cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
pendekar.ummat@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram Jln. KH. Ahmad Dahlan, No. 1, Pagesangan, Kota Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter
ISSN : -     EISSN : 26151421     DOI : 10.31764/pendekar
Core Subject : Education,
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter adalah jurnal yang dikelola oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) yang secara khusus menerbitkan hasil penelitian dosen, mahasiswa semester akhir termasuk guru sekolah maupun kegiatan penelitian ilmiah lainnya di bidang pendidikan. Adapun cakupannya meliputi hasil penelitian di bidang matematika dan ilmu alam, teknologi informasi dalam pembelajaran, sosio geografis, agama dan budaya, bahasa dan sastra, serta humaniora. Terbit dua kali setahun yakni bulan April dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 355 Documents
Penerapan Strategi Pembelajaran Berbasis Kepedulian Lingkungan untuk Meningkatkan Karakter Peduli Lingkungan Siswa Kelas III SD Negeri 133 Parmompang Siti Marwiyah; Ali Yusron; Marwah Lubis
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i2.39977

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the strategies of classroom teachers in fostering environmental awareness among third-grade students at SD Negeri 133 Parmompang and identify factors that support and hinder its implementation. The study used a qualitative descriptive approach with third-grade teachers, principals, and students as subjects. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that teachers implemented direct learning strategies, role models, habituation through routine "Clean Saturday" activities, contextual learning, project-based learning, and spontaneous activities in the form of providing motivation, rewards, and reprimands. These implementation strategies were evident in student involvement in classroom cleaning activities, caring for school plants, using positive habits in daily interactions, and participating in school greening activities. Supporting factors for the implementation of the strategies included the principal's support, the availability of facilities and infrastructure, supportive school programs, and cooperation between students. Meanwhile, inhibiting factors included low awareness among some students, limited learning time, the influence of the environment outside the school, and limited certain facilities. Research findings show that the formation of environmentally conscious character in elementary school students requires the implementation of diverse, consistent strategies that are integrated with school culture so that environmental values can be internalized in students' daily activities.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru kelas dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan pada siswa kelas III SD Negeri 133 Parmompang serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru kelas III, kepala sekolah, dan siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi pembelajaran langsung, keteladanan, pembiasaan melalui kegiatan rutin “Sabtu Bersih”, pembelajaran kontekstual, pembelajaran berbasis proyek, serta kegiatan spontan berupa pemberian motivasi, penghargaan, dan teguran. Implementasi strategi tersebut terlihat dari keterlibatan siswa dalam kegiatan kebersihan kelas, perawatan tanaman sekolah, penggunaan kebiasaan positif dalam interaksi sehari-hari, serta partisipasi dalam kegiatan penghijauan sekolah. Faktor pendukung pelaksanaan strategi meliputi dukungan kepala sekolah, ketersediaan sarana dan prasarana, program sekolah yang mendukung, serta kerja sama antar siswa. Sementara itu, faktor penghambat meliputi rendahnya kesadaran sebagian siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, pengaruh lingkungan luar sekolah, dan keterbatasan fasilitas tertentu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter peduli lingkungan pada siswa sekolah dasar memerlukan penerapan strategi yang beragam, konsisten, dan terintegrasi dengan budaya sekolah agar nilai-nilai kepedulian lingkungan dapat diinternalisasikan dalam aktivitas sehari-hari siswa.
Evaluasi Program Paskibra untuk Pengembangan Karakter Peserta Didik Juniar Rosydinar; Tyara Diva Dwi Amalia; Heryanto Susilo; Tri Ulya Qodriyati
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i2.40199

Abstract

Abstract: This study aims to evaluate the Paskibra program in developing student character. The study used a qualitative approach with an evaluative research design and the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation involving Paskibra instructors, trainers, active members, and alumni. The results indicate that in context, the Paskibra program aligns with the school's needs to support student character development. In terms of input, the program is supported by experienced trainers and instructors, a well-structured organization, and adequate facilities. In terms of process, program activities are carried out in a planned manner through routine practice, member education and training, joint practice, character development activities, and participation in various competitions. Regarding the product aspect, this program has a positive impact on student character development, especially in terms of discipline, responsibility, leadership, cooperation, nationalism, solidarity, communication, and tolerance. Factors that support the program include school support, member commitment, and a diverse work program, while inhibiting factors include time constraints due to busy academic schedules and variations in member participation levels. This study shows that the Paskibra program is effective as a tool to develop students' character and can be used as a reference in developing extracurricular programs that focus on character education in schools.Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program Paskibra dalam pengembangan karakter peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian evaluatif dan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pembina Paskibra, pelatih, anggota aktif, dan alumni Paskibra. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa dalam konteks, program Paskibra sejalan dengan kebutuhan sekolah untuk mendukung pembentukan karakter siswa. Dari segi input, program ini didukung oleh pelatih dan pembina yang memiliki pengalaman, organisasi yang terstruktruk dengan baik, serta fasilitas yang cukup. Dalam aspek proses, kegiatan program dilakukan secara terencana melalui latihan rutin, pendidikan dan pelatihan anggota, latihan bersama, kegiatan untuk pengembangan karakter, serta partisipasi dalam berbagai kompetisi. Mengenal aspek produk, program ini memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter siswa, terutama dalam hal disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, nasionalisme, solidaritas, komunikasi, dan toleransi. Faktor yang mendukung program mencakup dukungan dari pihak sekolah, komitmen anggota, dan beragamnya program kerja, sementara faktor yang menghambat termasuk keterbatasan waktu karena padatnya jadwal akademik dan variasi dalam tingkat partisipasi anggota. Penelitian ini menunjukkan bahwa program Paskibra efektif sebagai alat untuk mengembangkan karakter siswa dan bisa dijadikan acuan dalam pengembangan program ekstrakurikuler yang berfokus pada pendidikan karakter di sekolah.
Penguatan Karakter Peduli Lingkungan Peserta Didik melalui Program “Asri” di Sekolah Dasar Airinan Prima Sabila; Ana Andriani
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i2.40381

Abstract

Abstract: Environmental care character among students currently shows a low condition. This study aims to describe the strengthening of students' environmental care character through the implementation of the ASRI Program (Safe, Cool, Neat, and Beautiful) at Piasa Wetan Public Elementary School. Another objective is to identify supporting factors, inhibiting factors in its implementation. The approach used in this study is a descriptive qualitative method. Data collection was carried out through observation, in-depth interviews with 4 informants consisting of 1 principal, 1 teacher, 1 student, and 1 school guard. The data analysis technique used an interactive model analytical descriptive method. The validity of the data was tested through credibility, triangulation, transferability, dependability, and confirmability. The results of the study indicate that character strengthening is carried out through routine morning hygiene habits, direct role models from teachers, regular socialization, local cultural innovations in the form of the slogan "WSJ" (Weruh Sampah Jukut). Supporting factors for the program include the full support of the principal, teacher commitment, availability of BOS-funded infrastructure, and formal legal support in the form of Principal Decree Number 400.3.5.3/04/2026. Inhibiting factors include the fluctuating enthusiasm of students, diverse backgrounds of habits at home, inappropriate waste disposal behavior, transitional weather factors, and limited learning time. The ASRI program has consistently succeeded in shaping students' environmental awareness. This success is evidenced by the emergence of independent initiatives among students to maintain cleanliness at school and in their respective home environments.Abstrak: Karakter peduli lingkungan di kalangan peserta didik saat ini menunjukkan kondisi yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguatan karakter peduli lingkungan peserta didik melalui pelaksanaan Program ASRI (Aman, Sejuk, Rapi, dan Indah) di SD Negeri Piasa Wetan. Tujuan lainnya yaitu mengidentifikasi faktor pendukung, faktor penghambat dalam pelaksanaannya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif jenis deskriptif. Pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 4 informan yang terdiri atas 1 kepala sekolah, 1 guru, 1 peserta didik, dan 1 penjaga sekolah. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif analitik model interaktif. Keabsahan data diuji melalui kredibilitas, triangulasi, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan karakter dilakukan melalui pembiasaan rutin kebersihan pagi, keteladanan langsung dari guru, sosialisasi berkala, inovasi budaya lokal berupa slogan "WSJ" (Weruh Sampah Jukut). Faktor pendukung program meliputi dukungan penuh kepala sekolah, komitmen guru, ketersediaan sarana prasarana didanai BOS, dukungan legal formal berupa SK Kepala Sekolah Nomor 400.3.5.3/04/2026. Faktor penghambat yang dihadapi adalah pasang surut semangat peserta didik, keragaman latar belakang pembiasaan di rumah, perilaku membuang sampah kurang tepat sasaran, faktor cuaca pancaroba, keterbatasan waktu pembelajaran. Program ASRI berhasil membentuk karakter peduli lingkungan peserta didik secara konsisten. Keberhasilan dibuktikan dengan munculnya inisiatif mandiri pada siswa untuk menjaga kebersihan di sekolah maupun di lingkungan rumah masing-masing.
Pembiasaan Disiplin dan Tanggung Jawab melalui Program Makan Bergizi Gratis Sebagai Upaya Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Amal Taqiyuddin; Prana Dwija Iswara; Nurdinah Hanifah
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i2.40298

Abstract

Abstract: Character education, particularly discipline and responsibility, remains a challenge in elementary schools. The Free Nutritious Meal (MBG) Program has the potential to serve as a medium for character habituation through students’ daily activities. This study aimed to describe the habituation of discipline and responsibility among students, examine how the Free Nutritious Meal (MBG) Program supports character education strengthening, and identify its supporting and inhibiting factors. This research employed a qualitative case study approach involving 22 fourth-grade students at SDN 2 Jungjang. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation and were analyzed qualitatively. The findings revealed that discipline and responsibility were habituated through a series of activities, including handwashing, praying before meals, eating in an orderly manner, maintaining cleanliness, queuing, and organizing eating utensils after use. The MBG Program supported character strengthening through routine habituation, teacher role-modeling, and continuous guidance during program implementation. Supporting factors included teacher role-modeling, clear implementation procedures, and adequate school facilities. Meanwhile, inhibiting factors consisted of limited space, queues at handwashing facilities, and differences in students’ eating pace. In addition, some students reported through self-report that they had begun to apply disciplined and responsible behaviors at home. These findings indicate that the MBG Program can serve as a habituation medium that supports the strengthening of character education in elementary schools.Abstrak: Pendidikan karakter, khususnya disiplin dan tanggung jawab, masih menjadi tantangan di sekolah dasar. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menjadi sarana pembiasaan karakter melalui aktivitas keseharian peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembiasaan disiplin dan tanggung jawab peserta didik, menggambarkan dukungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap penguatan pendidikan karakter, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus pada 22 siswa kelas IV SDN 2 Jungjang. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan disiplin dan tanggung jawab dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan cuci tangan, berdoa sebelum makan, makan secara tertib, menjaga kebersihan lingkungan, mengantre, serta merapikan peralatan makan setelah digunakan. Program MBG mendukung penguatan karakter melalui pembiasaan yang dilakukan secara rutin, keteladanan guru, dan pendampingan selama kegiatan berlangsung. Faktor pendukung meliputi keteladanan guru, prosedur pelaksanaan yang jelas, serta ketersediaan fasilitas sekolah. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan ruang, antrean penggunaan wastafel, dan perbedaan kecepatan makan antarsiswa. Selain itu, sebagian siswa dilaporkan melalui self-report mulai menerapkan kebiasaan disiplin dan tanggung jawab di rumah. Temuan ini menunjukkan bahwa Program MBG dapat menjadi sarana pembiasaan yang mendukung penguatan pendidikan karakter di sekolah dasar.
Pengaruh Tingkat Keaktifan dalam Kegiatan Ekstrakurikuler PMR terhadap Perilaku Prososial Anggota PMR di SMAN 1 Pace Luluk Ulil Mubasiroh; Isa Anshori
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i2.39949

Abstract

Abstract: This study aims to examine the extent to which students’ participation i youth red cross (PMR) extracuricular activities influences the prosocial behavior of PMR members at SMAN 1 pace. The research applied a quantitative positivist approach with a correlational research design, involving 55 respondents selected through a total sampling technique. Data were gethered using questionnaires covering indikators of participations and prosocial behavior, and were subsequently analyzed through simple linear regression analysis. The results indicate that participation levels significantly influence members' prosocial behavior, with a significance value of 0.000 (p < 0.05) and an R-Square value of 0.448. This suggests that 44.8% of the variation in prosocial behavior is influenced by active involvement in PMR activities, while the remainder is affected by external factors. These findings confirm that active engagement in school-based humanitarian organizations effectively fosters empathy, cooperation, and social concern among students. Practically, schools are encouraged to optimize support for PMR activities to enhance member participation in developing their prosocial character.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana tingkat keikutsertaan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) berdampak pada perilaku prososial anggota PMR di SMAN 1 Pace. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif posivistik dengan metode korelaional yang melibatkan 55 responden yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen kuesioner yang mencakup indikator partisipasi dan perilaku prososial, kemudian dianalisis menggunakan teknik regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keaktifan berpengaruh signifikan terhadap perilaku prososial anggota, dengan nilai signifikasi 0,000 (<0,05) dan nilai R-Square sebesar 0,448. Hal ini menunjukkan bahwa 44,8% variasi perilaku prososial dipengaruhi oleh keaktifan dalam kegiatan PMR, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain. Hasil ini menegaskan bahwa keterlibatan aktif dalam organisasi kemanusiaan di sekolah efektif dalam membentuk sikap empati, kerja sama, dan kepedulian sosial siswa. Secara praktis, sekolah disarankan untuk mengoptimalkan dukungan terhadap kegiatan PMR guna meningkatkan partisispasi anggota dalam mengembangkan karakter prososial mereka sehari-hari.