cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
pendekar.ummat@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram Jln. KH. Ahmad Dahlan, No. 1, Pagesangan, Kota Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter
ISSN : -     EISSN : 26151421     DOI : 10.31764/pendekar
Core Subject : Education,
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter adalah jurnal yang dikelola oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) yang secara khusus menerbitkan hasil penelitian dosen, mahasiswa semester akhir termasuk guru sekolah maupun kegiatan penelitian ilmiah lainnya di bidang pendidikan. Adapun cakupannya meliputi hasil penelitian di bidang matematika dan ilmu alam, teknologi informasi dalam pembelajaran, sosio geografis, agama dan budaya, bahasa dan sastra, serta humaniora. Terbit dua kali setahun yakni bulan April dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 366 Documents
Penerapan Strategi Pembelajaran Berbasis Kepedulian Lingkungan untuk Meningkatkan Karakter Peduli Lingkungan Siswa Kelas III SD Negeri 133 Parmompang Siti Marwiyah; Ali Yusron; Marwah Lubis
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i2.39977

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the strategies of classroom teachers in fostering environmental awareness among third-grade students at SD Negeri 133 Parmompang and identify factors that support and hinder its implementation. The study used a qualitative descriptive approach with third-grade teachers, principals, and students as subjects. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that teachers implemented direct learning strategies, role models, habituation through routine "Clean Saturday" activities, contextual learning, project-based learning, and spontaneous activities in the form of providing motivation, rewards, and reprimands. These implementation strategies were evident in student involvement in classroom cleaning activities, caring for school plants, using positive habits in daily interactions, and participating in school greening activities. Supporting factors for the implementation of the strategies included the principal's support, the availability of facilities and infrastructure, supportive school programs, and cooperation between students. Meanwhile, inhibiting factors included low awareness among some students, limited learning time, the influence of the environment outside the school, and limited certain facilities. Research findings show that the formation of environmentally conscious character in elementary school students requires the implementation of diverse, consistent strategies that are integrated with school culture so that environmental values can be internalized in students' daily activities.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru kelas dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan pada siswa kelas III SD Negeri 133 Parmompang serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru kelas III, kepala sekolah, dan siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi pembelajaran langsung, keteladanan, pembiasaan melalui kegiatan rutin “Sabtu Bersih”, pembelajaran kontekstual, pembelajaran berbasis proyek, serta kegiatan spontan berupa pemberian motivasi, penghargaan, dan teguran. Implementasi strategi tersebut terlihat dari keterlibatan siswa dalam kegiatan kebersihan kelas, perawatan tanaman sekolah, penggunaan kebiasaan positif dalam interaksi sehari-hari, serta partisipasi dalam kegiatan penghijauan sekolah. Faktor pendukung pelaksanaan strategi meliputi dukungan kepala sekolah, ketersediaan sarana dan prasarana, program sekolah yang mendukung, serta kerja sama antar siswa. Sementara itu, faktor penghambat meliputi rendahnya kesadaran sebagian siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, pengaruh lingkungan luar sekolah, dan keterbatasan fasilitas tertentu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter peduli lingkungan pada siswa sekolah dasar memerlukan penerapan strategi yang beragam, konsisten, dan terintegrasi dengan budaya sekolah agar nilai-nilai kepedulian lingkungan dapat diinternalisasikan dalam aktivitas sehari-hari siswa.
Evaluasi Program Paskibra untuk Pengembangan Karakter Peserta Didik Juniar Rosydinar; Tyara Diva Dwi Amalia; Heryanto Susilo; Tri Ulya Qodriyati
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i2.40199

Abstract

Abstract: This study aims to evaluate the Paskibra program in developing student character. The study used a qualitative approach with an evaluative research design and the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation involving Paskibra instructors, trainers, active members, and alumni. The results indicate that in context, the Paskibra program aligns with the school's needs to support student character development. In terms of input, the program is supported by experienced trainers and instructors, a well-structured organization, and adequate facilities. In terms of process, program activities are carried out in a planned manner through routine practice, member education and training, joint practice, character development activities, and participation in various competitions. Regarding the product aspect, this program has a positive impact on student character development, especially in terms of discipline, responsibility, leadership, cooperation, nationalism, solidarity, communication, and tolerance. Factors that support the program include school support, member commitment, and a diverse work program, while inhibiting factors include time constraints due to busy academic schedules and variations in member participation levels. This study shows that the Paskibra program is effective as a tool to develop students' character and can be used as a reference in developing extracurricular programs that focus on character education in schools.Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program Paskibra dalam pengembangan karakter peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian evaluatif dan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pembina Paskibra, pelatih, anggota aktif, dan alumni Paskibra. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa dalam konteks, program Paskibra sejalan dengan kebutuhan sekolah untuk mendukung pembentukan karakter siswa. Dari segi input, program ini didukung oleh pelatih dan pembina yang memiliki pengalaman, organisasi yang terstruktruk dengan baik, serta fasilitas yang cukup. Dalam aspek proses, kegiatan program dilakukan secara terencana melalui latihan rutin, pendidikan dan pelatihan anggota, latihan bersama, kegiatan untuk pengembangan karakter, serta partisipasi dalam berbagai kompetisi. Mengenal aspek produk, program ini memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter siswa, terutama dalam hal disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, nasionalisme, solidaritas, komunikasi, dan toleransi. Faktor yang mendukung program mencakup dukungan dari pihak sekolah, komitmen anggota, dan beragamnya program kerja, sementara faktor yang menghambat termasuk keterbatasan waktu karena padatnya jadwal akademik dan variasi dalam tingkat partisipasi anggota. Penelitian ini menunjukkan bahwa program Paskibra efektif sebagai alat untuk mengembangkan karakter siswa dan bisa dijadikan acuan dalam pengembangan program ekstrakurikuler yang berfokus pada pendidikan karakter di sekolah.
Penguatan Karakter Peduli Lingkungan Peserta Didik melalui Program “Asri” di Sekolah Dasar Airinan Prima Sabila; Ana Andriani
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i2.40381

Abstract

Abstract: Environmental care character among students currently shows a low condition. This study aims to describe the strengthening of students' environmental care character through the implementation of the ASRI Program (Safe, Cool, Neat, and Beautiful) at Piasa Wetan Public Elementary School. Another objective is to identify supporting factors, inhibiting factors in its implementation. The approach used in this study is a descriptive qualitative method. Data collection was carried out through observation, in-depth interviews with 4 informants consisting of 1 principal, 1 teacher, 1 student, and 1 school guard. The data analysis technique used an interactive model analytical descriptive method. The validity of the data was tested through credibility, triangulation, transferability, dependability, and confirmability. The results of the study indicate that character strengthening is carried out through routine morning hygiene habits, direct role models from teachers, regular socialization, local cultural innovations in the form of the slogan "WSJ" (Weruh Sampah Jukut). Supporting factors for the program include the full support of the principal, teacher commitment, availability of BOS-funded infrastructure, and formal legal support in the form of Principal Decree Number 400.3.5.3/04/2026. Inhibiting factors include the fluctuating enthusiasm of students, diverse backgrounds of habits at home, inappropriate waste disposal behavior, transitional weather factors, and limited learning time. The ASRI program has consistently succeeded in shaping students' environmental awareness. This success is evidenced by the emergence of independent initiatives among students to maintain cleanliness at school and in their respective home environments.Abstrak: Karakter peduli lingkungan di kalangan peserta didik saat ini menunjukkan kondisi yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguatan karakter peduli lingkungan peserta didik melalui pelaksanaan Program ASRI (Aman, Sejuk, Rapi, dan Indah) di SD Negeri Piasa Wetan. Tujuan lainnya yaitu mengidentifikasi faktor pendukung, faktor penghambat dalam pelaksanaannya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif jenis deskriptif. Pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 4 informan yang terdiri atas 1 kepala sekolah, 1 guru, 1 peserta didik, dan 1 penjaga sekolah. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif analitik model interaktif. Keabsahan data diuji melalui kredibilitas, triangulasi, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan karakter dilakukan melalui pembiasaan rutin kebersihan pagi, keteladanan langsung dari guru, sosialisasi berkala, inovasi budaya lokal berupa slogan "WSJ" (Weruh Sampah Jukut). Faktor pendukung program meliputi dukungan penuh kepala sekolah, komitmen guru, ketersediaan sarana prasarana didanai BOS, dukungan legal formal berupa SK Kepala Sekolah Nomor 400.3.5.3/04/2026. Faktor penghambat yang dihadapi adalah pasang surut semangat peserta didik, keragaman latar belakang pembiasaan di rumah, perilaku membuang sampah kurang tepat sasaran, faktor cuaca pancaroba, keterbatasan waktu pembelajaran. Program ASRI berhasil membentuk karakter peduli lingkungan peserta didik secara konsisten. Keberhasilan dibuktikan dengan munculnya inisiatif mandiri pada siswa untuk menjaga kebersihan di sekolah maupun di lingkungan rumah masing-masing.
Pembiasaan Disiplin dan Tanggung Jawab melalui Program Makan Bergizi Gratis Sebagai Upaya Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Amal Taqiyuddin; Prana Dwija Iswara; Nurdinah Hanifah
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i2.40298

Abstract

Abstract: Character education, particularly discipline and responsibility, remains a challenge in elementary schools. The Free Nutritious Meal (MBG) Program has the potential to serve as a medium for character habituation through students’ daily activities. This study aimed to describe the habituation of discipline and responsibility among students, examine how the Free Nutritious Meal (MBG) Program supports character education strengthening, and identify its supporting and inhibiting factors. This research employed a qualitative case study approach involving 22 fourth-grade students at SDN 2 Jungjang. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation and were analyzed qualitatively. The findings revealed that discipline and responsibility were habituated through a series of activities, including handwashing, praying before meals, eating in an orderly manner, maintaining cleanliness, queuing, and organizing eating utensils after use. The MBG Program supported character strengthening through routine habituation, teacher role-modeling, and continuous guidance during program implementation. Supporting factors included teacher role-modeling, clear implementation procedures, and adequate school facilities. Meanwhile, inhibiting factors consisted of limited space, queues at handwashing facilities, and differences in students’ eating pace. In addition, some students reported through self-report that they had begun to apply disciplined and responsible behaviors at home. These findings indicate that the MBG Program can serve as a habituation medium that supports the strengthening of character education in elementary schools.Abstrak: Pendidikan karakter, khususnya disiplin dan tanggung jawab, masih menjadi tantangan di sekolah dasar. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menjadi sarana pembiasaan karakter melalui aktivitas keseharian peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembiasaan disiplin dan tanggung jawab peserta didik, menggambarkan dukungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap penguatan pendidikan karakter, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus pada 22 siswa kelas IV SDN 2 Jungjang. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan disiplin dan tanggung jawab dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan cuci tangan, berdoa sebelum makan, makan secara tertib, menjaga kebersihan lingkungan, mengantre, serta merapikan peralatan makan setelah digunakan. Program MBG mendukung penguatan karakter melalui pembiasaan yang dilakukan secara rutin, keteladanan guru, dan pendampingan selama kegiatan berlangsung. Faktor pendukung meliputi keteladanan guru, prosedur pelaksanaan yang jelas, serta ketersediaan fasilitas sekolah. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan ruang, antrean penggunaan wastafel, dan perbedaan kecepatan makan antarsiswa. Selain itu, sebagian siswa dilaporkan melalui self-report mulai menerapkan kebiasaan disiplin dan tanggung jawab di rumah. Temuan ini menunjukkan bahwa Program MBG dapat menjadi sarana pembiasaan yang mendukung penguatan pendidikan karakter di sekolah dasar.
Pengaruh Tingkat Keaktifan dalam Kegiatan Ekstrakurikuler PMR terhadap Perilaku Prososial Anggota PMR di SMAN 1 Pace Luluk Ulil Mubasiroh; Isa Anshori
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i2.39949

Abstract

Abstract: This study aims to examine the extent to which students’ participation i youth red cross (PMR) extracuricular activities influences the prosocial behavior of PMR members at SMAN 1 pace. The research applied a quantitative positivist approach with a correlational research design, involving 55 respondents selected through a total sampling technique. Data were gethered using questionnaires covering indikators of participations and prosocial behavior, and were subsequently analyzed through simple linear regression analysis. The results indicate that participation levels significantly influence members' prosocial behavior, with a significance value of 0.000 (p < 0.05) and an R-Square value of 0.448. This suggests that 44.8% of the variation in prosocial behavior is influenced by active involvement in PMR activities, while the remainder is affected by external factors. These findings confirm that active engagement in school-based humanitarian organizations effectively fosters empathy, cooperation, and social concern among students. Practically, schools are encouraged to optimize support for PMR activities to enhance member participation in developing their prosocial character.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana tingkat keikutsertaan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) berdampak pada perilaku prososial anggota PMR di SMAN 1 Pace. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif posivistik dengan metode korelaional yang melibatkan 55 responden yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen kuesioner yang mencakup indikator partisipasi dan perilaku prososial, kemudian dianalisis menggunakan teknik regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keaktifan berpengaruh signifikan terhadap perilaku prososial anggota, dengan nilai signifikasi 0,000 (<0,05) dan nilai R-Square sebesar 0,448. Hal ini menunjukkan bahwa 44,8% variasi perilaku prososial dipengaruhi oleh keaktifan dalam kegiatan PMR, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain. Hasil ini menegaskan bahwa keterlibatan aktif dalam organisasi kemanusiaan di sekolah efektif dalam membentuk sikap empati, kerja sama, dan kepedulian sosial siswa. Secara praktis, sekolah disarankan untuk mengoptimalkan dukungan terhadap kegiatan PMR guna meningkatkan partisispasi anggota dalam mengembangkan karakter prososial mereka sehari-hari.
Menyingkap Numerasi Siswa: dari Kemampuan dan Kendala Menuju Arah Perbaikan Melalui Systematic Literatur Review Retno Retno; Koryna Aviory
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i3.41397

Abstract

Abstract: Numeracy is an important competency in mathematics learning, but students’ ability to understand, analyze, and use information in different contexts remains a concern. This study aims to describe students’ numeracy skills, identify factors affecting them, examine difficulties encountered, and formulate directions for improvement. The study employed a Systematic Literature Review (SLR). Articles were searched through Google Scholar, SINTA, GARUDA, Neliti, and ISSN-indexed publication sources, then selected through title and abstract screening, application of inclusion and exclusion criteria, and full-text assessment. The selection resulted in 23 articles for analysis, comprising 7 articles on numeracy skills, 9 on factors affecting numeracy, and 7 on numeracy difficulties. The results show that students’ numeracy skills generally remain at low to basic levels. Students still experience difficulties in analyzing information, interpreting data, understanding contexts, constructing mathematical models, and making decisions. Improvement should focus on contextual learning, AKM- and PISA-based problems, technology use, and school-family collaboration.Abstrak: Numerasi merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran matematika, tetapi kemampuan siswa dalam memahami, menganalisis, dan menggunakan informasi matematis dalam berbagai konteks masih menjadi perhatian. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan numerasi siswa, faktor yang memengaruhinya, kesulitan yang dihadapi, serta arah perbaikannya. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Artikel dicari melalui Google Scholar, SINTA, GARUDA, Neliti, dan sumber publikasi ber-ISSN, kemudian diseleksi melalui pemeriksaan judul dan abstrak, penerapan kriteria inklusi dan eksklusi, serta penelaahan teks lengkap. Database awal 45 artikel, kemudian disaring menjadi 36 artikel, hasil seleksi menghasilkan 23 artikel yang terdiri atas 7 artikel tentang kemampuan numerasi, 9 artikel tentang faktor yang memengaruhinya, dan 7 artikel tentang kesulitan numerasi. Hasil menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa umumnya berada pada kategori rendah hingga dasar. Siswa masih mengalami kesulitan dalam menganalisis informasi, menafsirkan data, memahami konteks, membuat model matematika, dan mengambil keputusan. Peningkatan numerasi perlu diarahkan pada pembelajaran kontekstual, soal berbasis AKM dan PISA, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi sekolah dan keluarga. 
Peningkatan Strategi Pembelajaran dalam Membentuk Karakter Siswa SD Aprilla Catur Irianto; Aqidatul Munfariqoh; Desi Dwi Wijayanti
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i3.40723

Abstract

Abstract: This study aims to analyze and describe effective learning strategies for shaping the character of elementary school students amidst the challenges of the digital era. The research employs a descriptive qualitative approach, supported by direct observation at an elementary school in Central Java on April 16, 2026, and interviews with teachers. Secondary data were obtained from scientific journals and articles sourced via Google Scholar between 2020 and 2026, utilizing data triangulation techniques. The findings indicate that value-based learning, deep learning, and the cultivation of positive habits are effective strategies for shaping elementary students' character. Teachers play a pivotal role as role models and agents of change, while synergy between the school and the family is a determining factor in the success of character education. The digital era presents serious challenges—such as cyberbullying and exposure to negative content—necessitating digital literacy programs and project-based learning as solutions. Key character values to prioritize include religiosity, honesty, responsibility, social awareness, and discipline, all of which should be integrated across the curriculum. The study concludes that enhancing synergistic learning strategies involving teachers, schools, and families is the key to fostering strong character and noble moral values in elementary school students.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mendeskripsikan strategi pembelajaran yang efektif dalam membentuk karakter siswa Sekolah Dasar di tengah tantangan era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang didukung oleh observasi langsung di salah satu sekolah dasar di Jawa Tengah pada tanggal 16 April 2026 serta wawancara dengan guru. Data sekunder diperoleh dari jurnal ilmiah dan artikel yang ditelusuri melalui Google Scholar dalam rentang tahun 2020–2026, dengan teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berbasis nilai (value-based learning), pembelajaran mendalam (deep learning), dan pembiasaan positif terbukti efektif dalam membentuk karakter siswa SD. Guru berperan sentral sebagai teladan dan agen perubahan, sementara sinergi antara sekolah dan keluarga menjadi faktor penentu keberhasilan pendidikan karakter. Era digital menghadirkan tantangan serius berupa cyberbullying dan paparan konten negatif, sehingga diperlukan program literasi digital dan pembelajaran berbasis proyek sebagai solusi. Nilai-nilai karakter yang perlu diprioritaskan meliputi religiusitas, kejujuran, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan kedisiplinan, yang sebaiknya diintegrasikan secara lintas kurikulum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan strategi pembelajaran yang sinergis antara guru, sekolah, dan keluarga merupakan kunci utama dalam membentuk karakter siswa SD yang kuat dan berakhlak mulia.
Pengembangan Board Game Edukatif Berbasis Problem Based Learning dengan Pendekatan Mindful Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Archaebacteria dan Eubacteria Farid Azmi Lesmana; Dian Permatasari Kusuma Dayu; Tiara Renandia Putri; Pramita Yakub
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i3.40105

Abstract

Abstract: This study aimed to develop an educational board game based on Problem-Based Learning (PBL) integrated with a Mindful Learning approach to improve students' critical thinking skills on the topic of Archaebacteria and Eubacteria. This study employed a Research and Development (R&D) method using the 4D development model (Define, Design, Develop, and Disseminate). The research subjects consisted of one material expert, one media expert, one biology teacher, and 29 tenth-grade students of SMA Negeri 16 Surabaya. Data were collected through validation sheets, response questionnaires, observation sheets, and critical thinking tests, and were analyzed using descriptive quantitative techniques. The results showed that the developed learning media achieved a validity score of 100% from the media expert and 95% from the material expert, indicating that the product was highly valid. Students' responses were categorized as good, indicating that the board game was practical and easy to use in classroom learning. The implementation results also indicated an improvement in students' critical thinking skills based on the pretest and posttest results (insert the N-Gain score or statistical test results if available). Therefore, the educational board game based on PBL integrated with a Mindful Learning approach met the criteria of being valid, practical, and effective, making it suitable as an alternative learning media for teaching Archaebacteria and Eubacteria.Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berupa board game edukatif berbasis Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Mindful Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi Archaebacteria dan Eubacteria. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Subjek penelitian terdiri atas satu ahli materi, satu ahli media, satu guru biologi, dan 29 peserta didik kelas X. Data dikumpulkan melalui lembar validasi, angket respons, lembar observasi, serta tes kemampuan berpikir kritis dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memperoleh tingkat validitas 100% dari ahli media dan 95% dari ahli materi dengan kategori sangat valid. Respon peserta didik terhadap media berada pada kategori baik, yang menunjukkan bahwa media praktis digunakan dalam pembelajaran. Hasil implementasi juga menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik berdasarkan hasil pretest dan posttest setelah menggunakan board game edukatif berbasis PBL dengan pendekatan Mindful Learning. Dengan demikian, media yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif sehingga layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran pada materi Archaebacteria dan Eubacteria.
Strategi Penguatan Civic Responsibility Santri Mahasiswa di Pondok Pesantren Berbasis Tahfidz Gina Rezky Zakiah; Dikdik Baehaqi Arif
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i3.40860

Abstract

Abstract: Student santri are required to fulfill dual roles as both university students and Islamic boarding school students, requiring educational guidance to strengthen their civic responsibility. This study aims to analyze the strategies for strengthening civic responsibility, the supporting and inhibiting factors, and the transformation of responsibility among student santri in a tahfidz-based Islamic boarding school. This study employed a qualitative approach with a case study design. Informants were selected using purposive sampling and consisted of the boarding school leader, administrators, senior santri, and junior santri. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman interactive model with source and technique triangulation. The findings indicate that civic responsibility is strengthened through the habituation of daily activities, exemplary role modeling, mentoring, and the boarding school's disciplinary system. Supporting factors include a conducive environment, a culture of discipline, and social support, while inhibiting factors include role conflict, academic workload, physical fatigue, and unstable motivation. This study concludes that civic responsibility develops from compliance with rules into an internalized awareness manifested in the daily lives of student santri.Abstrak: Santri mahasiswa menghadapi tuntutan menjalankan peran sebagai mahasiswa sekaligus santri sehingga memerlukan pembinaan yang mampu memperkuat civic responsibility. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi penguatan civic responsibility, faktor pendukung dan penghambat, serta transformasi tanggung jawab santri mahasiswa di pesantren berbasis tahfidz. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih melalui purposive sampling yang terdiri atas pengasuh, pengurus, santri senior, dan santri junior. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan civic responsibility dilakukan melalui pembiasaan aktivitas harian, keteladanan, pendampingan, serta sistem disiplin pesantren. Faktor pendukung meliputi lingkungan yang kondusif, budaya disiplin, dan dukungan sosial, sedangkan hambatan meliputi konflik peran, beban akademik, kelelahan fisik, serta motivasi yang belum stabil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa civic responsibility berkembang dari kepatuhan terhadap aturan menjadi kesadaran yang terinternalisasi dan termanifestasi dalam kehidupan santri mahasiswa. 
Artificial Intelligence sebagai Solusi Pemulihan Learning Loss Literasi-Numerasi di Sekolah Dasar: Systematic Literature Review dan Implikasinya bagi Pendidikan Indonesia Afifah Khosyi Azmiy Fikri Saad; Addin Fikrullah Hidayat; Lailatul Ilmiyah; Maryam Isnaini Damayanti; Heru Subrata
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i3.41645

Abstract

Abstract: Post-pandemic literacy-numeracy learning losses remain a challenge for primary education in Indonesia, while evidence of the use of Artificial Intelligence (AI) as a recovery strategy has not been specifically synthesized. This study aims to synthesize empirical evidence regarding the use and effectiveness of AI in supporting the recovery of primary school students' literacy-numeracy and realizing its empowerment for Indonesia. The study used a Systematic Literature Review (SLR) with the PRISMA protocol. From 264 records obtained through Scopus, Elicit, SciSpace, and Google Scholar, 17 studies met the inclusion criteria, consisting of 12 primary empirical studies and 5 systematic observations/meta-analyses spanning 2019–2026. The results indicate that AI has the potential to support recovery through personalization, adaptive feedback, and learning support tailored to student needs. Some studies reported effect sizes of 0.60–0.73, but these figures do not represent the full range of research. Its implementation affects teacher readiness, infrastructure, equitable access, and ethics and data protection. These findings form the basis for recommendations for contextual AI implementation for primary education in Indonesia.Abstrak: Learning loss literasi-numerasi pascapandemi masih menjadi tantangan pendidikan dasar di Indonesia, sementara bukti pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai strategi pemulihannya belum tersintesis secara khusus. Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti empiris mengenai pemanfaatan dan efektivitas AI dalam mendukung pemulihan literasi-numerasi siswa sekolah dasar serta merumuskan implikasinya bagi Indonesia. Penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA. Dari 264 record yang diperoleh melalui Scopus, Elicit, SciSpace, dan Google Scholar, diperoleh 17 studi yang memenuhi kriteria inklusi, terdiri atas 12 studi empiris primer dan 5 tinjauan sistematis/meta-analisis pada rentang 2019–2026. Hasil menunjukkan AI berpotensi mendukung pemulihan melalui personalisasi, umpan balik adaptif, dan dukungan belajar sesuai kebutuhan siswa. Beberapa studi melaporkan effect size 0,60–0,73, tetapi angka tersebut tidak merepresentasikan keseluruhan studi. Implementasi dipengaruhi kesiapan guru, infrastruktur, pemerataan akses, serta etika dan perlindungan data. Temuan ini menjadi dasar rekomendasi implementasi AI yang kontekstual bagi pendidikan dasar Indonesia.