cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
civicus.ummat@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram, Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
ISSN : 23389680     EISSN : 2614509X     DOI : https://doi.org/10.31764/civicus.
Core Subject : Social,
Jurnal Civicus merupakan salah satu jurnal yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram dengan e-ISSN 2614-509X dan p-ISSN 2338-9680. Adapun kajian publikasi jurnal Civicus yakni (1) Ilmu Social, Ilmu Hukum, Pancasila dan Kewarganegaraan; (2) teori pembelajaran, pengembangan pembelajaran, Penerapan pembelajaran, model-model pembelajaran pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan; (3) hasil penelitian, pengabdian kepada masyarakat
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
Penguatan Nilai-Nilai Nasionalisme melalui Pendidikan Pancasila sebagai Dampak dari Budaya FoMO (Fear of Missing Out) pada Siswa SMAN Colomadu Mutiatul Atsna; Anita Trisiana; Ama Farida Sari
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 14, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v14i1.37942

Abstract

Kemajuan teknologi membuat saling terhubung melalui jaringan global, informasi tersebar luas dengan mudah dan cepat di tengah arus globalisasi mulai dari ilmu pengetahuan, budaya, dan gaya hidup, sehingga akan mudah diakses oleh siapa saja, terutama remaja. Hal ini tentunya membawa dampak positif dan negatif bagi semua kalangan, terutama remaja yang masih labil dalam pemanfaatan teknologi, sehingga perlu diterapkan penguatan nilai-nilai nasionalisme melalui pendidikan Pancasila sebagai benteng bagi remaja agar tidak terbawa arus yang dapat berdampak negatif, baik ketergantungan pada penggunaan teknologi maupun dipengaruhi oleh budaya luar dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi jenis dan dampak budaya FoMO (Fear of Missing Out) yang dialami oleh siswa SMA Colomadu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SMA Colomadu sering mengikuti tren saat ini namun siswa dapat membatasi diri dan tetap menghargai produk lokal, nilai-nilai tersebut dapat terjadi tentunya karena kebiasaan yang selalu ditanamkan dan diperkuat melalui pendidikan Pancasila. Kesimpulan penelitian ini menekankan bahwa Pancasila tidak hanya berperan sebagai ideologi nasional dan alat pemersatu bangsa Indonesia, tetapi juga memiliki potensi untuk dikenalkan sebagai alternatif pandangan dunia yang seimbang. Dengan demikian, perlu adanya Penguatan nilai-nilai Nasionalisme melalui pendidikan Pancasila.Technological advances make interconnected through global networks, information is widely disseminated easily and quickly in the midst of the flow of globalization ranging from science, culture, and lifestyle, so that it will be easily accessible to anyone, especially teenagers. This certainly has a positive and negative impact on all circles, especially teenagers who are still labile in the use of technology, so it is necessary to apply the strengthening of nationalism values through Pancasila education as a fortress for teenagers so that they are not carried away by currents that can have a negative impact, both dependence on the use of technology and being influenced by outside culture in daily life. This study aims to find out and identify the types and impacts of FoMO (Fear of Missing Out) culture experienced by Colomadu High School students. The results of the study show that Colomadu High School students often follow current trends but students can limit themselves and still appreciate local products, these values can occur, of course, because of habits that are always instilled and strengthened through Pancasila education. The conclusion of this study emphasizes that Pancasila not only plays a role as a national ideology and a unifying tool of the Indonesian nation, but also has the potential to be introduced as an alternative to a balanced worldview. Thus, it is necessary to strengthen the values of Nationalism through Pancasila education
Pengaruh Penayangan Film Pendek Terhadap Civic Disposition Peserta Didik: Studi Kuasi Eksperimen di SMAN 1 Purwokerto Regita Anindya; Eko Priyanto; Efi Miftah Faridli; Elly Hasan Sadeli
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 14, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v14i1.38692

Abstract

Penguatan civic disposition merupakan determinan krusial dalam Pendidikan Kewarganegaraan yang mencakup pengintegrasian dimensi karakter privat dan publik. Fenomena rendahnya internalisasi nilai kewarganegaraan seringkali dipicu oleh penggunaan instruksional konvensional yang bersifat teoretis. Penelitian ini berfokus pada tujuan untuk mengivestigasi signifikansi penggunaan media berupa film pendek sebagai instrumen pedagogis dengan konteks mentransformasi karakter kewarganegaraan peserta didik. Studi ini menggunakan pendekatan dengan sifat kuantitatif eksperimen desain Pretest-Posttest Control Group, data dianalisis secara komprehensif melalui serangkaian uji statistic parametrik. Hasil uji normalitas Shapiro-Wilk mengonfirmasi distribusi data yang normal (p > 0,05), semetara ketiadaan variansi pada indikator media kelompok kontrol memvalidasi eksklusivitas intervensi pada kelompok eksperimen. Temuan melalui Paired Sample t-Test menunjukkan eskalasi capaian yang signifikan secara internal (p < 0,001). Kemudian uji Independent Sample t-Test membuktikan superioritas capaian kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol (t = 4,689; p < 0,001) dengan ukuran efek substansial (large effect size). Secara spesifik, analisis regresi menunjukkan kontribusi pengaruh yang lebih dominan pada indikator public character (R2 = 0,281) dibandingkan private character (R2 = 0,237). Hal ini mempresentasikan bahwa visualisasi naratif dalam media film pendek lebih efektif dalam menstimulasi kognisi social dan perilaku public peserta didik. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya inovasi media audio-visual dalam kurikulum Pendidikan kewarganegaraan guan memitigasi stagnasi karakter peserta didik di era digital. The reinforcement of civic disposition serves as a crucial determinant in civic education, encompassing the integration of both private and public character dimensions. The low internalization of civic values is frequently triggered by conventional instructional approaches that remain overly theoretical and abstract. This study aims to investigate the significance of utilizing short films as a pedagogical instrument in transforming student’s civic dispositions. Adopting a quantitative approach with a quasi-experimental non-equvalent control group design, the data were comprehensively analyzed through a series of parametic statiscal tests. The Shapiro-Wilk normality test confirmed a normal distribution across datasets (p > 0,05), while the absence of variance in the control control group’s media indicators validated the exclusivity of the intervation within the experimental group. Findings from the Paired Sample t-Test indicated a significant internal escalation of scores (p < 0,001). Furthermore, the Independent Sample t-Test demonstrated the superior performance of the experimental group compared to the control group (t = 4,689; p < 0,001) with a substantial effect size. Specifically, regression analysis revealed a more dominant contribution to the public character indicator (R2 = 0,281) than to the private character indicator (R2 = 0,237). These result represent that narrative visualization in shorts films is more effective in stimulating student’s social cognition and public behavior. The implications of this study emphasize the necessity of innovative audio-visual media within the civic education curriculum to mitigate the stagnation of character development in the digital era.
Pembinaan Karakter Kepemimpinan Pada Organisasi Resimen Mahasiswa Universitas Mataram Zemi Azrin; Lalu Sumardi; Sawaludin Sawaludin; Edy Kurniawansyah
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 14, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v14i1.31724

Abstract

Kepemimpinan mahasiswa merupakan salhh satu kompetensi yang perlu dibentuk melalui organisasi kemahasiswaan. Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Mataram menjadi salah satu wadah strategis dalam upaya pembinaan karakter kepemimpinan berbasis kedisiplinan dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembinaan karakter kepemimpinan yang diterapkan di Menwa Unram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian ini terdiri dari pengurus organisasi dan senior alumni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat strategi utama dalam pembinaan karakter kepemimpinan yaitu: pembinaan mental dan fisik, peningkatan kemampuan komunikasi, latihan kepemimpinan melalui pendelegasian tugas, serta penanaman nilai disiplin. Faktor pendukung mencakup dukungan institusional, peran aktif senior dan alumni, serta ketersediaan fasilitas organisasi. Adapun faktor hambtan yang dihadapi meliputi rendahnya partisipasi anggota aktif serta benturan jadwal kegiatan dengan jadwal kuliah. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembinaan karakter kepemimpinan di Menwa Unram bersifat kontekstual dan berbasis pengalaman langsung yang berperan dalam membentuk kader pemimpin mahasiswa yang berintegritas, tangguh, dan bertanggung jawab.Student leadership is one pf the essential competencies that needs to be developed through student organization. The Student Regiment (Menwa) at the University of Mataram serves as a strategic platform for fostering leadership character based on discipline and responsibility. This study aims to describe the strategies for leadership character development implemented within the student regiment (Menwa) at the University of Mataram. This research employs a qualitative descriptive approach with data collected through interviews, observations, and documentation. The informants consist of current organizational administrator and senior alumni. The findings reveal four main strategies: mental and physical training, enhancement of communication skills, leadership practice through task delegation, and the inculcation of discipline values. The supporting include institutional support, the active role of seniors alumni, and the availability of adequate organizational facilities. Meanwhile, inhibiting factors include low partipation of active members and scheduling conflicts between organizational activies and academic responsibilities. The study concludes that leadership character development in Menwa Unram is contextual and ground in direc experience, playing a vital role in shaping students leaders who are resilient, responsible, and uphold integrity.
Implementasi P5 dalam Meningkatkan Karakter Kesadaran Norma Kesopanan Terhadap Siswa Sekolah Menengah Pertama di Purwokerto Eva Nurmustika Sari; Ratna Kartika Wati; Eko Priyanto
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 14, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v14i1.39615

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam meningkatkan karakter kesadaran norma kesopanan siswa sekolah menengah pertama di Purwokerto. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya kesadaran norma kesopanan siswa yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, lingkungan pergaulan, serta kurang optimalnya pembinaan karakter dalam lingkungan keluarga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilaksanakan di SMP Negeri 3 Purwokerto, SMP Negeri 4 Purwokerto, dan SMP Negeri 9 Purwokerto. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi P5 dilaksanakan melalui kegiatan kokurikuler berbasis proyek yang terintegrasi dengan pembiasaan karakter, seperti budaya 5S, kerja kelompok, refleksi, dan keteladanan guru. Implementasi tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran norma kesopanan siswa yang ditunjukkan melalui perilaku menghormati guru, penggunaan bahasa santun, kepatuhan terhadap tata tertib sekolah, serta meningkatnya tanggung jawab sosial. Kendala yang dihadapi meliputi pengaruh media sosial, lingkungan pergaulan, dan kurang optimalnya dukungan keluarga. Solusi yang diterapkan sekolah berupa penguatan pembinaan karakter, peningkatan kerja sama dengan orang tua, serta integrasi nilai-nilai kesopanan dalam seluruh aktivitas sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila efektif dalam meningkatkan karakter kesadaran norma kesopanan siswa apabila dilaksanakan secara konsisten dan didukung oleh sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial.This study examines the implementation of the Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) in improving junior high school students’ awareness of politeness norms in Purwokerto. The study was motivated by the declining awareness of politeness norms among students due to technological developments, peer influence, and the limited role of character education in the family environment. This research employed a qualitative descriptive method conducted at SMP Negeri 3 Purwokerto, SMP Negeri 4 Purwokerto, and SMP Negeri 9 Purwokerto. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings indicate that P5 was implemented through project-based co-curricular activities integrated with character-building practices, including the 5S culture, collaborative learning, reflection sessions, and teachers’ role modeling. The implementation contributed positively to students’ awareness of politeness norms, reflected in respectful behavior, polite communication, obedience to school rules, and stronger social responsibility. The main obstacles included social media influence, peer environment, and limited family support. Schools addressed these challenges through character reinforcement programs, parental collaboration, and the integration of politeness values into daily school activities. The study concludes that P5 is effective in improving students’ awareness of politeness norms when implemented consistently with support from schools, families, and the surrounding social environment.