract

AbstrakDalam menjalani kehidupan dan pencapaian kualitas hidup yang baik pada lansia, perlu adanya bantuan yang cukup dari keluarga maupun caregiver yang merawat lansia tersebut. Keadaan tersebut seringkali dapat menimbulkan beban yang dirasakan caregiver lansia baik dari segi beban psikologis maupun fisik. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan serta kemampuan caregiver lansia tentang pengelolaan dan menurunkan beban baik psikologis maupun fisik. Mitra dalam kegiatan ini yakni kader posyandu lansia di RW 1 yang berlokasi di Kelurahan Sukoharjo, Kec. Klojen. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah edukasi dan pelatihan dengan 3 tahap yaitu : tahap persiapan terdiri atas perijinan dan persiapan materi, tahap pelaksanaan terdiri atas edukasi dan pelatihan yoga dan meditasi, dan tahap evaluasi terdiri atas evaluasi hasil dan proses. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan caregiver lansia tentang pengelolaan beban psikologis dan fisik yang mulanya 41% setelah diberikan edukasi meningkat menjadi 72%, sedangkan untuk meditasi dan yoga terjadi peningkatan sebesar 78% dan 75%. Meskipun belum mencapai 100%, namun angka persentase sudah menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan terkait pengetahuan caregiver lansia tentang pengelolaan beban. Dengan dilakukannya kegiatan pengabdian ini diharapkan kader posyandu lansia yang telah diberikan edukasi mengenai yoga dan meditasi mampu menyalurkan ilmu yang telah diberikan kepada para caregiver yang berada di lingkungan RW 1 tentang pengelolaan beban psikologis dan fisik. Kata kunci: caregiver; edukasi; kader posyandu lansia; meditasi; pelatihan; yoga Abstract In living a life and achieving a good quality of life in the elderly, there needs to be sufficient help from both the family and caregivers who care for the elderly. These conditions can often cause the burden felt by elderly caregivers both in terms of psychological and physical burden. The goal of this activity is to increase the knowledge and abilities of elderly caregivers about management and reduce both psychological and physical burdens. Partners in this activity are elderly posyandu cadres in RW 1 located in Sukoharjo Village, Kec. Clojen. The methods used in this activity are education and training with three stages: preparation stage consists of licensing and material preparation, implementation stage consists of yoga and meditation education and training, and evaluation stage consists of evaluation of results and processes. The results of this activity showed that there was an increase in elderly caregiver knowledge about psychological and physical burden management, which was 41% after education increased to 72%, while for meditation and yoga there was an increase of 78% and 75%. Although it has not reached 100%, the percentage figure has shown a significant improvement regarding the elderly caregiver's knowledge of load management. With this devotion activity, it is hoped that the elderly posyandu cadres who have been given education on yoga and meditation will be able to channel the knowledge that has been given to caregivers in RW 1 environment about psychological and physical burden management.Keywords: caregiver; education; elderly posyandu cadres; meditation; training; yoga
Workshop foto produk sebagai edukasi keterampilan promosi digital pada siswa SMK Negeri 7 kota Bandung Yoka Pradana; Rajiv Dharma Mangruwa; Adrio Kusmareza Adim
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21248

Abstract

Abstrak Permasalahan yang dihadapi mitra adalah kurangnya pemahaman dan skil mitra dalam aktivitas promosi digital, khususnya memproduksi foto produk. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan skil mitra tentang foto produk. Adapun metode yang digunakan terbagi dalam tiga tahapan, yakni pra-kegiatan adalah koordinasi dengan mitra untuk menggali masalah dan potensi mitra selanjutnya dirumuskan menjadi program. Tahap kegiatan pelaksanaan workshop dengan pemaparan materi dan praktik, serta terakhir evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat adalah peningkatan pengetahuan mitra tentang foto produk dan kemampuan mitra untuk memproduksi foto produk sebagai sarana promosi digital. Hal ini dibuktikan dari hasil foto produk siswa menjadi lebih baik setelah mengikuti kegiatan workshop. Kata kunci: workshop; foto produk; promosi digital; siswa smk. AbstractThe problem faced by partners is the lack of understanding and skills of partners in digital promotion activities, especially producing product photos. The purpose of this Community Service activity is to increase partners' knowledge and skills about product photos. The method used is divided into three stages, namely pre-activity is coordination with partners to explore the problems and potential of partners and then formulated into programs. The activity stage is the implementation of workshops with material exposure and practice, and finally the evaluation of activities. The results of the implementation of Community Service are an increase in partner knowledge about product photos and the ability of partners to produce product photos as a means of digital promotion. This is evidenced by the results of student ' product photos becoming better after participating in the workshop activities. Keywords : workshop; product photos; digital promotion; vocational school students.
Peningkatan kompetensi Guru Sekolah Menengah Atas dalam penyusunan modul ajar, bahan ajar dan instrumen asesmen pada kurikulum merdeka Agung Deddiliawan Ismail; Adi Slamet Kusumawardana; Rizal Dian Azmi; Sikky El Walida
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21632

Abstract

Abstrak Jahe merah memiliki nama latin Zingiber officinale Linn varvrubrum, merupakan jenis tanaman terna dengan rimpang kuat dan menjalar, yang memiliki kandungan minyak atsiri, oleoresin dan pati lebih tinggi daripada jenis jahe lainnya, pengolahan jahe merah akan meningkatkan nilai ekonomi dan nilai manfaat khususnya manfaat kesehatan. Tujuan kegiatan yaitu melakukan pendampingan kepada kader dengan memberikan edukasi mengenai manfaat dan khasit jahe merah serta pengolahan jahe merah menjadi tisane dan aromaterapi. Kegiatan yang dilaksanakan : penguatan pengetahuan kader terkait khasiat dan manfaat jahe merah terhadap kesehatan dan pembuatan produk jahe merah melalui pengolahan jahe merah menjadi tisane dan aromaterapi. Hasil evaluasi didapatkan nilai rata-rata pretest 49,23 menjadi 80,77 saat posttest atau meningkat sebesar 64,06%, sedangkan hasil evaluasi pengolahan jahe merah menjadi tisane jahe dan aromaterapi didapatkan nilai rata-rata pretest 47,69 menjadi 86,92 saat posttest atau meningkat sebesar 82,26%. Hasil pengabdian ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat khsususnya para kader terkait peningkatan nilai ekonomi dan nilai manfaat dari jahe merah menjadi sebuah produk tisane dan aromaterapi jahe merah. Kata kunci: kader lansia;  jahe merah; tisane jahe; aromaterapi jahe; kesehatan. Abstract Red ginger has the Latin name Zingiber officinale Linn varvrubrum, is a type of herb plant with strong and spreading rhizomes, which has higher essential oil, oleoresin and starch content than other types of ginger. Processing red ginger will increase its economic value and beneficial value, especially health benefits. The aim of the activity is to provide assistance to cadres by providing education about the benefits and properties of red ginger as well as processing red ginger into tisane and aromatherapy. Activities carried out: strengthening cadres' knowledge regarding the properties and benefits of red ginger for health and making red ginger products through processing red ginger into tisane and aromatherapy. The evaluation results obtained an average pretest score of 49.23 to 80.77 during the posttest or an increase of 64.06%, while the evaluation results of processing red ginger into ginger tisane and aromatherapy obtained an average pretest value of 47.69 to 86.92 during the posttest. posttest or increased by 82.26%. It is hoped that the results of this service will provide education to the community, especially cadres, regarding increasing the economic value and beneficial value of red ginger into a red ginger tisane and aromatherapy product. Keywords: elderly cadres; red ginger; ginger tisane; ginger aromatherapy; health.
Sosialisasi dan pendampingan pengendalian hama pada sistem pertanian terpadu di desa Tanjung Bonai Aur Dedi Mardiansyah; Aditya Furqon; Vyola Maulana; Ummi Hajra Dias; Ameera Iffa Zaafira
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21461

Abstract

Abstrak Serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) pada tanaman sering menjadi kendala utama dalam meningkatkan produksi pertanian. Penurunan hasil panen akibat serangan lalat buah berkisar 50-75%, sedangkan pada kondisi lingkungan mendukung dan inang rentan kerusakan dapat mencapai 100% Penggunaan alat perangkap hama dapat membantu untuk memonitoring keberadaan dan populasi hama disekitar lokasi yang dipasang. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk sosialisasi dan pendampingan kepada Masyarakat dalam pengendalian hama pada system pertanian terpadu. Langkah yang dilakukan adalah mempelajari dan monitoring mengenai populasi hama yang terdapat dilahan pertanian Masyarakat. Upaya monitoring menjadi penting karena berdasarkan informasi populasi hama di lokasi pengamatan, dapat disusun suatu saran tindak pengendalian dan penanggulangan secara lebih dini. Hasil dari kegiatan ini berupa populasi dari hama dapat di minimalisir dan dikendalikan sehingga dapat meningkatkan hasil panen dari pertanian Masyarakat di Nagari Tanjung Bonai Aur. Kata kunci: hama; pendampingan; tanaman; pertanian. Abstract Attacks by plant pests (OPT) on plants are often a major obstacle in increasing agricultural production. The reduction in crop yields due to fruit fly attacks ranges from 50-75%, whereas in conditions that support the environment and are not susceptible to damage it can reach 100%. The use of pest traps can help to monitor the presence and population of pests around the location where they are installed. The purpose of this service activity is to socialize and provide assistance to the community in controlling pests in integrated agricultural systems. The steps taken are to study and monitor the pest population on community agricultural land. Monitoring efforts are important because based on information on pest populations at observation locations, early control and mitigation recommendations can be prepared. The results of this activity in the form of pest populations can be minimized and controlled so that it can increase agricultural harvests for the community in Nagari Tanjung Bonai Aur. Keywords: pest; accompanying; plant; agriculture.
Lansia bebas kepikunan melalui gardening therapy bunga krisan di Panti Lanjut Usia Lydia kota Tomohon Elsi Elsi; Jilly Viorent Maranatha Boyoh; Aprillya Monica Dewi Kansil; Tarisa Rahayu; Fauzan Sugeha; Musma Rukmana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21193

Abstract

Abstrak Demensia merupakan gangguan kognitif dan memori yang dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Lansia yang memiliki gejala kepikunan (Demensia alzheimer) dapat mengalami halusinasi, depresi, cemas, mudah marah, suka memberontak, dan kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut dialami para lansia di Panti Lanjut Usia Lydia Kota Tomohon. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melaksanakan Gardening therapy dengan bunga krisan sebagai bentuk terapi okupasi pada lansia dengan masalah Demensia alzheimer. Metode yang digunakan dalam program ini, yakni sosialisasi dan pelatihan menggunakan metode ceramah dan praktik deteksi dini demensia secara sederhana dengan menggunakan tes mini cog dan drawing clock, dan pelaksanaan gardening therapy dengan bunga krisan. Pengabdian ini berlangsung selama tiga bulan dan diikuti oleh 6 orang lansia dengan gejala demensia alzheimer. Hasilnya terapi okupasi melalui terapi berkebun bunga krisan dapat meningkatkan nilai SPMSQ yang menunjukan peningkatan fungsi kognitif sehingga dapat mencegah terjadinya kepikunan (Demensia alzheimer) pada lansia. Pada kegiatan pengabdian ini satu orang pangasuh panti dan enam  lansia dapat terlatih dalam pencegahan kepikunan atau demensia alzheimer melalui gardening therapy. Kata kunci: berkebun; demensia; krisan; lansia; terapi. Abstract Dementia is a cognitive and memory disorder that can affect daily activities. Elderly individuals with symptoms of dementia experience hallucinations, depression, anxiety, irritability, rebelliousness, and difficulties in daily activities. This community service program aims to carry out Gardening therapy with chrysanthemum flowers as a form of occupational therapy in the elderly with Alzheimer's Dementia problems. This service lasted for three months and was attended by 6 elderly people with symptoms of Alzheimer's dementia. Chrysanthemum flowers are chosen because they are easy to cultivate, and Tomohon is known as the largest chrysanthemum center in Indonesia after Java. The methods used in this program include socialization and training using lecture methods, early dementia detection practices through mini-cog tests and drawing clocks, and the implementation of gardening therapy. The results show that occupational therapy through gardening with chrysanthemum flowers can improve SPMSQ scores, indicating an improvement in cognitive function, thus preventing dementia (Alzheimer's dementia) in the elderly. In this community service activity, one caregiver and six elderly individuals were trained in preventing dementia or Alzheimer's through gardening therapy. Keywords: chrysanthemum; dementia; elderly; gardening; therapy.
Pemanfaatan lahan tidur untuk budidaya serai wangi di Kosagrha Lestari Medokan Ayu Selatan, Rungkut Susilowati Susilowati; Djarwatiningsih Djarwatiningsih; Renova Panjaitan; Sandy Buana Putra; Kindriari Nurma Wahyusi; Caecilia Pujiastuti; Siswanto Moenandar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21616

Abstract

AbstrakKeberadaan lahan tidur di daerah pemukiman dapat menjadi sumber permasalahan bagi warga karena menjadi sarang hewan liar yang tentunya mengganggu kenyamanan masyarakat setempat. Lahan tidur di wilayah Kosagrha Lestari merupakan lahan milik pemerintah kota yang telah lama terbengkalai, ditumbuhi oleh rerumputan liar serta penuh dengan sampah-sampah seperti sampah sisa bangunan, sampah plastik dan botol-botol. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT), dalam program pengabdian kepada masyarakat, bekerjasama dengan Kelompok Tani Kosagrha Lestari memanfaatkan lahan tidur tersebut menjadi lahan budidaya tanaman serai wangi. Pendekatan program pengabdian yang dilakukan adalah melakukan aksi (action) yang kemudian diikuti dengan diskusi tanya jawab dalam forum resmi (talk show). Hasil dari pengabdian masyarakat dengan metode pendekatan yang dilakukan adalah bahwa masyarakat memiliki ketertarikan dan kepercayaan lebih terhadap program yang sebelumnya terbukti berhasil dilakukan. Teknik budidaya yang disarankan dapat diaplikasikan pada lahan tidur di Kosagrha dan menghasilkan lahan budidaya serai wangi yang tumbuh dengan baik. Kata kunci: lahan tidur; pupuk kandang; serai wangi; teknik budidaya Abstract Unused land in residential areas can be a problem source for residents because it becomes a nest for wild animals, which disturbs the local community's comfort. The idle land in the Kosagrha Lestari area, which belongs to the government, has been neglected for a long time, overgrown with weeds and full of rubbish such as building waste, plastic waste, and bottles. The community servise team of UPNVJT collaborated with the Kosagrha Lestari Farmers Group in a community service program, utilizing that idle land to become citronella cultivation land. The service program's approach was taking action followed by a question-and-answer discussion in an official forum (talk show). The results of this community service activity using the approach method were that the community had more interest and trust in a program with successful evidence. The cultivation technique suggested could be applied to the unused land in Kosagrha and generate a well-cultivated land of citronella. Keywords: unused land; manure; citronella; cultivation technique
Edukasi penggunaan alat kontrasepsi implant guna menekan angka kelahiran di kalangan Wanita Usia Subur (WUS) di PKM Daya Murni Deviyana Emilia Derta; Ernawati Ernawati; Famela Dwi Aryani; Riting Yuliasari; Sudarmi Sudarmi; Suharni Suharni; Iis Tri Utami
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21642

Abstract

AbstrakJumlah penduduk yang terus meningkat di Indonesia menunjukkan perlunya upaya dalam mengendalikan pertumbuhan populasi. Penggunaan kontrasepsi menjadi salah satu langkah yang efektif dalam menekan angka kelahiran. Salah satu metode kontrasepsi yang efektif adalah implant, namun pengetahuan masyarakat terkait implant masih rendah. Oleh karena itu, edukasi mengenai implant menjadi penting dalam upaya keluarga berencana. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada Wanita Usia Subur (WUS) mengenai penggunaan kontrasepsi implant dengan fokus pada usaha preventif dan promotif dalam mengatasi pertambahan penduduk. Kegiatan edukasi dilakukan melalui ceramah, diskusi, dan tanya jawab di UPTD puskesmas rawat inap Daya Murni, kecamatan Tumijajar, kabupaten Tulang Bawang Barat. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest dengan pertanyaan tertutup. Dari 11 peserta, hasil pretest menunjukkan rata-rata 53% jawaban benar, sedangkan hasil posttest menunjukkan peningkatan signifikan menjadi 93%. Penyuluhan mengenai kontrasepsi implant berhasil meningkatkan pemahaman peserta, mengubah kategori pengetahuan dari "Kurang Baik" menjadi "Baik". Hal ini menegaskan dampak positif penyuluhan dalam meningkatkan kesadaran mengenai penggunaan kontrasepsi pada usia reproduksi. Oleh karena itu, program edukasi rutin mengenai pentingnya kontrasepsi diperlukan sebagai tindak lanjut. Kata kunci: pertambahan penduduk; implant; Wanita Usia Subur (WUS). Abstract The continuously increasing population in Indonesia indicates the need for efforts to control population growth. The use of contraception is one effective step in reducing birth rates. One effective contraceptive method is implants; however, public knowledge regarding implants remains low. Therefore, education about implants is crucial in family planning efforts. This research aims to provide education to Women of Reproductive Age (WRA) about the use of contraceptive implants, focusing on preventive and promotional efforts to address population growth. Education activities were conducted through lectures, discussions, and question-and-answer sessions at the UPTD Health Center inpatient service Daya Murni, Tumijajar district, Tulang Bawang Barat regency. Evaluation was done through pretest and posttest with closed-ended questions. From 11 participants, the pretest results showed an average of 53% correct answers, while the posttest results showed a significant increase to 93%. Education about contraceptive implants successfully improved participants' understanding, changing the knowledge category from "Poor" to "Good". This confirms the positive impact of education in increasing awareness about contraceptive use during reproductive age. Therefore, regular education programs on the importance of contraception are needed as follow-up actions. Keywords: population growth; implant; Women of Reproductive Age (WRA).

Page 1 of 12 | Total Record : 113