cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
EDUKASI ALAT PELINDUNG DIRI SAAT DISPENSING OBAT SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN VIRUS MELALUI PEMBAGIAN BOOKLET Ramdhani M. Natsir; Muhammad Hasan W; Frenky Aipassa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.397 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.4812

Abstract

ABSTRAKVirus merupakan mikroorganisme pathogen dan tersebar di berbagai penjuru dunia. Meluasnya penyebaran virus di Indonesia berdampak terhadap semua bidang terutama bidang usaha yang menawarkan jasa atau bekerja di sarana pelayanan kefarmasian. Virus ini bisa menyerang siapa saja. Meluasnya penyebaran virus di Indonesia berdampak terhadap semua bidang terutama sekali bidang usaha yang menawarkan jasa atau bekerja di sarana pelayanan kefarmasian. Oleh karena itu untuk meminimalisir penularan penyebaran virus banyak hal yang harus diperhatikan oleh tenaga kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk melakukan upaya perlindungan diri saat dispensing obat dari pencegahan penyebaran virus dalam memberikan pelayanan kefarmasian. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan melalui media booklet. Pada kegiatan ini dilakukan tahapan pre dan post test sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan. Secara statistik hasil dari pelaksanaan pre test dan post test diuji analisis dengan menggunakan analisis paired sample t-test dengan dengan hasil perolehan adalah nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, maka terdapat perbedaan yang signifikan antara pre test dan post test. Hal ini mengindikasikan bahwa edukasi alat pelindung diri saat dispensing obat sangat mempengaruhi tingkat pengetahuan masyarakat. Terjadi peningkatan pengetahuan setelah dilakukan kegiatan penyuluhan. Hal ini mengindikasikan bahwa pemberian edukasi alat pelindung diri saat dispensing obat sangat mempengaruhi tingkat pengetahuan tenaga kefarmasian..Kata kunci: alat pelindung diri; virus ABSTRACTViruses are pathogenic microorganisms and are spread all over the world. The widespread spread of the virus in Indonesia has an impact on all fields, especially the business sector that offers services or works in pharmaceutical service facilities. This virus can attack anyone. The wide spread of the virus in Indonesia has an impact on all fields, especially the business sector that offers services or works in pharmaceutical service facilities. Therefore, to minimize the transmission of the spread of the virus, there are many things that must be considered by health workers. The purpose of this activity is to carry out self-protection efforts when dispensing drugs from preventing the spread of the virus in providing pharmaceutical services. This activity is carried out in the form of counseling through booklet media. In this activity, pre and post test stages were carried out before and after counseling. Statistically, the results of the pre-test and post-test were analyzed using paired sample t-test analysis with the results obtained is a sig (2-tailed) value of 0.000 <0.05, so there is a significant difference between pre-test and post-test. . This indicates that education on personal protective equipment when dispensing drugs greatly affects the level of public knowledge. There was an increase in knowledge after the counseling activities were carried out. This indicates that the provision of personal protective equipment education when dispensing drugs greatly affects the level of knowledge of pharmacists. Keywords: personal protective equipment; dispensing; virus
PEMBINAAN KADER KB DALAM MENINGKATKAN PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) PADA WUS DI DESA KARANGREJO KECAMATAN BLIMBINGSARI BANYUWANGI Indah Kurniawati; Wahyu Fuji Hariani; Putri Ely Wijaya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.5406

Abstract

ABSTRAKMetode kontrasepsi jangka Panjang merupakan bagian dari program keluarga berencana sebagai uoaya mengatur kehamilan dan jarak usia ideal melahirkan. Kader memiliki peranan dalam mensukseskan program KB, untuk perlu dilakukan pembinaan kader. Permasalahan meliputi: 1). Masih rendahnya penggunaan metode kontrasepsi jangka Panjang. 2). Masih kurangnya pengetahuan kader KB tentang kontrasepsi jangka Panjang. 3). Kurangnya informasi kepada WUS (Wanita Usia Subur) tentang kontrasepsi jangka Panjang keuntungan,efektifitas, dan efek samping. Solusi yang ditawarkan meliputi: 1). Sosialisasi dan penyuluhan tentang program metode kontrasepsi jangka Panjang. 2). Pendampingan konseling kepada WUS untuk meningkatkan motivasi minat penggunaan MKJP. Sasaran dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah semua kader KB sebanyak 29 responden di wilayah Desa karangrejo kecamatan Blimbingsari kabupaten Banyuwangi. Kegiatan pengabdian ini menggunakan Teknik penyuluhan tentang kontrasepsi jangka Panjang melalui Teknik pre tes dan post tes penyuluhan, diskusi, dan pendampingan kader dalam pemberian konseling KB kepada WUS. Proses kegiatan pengabmas ini sebelum dilakukan penyuluhan kader diberiakn pre tes dengan tujuan untuk mengetahuai sejauh mana pengetahuan kader tentang MKJP, dan hasilnya banyak kader yang masih memilki pengetahuan yang kurang lebih 67,2% dari 29 kader, selanjutanya diberikan penyuluhan tentang MKJP mulai dari.macam-macam kontrasepsi jangka Panjang, keuntungan dan efeksamping, cara memberikan konseling kepada WUS. Hasil dari penyuluhan itu pengetahuan kader menjadi baik sebanyak 86,2% dari 29 kader, dan diterapkan dengan memberikan konseling KB kepada WUS dengan baik, dilihat dari laporan banyakanya WUS yang berganti kontrasepsi MKJP.   Kata kunci: kader; kontrasepsi; MKJP ABSTRACTLong-term contraception method is a part of the family planning programs as an effort to regulate pregnancy and the ideal age to give birth. Cadres have role in the success of the family planning program, so it is necessary to give guidance for them. The problems include: 1). the use of long-term contraception method is still low. 2). Lack of knowledge from family planning cadres about long-term contraception method. 3). Lack of information to Women of Childbearing Age about long-term contraception benefits, effectiveness, and side effects. The solutions offered include: 1). Socialization and counseling about long-term contraception method program. 2). Counseling guidance to Women of Childbearing Age to increase their motivation in using long-term contraception method. The target in this community service activity is all Family Planning cadres as many as 29 respondents in the area of Karangrejo Village, Blimbingsari District, Banyuwangi. This activity used counseling technique on long-term contraception through pre-test and post-test counseling techniques, discussions, and guidance to cadres in providing family planning counseling to Women of Childbearing Age. Before giving counseling to the cadres, the pre- test was given to know the extent of cadres' knowledge about long-term contraception method, and the result showed that many cadres still had low knowledge about it approximately 67.2% from 29 cadres. Then counseling was given about long-term contraception method starting from various types of long-term contraception, advantages, side effects, and how to provide counseling to Women of Childbearing Age. The results of the counseling and guidance showed that the cadres’ knowledge was better as many as 86.2% from 29 cadres, and it was implemented by providing family planning counseling to Women of Childbearing Age well, it can be seen from the reports of the increase in number of Women of Childbearing Age who changed to long-term contraception method. Key Words: cadres; contraception; long-term contraception method
KULTIVASI HIDROPONIK SEBAGAI MANAJEMEN NUTRISI DAN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KELUARGA PEKERJA ESENSIAL PRASEJAHTERA DI MINASAUPA Andi Fitria Idham; Andi Muhammad Rayyan Eka Putra; Jauharah Rahadatul Aisy; Muhammad Ayatullah Khumaeni; Asrina Asrina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.5372

Abstract

ABSTRAKPandemi telah membawa dampak yang sangat besar pada seluruh lapisan masyarakat, khususnya pada individu yang kurang beruntung. Pekerja esensial prasejahtera adalah individu-individu yang paling menderita akibat pandemi, mereka sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarganya seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal yang layak. Ini pada akhirnya berakibat pada ketidakmampuan untuk memberi makanan yang layak dengan kandungan nutrisi maksimum pada keluarganya. Ini memicu tim untuk menawarkan solusi pada permasalahan komunitas ini. Hidroponik merupakan salah satu cara kultivasi tanaman, cara ini masih jarang diketahui oleh masyarakat prasejahtera akibat rendahnya tingkat edukasi mereka. Kultivasi hidroponik ini dapat menjadi solusi bagi penderitaan mereka. Kultivasi hidroponik dapat menawarkan komunitas ini tanaman dengan nutrisi tinggi yang tidak membutuhkan lahan yang luas dan memerlukan modal yang lebih sedikit. Tanaman bernutrisi tinggi ini dapat digunakan untuk konsumsi lokal dalam keluarganya dan dapat dijual kepada pihak luar untuk meningkatkan produktivitas. Pada kegiatan ini, masyarakat mitra akan diberi edukasi mengenai kesehatan dasar, manajemen nutrisi, dan pendampingan kultivasi hidroponik. Kegiatan ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan dasar dan nutrisi, dan telah berhasil meningkatkan produktivitas masyarakat melalui kultivasi hidroponik hingga satu kali panen. Kata kunci: hidroponik; nutrisi; manajemen nutrisi ABSTRACTPandemic already bring huge impact on all layer of society, especially to those individual who having no privilege. Underprivileged essential workers were those individual who suffer the most caused by this pandemic, they were struggling to fulfil their family’s basic needs such as food, clothes, and proper housing. This resulted into their unability to give proper food with maximum nutrition to their family. This trigger the team to propose solution for this community problem. Hydroponic is one of the cultivation way of plants, this way of cultivating rarely known by underprivileged community caused by their lack of education. Meanwhile this hydroponic could be the answer of their suffering. This hydroponic cultivation could provide this community high nutrition plants that does not require them a huge land and less capital needed. This high nutrition plants could being used for local consumption in their community and could being sold to outsiders to boost productivity. In this program, partner community will given education about basic health, nutrition management, and accompaniment on hydroponic cultivation. This program has successfully increase community’s knowledge about basic health and nutrition, and have succeeded boost community’s productivity through hydroponic cultivation in one time harvest. Keywords: hydroponic; nutrition; nutrition management
PELATIHAN PENGOLAHAN MINYAK JELANTAH MENJADI LILIN AROMA DAUN JERUK UNTUK IBU-IBU PKK KELURAHAN SUNGAI PINANG LUAR SAMARINDA Rusdi Rusdi; Deny Kurniawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.267 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.4803

Abstract

ABSTRAKPermasalahan utama yang dihadapi oleh pihak kelurahan Sungai Pinang Luar Samarinda adalah penggunaan minyak jelantah yang berulang kali oleh ibu rumah tangga untuk menggoreng makanan dan membuang minyak jelantah tersebut sembarangan. Pengabdiaan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada ibu-ibu PKK kelurahan Sungai Pinang Luar Samarinda tentang bahayanya penggunaan minyak jelantah yang digunakan berulangkali bagi kesehatan dan pembuangan minyak jelantah ke lingkungan yang akan mengganggu stabilitas ekologi pada lingkungan tersebut, sehingga dibentuk sebuah upaya tindakan melalui pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi sesuatu yang bernilai ekologis dan ekonomis. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pelatihan langsung kepada ibu-ibu PKK di kelurahan Sungai Pinang Luar dalam pembuatan lilin aroma daun jeruk dari minyak jelantah. Hasil pengabdian ini terlihat antusiasme peserta untuk mencoba membuat sendiri lilin aroma daun jeruk dari minyak jelantah yang digunakan. Kata Kunci: pelatihan; minyak jelantah; lilin aroma daun jeruk. ABSTRACTThe main problem faced by the Sungai Pinang Luar village Samarinda is the repeated use of used cooking oil by housewives to fry food and throw the oil carelessly. This service aims to provide an understanding to PKK women in Sungai Pinang Village, Luar Samarinda about the dangers of using used cooking oil repeatedly for health and the disposal of used cooking oil into the environment which will disrupt the ecological stability of the environment, so that an action effort is formed through oil processing training, waste cooking becomes something of ecological and economic value. The method used in this service is direct training to PKK women in Sungai Pinang Luar village in making orange leaf scented candles from used cooking oil. The results of this service were seen by the enthusiasm of the participants to try to make their own orange leaf scented candles from the used cooking oil.Keywords: training; cooking oil; citrus leaf scented candle.
PENGEMBANGAN PRODUK KEMASAN BERBAHAN DASAR KELOR DI DESA GANGGANGTINGAN KECAMATAN NGIMBANG KABUPATEN LAMONGAN Ririn Febriyanti; Slamet Boediono
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.669 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.4837

Abstract

ABSTRAKDaerah Lamongan terutama di kecamatan Ngimbang mayoritas kondisi alam nya hanya ada persawahan dan hutan. Apalagi di daerah Dsn. Tingan, Ds. Ganggangtingan yang terkenal karena terdapat banyak pohon kelor. Dengan alasan tersebut, Home industri “StiksQu” melihat peluang dengan memproduksi camilan yang terbuat dari campuran sayur yang menyehatkan (kelor). Tetapi Lama kelamaan bisnis stik sayur kelor ini memiliki tingkat persaingan yang tinggi dan ketat sehingga diperlukan inovasi dan pendampingan agar home industri ini tidak gulung tikar.. Adapun permasalahan yang dihadapi adalah (1) Sarana dan prasarana dalam bidang produksi kurang memadai, (2) belum diberikan kemasan yang baik pada produk stik yang dipasarkan dan (3) belum diberikan labelling untuk mengenalkan produknya. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan pendampingan dan praktik  Prosedur rencana kegiatan dibagi 5 tahap yaitu tahap observasi, perencanaan (plan), pelaksanaan kegiatan (do), refleksi (see), dan penyusunan laporan. Setelah diadakan kegiatan pengabdian ini, home industri “StiksQu” dapat memproduksi stik yang berbahan dasar kelor dengan berbagai macam varian yaitu original, pedas, keju. Serta memiliki pengetahuan tentang cara pengembangan bisnis usaha  yang baik meliputi segi produksi dengan cara memberikan gilingan pasta, pengemasan lebih bervariatif, serta pemasaran secara online (media sosial). Kata kunci: peningkatan; olahan Kelor; produk kemasan. ABSTRACTThe Lamongan area, especially in the Ngimbang sub-district, the majority of its natural conditions are only rice fields and forests. Especially in the Dsn area. Tinan, Ds. Ganggangtingan is famous for its many Moringa trees. For this reason, the Home industry "StiksQu" sees an opportunity by producing snacks made from a healthy mixture of vegetables (moringa). But over time the moringa vegetable stick business has a high and tight level of competition so innovation and assistance are needed so that this home industry does not go out of business. The problems faced are (1) inadequate facilities and infrastructure in the production sector, (2) not yet given good packaging on the stick products that are marketed and (3) has not been given labeling to introduce the product. The method used in this community service activity is with assistance and practice. The activity plan procedure is divided into 5 stages, namely the observation stage, planning (plan), activity implementation (do), reflection (see), and report preparation. After this service activity was held, the home industry "StiksQu" was able to produce sticks made from moringa with various variants, namely original, spicy, cheese. And have knowledge about how to develop a good business business including in terms of production by providing pasta mills, more varied packaging, and online marketing (social media). Keywords: improvement; moringa processed; packaged products.
EDUKASI KESEHATAN PADA REMAJA DALAM PENTINGNYA GIZI SEIMBANG DAN AKTIVITAS FISIK DI ERA PANDEMI COVID-19 Romaden Marbun; Sugiyanto Sugiyanto; Vincensia Dea
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.399 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.4791

Abstract

ABSTRAKPandemi COVID-19 di Indonesia sangat memberikan dampak pada berbagai sektor di seluruh dunia, tidak terkecuali kenaikan frekuensi Penyakit Tidak Menular. Penyakit tidak menular (PTM) adalah penyakit atau kondisi medis yang tidak dapat ditularkan dari satu individu ke individu lainnya atau dengan pengertian lain merupakan penyakit yang bukan disebabkan oleh proses infeksi (tidak infeksius). Masalah gizi lebih atau obesitas merupakan masalah global dan menjadi masalah utama di negara-negara maju dan berkembang karena mengalami peningkatan tiap tahun yang berkaitan dengan penyakit tidak menular. Dari survei awal diketahui pengetahuan para remaja masih kurang terkait Pentingnya Gizi Seimbang dan Aktivitas Fisik Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) . Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keselamatan para remaja dalam masalah gizi dan penyakit tidak menular khususnya di era pandemi covid-19 sekarang. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk pemberian materi dan video tentang  Pentingnya Gizi Seimbang dan Aktivitas Fisik Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) di Era Pandemi Covid-19 . Disetiap akhir kegiatan dilakukan evaluasi terhadap pemahaman remaja. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat terdapat sebanyak 68% pemahaman remaja dalam katergori baik, cukup sebanyak 20% dan kurang sebanyak 12%. Kegiatan berjalan dengan baik dan perlu adanya monitoring lebih lanjut. Kata kunci: Penyakit Tidak Menular (PTM); gizi seimbang; aktivitas fisik; covid-19 ABSTRACTThe COVID-19 pandemic in Indonesia has had a profound impact on various sectors around the world, including the increase in the frequency of Non-Communicable Diseases. Non-communicable disease (PTM) is a disease or medical condition that cannot be transmitted from one individual to another or in other terms is a disease that is not caused by an infectious (non-infectious) process. The problem of over nutrition or obesity is a global problem and is a major problem in developed and developing countries because it has increased every year related to non-communicable diseases. From the initial survey, it was found that teenagers' knowledge was still lacking regarding the importance of balanced nutrition and physical activity in preventing non-communicable diseases (PTM). The purpose of this activity is to improve the safety of adolescents in nutrition and non-communicable diseases, especially in the current Covid-19 pandemic era. This activity is packaged in the form of providing materials and videos about the Importance of Balanced Nutrition and Physical Activity in Efforts to Prevent Non-Communicable Diseases (PTM) in the Covid-19 Pandemic Era. At the end of each activity, an evaluation of the understanding of adolescents is carried out. The results of community service activities were as much as 68% of the residents' understanding was in the good category, 20% enough and 12% less. Activities are running well and further monitoring is needed. Keywords: Non-Communicable Diseases (PTM); balanced nutrition; physical activity; covid-19
EDUKASI DARING REDUCE, REUSE, RECYCLE GUNA MENINGKATKAN PENGETAHUAN MASYARAKAT RT.02 DESA BUNIPAH MENGENAI PENGELOLAAN SAMPAH Siti Hasanah; Muhammad Arwi Firdaus; Devi Norsari; Norbaiti Norbaiti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.5397

Abstract

ABSTRAKSampah merupakan permasalahan global yang terjadi di hampir seluruh lapisan masyarakat, termasuk di komunitas RT.02 Desa Bunipah Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar yang disebabkan karena pengetahuan dan kemauan masyarakat masih rendah serta perilaku masyarakat yang keliru dalam mengelola sampah. Upaya yang dapat dilakukan untuk menanganai permasalahan tersebut adalah dengan memberikan edukasi pada masyarakat mengenai pengelolaan sampah. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan pengetahuan responden yang telah menerima informasi dari materi yang sudah dibagikan melalui media melalui booklet dan video. Metode kegiatan dilaksanakan secara daring dengan menggunakan platform Whatsapp. Adapun sasaran dari kegiatan ini adalah perwakilan masyarakat di RT.02 Desa Bunipah, Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar yang berjumlah 10 orang. Berdasarkan hasil pelaksanaan intervensi pada 10 responden, diketahui bahwa peningkatan pengetahuan sebanyak 10,7%. Nilai rata-rata yang didapatkan responden saat pre-test adalah 84, sedangkan pada post-test adalah 93 yang berarti ada kenaikan pada saat pre-test maupun post-test mengenai pengelolaan sampah. Hasil ini diharapkan dengan bertambahnya pengetahuan sasaran dapat menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan seperti tidak membuang sampah sembarangan dan melakukan pengelolaan sampah secara mandiri sehingga dapar memberikan edukasi kepada kerabat atau orang terdekat agar permasalahan sampah di RT.02 Desa Bunipah dapat teratasi. Kata-kata kunci: edukasi; pengetahuan; pengelolaan sampah ABSTRACTGarbage is a global problem that occurs in almost all levels of society, including in the RT.02 community, Bunipah Village, Aluh-Aluh District, Banjar Regency, which is caused by low knowledge and willingness of the community and people's wrong behavior in managing waste. Efforts that can be made to deal with these problems are by educating the public about waste management. The purpose of this activity is to increase the knowledge of respondents who have received information from the material that has been distributed through the media through booklets and videos. The activity method is carried out online using the Whatsapp platform. The target of this activity is community representatives in RT. 02 Bunipah Village, Aluh-Aluh District, Banjar Regency, totaling 10 people. Based on the results of the intervention on 10 respondents, it is known that the increase in knowledge is 10.7%. The average value obtained by the respondents during the pre-test was 84, while the post-test was 93, which means there was an increase in the pre-test and post-test regarding waste management. It is hoped that with the increase in target knowledge, it can raise awareness about the importance of maintaining environmental cleanliness such as not littering and managing waste independently so that it can provide education to relatives or closest people so that the waste problem in RT.02 in Bunipah Village can be resolved. Keywords: education; knowledge; waste management
PENGABDIAN MASYARAKAT GERAKAN BAKTI SOSIAL PENYEMPROTAN DISINFEKTAN DAN BERBAGI PAKET SANTUNAN PEDULI COVID-19 DI PONDOK PASENTRAN BUKIT TENGKORAK NDAO KABUPATEN ENDE FLORES Siti Arafat; Aschari Senjahari Rawe; Nining Syariah; Adi Neneng Abdullah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.682 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.4828

Abstract

ABSTRAKBakti sosial atau lebih dikenal dengan baksos ini merupakan suatu kegiatan wujud dari kepedulian atau rasa kemanusiaan terhadap sesama manusia. Dimana dengan adanya kegiatan ini kita dapat merekatkan rasa kekerabatan kita terhadap orang lain. Bakti dapat diartikan sebagai pengikatan (mengikatkan) diri kepada diri atau diri-diri lainnya. Ikatan Dosen Karyawan dan Mahasiswa Islam Universitas Flores (IDKMUF), ini berupa kepedulian, perasaan tanggungjawab terhadap kehidupan sesama. Bakti social dapat berarti memberi sesuatu (kepada yang butuh pemberian). Oleh karena itu,tujuan dari kegiataan ini Dosen Karyawan dan Mahasiswa Musim Universitas Flores,tergabung dalam ( IDKMUF). berusaha untuk membantu sesama yang kurang mampu dalam bentuk sumbangan santunan di pondok pasantren bukit tengkorak Ndao Ende Flores dan Penyemprotan Disinfektan dan Laundry Mukena di Masjid yang berada di wiayah Kota Ende. Hasil Kegiatan Gerakan Bakti Sosial Penyemprot dan Berbagi Paket Sembako Peduli Covid-19, Di  mana bisa  sedikit meringankan  beban masyarakat yang  terdampak langsung  dari situasi pandemi Covid-9 ini. Inisiatif Dosen Karyawan dan Mahasiswa Muslim ini patut diapresiasi dan didukung penuh oleh pihak Yayasan dan Rektorat yang tergabung dalam tim pengabdian masyarakat ini dengan melakukan pendampingan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Kata Kunci:, penyemprotan disinfektan; bakhti sosial; pembagian santunan. ABSTRACTSocial service or better known as social service is an activity that manifests concern or a sense of humanity towards fellow human beings. Where with this activity we can glue our sense of kinship to other people. Bakti can be interpreted as binding (binding) oneself to oneself or other selves. The Flores University Student and Employee Lecturer Association (IDKMUF) is a form of caring, a feeling of responsibility for the lives of others. Social service can mean giving something (to those who need it). Therefore, the purpose of this activity is the University of Flores Seasonal Employee and Student Lecturers, who are members of (IDKMUF). trying to help the less fortunate in the form of donations in the form of donations at the Ndao Ende Flores Islamic boarding school and the Spraying of Disinfectants and Mukena at the mosque in the Ende City area. The results of the Social Service Movement for Spraying and Sharing the Covid-19 Care Food Packages, which can slightly ease the burden on the people who are directly affected by the Covid-9 pandemic situation. This initiative of Muslim Employee Lecturers and Students should be appreciated and fully supported by the Foundation and the Rector who are members of this community service team by providing assistance so that this activity can be carried out properly. Keywords: disinfectant spraying; social service; distribution of compensation.
EDUKASI KESEHATAN DALAM PENANGGULANGAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) SERTA PAKET MANFAAT BPJS KESEHATAN UNTUK PENYAKIT KRONIS Romaden Marbun; Arief Setiyoargo; Vincensia Dea
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.5377

Abstract

ABSTRAKPenyakit Tidak Menular (PTM) merupakan salah satu atau masalah kesehatan Dunia dan Indonesia yang sampai saat ini masih menjadi perhatian dalam Dunia kesehatan karena penyakit ini merupakan salah satu dari penyebab kematian. Penyakit Tidak Menular juga dikenal sebagai penyakit kronis, tidak ditularkan dari orang ke orang, mereka memiliki durasi yang panjang dan umumnya berkembang lambat. Pemerintah membuat program pengelolaan program penyakit kronis sebagai upaya pengendalian risiko dan menekan kejadian kasus PTM begitu juga dan dalam rangka mencapai universal health converege Badan Penyelenggara Jaminan Sosial  (BPJS) juga membuat program untuk para pesertanya yang menderita penyakit kronis guna mereduksi kejadian kasus PTM yang dikenal dengan Program Pengelolaan Penyakit Kronis yang disingkat dengan Prolanis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga terkait Penanggulangan Penyakit Tidak Menular serta Paket Manfaat BPJS Kesehatan untuk Penyakit Kronis. Kegiatan dilakukan dalam bentuk diskusi secara online maupun offline melalui grup whatsapp dan pertemuan terbatas dengan kader kesehatan dan perangkat desa. Dari kegiatan ini masyarakat dan kader kesehatan telah memperoleh pemahaman mengenai Penanggulangan Penyakit Tidak Menular serta Paket Manfaat BPJS Kesehatan untuk Penyakit Kronis. Kata kunci: penyakit tidak menular; badan penyelenggara jaminan sosial ABSTRACTNon-Communicable Disease (PTM) is one of the health problems in the world and Indonesia which is still a concern in the world of health because this disease is one of the causes of death. Non-Communicable Diseases are also known as chronic diseases, they are not transmitted from person to person, they have a long duration and generally develop slowly. The government makes a chronic disease management program as an effort to control risk and reduce the incidence of PTM cases as well and in order to achieve a universal health converege the Social Security Administration (BPJS) has also created a program for participants who suffer from chronic diseases to reduce the incidence of PTM cases known as The Chronic Disease Management Program, abbreviated as Prolanis. This community service activity aims to increase citizens' understanding regarding the Prevention of Non-Communicable Diseases and the BPJS Health Benefit Package for Chronic Diseases. Activities carried out in the form of online and offline discussions through the whatsapp group and limited meetings with health cadres and village officials. From this activity, the community and health cadres have gained an understanding of the Prevention of Non-Communicable Diseases and the BPJS Health Benefit Package for Chronic Diseases. Keywords: non-communicable diseases; social security administering bodies
UPAYA PENCEGAHAN PLAGIARISME DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI MENDELEY DALAM MELAKUKAN PENULISAN SITASI DAN REFERENSI Nila Puspita Sari; Lenny Nofriyani Adam
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.328 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.4808

Abstract

ABSTRAKMenulis skripsi masih menjadi salah satu syarat mahasiswa untuk memperoleh gelar sarjana. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan sosialisai terkait plagiarisme serta penulisan sitasi dan daftar pustaka kepada mahasiswa yang sedang menulis karya ilmiah sebagai tugas akhir untuk mencegah plagiarisme utamaya ­self-plagiarism. Kegiatan ini dilakukan di STIPAS St. Petrus Keuskupan Atambua, Kefamenanu yang dihadiri oleh 20 orang peserta yakni mahasiswa semester akhir yang sedang menulis tugas akhir. Kegiatan ini dilakukan dengan dua tahap, pertama pemberian angket terkait pemahaman peserta tentang aplikasi Mendeley dan plagiarism. Kegiatan kemudian dilanjukan dengan pemberian materi terkait plagiarism dan aplikasi Mendeley. Selanjutnya, peserta diajarkan cara menggunakan aplikasi Mendeley, mulai dari penginstalan hingga pada bagaimana pengaplikasian Mendeley dalam membuat referensi. Kegiatan kemudian diakhiri dengan pemberian angket terkaut kepuasan pelaksanaan kegiatan oleh peserta dan pemahaman peserta terkait aplikasi Mendeley setelah dilakukan pelatihan. Mahasiswa lebih sadar dalam melakukan sitasi dan juga penulisan referensi untuk menghindari plagiarism khususnya self-plagiarism dalam penulisan tugas akhir mereka. Peserta juga sangat antusias dengan penggunaan aplikasi Mendeley dalam menulis daftar referensi. Berdasarkan hal tersebut, pemahaman terkait isu-isu plagiarisme kaitannya dengan penulisan kutipan dan daftar pustaka perlu ditingkatkan lagi untuk mencegah bertambahnya perilaku plagiarisme. Selanjutnya, pendampingan lebih lanjut juga dilakukan kepada peserta baik secara langsung maupun melalui grup Whatsapp.   Kata Kunci: plagiarisme; sitasi; mendeley. ABSTRACTWriting a thesis is still one of the requirements for students to obtain a bachelor's degree. This activity aims at giving material related to plagiarism also about citation and references to the final grade students who are writing their thesis to avoid plagiarism, particularly self-plagiarism. This activity has been conducted in STIPAS St. Petrus Keuskupan Atambua, Kefamenanu, that was attended by 20 students. It was conducted by two steps, firstly by spreading questionnaire related to students’ understanding about Mendeley and plagiarism. It was also continued to give material about Mendeley and plagiarism. Besides, the students also were taught about using that application started by installing till applying in making references. This activity was ended by spreading questionnaire secondly related their satisfaction about this activity and also their understanding about material has been presented. There are more aware in citation and writing references to avoid plagiarism particularly self-plagiarism in their thesis. Besides, the students are also enthusiastic in making references using Mendeley. Based on that case, students understanding related to plagiarism issues in relation to citation and references is suggested to be improved to avoid plagiarist. For the next part, accompanying the students in applying those things are still conducting directly or by Whatsapp. Keywords: plagiarism; citation; Mendeley.

Page 35 of 272 | Total Record : 2711