Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan merupakan jurnal ilmiah pada bidang pendidikan dan pembelajaran yang terbit sejak tahun 2008 dengan Nomor p-ISSN: 1979-5823 (media cetak) berdasarkan SK No. 0005.49/Jl.3.02/SK.ISSN/2008.06, tertanggal 19 Juni 2008; e-ISSN: 2620-7672 (media online) berdasarkan SK No. 0005.26207672/JI.3.1/SK.ISSN/2018.05, tertanggal 9 Mei 2018. Jurnal Lentera dikelola dan diterbitkan oleh Lembaga Penelitian STKIP PGRI Bandar Lampung. Terbit setiap semester atau dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Articles
806 Documents
SPEAKING SKILL IS THE FOCUS OF ENGLISH LANGUAGE TEACING AT ALL LEVELS
Sutiyono, Akhmad
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 1 (2012): Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP PGRI Bandar Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The main objective of teaching English as a Foreign Language is enables students to use English for communication in real-life situations. However, it is a fact that many students find difficulties in mastering English. They cannot speak English well although they have learned English for years. It is the teachersâ responsibility to encourage students to practice their English at least in the classroom hours. The English teachers should apply various teaching techniques and teaching media that over higher and wider opportunities to use English in real-life situations.All kinds of instructional activities and exercises provided by the English teachers should offer and challenge students to use English orally sothat they will not be afraid of making mistakes in their speaking.
URGENSI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEPALA SEKOLAH DALAM UPAYA PENINGKATAN PROFESIONALISME
Hidayat, Nurdin
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 1 (2012): Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP PGRI Bandar Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengelolaan pendidikan terkait dengan Pemerintah secara makro sebagai pembuat kebijakan dan secara mikro Kepala Sekolah sebagai sebagaipengelola sekolah. Sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap manajemen di sekolah, kepala sekolah dituntut untuk dapat bekerja secarabaik dan profesional. Melihat beratnya pekerjaan yang diemban oleh kepala sekolah, maka jabatan ini merupakan jabatan yang tidak dapat di isi oleh sembarang orang. Jabatan ini harus benar-benar di isi oleh orang-orang yang berkompetensi dan profesional. Namun amat disayangkan bahwa: âDepartemen Pendidikan Nasional memperkirakan 70 persen dari 250.000 kepala sekolah di Indonesia tidak Kompetenâ.
Kesimpulan ini merupakan temuan Direktorat Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional setelah melakukan uji kompetensi. Banyaknya kepala sekolah yang kurang memenuhi standar kompetensi ini diduga sebagai akibat dari kurang baiknya proses rekruitmen dan pengangkatan kepala sekolah yang selama ini berlaku. Proses pengangkatan kepala sekolah jarang disertai pendidikan dan pelatihan. Pendidikan dan pelatihan kepala sekolah adalah program kesempatan balajar yang terencana dalam satuan waktu tertentu yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kerja kepala sekolah. Dalam prosesnya, diharapkan ada perubahan tingkah laku sebagai akibat adanya interaksi antara stimulus yang diberikan dengan respon. Dasar filosofis dari pendidikan dan pelatihan adalah berlandaskan nilai-nlai pancasila.
Tujuan utama dari pendidikan dan pelatihan kepala sekolah adalah untuk memperoleh kecakapan khusus yang diperlukan oleh kepala sekolahdalam rangka pelaksanaan tugas-tugas kepemimpinan kepala sekolah. Oleh karena itu maka program-program pendidikan dan pelatihan harus dikemas secara rapi, menarik serta menjadi suatu program yang berkelanjutan atau paling tidak merupakan suatu bagian kehidupan dan pelaksanaan tujuan di ulang kembali. Pendidikan dan pelatihan sebagai upaya untuk meningkatkan profesionlisme dapat dilaksanakan dengan dua program, yaitu program preservice dan program in-service training. Program pre-service diperuntukkan bagi calon kepala sekolah yang akan menjadi kepala sekolah. Sedangkan program in-service training diperuntukkan bagi mereka yang telahmenduduki jabatan kepala sekolah. Ada tiga kelompok materi dalam pendidikan dan pelatihan, sehingga dengan adanya materi tersebut dapat memenuhi harapan persyaratan jabatan kepala sekolah. Materi tersebut di bagi dalam kelompok dasar, kelompok inti dan kelompok pendukung.
WOMENâS ROLES IN THE MEDIA
Dewi, Ratna Sari
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 1 (2012): Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP PGRI Bandar Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The purpose of this paper is to investigate the changes of womenâs roles on how women were potrayed in the past and how they are potrayed today, especially in four influential media. Therefore, the question rised in this paper is âWhat are the changes of womenâs roles on how women were potrayed in the past and how they are potrayed today, especially in four influential media?â. This paper shows that there are many proofs showing changes and improvements of womenâs roles on how women were potrayed in the media in the past, and how they are potrayed today, especially in four influential media such as womenâs magazines, television and print media cartoons and fairy tales. When women are depicted in the media, they they are tipically subjected to a greater degree of phisical appearance and more rigid standard of beauty which they are expected to embody. It argued that the central media messages concerning women is that womenâs primary value lies in their physical appearance.
PENGARUH PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERDASARKAN KBK
Rahmawati, Fitriana
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 1 (2012): Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP PGRI Bandar Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pembelajaran matematika dengan pembelajaran matematika realistik, memberi peluang kepada siswa untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan atau mereinvent pengetahuan matematika. Dalam proses belajar mengajar sesuai dengan sifat matematika realistik yang berbasis masalah, maka strategi umum pembelajaran meliputi pemberian masalah untuk dipecahkan siswa, pemberian kesempatan siswa untuk mengkonstruksi sendiri pemecahan masalah dan presentasi hasil yang disusul dengan diskusi. Untuk itu situasi pembelajaran sedapat mungkin dibuat menyenangkan, komunikasi dan interaksi yang baik antara guru dan siswa. Hal ini sangat sesuai dengan potensi yang harus dikembangkan secara optimal dan tuntutan kegiatan siswa dalam proses belajar matematika sesuai dengan KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) kurikulum 2004.Dan dengan pembelajaran matematika realistik ini diharapkan dapat menimbulkan minat sekaligus kreatifitas dan motivasisiswa dalam mempelajari matematika sehingga siswa dapat memperoleh manfaat maksimal baik proses maupun hasil belajarnya.
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII SEMESTER GANJIL SMP PGRI 3 BANDAR LAMPUNG
Jaya, Wayan Satria
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 2 (2012): Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP PGRI Bandar Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This study aims to obtain data on how far the relationship between motivation to learn with the learning outcomes of students in school. Methodused is the correlation with quantitative approach. Can be said there is a positive relationship between motivation to learn with the learning outcomes of students in school by 14.11%. Therefore, to improve student learning outcomes in advance should increase learning motivation.
FRASA DALAM BAHASA INDONESIA
., Surastina
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 2 (2012): Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP PGRI Bandar Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengajaran bahasa tidak dapat Iepas sama .sekali daripada pertumbuhan ilmu bahasa pada umumnya. Kaum Brahma di India beberapaabad sebelum Masehi mendapat âpelajaran" bahasa Sansekerta dari ahli-ahli tata bahasa mereka. Biarpun tujuannya berbeda daripada pelajaran bahasa pada umumnya yaitu karena kaum Brahma itu mengusahakan "kemurnian" ucapan dan pembentukan frasa dan kalimat, supaya mantera-mantera yang mereka ucapkan tidak kehilangan hikmahnya, pengajaran bahasa bagi kaum Brahma itu merupakan pengajaran bahasa yang sesuai dengan ilmu bahasa murni. Untuk itu pada tulisan ini saya akan membahas tentang pembagian frasa dalam bahasa Indonesia.
AN ANALLYSIS OF STUDENTSâ ERRORS IN ENGLISH NEGATION AT THE 2nd SEMESTER OF THE 7th CLASS OF SMP PGRI 3 BANDAR LAMPUNG
Damiri, Adenan
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 2 (2012): Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP PGRI Bandar Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
In teaching and learning English as a foreign language. The students should have the ability in using it in speaking or writing. However to be ableto speak or write well, the students should have the mastery of structure. Because if they have lack of structure they will make errors. It is therefore, the writer would like to analyze the studentsâ errors in using English negation.The subject is the students at the second semester of the seventh class of SMP PGRI 3 Bandar that consists of 40 students. In the data collecting technique the writer used essay test writing test, it means that ask the students to answer based on the teacherâ questions in written dialogue and in analyzing the data the students was used surface strategy taxonomy.Based on the data analyzing of studentsâ English negation of their writing dialogue, the writer described that there are 25 students who madeerrors from 40 students= 62.5%. And from 40 students the writer found 440 sentences. From 440 students, there are 199 in correct sentences= 27.04%.. From 199 incorrect sentence or errors, there are 16 sentences in omission errors= 13.45%; addition errors is 16 sentences= 13.45%;misformation errors is 81 sentences = 68.06%; and misordering errors is 6 sentences= 5.04%. Based on kind of errors, it can be seen that misformation is the highest errors and misordering errors is lowest error.Most of the studentsâ errors because of the studentsâ ability of structure. It means that the students have lack of structure mastery especiallyin using auxiliary verb and the using of ânotâ and also the using tenses.
PENDEKATAN KONSELING BEHAVIORAL UNTUK MENINGKATKAN APLIKASI PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK SISWA MADRASAH ALIYAH ( Teori modelling Albert Bandura)
Oktariana, Yohana
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 2 (2012): Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP PGRI Bandar Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kajian ini bertujuan untuk meningkatkan aplikasi pembelajaran akidah akhlak khususnya bagi siswa tingkat Madrasah Aliyah/SLTA dengan metode pendekatan konseling behavioral,maka tujuan dari konseling behavioral akan mejadi salah satu solusi tepat yang dapat mengubah perilakuyang salah dalam penyesuaian dengan cara memperkuat perilaku yang diharapkan dan meniadakan perilaku yang tidak diharapkan serta membantu menemukan cara-cara berperilaku yang tepat.Konseling behavioral dipandang penting untuk membantu pembelajaran akhlak remaja karena dalam pandangan behavioral, kepribadian itu pada hakekatnya adalah perilaku. Dan perilaku itu dibentuk berdasarkan hasil segenap pengalamannya berupa interaksi individu dengan lingkungan sekitarnya, oleh karena itu konsep behavioral perilakumanusia merupakan hasil belajar, sehingga dapat diubah dengan memanipulasi dan mengkreasi kondisi-kondisi belajar. Pada dasarnya, proseskonseling merupakan suatu penataan proses atau pengalaman belajar untuk membantu individu supaya mengubah perilakunya agar dapat memecahkan masalahnya.
HUBUNGAN ANTARA MINAT BACA DI PERPUSTAKAAN SEKOLAH DENGAN HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS X SEMESTER GENAP SMA NEGERI 1 PADANG CERMIN TAHUN PELAJARAN 2011/2012
Hardiningsih, Eka;
Hidayat, Nurdin
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 2 (2012): Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP PGRI Bandar Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini berkaitan dengan hubungan antara minat baca di perpustakaan sekolah dengan hasil belajarekonomi siswa kelas X semester genap SMA Negeri 1 Padang Cermin tahun pelajaran 2011/2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara minat baca di perpustakaan sekolah dengan hasil belajar ekonomi.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa seluruh kelas X semester genap SMA Negeri 1 Padang Cermin tahun pelajaran 2011/2012 sebanyak257 siswa yang terbagi menjadi 7 kelas. Sampel di ambil dengan menggunakan teknik Stratified Proporsional Random Sampling sebanyak 37siswa. Pengambilan data minat baca di perpustakaan sekolah di peroleh dengan meggunakan angket, sedangkan data hasil belajar ekonomi siswa di peroleh dengan menggunakan tes. Berdasarkan hasil analisis data di dapat r = 0,798 Ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif antara minat baca di perpustakaan sekolah dengan hasil belajar ekonomi siswa kelas X semester genap SMA Negeri 1 Padang Cermin Tahun Pelajaran 2011/2012.
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SEMESTER GANJIL SMP NEGERI 13BANDAR LAMPUNG
Suryati, Wawat
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 2 (2012): Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP PGRI Bandar Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar IPS Terpadupada Siswa kelas VII Semester Ganjil SMP Negeri 13 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2012/2013. Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode eksperimen. Bentuk penelitian eksperimen yang digunakan adalah desain quasi eksperimen dengan jenis Nonequivalent Control Group Design. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 13 Bandar Lampung yang berjumlah 56 orang. Hasil analisis data diperoleh hasil rata-rata post-test siswa 73,09, kemudian dari perhitungan Uji Hipotesis dengan rumus t didapatkan hasil berupa nilai thitung post-test 5,73 dan ttabel 1,6749, karena thitung>ttabel maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pada hasil belajar siswa yang menerapkan model pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran IPS Terpadu di Kelas VII SMP Negeri 13 Bandar Lampung.