cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI DI DESA UWUNG GIRANG, TANGERANG Siti Haeriyah; Nurry Ayuningtyas Kusumastuti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.861 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.4827

Abstract

ABSTRAKPermasalahan yang terjadi pada remaja putri salah satunya adalah Anemia karena kurang nya tablet tambah darah (Fe) yang dapat melemahkan kesehatan, mengalami gangguan perkembangan otak dan sistem kekebalan tubuh yang rendah, sehingga kegiatan belajar di sekolahnya dapat  terganggu. Oleh karena itu perlu diberikan tablet tambah darah (Fe) dan diedukasi juga dampak anemia. Target pemberian tablet tambah darah secara nasional adalah 10% remaja putri dengan dosis pencegahan yaitu remaja putri (10-19 tahun) atau WUS (15- 45 tahun) sehari 1 tablet tiap minggunya, jadi total tablet tambah darah (Fe) yang akan diterima oleh remaja putri adalah 13 tablet selama 4 bulan. Upaya untuk mengurangi dampak anemia pada remaja putri yaitu dengan adanya Penyuluhan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya tablet tambah darah (Fe). Penyuluhan kesehatan dilakukan dengan metode ceramah. Hasil kegiatan penyuluhan kesehatan dengan memberikan pre test didapatkan saat pre test yang terbanyak dengan pengetahuan rendah sebanyak 18 responden (60 %) dan setelah diberikan penyuluhan kesehatan didapatkan pengetahuan baik meningkat menjadi 24 responden (80%). Dapat diartikan bahwa adanya peningkatan 60% pengetahuan responden setelah diberikan penyuluhan kesehatan. Oleh karena itu diperlukan penyuluhan kesehatan agar remaja putri mengerti pentingnya tablet tambah darah. Kata kunci: penyuluhan kesehatan; tablet tambah darah; remaja Putri ABSTRACTOne of the problems that occur in young women is anemia. because the lack of Fe supplementation can weaken health, impaired brain development and low immune system, so that learning activities at school become disrupted. Therefore it is necessary to give Fe supplementation. Other than that, young women must also be educated about the impact of anemia. The target of giving fe supplementation tablet nationally is 10% young women with a preventive dose that is young women (10-19 years) or women of childbearing age (15- 45 years) a day 1 tablet per week, so the total Fe supplementation that will be received by young women. Efforts to reduce the impact of anemia on young women namely the existence of health education which aims to increase knowledge and understanding of the importance of Fe supplementation. Health education is conducted by lecturing method.  Results of health education activities during the most pre-test with low knowledge as many as 18 respondents (60%) and after being given health education good knowledge increased to 24 respondents (80%). and can be interpreted that there is an increase of 60% of respondents' knowledge after being given health education. This shows that needed for health education so they would understand the Fe supplementation Keywords:. health dducation; fe supplementation; young women
PELATIHAN PENGEMBANGAN ENTREPRENEUR BERBASIS POTENSI DIRI DALAM PENGUATAN KARAKTER GENERASI MILENIAL DI YAYASAN DVIPANTARA SAMSKRTAM I Nengah Sueca; Gede Sidi Artajaya; I Putu Oka Suardana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.5417

Abstract

ABSTRAKGenerasi milenial yang kurang ilmu pengetahuan moral dan agama, maka akan mudah terlena dan terpengaruh oleh kemajuan zaman. Pesatnya perkembangan zaman akan berdampak terhadap SDM Generasi milenial. Oleh karena itu, generasi milenial harus bisa mempersiapkan karakter yang baik dari terjangan arus globalisasi. Arus modernisasi telah banyak memberi perubahan dalam kehidupan generasi milenial. Yang menyedihkan perubahan yang terjadi cenderung mengarah pada krisis karakter moral dan akhlak. Krisis ini tidak hanya terjadi pada generasi milenial perkotaan, tetapi juga generasi milenial pedesaan. Oleh karena itu, perlu adanya kegiatan penguatan karakter, seperti pengabdian pelatihan Pengembangan Entrepreneur Berbasis Potensi Diri untuk menguatkan karakter generasi milenial. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Yayasan Dvipantara Samskrtam pada tanggal 16 sampai dengan 18 April 2021. Subjek pengabdian ini adalah pemuda-pemudi (teruna-teruni Sansekerta) yang berjumlah 15 orang. Metode yang digunakan dalam pengamdian ini adalah metode PALS (participatory action learning system) dengan lankah-langkah sebagai berikut : (1) Identifikasi masalah tentang potensi diri pemuda-pemudi; (2) pelatihan atau pemberian materi tentang potensi diri, kewirausahaan, dan karakter, (3) analisis pengembangan ide entrepreneur sesuai potensi diri pemuda-pemudi; (4) melaksankan pendampingan dan bimbingan; dan (5) evaluasi ide usaha pemuda. Pengabdian ini dilaksanakan dengan metode PALS (Participatory Action Learning System). Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa pelatihan pengembangan entrepreneur berbasis potensi diri dapat menguatakan karakter generasi milenial. Hal itu terlihat dari respons positif peserta pelatihan terhadap kegiatan pengabdian. Kata kunci : entrepreneur; potensi diri; penguatan karakter ABSTRACTThe millennial generation who lacks moral and religious knowledge will be easily complacent and influenced by the progress of the times. The rapid development of the times will have an impact on the human resources of the millennial generation. Therefore, the millennial generation must be able to prepare good characters from the brunt of globalization. The current of modernization has brought many changes in the lives of the millennial generation. The sad thing is that the changes that occur tend to lead to a crisis of moral and moral character. This crisis is not only happening to the urban millennial generation, but also to the rural millennial generation. Therefore, it is necessary to have character strengthening activities, such as the service of Self-Potential-Based Entrepreneur Development training to strengthen the character of the millennial generation. This service activity was carried out at the Samskrtam Dvipantara Foundation on April 16 to 18 2021. The subjects of this service were young people (Sanskrit teruna-teruni) totaling 15 people. The method used in this study is the PALS (participatory action learning system) method with the following steps: (1) Identification of problems regarding the potential of young people; (2) training or providing material on self-potential, entrepreneurship, and character, (3) analysis of the development of entrepreneurial ideas according to the potential of young people; (4) implementing mentoring and guidance; and (5) evaluation of youth business ideas. This service is carried out using the PALS (Participatory Action Learning System) method. The results of this service show that self-potential-based entrepreneurial development training can strengthen the character of the millennial generation. This can be seen from the positive response of the training participants to service activities. Keywords : entrepreneur; self potential; character strengthening
EDUKASI KESEHATAN ; INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA MASYARAKAT DESA RANGAI TRITUNGGAL WILAYAH KERJA PUSKESMAS KATIBUNG Christin Angelina F; Dhea Aumeya; Tri Puji H; Cindy Risma A
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.5376

Abstract

ABSTRAKPrevalensi kejadian ISPA di Lampung menurut Riskesdas 2018, yaitu 7,38%. Daerah tertinggi kejadian ISPA ada di Kabupaten Lampung Barat (12,67%), Lampung Timur (12,02%), dan Lampung Utara (10,31%). Menurut data, penyakit ISPA banyak terjadi pada kelompok umur 1-4 tahun (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 2018). Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk mengembangkan dan menerapkan serta menularkan ilmu yang telah didapat kepada masyarakat dalam kegiatan-kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Rangai Tri tunggal. Metode yang digunakan yaitu metode PAHO untuk menentukan prioritas masalah dan juga menggunakan metode Fish Bone untuk pemecahan masalah. Faktor utama yang menjadi masalah kesehatan adalah polusi udara serta kondisi lingkungan sekitar rumah. Letak rumah yang berada di pinggir jalan raya serta berdekatan dengan pabrik yang menghasilkan uap dan berbagai polusi udara lainnya. Kata kunci: ISPA; PHBS; rumah sehat ABSTRACTThe prevalence of ARI incidence in Lampung according to Riskesdas 2018 is 7.38%. The areas with the highest incidence of ARI were in the districts of West Lampung (12.67%), East Lampung (12.02%), and North Lampung (10.31%). According to data, ARI disease occurs in the 1-4 year age group (Health Research and Development Agency, 2018). The purpose of this community service is to develop and apply and transmit the knowledge that has been obtained to the community in community service activities in Rangai Tritunggal Village. The method used is the PAHO method to determine problem priorities and also uses the Fish Bone method for problem solving. The main factor that becomes a health problem is air polluti(Aprilla, Yahya, & Ririn, 2019)on and environmental conditions around the house. The location of the house on the side of the highway and adjacent to a factory that produces steam and various other air pollutants. Keywords: ARI; PHBS; healthy house
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KELURAHAN GEBANG PUTIH-SURABAYA DALAM MENGELOLA SAMPAH RUAMAH TANGGA MENGGUNAKAN KOMPOSTER SEDERHANA Dyah Suci Perwitasari; Nur Aini Fauziyah; Kusuma Wardhani Mas’udah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.18 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.4807

Abstract

ABSTRAKPenyuluhan tentang pembuatan kompos organik rumah tangga telah dilakukan di Kelurahan Gebang Putih, Surabaya. Minimnya lahan dan lokasi perumahan yang padat menjadi tantangan terbesar dalam pengomposan. Oleh karena itu, pembuatan kompos sederhana dari sampah organik rumah tangga turut dikembangkan pada penyuluhan ini. Metode yang dikembangkan pada pengabdian ini adalah dengan penyuluhan langsung bersama warga setempat. Tahapan penyuluhan adalah pemilahan sampah, pembuatan kompos organik sederhana, dan diakhiri dengan praktek dalam membuat kompos organik sederhana. Sedangkan  dalam pembuatan kompos dalam skala rumah tangga sangatlah mudah. Ember bekas sebagai media komposter cukup dilubangi bagian bawahnya. Sampah coklat (daun kering, tanah, dst) ditumpuk dengan sampah hijau (sayuran, kulit buat, dst) yang disusun dengan bergantian hingga memenuhi ember. Kemudian, air leri ditambahkan di atas tumpukan sampah tersebut sebagai cairan bioaktivator. Setelah diberikan penyuluhan dan pelatihan, warga mengakui bahwa wawasan dalam mengolah sampah di tengah keterbatasan lahan menjadi lebih terbuka, mudah dan tidak berbau. Keberhasilan pelatihan ini juga didukung oleh kuisioner akhir yang mana rata-rata kemampuan peserta tentang pembuatan kompos meningkat sebesar 83% dari sebelumnya. Kata Kunci: komposter; sampah organik; air leri. ABSTRACTThe training on making household organic compost has been accomplished in Gebang Putih, Surabaya. The lack of land and dense housing locations were the biggest challenges in composting. Therefore, making simple compost from household organic waste was also developed in this counseling. The method developed in this service was direct counseling with local residents. The counseling stages were waste sorting, making simple organic compost, and ending with practice in making simple organic compost. Meanwhile, making compost on a household scale was easy. The used bucket as a composter media was enough to make a hole at the bottom. Brown waste (dried leaves, soil, etc.) was stacked with green waste (vegetables, leather, etc.) which were arranged alternately until they fill the bucket. Then, leri water was added on top of the pile of waste as a bioactivator liquid. After being given counseling and training, the residents acknowledged that the insight in processing waste in the midst of limited land became more open, easy and odorless. The success of this training was also supported by the final questionnaire where the average ability of participants in composting increased by 83% from the previous one. Keywords: composter; organic trash; lei water.
PENYULUHAN PENCEGAHAN COVID-19 DENGAN PENGGUNAAN MASKER DAN PELINDUNG ANTI AIR PADA PERANGKAT TELEPON GENGGAM Estu Sinduningrum; Dan Mugisidi; Atiqah Meutia Hilda
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.621 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.4841

Abstract

ABSTRAK Penggunaan ponsel saat ini sangat diperlukan, bahkan dalam kondisi pandemi COVID-19 saat ini. Masyarakat belum sadar akan bahaya penggunaan telepon seluler (HP) dalam situasi pandemi, seperti penggunaan HP pada transportasi umum (bus, kereta api, dsb), rumah sakit, dll. Pengguna HP saat di angkutan umum sering mengoperasikan HP sedangkan mungkin lupa sebelumnya telah memegang palang besi atau pintu bus sehingga HP menjadi terkontaminasi virus COVID-19. Melihat venomena ini oleh tim pengabdian masyarakat (PKM) tergerak untuk mensosialisasikan penggunaan pelindung telepon seluler tahan air dan cara membersihkan telepon seluler (HP) setelah digunakan dalam perjalanan atau diluar rumah. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan saat lockdown dilaksanakan di Jakarta, maka dari itu tim melakukan sosialisasi dengan menggunakan brosur dan penyaluran bantuan kepada petugas kesehatan. Pengabdian masyarakat selain memberikan sosialisi pencegahan virus melalui perangkat HP, tim PKM memberikan menjelaskan kembali perlunya menjaga protokol kesehatan dengan memakai masker, serta cuci tangan menggunakan handsanitaizer. Tim PKM juga tergerak untuk memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu yang bermukim di jalanan kawasan Cibubur dan sekitarnya. Hasil sebelum sosialisasi melalui survei dilapangan didapatkan 35% pasien dan 30% perawat menyatakan Telah mengetahui sebelumnya bahwa penggunaan pelindung Handphone (HP) diperlukan untuk pencegahan Covid-19. Hasil setelah sosialisasi melalui brosur, bahwa  cara-cara pelindungan perangkat HP demi pencegahan Covid-19 sangat mudah dimengerti didapatkan hasil Pasien 93,33% dan perawat 95%. Para perawat  sebesar 97.5%, dan 96.67% pasien  berharap penjelasan Perlindungan HP ini perlu disosialisasikan lebih luas. Kata kunci: pandemi covid-19; perlindungan tahan air; bersihkan ponsel. ABSTRACTThe use of mobile phones today is indispensable, even in the current state of the COVID-19 pandemic. People are not aware of the dangers of using cell phones (HP) in a pandemic situation, such as using cellphones on public transportation (buses, trains, etc.), hospitals, etc. HP users when on public transport often operate their cellphones while they may forget that they have previously held iron bars or bus doors so that their cellphones become contaminated with the COVID-19 virus Seeing this phenomenon, the community service team (PKM) was moved to socialize the use of waterproof cell phone protectors and how to clean cell phones (HP) after being used on a trip or outside the home. Community service activities were carried out when the lockdown was implemented in Jakarta, therefore the team carried out socialization by using brochures and distributing aid to health workers. Community service in addition to providing socialization on virus prevention through mobile devices, the PKM team also explained the need to maintain health protocols by wearing masks, and washing hands using a hand sanitizer. The PKM team was also moved to provide assistance to underprivileged communities who live on the streets of the Cibubur area and its surroundings. The results before the socialization through a field survey showed that 35% of patients and 30% of nurses stated that they had known beforehand that the use of a mobile phone (HP) protector was needed to prevent Covid-19. The results after socialization through brochures, that the ways to protect HP devices for the prevention of Covid-19 are very easy to understand, the results are 93.33% patients and 95% nurses. 97.5% of nurses, and 96.67% of patients hope that this explanation of HP Protection needs to be disseminated more widely. Keywords: covid-19 pandemic; waterproof protection; clean the cell phone
WORKSHOP DAN PENDAMPINGAN PENGGUNAAN E-GOVERNMENT BERUPA SISKEUDES KEPADA APARATUR DESA DI KABUPATEN KARAWANG Aulia Fashanah Hadining; Cindi Ramayanti; Madjidainun Rahma
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.824 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.4797

Abstract

ABSTRAKPenggunaan aplikasi Siskedeus saat ini menjadi perhatian penting dari pemerintah. Siskedeus membantu agar segala proses pengelolaan keuangan desa transparan dan akuntabel. Wajibnya penggunaan aplikasi Siskedeus ini, membuat para aparatur desa perlu untuk memahami dan menguasai penggunaan perangkat lunak komputer serta dasar akuntansi agar dapat terciptanya efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan aplikasi Siskedeus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bermitra dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Karawang dimana peserta dari kegiatan ini adalah para admin aplikasi Siskedeus yang berjumlah 297 orang. Kegiatan workshop yang dilakukan menggunakan metode ceramah dan praktek langsung secara simulasi yang berbasis digital dengan menggunakan aplikasi Zoom Meeting. Materi yang disampaikan terdiri dari pemahaman tentang dasar-dasar komputer beserta penggunaan aplikasi Microsoft Excel, dan dasar-dasar akuntasi serta laporan keuangan. Setelah selesai dilakukan pelatihan, peserta diberikan pertanyaan-pertanyaan evaluasi pelatihan sebagai bahan penilaian dari pelaksanaan pelatihan. Hasil penilaian pada tahap evaluasi didapat bahwa sebesar 57,4% dan 59,3% dari total peserta merasa kegiatan ini sesuai dengan tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu meningkatkan pemahaman para aparatur desa dalam menggunakan Siskeudes dan memberikan manfaat terhadap pelaksanaan pekerjaan menggunakan aplikasi Siskedeus masing-masing sebesar jawaban dari total peserta. Sebesar 54,9% dan 57,8% dari total peserta juga berpendapat bahwa para pemateri dapat menyampaikan materi dengan jelas dan mudah dipahami serta memberikan respon yang baik kepada peserta. Kata kunci: aplikasi; e-government; siskeudes. ABSTRACTThe use of the Siskedeus application is currently an important concern of the government. Siskedeus helps make all village financial management processes transparent and accountable. The mandatory use of the Siskedeus application makes village officials need to understand the use of computer software and the basis of accounting in order to create efficiency and effectiveness in using the Siskedeus application. The activities carried out here are in partnership with the Community and Village Empowerment Service of Karawang Regency where the participants of this activity are 297 administrators of the Siskedeus application. Workshop activities are carried out using the lecture method and direct practice in a digital-based simulation using the Zoom Meeting application. The material presented consists of an understanding of basic computers along with the use of the Microsoft Excel application, and basic accounting and financial report. After completing the training, participants are given training evaluation questions as an assessment material for training implementation. The results of the evaluation showed that 57.4% and 59.3% of the total participants felt that this activity was in accordance with the objectives of community service activities to increase knowledge of the user about siskeudes usage and provided benefits for the implementation of work using the Siskedeus application, respectively for the answers of the total participants. 54.9% and 57.8% of the total participants also thought that the presenters could convey the material clearly and easily understood and gave good responses to the participants. Keywords: application; e-government; siskeudes.
PELATIHAN BLENDED LEARNING SEBAGAI ALTERNATIF PEMBELAJARAN SELAMA PANDEMI Anggun Variasi Islami; M. Abdurrahman Sunni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.5401

Abstract

ABSTRAKBergesernya pola belajar pada masa pandemi ini menjadi inspirasi terlaksananya kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini. Dimulai dengan belajar penuh dari rumah hingga masuk sekolah secara bergantian. Mitra pada kegiatan ini adalah MTs NW Kilang Yang terletak di Kecamatan Montong Gading. Permasalahan utama yang dihadapi  guru-guru adalah belum memahami  bagaimana proses belajar secara daring baik secara full mauoun secara blended learning. Hal tersebut berdampak pada belajar hanya dilakukan  secara tatap muka selebihnya diberikan  PR untuk dikerjakan di rumah. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan guru-guru MTs NW Kilang agar bisa melaksanakan belajar secara daring dimulai dengan blanded learning. Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka langsung dengan metode seminar, praktik dan tanya jawab. Peserta dalam kegiatan ini terdiri dari 10 orang peserta yang berasal dari berbagai guru Mata pelajaran. Setelah kegiatan ini dilaksanakan, diharapkan peserta pelatihan mampu memahami konsep blended learning secara baik serta mampu menerapkankannya dikelas masing-masing. Pelaksanaan blended learning dengan google classroom dipilih karena google classroom  sudah lebih familiar di kalangan peserta dibandingkan dengan yang lainnya. Untuk tahap pembelajaran penggunaan google classroom merupakan pilihan yang tepat. Ada beberapa tahapan yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu tahap persiapan dimana pelaksana kegiatan berdiskusi dengan pihak sekolah mengenai permasalahan yang dihadapi selama pandemi sehingga perlu dicarikan solusi yang tepat. Tahapan kedua adalah pelaksanaan kegiatan, dimana pelaksanaan kegiatan dan jenis kegiatan yang dilakukan pada tahapan ini tergantung dari hasil diskusi pada tahap persiapan. Kata kunci: pembelajaran; blended learning ABSTRACTThe change in learning patterns during this pandemic has inspired the implementation of this Community Service activity. Starting with full learning from home to attending school alternately. The partner in this activity is MTs NW Kilang which is located in Montong Gading District. The main problem faced by teachers is that they do not understand how the online learning process is carried out either in full or in blended learning. This has an impact on learning only done face-to-face, the rest are given homework to do at home. This activity aims to prepare MTs NW Kilang teachers to be able to carry out online learning starting with blended learning. This activity is carried out face-to-face with the method of seminars, practice and question and answer. Participants in this activity consisted of 10 participants from various subject teachers. After this activity is carried out, it is hoped that the training participants will be able to understand the concept of blended learning well and be able to apply it in their respective classes. The implementation of blended learning with Google Classroom was chosen because Google Classroom was more familiar among the participants than the others. For the learning stage, the use of Google Classroom is the right choice. There are several stages carried out in this activity, namely the preparation stage where the implementer of the activity discusses with the school about the problems faced during the pandemic so that it is necessary to find the right solution. The second stage is the implementation of activities, where the implementation of activities and the types of activities carried out at this stage depend on the results of discussions at the preparation stage.. Keywords: learning; blended learning
PERAN PEMERINTAH DESA DALAM PENANGGULANGAN NARKOBA MELALUI PENYULUHAN HUKUM DI DESA JURU MAPIN KECAMATAN BUER SUMBAWA Siti Hasanah; Ibrahim Ibrahim; Adi Supriyadi; Sri Rejeki
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.5390

Abstract

ABSTRAKPenyebaran narkoba di Indonesia sudah masuk dalam zona kritis. Area penyebarannya semakin luas dan menyasar segala kalangan. Fenomena tersebut membutuhkan upaya penanganan dan penanggulangan serius dari seluruh elemen masyarakat. Salah satu strategi efetif penanggulangan narkoba dapat dilakukan melalui peningkatan peran pemerintah desa dalam melaksanakan tugas pembinaan masyarakat sebagaimana dimanatkan dalam Pasal 26 (1) Undang undang No 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Sebagai ujung tombak pelaksana tugas pemerintah dalam struktur pemerintahan terendah, pemerintah desa bertanggungjawab dalam hal  penanggulangan dan penanganan problem sosial seperti masalah narkoba. Strategi penanggulangan narkoba dapat dilakukan melalui program penyuluhan hukum oleh institusi terkait secara kontinu kepada masyarakat di tingkat desa. Program tersebut menjadi sarana  transfer pengetahuan dan pemahaman yang efektif kepada masyarakat desa tentang dampak dan bahaya narkoba terhadap diri pribadi, ketertiban dan ketentraman lingkungan. Kata kunci: penguatan peran; pemerintah desa; penanggulangan narkoba ABSTRACTThe spread of drugs in Indonesia has entered a critical zone. The area of its spread is getting wider and targets all circles. This phenomenon requires serious handling and overcoming efforts from all elements of society. One of the effective strategies for dealing with drugs can be done through increasing the role of the village government in carrying out community development tasks as stipulated in Article 26 (1) of Law No. 6 of 2014 on Villages. As the spearhead of implementing government tasks in the lowest government structure, the village government is responsible for overcoming and handling social problems such as drug problems. A drug control strategy can be carried out through a legal counseling program by related institutions continuously to the community at the village level. The program is a means of effective transfer of knowledge and understanding to the village community about the impact and dangers of drugs on individuals, environmental order and tranquility. Keywords: role strengthening; village government; drug management
PENYULUHAN PENGELOLAAN AIR BERSIH KEPADA MASYARAKAT DESA SIMPANG WARGA LUAR RT 02 SECARA DARING MENGGUNAKAN MEDIA WHATSAPP GROUP Husaini Husaini; Agung Waskito; Angga Antoni; Helmina Helmina; Vinny Aziza
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.26 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.4832

Abstract

ABSTRAKAir merupakan salah satu kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Air merupakan permasalahan global yang terjadi di hampir seluruh lapisan masyarakat, termasuk di komunitas RT.02 Desa Simpang Warga Luar Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar dimana pengetahuan dan kemauan masyarakat masih rendah serta perilaku masyarakat yang keliru dalam mengelola air bersih. Masyarakat kurang memiliki pengetahuan mengenai pengelolaan air bersih, banyak masyarakat mengunsumsi air mentah dan menganggap tidak akan terjadi masalah pada kesehatannya jika mengonsumsi air mentah dikarenakan dampak tidak terjadi secara langsung pada kesehatan. Upaya yang dapat dilakukan untuk menanganai permasalahan tersebut adalah dengan memberikan edukasi melalui poster, booklet dan video pada masyarakat mengenai pengelolaan air bersih. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk menyebarluaskan informasi mengenai tata cara pengelolaan air bersih yang tepat, penyimpanan air dengan benar, dan kandungan e-coli atau bahan berbahaya lain yang memberikan dampak negatif bagi tubuh yang nantinya akan dirampungkan dalam sebuah informasi berupa poster, booklet dan juga video menggunakan media Whatsapp Group, sehingga diharapkan terjadinya peningkatan pengetahuan serta perubahan sikap dan perilaku masyarakat dalam pengelolaan air. Peningkatan pengetahuan akan diukur secara kuantitatif dengan membandingkan sebelum dan setelah mendapatkan intervensi dengan menggunakan uji wilcoxon. Berdasarkan hasil pelaksanaan intervensi pada 15 responden diketahui bahwa peningkatan pengetahuan sebanyak 8.98%. Hasil uji mendapaktan nilai p 0,014 yang dapat diinterpretasikan terdapat perbedaan yang signifikan antara sikap responden pada saat pre-test maupun post-test mengenai pengelolaan air. Hasil ini diharapkan dapat memberikan persepsi yang baru bagi masyarakat agar dapat menerapkan pengelolaan air sesuai dengan syarat penggunaan air bersih. Kata kunci: edukasi; pengelolaan air; menyebarluaskan informasi. ABSTRACTWater is one of the basic needs that humans need in everyday life. Water is a global problem that occurs in almost all levels of society, including in the community of RT.02 Simpang Warga Luar Village, Aluh-Aluh District, Banjar Regency where knowledge and willingness of the community are still low and people's behavior is wrong in managing clean water. The community lacks knowledge about clean water management, many people consume raw water and assume that there will be no problems with their health if they consume raw water because the impact does not occur directly on health. Efforts that can be made to deal with these problems are to provide education through posters, booklets and videos to the community regarding clean water management. The purpose of this activity is to disseminate information regarding proper clean water management procedures, proper water storage, and the content of e-coli or other hazardous materials that have a negative impact on the body which will later be completed in an information in the form of posters, booklets and also videos using Whatsapp Group media, so it is hoped that there will be an increase in knowledge and changes in people's attitudes and behavior in water management. The increase in knowledge will be measured quantitatively by comparing before and after getting an intervention using the Wilcoxon test. Based on the results of the intervention on 15 respondents, it is known that the increase in knowledge is 8.98%. The test results obtained a p value of 0.014 which can be interpreted as a significant difference between the attitudes of respondents at the pre-test and post-test regarding water management. These results are expected to provide a new perception for the community so that they can implement water management in accordance with the requirements for using clean water. Keywords: education; water management; disseminating information.
PELATIHAN SELF INTEGRATED SENSORY TERAPHY (SIST) DAN PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN BAGI GURU SLBN Dr. RADJIMAN WEDYODININGRAT Rischa Pramudia Trisnani; Wachidatul Linda Yuhanna
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.5381

Abstract

ABSTRAKPandemi Covid-19 memberikan efek bagi pelaksanaan pembelajaran di SLBN Dr. Radjiman Wedyodiningrat. Guru SLB mengalami kesulitan dalam memberikan layanan pembelajaran dan terapi kepada ABK. Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas PGRI Madiun bermaksud melakukan pelatihan Self Integrated Sensory Teraphy (SIST) pada guru dan memberi pelatihan pembuatan media pembelajaran visual berupa video. Sasaran dari PKM ini adalah guru sejumlah 11 orang. Tahapan yang dilakukan pada PKM ini adalah (1 Pembukaan, (2) penyampaian materi, (3) penyusunan ruang multimedia, (4) praktik pembuatan video pembelajaran, (5) evaluasi tingkat pemahaman guru dalam terapi SIST. Metode evaluasi yang dilakukan adalah dengan mengisi angket sejumlah 10 pertanyaan. Kegiatan ini dilakukan dengan diskusi dan tanya jawab secara interaktif. Guru banyak bertanya tentang penerapan SIST secara kontekstual yang dapat dilakukan secara mandiri.Terapi SIST adalah suatu jenis keterapian yang bertujuan untuk memperbaiki sistem regulasi dan modulasi dari berbagai input sensori dan memfasilitasi fungsi regulasi. Hasil dari PKM ini adalah adanya peningkatkan pemahaman guru terkait implementasi SIST pada ABK dengan kriteria sangat baik adalah 81% dan baik 19%. Peningkatkan kompetensi guru untuk membuat media pembelajaran video untuk ABK di SLBN Dr. Radjiman Wedyodiningrat dengan kriteria sangat baik 72%, baik 19% dan cukup baik 9%. Kegiatan selanjutnya adalah adanya pendampingan penggunaan IT dan implementasi terapi SIST dan video pembelajaran pada siswa ABK. Kata kunci: guru; sensorik; SLB; terapi; terintegrasi. ABSTRACTThe Covid-19 pandemic has effects on the implementation of learning at SLBN Dr. Radjiman Wedyodiningrat. The SLB teachers difficulty in providing learning and therapy services to students with special needs. The PKM team of Universitas PGRI Madiun intends to conduct Self Integrated Sensory Therapy (SIST) training for the teachers and provide training in making visual learning media or videos. The target of this PKM is 11 teachers. The stages carried out in this PKM are (1) opening, (2) delivery of SIST material, (3) arrangement of multimedia room, 4) practice making learning videos, (5) evaluation of teacher's level of understanding in SIST therapy. The evaluation method used is by filling out a questionnaire of 10 questions. This activity is carried out with interactive discussion and question and answer. Teachers often ask about the application of SIST contextually that can be done independently. SIST therapy is a type of therapy that aims to improve the regulation and modulation system of various sensory inputs and facilitate regulatory functions. The result of this PKM is an increase in teacher understanding regarding the implementation of SIST with very good criteria being 81% and good 19%. Improving teacher competence to make video learning media for ABK at SLBN Dr. Radjiman Wedyodiningrat with criteria very good 72%, good 19% and quite good 9%. The next activity is the assistance in the use of IT and the implementation of SIST therapy and learning videos for ABK students. Keywords: teacher; sensory, SLB; therapy; integrated

Page 34 of 272 | Total Record : 2711