cover
Contact Name
Dwi Nurhidayah
Contact Email
ampibi@uho.ac.id
Phone
+6285241567769
Journal Mail Official
ampibi@uho.ac.id
Editorial Address
http://ojs.uho.ac.id/index.php/ampibi/about/editorialTeam
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi 
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25276735     EISSN : 27236846     DOI : http://dx.doi.org/10.36709/ampibi
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi merupakan jurnal yang memuat tulisan berdasarkan hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, dan penerapan teori dalam bidang pendidikan biologi seperti model/metode Pembelajaran Biologi, Strategi Pembelajaran Biologi, Pembelajaran Biologi Media dan TIK Pembelajaran Biologi, Higher Order Thinking Skill biologi dan Biologi Literasi.
Articles 105 Documents
GASTROPODA DAN BIVALVIA EPIFAUNA YANG BERASOSIASI DENGAN MANGROVE DI DESA PULAU TAMBAKO KECAMATAN MATAOLEO KABUPATEN BOMBANA Masni Masni; Jahidin Jahidin; Lili Darlian
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 1 (2016): Ampibi 1
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.049 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i1.5023

Abstract

Gastropoda dan Bivalvia Epifauna yang Berasosiasi dengan Mangrove di Desa Pulau Tambako Kecamatan Mataoleo Kabupaten Bombana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis Gastropoda dan Bivalvia epifauna yang berasosiasi dengan mangrove di Desa Pulau Tambako, Kecamatan Mataoleo, Kabupaten Bombana. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplorasi dengan tekhnik jelajah. Lokasi penelitian dibagi menjadi 3 stasiun berdasarkan jenis mangrove. Pengambilan sampel gastropoda dan bivalvia epifauna pada tiap stasiun dilakukan dengan 10 kali pengulangan. Teknik analisis data secara deskriptif yaitu dengan mendeskripsikan ciri-ciri morfologi setiap jenis gastropoda dan bivalvia epifauna yang berasosiasi dengan mangrove di lokasi penelitian dengan mengacu pada buku identifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gastropoda epifauna yang berasosiasi dengan mangrove terdiri dari 4 ordo, 6 familia, 10 genus, dan 17 spesies yaitu Terebralia sulcata B., Terebralia palustris L., Batillaria sordida G., Terebralia sp Telescopium telescopium L., Cerithidea quoyii H., Cerithideopsilla cingulata G., Littorina scabra L., Littorina intermedia P., Littorina ardouiniana H., Ergalatax sp., Chicoreus capucinus, Turbo bruneus R Nassarius nitidus J., Cassidula nucleus G., Nerita lineata G., Cerithium coralium K., bivalvia epifauna yang berasosiasi dengan mangrove terdiri 1 familia, 2 genus dan 2 spesies yaitu Saccostrea cucullata B., dan Ostrea edulis L. Kata Kunci: gastropoda, bivalvia, epifauna, asosiasi, mangrove 
JENIS PENYAKIT YANG DIDERITA PENAMBANG EMAS TRADISIONAL PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI WATU-WATUDI KECAMATAN LANTARI JAYAKABUPATEN BOMBANA Abu Baqar Syidiq; Amiruddin Amiruddin; HM Sirih
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 1 (2016): Ampibi 1
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.395 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i1.5028

Abstract

Jenis Penyakit yang diderita Penambang Emas Bebas pada Daerah Aliran Sungai Watu-Watu di Kecamatan Lantari Jaya Kabupaten Bombana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis penyakit dan penyakit yang dominan diderita penambang emas bebas pada daerah aliran sungai. Jenis penelitian adalah penelitian eksploratif dengan populasi penelitian mencakup seluruh masyarakat di desa Watu-Watu Kecamatan Lantari Jaya dan masyarakat pendatang yang aktif melakukan penambangan emas bebas pada daerah aliran sungai Watu-Watu sebayak 92 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sehingga diperoleh 33 orang. Teknik analisis data dilakukan dengan cara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan jenis penyakit yang diderita penambang emas bebas pada daerah aliran sungai adalah, tremor (Parkinson disease) 1 orang, keracunan akut 3 orang, penyakit mata 2 orang, penyakit infeksi saluran pernafasan 13 orang, diare 3 orang, vertigo 1 orang, keguguran 1 orang, penyakit kulit 8 orang, cacingan (cacing tambang) 2 orang. Penyakit yang dominan diderita penambang emas bebas adalah infeksi saluran pernafasan atas sebanyak 13 orang dikarenakan dampak penggunaan merkuri, tidak menggunakan alat pelindung yang sesuai standar serta kondisi lingkungan yang kurang steril. Kata Kunci : penambang emas bebas, penyakit akut dan kronis.
KELIMPAHAN DAN DISTRIBUSI GASTROPODA BERDASARKAN UKURAN CANGKANG PADA EKOSISTEM MANGROVE DI DESA MALIGANO KECAMATAN MALIGANO KABUPATEN MUNA Awaludin Jamil; Jahidin Jahidin; Murni Sabilu
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2016): Ampibi 2
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.267 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i2.5033

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pola distribusi dan kelimpahan gastropoda yang berukuran besar, sedang dan kecil pada ekosistem mangrove di Desa Maligano. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Kuadrat. Ukuran kuadrat adalah 10 m x 10 m, di dalam kua drat terdapat plot ukuran 1 m x 1m sebanyak 9 plot yang diletakan secara acak beraturan sebagai tempat pengambilan sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi langsung pada daerah pengambilan sampel. Selanjutnya data diolah secara kuantitaf dengan menggunakan rumus kelimpahan dan Indeks Morisita, kemudian diuji dengan menggunakan Chi-kuadrat. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan tujuh famili yang terdiri dari sepuluh spesies gastropoda yaitu Cerithidea cingulata, Cheritium coralium, Chicoreus microphyllus, Littorina scabra, Nassarius crenatus, Nerita costata, Telebralia sulcata, Telescopium telescopium, Terebralia paalustris, Trochus maculatus. Berdasarkan kelimpahannya spesies gastropoda berukuran kecil yang memiliki nilai kelimpahan tertinggi adalah Telebralia sulcata yaitu 11,81 ind/m2 dan terendahadalah Chicoreus microphyllus yaitu 1,75 ind/m2. Spesies gastropoda berukuran sedang yang memiliki nilai kelimpahan tertinggi adalah Cerithidea cingulata yaitu 1,4 ind/m2 dan terendah adalah Nerita costata dengan nilai kelimpahan 1 ind/m2. Pola sebaran kesepuluh spesies gastropoda berukuran kecil dan Cerithidea cingulata berukuran sedang menunjukan pola sebaran mengelompok karena nilai Id > 1 dan telah diuji dengan menggunakan Chi-kuadrat menunjukan nilai Xhitung > Xtabel. Nerita costata berukuran sedang memiliki nilai indeks = 0 (Id<1) dan berdasarkah uji Chi-kuadrat menghasilkan nilai Xhitung < Xtabel, menunjukan pola sebaran seragam. Kata Kunci: Kelimpahan, Distribusi, Gastropoda, Ukuran Cangkang, Ekosistem Mangrove.
PENERAPAN SCIENTIFIC METHOD BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN PROSES KOGNITIF SISWA MATERI EKOSISTEM KELAS X B SMA NEGERI 4 RAHA Ayu Wulandri; Safilu Safilu; Murni Sabilu
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2016): Ampibi 2
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.946 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i2.5038

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan proses kognitif siswa untuk materi ekosistem pada kelas XB di SMA Negeri 4 Raha melalui penerapan Scientific Method berbasis CTL. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2015/2016, di SMA Negeri 4 Raha pada siswa kelas XB berjumlah 22 siswa yang terdiri atas 11 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Jenis penelitian ini berupa Penelitan Tindakan Kelas (PTK) dengan tiga siklus belajar. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Setiap siklus melalui empat tahapan yakni: (1) perencanaan; (2) pelaksanaan tindakan; (3) observasi dan evaluasi; dan (4) refleksi. Sumber data penelitian ini adalah siswa diukur dengan menggunakan tes hasil belajar berindikator proses kognitif siklus 1, siklus 2 dan siklus 3 serta lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa. Data hasil penelitian dianalisis dengan cara deskriptif. Analisis aktivitas siswa pada siklus 1 sebesar 72.8%, siklus 2 sebesar 82.8% dan siklus 3 sebesar 86.6%. Dari analisis data diketahui nilai rata-rata proses kognitif siswa pada siklus 1 yaitu 2.7 (67.5%) dengan nilai ketuntasan 50%, nilai rata-rata proses kognitif siswa siklus 2 meningkat sebesar 2.9 (71.7%) dengan nilai ketuntasan 73% dannilai rata-rata proses kognitif siswa siklus 3 meningkat lagi sebesar 3.1 (78%) dengan nilai ketuntasan 86.3%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan Scientific Method berbasis CTL dapat meningkatkan proses kognitif siswa materi ekosistem kelas XB SMA Negeri 4 Raha. Kata Kunci: Scientific Method, CTL, Aktivitas, Proses Kognitif.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI SISTEM EKSKRESI PADA SISWA KELAS VIIIe SMP NEGERI 20 KENDARI Nursamdiyanti Nursamdiyanti; Jahidin Jahidin; Lili Darlian
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 3 (2016): Ampibi 3
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.394 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i3.5049

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIIIe SMP Negeri 20 Kendari melalui penerapan model pembelajaran kontekstual berbasis inkuiri. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2015/2016 di SMP Negeri 20 Kendari. Penelitian ini berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus belajar. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Setiap siklus melalui empat tahapan yakni: (1) perencanaan; (2) pelaksanaan tindakan; (3) observasi dan evaluasi; dan (4) refleksi. Subyek penelitian siswa kelas VIIIe SMP Negeri 20 Kendari yang berjumlah 27 orang, terdiri dari 19 orang siswa laki-laki dan 8 orang siswa perempuan. Sumber data yang diperoleh dari penelitian ini menggunakan lembar observasi aktivitas siswa dan tes evaluasi hasil belajar kognitif siswa siklus I dan siklus II. Data hasil penelitian dianalisis dengan cara deskriptif. Keberhasilan tindakan aktivitas siswa siklus I mencapai 58,8% dengan kategori cukup dan siklus II mencapai 82,1% dengan kategori baik. Ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I yaitu 55,6%, ketuntasan hasil belajar siswa siklus II mengalami peningkatan sebesar 88,9%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran kontekstual berbasis inkuiri dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIIIe SMP Negeri 20 Kendari.Kata kunci: Inkuiri, Aktivitas, Hasil Belajar.
ETNOBOTANI TUMBUHAN PEWARNA ALAMI MASYARAKAT DESA MANTOBUA KABUPATEN MUNA Dalmatia Dalmatia; Damhuri Damhuri; Safilu Safilu
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 2, No 1 (2017): Ampibi 4
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.992 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v2i1.5055

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis dan organ tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami oleh masyarakat Desa Mantobua Kabupaten Muna.Metode yang digunakan yaitu survei eksploratif. Penentuan respon dengan menggunakan metode purposive sampling. Penentuan jenis-jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai pewarna alami dilakukan dengan cara mendeskripsikan ciri-ciri morfologi, sedangkan pemanfaatannya dideskripsikan berdasarkan organ yang dimanfaatkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan pewarna alami yang ditemukan dan dimanfaatkan di Desa Mantobua terdiri 17 jenis, 15 famili, 14 bangsa, dan 2 kelas. Organ tumbuhan yang dimanfaatkan yaitu daun (10 jenis), buah (2 jenis), rimpang (2 jenis),bunga (1 jenis), batang (1 jenis), dan akar (1 jenis). Organ tumbuhan tersebut digunakan sebagai pewarna kerajinan (8 jenis), kosmetik (8 jenis), dan pewarna makanan (5 jenis). Bangsa yang paling dominan ditemukan berasal dari Zingiberales dan Caryophyllales. Habitus tumbuhan pewarna alami didominasi oleh tumbuhan perdu. Pengolahan tumbuhan secara umum dilakukan dengan cara direbus dan ditumbuk. Warna yang dihasilkan yaitu hijau (5 jenis), kuning (5 jenis), merah(5 jenis), dan jingga (2 jenis).KataKunci: Etnobotani,Tumbuhan Pewarna Alami, Mantobua
PENGARUH PEMBELAJARAN TERPADU TIPE CONNECTED MENGGUNAKAN PENDEKATAN SCIENTIFIC TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA DI KELAS VIII SMP NEGERI 10 KENDARI Henny Irma Suriyani; Murni Sabilu; Safilu Safilu
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 2, No 1 (2017): Ampibi 4
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.499 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v2i1.5060

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran terpadu tipe connected menggunakan pendekatan scientific terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada materi sistem pencernaan manusia di kelas VIII SMP Negeri 10 Kendari. Jenis penelitian adalah kuasi eksperimen. Populasi penelitian ialah jumlah keseluruhan siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Kendari dan tersebar dalam 7 kelas. Sampel penelitian yaitu kelas VIII7 dengan jumlah siswa 31 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII2 dengan jumlah siswa 32 orang sebagai kelas kontrol. Penentuan sampel dengan cara purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan berpikir kritis. Teknik analisis data yang digunakan adalah (1) analisis deskriptif untuk memberikan gambaran tentang keterampilan berpikir kritis. (2) analisis inferensial untuk menguji hipotesis penelitian. Berdasarkan hasil deskriptif menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol yakni 83.33 dan 80,00. Berdasarkan standar deviasi 5,584 kelas eksperimen dan 6.124 kelas VIII2 menunjukkan bahwa kelas VIII7 memiliki standar deviasi yang rendah dibandingkan kelas VIII2 yang berarti tingkat keragaman keterampilan berpikir kritis siswa homogen. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai thit 2,205 > ttab 1,699 maka H0 ditolak pada tingkat signifikan 95%. Hal itu berarti terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran terpadu tipe connected menggunakan pendekatan scientific terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Kata Kunci: Connected, Scientific, Sistem Pencernaan Manusia, Keterampilan Berpikir Kritis
ANALISIS KUALITATIF TES ULANGAN SEMESTER GENAP MATA PELAJARAN IPA TERPADU MATERI BIOLOGI SMP NEGERI 4 TOMIA KECAMATAN TOMIA KABUPATEN WAKATOBI TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Aprilia Damayanti; Parakkasi Parakkasi; Murni Sabilu
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 1 (2016): Ampibi 1
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.512 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i1.5019

Abstract

Analisis Kualitatif Tes Ulangan Semester Genap Mata Pelajaran IPA Terpadu Materi Biologi SMPN 4 Tomia Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi Tahun Pelajaran 2014/2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas soal ulangan semester genap mata pelajaran IPA Terpadu Materi Biologi ditinjau berdasarkan analisis kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian expost facto yang dilaksanakan pada semester genap yang bertempat di SMP Negeri 4 Tomia. Obyek penelitian dalam penelitian ini adalah soal ulangan semester genap matapelajaran IPA Terpadu Materi Biologi kelas VII, VIII dan IX. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Penelitian ini ditinjau berdasarkan aspek validitas isi, validitas konstruk dan analisis bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk validitas isi/materi rata-rata diperoleh kelas VII 87,5% dikategorikan sangat baik, kelas VIII 62,5% dikategorikan baik dan kelas IX 100% dikategorikan sangat baik. Untuk kesesuaian Konstruk rata-rata diperoleh kelas VII 98,94% dikategorikan sangat baik, kelas VIII 89,08% dikategorikan sangat baik dan kelas IX 98,86% dikategorikan sangat baik. untuk kesesuaian bahasa rata-rata dari kelas VII,VIII dan IX adalah 100% dikategorikan sangat baik. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kualitas butir soal buatan guru mata pelajaran IPA Terpadu Materi Biologi tahun pelajaran 2014/2015 ditinjau dari segi kualitatif berdasarkan aspek validitas isi/materi, validitas konstruk dan analisis bahasa dikategorikan sangat baik dan sesuai dengan kualitas soal yang baik.Kata Kunci : analisis kualitatif, soal ulangan
INVENTARISASI TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT BAGI MASYARAKAT KELURAHAN LAPUKO KECAMATAN MORAMO KABUPATEN KONAWE SELATAN Suci Cahaya Rezki; Asmawati Munir; Parakkasi Parakkasi
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 1 (2016): Ampibi 1
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.108 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i1.5024

Abstract

Inventarisasi Tumbuhan Berkhasiat Obat Bagi Masyarakat Kelurahan Lapuko Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan”. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional, (2) Untuk mengetahui organ tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional, (3) Untuk mengetahui cara pemanfaatan tumbuhan obat tradisional oleh masyarakat. Penelitian ini dilakukan melalui teknik wawancara dan eksplorasi (penjelajahan). Obyek yang diteliti dalam penelitian ini adalah tumbuhan berkhasiat obat yang digunakan oleh masyarakat Kelurahan Lapuko yang ditemukan di lokasi penelitian. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh sebanyak 26 suku yang terdiri dari 43 jenis, 30 jenis dari kelas Dicotyledoneae dan 13 jenis dari kelas Monocotyledoneae. Organ tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat sebagai ramuan obat tradisional meliputi akar, rimpang, batang, daun, buah, kulit buah, getah dan biji. Cara pemanfaatan tumbuhan obat tradisional oleh masyarakat setempat yaitu untuk pengobatan dalam dikonsumsi langsung tanpa harus diolah dan ada juga yang diolah dengan cara direbus, ditumbuk, diparut atau diremas. Untuk pengobatan luar dengan cara ditempelkan, dioles atau digosok. Ramuan pengobatan dapat berasal dari satu jenis tumbuhan atau lebih yang diolah secara bersama-sama untuk memperoleh khasiat pengobatan yang maksimal. Kata kunci : Inventarisasi, Tumbuhan Obat, Lapuko.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (MoringaoleiferaLamck.) DAN EKSTRAK DAUN KIRINYUH (Chromolaenaodorata L.) Andri Priono; Nur Arfa Yanti; Lili Darlian
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2016): Ampibi 2
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.484 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i2.5029

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengaruh ekstrak daun kelor (M. oleifera Lamck.) dan ekstrak daun kirinyuh (C. odorata L.) terhadap pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Tujuan Penelitian untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun kelor (M. oleifera Lamck.) dan ekstrak daun kirinyuh (C. odorata L.) terbaik untuk menghambat pertumbuhan E. coli dan S. aureus serta untuk mengetahui perbandingan efektivitas antibakteri ekstrak daun kelor (M. oleifera Lamck.) dan ekstrak daun kirinyuh (C. odorata L.) terhadap bakteri uji. Metode penelitian Eksperimen menggunakan desain Rancangan Acak Kelompok (RAK). Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumur (well difusion). Variabel bebas (X) adalah ekstrak daun kelor (M. oleifera Lamck.) dan ekstrak daun kirinyuh (C. odorata L.) dengn masingmasing konsentrasi 25%, 50% dan 75%, total perlakuan dalam penelitian ini sebanyak 3 perlakuan sehingga total keseluruhan perlakuan bakteri uji adalah 36 unit percobaan. Variabel terikat (Y) yaitu aktivitas antibakteri. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial berupa ANAVA dan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ada perbedaan pengaruh yang nyata ekstrak daun kelor (M. oleifera Lamck.) dan ekstrak daun kirinyuh (C. odorata L.) terhadap pertumbuhan E. coli dan S. aureus. (2) Perlakuan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lamck.) terbaik untuk menghambat pertumbuhan E. coli dan S. aureus adalah konsentrasi 75%. (3) Perlakuan ekstrak daun kirinyuh (C. odorata L.) terbaik untuk menghambat pertumbuhan E. coli adalah konsentrasi 25% sedangkan S. aureus adalah 50%. (4) Ekstrak daun kirinyuh (C. odorata L.) mempunyai efektivitas penghambatan yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak daun kelor (M. oleifera Lamck.) terhadap pertumbuhan E. coli dan S. aureus.Kata Kunci : ekstrak, antibakteri, Moringa oleifera L, Chromolaena odorata L.

Page 2 of 11 | Total Record : 105