cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
PELATIHAN PEMBUATAN BAHAN AJAR MENGGUNAKAN FILMORA KEPADA GURU MADRASAH ALIYAH (MA) TANBIHUL GHOFILIIN, KABUPATEN BANJARNEGARA Sarmini Sarmini; Niken Lia Prihatiningtias Pembayun; Nilam Puspita Nurdewanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.776 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.4834

Abstract

ABSTRAKBeberapa kendala dialami oleh guru-guru di MA Tanbihul Ghofiliin dengan adanya perubahan model pembelajaran tersebut diantara adalah bagaimana membuat materi pembelajaran yang menarik dan tidak monoton yang hanya berupa teks disampaikan dalam powerpoint ataupun file dokumen word atau pdf.  Pelatihan pembuatan bahan ajar menggunakan Filmora kepada guru MA Tanbihul Ghofiliin Banjarnegara bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam membuat bahan ajar berupa video pembelajaran. Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 5 Juni 2021 di Laboratorium Komputer 2 MA Tanbihul Ghofiliin Banjarnegara yang diikuti oleh 9 orang peserta yaitu bapak dan ibu guru MA Tanbihul Ghofiliin. Kegiatan pelatihan dilakukan dengan mempraktikkkan langsung bagaimana cara mengedit video menggunakan aplikasi Filmora, dari tahap membuat video pembuka sampai dengan video penutup hingga menambahkan efek-efek dalam video serta rendering video. Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan berjalan dan juga jawaban peserta, kegiatan pelatihan dapat diikuti dengan baik oleh peserta, dimana peserta dapat mengikuti setiap tahapan editing video hingga akhir menjadi sebuah video utuh. Tanggapan positif diberikan oleh peserta yang antusias dan berharap akan ada pelatihan-pelatihan pemanfaatan teknologi lainnya yang dapat menunjang proses kegiatan belajar mengajar khususnya di masa pandemi covid-19. Kata kunci: bahan ajar; filmora; editing; pelatihan; video. ABSTRACTSome of the obstacles experienced by the teachers at MA Tanbihul Ghofiliin with the changes in the learning model, including how to make learning materials that are interesting and not monotonous, which are only in the form of text delivered in powerpoint or word or pdf document files. Training on making teaching materials using Filmora for MA Tanbihul Ghofiliin Banjarnegara teachers aims to improve the ability of teachers to make teaching materials in the form of learning videos. The training activity was carried out on Saturday, June 5, 2021 at the Computer Laboratory of MA Tanbihul Ghofiliin Banjarnegara which was attended by 9 participants, namely the teacher of MA Tanbihul Ghofiliin. The activity was carried out by practicing directly how to make videos using the Filmora application, from the stage of making the opening video to closing the video to adding effects in the video and rendering the video. Based on observations during the activity as well as participants' answers, the training activities can be followed well by the participants, where participants can follow each stage of video editing until the end becomes a complete video. The positive response was given by enthusiastic participants and hoped that there would be trainings on the use of other technologies that could support the teaching and learning process, especially during a pandemic Covid-19. Keywords: training; editing; videos; teaching materials; filmora.
PELATIHAN PENGGUNAAN APLIKASI LAPOR KEPADA KOMUNITAS PEMUDA UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT Muhammad Quranul Kariem
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.5383

Abstract

ABSTRAKKeterlibatan masyarakat untuk ikut turut serta dalam pengawasan organisasi publik sangat penting untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pemerintah, dalam rangka menjalankan pemerintahan yang efektif. Pelatihan penggunaan aplikasi lapor menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat tersebut. Sasaran mitra pelatihan ini adalah komunitas pemuda demokrasi Palembang, pelatihan ini dilaksanakan menggunakan metode daring dengan melakukan pre-test dan post-test untuk menunjukkan hasil pelatihan yang dilakukan. Peserta pelatihan pada umun-nya belum mengetahui dan belum memahami cara teknis penggunaan aplikasi tersebut. Hasil pelatihan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan teknis penggunaan aplikasi lapor yang cukup signifikan. Hal tersebut akan berdampak pada peningkatan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda untuk dapat menggunakan aplikasi lapor sebagai media penyampaian aspirasi dan pengaduan yang resmi. Kata kunci: aspirasi; pengaduan; lapor ABSTRACTCommunity involvement to participate in the supervision of public organizations is very important to increase government accountability and transparency, in order to run an effective government. Training on the use of the report application is one alternative to increase community participation. The target of this training partner is the Palembang democracy youth community, this training is carried out using an online method by conducting pre-test and post-test to show the results of the training carried out. The trainees in general do not know and do not understand the technical way of using the application. The results of the training showed that there was a significant increase in knowledge and technical skills in the use of reporting applications. This will have an impact on increasing community participation, especially the younger generation to be able to use the report application as a medium for formally submitting aspirations and complaints. Keywords: aspiration; complain; report
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PERAWATAN DAN SENAM KAKI PADA PASIEN DIABETES Dewi Prabawati; Puspita Sari; Yohanes Neonbeni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.4825

Abstract

ABSTRAKPenyakit diabetes dapat mengakibatkan komplikasi multi organ, dimana komplikasi yang paling sering adalah ulkus diabetikum sebagai akibat dari neuropati. Perlu dilakukan upaya pencegahan terjadinya ulkus diabetikum bagi masyarakat dengan memberikan edukasi terkait perawatan untuk kesehatan kaki juga senam kaki. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi kesehatan tentang perawatan kaki diabetes dan memotivasi para penderita diabetes untuk melakukan aktivitas fisik salah satunya dengan melakukan senam kaki diabetes. Kegiatan ini diikuti oleh 16 pasien diabetes di polikilinik RS Cinta Kasih Budha Tzu Chi, Jakarta. Ada 3 tahapan yang dilakukan dalam kegiatan ini, yaitu perkenalan dan ice breaking, dilanjutkan dengan penjelasan tentang penyakit diabetes dan perawatan kaki diabetes,  kemudian diakhiri dengan demonstrasi senam kaki diabetes. Kegiatan ini dilakukan secara blended yaitu dengan menggunakan aplikasi daring dan melakukan pertemuan diunit poliklinik dengan mematuhi protokol kesehatan. Hasil evaluasi terhadap kegiatan pengabdian yang telah dilakukan terlihat adanya peningkatan pengetahuan tentang perawatan kaki dan motivasi melakukan senam kaki. Selain itu, dari hasil kuesioner didapatkan bahwa mayoritas peserta memiliki pengetahuan yang baik tentang perawatan kaki sebesar 56.2%. Diharapkan masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku dalam melakukan perawatan kaki diabetes serta termotivasi untuk melakukan senam kaki diabetes secara teratur sehingga dapt mencegah komplikasi ulkus diabetikum.Kata kunci: diabetes; perawatan kaki; senam kaki ASTRACTDiabetes can lead to multi-organ failure, where the most common complication is diabetic ulcers as a result of neuropathy. It is necessary to perform a prevention program of diabetic ulcers to community by giving health education of foot care and foot exercise. In addition to education, motivation for diabetics is also needed to perform physical activity. This community service activity aimed to provide health education in diabetes foot care and motivate diabetes patients to perform physical activity such as diabetic foot exercise. There were 16 diabetic patients at Cinta Kasih Budha Tzu Chi Hospital, Jakarta participated in this community service. The activity performed in 3 sessions, such as opening and ice breaking, health education sharing of diabetes and foot care, followed by demonstration of diabetic foot exercise. Activity was conducting using blended method by zoom application and face to face meeting at polyclinic unit by complying health protocols of Covid-19. From the results of the evaluation, there has been an increase level of knowledge on diabetic foot care and motivation to perform diabetic foot exercise. Aside from that, as a result of filling out the questionnaire about foot care, the majority of the participants had good knowledge about foot care (56.2%). It is suggested that the community should increase knowledge on diabetes foot care, perform diabetes foot exercise regularly to decrease the complications of diabetic ulcers.Key words: diabetes; foot care; foot exercise 
PENGUATAN KEDAULATAN PANGAN DAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI ERA NEW NORMAL MELALUI AGRIPRENEURSHIP Dyah Panuntun Utami; Istiko Agus Wicaksono; Didik Widiyantono; Uswatun Hasanah; Isna Windani; Arta Kusumaningrum
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.5415

Abstract

ABSTRAKPertanian merupakan sektor yang memiliki potensi untuk dikembangkan karena sebagai penyangga kedaulatan pangan. Oleh karena itu perlu perubahan paradigma baru dalam pembangunan pertanian. Pengelolaan pertanian tidak melalui pendekatan usahatani tetapi berorientasi bisnis. Generasi muda yang familiar dengan teknologi digital merupakan harapan dalam regenerasi petani tua. Untuk mendukung terwujudnya ketahanan pangan maka petani muda yang dikenal dengan petani milenial perlu diberikan edukasi tentang agripreneurship. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah penyuluhan yang dimulai dengan pemaparan materi dan dilanjutkan diskusi. Kelompok sasaran pengabdian masyarakat adalah petani milenial desa Wonotulus yang tergabung dalam Karang Taruna. Jumlah peserta sebanyak 20 orang. Penyuluhan dilakukan secara daring menggunakan zoom meeting. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa peserta sangat antusias terkait dengan materi agripreneurship dan meminta jika penyuluhan tidak hanya teori tetapi juga ada kegiatan pendampingan sehingga petani betul-betul mengerti dan mampu menerapkan pengetahuan tersebut. Kata kunci: petani milenial; agripreneurship; kedaulatan pangan. ABSTRACTAgriculture is a sector that has the potential to be developed as a buffer for food sovereignty. Therefore it is necessaaary to change a new paradigm in agricultural development. Agricultural management is not through a farming approach but is business-oriented. The younger generation who are familiar with digital technology is the hope in regenerating old farmers. To support the realization of food security, young farmers known as millennial farmers need to be given education about agripreneurship. The community service method that is carried out is outreach which starts with the presentation of the material and continues with the discussion. The target group for community service are millennial farmers from Wonotulus village who are members of the Youth Organization. The number of participants was 20 people. Outreach is carried out online using a zoom meeting. The results of community service showed that the participants were very enthusiastic about the agripreneurship material and asked if counseling was not only theoretical but also mentoring activities so that farmers really understood and were able to apply this knowledge Keywords: millennial farmers; agripreneurship; food sovereignty
PELATIHAN DIGITALISASI DESAIN BATIK DAN MEDIA PROMOSI ONLINE UNTUK SANTRI PONDOK PESANTREN BABUSSALAM JOMBANG Kusuma Wardhani Mas’udah; Nur Aini Fauziyah; Euis Nurul Hidayah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.5374

Abstract

ABSTRAKProgram Pengabdian Kepada Masyarakat ini memiliki tujuan: 1) peningkatan kemampuan kewirausahaan santriwan-santriwati Pondok Pesantren Babussalam  melalui potensi kemampuan membuat Desain Batik digital dan Blogspot, 2) peningkatan kesejahteraan santri dan pesantren yang lebih baik melalui pemanfaatan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi, 3) terbentuknya usaha ekonomi pesantren dan kelembagaan yang terstruktur melalui unit usaha pesantren, 4) peningkatan kemampuan santri dan pesantren untuk melakukan diversifikasi produk. Kegiatan ini menggunakan dua pendekatan yaitu pendekatan pelatihan dan pendampingan. Pendekatan pelatihan meliputi : 1) Pelatihan Kewirausahaan; 2) Pelatihan dasar-dasar desain grafis, 3) Pelatihan digitalisasi desain batik, 4) Pelatihan pemanfaatan blogspot untuk media pemasaran. Sedangkan metode pendampingan meliputi :1) Pendampingan penguatan sumber daya manusia melalui peningkatan pemasaran, manajemen, dan motivasi berwirausaha; 2) Pendampingan pembentukan kelembagaan Unit Usaha Pesantren. Diharapkan hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah terwujudnya unit usaha pesantren dalam bidang batik dengan motif kekhasan yang diangkat dari motif sains, semakin meningkatnya jiwa wirausaha dan manajemen pada santri, serta peningkatan kemampuan pemasaran melalui media online. Kata kunci: corelDraw; blogspot; kewirausahaan; pendampingan. ABSTRACTThis Community Service Program has the following objectives: 1) increasing the entrepreneurial abilities of the Babussalam Islamic Boarding School students through the potential ability to create digital Batik Designs and Blogspots, 2) improving the welfare of students and pesantren through the utilization of resources that have economic value, 3) formation of the pesantren economic business and structured institutions through pesantren business units, 4) increasing the ability of santri and pesantren to diversify products. This activity uses two approaches, namely the training and mentoring approach. The training approach includes: 1) Entrepreneurship Training; 2) Basic graphic design training, 3) Batik design digitization training, 4) Training on the use of Blogspot for marketing media. While the mentoring methods include: 1) Assistance in strengthening human resources through increased marketing, management, and entrepreneurial motivation; 2) Assistance in the institutional formation of the Islamic Boarding School Business Unit. It is hoped that the results of this community service activity are the realization of a pesantren business unit in the field of batik with a unique motif that is lifted from a scientific motif, increasing entrepreneurial spirit and management in students, as well as increasing marketing skills through online media. Keywords: corelDraw; blogspot; entrepreneurship; accompaniment.
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN MELALUI INDUSTRI KREATIF PEMBUATAN KAOS BERBASIS SENI CETAK SARING MANUAL DI PONDOK YATIM PIATU ANISSA Sri Wijiastuti; Zandra Dwanita Widodo; Mrih Rahayu; Muhad Fatoni; Rissa Marina Widodo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.489 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.4839

Abstract

ABSTRAKIstilah kewirausahan milenial enterpreneur baru-baru ini menggeliat di kalangan pelaku dan dunia kewirausahaan UMKM. Kewirausahaan UMKM menjadi bidang garap yang penting bagi perkembangan ekonomi usaha makro, kecil dan menengah seperti tertulis didalam UU no. 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.(Kecil & Menengah, n.d.). Pengabdian ini bertujuan untuk : (1) memberikan wawasan dan pengetahuan kepada anak anak muda yatim piatu usia produktif tentang peluang kewirausahaan yang dapat dilakukan di bidang industri kreatif (2) meningkatkan keterampilan anak muda yatim piatu usia produktif salah satunya melalui industri kreatif berbasis seni cetak saring manual. Subjek sosialisai pada kegiatan ini adalah anak yatim piatu usia produktif yang berada di pondok yatim anissa jaten karanganyar sebanyak 20 orang. Metode yang digunakan adalah pelatihan workhsop. Luaran yang dihasilkan dalam kegiatan ini adalah produk kaos/sandang dan sejenis yang dibuat melalui proses sablon. Kata kunci: sablon; kewirausahaan; UMKM; industri kreatif. ABSTRACTThe term idealistic millenial entrepreneur, entrepreneurship has recently squirmed among the perpetrators and the world of entrepreneurship especially UMKM: Small medium enterprise (SME). SME entrepreneurship is an imperative field of work for the economic development of macro, small and medium enterprises as constitution no. 20 of 2008 relating focus to Micro, Small and Medium Enterprises. This service purposes to: (1) to give perception and knowledge to young orphans of productive age round entrepreneurial projections that can be carried out in the inspired and creative business (2) improve the s abilities of young orphans of productive age, one of which is concluded a creative business based on manual screen printing. The object of socialization in this activity is the orphans of productive age who are in the Anissa Jaten Karanganyar orphanage as many as 20 people. The method used is training. The productions produced in this activity are t-shirts or clothing and type made through the screen-printing process. Keywords: screen-printing; entrepreneurship; UMKM: Small medium enterprise (SME); creative industries
PELATIHAN PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN POWERPOINT DI MI MUHAMMADIYAH WANGON Ali Nur Ikhsan; Muslimin Hidayat; Jali Suhaman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.356 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.4795

Abstract

ABSTRAKMI Muhammadiyah Wangon merupakan salah satu sekolah yang mempunyai tenaga pendidik atau guru dengan rentang usia yang variatif, dalam menyajikan bahan ajar para guru mempunyai cara yang variatif juga. Di masa pandemi Covid-19 ini para guru dalam menyajikan bahan ajar masih merasa kesulitan untuk membuat video pembelajaran yang komunikatif dan interaktif. Tim pengabdian kepada Masyarakat (PkM) memberikan pelatihan pembuatan video pembelajaran dengan menggunakan PowerPoint. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini yaitu berupa workshop. Tim PkM melakukan pelatihan secara langsung dengan 1 narasumber sebagai pemateri workshop dan 2 pendamping untuk mendampingi peserta dalam pelaksanaan workshop. Pelatihan ini dapat menambah pengetahuan dan kemampuan peserta dalam membuat video pembelajaran yang komunikatif dan interaktif. Kata kunci: pelatihan; video; interaktif; powerpoint; workshop. ABSTRACTMI Muhammadiyah Wangon is one of the schools that has mentors or teachers with various age ranges, and has various way of presenting teaching materials as well. During the Covid-19 pandemic, teachers in presenting teaching materials still found it difficult to make communicative and interactive learning videos. The community service team (PkM) provides training on making learning videos using PowerPoint. The method used in this training is a workshop. The PkM team conducts direct training with 1 person as a speaker and 2 assistants to assist participants in the implementation of the workshop. This training can increase the knowledge and abilities of participants in making communicative and interactive learning videos. Keywords: training; video; interactive; power point; workshop.
PELATIHAN PEMBUATAN HAND SANITIZER KEPADA MASYARAKAT DI DESA KALIPLOSO KABUPATEN BANYUWANGI Yeni Variyana; Yuni Susanti; Ni'matur Rohmah; Muslimin Nasution; Arga Bayramadhan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.5388

Abstract

ABSTRAKCOVID-19 merupakan jenis virus yang dapat menyebar secara masif dan ditetapkan sebagai pandemi global. Adanya pandemi ini telah mengubah tata cara kehidupan manusia di hampir seluruh Negara. Kebiasaan menjaga protokol kesehatan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat perlu dilakukan oleh seluruh kalangan masyarakat. Selanjutnya, salah satu upaya Pemerintah Indonesia dalam memutus rantai COVID-19 dengan vaksinasi, namun hingga saat ini jumlah kasus aktif masih terus bertambah. Hal ini tentunya menjadi tujuan utama dari program ini untuk terus mengedukasi masyarakat dan melakukan sosialisasi akan pentingnya menjaga, perilaku hidup sehat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Kaliploso kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi. Adapun kegiatan ini dilakukan beberapa tahap diantaranya tahap persiapan dan pembekalan, dilanjutkan dengan praktik langsung di Balai Desa Kaliploso. Hasil pelaksanaannya adalah masyarakat setempat diberikan edukasi dan dilatih untuk membuat hand sanitizer sesuai dengan formula World Health Organization (WHO). Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi upaya pola hidup sehat dan bersih guna mencegah penyebaran COVID-19. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi keterampilan masyarakat Desa Kaliploso untuk membuat hand sanitizer secara mandiri. Kata kunci: COVID-19; Desa Kaliploso; Banyuwangi; hand sanitizer. ABSTRACTCOVID-19 is a type of virus that can spread through massively and is declared a global pandemic. The existence of this pandemic has changed the way of human life in almost all countries. The habit of maintaining health protocols and implementing a clean and healthy lifestyles need to be carried out by all levels of society. Furthermore, one of the efforts from Indonesian government in breaking the chain of COVID-19 transmission is by vaccination, but until now the number of active cases is increasing. This is certainly the main goal from this program to continue educating the public and socializing the importance of healthy living behavior. This service activity was carried out in Kaliploso Village, Cluring Sub-district, Banyuwangi Regency. This activity was done by several stages including the preparation and debriefing stage, followed by direct practice at the Kaliploso’s Village Hall. The results of implementation are local people that are given of education and trained to make hand sanitizers according to the World Health Organization (WHO). This activity is one of the implementations of a healthy and clean lifestyles to prevent the spread of COVID-19. In addition, this activity is expected to be a skill for the Kaliploso Village community to make hand sanitizers independently. Keywords: COVID-19; Kaliploso Village; Banyuwangi; hand sanitizer.
EDUKASI VAKSINASI COVID-19 BAGI KELOMPOK AISYIAH RANTING KUKUSAN DEPOK Eka Kartikawati; Mayarni Mayarni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.19 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.4830

Abstract

ABSTRAKUpaya pemerintah dengan memberikan vaksinasi kepada warga masyarakat sebagai bentuk pencegahan covid-19 masih dirasa pro dan kontra oleh masyarakat, menurut survei masih banyak warga yang masih takut tentang keampuhan serta kefektifan dari vaksinasi tersebut. Faktor lainnya juga karena terdapat pemberitaan yang tidak sesuai yang banyak beredar sehingga masyarakat masih belum banyak yang mengetahui lebih jelas mengenai vaksinasi tersebut. Untuk meluruskan hal tersebut maka perlu adanya edukasi mengenai pentingnya vaksinasi covid-19.Hal ini bertujuan agar khususnya warga aisyiah ranting kukusan memperoleh informasi yang sesuai serta tidak ada lagi ketakutan mengenai pemberian vaksin. Selain itu dilakukan juga pelatihan pembuatan disinfektan kepada ibu-ibu warga aisyiah kukusan depok sebagai upaya pencegahan covid-19. Beberapa langkah yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu 1) sosialisasi langsung mitra aisyiah ranting kukusan depok 2) pemberian edukasi mengenai vaksinasi covid-19 3) pelatihan pembuatan disinfektan 4) penyemprotan lingkungan lembaga 5) evaluasi akhir kegiatan. Hasil kegiatan ini bahwa mitra dapat memahami dengan jelas yakni mengenai vaksinasi, cara kerja vaksinasi, kriteria yang boleh dan tidak boleh di vaksinasi, reaksi vaksinasi terhadap tubuh dan herd immunity serta pembuatan disinfektan. Kata kunci: edukasi; vaksinasi; covid-19; disinfektan ABSTRACTThe government's efforts by giving vaccinations to citizens as a form of prevention of COVID-19 are still considered pros and cons by the community, according to the survey, there are still many residents who are still afraid about the efficacy and effectiveness of the vaccination. Another factor is because there is a lot of inappropriate news circulating so that many people still don't know more clearly about the vaccination. To straighten this out, it is necessary to provide education about the importance of covid-19 vaccination. This is intended so that especially the residents of the Steamed Branch Aisyiah get the appropriate information and there is no more fear about giving vaccines. In addition, training on the manufacture of disinfectants was also carried out for the women of Aisyiah Kusan Depok residents in an effort to prevent COVID-19. Several steps were taken in this service activity, namely 1) direct socialization of aisyiah partners of the Depok Steam Branch 2) providing education regarding the covid-19 vaccination 3) training on making disinfectants 4) spraying the environment of the institution 5) final evaluation of the activity. The result of this activity is that partners can understand clearly about vaccination, how vaccination works, criteria that may and may not be vaccinated, reactions to vaccination against the body and herd immunity and the manufacture of disinfectants. Keywords: education; vaccination; covid-19; disinfectant.
EDUKASI KESEHATAN DALAM UPAYA MENJAMIN KERAHASIAAN MEDIS PASIEN PADA FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN Arief Setiyoargo; Cecilia Widijati Imam; Richard One Maxelly
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.5379

Abstract

ABSTRAKKegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pasien secara berkelanjutan pada fasilitas pelayanan kesehatan melalui pemahaman kerahasiaan medis pasien. Kegiatan ini diawali dengan pengkajian awal terhadap keadaan lapangan saat ini pada fasilitas pelayanan kesehatan melalui tenaga kesehatan/kader kesehatan dan warga. Pengkajian awal didapati masih kurangnya edukasi mengenai kerahasiaan medis pasien, terutama di saat pandemi Covid 19 saat ini fokus pelayanan kesehatan masih terpusat pada protokoler kesehatan atau physical distancing. Hasil survei menunjukkan bahwa masih kurangnya pengetahuan tenaga kesehatan/kader kesehatan dalam menjaga kerahasiaan medis, pengetahuan terkait hak dan kewajiban antara dokter dan pasien serta prosedur pelaksanaan kerahasiaan medis di fasilitas kesehatan. Kegiatan dilanjutkan dengan menyusun perencanaan dan jadwal kegiatan serta perlengkapan yang diperlukan. Bentuk kegiatan dikemas dalam bentuk materi dan video yang dibagikan melalui google drive secara online melalui grup whatsapp. Kegiatan diakhiri dengan evaluasi menggunakan google form. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat terdapat sebanyak 69,25% pemahaman warga dalam katergori baik, cukup sebanyak 11,5% dan kurang sebanyak 19,25%. Kegiatan berjalan dengan baik dan perlu adanya monitoring lebih lanjut. Kata kunci: informed consent; kerahasiaan medis; pasien ABSTRACTThis Community Service activity aims to improve patient safety in a sustainable manner in health care facilities through understanding patient medical confidentiality. This activity begins with an initial assessment of the current state of the field in health care facilities through health workers/health cadres and residents. The initial assessment found that there was still a lack of education regarding patient medical confidentiality, especially during the Covid 19 pandemic, currently the focus of health services was still focused on health protocols or physical distancing. The survey results show that there is still a lack of knowledge of health workers/health cadres in maintaining medical confidentiality, knowledge regarding rights and obligations between doctors and patients and procedures for implementing medical confidentiality in health facilities. The activity is continued by compiling a plan and schedule of activities as well as the necessary equipment. The form of activities is packaged in the form of materials and videos that are shared via Google Drive online via WhatsApp groups. The activity ended with an evaluation using a google form. The results of community service activities there are as many as 69.25% of citizens' understanding in the good category, 11.5% sufficient and 19.25% less. Activities are going well and need further monitoring. Keywords: informed consent; medical confidentiality; patient

Page 38 of 272 | Total Record : 2711