Articles
171 Documents
EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DALAM MENGATASI PERILAKU AGRESI SISWA
Asniati, Asniati;
Muharam, La Ode
Jurnal Ilmiah Bening : Belajar Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bening.v5i2.13352
Penelitian ini bertujuan untuk Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok dalam Mengatasi Perilaku Agresi Siswa SMP Negeri Lentea. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan pre-eksperiment. Subjek dalam penelitian ini adalah 8 orang siswa. Metode analisis data menggunakan analisis Wilcoxon Match Pair Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok efektif dalam menurunkan perilaku agresi siswa, hal ini ditunjukkan adanya penurunan skor agresi siswa dari 65,74% menjadi 56,60% atau turun sebesar 9,14%. Sedangkan hasil uji Wilxocon Match Pairs test diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,012 < 0.05, dengan nilai negatif ranks antara kecenderungan perilaku agresi siswa untuk pre-test dan post-test. Dari nilai tersebut maka dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok efektif dalam menurunkan perilaku agresi siswa SMP Negeri Lentea.
EFEKTIVITAS LAYANAN KONSELING KELOMPOK TERHADAP KONSEP DIRI SISWA SMP NEGERI 5 KENDARI
Lobo, Noviyanti Anastasia;
Arifyanto, Alber Tigor
Jurnal Ilmiah Bening : Belajar Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bening.v5i2.13350
Penelitian ini bertujuan meningkatkan konsep diri siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Kendari melalui konseling kelompok. Subjek penelitian ini berjumlah 8 siswa. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen dengan desain one group pre-test and post-test. Hipotesis yang diajukan adalah layanan konseling kelompok dapat meningkatkan konsep diri siswa SMP Negeri 5 Kendari. Berdasarkan data hasil analisis deskriptif persentase menunjukkan bahwa konsep diri siswa sebelum diberikan perlakuan berupa layanan konseling kelompok rata-rata skor pre-test siswa yaitu 50% berada pada kategori rendah. Sesudah diberikan layanan rata-rata skor post-test sebesar 75% dengan kategori tinggi. Secara keseluruhan peningkatan skor konsep diri sebesar 25%. Berdasarkan hasil analisis inferensial menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan taraf signifikan α = 0,05 diperoleh Pvalue = 0,012. Pvalue < α (0,012 < 0,05) dengan demikian Ha diterima dan H0 ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa layanan konseling kelompok efektif dapat meningkatkan konsep diri siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Kendari.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN MANAJEMEN WAKTU ANTARA SISWA YANG MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DENGAN SISWA YANG TIDAK MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER
Nurjannah, Ine;
Binasar, Sudarmi Suud
Jurnal Ilmiah Bening : Belajar Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bening.v5i2.13353
Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan manajemen waktu antara siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Jenis penelitian ini adalah penelitian komparatif. Sampel penelitiannya adalah 17 siswa kelas VIII yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan 17 siswa kelas VIII yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial uji anova satu jalur.Hasil penelitian menunjukkan skor manajemen waktu siswa yang mengikuti kegiatan ektrakurikuler107 kategori tinggi, sedangkan skor manajemen waktu siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler101 kategori rendah. Hasil uji Anova satu jalur diperoleh nilai probabilitas signifikansi sebesar (0,080 > 0,05), makaH0 ditolak. Berarti terdapat perbedaansignifikan kemampuan manajemen waktu antara siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dengan siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK
Zulfajar, La Ode;
Suarni, Wa Ode
Jurnal Ilmiah Bening : Belajar Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bening.v5i2.13349
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa SMP Negeri 1 Kendari.Jenis penelitian ini adalah penelitian pra eksperimen dengan desain one-grup pre-test and post-test, kemudian dianalisis dengan statistik non parametik menggunakan uji Wilcoxon.Subjek penelitian ini berjumlah 10 orang siswa yang memiliki komunikasi interpersonal rendah.Hasil uji hipotesis dengan menggunakan Wilcoxon signed rank dengan taraf signifikan α = 0,05 diperoleh Pvalue = 0,014. Pvalue < α (0,014 < 0,05) yang artinya H0 ditolak Maka dapat disimpulkan layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa SMP Negeri 1 Kendari.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEJENUHAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS
Disman, Muhammad;
Rudin, Abas
Jurnal Ilmiah Bening : Belajar Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bening.v5i2.13356
Penelitian ini  bertujuan  untuk  mengetahui faktor-faktor penyebab kejenuhan belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang, 3 orang siswa, 1 orang guru mata pelajaran dan 1 orang wali kelas XI IPS. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi kepada siswa, guru mata pelajaran dan wali kelas XI IPS. Metode analisis data menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif model Mile dan Huberman. Berdasarkan data hasil wawancara faktor-faktor penyebab kejenuhan belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Inggris adalah: lingkungan belajar yang buruk atau tidak mendukung, minat, metode pembelajaran yang tidak bervariasi (monoton), belajar hanya di kelas atau suasana belajar yang tidak berubah-ubah dan kurangnya aktivitas rekreasi atau hiburan.
HUBUNGAN POLA ASUH DEMOKRATIS ORANG TUA DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA
Fitriah, Hikmah Nur;
Jahada, Jahada
Jurnal Ilmiah Bening : Belajar Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bening.v5i2.13361
Tujuan penelitian ini: untuk mengetahui hubungan antara pola asuh demokratis orang tua dengan kemandirian belajar siswa di SMP Negeri 2 Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kendari yang berjumlah 325 siswa. Sedangkan sampel penelitian ini diambil sebanyak 50 siswa dilakukan pada 15% responden dengan teknik Proporsional Random Sampling. Metode pengambilan data pada penelitian ini menggunakan angket, analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) mayoritas pola asuh demokratis orang tua berada pada kategori tinggi yaitu sebanyak 43 (86%). 2) mayoritas kemandirian belajar siswa berada pada kategori rendah 28 (65%). 3) berdasarkan hasil penelitian diperoleh ada hubungan yang cukup signifikan antara pola asuh demokratis orang tua dengan kemandirian belajar siswa pada kelas VIII SMP Negeri 2 Kendari dengan arah hubungan yang positif. Hal ini berdasarkan nilai koefisien korelasi rxy = 0,386.
PRESTASI BELAJAR PENJASKES SISWA YANGMENGIKUTIDAN YANG TIDAK MENGIKUTI KEGIATANEKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT
Rademan, Rademan;
Suarni, Wa Ode
Jurnal Ilmiah Bening : Belajar Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bening.v6i1.21684
Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan prestasi belajar Penjaskes antara siswa yang mengikuti dan yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pencak Silat. Jenis penelitian ini merupakan metode penelitian kombinasi (mixed methods) Sugiyono (2013) bahwa, mixed methods adalah suatu metode penelitian yang mengkombinasikan atau menggabungkan antara metode kuantitatif dan metode kualitatif untuk digunakan secara bersama-sama dalam suatu kegiatan penelitian sehingga diperoleh data yang lebih komprehensif,valid, reliabel dan objektif. Sampel dari penelitian ini adalah 7 siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pencak Silat dan 7 siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pencak Silat, mereka diambil dari populasi 19 siswa yang terdaftar di absen pada kelas XI IPS Muhammadiyah Kendari T.A 2017/2018. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan uji non-parametriks dengan metode Man Whitney U Test dengan bantuan aplikasi SPSS versi 16.0. Berdasarkan hasil analisisnya diperoleh nilai Asymp sig. (2-tailed) 0.07 > nilai α0,05 yang berarti perbedaan prestasi belajar siswa yang mengikuti dan yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pencak Silat signifikan.
KEPUASAN SISWA TERHADAP LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI MASA PANDEMI COVID-19
Pranowo, Taufik Agung;
Irianti, Elsye _
Jurnal Ilmiah Bening : Belajar Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bening.v6i1.20298
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling yang dilakukan oleh Guru BK selama Pandemi Covid-19 di MTs Negeri 5 Demak. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu 870 siswa dan sampel dalam penelitian ini yaitu 87 siswa. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan rumus P : F/N x 100 % dan menggunakan skoring untuk penetapan tingkat kepuasan siswa. Hasil dari penelitian ini yaitu tingkat kepuasan siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling yang diberikan Guru BK di MTs Negeri 5 Demak masuk dalam kategori sangat tidak puas dengan nilai rata-rata 22,28%. Sedangkan tingkat kepuasan siswa dalam masing-masing bidang bimbingan dan konseling yaitu Bidang Belajar masuk pada kategori sangat tidak puas dengan nilai 23,80, Bdiang Pribadi masuk pada kategori sangat tidak puas dengan nilai 6,25, Bidang Sosial masuk pada kategor sangat tidak puas dengan nilai 6,50 dan Bidang Karir masuk pada kategori sangat tidak puas dengan nilai 22,28.Kata kunci: kepuasan siswa, layanan bimbingan dan konseling, pandemic covid-19Â
STRATEGI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA
Arikman, Rutd;
Jahada, Jahada
Jurnal Ilmiah Bening : Belajar Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bening.v6i1.21683
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMP Negeri 2 Uepai. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah 6 informan yaitu guru bimbingan dan konseling, guru mata pelajaran (wali kelas) dan 4 orang siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, verifikasi dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMP Negeri 2 Uepai adalah memberikan dan melakukan layanan bimbingan dan konseling (layanan informasi, layanan bimbingan kelompok dan layanan konseling individual), memberikan sanksi, dan memberikan penghargaan kepada siswa.
PERANAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER POSITIF
Aswendi, Hafid;
Arifyanto, Alber Tigor
Jurnal Ilmiah Bening : Belajar Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bening.v6i1.21697
Penelitian di SMP Negeri 13 Kendari dengan tujuan untuk mengetahui peranan Guru Bimbingan dan Konseling dalam pembentukan karakter positif siswa. Data dianalisis secara kualitatif dengan model Miles dan Huberman. Informan dalam penelitian ini adalah Guru Bimbingan dan Konseling, Kepala Sekolah, dan Siswa SMP Negeri 13 Kendari. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam (in depth interview) dan dokumentasi.. Hasil penelitian menunjukkan bahwaperanan guru BK dalam memberikan konseling individu, peranan guru BK dalam melakukan konseling kelompok dan bimbingan kelompok, peranan guru BK dalam memberikan informasi tentang karakter, peranan guru BK dalam melakukan pengawasan terhadap perilaku siswa, menegur dan menasehati siswa.