cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN PEKARANGAN DI KAWASAN PEDESAAN DI DESA PAGUNG, KEDIRI, JAWA TIMUR Frelyta Ainuz Zahro; Santi Kusuma Fajarwati; Yohana Yohana Sandy; Dewi Ratih
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3097

Abstract

Yard areas play role in producing food, spices, medicine, firewood, raw materials for crafts, or building materials. The utilization of a yard can be considered successful if the cultivated plants can grow well and provide benefits. In its application, pest problems often become an obstacle in its management. This study aims to obtain preliminary information on the behavior of yard owners in Pagung, Semen Subdistrict, Kediri towards the presence of plant pests and disease. The study was conducted using a quantitative descriptive method. Primary data in this study include age, occupation, gender, education level, yard ownership status, yard land use, types of pests that are usually found, and types of control. Secondary data were obtained from relevant agencies and references related to the research. The results showed that yard utilization in Pagung is mostly used for personal needs. The type of pest management mostly uses pesticides compared to mechanical and biological control. Pest control was carried out before, during, or after an attack. The application of pesticides before a pest attack can increase the residues and the risk of pollution in the environment.INTISARI Pekarangan memiliki peran diantaranya sebagai penghasil makanan, rempah, obat, penghasil kayu bakar, bahan baku kerajianan, atau penghasil bahan bangunan. Pemanfaatan lahan pekarangan dapat dinilai berhasil jika tanaman yang dibudidayakan dapat tumbuh dengan baik dan memberikan keuntungan. Dalam penerapannya, seringkali permasalah OPT menjadi kendala dalam penglolaan pekarangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi awal mengenai perilaku pemilik pekarangan di Desa Pagung Kecamatan Semen Kabupaten Kediri terhadap keberadaan OPT. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data primer pada penelitian ini meliputi umur, pekerjaan, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status kepemilikan pekarangan, penggunaan lahan pekarangan, jenis OPT yang biasanya ditemukan, dan jenis pengendalian yang dilakukan. Data sekunder didapatkan dari instansi terkait ditambah dengan studi literatur terkait penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lahan pekarangan di Desa Pegung Kecamatan Semen Kabupaten Kediri sebagian besar dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan pribadi. Jenis penanganan OPT sebagian besar menggunakan pestisida dibandingkan pengendalian mekanik dan biologi. Pengendalian OPT dilakukan sebelum, saat, atau setelah adanya serangan. Penggunaan pestisida sebelum adanya serangan OPT mampu meningkatkan residu dan risiko pencemaran di lingkungan
PENINGKATAN POTENSI MAKANAN OLAHAN IKAN DENGAN TEKNIK RESTRUKTURISASI: MINI REVIEW M Irfan Febriansyah; Nafisah Eka Puteri; Noer Octaviana Maliza; Ernawati Ernawati
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3071

Abstract

Fish consumption has been linked to positive effects on health. However, some fish species are overexploited or underutilized due to consumer preferences related to size, taste, odor, color, or texture. To overcome these challenges, restructuring fish products is an important processing technique aimed at modifying the texture, appearance, or physical form of processed fish products. Restructuring enhances product value, consumer appeal, and facilitates easier processing. Restructuring technology not only applies to fish meat but also to by-products, offering positive effects on food availability and reducing environmental waste. Restructuring techniques include enzymatic treatment, hydrocolloid addition, and pressure application, among others. These techniques have been successfully applied to various fish species, resulting in improved product characteristics such as texture, color, gel strength, water-binding capacity, and sensory attributes. By understanding the various techniques and benefits of fish product restructuring, innovative and high-quality processed fish products can be developed to meet consumer preferences while maintaining product quality and sustainability. These studies contribute to the development of the fishing industry, public health, and overall global well-being by enhancing food and non-food product potential and meeting economical needs. INTISARIKonsumsi ikan telah dikaitkan dengan efek positif kesehatan tubuh. Namun, beberapa spesies ikan dieksploitasi berlebihan atau kurang dimanfaatkan karena preferensi konsumen terkait ukuran, rasa, bau, warna, atau tekstur. Untuk mengatasi tantangan ini, restrukturisasi produk ikan yang bertujuan untuk memodifikasi tekstur, penampilan, atau bentuk fisik produk ikan olahan sehingga nilai produk, daya tarik konsumen, dan memudahkan proses pengolahan. Teknologi restrukturisasi tidak hanya diterapkan pada daging ikan tetapi juga pada produk samping, yang menawarkan efek positif pada ketersediaan pangan dan mengurangi limbah lingkungan. Teknik restrukturisasi meliputi perlakuan enzimatik, penambahan bahan hidrokoloid, dan aplikasi tekanan. Teknik ini telah berhasil diterapkan pada berbagai spesies ikan dan menghasilkan peningkatan karakteristik produk seperti tekstur, warna, kekuatan gel, kapasitas pengikat air, dan atribut sensoris. Dengan memahami berbagai teknik dan manfaat restrukturisasi produk ikan, produk ikan olahan yang inovatif dan berkualitas tinggi dapat dikembangkan untuk memenuhi preferensi konsumen dengan menjaga mutu dan keberlanjutan produk. Studi-studi ini berkontribusi pada pengembangan industri perikanan, kesehatan masyarakat, dan kesejahteraan global secara keseluruhan dengan meningkatkan potensi produk pangan dan non-pangan serta memenuhi kebutuhan ekonomi.
ANALISIS NILAI TAMBAH PENGOLAHAN LIMBAH SEKAM PADI SEBAGAI BAHAN BAKAR PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BIOMASSA (PLTBM) DI KABUPATEN OGAN ILIR (STUDI KASUS: PT BUYUNG PUTRA PANGAN) Trissa Silvian; Elisa Wildayana; Yunita Yunita
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3054

Abstract

Rice husk waste generated from rice milling factories will cause environmental problems if not managed properly. In fact, rice husk waste is a source of biomass that can be used as fuel for biomass power plant (PLTBm). The processing of rice husk waste as fuel for PLTBm at PT Buyung Putra Pangan is one form of activity that can increase the value of rice husk waste. The aim of the study was to determine the amount of added value of rice husk waste in its processing as fuel for PLTBm. The method used in this study is added value analysis using the Modified Hayami Method. The result obtained in this study was that the total profit obtained from processing rice husk waste into PLTBm fuel was US$ 1,528,726 per year or 57%. This added value ratio exceeds 40% and was included in the high category. INTISARILimbah sekam padi yang dihasilkan dari pabrik penggilingan beras tentunya akan menimbulkan problem lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Padahal, limbah sekam padi merupakan salah satu sumber biomassa yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrim tenaga biomassa (PLTBm). Proses pengolahan limbah sekam padi sebagai bahan bakar PLTBm di PT Buyung Putra Pangan merupakan salah satu bentuk aktivitas yang dapat meningkatkan nilai pada limbah sekam padi. Tujuan penelitian untuk mengetahui besarnya nilai tambah limbah sekam padi dalam pengolahannya sebagai bahan bakar PLTBm. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis nilai tambah menggunakan Modifikasi Metode Hayami. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah total keuntungan yang diperoleh dari pengolahan limbah sekam padi menjadi bahan bakar PLTBm adalah sebesar US$1,528,726 per tahun atau 57%. Rasio nilai tambah ini melebihi angka 40% dan termasuk ke dalam kategori tinggi.
ANALISIS PRODUKSI SAWIT DI DESA ALUE AMBANG KECAMATAN TEUNOM KABUPATEN ACEH JAYA Anisa Rahma; Agustiar Agustiar
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3042

Abstract

The research was conducted in Alue Ambang Village, Teunom District, Aceh Jaya Regency. The research objective was to analyze palm oil production in Alue Ambang Village, Teunom District, Aceh Jaya Regency. The data analysis technique was carried out quantitatively. The results showed that land area was positively related to palm oil production in Alue Ambang village with a thit value of 54.121 > 2.662), statistical test results showed that capital was positively related to palm oil production in Alue Ambang village with a thit value of 3.061 > 2.662, then based on statistical test results Labor has a positive relationship to palm oil production in the village of Alue Ambang with a thit value of 5.607 > 2.662. Simultaneous test results for the Fhit value of 18.021> 3.86 with a significant level at 0.000 <0.05, the variables (Land Area, Capital and Labor) are positively and significantly related to palm oil production in Alue Ambang Village, Teunom District, Aceh Jaya Regency. INTISARIPenelitian dilaksanakan di Desa Alue Ambang Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya. Tujuan penelitian untuk menganalisis Produksi Sawit di Desa Alue Ambang Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan luas lahan berhubungan positif terhadap produksi Sawit di desa Alue Ambang dengan nilai thit  sebesar 54,121 >  2,662), hasil uji statistik menunjukkan modal berhubungan positif terhadap produksi Sawit di desa Alue Ambang dengan nilai thit  sebesar 3,061 > 2,662, kemudian berdasarkan hasil uji statistik tenaga kerja  berhubungan positif  terhadap produksi Sawit di desa Alue Ambang dengan nilai thit  5,607 > 2,662. Hasil uji secara simultan nilai Fhit  sebesar 18,021> 3,86 dengan tingkat signifikan berada pada 0,000 < 0,05, variabel (Luas Lahan Modal dan tenaga kerja) berhubungan positif  dan signifikan terhadap produksi Sawit di desa Alue Ambang Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya.
PENGARUH UMUR BIBIT DAN MEDIA TANAM ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KALE (Brassica oleracea var. sabellica) Annisa Nur Hidayah; Mohamad Ihsan; Libria Widiastuti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3075

Abstract

This study aims to determine the effect of seed age and planting media as well as the best interaction between seedling age and planting media on the growth and yield of kale plants (Brassica oleracea var. sabellica). This research has been carried out from September 2022 to November 2022 which was carried out in the Ngruwuh Wetan RT 03 / 12 Punduhsari Village, Manyaran District Wonogiri Regency with an altitude of ±230 m above sea level. This study used a completely randomized design (CRD) of seedling age consisting of 3 levels ((U_(1 ):12 days ater sowing, U_2: 14 days ater sowing, U_3: 16 days ater sowing) and the application of various organic planting media M_1(soil: manure=1: 1), M_2 (soil: manure: cocopeat = 1: 1: 1), M_3 (soil : manure: burnt husk = 1: 1: 1), and M_4 (soil: manure: cocopeat: burnt husks= 1: 1: 1: 1). There were 12 experimental units with 3 tests where each experimental unit consisted of 3 sample plants so that there were 108 plants. The observation parameters consist of plant height, leaf width, root length, total leaf weight, and fresh plant weight. The results showed that the age treatment of seedlings had a very noticeable influence on plant height, leaf width, root length, total leaf weight, and fresh plant weight. Seeding U_1 (12 hss) seedlings gave the best results in the growth and yield of kale plants. The treatment of various planting media has a very noticeable effect on plant height, leaf width, root length, total leaf weight, and fresh plant weight. Organic growing media M_2 (soil: manure: cocopeat: burnt husks= 1: 1: 1) gives the best results for the growth and yield of kale plants. Meanwhile, the interaction between the age treatment of seedlings and the type of organic planting media showed an unreal influence on all observation parameters. INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur bibit dan media tanam serta interaksi terbaik umur bibit dan media tanam organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kale (Brassica oleracea var. sabellica). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September 2022 sampai November 2022 di Ngruwuh Wetan RT 03/12 Punduhsari, Manyaran, Wonogiri dengan ketinggian ±230 m dpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) umur bibit terdiri atas 3 taraf (:12 hss, : 14 hss, : 16 hss) dan pemberian macam media tanam organik   (tanah: pupuk kandang = 1: 1),  (tanah: pupuk kandang: cocopeat= 1: 1: 1),(tanah: pupuk kandang: sekam bakar = 1: 1: 1, dan  (tanah: pupuk kandang: cocopeat: sekam bakar = 1: 1: 1: 1).  Terdapat 12 unit percobaan dengan 3 ulangan, tiap unit percobaan terdiri dari 3 sampel sehinggat terdapat 108 tanaman. Parameter pengamatan terdiri atas tinggi tanaman, lebar daun, panjang akar, berat daun total, dan berat tanaman segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan umur bibit memberikan pengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, lebar daun, panjang akar, berat daun total, dan berat tanaman segar. Umur bibit  (12 hss) memberikan hasil terbaik dalam pertumbuhan dan hasil tanaman kale. Perlakuan macam media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, lebar daun, panjang akar, berat daun total, dan berat tanaman segar. Media tanam organik  (tanah: pupuk kandang: cocopeat: sekam bakar= 1: 1: 1) memberikan hasil terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kale, sedangkan interaksi antara kedua faktor perlakuan tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan.
ANALISIS PENDAPATAN PETERNAK SAPI BALI SISTEM BAGI HASIL DI DESA KUO KECAMATAN PANGALE KABUPATEN MAMUJU TENGAH PROVINSI SULAWESI BARAT Taufik DK; Irma Susanti S; Suhartina Suhartina; Agustina Agustina; Nita A; N. Ali
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3060

Abstract

The purpose of this study is to determine the income of Bali Cow breeders with a profit-sharing system. This research was conducted in Kuo Village, Pangale District, Central Mamuju Regency. This study uses survey and observation methods. Determination of respondents using saturated sampling, amounting to 20 breeders. Descriptive data analysis by calculating the value of income by using research variables, namely revenue, variable costs, and fixed costs. The results of this study indicate that breeders gain significant profits in terms of income in the Bali Cow breeding business with a profit-sharing or gaduhan, with an average profit of one business scale of Rp. 763.555, two business scale of Rp. 1.767.571, and three business scales tail Rp. 2.592.500. So it can be concluded that the larger the scale of the business, the higher the level of income. INTISARITujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan peternak Sapi Bali dengan sistem bagi hasil. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kuo, Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah. Penelitian ini menggunakan metode survei dan observasi. Penentuan responden menggunakan sampling jenuh yang berjumlah 20 orang peternak. Analisis data secara deskriptif dengan menghitung nilai pendapatan dengan menggunakan variabel variabel penelitian yaitu penerimaan, biaya variabel, dan biaya tetap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peternak memperoleh keuntungan yang signifikan dari segi pendapatan pada usaha peternakan Sapi Bali sistem bagi hasil atau gaduhan, dengan rata-rata keuntungan skala usaha satu ekor sebesar Rp 763.555, skala usaha dua ekor Rp 1.767.571, serta skala usaha tiga ekor sebesar Rp 2.592.500. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin besar skala usaha maka semakin tinggi tingkat pendapatannya.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI DI DESA BLANG DALAM KECAMATAN DARUL HIKMAH KABUPATEN ACEH JAYA Surya Ningsih; Agustiar Agustiar; Mahrizal Mahrizal
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3131

Abstract

This study aims to determine the consumers of rice farmers in Blang Dalam Village, Darul Hikmah District, Aceh Jaya Regency. The results showed that the total cost of farming during the period of one planting season to harvest was IDR 447.494.225 mt-1, an average of IDR 13.308.378 ha-1mt-1. Rice ushatani revenues amounted to IDR 849,645,000 mt-1, an average of IDR 25,268,253 ha-1mt-1. Rice farming income is IDR 402.150.775  mt-1, an average of IDR 11.959.874 ha-1mt-1. The value of R/C ratio for rice farming is 1.91 ha-1mt-1 which is 1 greater, meaning that rice farming is feasible because the income received by farmers is greater than the cost.INTISARI            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan petani padi di Desa Blang Dalam Kecamatan Darul Hikmah Kabupaten Aceh Jaya. Hasil penelitian menunjukkan total biaya usahatani selama periode satu kali musim tanam hingga panen sebesar Rp 447.494.225 mt-1, rata-rata sebesar Rp 13.308.378 ha-1mt-1. Penerimaan ushatani padi sebesar Rp 849.645.000 mt-1, rata-rata sebesar       Rp 25.268.253 ha-1mt-1. Pendapatan usahatani padi sebesar Rp 402.150.775 mt-1, rata-rata sebesar  Rp 11.959.874 ha-1mt-1. Nilai R/C Ratio usahatani padi sebesar 1,90 ha-1mt-1 lebih besar 1, artinya usahatani padi layak dijalankan karena penerimaan diterima petani lebih besar dari total biaya yang dikeluarkan.
PERAN TANAMAN REFUGIA SEBAGAI MEDIA KONSERVASI SERANGGA PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa) DESA BEGADUNG, KABUPATEN NGANJUK Devina Cinantya Anindita; Aptika Hana Prastiwi Nareswari
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3171

Abstract

Chemical pesticides are one of the toxic chemicals used by farmers to control Plant Pest Organisms (OPT). Unwise use of pesticides can have a negative impact on the environment, non-target organisms and human health. Excessive use of pesticides can result in secondary pest population explosions and cause pests to become resistant. Based on the negative impact of the dangers of pesticides, one of the efforts to control pests that are environmentally friendly is to apply the principles of Integrated Pest Management (IPM). IPM principles are used with the preservation and utilization of natural enemies. Insects that act as natural enemies are very attracted to the color of flowers, so to preserve natural enemies, refugia plants can be used as a habitat for natural mosquitoes. Most of the farmers in Begadung Village still use chemical pesticides as an alternative to controlling OPT attacks. The aim of this study was to determine the role of refugia in rice and without refugia in controlling pest attacks. This study used a purposive sampling method using the yellow trap. Based on the results of the study, 3 orders and 7 families were found in rice fields with refugia while without refugia there were 2 orders and 4 families. Natural enemies found in rice plants with refugia were found in 5 orders and 15 families, while without refugia there were 6 orders with 15 families. The diversity index (H') on rice fields with refugia was 2.56 in the medium category, and on land without refugia was 2.35 which was included in the moderate INTISARI Pestisida kimia merupakan salah satu bahan kimia beracun yang digunakan oleh petani untuk mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Penggunaan pestisida yang tidak bijaksana dapat berdampak negativf bagi lingkungan, organisme non-target dan kesehatan manusia. Penggunaan pestisda berlebih dapat mengakibatkan ledakan poulasi hama sekunder dan menyebabkan hama menjadi resisten. Berdasarkan dampak negative dari bahaya pestisida, salah satu upaya pengendalian OPT yang ramah lingkungan yaitu dengan menerapakan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Prinsip PHT yang digunakan dengan pelestarian dan pemanfaatan musuh alami. Serangga yang berperan sebagai musuh alami sangat tertarik dengan warna pada bunga, sehingga untuk melestarikan musuh alami dapat menggunakan tanaman refugia sebagai habitat bagi msush alami. Sebagian besar petani di Desa Begadung masih menggunakan pestisida kimia sebagai alternatif untuk mengendalikan serangan OPT. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peran tanaman refugia pada tanaman padi dan tanpa refugia dalam mengendalikan serangan hama. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan menggunakan yellow trap. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 3 Ordo dan 7 Famili dilahan padi dengan refugia sedangkan tanpa refugia sebanyak 2 Ordo dan 4 Famili. Musuh alami yang dietmukan pada tanaman padi dengan refugia ditemukan 5 Ordo dan 15 Famili sedangkan tanpa refugia 6 Ordo dengan 15 famili. Indeks Keanekaragaman (H’) pada lahan padi dengan refugia sebesar 2,56 dengan kategori sedang, dan pada lahan tanpa refugia sebesar 2,35 termasuk kategori sedang. Musuh alami yang ditemukan yaitu predator, parasitoid, pengurai dan penyerbuk.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L.) TERHADAP PEMBERIAN KOMBINASI PUPUK NPK DAN POC KULIT PISANG PADA TANAH GAMBUT Findi Wahyuni Pratiwi; Rini Wilu Susana; Tatang Abdurrahman
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3150

Abstract

The development of celery on peat soil is faced with various obstacles including the low availability of nutrients. Efforts to overcome these obstacles are by applying a combination of NPK fertilizer and banana peel liquid organic fertilizer. This study aims to determine the best combination of doses of NPK fertilizer and liquid organic fertilizer concentration of banana peels on the growth and yield of celery plants on peat soil. The research was conducted at the Research House of the Faculty of Agriculture, University of Tanjungpura from September 1 2022 to November 26 2022. The study used a Completely Randomized Design, consisting of 5 treatment levels with 5 replications consisting of 4 sample plants. The treatment consisted of P1 = NPK 600 kg/ha equivalent to 2.4 g/plant + liquid organic fertilizer of banana peel 10 ml/L, P2 = NPK 500 kg/ha equivalent to 2 g/plant + liquid organic fertilizer of banana peel 20 ml /L, P3 = NPK 400 kg/ha equivalent to 1.6 g/plant + liquid organic fertilizer of banana peel 30 ml/L, P4 = NPK 300 kg/ha equivalent to 1.2 g/plant + liquid organic fertilizer of banana peel 40 ml/L and P5 = NPK 200 kg/ha equivalent to 0.8 g/plant + liquid organic fertilizer of banana peel 50 ml/L. The results showed that the application of banana peel liquid organic fertilizer at higher concentrations could replace the use of NPK fertilizer.INTISARIPengembangan tanaman seledri pada tanah gambut dihadapkan pada berbagai kendala diantaranya ketersedian hara yang rendah. Upaya untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan pemberian kombinasi pupuk NPK dan POC kulit pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi dosis pupuk NPK dan konsentrasi POC kulit pisang yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di Rumah Penelitian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura sejak tanggal 1 September 2022 sampai 26 November 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap, terdiri dari 5 taraf perlakuan dengan 5 ulangan yang terdiri dari 4 tanaman sampel. Perlakuan terdiri dari P1= NPK 600 kg/ha setara dengan 2,4 g/tanaman + POC Kulit Pisang 10 ml/L, P2= NPK 500 kg/ha setara dengan 2 g/tanaman + POC Kulit Pisang 20 ml/L, P3= NPK 400 kg/ha setara dengan 1,6 g/tanaman + POC Kulit Pisang 30 ml/L, P4= NPK 300 kg/ha setara dengan 1,2 g/tanaman + POC Kulit Pisang 40 ml/L dan P5= NPK 200 kg/ha setara dengan 0,8 g/tanaman + POC Kulit Pisang 50 ml/L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC kulit pisang pada konsentrasi yang lebih tinggi dapat menggantikan pengunaan pupuk NPK.
PENGARUH SERTIFIKASI HALAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK JAMU DI DESA KIRINGAN Umaya Septiyaningrum; Nur Saudah Al Arifa Dewi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3179

Abstract

Halal certification is very important in the food and beverage industry because it affects consumer confidence in local products. Through halal certification, food and beverage producers in Yogyakarta can increase their competitiveness in the market regarding halal products. This data collection was carried out using a qualitative-quantitative method which aims to understand the extent to which halal certification influences purchasing decisions. This study uses simple linear regression analysis to relate halal certification variables to purchasing decisions. Research on herbal products in Kirringan village yielded data that halal certification has an important role in purchasing decisions, namely 52.9%. Therefore, it can be concluded that halal certification has an influence on purchasing decisions.INTISARISertifikasi halal sangat penting dalam industri makanan dan minuman karena mempengaruhi kepercayaan konsumen terhadap produk lokal. Melalui sertifikasi halal, produsen makanan dan minuman di Yogyakarta dapat meningkatkan daya saing di pasar mengenai produk halal. Pengambilan data ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif kuantitatif yang bertujuan untuk memahami sejauh mana sertifikasi halal mempengaruhi keputusan pembelian. Penelitian menggunakan analisis regresi linier sederhana untuk menghubungkan variabel sertifiksi halal dengan keputusan pembelian. Penelitian pada produk jamu di desa Kiringan menghasilkan data bahwasanya sertifikasi halal meriki peranan penting dalam keputusan pembelian, yaitu sebesar 52,9%. Oleh karena itu, dapat diambil kesimpulan bahwa sertifiasi halal memberikan pengaruh kepada keputudan pembelian.

Page 72 of 139 | Total Record : 1386