cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
PENYULUHAN PENTINGNYA PHBS PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SMP NEGERI 1 SINGOSARI Sendi Lia Yunita; Rizka Novia Atmadan; Aziz Muhammad Fachrudin; Febbio Yoghatama
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i1.7997

Abstract

ABSTRAKPandemi yang disebabkan oleh COVID-19 menjadi masalah utama secara global dengan peningkatan kasus terjadi pada semua usia. Sehingga pemahaman dan implementasi mengenai PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) pada para siswa sekolah sangat perlu ditingkatkan selama proses adaptasi kebiasaan baru. Hal tersebut disebabkan oleh peningkatan angka kejadian kasus penderita Covid-19 yang terkonfirmasi positif yang cukup signifikan pada prevalensi gelombang pertama dan gelombang kedua di pertengahan tahun 2021. Hal tersebut juga terjadi pada anak-anak yang merupakan kelompok usia sekolah. Bahkan sekolah-sekolah telah memberlakukan pembelajaran tatap muka terbatas bagi para siswa. Metode pengabdian yang telah dilaksanakan berupa penyuluhan tentang pentingnya PHBS pada masa pandemi COVID-19. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan meningkatkan pemahaman siswa tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sehingga dapat mencegah penyebaran COVID-19. Penyuluhan diikuti oleh 29 siswa dengan rentang usia 13-16 tahun. Pada penyuluhan ini diberikan pretest dan postest untuk mengukur tingkat pemahamannya. Pretest guna mengukur pengetahuan responden sebelum diberikan edukasi. Postes guna mengukur pemahaman responden setelah diberikan edukasi terkait PHBS. Kegiatan penyuluhan di SMPN 1 Singosari berjalan dengan baik dimana pemahaman para siswa mengalami peningkatan dari 76,9% menjadi 83,79%. Penyuluhan PHBS pada masa pandemi COVID-19 di kalangan para siswa sekolah menengah pertama penting dilakukan untuk mencegah penyebaran dan menurunkan prevalensi COVID-19. Kata kunci: penyuluhan; PHBS; SMP; pandemi, covid-19. ABSTRACTThe pandemic caused by COVID-19 is becoming a major problem globally with increasing cases occurring at all ages. So that the understanding and implementation of PHBS (Clean and Healthy Living Behavior) in school students really needs to be improved during the process of adapting new habits. Due to the significant increase in the number of confirmed cases of Covid-19 patients in the prevalence of the first and second waves in the middle of 2021.This also happened to children who were in the school age group. Moreover, schools have imposed limiled face-to-face learning (PTMT) for student. The method of this activity has been carried out is counseling about the importance of PHBS during thr COVID-19 pandemic. This community service activity aims to provide education and increase student’s understanding of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) so that it can prevent the spread of COVID-19. The community service was attended by 29 students with an age range of 13-16 years old. In this counseling, pretest and posttest were given to measure the level of understanding. Pretest to measure the knowledge of respondents before being given education. Posttest to measure the understanding of respondents after being given education related to PHBS. The counseling activities at SMPN 1 Singosari went well where the student’s understanding increased from 76.9% to 83.79%. PHBS counseling during the COVID-19 pandemic among junior high school students is important to prevent the spread and reduce the prevalence of COVID-19. Keywords: counseling; PHBS; junior high school; pandemic; covid-19.
PENGUATAN KAPASITAS MASYARAKAT MELALUI PENDEKATAN PENGEMBANGAN PARIWISATA DESA BAHARI III KABUPATEN BUTON SELATAN Andy Arya Maulana Wijaya; Herman Lawelai; Anwar Sadat; Nastia Nastia; L.M. Azhar Sa'ban
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i1.7330

Abstract

ABSTRAKTujuan pengabdian masyarakat ini untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam pengembangan pariwisata berbasis partisipasi masyarakat berkaitan erat dengan pemberdayaan dan pengembangan kepariwisataan yang berkelanjutan. Desa Bahari III menjadi salah satu ikon pariwisata pesisir bagi Kabupaten Buton Selatan, dengan ciri kawasan pesisir, masyarakat yang memegang teguh adat istiadat dan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang turut mendukung hal itu. Namun, pengembangan pariwisata yang kini dilakukan belum menempatkan masyarakat sebagai subjek kebijakan pengembangan pariwisatanya. Pendekatan yang menempatkan partisipasi kelompok masyarakat dalam pengembangan pariwisata, yang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan standar kehidupan masyarakat. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah membentuk dasar untuk mendefinisikan model pariwisata berbasis masyarakat yang terdapat di Desa Bahari III. Dengan begitu, pengabdian masyarakat ini digunakan untuk mendeskripsikan kondisi ekonomi desa, partisipasi masyarakat yang memungkinkan adanya kolaborasi dan penciptaan modal sosial. Melalui pengabdian ini dapat menunjukkan bagaimana model ini dapat digunakan untuk menilai tingkat partisipasi masyarakat terkait pariwisata, dan menyarankan tindakan lebih lanjut yang diperlukan. Kata kunci: pengembangan; kapasitas; pariwisata; bahari III. ABSTRACTThe purpose of this community service is to strengthen community capacity in community participation-based tourism development which is closely related to empowerment and sustainable tourism development. Desa Bahari III has become one of the icons of coastal tourism for South Buton Regency, with the characteristics of a coastal area, people who adhere to customs and the socio-economic conditions of the people who support it. However, the tourism development that is currently being carried out has not placed the community as the subject of its tourism development policy. An approach that places community group participation in tourism development, which is carried out with the aim of improving people's living standards. The purpose of this community service is to form the basis for defining the community-based tourism model found in Bahari III Village. That way, this community service is used to describe the economic condition of the village, community participation that allows collaboration and the creation of social capital. Through this service, we can show how this model can be used to assess the level of community participation in tourism, and suggest further actions that are needed. Keywords: development; capacity; tourist; bahari III.
PENDAMPINGAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN PEMILAHAN SAMPAH DI KELURAHAN SELILI, KECAMATAN SAMARINDA ILIR Andira Apriliana; Nur Wahdini; Vita Pramaningsih; Reni Suhelmi; Andi Daramusseng
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i1.7315

Abstract

ABSTRAKSampah merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang memerlukan perhatian serius. Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Secara umum jenis sampah dapat dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu sampah organik/basah dan sampah anorganik/kering. Metode yang digunakan melalui beberapa tahap yaitu prakegiatan : survei dan penentuan lokasi, menentukan prioritas masalah ; tahap kegiatan meliputi wawancara, questioner, penyuluhan; tahap evaluasi : pengolahan data hasil questioner dan pelaporan. Berdasarkan hasil Pre-Test terkait pengetahuan pemilahan sampah, terdapat 4 (30,8%) responden yang memiliki pengetahuan kurang, 2 (15,4%) responden yang memiliki pengetahuan cukup, dan 7 (53,8%) responden yang memiliki pengetahuan baik. Selanjutnya hasil Post-test terkaitpengetahuanpemilahansampah, diperoleh 0 (0%) responden yang memiliki pengetahuan kurang, 3 (23,1%) responden yang memilikipengetahuancukup, dan 10 (76,9%) responden yang memiliki pengetahuan baik. Berdasarkan hasil pretest dan post-test dari data uji statistik terdapat peningkatan pengetahuan setelah diberikan intervensi berupa penyuluhan edukasi pemilahan sampah dengan topik Pemilahan Sampah di Kelurahan Selili RT.35 Kecamatan Samarinda Ilir Kota Samarinda. Penyuluhan memberikan pengaruh positif dalam peningkatan pengetahuan masyarakat. Kata kunci: pemilahan;pengetahuan; penyuluhan; sampah. ABSTRACTGarbage is one of the environmental problems that requires serious attention. Garbage is a material that is wasted or disposed of from sources resulting from human activities and natural processes that do not yet have economic value. The purpose of community service is to determine the level of community knowledge in waste management. In general, the types of waste can be divided into 2 (two), namely organic/wet waste and inorganic/dry waste. The method used is through several stages, namely pre-activity: survey and location determination, determining problem priorities; the activity stage includes interviews, questionnaires, counseling; evaluation stage: data processing of questionnaire results and reporting. Based on the results of the Pre-Test related to waste sorting knowledge, there are 4 (30.8%) respondents who have less knowledge, 2 (15.4%) respondents who have sufficient knowledge, and 7 (53.8%) respondents who have good knowledge. . Furthermore, the results of the Post-test related to knowledge of waste sorting, obtained 0 (0%) respondents who have less knowledge, 3 (23.1%) respondents who have sufficient knowledge, and 10 (76.9%) respondents who have good knowledge. Based on the results of the pretest and post-test of statistical test data, there was an increase in knowledge after being given an intervention in the form of education counseling on waste sorting with the topic of Waste Sorting in Selili Village, RT.35, Samarinda Ilir District, Samarinda City. Counseling has a positive influence in increasing public knowledge. Keywords: sorting; knowledge; counseling ;garbage. 
EDUKASI MANFAAT VAKSINASI COVID-19 DALAM UPAYA PENINGKATAN KEIKUTSERTAAN MASYARAKAT Mukhamad Mustain; Luvi Dian Afriyani
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i1.7522

Abstract

ABSTRAKCoronavirus 2019 (Covid-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh sindrom pernapasan akut coronavirus 2 (Sars-CoV-2) dengan gejala umum batuk, demam, kelelahan, kehilangan rasa atau bau dan sakit tenggorokan. Kasus Covid-19 masih tinggi di Indonesia dan salah satu upaya pencegahan penyebaran virus yang paling efektif yaitu dengan pemberian vaksinasi Covid-19. Vaksinasi Covid-19 merupakan program pemerintah dengan sasaran dari usia anak sampai lansia. Angka cakupan vaksinasi Covid-19 masih rendah. Salah satu penyebab adalah masih rendah tingkat pengetahuan warga tentang manfaat vaksinasi Covid-19. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan warga tentang manfaat vaksinasi Covid-19. Metode yang digunakan yaitu ceramah, tanya jawab, kuis, pre dan postes dan diskusi. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pengetahuan warga sebelum edukasi tentang vaksinasi Covid-19 dengan kategori cukup sebanyak 37.5%, dan pengetahuan warga setelah dilakukan edukasi dengan kategori baik sebesar 46%. Kesimpulan kegiatan pengabdian masyarakat adalah kegiatan berjalan baik dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang vaksinasi Covid-19 dan diperlukan monitoring keikutsertaan masyarakat dalam vaksinasi Covid-19 secara berkala. Kata kunci: edukasi; vaksinasi covid-19; keikutsertaan masyarakat. ABSTRACTCoronavirus 2019 (Covid-19) is an infectious disease caused by acute respiratory syndrome coronavirus 2 (Sars-CoV-2) with common symptoms of cough, fever, fatigue, loss of taste or smell and sore throat. Covid-19 cases are still high in Indonesia and one of the most effective efforts to prevent the spread of the virus is by giving the Covid-19 vaccination. The Covid-19 vaccination is a government program with targets from children to the elderly. The Covid-19 vaccination coverage rate is still low. One of the reasons is the low level of public knowledge about the benefits of the Covid-19 vaccination. The purpose of this activity is to increase people's knowledge about the benefits of Covid-19 vaccination. The method used is lecture, question and answer, quiz, pre and posttest and discussion. The results of this community service activity are the knowledge of citizens before education about Covid-19 vaccination with a sufficient category of 37.5%, and knowledge of citizens after education with a good category of 46%. The conclusion of community service activities is that activities go well and increase public knowledge about Covid-19 vaccination and it is necessary to monitor community participation in Covid-19 vaccinations on a regular basis. Keywords: education; covid-19 vaccination;community participation.
PENDAMPINGAN IDENTIFIKASI POTENSI WISATA DALAM MENDUKUNG TATA KELOLA DESTINASI WISATA DI KOTA MOJOKERTO M. Johan Efendi; Khasbulloh Huda; Oktaviani Permatasari; Sugeng Eko Yuli Waluyo; Yuyu Jahratu Noor Santy; Oktaviani Permatasari; Zenita Afifah Fitriyani
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i1.7481

Abstract

ABSTRAKKota Mojokerto sebagai daerah otonom yang terletak tidak jauh dari Surabaya Ibukota Provinsi Jawa Timur menyimpan berbagai berbagai potensi wisata diantaranya adalah wisata sejarah, wisata edukasi, wisata alam, wisata kuliner, dan masih banyak lagi potensi lainnya yang masih tersimpan. Potensi ini masih membutuhkan peran serta dari pemerintah daerah dengan dukungan masyarakat agar dapat menjadi destinasi wisata yang layak jual guna memberikan kesejahteran bagi masyarakat Kota Mojokerto. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan pendampingan kepada masyarakat dalam hal ini kepada lembaga atau komunitas untuk mengidentifikasi potensi destinasi wisata yang disesuaikan dengan indikator agar layak dikunjungi oleh wisatawan lokal Mojokerto ataupun dari berbagai kota di Jawa Timur. Pelaksana dari kegiatan ini adalah tim dosen dari Universitas Mayjen Sungkono bekerjasama denga Disporabudpar Kota Mojokerto. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 08-17 September 2020. Kegiatan ini menghasilkan berbagai temuan dilapangan bahwa masih banyak potensi wisata yang harus digarap secara bersama oleh Pemerintah Kota Mojokerto dengan didukung oleh masyarakat sekitar. Beberapa potensi destinasi tersebut telah dapat diidentifikasi dengan beberapa indikator seperti kelembagaan, perijinan, visi dan misi, profil wisata, grand design destinasi wisata, desain promosi, penegakan protokol kesehatan COVID-19, kampanye sapta pesona, manajemen administrasi, dan dukungan aksesibilitas. Hasil identifikasi dari dengan beberapa indikator tersebut telah mampu menyajikan data tentang potensi wisata di Kota Mojokerto yang layak dan siap untuk dikunjungi oleh wisatawan lokal Kata kunci: identifikasi potensi wisata; pemerintah; destinasi wisata. ABSTRACTMojokerto City as an autonomous region located not far from Surabaya, the capital city of East Java Province, holds various kinds of tourism potential, including historical tourism, educational tourism, nature tourism, culinary tourism, and many other potentials that are still stored. This potential still requires the participation of the local government with the support of the community in order to become a tourist destination that is worth selling in order to provide welfare for the people of Mojokerto City. The purpose of this activity is to carry out this activity for the community in this case to the institution or community to identify the tourism potential they have, so that they are worthy of being visited by local tourists from Mojokerto or from various cities in East Java. The implementer of this activity is a team of lecturers from the University of Mayjen Sungkono who understands the Disporabudpar of Mojokerto City. This activity took at 08-17 September 2020. This activity resulted in various findings in the field including many tourism potentials that must be worked on jointly by the Mojokerto City Government supported by the surrounding community. Some of these potential destinations can be identified with several indicators such as institutions, licensing, vision and mission, tourism profiles, grand design of tourist destinations, promotional designs, enforcement of COVID-19 health protocols, Sapta Pesona campaigns, administrative management, and accessibility support. The results of these indicators are able to present initial data on tourism potential in Mojokerto are feasible and ready to be visited by local tourists. Keywords:  identification of tourism potential; governance; travel destinations
PENINGKATAN PENGETAHUN MASYARAKAT TERKAIT PEMAHAMAN ALUR PELAYANAN GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT Romaden Marbun; Rea Ariyanti; Vincensia Dea
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i1.7251

Abstract

ABSTRAKRumah Sakit merupakan pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat. Instalasi Gawat Darurat (IGD) berfungsi menerima, menstabilkan dan mengatur pasien yang membutuhkan penanganan kegawatdaruratan segera, baik dalam kondisi sehari-hari maupun bencana. Kasus kematian dan kecacatan akibat pertolongan yang salah atau  lambat pada pasien terutama di IGD sering terjadi. Keterlambatan dalam penanganan pasien gawat darurat dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan bukan saja dari tenaga kesehatan tetapi juga masyarakat baik pasien, keluarga pasien atau orang yang hendak menolong pasien tersebut dari segi pemahaman alur pelayanan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya warga Dusun Sukosari Poncokusumo dalam pemahaman alur gawat darurat di fasilitas pelayanan kesehatan. Metode penyuluhan dilakukan secara luring bersama ibu-ibu PKK Dusun Sukosari yang merupakan warga dan kader kesehatan dusun. Kegiatan dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan dengan penjelasan materi melalui powerpoint, pembagian flyer dan video pelmbelajaran. Masyarakat yang terlibat sebanyak 25 orang. Tahap evaluasi dilakukan melalui pertanyaan evaluasi terkait tema yang diambil. Hasil kegiatan diperoleh peningkatan pengetahuan masyarakat dari rata-rata 38,4 menjadi 90,4 dengan skor maksimal 100. Kegiatan berjalan dengan baik dan perlu adanya monitoring lebih lanjut. Kata kunci: pengetahuan; masyarakat; gawat darurat; alur pelayanan. ABSTRACTHospital is a health service that provides complete individual health services that provide inpatient, outpatient and emergency services. The Emergency Department functions to receive, stabilize and manage patients who need immediate emergency treatment, both in daily conditions and in disasters. Cases of death and disability due to wrong or slow help in patients, especially in the emergency departement, often occur. Delays in handling emergency patients can occur due to lack of knowledge not only from health workers but also from the community, both patients, patients' families or people who want to help these patients in terms of understanding the flow of services. The purpose of this activity is to increase public knowledge, especially the residents of Sukosari Poncokusumo Hamlet in understanding the emergency flow in health care facilities. The counseling method was carried out offline with PKK Sukosari women who were residents and hamlet health cadres. The activity was carried out for 3 meetings with material explanations through powerpoint, distribution of flyers and learning videos. There were 25 people involved. The evaluation stage is carried out through evaluation questions related to the chosen theme. The results of the activity showed an increase in community knowledge from an average of 38.4 to 90.4 with a maximum point of 100. The activity went well and needed further monitoring. Keywords: knowledge; public; emergency; service flow.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DALAM PERANCANGAN VIDEO BRANDING DESA WISATA CAU BELAYU KABUPATEN TABANAN Syarifah Nabilah Rachmat; Putri Ekaresty Haes; Made Ayu Anggi Puspitadewi; Gusti Ayu Putu Wirasanti; Kania Putri Abubakrin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i1.7703

Abstract

ABSTRAKDesa Cau Belayu adalah sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Desa Cau Belayu memiliki potensi wisata yang cukup menonjol dengan keasrian alamnya serta pengalaman yang diberikan. Adapun berbagai ragam tempat wisata yang dapat dinikmati oleh wisatawan seperti Air Terjun Pengempu, Tubbing, Becak, dan Camping ground. Terlepas dari keindahan yang dimiliki, Desa Cau Belayu masih belum banyak diketahui oleh warga lokal ataupun wisatawan asing. Dengan itu, upaya yang dilakukan untuk memperkenalkan wisata dari Cau Belayu yakni dengan melakukan pembuatan video branding bersama masyarakat Desa Cau Belayu serta Mahasiswa KKN UNDIKNAS yang bertujuan untuk mengajak wisatawan agar berkunjung dan tetap menjaga keindahan serta keasrian alam dari Desa Cau Belayu, video ini dipublikasikan di media sosial. Kata kunci: desa cau belayu; promosi; media; video branding. ABSTRACTCau Belayu Village has tourism potential that is quite prominent with its natural beauty and the experience it provides. There are various kinds of tourist attractions that can be enjoyed by tourists such as Pengmpu Waterfall, Tubbing, Becak, and Camping ground. Apart from its beauty, Cau Belayu Village is still not widely known by local residents or foreign tourists. Cau Belayu Village is a village located in the Marga District, Tabanan Regency. Cau Belayu Village has tourism potential that is quite prominent with its natural beauty and the experience it provides. The various tourist attractions that can be enjoyed by tourists such as Pengmpu Waterfall, Tubbing, Pedicab, and Camping ground. Apart from its beauty, Cau Belayu Village is still not widely known by local residents or foreign tourists. With that, the effort made to introduce tourism from Cau Belayu is by making a branding video with the Cau Belayu Village community and UNDIKNAS KKN students which aims to invite tourists to visit and maintain the beauty and natural beauty of Cau Belayu Village, this video is published on social media. Keywords: cau belayu village; promotion; media; branding video.
PENDAMPINGAN PEMANFAATAN JAHE MERAH SEBAGAI BAHAN PENGOBATAN NON-FARMAKOLOGI PADA MASYARAKAT DESA KARANG BAYAN Awan Dramawan; Rusmini Rusmini; Mira Utami Ningsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i1.6622

Abstract

ABSTRAKPemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan dapat diupayakan dengan memampukan masyarakat menyediakan bahan-bahan obat dari sumber-sumber yang mudah dijangkau dari alam sekitar. Bahan-bahan obat tersebut dapat bersumber dari tanaman budidaya. Salah satu contoh tanaman obat yang telah terbukti dapat menurunkan nyeri sendi dan berkhasiat menyembuhkan penyakit lainnya adalah tanaman jahe merah. Kandungan minyak atsiri dan zingeron pada jahe merah akan menghambat reseptor nyeri pada serabut saraf karena jahe memberikan efek pedas dan panas. Tanaman ini selain berkhasiat juga mudah di budidayakan. Desa Karang Bayan dengan ketersediaan lahan tidur yang luas dan subur berpotensi memanfaatkannya untuk menanam tanaman jahe merah dan tanaman obat lainnya. Tujuan kegiatan pengabdian yang dilaksanakan adalah untuk meningkatkan keterampilan masyarakat Desa Karang Bayan dalam melakukan kegiatan pemanfaatan jahe merah sebagai alternatif pengobatan non-farmakologi nyeri sendi pada lansia dan masyarakat Karang Bayan pada umumnya. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui penyuluhan, demonstrasi dan kegiatan menanam langsung bibit jahe merah di area rumah warga dan lahan milik kelompok tani di Desa Karang Bayan. Setelah dilakukan penyuluhan 75% masyarakat memahami tentang penyebab nyeri sendi dan keluhan kesehatan yang sering dialami. 75% masyarakat memahami manfaat tanaman jahe merah dan tanaman obat lainnya serta memahami cara mengolahnya menjadi obat. 75% masyarakat dapat mendemonstrasikan cara pengolahan jahe merah menjadi obat, minuman berkhasiat bagi kesehatan dan lainnya. 80% lahan tidur di Desa Karang Bayan telah ditanami tanaman jahe merah dan tanaman obat lainnya. Kata Kunci : jahe merah; tanaman obat keluarga; nyeri sendi; obat herbal ABSTRACTEmpowering community in the health sector can be attempted by enabling the community to provide medicinal substances from easily accessible sources from the nature in their own environment. These medicinal substance can be sourced from plants that can be cultivated by the community. One example of a medicinal plant that has been proven in several studies to reduce joint pain and is efficacious in curing other diseases is the red ginger plant. The content of essential oils and zingeron in red ginger will inhibit pain receptors in nerve fibers because ginger has a spicy and hot effect. This plant is not only nutritious but also easy to cultivate. Karang Bayan Village with the availability of vast and fertile unused land has the potential to use it to plant red ginger and other medicinal plants. The purpose of the service activities carried out is to improve the skills of the Karang Bayan Village community in carrying out activities to use red ginger as an alternative to non-pharmacological treatment of joint pain in the elderly and the Karang Bayan community in general. This service activity is carried out through counseling, demonstrations and direct planting of red ginger seeds and other medicinal plants on vacant land owned by residents and land belonging to farmer groups in Karang Bayan Village. After the counseling, 75% of the people understand about the causes of joint pain and health complaints that are often experienced. 75% of the people understand the benefits of red ginger and other medicinal plants and understand how to process them into medicine. 75% of the community can demonstrate how to process red ginger into medicine, nutritious drinks for health and others. 80% of unused land in Karang Bayan Village has been planted with red ginger and other medicinal plants. Keywords: red ginger; medicinal plants; joint pain; herbal medicine
PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN DI SD NEGERI 3 SULAHAN Desak Putu A. Janawati; I Nengah Sueca
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i1.7714

Abstract

ABSTRAKPengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca dan menulis permulaan siswa kelas I di SD Negeri 3 Sulahan. Selama pandemi Covid-19, proses pembelajaran di sekolah berjalan secara daring dengan dibimbing orang tua. Banyak orang tua siswa kurang memahami penanaman konsep membaca dan menulis permulaan. Setelah hampir dua tahun pandemi akibat covid-19, pembelajaran di sekolah mulai dibuka secara bertahap dengan tetap mematuhi protokol kesehatan demi keamanan bersama. Namun, pembelajaran membaca permulaan di SD 3 Sulahan masih terkendala yang mengakibatkan rendahnya kemampuan membaca dan menulis permulaan siswa. Setelah pembelajaran tatap muka diberlakukan, diadakakanlah pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan pendampingan pembelajaran membaca dan menulis permulaan siswa kelas I SD Negeri 3 Sulahan. Berdasarkan observasi yang dilakukan banyak siswa yang belum terampil dalam membaca dan menulis permulaan sehingga pendampingan pembelajatan membaca dan menulis permulaan sangat penting dilakukan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pendampingan pengabdian ini adalah PALS (participatory action learning system). Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa pendampingan pembelajaran membaca dan menulis dapat meningkatkan keterampilan membaca dan menulis siswa SD Negeri 3 Sulahan. Dari hasil tes membaca dan menulis permulaan terjadi peningkatan kemampuan membaca dan menulis permulaan sebesar 32%. Hasil kemapuan membaca dan menulis permulaan yang awalnya 57 menjadi 75,24. Dengan demikian pendampingan pembelajaran membaca dan menulis permulaan dapat meningkatkan kemampuan siswa SD Negeri 3 Sulahan.   Kata kunci: pendampingan; membaca menulis permulaan. ABSTRACTThis service aims to improve the reading and writing skills of first graders at SD Negeri 3 Sulahan. During the Covid-19 pandemic, the learning process at schools runs online under the guidance of parents. Many parents of students do not understand the concept of early reading and writing. After almost two years of the COVID-19 pandemic, learning in schools has begun to be opened gradually while still adhering to health protocols for mutual safety. However, learning to read at the beginning of SD 3 Sulahan is still hampered which results in the low ability of students to read and write at the beginning. After face-to-face learning is implemented, community service is held by providing assistance in learning to read and write for the first graders of SD Negeri 3 Sulahan. Based on observations made by many students who are not yet skilled in reading and writing beginning, so that mentoring in early reading and writing is very important. The method used in this service assistance activity is PALS (participatory action learning system). The results of this service indicate that mentoring in reading and writing learning can improve the reading and writing skills of SD Negeri 3 Sulahan students. From the results of the initial reading and writing test, there was an increase in initial reading and writing ability by 32%. The initial reading and writing ability results from 57 to 75.24. Thus, mentoring in early reading and writing learning can improve the ability of SD Negeri 3 Sulahan students. Keywords: assistance; early reading and writing.
PELATIHAN PEMBUATAN MASK STRAP KEPADA MAHASISWI SEBAGAI PELUANG BISNIS DIERA PANDEMI Try Wulandari; Shafiera Lazuarni; Putri Arista
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i1.7901

Abstract

ABSTRAKPandemi covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini bahkan muncul varian terbaru, yaitu varian omicron. Hal ini tentunya harus disikapi dengan lebih bijak dan berhati-hati. Sayangnya, banyak masyarakat yang justru mulai teledor menjalankan protokol kesehatannya seperti menggunakan masker dengan tidak benar. Seringnya menurunkan masker ke dagu, mendorong tim PkM memberikan pelatihan pembuatan strap mask kepada para mahasiswa/i. Strap mask ini diharapkan dapat menjadi solusi agar masyarakat tidak lagi menurunkan maskernya di dagu. Selain itu, strap mask ini juga dapat menjadi peluang bisnis yang dapat dicoba oleh para mahasiswa. Target pelatihan ini adalah mahasiswa yang sedang berkuliah secara daring sehingga mahasiswa juga dapat menjadi lebih produktif dan kreatif meskipun hanya di rumah saja. Pelatihan berjalan dengan lancar dan semua mahasiswi dapat mengikuti pelatihan dengan baik. Hasil strap mask yang dibuat oleh para mahasiswa juga sudah baik dan sesuai dengan harapan tim PkM. Oleh karena itu, besar harapan tim PkM bahwa para mahasiswa dapat meneruskan pelatihan ini dan menjadikan strap mask ini untuk menambah penghasilan mereka. Kata kunci: pandemi; peluang bisnis; strap mask ABSTRACTThe COVID-19 pandemic, which is still ongoing today, has even appeared in the latest variant, namely the Omicron variant. This of course must be addressed more wisely and carefully. Unfortunately, many people are starting to neglect their health protocols, such as using masks incorrectly. Frequently lowering the mask to the chin, prompted the PkM team to provide training on making strap masks to students. This strap mask is expected to be a solution so that people no longer lower their masks on their chins. In addition, this strap mask can also be a business opportunity that students can try. The target of this training is students who are studying online so that students can also be more productive and creative even if only at home. The training went smoothly and all female students were able to take part in the training well. The results of the strap masks made by the students were also good and in line with the expectations of the PkM team. Therefore, the PkM team hopes that the students can continue this training and use this strap mask to increase their income. Keywords: business opportunity; pandemic; strap mask

Page 56 of 272 | Total Record : 2711