cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 130 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2024): September" : 130 Documents clear
Pendampingan bahasa inggris guiding bagi anggota pokdarwis desa Medana kecamatan Tanjung kabupaten Lombok Utara Ilham Ilham; Irwandi Irwandi; Fira Fira; Chinta Shaqila; Saniyatil Wida; Rima Rahmaniah; Hijril Ismail; Fauzi Bafadal
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26333

Abstract

Abstrak Masih rendahnya kemampuan berbahasa Inggris  yang dimiliki masyarakat desa  Medana merupakan masalah serius yang perlu segera diberikan solusi. Mitra sasaran dari kegiatan ini anggota pokdarwis yang ada di Desa Medana kabupaten Lombok Utara. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini  terdiri atas   20 orang anggota Pokdarwis. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris guiding bagi anggota Pokdarwis desa Medana. Metode dalam pelatihan dilakukan dengan menggunakan metode pelatihan. Pencapaian hasil pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya kemampuan peserta dalam materi prinsip -prinsip pemahaman lintas budaya (Cross Cultural Understanding), kultur, nilai dalam sebuah budaya dan attitude terhadap budaya lain, pelatihan komunikasi lintas secara verbal dan non verbal,   salam dan perkenalan (greeting and introduction), tourist welcoming, tourism vocabulary, tour guide dialogue, menjelaskan produk dan budaya yang ada di daerah tersebut, dan homestay reservation,teori dan materi dasar hospitality. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan pendampingan ini telah tercapai dengan baik. Kata kunci: pendampingan; bahasa inggris guiding; pokdarwis Abstract The low level of English language skills possessed by the people of Medana village is a serious problem that needs to be solved immediately. The target partners of this activity are members of Pokdarwis in Medana Village, North Lombok Regency. The participants involved in this activity consisted of 20 Pokdarwis members. This community service activity aims to improve English guiding skills for members of the Medana village Pokdarwis. The method in the training was carried out using the training method. The achievement of the results of this community service is the increasing ability of participants in the material of the principles of cross-cultural understanding, culture, values in a culture and attitude towards other cultures, verbal and non-verbal cross communication training, greeting and introduction, tourist welcoming, tourism vocabulary, tour guide dialogue, explaining products and culture in the area, and homestay reservation, theory and basic hospitality materials. So it can be concluded that this mentoring activity has been well achieved. Keywords: mentoring; english guiding; pokdarwis
Pemberdayaan lansia dalam melakukan senam hipertensi untuk menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di kelompok prolanis puskesmas Tajian kabupaten Malang Anastasia Sri Sulartri; Emy Sutiyarsih; Ellia Ariesti Narita Diatanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25302

Abstract

AbstrakProgram Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) adalah sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS. Di Puskesmas Tajinan, Kabupaten Malang kegiatan prolanis dilaksanakan setiap hari jumat. Lansia penderita hipertensi di Puskesmas Tajinan sebanyak 2192 orang yang terdaftar di kelompok Prolanis 142 orang. Lansia  penderita hipertensi  yang datang pada kegiatan prolanis sebanyak 25 orang. Hipertensi sering disebut sebagai “silent killer”, karena seringkali penderita hipertensi tidak merasakan gejala, tanpa disadari penderita hipertensi mengalami komplikasi pada organ vital seperti jantung, otak atau ginjal. Upaya yang dapat dilakukan dalam pencegahan komplikasi hipertensi salah satunya dengan senam hipertensi. Tujuan dari PkM ini adalah meningkatkan pemahaman para lansia penderita hipertensi tentang manfaat senam hipertensi dan mampu menerapkan senam hipertensi  secara benar. Metode kegiatan berupa edukasi dan demonstrasi senam hipertensi dilaksanakan selama tiga kali pertemuan tanggal 21-23 Mei 2024. Sasaran kegiatan PkM yaitu lansia penderita hipertensi peserta kegiatan prolanis di Pukesmas Tajinan. Evaluasi  hasil pretest pengetahuan peserta tentang penyakit hipertensi dan senam hipertensi 55,68 dan postest  67, pretest demonstrasi senam hipertensi 62,22 dan postest 75,85 sehingga dapat diartikan bahwa ada peningkatan pengetahuan dan kemampuan para lansia penderita hipertensi dalam melaksanakan senam hipertensi.Kata kunci : hipertensi; lansia; senam AbstractChronic Disease Management Program (Prolanis) is a health service system and proactive approach involving participants, health facilities and BPJS. At Tajinan Health Center, Malang Regency, Prolanis activities are carried out every Friday. There are 2192 elderly people with hypertension at Tajinan Health Center, 142 of whom are registered in the Prolanis group. There are 25 elderly people with hypertension who came to Prolanis activities. Hypertension is often referred as a "silent killer", because there is often people with hypertension do not feel symptoms, without realizing it, people with hypertension experience complications in vital organs such as heart, brain or kidneys. Efforts that can be made to prevent complications of hypertension is hypertension exercise. The aim of this PkM is to increase the understanding of elderly people with hypertension about the benefits of hypertension exercise and to be able apply hypertension exercise correctly. The activity method in the form of education and demonstration of hypertension exercise was carried out during three meetings on May 21-23, 2024. The target of the PkM activity is elderly people with hypertension who are participants in the Prolanis activity at Tajinan Health Center. Evaluation of the results of the pretest of participants' knowledge about hypertension and hypertension exercise 55.68 and posttest 67, pretest demonstration of hypertension exercise 62.22 and posttest 75.85 so that it can be interpreted that there is an increase in knowledge and ability of elderly people with hypertension in carrying out hypertension exercise. Keywords: hypertension; elderly; exercise
Pemberdayaan relawan dalam pemilahan sampah dan pembuatan sabun batang Eco-enzyme Elizabeth Yun Yun Vinsur; Berliany Venny Sipollo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25210

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ditujukan kepada relawan Balakarcana untuk mengatasi masalah  sampah. Solusi yang dilakukan adalah mengedukasi dan mengajarkan cara memilah sampah rumah tangga, memanfaatkan sampah organik menjadi cairan eco-enzyme, dan sebagai bahan pembuatan sabun batang. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah tanya jawab untuk pemberian edukasi tentang: pemilahan sampah, eco-enzyme dan pembuatan eco-enzyme, manfaat buah apel, dan prosedur pembuatan sabun; dilanjutkan kegiatan demonstrasi cara membuat eco-enzyme dan cara membuat sabun, serta re-demonstrasi yang diikuti oleh 15 relawan Balakarcana. Evaluasi peningkatan level dilakukan secara kognitif maupun secara psikomotor. Evaluasi kognitif dengan melakukan pretest diawal kegiatan dan post-test diakhir kegiatan untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan relawan Balakarcana menggunakan 10 pernyataan benar/salah yang dilakukan skoring. Evaluasi peningkatan psikomotor dengan menggunakan checklist prosedur pembuatan eco-enzyme dan prosedur pembuatan sabun. Hasil evaluasi diketahui bahwa pengetahuan relawan Balakarcana antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi meningkat sebesar 18%, dimana sebelum diberikan edukasi, rerata nilai pretest sebesar 73,33 dan setelah diberikan edukasi rerata nilai posttest menjadi 84,67%. Hasil evaluasi untuk ketrampilan relawan Balakarcana mampu melakukan dengan baik 100% semua tindakan sesuai SOP yang ada.  Kata kunci: pemilahan sampah; sabun batang. Abstract Community service is aimed at Balakarcana volunteers to overcome the waste problem. The solution is to sort household waste and use organic waste to process it into eco-enzyme liquid, educate about the benefits and use of eco-enzymes, educate about the benefits and use of apples as ingredients for making soap, and educate and provide skills on how to make bar soap. The activity was carried out using a lecture method to provide education about: waste sorting, eco-enzyme and eco-enzyme production, the benefits of apples, and procedures for making soap; continued with demonstration activities on how to make eco-enzyme and how to make soap based on eco-enzyme liquid and apples, as well as a re-demonstration which 15 Balakarcana volunteers attended. Evaluation of increasing levels is carried out cognitively and psychomotorically. Cognitive evaluation by conducting a pretest at the beginning of the activity and a post-test at the end of the activity to evaluate the increase in knowledge of Balakarcana volunteers using 10 true/false statements which are scored. Evaluation of psychomotor improvement using a checklist of procedures for making eco-enzymes and procedures for making soap. The evaluation results showed that the knowledge of Balakarcana volunteers between before and after being given education increased by 18%, where before being given education, the average pretest score was 73.33 and after being given education the average posttest score was 84.67%. The evaluation results for the skills of Balakarcana volunteers were able to carry out 100% of all actions according to existing SOPs. Keywords: bar soap; waste sorting
Pemanfaatan tanaman obat keluarga (Toga) pada masyarakat padukuhan Dadapbong kecamatan Pajangan kabupaten Bantul Andi Yasmin Fadhilah; R. Jaka Sarwadhamana; Susilo Setyo Wiguno; Rodhotul Kofifah; Dini Rahmayani; Dewi Septiyorini; Nisa Agustina Widya Astuti; Ainun Jariah; Fitri Andriyani; Faizatun Riyado Hasanah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25493

Abstract

AbstrakTanaman Obat Keluarga (TOGA) lebih dikenal  dengan nama Apotek Hidup. Masyarakat Indonesia sudah sejak lama menggunakan tumbuhan sebagai pengobatan maupun untuk pemeliharaan kesehatan yang diwariskan secara turun temurun. Pemanfaatan TOGA dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu masyarakat dilingkungan desa menuju kemandirian kesehatan, karena jika dilihat dari jaraknya yang jauh dari fasilitas kesehatan membuat kesadaran warga untuk memeriksakan kesehatannya masih minim. Selain itu, sebagian besar warga adalah ibu rumah tangga, hal ini menyebabkan kondisi perekonomian keluarga menjadi kurang maksimal dan perlu ditingkatkan lagi. Melihat permasalahan ini sesuai dengan kegiatan KKN Tematik Universitas Alma Ata membantu masyarakat dusun dadapbong untuk lebih memahami cara pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Penyediaan tanaman yang berfungsi sebagai obat-obatan dan sosialisasi cara pemanfaatannya diharapkan mampu mengatasi permasalahan minimnya infrastruktur penunjang kesehatan seperti apotik, pelayanan kesehatan terdekat dan lain-lain. Tahapan realisasi program kerja yaitu sosialisasi program kerja dan pengenalan jenis tanaman obat keluarga melalui buku saku, pembagian TOGA kepada masyarakat, penanaman bersama TOGA di dasawisma serta sosialisasi pemanfaatan TOGA menjadi serbuk minuman atau bumbu yang mudah digunakan. Dari hasil pengabdian masyarakat yang dilakukan, diketahui bahwa warga padukuhan dadapbong lebih memahami manfaat tanaman obat keluarga dan mampu melakukan swamedikasi mandiri untuk penyakit ringan seperti demam, nyeri haid, dan batuk. Warga juga mampu menjual jamu berbentuk serbuk yang lebih tahan lama dibandingkan jamu berbentuk cair, hal ini dapat meningkatkan perekonomian keluarga di padukuhan dadapbong. Kata kunci: tanaman obat keluarga; pemanfaatan;  padukuhan dadapbong AbstractFamily Medicinal Plants (TOGA) is better known as the Living Pharmacy. Indonesian people have long used plants as medicine and for maintaining health, which have been passed down from generation to generation. Utilizing TOGA can be one solution to help people in rural areas achieve health independence, because if you look at the distance from health facilities, residents' awareness of having their health checked is still minimal. Apart from that, the majority of residents are housewives, this causes the family's economic conditions to be less than optimal and needs to be improved further. Seeing this problem is in accordance with Alma Ata University's Thematic KKN activities to help the Dadapbong hamlet community to better understand how to use Family Medicinal Plants (TOGA). Providing plants that function as medicines and socializing how to use them is expected to be able to overcome the problem of minimal health supporting infrastructure such as pharmacies, nearby health services and others. The stages of realizing the work program are socialization of the work program and introduction of types of family medicinal plants through pocket books, distribution of TOGA to the community, joint planting of TOGA in dasawisma and socialization of the use of TOGA into easy-to-use powdered drinks or spices. From the results of the community service carried out, it is known that the residents of Dadapbong Padukuhan better understand the benefits of family medicinal plants and are able to self-medicate for minor illnesses such as fever, menstrual pain and coughs. Residents are also able to sell powdered herbal medicine which is more durable than liquid herbal medicine, this can improve the family economy in Dadapbong Padukuhan. Keywords: family medicinal plants; utilization; padukuhan dadapbong
Cegah perilaku merokok sejak dini dengan intervensi media edukasi anti rokok (mekar) pada anak-anak MIN 3 Banjar Hadrianti H.D Lasari; Anis Kamila Saleha; Melly Damayanti; Salma Rizqy Awalia; Prisa Aulia Zam-Zam
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25188

Abstract

Abstrak Perilaku merokok memiliki berbagai dampak buruk bagi kesehatan, seperti penyakit kanker (paru-paru, kulit, ginjal), penyakit jantung, katarak, dan kerusakan berbagai organ tubuh. Berdasarkan hasil diagnosa komunitas di Desa Tiwingan Lama RT 02, ditemukan bahwa 27 (21,3%) anggota rumah tangga merokok, dan sebagian besar mulai merokok sejak usia remaja. Tingginya prevalensi usia pertama kali merokok pada masa remaja menunjukkan perlunya pencegahan sejak dini. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan intervensi di Desa Tiwingan Lama RT 02. Tujuan dari kegiatan intervensi ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan anak sekolah dasar mengenai bahaya dari perllaku merokok. Metode yang digunakan adalah metode ceramah yang didukung berbagai media edukasi. Media digunakan agar penyampaian materi lebih menyenangkan dan menarik minat serta fokus anak-anak. Media edukasi yang digunakan yaitu poster, simulasi bahaya merokok, permainan bisik berantai dan permainan ular tangga raksaksa anti rokok. Instrument evaluasi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pre-test dan post-test, yang terdiri dari kegiatan monitoring dan evaluasi intervensi. Hasil evaluasi kegiatan intervensi menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan peserta, di mana nilai rata-rata pre-test sebesar 60,9, meningkat menjadi 81,8 pada post-test. Diharapkan dengan edukasi tentang bahaya merokok sejak dini, anak-anak dapat menghindari perilaku merokok di masa depan. Kata kunci: perilaku merokok; bahaya merokok; perubahan perilaku dini; media edukasi AbstractSmoking behavior has various adverse health effects, such as cancer (lung, skin, kidney), heart disease, cataracts, and damage to various organs. The government has made various efforts to plan a healthy living community movement, one of the indicators is not smoking. According to data from the Ministry of Health in South Kalimantan, the prevalence of active smokers aged 10-18 years was 2.8%, and the age of first smoking at the age of 15-19 years was 58.4%. The high prevalence of age of first smoking in adolescence indicates the need for early prevention. Based on the results of community diagnosis in Tiwingan Lama RT 02 Village, it was found that 27 (21.3%) household members smoked, and most started smoking since adolescence, therefore, efforts that can be made are to instill early knowledge about the dangers of smoking. The intervention was conducted with children at MIN 3 Banjar using interesting educational media to capture their attention and focus. The educational media used was a giant snakes and ladders game. Based on the pre-test and post-test results, 71% of children experienced an increase in knowledge about the dangers of smoking. It is expected that with early education about the dangers of smoking, in the future they will not smoke. Keywords: smoking behavior; dangers of smoking; early behavioral changes; educational media
Pengolahan kembali sampah plastik kemasan kopi menjadi produk bernilai jual bagi masyarakat desa Srijaya Akhmad Dimyati; Taufik Nur Wahid; Anggraeni Anggraeni; Vivy Strawberry; Andin Audina Dwiutami Rahman; Tri Sugiarti; Gina Dhea Ramadhani; Patrecia Yosefani Brigita Sanches
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25954

Abstract

Abstrak Sampah plastik menjadi salah satu permasalahan yang cukup serius saat ini, khususnya di Indonesia. Indonesia sebagai negara berkembang masih belum dapat memfokuskan diri terhadap pengolahan sampah plastik agar tidak menjadi suatu permasalahan yang menimbulkan banyak akibat. Sampah plastik dapat mengakibatkan dampak yang buruk baik bagi lingkungan dan manusia, oleh karena itu pengolahan terhadap sampah plastik perlu dilakukan dengan tujuan meminimalisir resiko dampak tersebut. Hal ini sebagaimana yang dilakukan pada kegiatan pengabdian yang dilaksanakan di Desa Srijaya, Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang. Tim pengabdian bersama dengan masyarakat mengumpulkan dan mengolah kembali kemasan kopi bekas sebagai salah satu jenis sampah plastik menjadi produk bernilai jual. Sasaran mitra yang dilibatkan pada kegiatan ini ialah ibu-ibu rumah tangga di Desa Srijaya dengan jumlah keterlibatannya yaitu sebanyak 10 orang. Metode pelaksanaan kegiatan ialah melalui sosialisasi pelatihan dan praktek secara langsung dalam membuat olahan kemasan kopi menjadi produk bernilai jual. Dalam kegiatan ini, tim pengabdian bersama dengan masyarakat Desa Srijaya khususnya ibu-ibu rumah tangga berhasil mengumpulkan banyak kemasan kopi bekas yang biasanya dibuang dan dibakar, tetapi kemudian dapat dimanfaatkan dengan dibuat menjadi tas keranjang, tas laptop dan dompet. Barang-barang tersebut merupakan produk bernilai jual yang juga sekaligus dapat menjadi tambahan penghasilan bagi masyarakat apabila dapat diteruskan keberlanjutannya. Kata kunci: sampah plastik; pengabdian; kemasan kopi; produk AbstrackPlastic waste is one of the most serious problems today, especially in Indonesia. Indonesia as a developing country has not been able to focus on processing plastic waste so that it does not become a problem that causes many consequences. Plastic waste can have a bad impact on the environment and humans, therefore plastic waste processing needs to be carried out in order to minimize the risk of these impacts. This is as was done in the community service activities carried out in Srijaya Village, Tirtajaya District, Karawang Regency. The community service team together with the community collected and reprocessed used coffee packaging as one type of plastic waste into products that have a selling value. The target partners involved in this activity were housewives in Srijaya Village with a total of 10 people involved. The method of implementing the activity was through socialization, training and direct practice in making processed coffee packaging into products that have a selling value. In this activity, the community service team together with the Srijaya Village community, especially housewives, managed to collect a lot of used coffee packaging that is usually thrown away and burned, but can then be used by making it into basket bags, laptop bags and wallets. These items are products that have sales value and can be an additional source of income for the community if they can continue to be developed. Keywords: plastic waste; community service; coffee packaging; products
Optimalisasi labeling, packaging, dan branding potensi produk desa Alai untuk peningkatan nilai jual Faradilla Ayang Nurfitri; Della Ayu Safitri; Cahya Gita Amanda; Andi Saputra; Desti Ayuningsih; Emilda Emilda; Zenal Mutaqin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25986

Abstract

Abstrak Desa Alai yang terletak di Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim merupakan salah satu desa yang berada di Provinsi Sumatera Selatan dengan potensi UMKM produk tahu dan singkong. Namun, UMKM di Desa Alai belum berkembang dan UMKM yang ada masih terbatas dengan kemasan yang kurang memberikan identitas produk. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan nilai jual produk potensial Desa Alai, Sumatera Selatan melalui labeling, packaging, dan branding. Metode pelaksanaan kegiatan yang digunakan adalah metode ceramah yang terdiri dari tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan selama dua hari dengan jumlah peserta 32 orang yang merupakan pelaku UMKM tahu dan petani singkong di Desa Alai. Hasil pelaksanaan Kegiatan menunjukkan 85% peserta merasa pelatihan sangat bermanfaat, mudah dipahami, dan memberikan wawasan baru. Kegiatan ini meningkatkan kesadaran bagi peserta tentang pentingnya pemasaran visual dalam persaingan pasar. pemberdayaan pelaku UMKM tahu dan petani singkong di Desa Alai juga dapat mengoptimalkan pemasaran produk mereka agar dapat bersaing di pasar yang lebih luas. Kata kunci: label; kemasan; merek; nilai jual. Abstract  Alai Village, located in Lembak District, Muara Enim Regency, is one of the villages in South Sumatra Alai Village, located in Lembak District, Muara Enim Regency, is one of the villages in South Sumatra Province with the potential for tofu and cassava product MSMEs. However, MSMEs in Alai Village have not developed and existing MSMEs are still limited with packaging that does not provide product identity. This socialization activity aims to increase the selling value of potential products in Alai Village, South Sumatra through labeling, packaging, and branding. The method of activity implementation used is the lecture method which consists of three stages, namely preparation, implementation, and evaluation. This socialization activity was carried out for two days with 32 participants who were tofu MSME players and cassava farmers in Alai Village. The results of the activity showed that 85% of participants felt that the training was very useful, easy to understand, and provided new insights. This activity increases awareness about the importance of visual marketing in market competition. empowerment of tofu MSME players and cassava farmers in Alai Village can also optimize the marketing of their products in order to compete in a wider market. Keywords: labeling; packaging; branding; selling value.
Pendampingan pembuatan produk minuman dan snack sehat dari bahan dasar jahe merah pada kader lansia Achmad Syukkur; Yafet Pradikatama
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25317

Abstract

Abstrak Jahe merah merupakan tanaman tradisional yang kaya akan manfaat untuk kesehatan, antara lain dapat mengurangi nyeri, menurunkan skor WOMAC pada pasien osteoarthritis, dan meningkatkan dayat tahan tubuh. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan keterampilan kader lansia dalam pengolahan jahe merah menjadi minuman dan snack sehat dalam bentuk serbuk atau bubuk dan ting ting jahe merah. Metode pelaksanaan kegiatan memberikan edukasi kepada kader terkait manfaat dan khasiat jahe merah terhadap kesehatan, dan memberikan pelatihan dalam pembuatan produk jahe merah dalam bentuk bubuk jahe dan ting ting jahe merah. Hasil evaluasi pengetahuan kader didapatkan peningkatan 45,8% pada aspek kognitif dari hasil pretest didapatkan nilai rata-rata 59 (kategori kurang) menjadi nilai rata-rata 86 pada hasil post test atau dengan kategori baik. Sedangkan hasil evaluasi aspek keterampilan kader dalam mengolah jahe merah menjadi serbuk/bubuk dan ting-ting jahe merah didapatkan peningkatan 46,7% dari nilai rata-rata 60 (kategori cuku) saat pretest menjadi nilai rata-rata 88 (kategori baik) saat post test. Kata kunci: kader lansia; jahe merah; kesehatan; bubuk jahe merah; ting ting jahe merah. Abstract Red ginger is a traditional plant that is rich in health benefits, including reducing pain, reducing WOMAC scores in osteoarthritis patients, and increasing endurance. The aim of this community service activity is to improve the skills of elderly cadres in processing red ginger into healthy drinks and snacks in the form of red ginger powder and ting ting. The activities carried out were to increase cadres' knowledge regarding the benefits and properties of red ginger for health, and to improve the skills of elderly cadres in making red ginger products by making snacks and drinks from red ginger base ingredients in the form of ginger powder and red ginger ting ting. Evaluation is carried out by conducting pre-tests and post-tests on cadres' knowledge and utilization/processing of red ginger into a product. The results of the evaluation of cadre knowledge showed an increase of 45.8% in the cognitive aspect. From the pretest results, the average score was 59 (poor category) to an average score of 86 in the post test results or in the good category. Meanwhile, the results of the evaluation of the cadres' skill aspects in processing red ginger into powder/powder and red ginger ting-ting showed an increase of 46.7% from an average score of 60 (cuku category) at pretest to an average score of 88 (good category) at post test. Keywords: elderly cadres; red ginger; health; red ginger powder; ting-ting jahe merah.
Perencanaan sustainable tourism berbasis budaya dan kearifan lokal untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat Annur Fitri Hayati; Jean Elikal Marna; Oknaryana Oknaryana; Mega Asri Zona; Yolandafitri Zulvia; Dian Fitria Handayani; Arif Adrian
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26014

Abstract

Abstrak Nagari (Desa) Garagahan adalah nagari tertua di Kecamatan Lubuk Basung. Nagari ini memiliki alam yang indah dan sangat cocok untuk dikembangkan potensi pariwisatanya. Selain wisata alam dan budaya, Nagari Garagahan terkenal memiliki UMKM Cincau Hijau, yang memasok 80% dari cincau hijau yang ada dipasaran Lubuk Basung. Namun demikian seluruh potensi tersebut belum ada upaya yang lebih masif untuk menggali dan mengelola, hal ini dikarenakan kurangnya sumberdaya manusia serta sense of belonging masyarakat yang masih belum terbangun secara maksimal. Dari permasalahan diatas maka kegiatan pengabdian ini akan terinternalisasi kedalam Rencana Jangka Menengah (RPJM) Nagari, sehingga pengabdian ini memiliki urgensi untuk dilaksanakan. Untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi oleh mitra maka tim pengabdian Universitas Negeri Padang menyusun solusi sebagai berikut: (1) Pendampingan penentuan lokasi wisata berbasis budaya Nagari garagahan, (2) Melakukan pelatihan manajemen wisata kepada anggota pojok sadar wisata (Pokdarwis), (3) Melakukan Pelatihan Manajemen UMKM. Untuk mencapai hasil tersebut, tim pengabdian menggunakan tiga metode pendekatan, yaitu: survey lapangan, pendampingan, pelatihan, dan praktek langsung. Hasil yang dicapai pada kegiatan ini adalah, (1) Pemetaan lokasi wisata di Nagari Garagahan, (2) Peningkatan keberdayaan Masyarakat Nagari Garagahan melalui Pariwista dan Pengembangan UMKM. Kata kunci: sustainable tourism; UMKM; manajemen. Abstract Nagari Garagahan is the oldest village in Lubuk Basung District. This village has beautiful nature and is very suitable for developing its tourism potential. In addition to natural and cultural tourism, Nagari Garagahan is famous for having an MSME that produces Green Grass Jelly, which supplies 80% of the green grass jelly available on the Lubuk Basung market. However, there has been no more massive effort to explore and manage all of this potential, due to the lack of human resources and the community's sense of belonging which has not been optimally built. From the problems above, this community service activity will be internalized into the Village Medium-Term Plan (RPJM), so that this activity has an urgency to be implemented. To overcome various problems faced by Nagari Garagahan, the community service team has prepared the following solutions: (1) Assistance in determining cultural-based tourism locations in Nagari Garagahan, (2) Conducting tourism management training for members of the Tourism Awareness Corner (Pokdarwis), (3) Conducting MSME Management Training. To achieve these results, the community service team used three approaches: field surveys, mentoring, training, and direct practice. The outputs are (1) Mapping of tourist locations in Nagari Garagahan, (2) Increasing the empowerment of the Nagari Garagahan community through tourism and UMKM development. Keywords: sustainable tourism;  MSME; management.
Pendampingan mendesain media pembelajaran berbasis etnomatika pada guru sekolah dasar Eka Fitriana HS; Satriawati Satriawati; Muh. Reski Salemuddin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26543

Abstract

AbstrakArtikel ini sebagai laporan kegiatan kolaborasi dosen, mahasiswa, dan guru di kota Makassar sebagai upaya meningkatkan kreativitas guru menggunakan media pembelajaran yang menarik dengan mengaitkan budaya lokal Sulawesi Selatan. Tujuan dilaksanakan pengabdian ini untuk melakukan pendampingan mendesain media pembelajaran berbasis etnomatika pada guru sekolah dasar. Pelaksanaan kegiatan ini di salah satu sekolah di kota Makassar, yakni UPT SPF SD Inpres Manggala. Kegiatan diawali dengan sosialisasi media pembelajaran berbasis etnomatematika dilakukan dengan metode ceramah disertai pemberian contoh sederhana yang bisa guru pahami, kemudian mengenalkan jenis-jenis aplikasi yang bisa digunakan membuat dan mengembangkan media pembelajaran dan contoh menggunakan aplikasi membuat media pembelajaran etnomatika. Guru diberikan tantangan untuk merancang dan mengembangkan media pembelajaran berbasis etnomatika sesuai contoh-contoh media pembelajaran yang diberikan, untuk selanjutnya berkolaborasi merancang desain yang baru. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa guru dapat menggunakan beberapa budaya dan kearifan lokal Sulawesi Selatan dalam mengembangkan media pembelajaran etnomatika. Selain itu guru juga mampu memeragakan penggunaan media pembelajaran berbasis etnomatematika dengan baik. Kata kunci: pendampingan; media pembelajaran; etnomatika. AbstractThis article is a report on collaborative activities of lecturers, students and teachers in the city of Makassar as an effort to increase teacher creativity using interesting learning media that links the local culture of South Sulawesi. The aim of this service is to provide assistance in designing ethnomatics-based learning media for elementary school teachers. This activity was carried out in one of the schools in Makassar city, namely UPT SPF SD Inpres Manggala. The activity begins with the socialization of ethnomathematics-based learning media using the lecture method accompanied by simple examples that teachers can understand, then introduces the types of applications that can be used to create and develop learning media and examples of using applications to create ethnomatics learning media. Teachers are given the challenge to design and develop ethnomatics-based learning media according to the examples of learning media provided, then collaborate to design new designs. The results of the service show that teachers can use some of the local culture and wisdom of South Sulawesi in developing ethnomatics learning media. Apart from that, teachers are also able to demonstrate the use of ethnomathematics-based learning media well. Keywords: mentoring; instructional media; ethnomatics.

Page 3 of 13 | Total Record : 130