cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
pendekar.ummat@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram Jln. KH. Ahmad Dahlan, No. 1, Pagesangan, Kota Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter
ISSN : -     EISSN : 26151421     DOI : 10.31764/pendekar
Core Subject : Education,
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter adalah jurnal yang dikelola oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) yang secara khusus menerbitkan hasil penelitian dosen, mahasiswa semester akhir termasuk guru sekolah maupun kegiatan penelitian ilmiah lainnya di bidang pendidikan. Adapun cakupannya meliputi hasil penelitian di bidang matematika dan ilmu alam, teknologi informasi dalam pembelajaran, sosio geografis, agama dan budaya, bahasa dan sastra, serta humaniora. Terbit dua kali setahun yakni bulan April dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 355 Documents
Etika Sosial Berbasis Akhlakul Karimah Sebagai Mitigasi Dampak Judi Online Firman Robiansyah; Chelsea Amalia Dewi; Andini Septia Wulandari; Widya Ningrum; Refalia Garnasih
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i2.39909

Abstract

Abstract: Online gambling has emerged as a social pathology that negatively affects economic, psychological, educational, and social aspects of society. This study aims to formulate a social ethics model based on akhlakul karimah as a strategy to mitigate the impacts of online gambling through a literature review. The study employed a qualitative descriptive literature review of 26 scientific articles retrieved from Google Scholar, Scopus, and Web of Science, published between 2016 and 2026. The selected articles consisted of accredited national and reputable international journals discussing online gambling, character education, social ethics, and akhlakul karimah, while non-scientific, duplicate, and non-full-text articles were excluded. The findings indicate that character education, religiosity, financial literacy, family support, and community involvement function as protective factors against online gambling behavior. The review proposes a social ethics model based on the values of siddiq, amanah, qana'ah, and wara' as a conceptual framework that strengthens self-control, social responsibility, and moral resilience in preventing online gambling.Abstrak Judi online telah berkembang menjadi patologi sosial yang berdampak pada aspek ekonomi, psikologis, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan merumuskan model etika sosial berbasis akhlakul karimah sebagai strategi mitigasi dampak judi online melalui kajian literatur. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif terhadap 26 artikel ilmiah yang diperoleh dari Google Scholar, Scopus, dan Web of Science dengan rentang publikasi 2016-2026. Artikel dipilih berdasarkan kriteria berupa jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi yang membahas judi online, pendidikan karakter, etika sosial, serta nilai-nilai akhlakul karimah, sedangkan artikel nonilmiah, duplikat, dan yang tidak tersedia dalam bentuk full-text dikeluarkan dari analisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan karakter, religiositas, literasi keuangan, serta dukungan keluarga dan komunitas merupakan faktor protektif terhadap perilaku judi online. Kajian ini menghasilkan model etika sosial berbasis nilai siddiq, amanah, qana'ah, dan wara' sebagai kerangka konseptual mitigasi yang memperkuat pengendalian diri, tanggung jawab sosial, dan ketahanan moral.
Measuring Academic Resilience through Psychological Well-being and Decision-Making Ability Among Economics Education Students in the Society 5.0 Era Devangga Putra Adhitya Pratama; Novita Aprilia; Meyla Winka Putri; Natthaphol Nitichotchaisiri
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i2.40106

Abstract

Abstract: The increasing complexity of learning in the Society 5.0 era has heightened the risk of academic stress, which impacts students’ ability to maintain consistent academic performance. This study aims to analyze the influence of psychological well-being and decision-making ability on the academic resilience of Economics Education students. An explanatory research design was used, involving 241 students selected through proportionate random sampling. Data were collected using Ryff’s Psychological Well-Being Scale to measure psychological well-being, the Decision-Making Ability Scale to measure decision-making ability, and the Academic Resilience Scale to measure students’ academic resilience, which were analyzed using multiple linear regression. The results indicate that psychological well-being and decision-making ability have a positive and significant influence, accounting for 68.4% of the variation in students’ academic resilience. This study establishes a correlation that views academic resilience as the result of the interaction between psychological well-being and decision-making ability. The novelty of this study lies in the finding that decision-making ability plays a more dominant role than psychological well-being in shaping the academic resilience of Economics Education students. Thus, this novelty offers the perspective that enhancing psychological well-being and decision-making skills are key strategies for improving students’ academic resilience in facing the challenges of higher education in the Society 5.0 era.Abstrak: Meningkatnya kompleksitas pembelajaran pada era Society 5.0 telah memperbesar risiko tekanan akademik yang berdampak pada kemampuan mahasiswa dalam mempertahankan performa belajar secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesejahteraan psikologis dan kemampuan pengambilan keputusan terhadap ketahanan akademik mahasiswa Pendidikan Ekonomi. Penggunaan desain explanatory research dengan melibatkan 241 mahasiswa melalui penentuan proportionate random sampling. Data dikumpulkan menggunakan Instrumen Ryff's Psychological Well-Being Scale untuk mengukur Psychological Well-Being, Decision-Making Ability Scale untuk mengukur kemampuan pengambilan keputusan, serta Academic Resilience Scale untuk mengukur tingkat academic resilience mahasiswa yang dianalisis dengan teknik regresi linier berganda. Hasil penelitian dari kesejahteraan psikologis dan kemampuan pengambilan keputusan berpengaruh positif dan signifikan dengan mampu mewakili 68,4% variasi ketahanan akademik mahasiswa. Penelitian ini mengembangkan korelasi yang memandang ketahanan akademik sebagai hasil interaksi antara psychological well-being dan decision-making ability. Kebaruan penelitian terletak pada temuan bahwa kemampuan pengambilan keputusan memiliki peran yang lebih dominan dibandingkan kesejahteraan psikologis dalam membentuk academic resilience mahasiswa Pendidikan Ekonomi. Sehingga novelty memberikan perspektif bahwa penguatan kesejahteraan psikologis dan kemampuan pengambilan keputusan merupakan strategi penting untuk meningkatkan ketahanan akademik mahasiswa dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi pada era Society 5.0.
Dampak Konten TikTok terhadap Etika Anak Kelas XI SMAN Puput Stiyaningrum; Rina Priarni; Ida Zahara Adibah
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i2.39902

Abstract

Abstract: The development of digital technology, especially social media like TikTok, has caused major changes in the interaction patterns and behavior of adolescents. One of the biggest challenges is the decline in learning motivation and changes in the way of social interaction. The purpose of this study is to determine the relationship between TikTok content and the ethics of eleventh grade students. Using a quantitative approach, this study involved 43 respondents as the study sample. Data were obtained through questionnaire distribution, while data analysis used the Pearson Product Moment correlation test assisted by the SPSS 22 program. The results of the statistical analysis produced a correlation coefficient (r) of 0.645 and a significance value (sig. 2 tailed) of 0.000 < 0.05. This proves that there is a strong and relevant relationship between TikTok content and student ethics. Based on this, educational institutions are advised to incorporate digital literacy into their learning and optimize periodic guidance and counseling programs to help students filter social media content wisely.Abstrak: Perkembangan teknologi digital, terutama media sosial seperti TikTok, telah menyebabkan perubahan besar dalam pola interaksi dan perilaku remaja. Salah satu tantangan terbesar adalah menurunnya motivasi belajar dan perubahan dalam cara interaksi sosial. Tujuan dari kajian ini untuk mengetahui hubungan anatara konten TikTok dengan etika anak kelas XI. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 43 responden sebagai sampel kajian. Perolehan data dilakukan melalui distribusi angket, sedangkan analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product moment dibantu program SPSS 22. Hasil analisis statistik menghasilkankan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,645 dan nilai signifikasi (sig. 2 tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini membuktikan bahwa ada hubungan yang kuat dan relevan antara konten TikTok dengan etika siswa. Berdasarkan hal tersebut, institusi pendidikan disarankan memasukkan literasi digital ke dalam pembelajaran dan mengoptimalkan program bimbingan penyuluhan secara berkala guna membantu siswa menyaring konten media sosial dengan bijak. 
Pengembangan LKPD Berbasis Etnofotografi Mandailing pada Materi Kearifan Lokal KelaS V SD/MI Rizki Adawiah Lubis; Rahmi Seri Hanida; Suryadi Nasution
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i2.38261

Abstract

Abstract: Integrating local culture into the learning process is essential to enhance the relevance of instructional materials to students' experiences while supporting the preservation of local wisdom. However, the availability of teaching materials that incorporate Mandailing cultural contexts remains limited, particularly in science and social studies (IPAS) learning at the elementary school level. This study aimed to develop a Mandailing ethnophotography-based Student Worksheet (LKPD) on local wisdom materials for fifth-grade elementary school students. This study employed a Research and Development (R&D) approach by adapting the Borg and Gall model. The research instruments consisted of material expert validation sheets, ethnophotography expert validation sheets, and student readability questionnaires. Data were analyzed using descriptive quantitative techniques through percentage calculations to determine the validity and practicality levels of the developed product. The results indicated that the developed LKPD achieved a validity score of 87% from material experts and 75% from ethnophotography experts, both categorized as valid. Furthermore, the readability test involving 29 students obtained a score of 88%, which was classified as highly practical. The LKPD incorporates contextual and interactive learning activities, including visual observation of local culture, group discussions, narrative writing, and the illustration of Mandailing cultural elements. The Mandailing ethnophotography-based LKPD is valid and highly practical for use in elementary school IPAS learning. The implementation of this worksheet not only supports the achievement of learning objectives but also contributes to fostering students’ awareness, appreciation, and pride in the local cultural heritage of the Mandailing community.Abstrak: Pembelajaran yang mengintegrasikan budaya lokal menjadi penting untuk meningkatkan relevansi materi dengan pengalaman peserta didik sekaligus mendukung pelestarian kearifan lokal. Namun, ketersediaan bahan ajar yang mengakomodasi konteks budaya Mandailing masih terbatas, khususnya pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis etnofotografi Mandailing pada materi kearifan lokal untuk peserta didik kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi model Borg and Gall. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi lembar validasi ahli materi, lembar validasi ahli etnofotografi, dan angket uji keterbacaan peserta didik. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif berupa perhitungan persentase untuk menentukan tingkat kevalidan dan kepraktisan produk yang dikembangkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan memperoleh tingkat kevalidan sebesar 87% dari ahli materi dan 75% dari ahli etnofotografi, yang keduanya termasuk dalam kategori valid. Selain itu, hasil uji keterbacaan yang melibatkan 29 peserta didik memperoleh skor sebesar 88% dengan kategori sangat praktis. LKPD ini memuat aktivitas pembelajaran yang kontekstual dan interaktif, seperti pengamatan visual budaya lokal, diskusi kelompok, penulisan narasi, dan penggambaran unsur budaya Mandailing. LKPD berbasis etnofotografi Mandailing yang dikembangkan valid dan sangat praktis untuk digunakan dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Penggunaan LKPD ini tidak hanya mendukung pencapaian tujuan pembelajaran, tetapi juga berkontribusi dalam menumbuhkan kepedulian, apresiasi, dan kebanggaan peserta didik terhadap warisan budaya lokal Mandailing.
Pembelajaran Seni Teater sebagai Pembentukan Karakter Percaya Diri pada Siswa Kelas 5 SD Fitri Rahmawati; Daroe Iswatiningsih
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i2.39999

Abstract

Abstract: This study examines the integration of expressive reading in theater arts learning as a character-education approach for strengthening fifth-grade students' self-confidence. Its novelty lies in positioning expressive reading not merely as a literacy activity, but as an accessible bridge between text comprehension, role expression, and confidence development in elementary theater learning. Using a descriptive qualitative design, data were collected at SD IT ABATA Mataram from 18 fifth-grade students and one teacher through observation, interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing with source and technique triangulation. The findings indicate that expressive-reading-based theater learning fostered students' confidence through increased willingness to answer questions, calmer reading performance, clearer voice, more appropriate intonation, facial expression, gesture, group participation, and courage to perform before classmates. Descriptive observation scores also showed improvement from a low initial condition to a developing category, with the strongest progress in students' courage to perform in front of the class. The main constraints included shyness, limited character comprehension, vocal-articulation difficulties, group discipline, time and facility limitations, and varied student interests. The study contributes a practical learning model that integrates literacy, theater expression, and character formation, with implications for designing supportive, low-resource, and developmentally appropriate arts learning in elementary schools.Abstrak: Penelitian ini mengkaji integrasi membaca ekspresif dalam pembelajaran seni teater sebagai pendekatan pendidikan karakter untuk memperkuat percaya diri siswa kelas V sekolah dasar. Kebaruan penelitian terletak pada pemanfaatan membaca ekspresif bukan sekadar kegiatan literasi, melainkan sebagai jembatan pedagogis antara pemahaman teks, penghayatan peran, dan pembentukan keberanian tampil dalam pembelajaran teater yang sederhana dan sesuai konteks SD. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif di SD IT ABATA Mataram dengan subjek 18 siswa kelas V dan satu guru. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni teater berbasis membaca ekspresif memperkuat indikator percaya diri siswa, terutama keberanian menjawab pertanyaan, ketenangan membaca, kejelasan suara, ketepatan intonasi, penggunaan mimik dan gestur, partisipasi kelompok, serta keberanian tampil di depan kelas. Skor observasi deskriptif juga menunjukkan perkembangan dari kondisi awal yang rendah menuju kategori berkembang, dengan peningkatan paling menonjol pada keberanian tampil. Kendala utama meliputi rasa malu, kesulitan memahami karakter, keterbatasan vokal-artikulasi, kedisiplinan kelompok, keterbatasan waktu dan sarana, serta variasi minat siswa. Kontribusi penelitian ini adalah menawarkan model pembelajaran seni teater yang praktis, suportif, dan hemat sarana untuk mengintegrasikan literasi, ekspresi seni, dan pendidikan karakter percaya diri di sekolah dasar.
Konstruksi Religiusitas Perempuan Intelektual dalam Novel Di Balik Kesabaran Cinta dan Relevansinya terhadap Pembelajaran Sastra di Perguruan Tinggi Ramadhan Kusuma Yuda; Fitriani Fitriani; Arni Arni; Nur Haliza
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i2.38955

Abstract

Abstract: This study aims to describe the construction of religiosity among intellectual women in Leni Va’s novel Di Balik Kesabaran Cinta and to examine its relevance to literature education in higher education. The novelty of this study lies in its focus on analyzing religiosity in relation to the representation of intellectual women, as well as its relevance to literature education in the Contemporary Literature course, using qualitative methods with a literary studies approach, as this approach allows for a deep and interpretive understanding of textual meaning. The research data consists of the novel’s text containing religious values, collected through documentary study using the read-and-note technique. Data analysis was conducted using content analysis through the following steps: data reduction, categorization, interpretation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that religiosity is represented through the characters’ patience, steadfast faith, moral responsibility, and ability to face various life challenges. These findings hold practical relevance for literature education, particularly for student activities such as discussions, value analysis, and reflection, which enhance appreciation for literary works while fostering character development.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi religiusitas perempuan intelektual dalam novel Di Balik Kesabaran Cinta karya Leni Va serta menelaah relevansinya terhadap pembelajaran sastra di perguruan tinggi. Adapun kebaruan penelitian terletak pada fokus analisis religiusitas yang dihubungkan dengan representasi perempuan intelektual, sekaligus relevansi terhadap pembelajaran sastra dalam mata kuliah Sastra Mutakhir menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian sastra karena pendekatan ini memungkinkan penafsiran makna teks secara mendalam dan interpretatif. Data penelitian berupa teks novel yang memuat nilai-nilai religiusitas, yang dikumpulkan melalui studi dokumentasi dengan teknik baca-catat. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi melalui langkah-langkah berupa reduksi data, kategorisasi, interpretasi, kemudian penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas direpresentasikan melalui sikap kesabaran, keteguhan iman, tanggung jawab moral, serta kemampuan tokoh dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Temuan tersebut memiliki relevansinya secara aplikatif dalam pembelajaran sastra, terutama untuk kegiatan diskusi, analisis nilai, dan refleksi mahasiswa meningkatkan apresiasi terhadap karya sastra sekaligus membentuk karakter.
Integrating Multicultural Values into Islamic Religious Education: Strategies for Fostering Inclusive Character Development in Elementary Schools Mappanyompa Mappanyompa
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i2.39885

Abstract

Abstract: This research is urgent given the growing need to foster inclusive character development among elementary school students amid social diversity and the dynamics of interaction in the digital age. However, a gap exists: while Islamic Religious Education (IRE) instruction has been implemented systematically, the internalization of multicultural values has not been consistently integrated into teaching practices and students’ daily lives. This study aims to analyze the integration of multicultural values in Islamic Religious Education (IRE) instruction to foster inclusive, tolerant, and harmonious attitudes. The approach used is descriptive qualitative, involving 25 fifth-grade students, 7 teachers, and 25 parents, through in-depth interviews, participant observation, and documentation analyzed using the Miles and Huberman model. The research findings demonstrate the integration of multicultural values through diversity-related materials, participatory methods (heterogeneous discussions, role-playing), and the exemplary behavior of inclusive teachers. The data findings indicate a decrease in verbal bullying and an increase in students’ empathy, tolerance, and cooperation. Recommendations for future research include the development of a digital model, expansion of the context, and the use of a comprehensive mixed-methods approach.Abstrak: Penelitian ini menjadi urgen seiring meningkatnya kebutuhan pembentukan karakter inklusif pada siswa sekolah dasar di tengah keberagaman sosial dan dinamika interaksi di era digital. Namun, terdapat kesenjangan ketika pembelajaran Pendidikan Agama Islam telah berjalan sistematis, sementara internalisasi nilai multikultural belum konsisten dalam praktik pembelajaran dan kehidupan siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi nilai multikultural dalam pembelajaran PAI guna membentuk sikap inklusif, toleran, dan harmonis. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek 25 siswa kelas V, 7 guru, dan 25 orang tua, melalui teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan integrasi nilai multikultural melalui materi keberagaman, metode partisipatif (diskusi heterogen, role play), dan keteladanan guru inklusif. Temuan data mengindikasikan penurunan bullying verbal serta peningkatan empati, toleransi, dan kerja sama siswa. Rekomendasi penelitian selanjutnya meliputi pengembangan model digital, perluasan konteks, dan penggunaan pendekatan mixed method komprehensif.
Implementasi Kebijakan Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama: Systematic Literature Review Lalu M. Wiresentana; Winengan Winengan; Hadi Kusuma Ningrat
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i2.39894

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the implementation of the Merdeka Curriculum policy in enhancing student engagement in learning at the junior high school (SMP) level through a Systematic Literature Review (SLR) approach. The literature sources were obtained from scientific articles indexed in Scopus, DOAJ, and Google Scholar published within the last 10 years. The review process was conducted through the stages of identification, selection, evaluation, and synthesis of various research findings relevant to the implementation of the Merdeka Curriculum and student learning engagement. The research results indicate that the implementation of the Merdeka Curriculum has a positive impact on increasing student learning engagement through more flexible, contextual, and student-centered learning. This improvement is evident in student participation in discussions, collaboration skills, the courage to express opinions, and active involvement in project-based learning. However, the increase in student learning engagement has not occurred uniformly across all schools. The effectiveness of the Merdeka Curriculum’s implementation is influenced by teachers’ readiness, their ability to select learning strategies, support from school leadership, and the availability of learning facilities and infrastructure. Therefore, strengthening teachers’ competencies, institutional support, and continuous evaluation are necessary to optimize the implementation of the Merdeka Curriculum in improving the quality of learning at the junior high school level.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Sumber literatur diperoleh dari artikel ilmiah yang terindeks Scopus, DOAJ, dan Google Scholar dengan rentang publikasi 10 tahun terakhir. Proses kajian dilakukan melalui tahap identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis terhadap berbagai hasil penelitian yang relevan dengan implementasi Kurikulum Merdeka dan keaktifan belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka memberikan dampak positif terhadap peningkatan keaktifan belajar siswa melalui pembelajaran yang lebih fleksibel, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Peningkatan tersebut terlihat dari partisipasi siswa dalam diskusi, kemampuan bekerja sama, keberanian menyampaikan pendapat, serta keterlibatan aktif dalam pembelajaran berbasis proyek. Namun demikian, peningkatan keaktifan belajar siswa belum terjadi secara merata pada seluruh sekolah. Efektivitas implementasi Kurikulum Merdeka dipengaruhi oleh kesiapan guru, kemampuan dalam memilih strategi pembelajaran, dukungan kepemimpinan sekolah, serta ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi guru, dukungan institusional, dan evaluasi berkelanjutan guna mengoptimalkan implementasi Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pada jenjang SMP.
Analisis Kedisiplinan Belajar terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Mapel PPKn Siswa Sekolah Dasar Evi Oktaviani; Dewi Nilam Tyas
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i2.40399

Abstract

Abstract: Success in Pancasila and Civic Education (PPKn) is influenced by various factors, one of which is study discipline, which plays a role in the development of students’ critical thinking skills. This study aims to describe the study discipline and critical thinking skills of elementary school students in PPKn classes, as well as to analyze the relationship between the two. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) method following the PRISMA 2020 guidelines. The research instrument consisted of an article data extraction sheet, while data analysis utilized content analysis of 12 scientific articles published between 2022 and 2026. The results indicate that academic discipline is positively correlated with students’ critical thinking skills. Students with high academic discipline tend to be more active, responsible, capable of managing their study time, and better at analyzing and evaluating information. Factors influencing this relationship include learning motivation, support from teachers and parents, a conducive learning environment, and the implementation of Higher-Order Thinking Skills (HOTS)-based instruction.Abstrak: Keberhasilan pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya kedisiplinan belajar yang berperan dalam pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kedisiplinan belajar dan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar dalam pembelajaran PPKn, serta menganalisis hubungan keduanya. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA 2020. Instrumen penelitian berupa lembar ekstraksi data artikel, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis isi terhadap 12 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2022–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan belajar berhubungan positif dengan keterampilan berpikir kritis siswa. Siswa yang memiliki kedisiplinan tinggi cenderung lebih aktif, bertanggung jawab, mampu mengelola waktu belajar, serta lebih baik dalam menganalisis dan mengevaluasi informasi. Faktor yang memengaruhi hubungan tersebut meliputi motivasi belajar, dukungan guru dan orang tua, lingkungan belajar yang kondusif, serta penerapan pembelajaran berbasis HOTS.
Penggunaan Media Interaktif Berbasis Wordwall Game untuk Meningkatkan Partisipasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PPKn di SMP Jumahir Jumahir; Zedi Muttaqin; Nurul Wahidah; Nurul Miiraz; Irwan Saputra; Munawir Haris; Sri Nirwana
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i2.40114

Abstract

Abstract: Learning participation is one of the important factors in determining learning success; however, students' participation in Civics Education learning remains relatively low. Low participation is reflected in students' lack of confidence in asking and answering questions, participating in discussions, expressing opinions, and paying attention during the learning process. Therefore, innovative learning media are needed to create more interactive and engaging learning experiences. This study aimed to improve students' learning participation through the use of interactive Wordwall Game-based media in Civics Education learning at SMPN 2 Labuapi. The novelty of this study lies in the implementation of gamification-based Wordwall Game media to enhance students' learning participation in junior high school Civics Education by measuring six participation indicators, namely asking questions, answering questions, participating in discussions, paying attention to teacher explanations, expressing opinions, and actively using Wordwall during learning activities. This study employed Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model consisting of planning, action, observation, and reflection stages conducted in two cycles. The research subjects were 32 eighth-grade students of SMPN 2 Labuapi. Data were collected through observation, questionnaires, and documentation. The data were analyzed descriptively using qualitative and quantitative approaches with percentage analysis. The results revealed that the average students' learning participation increased from 33.3% in the pre-cycle stage to 65.6% in Cycle I and further increased to 87.5% in Cycle II. These findings indicate that the use of interactive Wordwall Game-based media effectively improves students' learning participation by creating a more interactive, enjoyable, and student-centered learning environment. Therefore, Wordwall Game can serve as an innovative instructional medium to enhance students' participation in Civics Education learning.Abstrak: Partisipasi belajar merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan pembelajaran, namun pada praktiknya partisipasi siswa dalam pembelajaran PPKn masih tergolong rendah. Rendahnya partisipasi ditunjukkan oleh kurangnya keberanian siswa dalam bertanya, menjawab pertanyaan, berdiskusi, menyampaikan pendapat, serta kurangnya perhatian siswa selama pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi belajar siswa melalui penggunaan media interaktif berbasis Wordwall Game pada mata pelajaran PPKn di SMPN 2 Labuapi. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan media Wordwall Game berbasis gamifikasi untuk meningkatkan partisipasi belajar siswa pada mata pelajaran PPKn di jenjang SMP dengan mengukur enam indikator partisipasi belajar, yaitu aktif bertanya, menjawab pertanyaan, aktif berdiskusi, memperhatikan penjelasan guru, menyampaikan pendapat, dan aktif menggunakan media Wordwall selama pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 32 siswa kelas VIII SMPN 2 Labuapi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata partisipasi belajar siswa meningkat dari 33,3% pada tahap pra-siklus menjadi 65,6% pada siklus I dan meningkat menjadi 87,5% pada siklus II. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media interaktif berbasis Wordwall Game efektif dalam meningkatkan partisipasi belajar siswa karena mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, menyenangkan, dan berpusat pada siswa. Dengan demikian, media Wordwall Game dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran inovatif untuk meningkatkan partisipasi belajar siswa pada mata pelajaran PPKn.