cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
PENGOLAHAN SAGU MENJADI SINOLEDENGANVARIAN RASA DI MASYARAKAT TANA LUWU: SEBAGAI UPAYA PENAMBAHAN EKONOMI SELAMA PANDEMI COVID-19 Indra Kusdarianto; Harmita Sari
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.5389

Abstract

ABSTRAKTepung sagu adalah tepung yang berasal dari teras batang pohon sagu. Tepung sagu biasa digunakan sebagai salah satu bahan baku kue atau penganan lainnya. Pembuatan kue, sagu biasanya digunakan sebagai bahan pengental karena tepung ini bersifat lengket. Tepung sagu kaya dengan karbohidrat (pati) namun sangat miskin gizi lainnya. Ini terjadi akibat kandungan tinggi pati di dalam teras batang maupun proses pemanenannya. Sagu merupakan makanan pokok bagi masyarakat Indonesia seperti Maluku, Papua yang tinggal di pesisir dan banyak dijumpai di daerah Sulawesi Selatan khususnya di kota Palopo, dan Kabupaten Luwu yang dikenal dengan nama Sagu. Sagu dimakan dalam bentuk papeda, semacam bubur, atau dalam bentuk-bentuk yang lain. Sagu sendiri dijual sebagai tepung curah maupun yang dipadatkan dan dikemas dengan daun pisang. Selain itu, saat ini sagu juga diolah menjadi kue berbagai rasa seperti sinole. Jika usaha ini ditekuni dengan baik, maka akan memberikan kontribusi pendapatan bagi masyarakat Luwu dimasa pandemi Covid-19. Untuk itu, dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat, semoga dengan adanya edukasi pengolahan sagu ini, mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa sagu bisa diolah menjadi berbagai varian rasa sehingga hal ini menjadi referensi bagi masyarakat agar dapat memanfaatkan Sumber Daya Alam yang ada di daerahnya yaitu sagu menjadi nilai ekonomi. Kata Kunci: tepung sagu; sinole; penambahan ekonomi. ABSTRAKSago flour is flour that comes from the terrace of the sago palm tree. Sago flour is commonly used as a raw material for cakes or other snacks. In making cakes, sago is usually used as a thickening agent because this flour is sticky. Sago flour is rich in carbohydrates (starch) but very poor in other nutrients. This occurs due to the high starch content in the stem terraces and the harvesting process. Sago is a staple food for Indonesian people such as Maluku, Papua who live on the coast and can be found in South Sulawesi, especially in the city of Palopo, and Luwu Regency which is known as Sago. Sago is eaten in the form of papeda, a kind of pulp, or in other forms. Sago itself is sold as bulk flour or compressed and packed with banana leaves. In addition, at this time sago is also processed into cakes of various flavors such as sinole. If this business is weel pursued, it will contribute to income for the people of Luwu during the Covid-19 pandemic. For this reason, in contributing to the community, hopefully with this education on sago processing, it will be able to provide an understanding to the community that sago can be processed into various flavors so that this becomes a reference for the community so that they can take advantage of the existing natural resources in their area, namely sago. economic value. Keywords: sago flour; sinole; economic income.
PENDAMPINGAN PROSES INTENSIFIKASI USAHA PEMELIHARAAN ITIK MELALUI IMPLEMENTASI TEKNOLOGI BUDIDAYA INTENSIF DI PETERNAK ITIK LOKAL BOYOLALI, JAWA TENGAH Wara Pratitis Sabar Suprayogi; Novi Akhirini; Rendi Fathoni Hadi; Wahyu Setyono; Agung Irawan
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.571 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.4831

Abstract

ABSTRAKProfit yang dihasilkan dari usaha budidaya itik dipengaruhi oleh manajemen budidaya yang diterapkan oleh peternak. Melalui proses identifikasi masalah dengan observasi dan Focus Group Discussion (FGD), pendampingan proses intensifikasi budidaya dilakukan untuk membekali peternak itik lokal dalam melakukan program budidaya itik yang lebih baik. Tujuan pendampingan usaha budidaya yaitu untuk meningkatkan pengetahuan peternak itik terkait dengan operasional usaha budidaya secara intensif sehingga peternak dapat meningkatkan keuntungan dan keberlangsungan usaha. Metode yang dilakukan adalah melalui pendampingan usaha intensifikasi yang meliputi pelatihan manajemen pemeliharaan itik, sanitasi dan biosecurity, manajemen kandang, pembuatan ransum, manajemen kesehatan, serta proses pemasaran ketika itik pedaging dipanen. Proses pendampingan dilakukan dengan pemeliharaan 300 ekor itik lokal Boyolali selama 45 hari dalam dua siklus produksi. Output yang diperoleh dari proses intensifikasi usaha budidaya ini antara lain adanya perbaikan standar sanitasi dan litter kandang. Selain itu, hasil panen yang diperoleh dapat ditingkatkan sesuai dengan standar performa itik lokal Boyolali, yaitu diperoleh rerata bobot panen sebesar 1,21 kg dengan nilai konversi pakan (feed conversion ratio, FCR) sebesar 3,28 dengan tingkat kematian sebesar 3,8%. Keuntungan yang diperoleh dari usaha budidaya itik intensif rata-rata adalah sebesar Rp. 1.783.500 dalam setiap periode. Disimpulkan, pemeliharaan itik intensif memberikan dampak pertumbuhan itik lebih lebih tinggi dengan masa pemeliharaan lebih singkat (45 hari) dan tingkat kematian rendah sehingga diperoleh profit yang lebih baik. Kata kunci: sistem budidaya intensif; itik lokal; peternak itik. ABSTRACTThe profit generated from the duck farming business is largely determined by management system. Following the problem identification through observation and Focus Group Discussions (FGD), facilitating intensification process in farming system was conducted to improve farmers knowledge in duck farming operation. This program amined to improve farmer knowledge on the intensive farming system thus farmer would gain more profit and sustainabile business. The mentorship program for iintensification process includes facilitation of intensive management system such sanitation and biosecurity processes, cages management, health management, and feed formulation as well as supervision on how to market the birds following harvest period. The mentoring process was carried out by raising 300 local Boyolali ducks for 45 days in two production cycles. The outputs obtained from the intensification program include improvements to sanitation standards and cage litter. In addition, the production obtained increased in accordance with the performance standards of local Boyolali ducks, as seen from the weight performance of 1.21 kg with a feed conversion ratio (FCR) of 3.28 and a mortality rate of 3.8%. The cost benefit obtained from intensive duck farming is Rp. 1,783,500 in each period. It was concluded that intensive duck rearing had a higher impact on duck growth performance with a shorter maintenance period (45 days) and a lower mortality rate so that better profits were obtained. Keywords: duck farmers; intensive farming system; local duck
PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA DESA SETONO MELALUI PEMBUATAN WOODEN HOME DECORATION Mila Eviana; Viken Alfi Tania; Richa Firial; Saristi Widiyaningrum; Wachidatul Linda Yuhanna
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.5380

Abstract

ABSTRAKPandemi Covid19 membawa tantangan tersendiri bagi masyarakat dalam meningkatkan perekonomian. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan merintis usaha kreatif. Desa Setono mempunyai dua tempat penggergajian kayu yang menghasilkan limbah bilah kayu. Potensi ini dapat digunakan sebagai rintisan industri kreatif berbasis pengolahan limbah. Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) mengadakan pelatihan pembuatan wooden home decoration dari limbah kayu kepada karang taruna Desa Setono. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Juni 2021. Peserta sejumlah 10 orang. Metode yang digunakan adalah partisipatif dengan pendekatan sosial masyarakat.  Hasil pelatihan menunjukan bahwa limbah penggergajian kayu dapat digunakan menjadi wooden home decoration. Produk yang dibuat  sebanyak 7 model yang bernilai jual tinggi dan tidak mengganggu lingkungan. Pemberdayaan karang taruna Desa Setono dalam membuat wooden home decoration dari limbah pengergajian kayu berjalan lancar dan kondusif. Pemahaman peserta dalam membuat wooden home decoration dari limbah penggergajian kayu meningkat sebanyak 80%. Tim PKM-PM akan terus melakukan pendampingan, monitoring dan evaluasi sampai bulan November 2021. Peserta berkomitmen untuk terus melanjutkan  kegiatan pembuatan wooden home decoration ini, dan mengembangan bisnis industri kreatif. Kata kunci: karang taruna; wooden home decoration; limbah kayu ABSTRACTThe COVID-19 pandemic brings its own challenges for the community in improving the economy. One effort that can be done is to start a creative business. Setono village has two sawmills that produce wood slats. It can be used as a model for creative industries based on waste processing. The PKM-PM team held training on making wooden home decorations from wood waste. This activity will be held in June 2021. There are 10 participants. The method used is participatory with a social approach. The results of the training show that sawmill waste can be used as a wooden home decoration. There are 7 models of products that have high selling value and do not disturb the environment. The empowerment of the Setono Village youth group in making wooden home decorations from sawmill waste went well and was conducive. Participants' understanding of making wooden home decorations from sawmill waste increased by 80%. The PKM-PM team will continue to provide assistance, monitoring and evaluation until November 2021. Participants are committed to continuing this wooden home decoration activity, and developing the creative industry business. Keywords: youth organization; wooden home decoration; wood waste
SHARING SESSION: PENCEGAHAN TINDAKAN PLAGIARISME DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH MAHASISWA STKIP CITRA BAKTI SHARING SESSION: PENCEGAHAN TINDAKAN PLAGIARISME DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH MAHASISWA STKIP CITRA BAKTI SHARING SESSION: PENCEGAHAN TINDAKAN PLAGIARISME DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH MAHASISWA STKIP CITRA BAKTI Natalia Rosalina Rawa; Dek Ngurah Laba Laksana; Aan Nurfahrudianto
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.88 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.4811

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh permasalahan mahasiswa STKIP Citra Bakti, antara lain: (1) penguasaan teori-teori yang digunakan dalam menulis karya ilmiah sangat minim; (2) kemampuan mengakses informasi karya ilmiah dari berbagai sumber masih minim. (3) kaidah ilmiah yang digunakan dalam menulis masih rendah; (4) masih banyak ditemukan copy paste. Oleh karena itu, perlu adanya upaya pencegahan tindakan plagiarisme dalam menulis karya ilmiah di kalangan mahasiswa STKIP Citra Bakti melalui kegiatan sharing se­ssion dengan tema “Perilaku Plagiarisme dan Strategi Anti Plagiarisme dalam Menulis Karya Ilmiah” dan membuka ruang konsultasi apabila mahasiswa kesulitan dalam menghadapi masalah plagiarism di lingkup STKIP Citra Bakti. Metode pelaksanaan kegiatan melalui ceramah, presentasi, tatap muka, dan diskusi secara semi-online. Khalayak sasaran dari program pendampingan ini adalah 109 orang mahasiswa STKIP Citra Bakti yang sedang mengambil program mata kuliah skripsi. Indikator keberhasilan kegiatan didasarkan pada respon positif peserta terhadap pelaksanaan kegiatan  sharing session dan seluruh naskah skripsi mahasiswa bebas dari tindakaan plagiarisme dengan toleransi kemiripan sebesar < 30% sebagai syarat dalam mengikuti sidang skripsi di STKIP Citra Bakti. Adapun hasil cek similarity naskah skripsi mahasiswa ditemukan ada 128 kali pengecekan naskah skripsi dimana terdapat 46 (35,9%) lolos cek similarity di tahap pertama, 31(24,2%) lolos cek similarity di tahap kedua, 25 (19,5%) lolos cek similarity lebih dari dua kali. Kata kunci: karya ilmiah; menulis; pencegahan; plagiarism; sharing session. ABSTRACTThis community service activity is motivated by the problems of STKIP Citra Bakti students, including: (1) mastery of the theories used in writing scientific papers is very minimal; (2) the ability to access scientific work information from various sources is still minimal. (3) scientific principles used in writing are still low; (4) there are still many copy-pastes found. Therefore, there is a need for efforts to prevent plagiarism in writing scientific papers among STKIP Citra Bakti students through sharing sessions with the theme "Plagiarism Behavior and Anti-Plagiarism Strategies in Writing Scientific Papers" and open a consultation room if students have difficulty dealing with plagiarism problems in the scope of STKIP Citra Bakti. The method of carrying out activities is through lectures, presentations, face-to-face, and discussions by semi-online.The target audience of this mentoring program is 109 STKIP Citra Bakti students who are currently taking thesis courses. The indicator for the success of the activity is based on the positive response of participants to the implementation of sharing session activities and the student's thesis script passes the similarity check with a similarity tolerance <30% as a requirement for participating in the thesis trial at STKIP Citra Bakti. The results of the similarity check for student thesis scripts found that there were 128 thesis checks where 46 (35.9%) passed the similarity check in the first stage, 31 (24.2%) passed the similarity check in the second stage, 25 (19.5%) passed the similarity check. similarity check more than twice. Keywords: scientific paper; writing; prevention; sharing session.
EDUKASI PENCEGAHAN HIPERTENSI SECARA DARING KEPADA MASYARAKAT RT. 01 DESA ALUH-ALUH BESAR DI MASA PANDEMI Nita Pujianti; Paulus Damar Aji Christanda; Maudatun Nikmah; Meisy Meisy
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.5371

Abstract

ABSTRAKHipertensi mendapat julukan silent killer karena menjadi suatu penyakit tanpa gejala. Hipertensi merupakan keadaan peningkatan tekanan darah diatas tekanan darah normal yakni tekanan sistolik ≥140 mmHg dan tekanan diastolik <90 mmHg. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan secara daring melalui WhatsApp Group. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi kepada masyarakat untuk semakin mengetahui mengenai hipertensi, agar nantinya dapat melakukan upaya pencegahan terhadap faktor risiko dari hipertensi. Peserta dalam kegiatan penyuluhan ini sebanyak 11 orang yang merupakan warga Desa Aluh-Aluh Besar RT. 01. Sebelum pemberian materi dilakukan, peserta mengisi pre-test terlebih dahulu dan di akhir kegiatan peserta akan mengisi post-test. Dalam kegiatan edukasi diberikan media audio visual berupa video edukasi dan juga poster yang berisi informasi-informasi yang berkaitan dengan hipertensi. Kata kunci: penyuluhan; hipertensi; daring ABSTRACTHypertension is nicknamed the silent killer because it is an asymptomatic disease. Hypertension is a state of increased blood pressure above normal blood pressure, namely systolic pressure 140 mmHg and diastolic pressure <90 mmHg. The method used in this service activity is online counseling through WhatsApp Group. This service activity aims to educate the public to know more about hypertension, so that later they can make efforts to prevent risk factors from hypertension. Participants in this counseling activity were 11 people who were residents of Aluh-Aluh Besar Village, RT. 01. Before giving the material, participants fill out the pre-test first and at the end of the activity participants will fill out the post-test. In educational activities,media are provided in the audio-visual form of educational videos and also posters containing information related to hypertension. Keywords: counseling; hypertension; online
EDUKASI KESEHATAN TERKAIT UPAYA SWAMEDIKASI PENYAKIT OSTEOARTHRITIS PADA LANSIA Rea Ariyanti; Nanta Sigit; Luluk Anisyah
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.243 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.4802

Abstract

ABSTRAKOsteoarthritis adalah salah satu penyakit degeneratif yang paling sering mengenai lansia. Penyakit ini hampir 70% dialami oleh mereka yang berusia diatas 50 tahun, dan menyebabkan kegagalan fungsi yang dapat mengurangi kualitas hidup manusia seperti terhambatnya ruang gerak penderita, penurunan kemampuan kerja, nyeri hebat dan cacat. Sebanyak 80% penderita mengalami keterbatasan dalam bergerak, dan sisanya bahkan tidak dapat melakukan kegiatan sehari-hari. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan menunjukkan bahwa masih banyaknya kader kesehatan yang belum mengetahui upaya swamedikasi penyakit osteoarthritis pada lansia. Selain itu diketahui pula Mayoritas pendidikan formal yang ditempuh oleh penduduk di Kelurahan Karang Anyar adalah SLTA (34,6%), diikuti dengan SD (21,9%), SLTP (20,8%), dan PT (5,7%), sisanya belum sekolah/belum tamat SD (17%). Program kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kader kesehatan terhadap upaya swamedikasi penyakit osteoarthritis, sehingga dengan adanya peningkatan pemahaman diharapkan para lansia dan kader dapat melakukan upaya pengobatan secara mandiri penyakit osteoartritis. Kegiatan ini meliputi survei awal, pendidikan kesehatan melalui pemberian materi dan video pembelajaran, serta melaksanakan diskusi interaktif. Hasil dari kegiatan kemitraan ini adalah adanya peningkatan pemahaman kader kesehatan terkait upaya swamedikasi penyakit osteoarthritis pada lansia di Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan yang dibuktikan dengan adanya  peningkatan nilai saat pre-test sebesar 62,00 dan meningkat menjadi 86,00 saat post-test. Kata kunci: edukasi kesehatan; lansia; osteoarthritis; swamedikasi. ABSTRACTOsteoarthritis is one of the most common degenerative diseases affecting the elderly. This disease is  almost 70% experienced by those aged over 50 years, and causes malfunctions that can reduce the quality of human life such as obstruction of the patient's range of motion, decreased ability to work, severe pain, and disability. As many as 80% of patients experience limitations in moving, and the rest cannot even carry out daily activities. Based on a preliminary study conducted in Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, it shows that there are still many health cadres who do not know about self-medication efforts for osteoarthritis in the elderly. In ad dition, it is also known that the majority of formal education taken by residents in Kelurahan Karang Anyar is Senior High school (34.6%), followed by Elementary School (21.9%), Junior High School (20.8%) and PT (5.7%), the rest have not attended school / have not finished elementary school (17%). This partnership program aims to increase the understanding of health cadres towards self-medication efforts for osteoarthritis so that with an increased understanding, it is h oped that the elderly and cadres can make efforts to treat osteoarthritis independently. These activities include initial surveys, health education through the provision of learning materials and videos, as well as conducting interactive discussions. The result of this partnership activity is an increase in the understanding of health cadres regarding self-medication efforts for osteoarthritis in the elderly in Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan as evidenced by an increase in the pre-test score of 54.00 and increased to 86.00 when post-test. Keywords: health education; elderly; osteoarthritis; self-medication.
PEMBERDAYAAN PRODUKSI TAHU BAKSO DAN KETAN LUPIS, DI KELURAHAN PRENGGAN KOTA GEDE, YOGYAKARTA Juhari Juhari; Ulung Pribadi; Rossi Maunofa Widayat
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.5405

Abstract

ABSTRAKPendapatan pengusaha UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) tahu bakso “Enak” dan UMKM ketan lupis mengalami penurunan pendapatan sejak pandemi covid-19. Selain itu kendala lain yang dihadapi yaitu belum adanya pemanfaatan media sosial dalam strategi pemasaran di tengah dunia digitalisasi, packaging produk yang masih sederhana sehingga kurang menarik konsumen, dan tidak adanya manajemen keuangan yang baik disaat banyaknya pendapatan dan pengeluaran produk. Dari permasalahan mitra tersebut UMY melalui program pengabdian kepada masyarakat yang disinergikan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) memiliki beberapa program kegiatan untuk mengatasi permaslahan mitra. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas penjualan serta pemasaran tahu bakso “Enak” dan ketan lupis di tengah pandemi covid-19. Kedua UMKM telah diberikan sosialisasi serta pelatihan menggunakan media sosial di era digitalisasi dan untuk membantu pemilik UMKM dalam mengatasi penurunan penjualan di masa pandemi Covid-19. Tim pengabdi telah membuatkan akun media sosial, dan juga telah membuatkan logo dan pamflet yang nantinya akan disebarkan melalui media sosial agar dapat meningkatkan hasil penjualan. Serta menciptakan packaging product yang menarik sehingga menambahkan daya tarik konsumen.  Kata kunci: UMKM ; manajemen keuangan ; media sosial ; manajemen pemasaran ABSTRACTEntrepreneurs of "tahu bakso" and "ketan lupis " as Micro, Small and Medium Enterprises (“UMKM”) face obstacles, especially in the era of the covid-19 pandemic. First, they package the product in a simple way so that it does not attract the attention of consumers. Second, they have not used social media as a marketing strategy in the current digital age. Third, they do not have good financial management. As a result, their income is small and even tends to decline. The UMY Community Service Team together with KKN students have implemented programs and activities to help these small entrepreneurs. The team has trained the entrepreneur on how to package the product in an innovative way. This team has also socialized the use of social media to market products creatively. Lastly, this team has helped with how to manage finances properly. This team wants to achieve the goal, which is that small entrepreneurs can expand their marketing and increase the number of buyers, so that their income increases significantly Keywords: UMKM; financial management ; social media ; marketing management
PENGOLAHAN LIMBAH KOTORAN SAPI MENJADI ENERGI GAS NON FOSIL DAN PUPUK ORGANIK DI DESA BATU KUTA LOMBOK BARAT Abyadul Fitriyah; Ria Harmayani; Aisah Jamili; Yuni Mariani; Ni Made Andry Kartika; Isyaturriyadhah Isyaturriyadhah
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.5396

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian masyarakat (PPM) ini bertujuan pemberdayaan masyarakat pada  Kelompok Tani Ternak (KTT) di desa Batu Kuta Lombok Barat dalam memanfaatkan limbah kotoran sapi yang melimpah untuk membuat instalasi energi gas non fosil, dan pembuatan pupuk kompos. Metode yang diterapkan oleh Tim PPM meliputi, sosialisasi/penyuluhan dan pelatihan/workshop pembuatan pupuk kompos dan pembuatan instalasi energi gas non fosil (biogas) yang diikuti dengan pelatihan pengoperasian dan perawatannya serta pemasaran produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program PPM berlangsung dengan baik dan lancar. Program ini mampu memberi motivasi kepada petani peternak KTT  Wirasinge di desa Batu Kuta Lombok Barat dalam memanfaatkan limbah kotoran ternak menjadi bahan bakar biogas dan pupuk kompas yang secara tidak langsung akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Kendala-kendala yang muncul pada tahap pelaksanaan kegiatan PPM dapat diatasi dengan metode monitoring, evaluasi dan pendampingan. Penerapan teknologi yang dilaksanakan di Desa Batu Kuta telah menghasilkan biogas sebagai sumber energi alternatif bagi peternak. Saran yang dapat diajukan dari hasil kegiatan PPM ini bagi masyarakat desa Batu Kuta, diharapkan untuk tetap melanjutkan program ini dan perlunya pendampingan dalam pengelolaan keuangan. Bagi pemerintah daerah diharapkan dapat mensosialisasikan program ini untuk diterapkan pada masyarakat di daerah atau desa lain dengan kondisi pertanian dan peternakan yang memadai. Bagi pemerintah pusat hendaknya selalu meluncurkan program sejenis untuk terus dapat dilaksanakan dan dikembangkan dalam rangka membantu masyarakat di pedesaan yang terdampak langsung dari efek pandemik dan merasakan terpuruknya keadaan ekonomi. Kata kunci: limbah kotoran sapi; gas non fosil; pupuk organic ABSTRACTThe Community Service Program (PPM) is aimed for community development of ranchers group at Batu Kuta West Lombok, to use the abundant cow manure in making non-fossil fuel installation as well as compost fertilizer. The PPM Team employed socialization and workshop in making non-fossil fuel installation (biogas) and compost fertilizer, followed by workshops in operating, maintenance, and product marketing. The results revealed the PPM Team program was executed accordingly, providing motivations to Wirasinge’s ranchers Group at Batu Kuta by turning cow manure into non-fossil fuel biogas and compost fertilizer which indirectly improved the people's income and prosperity. Meanwhile, the Problems encountered were solved using monitoring, evaluation, and accompaniment. Further, the technology implementation outcome is the biogas, which becomes the ranchers's alternative energy source. It is suggested by the PPM team for the Wirasinge  ranchers Group or people at Batu Kuta to continue with the program and initiate accompaniment in financial management, while the local government is expected to socialize the program in other villages with adequate cattle conditions. The central government is also expected to initiate and develop similar programs often, to help the villagers' from the pandemic effect and worsened economical conditions. Keywords: cow manure; non-fossil fuel; organik fertilizer
PELATIHAN TEST OF ENGLISH FOR INTERNATIONAL COMMUNICATION (TOEIC) BAGI MAHASISWA POLITEKNIK NEGERI JEMBER Alfi Hidayatu Miqawati; Fitri Wijayanti; Agus Setia Budi; Cholimatus Zuhro; Nila Susanti
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.243 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.4836

Abstract

ABSTRAKBahasa Inggris menjadi salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh mahasiswa agar dapat terjun ke dunia kerja global. Banyak perusahaan mensyaratkan penguasaan bahasa asing, salah satunya adalah bahasa Inggris. Untuk menjawab tantangan tersebut, Politeknik Negeri Jember (Polije) mengadakan uji kompetensi bahasa Inggris Test of English for International Communication (TOEIC) untuk mahasiswa tingkat akhir sebagai salah satu syarat kelulusan. Namun, permasalahan utama yang dihadapi mahasiswa yang akan mengikuti tes tersebut adalah mereka belum mengetahui TOEIC. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mitra tentang TOEIC melalui sosialisasi dan pelatihan TOEIC yang melibatkan 65 mahasiswa Polije. Hasil dari pelatihan TOEIC menunjukkan bahwa mahasiswa dapat (1) meningkatkan pemahaman tentang TOEIC, (2) mengimplementasikan strategi yang sesuai dalam mengerjakan soal TOEIC, (3) dapat meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris mereka. Kegiatan serupa direkomendasikan melibatkan lebih banyak mahasiswa di lingkungan Polije agar mahasiswa Polije lebih siap mengikuti uji kompetensi bahasa Inggris dan bersaing di dunia global. Kata kunci: pelatihan; TOEIC; komunikasi; keterampilan; bahasa inggris. ABSTRACTEnglish is one of the skills that must be mastered by students in order to enter the global world of work. Many companies require mastery of foreign languages, one of which is English. To answer this challenge, Politeknik Negeri Jember (Polije) held an English competency test; Test of English for International Communication (TOEIC) for senior students as one of their graduation requirements. However, the main problem faced by students who took the test was that they knew nothing about TOEIC. The purpose of this community service activity was to improve the students’ knowledge about TOEIC through TOEIC socialization and training, which involved 65 students. The results of the TOEIC training showed that the students could (1) improve their understanding about TOEIC, (2) implement appropriate strategies in working on TOEIC questions, (3) improve their English skills. Similar activities are recommended by involving more students in Polije so that students of Polije are better prepared to take the English language competency test and compete in the global world..Keywords: training; TOEIC; communication; skills; english.
PENDAMPINGAN MILENIAL HOBI ZAKAT MELALUI PENGAPLIKASIAN ZAKAT DIGITAL BAGI REMAJA MASJID Muhammad Subardin; Imelda Imelda; Sri Andaiyani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.5385

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini memiliki tujuan untuk memberikan pemahaman mengenai zakat dan manfaat teknologi komunikasi guna mengaplikasikan zakat. Tim Pengabdian Fakultas Ekonomi UNSRI telah melaksanakan pendampingan kepada generasi milenial yang hobi zakat. Pelaksanaan kegiatan berlangsung 1 hari pada Jumat, 15 November 2019. Peserta terdiri dari 30 Remaja Mushola Ukhuwah Fakultas Ekonomi. Metode pelaksanaan kegiatan berupa memberikan ceramah dan tutorial. Tim PKM menyampaikan edukasi berkenaan dengan zakat, manfaat zakat  dan jenis zakat. Peserta pendampingan diberikan tutorial penggunaan zakat digitial dan dapat menghitung zakat dengan aplikasi kitabisa.com. Untuk mengevaluasi kegiatan PKM, peserta pemdampingan diminta untuk mengisi kuisioner yang terkait dengan pemahaman materi. Berdasarkan hasil kuesioner, pendampingan zakat yang telah dilaksanakan menunjukkan pemahaman peserta yang telah mencapai 71%. Capaian ini diharapkan dapat meningkatkan penggunaan zakat digital sebagai metode pembayaran zakat bagi generasi millennial. Kata kunci : zakat; milenial; zakat digital. ABSTRACTThe community service activity (PKM) aims to provide an understanding of zakat and the benefits of communication technology to apply zakat. The team of Faculty of Economics UNSRI has provided assistance to the millennial generation who like zakat. The activity was carried out for 1 day on Friday, November 15, 2019. The participants consisted of 30 Youths of the Ukhuwah Mosque, Faculty of Economics. The method of carrying out activities is in the form of giving lectures and tutorials. The PKM team delivered education regarding zakat, the benefits of zakat and the types of zakat. Mentoring participants are given tutorials on the use of digital zakat and can calculate zakat with the kitabisa.com application. To evaluate PKM activities, mentoring participants were asked to fill out a questionnaire related to understanding the material. Based on the results of the questionnaire, the zakat assistance that has been implemented shows the participants' understanding which has reached 71%. This achievement is expected to increase the use of digital zakat as a method of paying zakat for the millennial generation. Keywords : zakat; millennial; digital zakat.

Page 33 of 272 | Total Record : 2711