cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Primary Education
ISSN : 25992821     EISSN : 25974866     DOI : -
Core Subject : Education,
Indonesian Journal of Primary Education adalah jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan dua kali setahun (Juni-Desember) yang mempublikasikan hasil penelitian orisinal tentang pendidikan dasar dan pendidikan guru sekolah dasar. Jurnal ini bertujuan untuk mengembangkan konsep, teori, perspektif, paradigma, dan metodologi dalam ruang lingkup pendidikan dasar dan pendidikan guru sekolah dasar meliputi kurikulum, bahan ajar, media, metode, dan evaluasi pembelajaran sekolah dasar.
Arjuna Subject : -
Articles 216 Documents
Pengaruh Realistic Mathemathic Education (RME) dengan Teknik Pair Cheks pada Materi Pecahan terhadap Prestasi Siswa SD Pipit Fitriani; Rahmat Permana; Mohammad Fahmi Nugraha
Indonesian Journal of Primary Education Vol 3, No 2 (2019): Indonesian Journal of Primary Education: December 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v3i2.22104

Abstract

Kendala yang sering ditemui guru dalam mengajar Matematika diantaranya rendahnya prestasi siswa dan motivasi siswa yang cenderung rendah. Salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran Matematika yaitu dengan menerapkan pendekatan Realistic Mathemathic Education (RME) dengan Teknik Pair Checks pada materi pecahan. Dengan pendekatan RME dengan Teknik Pair Checks diharapkan adanya perubahan pada prestasi belajar siswa dalam pelajaran Matematika materi pecahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh RME dengan Teknik Pair Checks Materi Pecahan Terhadap Prestasi Siswa Kelas IV SDN Babakan Kadu. Metode yang digunakan dalam penelitian kuantitatif ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan design Nonrandomized Control Group, Pretest–Posttest Design. Penelitian ini dilakukan di SDN Babakan Kadu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Babakan Kadu yang berjumlah 58 siswa. Seluruh populasi digunakan penelitian maka disebut sampel total. Teknik pengumpulan data melakukan tes (pretest dan postest). Penelitian ini mendapatkan hasil bawah terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Berdasarkan uji hipotesis yang dilakukan dengan aplikasi SPSS 16, memperoleh sig 0,002 0,05 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dan Ho ditolak. RME dengan teknik pair checks memiliki pengaruh positif terhadap hasil belajar pecahan pada Mata Pelajaran Matematika siswa kelas IV SDN Babakan Kadu dengan nilai rata-rata postest kelas eksperimen kelas kontrol (66,66 56,59).
Pengembangan Media Pembelajaran IPA Berbasis Powerpoint di Sekolah Dasar Irfan Irfan; Muhiddin Muhiddin; Evi Ristiana
Indonesian Journal of Primary Education Vol 3, No 2 (2019): Indonesian Journal of Primary Education: December 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v3i2.21765

Abstract

Irfan, 2019. Pengembangan Media Pembelajaran IPA Berbasis Powerpoint Konsep Organ Pernapasan pada Manusia dan Hewan Kelas V Sekolah Dasar, dibimbing oleh: Muhiddin dan Evi Ristiana.Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan (Research and Development) bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis powerpoint. Subjek penelitian ini adalah siswa dan guru kelas V SD Negeri Gaddong I Kecamatan Bontoala Kota Makassar. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan Dick Carey yang terdiri dari 5 tahapan yaitu: (1) Tahap analisis kebutuhan, (2) Tahap perancangan pengembangan produk, (3) Tahap Pengembangan produk, (4) Tahap Evaluasi dan revisi produk, (5) Produk akhir. Media pembelajaran berbasis powerpoint ini telah dilakukan proses uji coba yang terdiri dari uji coba satu-satu sebanyak 11 orang, uji coba kelompok kecil sebanyak 21 orang dan uji coba kelompok kelas sebanyak 34 orang siswa. Media pembelajaran berbasis powerpoint yang dikembangkang telah divalidasi oleh pakar dan telah mengalami revisi sehingga didapatkan hasil yang layak untuk dipergunakan dalam pembelajaran.Data hasil penelitian dianalisa dengan metode deskriptif menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis powerpoint yang dikembangkan bersifat valid dan efektif. Uji coba dilakukan dengan tiga tahap yaitu uji coba satu-satu, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok kelas untuk melihat kevalidan dan keefektifan media pembelajaran berbasis powerpoint yang telah dikembangkan. Dikatakan valid efektif karena telah memenuhi kriteria dengan hasil (1) hasil validasi media dan materi sangat baik, (2) respon guru terhadap media pembelajaran sangan baik (3) respon siswa terhadap media pembelajaran sangat baik (4) aktivitas siswa dalam proses pembelajaran sangat aktif, (5) hasil belajar siswa meningkat. Dengan demikian maka hasil penelitian ini dapat digunakan dan dikembangkan dalam proses pembelajaran khususnya pada siswa SD Negeri Gaddong I Kecamatan Bontoala Kota Makassar. Sebagai implikasi yang diperoleh dari penelitian ini, disarankan bagi peneliti yang berminat mengembangkan lebi lanjut penelitian ini diharapkan mencermati keterbatasan penelitian ini.
Pengembangan Karya Tari SOLARIT (Solah Lare Alit) untuk Mengenalkan Budaya Daerah Trenggalek melalui Mata Pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) di Sekolah Dasar Yulinda Dwi Pangesti; Arina Restian; Belinda Dewi Regina
Indonesian Journal of Primary Education Vol 3, No 2 (2019): Indonesian Journal of Primary Education: December 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v3i2.19302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengembangan dan kevalidan karya tari Solah Lare Alit  di SD Negeri Sukorejo. Karya tari Solah Lare Alit dikembangkan sebagai media pembelajaran seni tari serta mengenalkan budaya daerah Trenggalek kepada peserta didik sekolah dasar. Hasil validasi pada penelitian pengembangan ini diperoleh melalui validasi ahli media dan ahli materi. Validasi media dan media dilaksanakan sebanyak 2 kali. Validasi media tahap pertama mendapatkan tingkat kevalidan 73% dan tahap dua memperoleh 90,5%. Sedangkan pada validasi ahli materi mendapatkan tingkat kevalidan 82% dan tahap dua mendapatkan tingkat kevalidan 97%. Uji coba karya tari Solah Lare Alit mendapatkan respon yang baik dari pendidik dan peserta didik. Hasil diperoleh melalui angket respon guru memperoleh skor 97,3% dan melalui keseluruhan angket respon peserta didik memperoleh skor 99%. Berdasarkan data tersebut, maka karya tari Solah Lare Alit efektif digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah dasar. pernyataan tersebut didukung adanya respon peserta didik yang menyatakan bahwa karya tari Solah Lare Alit menarik untuk dipelajari.
Analisis Perilaku School Bullying pada Siswa Kelas IV di SD Sumardi Sumardi; Rosarina Giyartini; Nibrashanti Nibrashanti; Lutfi Nur
Indonesian Journal of Primary Education Vol 4, No 1 (2020): Indonesian Journal of Primary Education: June 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v4i1.23683

Abstract

Abstract This research aims to describe the teacher's knowledge of school bullying , forms of school bullying  that occurs in elementary schools; and behaviors demonstrated by the perpetrators, victims and spectators of school bullying . In the background, bullying is often considered trivial and often occurs. This research took place in elementary school 1 Gunungpereng Jalan Cilembang RT 02/RW 14, village Cilembang, subdistrict Cihideung, Tasikmalaya City, West Java province. Research participants for observation and interviews are grade IV teachers (SA), 6 grade IV students and one parent guardian. Using a qualitative Paradigm case study method. Methods of collecting data using non participatory of, interviews, documentation and audio visuals. The data analysis techniques used are data collection, data reduction, data presentation and withdrawal of conclusions. Based on the results of research can be concluded that there is a school bullying  in SD Negeri 1 Gunungpereng with the following results. (1) Lack of teacher knowledge about school bullying , as well as a study of teachers who said mischief in school is still reasonable; (2) The reaction shown by the victim is, silent, afraid or crying; Perpetrators demonstrate indifferent and happy behavior; While the audience shows reactions, against the perpetrator, defending the perpetrator or silence; (3) The form of school bullying  that occurs is a physical form (hitting with the handles of broom, hitting by hand, pushing) and non-physical (verbal: threatening, pushy, cheer, whack; Non verbal direct: snap, Memarahi, reign, menunjuk-nunjuk with fingers; non indirect verbal: exclusion).AbstrakPenelitian ini bertujuan  mendeskripsikan pengetahuan guru tentang school bullying , bentuk-bentuk school bullying  yang terjadi di SD; dan perilaku yang ditunjukkan pelaku, korban dan penonton school bullying . Dilatar belakangi bahwa bullying sering dianggap sepele dan sering terjadi.Penelitian ini terjadi di SD Negeri 1 Gunungpereng Jalan Cilembang RT 02/RW 14, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Partisipan penelitian untuk observasi dan wawancara adalah guru kelas IV (SA), 6 orang siswa kelas IV dan satu orang wali orang tua murid. Menggunakan paradigma kualitatif metode studi kasus. Metode pengumpulan data menggunakan obervasi non partisipatif, wawancara, dokumentasi dan audio visual. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terjadi school bullying  di SD Negeri 1 Gunungpereng dengan hasil sebagai berikut. (1) kurangnya pengetahuan guru mengenai school bullying , serta pendpat guru yang mengatakan kenakalan di sekolahnya masih wajar; (2) reaksi yang ditunjukkan korban adalah, diam, takut atau menangis; pelaku menunjukkan perilaku acuh dan senang; sedangkan penonton menunjukkan reaksi, melawan pelaku, membela pelaku atau diam; (3) bentuk school bullying  yang terjadi adalah bentuk fisik (memukul dengan gagang sapu, memukul dengan tangan, mendorong) dan non fisik (verbal: mengancam, memaksa, menyoraki, meledek; non verbal langsung: membentak, memarahi, memerintah, menunjuk-nunjuk dengan jari; non verbal tidak langsung: pengucilan).
Fleksibilitas Siswa Sekolah Dasar Andhega Wijaya
Indonesian Journal of Primary Education Vol 4, No 1 (2020): Indonesian Journal of Primary Education: June 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v4i1.25136

Abstract

Abstract This study aims to determine the flexibility profile of children aged 7-12 years. Descriptive approach is used in this study with the number of samples involved as many as 20 students per class with as many as 6 classes in accordance with their respective class levels. The instrument used in this study was a flexiometer, to determine the student's flexibility or flexibility. Data analysis was performed using statistical descriptive techniques. The results showed that for men shoulder flexibility at 7 years (6.12), at 8 years (6.08), at 9 years (5.19), at 10 years (5.84), at 11 years old (5,77) at 12 years old (5,89). Men Wrist at the age of 7 years (1.47), at the age of 8 years (1.47), at the age of 9 years (1.42), at the age of 10 years (1.41), at the age of 11 years ( 1,4), and at the age of 12 years (1,4). For Strike men at 7 years (1.06), at 8 years (0.99), at 9 years (0.992), at 10 years (0.98), at 11 years (0, 1), and at the age of 12 years (0.11). For women togok at 7 years (0.97), at 8 years (0.92), at 9 years (0.94), at 10 years (0.96), at 11 years (0, 99), and at the age of 12 years (1.06). Researchers concluded that the data from this profile can be used as a reference for educators, parents, or the surrounding community to be able to prepare these students to perform better in accordance with their flexibility in the field of sports, so they can adjust the sport they want according to the percentage of the flexibility of the students. And research will be better if coupled with profiles of physical fitness elements, such as balance, so that the data will be complete to be able to identify from students who will determine the choice of sports branches. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil fleksibilitas siswa umur usia 7-12 tahun. Pendekatan Deskriptif digunakan dalam penelitian ini dengan jumlah sampel yang terlibat sebanyak 20 siswa tiap kelasnya dengan sebanyak 6 kelas sesuai dengan tingkat kelasnya masing-masing. Instrumen yang  digunakan dalam penelitian ini adalah flexiometer, untuk mengetahui kelenturan atau fleksibilitasnya siswa tersebut. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk laki-laki fleksibilitas bahu pada umur 7 tahun (6,12), pada umur 8 tahun (6,08), pada umur 9 tahun (5,19), pada umur 10 tahun (5,84), pada umur 11 tahun (5,77) pada umur 12 tahun (5,89). Laki-laki Pergelangan tangan pada umur 7 tahun (1,47), pada umur 8 tahun (1,47), pada umur 9 tahun (1,42), pada umur 10 tahun (1,41), pada umur 11 tahun (1,4), dan pada umur 12 tahun (1,4). Untuk laki-laki Togok pada umur 7 tahun (1,06), pada umur 8 tahun (0,99), pada umur 9 tahun (0,992), pada umur 10 tahun (0,98), pada umur 11 tahun (0,1), dan pada umur 12 tahun (0,11). Untuk perempuan togok pada umur 7 tahun (0,97), pada umur 8 tahun (0,92), pada umur 9 tahun (0,94), pada umur 10 tahun (0,96), pada umur 11 tahun (0,99), dan pada umur 12 tahun (1,06). Peneliti menyimpulkan bahwa data dari profil ini bisa dijadikan rujukan bagi para pendidik, orang tua, ataupun masyarakat sekitar untuk bisa menyipakan siswa didik tersebut bisa bertampil lebih baik sesuai dengan kelenturannya di bidang olahraga, sehingga mereka bisa menyesuiakan cabang olahraga yang mereka inginkan sesuai dengan prosentas dari kelenturan siswa didik tersebut. Dan penelitian akan lebih baik bila ditambah dengan profil dari unsur-unsur kebugran jasmani, misal keseimbangan, sehingga data akan lengkap untuk bisa mengidentifikasi dari siswa didik yang akan meenntukan pilihan dari cabang olahraganya.
Pembelajaran Peer Teaching Berbasis Zoom Video sebagai Solusi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Passing Bawah Bola Voli saat Situasi Covid 19 Ervan Kastrena; Edi Setiawan; Ihsan Abdul Patah; Lutfi Nur
Indonesian Journal of Primary Education Vol 4, No 1 (2020): Indonesian Journal of Primary Education: June 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v4i1.25133

Abstract

Abstract The purpose of this study is to improve learning outcomesunderpassing volleyballthrough peer zoom based video learning during the Covid 19 situation.The method used is experimental research with one group pretest-posttest design.The subjects in this study were students in class V in SDN Perumnas Karangtengah Cianjur, amounting to 20 people.The research instrument is a test passing down to the wall for 1 minute.Intervention programs in this study as many as 12 meetings with the intensity of learning 3 times a week.Statistical analysis using IBM SPSS version 20 with a significance level of α 0.05.The results showed that there was an increase in the results of under-passing learning after the provision of peer teaching interventions based on zoom video, even in the Covid 19 situation (P-value 0.000 α 0.05).The conclusions in this study provide evidence that peer teaching based on zoom video as many as 12 meetings when the Covid 19 situation is able to provide a significant influence on improving learning outcomes under passingvolleyball. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar passing bawah bola voli melalui pembelajaran peer teaching berbasis zoom video saat situasi Covid 19. Metode yang digunakan yaitu penelitian eksperimen dengan one group pretest-postest design.Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V di SDN Perumnas Karangtengah Cianjur yang berjumlah 20 orang.Instrumen penelitian yaitu tes passing bawah ke dinding selama 1 menit.Program intervensi dalam penelitian ini sebanyak 12 kali pertemuan dengan intensitas pembelajaran seminggu 3 kali. Analisis statistik menggunakan bantuan IBM SPSS versi 20dengan taraf signifikansi α 0.05.Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar passing bawah sesudah pemberian intervensi peerteaching berbasis zoom video, meskipun dalam situasi Covid 19(P-value 0.000 α 0.05). Kesimpulan dalam penelitian ini memberikan buktibahwa pembelajaran peerteaching berbasis zoom video sebanyak 12 kali pertemuan di saat situasi Covid 19 mampu memberikan pengaruh secara signifikan terhadap peningkatan hasil belajar passing bawah bola voli.
Implementasi Pembelajaran Abad 21 terhadap Hasil Belajar IPA Peserta Didik dengan Pengendalian Motivasi Belajar Dian Meilani; Ummu Aiman
Indonesian Journal of Primary Education Vol 4, No 1 (2020): Indonesian Journal of Primary Education: June 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v4i1.24419

Abstract

Abstract Less optimal learning of science results in low learning outcomes of science. In overcoming this, it is necessary to apply variative learning in accordance with the demands of the current century, namely 21st century learning. The study aims to determine the effect of the implementation of 21st century learning on science learning outcomes in learners by controlling learning motivation. This research is experimental study. The study population was students of class V of SD Muhammadiyah 2 Kupang totaling 92 people and the sample used was 62 people, with a random sampling technique. Data were analyzed using one-way ANAVA test, ANAKOVA test, and product moment test. The instrument used in the form of science learning outcomes tests and questionnaires. The results showed that: 1) there was an effect of the implementation of 21st century learning on science learning outcomes with = 34.984  (0.05; 1:60) = 4.00. 2) There is an effect of the implementation of 21st century learning on science learning outcomes, after learning motivation is controlled by FA * = 36.106   (0.05; 1:59) = 4.00. 3) There is a significant contribution of learning motivation to the learning outcomes of science, by 66%. The implications of this study include: 1) educators play a more active and creative role in shaping 21st century learning in students by not only mastering science as a product, but especially as a process. 2) The implementation of 21st century learning requires patience, determination, creativity, innovation in designing learning so that students actually participate in learning so that the required skills are formed in accordance with the 21st century. 3) Adequate learning facilities to support learning so as to improve learning outcomes in a manner optimal. Abstrak Pembelajaran IPA yang kurang optimal mengakibatkan rendahnya hasil belajar IPA. Dalam mengatasi hal tersebut perlunya menerapkan pembelajaran variatif yang sesuai dengan tuntutan abad saat ini yaitu pembelajaran abad 21.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi pembelajaran abad 21 terhadap hasil belajar IPA pada peserta didik dengan pengendalian motivasi belajar. Penelitaian ini merupakan penelitiankuantitatif berupa  eksperimen. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas V SD Muhammadiyah 2 Kupang berjumlah 92 orang dan sampel yang digunakan sebanyak 62 orang, dengan teknik pengambilan sampel random sampling. Data dianalisis menggunakan uji ANAVA satu jalur, uji ANAKOVA, dan Uji product moment. Instrument yang digunakan berupa tes hasil belajar IPA dan kuisioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) terdapat pengaruh implementasi pembelajaran abad 21 terhadap hasil belajar IPA dengan   = 34,984  (0,05; 1:60) = 4,00. 2) Terdapat pengaruh implementasi pembelajaran abad 21 terhadap hasil belajar IPA, setelah motivasi belajar dikendalikan dengan = 36.106  (0,05; 1:59) = 4,00. 3) Terdapat kontribusi signifikan motivasi belajar terhadap hasil belajar IPA, sebesar 66%. Implikasi penelitian ini diantaranya: 1) pendidik berperan lebih aktif dan kreatif membentuk pembelajaran abad 21 pada peserta didik dengan tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan sebagi produk, tetapi terutama sebagai proses. 2) Implementasi pembelajaran abad 21 memerlukan kesabaran, tekad, kreatifitas, inovasi dalam merancang pembelajaran sehingga peserta didik benar-benar mengikuti pembelajaran sehingga terbentuk keterampilan yang dibutuhkan sesuai dengan abad 21. 3) Fasilitas belajar yang memadai guna menunjang pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar secara optimal.
Analisis Desain Pembelajaran STEM berdasarkan Kemampuan 4C di SD Irman Artobatama; Ghullam Hamdu; Rosarina Giyartini
Indonesian Journal of Primary Education Vol 4, No 1 (2020): Indonesian Journal of Primary Education: June 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v4i1.24530

Abstract

Abstract        Learning design in some elementary schools still uses learning methods that lack meaningful learning and lack of direct student involvement in each learning process so that the competencies possessed are less developed and do not yet involve engineering processes, technology in them. The less meaningful learning design has not been able to meet the demands of the 4C abilities (Creativity, Collaboration, Communication, and Critical thinking). This research was conducted to produce a learning design product STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) in elementary schools based on the ability of 4C. Qualitative research methods are used with data from FGD (Focus Group Discuss) results. Data collected by in-depth interviews and observations. The results showed that the learning design was based on 4C capabilities that had been developed valid and could be used. The validation process is carried out with expert judgment, and the use of the FGD results. The teacher's response to the FGD stated that it was good, easy to understand and could be used in elementary schools. This STEM learning design can be used as an alternative by the teacher in conducting the learning process that involves engineering and technology processes so that it can meet the demands of 4C capabilities.Abstrak        Desain pembelajaran di beberapa sekolah dasar masih menggunakan metode pembelajaran yang kurang memberikan kebermaknaan dalam pembelajaran dan kurangnya keterlibatan siswa secara langsung dalam setiap proses pembelajaran sehingga kompetensi yang dimiliki kurang berkembang serta belum melibatkan proses rekayasa, teknologi di dalamnya. Desain Pembelajaran yang kurang bermakna tersebut belum dapat memenuhi tuntutan kemampuan 4C (Creativity, Collaboration, Communication, and Critical thinking). Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan suatu produk desain pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) di sekolah dasar berdasarkan kemampuan 4C. Metode penelitian kualitatif digunakan dengan data dari hasil FGD (Focus Group Discuss). Data dikumpulkan dengan wawancara secara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa desain pembelajaran berdasarkan kemampuan 4C yang telah dikembangkan secara valid dan dapat digunakan. Proses validasi dilakukan dengan petimbangan ahli, dan keterpakaian dari hasil FGD. Respon guru pada FGD  menyatakan sudah baik, mudah dipahami dan dapat digunakan di Sekolah Dasar. Desain pembelajaran STEM ini dapat dijadikan alternatif oleh guru dalam melakukan proses pembelajaran yang melibatkan proses rekayasa serta teknologi sehingga dapat memenuhi tuntutan kemampuan 4C.
Efektivitas Model Sinektik terhadap Kemampuan Menulis Karangan: Tinjauan pada Aspek Kreativitas Siswa SD Ahmad Mulyadiprana; Lutfi Nur
Indonesian Journal of Primary Education Vol 4, No 1 (2020): Indonesian Journal of Primary Education: June 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v4i1.24066

Abstract

Abstract This study aims to develop a synectic learning model in teaching Indonesian language to the development of elementary school student creativity. The classroom action research method was carried out on 16 grade V elementary school students. Data collection was obtained through SPM test instruments (standard progressive matrices), essay assessment and field notes. The results showed that the synectic learning model contributed to the development of elementary school student creativity. This finding is expected to be an alternative for teachers in optimizing educational attainment. Future studies can be tested on other subjects and control groups are added as a comparison. Abstrak Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran sinektik dalam pengajaran bahasa Indonesia  terhadap pengembangan kreativitas siswa sekolah dasar. Metode penelitian tindakan kelas dilakukan terhadap 16 siswa sekolah dasar kelas V. Pengumpulan data diperoleh melalui Instrumen tes SPM (standar progressive matrices), penilaian karangan dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran sinektik memberikan kontribusi terhadap pengembangan kreativitas siswa sekolah dasar. Temuan ini diharapkan menjadi alternative para guru dalam mengoptimalkan pencapaian pendidikan. Penelitian selanjutnya dapat diujicobakan pada mata pelajaran lainnya serta ditambahkan kelompok control sebagai pembanding.
Pengembangan Media Pembelajaran Scrapbook Untuk Keterampilan Membaca Pratitis Kusumaning Asih; Shanty Hawanti; Okto Wijayanti
Indonesian Journal of Primary Education Vol 4, No 1 (2020): Indonesian Journal of Primary Education: June 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v4i1.25404

Abstract

Abstract Learning skill is a form of language skill that is important for students to master. To adept reading, students ought to go through a fun reading learning process. One of the way to achieve it is by using learning media that is interesting and is able to help students read easier. This research is a research and development to develop a learning media for reading skill in form of a scrapbook. The background of this research is the lack of reading skill of 2nd grade students in Public Primary School 1 Majakerta with 20 students.  The design used for this research and development was referred to 4D stages that consist of Define, Design, Develop, and Disseminate. Based on result of expert validation, developed scrapbook as learning media is stated as decent to be used in learning of reading skill. After undergone through improvements, the final product has shown product appropriateness. The scrapbook learning media is declared to be suitable for use after it is produced. The result of teachers' response shows positive response to the final product as well, which means they state that the media is able to be used to help them teach learning skills to their students. Abstrak Keterampilan membaca merupakan satu bentuk keterampilan berbahasa yang penting dikuasai oleh siswa. Untuk terampil membaca, siswa harus mengalami proses belajar membaca yang menyenangkan, salah satunya adalah dengan menggunakan media berlatih membaca yang menarik dan mampu membantu siswa lebih mudah membaca. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (RnD) yang bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran keterampilan membaca berbentuk scrapbook. Pengembangan media ini rendahnya keterampilan membaca siswa kelas II di SD Negeri 1 Majakerta dengan siswa berjumlah 20 siswa.  Desain penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah mengacu pada tahapan 4-D yaitu Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), (Pengembangan) dan Disseminate (Penyebaran). Berdasarkan hasil validasi ahli media scrapbook yang dikembangkan dinyatakan layak untuk pembelajaran keterampilan membaca. Setelah mengalami perbaikan sampai pada produk akhir menunjukkan kelayan produk. Media pembelajaran scrapbook dinyatakan layak digunakan setelah itu dilakukan produksi. Hasil respon guru juga menunjukkan respon positif terhadap media yang dikembangkan, artinya guru menyatakan bahwa media dapat digunakan untuk membantu mengajarkan keterampilan membaca siswa.   

Page 9 of 22 | Total Record : 216


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2025): Indonesian Journal of Primary Education : June 2025 Vol 9, No 1 (2025): Indonesian Journal of Primary Education : June 2025 (In Press) Vol 8, No 2 (2024): Indonesian Journal of Primary Education : December 2024 Vol 8, No 2 (2024): Indonesian Journal of Primary Education : December 2024 (In Press) Vol 8, No 1 (2024): Indonesian Journal of Primary Education : June 2024 Vol 7, No 2 (2023): Indonesian Journal of Primary Education : December 2023 Vol 7, No 1 (2023): Indonesian Journal of Primary Education : June 2023 Vol 6, No 2 (2022): Indonesian Journal of Primary Education: December 2022 Vol 6, No 1 (2022): Indonesian Journal of Primary Education: June 2022 Vol 5, No 2 (2021): Indonesian Journal of Primary Education: December 2021 Vol 5, No 1 (2021): Indonesian Journal of Primary Education: June 2021 Vol 4, No 2 (2020): Indonesian Journal of Primary Education: December 2020 Vol 4, No 1 (2020): Indonesian Journal of Primary Education: June 2020 Vol 3, No 2 (2019): Indonesian Journal of Primary Education: December 2019 Vol 3, No 1 (2019): Indonesian Journal of Primary Education: June 2019 Vol 2, No 2 (2018): Indonesian Journal of Primary Education: December 2018 Vol 2, No 1 (2018): Indonesian Journal of Primary Education: June 2018 Vol 2, No 1 (2018): Indonesian Journal of Primary Education Vol 1, No 2 (2017): Indonesian Journal of Primary Education: December 2017 Vol 1, No 1 (2017): Indonesian Journal of Primary Education: June 2017 More Issue