cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
pendekar.ummat@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram Jln. KH. Ahmad Dahlan, No. 1, Pagesangan, Kota Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter
ISSN : -     EISSN : 26151421     DOI : 10.31764/pendekar
Core Subject : Education,
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter adalah jurnal yang dikelola oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) yang secara khusus menerbitkan hasil penelitian dosen, mahasiswa semester akhir termasuk guru sekolah maupun kegiatan penelitian ilmiah lainnya di bidang pendidikan. Adapun cakupannya meliputi hasil penelitian di bidang matematika dan ilmu alam, teknologi informasi dalam pembelajaran, sosio geografis, agama dan budaya, bahasa dan sastra, serta humaniora. Terbit dua kali setahun yakni bulan April dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 329 Documents
Religious Moderation in Islamic Education as a Strategy for Strengthening the Character of Tolerance and Prevention of Violence Fauzi, Ahmad Akbar; Anggraini, Fadhilla Nangroe; Aryoseno, Ghifary Bimo; Syakur, Muhammad Shobarin
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i1.38419

Abstract

Abstract: The increasing intolerance, radicalism and identity-based violence among Indonesian youth underscores the urgency of how higher commitment to Islam education on tolerance. This research reveals the moderation of religious thought in Islamic education as a strategy for peace and conflict prevention in a pluralistic society. This study, employing a qualitative and desk-based research design, scrutinizes academic papers, books, policy papers, and university reports that observe religious moderation as well as character education in Indonesia. The analysis of data applied was the content analysis technique, by categorizing and coding the key themes contained in relevant literature to find patterns [which] support religious moderation [in Islamic education]. The findings imply that wasatiyah internalization in the curriculum, teaching methods, school culture and digital literacy efforts are indicators of inclusive and resilient character towards non-violence. This research connects religious moderation with structural-functional theory, also social learning theory. It calls for policy support, better teacher preparation and more empirical research to facilitate better implementation in the future.Abstrak: Meningkatnya intoleransi, radikalisme, dan kekerasan berbasis identitas di kalangan pemuda Indonesia menggarisbawahi urgensi komitmen yang lebih tinggi terhadap pendidikan Islam yang berfokus pada toleransi. Penelitian ini mengungkapkan moderasi pemikiran keagamaan dalam pendidikan Islam sebagai strategi perdamaian dan pencegahan konflik dalam masyarakat pluralistik. Studi ini, menggunakan desain penelitian kualitatif dan berbasis pustaka, meneliti makalah akademis, buku, makalah kebijakan, dan laporan universitas yang mengamati moderasi keagamaan serta pendidikan karakter di Indonesia. Analisis data yang diterapkan adalah teknik analisis isi, dengan mengkategorikan dan mengkodekan tema-tema utama yang terdapat dalam literatur terkait untuk menemukan pola yang mendukung moderasi keagamaan dalam pendidikan Islam. Temuan menunjukkan bahwa internalisasi wasatiyah dalam kurikulum, metode pengajaran, budaya sekolah, dan upaya literasi digital merupakan indikator karakter inklusif dan tangguh terhadap non-kekerasan. Penelitian ini menghubungkan moderasi keagamaan dengan teori struktural-fungsional, serta teori pembelajaran sosial. Hal ini menyerukan dukungan kebijakan, persiapan guru yang lebih baik, dan lebih banyak penelitian empiris untuk memfasilitasi implementasi yang lebih baik di masa mendatang. 
Peran Analogi dan Metafora dalam Memahami Konsep Abstrak Fisika Modern: A Systematic Review Farisky, Mey Lani; Samah, Azmi Aufa Ibti; Saputri, Tamara Nissa; Hakim, M. Arif Rahman
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i1.37667

Abstract

Abstract: Modern physics, with its abstract concepts such as those found in quantum mechanics and relativity presents significant cognitive challenges for learners. This systematic review aims to analyze the role of analogical and metaphorical representations in facilitating conceptual understanding of modern physics material. The PRISMA method was used, involving the stages of identification, screening, eligibility, and inclusion of articles obtained from the Scopus, Google Scholar, and ERIC databases within the years 2005–2025. Inclusion criteria included empirical and theoretical articles discussing the use of analogies or metaphors in modern physics learning, available in full text, and written in English or Indonesian, while off-topic and irrelevant articles were excluded. From this process, 40 articles were obtained for analysis. Data analysis was conducted using a thematic approach to identify patterns in research findings and bibliometric analysis to map publication trends. The results indicate that the effectiveness of using analogies and metaphors is measured by the proportion of studies reporting improved conceptual understanding, with the highest values in the topics of Quantum Mechanics (85%) and Cosmology (80%).Abstrak: Fisika modern dengan konsep-konsep abstraknya, seperti dalam mekanika kuantum dan relativitas, menghadirkan tantangan kognitif yang signifikan bagi pembelajar. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk menganalisis peran representasi analogis dan metaforis dalam memfasilitasi pemahaman konseptual pada materi fisika modern. Metode PRISMA digunakan dengan tahapan identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi terhadap artikel yang diperoleh dari database Scopus, Google Scholar, dan ERIC dalam rentang tahun 2005–2025. Kriteria inklusi meliputi artikel empiris dan teoretis yang membahas penggunaan analogi atau metafora dalam pembelajaran fisika modern, tersedia dalam full-text, serta ditulis dalam bahasa Inggris atau Indonesia, sedangkan artikel di luar topik dan tidak relevan dieliminasi. Dari proses tersebut diperoleh 40 artikel yang dianalisis. Analisis data dilakukan melalui pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola temuan penelitian serta analisis bibliometrik untuk memetakan tren publikasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas penggunaan analogi dan metafora diukur berdasarkan proporsi studi yang melaporkan peningkatan pemahaman konseptual, dengan nilai tertinggi pada topik Mekanika Kuantum (85%) dan Kosmologi (80%). 
Peran Transformasi Digital terhadap Pengelolaan Keuangan Bisnis untuk Peningkatan Daya Saing Perusahaan Puspita, Febi Laeli; Hamami, Fathin; Yunarni, Baiq Reinelda Tri
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i1.38456

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the role of digital transformation in business financial management and its contribution to enhancing corporate competitiveness. The methodology employed is a Systematic Literature Review, utilizing literature sources from Scopus, Google Scholar, and DOAJ for the period from 2015 to 2025. Studies were selected through a process of identification, screening, and analysis of relevant research. The results indicate that digital transformation strengthens the effectiveness of financial management by improving data accuracy, accelerating accounting processes, and reinforcing financial reporting and control systems. Technologies such as big data, artificial intelligence, and modern financial information systems enhance decision-making quality by providing faster, more comprehensive, and more reliable data. Moreover, digitalization fosters innovation, increases company adaptability, and promotes transparency and accountability, all of which support enhanced competitiveness. The literature review identified several challenges, including data security issues, limitations in human resource capabilities, gaps in technology adoption, and incomplete digital integration, which hinder the ability to make long-term strategic decisions. These findings affirm that digital transformation plays a strategic role in strengthening financial management and enhancing corporate competitiveness in an increasingly competitive business environment.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran transformasi digital dalam manajemen keuangan bisnis serta kontribusinya terhadap peningkatan daya saing perusahaan. Metodologi yang digunakan adalah Tinjauan Pustaka Sistematis, dengan memanfaatkan sumber-sumber pustaka dari Scopus, Google Scholar, dan DOAJ untuk periode tahun 2015 hingga 2025. Penelitian dipilih melalui proses identifikasi, penyaringan, dan analisis penelitian yang relevan. Hasilnya menunjukkan bahwa transformasi digital memperkuat efektivitas manajemen keuangan dengan meningkatkan akurasi data, mempercepat proses akuntansi, serta memperkuat sistem pelaporan dan pengendalian keuangan. Teknologi seperti big data, kecerdasan buatan, dan sistem informasi keuangan modern meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dengan menyediakan data yang lebih cepat, lebih komprehensif, dan lebih andal. Selain itu, digitalisasi mendorong inovasi, meningkatkan kemampuan adaptasi perusahaan, serta mempromosikan transparansi dan akuntabilitas, yang semuanya mendukung peningkatan daya saing. Tinjauan literatur mengidentifikasi beberapa tantangan, termasuk masalah keamanan data, keterbatasan kemampuan sumber daya manusia, kesenjangan dalam adopsi teknologi, dan integrasi digital yang belum tuntas, yang menghambat kemampuan untuk mengambil keputusan strategis jangka panjang. Temuan ini menegaskan bahwa transformasi digital memainkan peran strategis dalam memperkuat manajemen keuangan dan meningkatkan daya saing korporat di lingkungan bisnis yang semakin kompetitif. 
Strategi dan Model Blended Learning dalam Pembelajaran Bahasa Arab Rinjani, Fitria Eka Putri; Maujud, Fathul
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i1.36976

Abstract

Abstract: Learning Arabic in the digital era requires innovation, considering the difficulties of the material faced by students, which can hinder mastery of the Arabic language. One learning model that can address this challenge is blended learning. This learning combines face-to-face and online learning. The purpose of this study is to analyze strategies and models of blended learning in Arabic language learning. This study uses a qualitative approach through a literature review by searching for relevant data sources from various articles. The results of the study show that blended learning in Arabic language learning can enhance a flexible and interactive learning experience. Through the blended learning model and the use of digital platforms, students can access materials independently anytime and anywhere.Abstrak: Pembelajaran bahasa Arab di era digital membutuhkan inovasi, mengingat kesulitan materi yang dihadapi peserta didik sehingga dapat menjadi penghambat dalam penguasaan bahasa Arab. Salah satu model pembelajaran yang dapat mengatasi tantangan tersebut adalah pembelajaran blended learning. Pembelajaran ini menggabungkan pembelajaran tatap muka dan online. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis strategi dan model blended learning dalam pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian pustaka dengan mencari sumber data yang relevan dari berbagai artikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa blended learning dalam pembelajaran bahasa Arab mampu meningkatkan pengalaman belajar yang fleksibel dan interaktif. Melalui model blended learning dan pemanfaatan platform digital siswa dapat mengakses materi secara mandiri kapan saja dan di mana saja.
Students’ Collaboration Skills Profile in Case Method Learning: A Cognitive-Behavioristic Perspective Nurcahyo, Muhammad Aqmal; Sujarwo, Sujarwo; Saptono, Bambang; Afryaningsih, Yunika; Setyowati, Dessy; Fatmawati, Risdiana Andika
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i1.38316

Abstract

Abstract: The increasing demand for 21st century competencies highlights the importance of collaboration skills in higher education. However, limited studies have examined how integrated cognitive-behavioristic grouping strategies shape specific dimensions of students’ collaboration skills. This study aims to analyze the profile of students’ collaboration skills within a cognitive-behavioristic grouping framework implemented through case-method-based collaborative learning. This research employed a qualitative descriptive approach embedded in a lesson study design involving 30 third-semester students of the Elementary School Teacher Education Program. Data were collected through structured observation sheets, field notes, student worksheets, voice recordings, and documentation to ensure triangulation. Although descriptive statistics were used to calculate percentage distributions, the analysis remained qualitative-descriptive, focusing on interpreting observable collaborative behaviors across five aspects: contribution, time management, problem solving, working with others, and investigation techniques. The findings indicate that the overall collaboration skill level reached 72,83% (collaborative category), with stronger performance in interpersonal aspects than in higher-order investigative competencies. These results suggest that cognitive-behavioristic grouping effectively reinforces cooperative behaviors but requires additional cognitive scaffolding to optimize analytical and inquiry skills. The novelty of this study lies in integrating cognitive and behavioristic dimensions as a structured basis for heterogeneous grouping and in examining collaboration skills across specific measurable aspects. The study contributes theoretically to collaborative learning design by bridging behavioral engagement and cognitive depth, and practically by offering a structured grouping model that supports balanced collaborative development in higher education.Abstrak: Tuntutan kompetensi abad ke-21 menegaskan pentingnya keterampilan kolaborasi dalam pendidikan tinggi. Namun, penelitian yang mengkaji bagaimana strategi pengelompokan berbasis kognitif-behavioristik memengaruhi dimensi spesifik keterampilan kolaborasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil keterampilan kolaborasi mahasiswa dalam kerangka pengelompokan kognitif-behavioristik yang diimplementasikan melalui pembelajaran kolaboratif berbasis case method. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang terintegrasi dalam desain lesson study dengan melibatkan 30 mahasiswa semester III Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Data dikumpulkan melalui lembar observasi terstruktur, catatan lapangan, lembar kerja mahasiswa, rekaman suara, dan dokumentasi untuk menjamin triangulasi data. Meskipun statistik deskriptif digunakan untuk menghitung persentase, analisis tetap berorientasi kualitatif dengan fokus pada interpretasi perilaku kolaboratif yang teramati pada lima aspek, yaitu kontribusi, manajemen waktu, pemecahan masalah, bekerja sama, dan teknik investigasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterampilan kolaborasi secara keseluruhan mencapai 72,83% (kategori kolaboratif), dengan kekuatan pada aspek interpersonal dibandingkan aspek investigatif tingkat tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelompokan kognitif-behavioristik efektif memperkuat perilaku kooperatif, namun masih memerlukan scaffolding kognitif untuk mengoptimalkan kemampuan analitis dan inkuiri. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi dimensi kognitif dan behavioristik sebagai dasar pengelompokan heterogen serta pengukuran keterampilan kolaborasi secara spesifik. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dalam menjembatani dimensi perilaku dan kognitif dalam desain pembelajaran kolaboratif, serta secara praktis menawarkan model pengelompokan yang mendukung pengembangan kolaborasi yang lebih seimbang di pendidikan tinggi. 
Pengaruh Model Inquiry Based Learning Terintegrasi STEM Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa SMP Hakim, Wihdatu Insanil; Putra, Pramudya Dwi Aristya; Astuti, Sri Rejeki Dwi
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i1.38302

Abstract

Abstract: Low science process skills among students remain a problem in science education at the junior high school level. This study aims to determine the effect of the integrated STEM Inquiry Based Learning model on students' science process skills. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental design. The research subjects consisted of two classes, namely the experimental class and the control class, each with 27 students. The research instrument was a science process skills test, while data analysis was performed using normality tests, homogeneity tests, t-tests, and N-Gain tests. The results showed that there was a significant difference in science process skills between the experimental class and the control class. The average N-Gain score for the experimental class was 0.65, which is in the moderate category. These results indicate that the application of the integrated STEM Inquiry Based Learning model is effective in improving the science process skills of junior high school students.Abstrak: Rendahnya keterampilan proses sains siswa masih menjadi permasalahan dalam pembelajaran IPA di tingkat SMP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Inquiry Based Learning terintegrasi STEM terhadap keterampilan proses sains siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing berjumlah 27 siswa. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan proses sains, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji t, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan proses sains antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Nilai rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,65 yang termasuk dalam kategori sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan model Inquiry Based Learning terintegrasi STEM efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMP.
Optimalisasi Penggunaan Artificial Intelegencies (AI) dan Internet of Things (IoT): Peluang Peningkatan Literasi dan Tantangan Plagiarisme Hariyanto, Hariyanto; Astuti, Johan Wahyu Tri; Kardi, Kardi
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i1.38439

Abstract

Abstract: The speed of accessing information and the ease of obtaining references create the potential to improve literacy and the potential for increased plagiarism. This study aims at determining efforts to optimize IoT and AI in improving literacy and efforts to prevent plagiarism. The research was library research that analysze various literature sources such as research articles journals and other relevant sourcesbooks, synthesize and formulating conclusion.. The research results indicated that the increasing of literacy and plagiarism is due to easy access to AI and IoT. The human resources capability in using Internet of Things (IoT) and Artificial Intelligence (AI) wisely based on academic integrity principles can potentially improve literacy in Indonesia. Teacher played roles as motivator, facilitator, and classroom manager if utilized wisely by promoting academic integrity. Educators as facilitators must have the ability in the field of technology so that they can detect the level of similarity of students’ work, in addition to create a culture of literacy through increasing interest in reading, training students to think critically, and providing digital literacy competencies. Increasing literacy and preventing plagiarism through optimizing IoT and AI can be successful if there wasis cooperation and support from education stakeholders.Abstrak: Kecepatan mengakses informasi dan kemudahan mendapatkan referensi menciptakan potensi untuk meningkatkan literasi dan tantangan untuk meningkatknya tindakan plagiasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya optimalisasi IoT dan AI dalam meningkatkan literasi dan upaya untuk mencegah tindakan plagiasi. Jenis Penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan melalui tahapan mengumpulkan dan yaitu menganalisis dari berbagai sumber kepustakaan seperti artikel jurnal dan buku sumber yang relevan, mensintesis dan menarik kesimpulan lainnya. . Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan literasi dan kecenderungan tindakan plagiasi disebabkan kemudahan akses dan penggunaan IoT dan AI. Faktor kemampuan Sumber Daya Manusia dalam menggunakan IoT dan AI secara bijak dapat berpotensi untuk meningkatkan literasi di Indonesia apabila dimanfaatkan secara bijak dengan mengedepankan integritas akademik akan berdampak pada optimalisasi literasi. Pendidik berperan sebagai motivator, fasilitator, pengelola kelas sekaligus advisor harus memiliki kemampuan di bidang teknologi sehingga bisa mendeteksi tingkat kemiripan hasil karya siswa, disamping itu penciptaan budaya literasi di sekolah melalui peningkatan minat baca, melatih siswa berpikir kritis, dan memberikan bekal kompetensi literasi digital. Peningkatan literasi dan pencegahan plagiasi melalui optimalisasi IoT dan AI dapat berhasil jika terdapat kerjasama dan dukungan dari stakeholder pendidikan. 
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatip Tipe Visualization Auditory Kinestetik untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran IPAS Hasanah, Firda Siti; Salahudin, Anas; Ginanjar, Ani Yanti
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i1.38745

Abstract

Abstract: This research is motivated by the low critical thinking skills of students in Social Studies (IPS) in grade IV. Initial observations showed that out of 27 students, 17 students had not reached the Learning Mastery Criteria (KKTP). This study aims to improve students' critical thinking skills through the implementation of the Visualization, Auditory, Kinesthetic (VAK) learning model. The research method used is Classroom Action Research (CAR), conducted in two cycles. Data collection was carried out through critical thinking skills test instruments to measure cognitive aspects and student activity observation sheets to monitor student engagement during the learning process. Data analysis techniques were performed quantitatively to calculate the average score and the percentage of classical mastery, and qualitatively through descriptive analysis for observation data. The results showed a significant increase in students' critical thinking skills. In the pre-cycle, the average student score was 65 with a mastery rate of 37%, increasing in Cycle I to 73.33 with 67% mastery, and peaking in Cycle II with an average of 75.18 and 81% mastery. With the achievement of the 80% success indicator, it can be concluded that the VAK learning model is effective in improving students' critical thinking skills in Social Studies.Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPS di kelas IV. Hasil observasi awal menunjukkan dari 27 siswa terdapat 17 siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Pembelajaran (KKTP). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapan model pembelajaran Visualization, Auditory, Kinesthetic (VAK). Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen tes kemampuan berpikir kritis untuk mengukur aspek kognitif dan lembar observasi aktivitas siswa untuk memantau keterlibatan siswa selama proses pembelajaran. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif untuk menghitung rata-rata nilai dan persentase ketuntasan klasikal, serta secara kualitatif melalui analisis deskriptif untuk data hasil observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa secara signifikan. Pada pra-siklus, rata-rata nilai siswa sebesar 65 dengan ketuntasan 37%, meningkat pada siklus I menjadi 73,33 dengan ketuntasan 67%, dan mencapai puncaknya pada siklus II dengan rata-rata 75,18 serta ketuntasan 81%. Dengan tercapainya indikator keberhasilan sebesar 80%, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran VAK efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPS. 
The Use of the Syllable Method to Improve Early Reading Skills of Second Grade Students at SD Panyabungan Kholijah, Nur; Lubis, Rica Umrina; Yusron, Ali
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i1.38371

Abstract

Abstract: This study was motivated by the low early reading ability of second-grade students at SD Negeri 088 Panyabungan. The purpose of this research is to describe the implementation of the syllable (syllabic) method in improving students’ early reading skills. This study employed a Classroom Action Research (CAR) approach based on the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles. Each cycle consisted of four stages: planning, acting, observing, and reflecting. The research subjects were 27 second-grade students. Data were collected through classroom observations and reading ability tests. The data were analyzed using descriptive quantitative analysis to identify improvements in students’ learning outcomes across the research cycles. The results showed that the implementation of the syllable method significantly improved students’ early reading ability. In the pre-cycle stage, the average score was 61.11 with a learning mastery level of 44% (12 students). After the implementation of Cycle I, the average score increased to 74.6 with a mastery level of 67% (18 students). Improvements in the learning process during Cycle II resulted in a more significant increase, with the average score reaching 80 and the mastery level rising to 89% (24 students). These findings indicate that the syllable method is effective in improving the early reading ability of second-grade students at SD Negeri 088 Panyabungan.Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca permulaan siswa kelas II di SD Negeri 088 Panyabungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode silabel dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada model Kemmis dan McTaggart, yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), observasi (observing), dan refleksi (reflecting). Subjek penelitian berjumlah 27 siswa kelas II. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes kemampuan membaca, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode silabel mampu meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa. Pada tahap pra-siklus, nilai rata-rata siswa sebesar 61,11 dengan tingkat ketuntasan belajar 44% (12 siswa). Setelah penerapan tindakan pada siklus I, nilai rata-rata meningkat menjadi 74,6 dengan ketuntasan belajar 67% (18 siswa). Perbaikan pembelajaran pada siklus II menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan dengan nilai rata-rata mencapai 80 dan ketuntasan belajar 89% (24 siswa). Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan metode silabel efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II SD Negeri 088 Panyabungan.