cover
Contact Name
Nurul Marfu'ah
Contact Email
nurulmarfuah@unida.gontor.ac.id
Phone
+6285336431175
Journal Mail Official
nurulmarfuah@unida.gontor.ac.id
Editorial Address
University Of Darussalam Gontor Gontor For Girls Campus 1, Sambirejo, Mantingan, Ngawi, East Java, Indonesia, 63257
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Pharmasipha
Core Subject : Health, Science,
Clinical Pharmacy; Biology Pharmacy; Natural Product Pharmacy; Drug, food and cosmetics analysis; Chemistry Pharmacy; and Islamization of Pharmacy
Articles 186 Documents
Formulasi Sediaan Gel Semprot Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L.) dan Uji Daya Hambat terhadap Bakteri Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Propionibacterium acnes Solikah Ana Estikomah; Andi Sri Suriati Amal; Sri Fathiyah Safaatsih
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i1.5705

Abstract

Kersen (Muntingia calabura) merupakan salah satu tumbuhan liar yang belum dimanfaatkan secara optimal.Tumbuhan ini dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat dengan memanfaatkan daun atau buahnya. Penelitian ini bertujuan  untuk memformulasikan ekstrak etanol 70% daun kersen dengan metode maserasi menjadi sediaaan gel semprot sebagai antijerawat serta mengetahui karakteristik fisik gel semprot ekstrak etanol daun kersen dan diuji aktivitas antibakterinya terhadap 3 bakteri penyebab jerawat, yaitu Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Propionibacterium acnes. Analisis Data satistik menggunakan one way anova. Penelitian ini menunjukkan bahwa Ekstrak etanol daun kersen dapat diformulasikan sebagai gel semprot dan memiliki karakteristik yang stabil secara penampakan fisik, viskositas, pH dan pola penyemprotan.  Perbedaan konsentrasi karbopol 940 1%, 1,5% dan 2% pada formulasi gel semprot ekstrak etanol daun kersen berpengaruh pada nilai viskositas, pH, daya sebar dan bobot semprot sediaan. Uji formulasi gel semprot dengan konsentrasi karbopol 1,5% merupakan konsentrasi terbaik karena memiliki nilai viskositas, pH, dan pola penyemprotan sesuai dengan rentangan sediaan gel semprot yang baik. Formulasi Gel dengan karbopol 940 1%, 1,5% dan 2% stabil secara sentrifugasi, penampakan fisik, homogenitas dalam pengujianya 21 hari penyimpanan. Sediaan gel semprot ekstrak etanol daun kersen mampu menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus, S. epidermidis, dan P. acnes ditunjukkan dengan adanya  zona bening yang menunjukkan adanya zona hambat.
Pemanfaatan Rhizopus oryzae Dalam Pengembangan Produk Olahan Susu (Keju) Halal Berbasis Bioteknologi Solikah Ana Estikomah
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v4i2.5268

Abstract

Pertumbuhan industri pangan halal semakin pesat seiring pertambahan jumlah populasi Muslim dunia. Permintaan produk pangan halal oleh negara-negara non-muslim juga meningkat sejalan dengan peningkatan pemahaman masyarakat umum tentang proses-proses ketat untuk mencapai status halal. Bioteknologi mengalami perkembangan yang pesat hingga saat ini. Peranan bioteknologi sangat luas dalam aspek pemenuhan kebutuhan manusia salah satunya yaitu dalam industri makanan. Beberapa proses bioteknologi baik konvensional maupun modern tidak terlepas dari peranan mikroorganisme. Tujuan penelitian ini guna mengetahui pemanfaatan Rhizopus oryzae dalam  produk olahan pangan susu (keju) halal yang berbasis bioteknologi. Penelitian ini dilakukan dengan 3 (tiga) tahap yaitu tahap pertama pembuatan produk bioteknologi pangan. tahapan kedua adalah pembuatan diagram alir proses produksi produk. Tahap ketiga yaitu identifikasi resiko titik kritis kehalalan produk. Dari hasil penelitian menunjukkan Rhizophus oryzae  berpotensi sebagai starter dalam pembuatan keju berpotensi menggantikan rennet. Rennet mengandung enzim renin yang berperan menggumpalkan susu. Rennet dikategorikan halal, jika rennet berasal dari hewan halal dan proses penyembelihan sesuai dengan syariat islam.Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim sehingga dalam penyediaan pangan sangat memperhatikan aspek kehalalan.
Evaluasi Terapi Antibiotik pada Pasien Diare Akut Balita di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Tentara Dr. Soedjono Magelang Tahun 2018 Ruskiah Octavia; Wahyu Kumil Laila; Nadia Saptarina; Solikah Ana Estikomah
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i2.5629

Abstract

Diare akut merupakan buang air besar lebih dari 3 kali perhari, disertai perubahan konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan darah yang berlangsung kurang dari 14 hari. Terapi antibiotik merupakan salahsatu standar tatalaksana diare akut yang dianjurkan oleh WHO. Ketidaktepatan terapi antibiotik pada diare akut balita dapat menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan terapi antibiotik pada pasien diare akut balita di instalasi rawat inap Rumah Sakit Dr. Soedjono Magelang tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental yang dilakukan dengan pengumpulan data rekam medik pasien rawat inap secara retrospektif sesuai dengan kriteria inklusi dan dianalisis dengan pedoman World Gastroenterology Organisation Acute Diarrhea in Adults and Children: A Global Perspective 2012 dengan metode deskriptif retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 34 sampel balita dengan diagnosa diare akut dan mendapat terapi antibiotik meliputi 91% tepat indikasi, 91% tepat obat, dan 85% tepat dosis.
Uji Efektivitas Kombinasi Ekstrak Buah Labu Air (Lagenaria siceraria) dan Rimpang Kunyit (Curcuma domestica) Sebagai Antibakteri Salmonella typhi Secara In Vitro Lutfi Shantia; Nurul Marfu’ah; Rizki Awaluddin
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i1.4298

Abstract

Salmonella typhi merupakan bakteri gram negatif yang menyebabkan demam tifoid (tifus), yaitu penyakit infeksi yang menyebar keseluruh tubuh ditandai dengan demam panjang. Terapi penyembuhan untuk tifus dilakukan dengan terapi pemberian antibiotik, salah satunya adalah kloramfenikol. Beberapa waktu terakhir, bakteri Salmonella typhi menjadi resisten terhadap kloramfenikol, ampisilin dan trimethropim-sulfamethoxazole. Penelitian ini dimaksudkan untuk meneliti tanaman herbal sebagai antibakteri Salmonella typhi. Tanaman yang akan diuji adalah ekstrak etanol buah labu air dan rimpang kunyit dengan konsentrasi tunggal dan kombinasi sebagai antibakteri Salmonella typhi secara in vitro. Perlakuan dibagi menjadi 7 kelompok yang terdiri dari, kontrol positif (Kloramfenikol), kontrol negatif (CMC Na 1%), kombinasi 0%:100%; 75%:25%; 50%:50%; 25%:75%; dan 100%:0%. Data analisis menggunakan uji statistik non parametrik Kruskall-Wallis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapat hasil zona hambat dengan rentan nilai rata-rata 0-1 mm. Kombinasi ekstrak etanol buah labu air 100% dan rimpang kunyit 0% menghasilkan zona hambat paling besar dibandingkan kombinasi lain yaitu sebesar 1,25 mm (respon hambat lemah).
Potensi Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Evodia suaveolens terhadap Staphylococcus aureus Khoirul Ngibad; Raymond Ferdinand Runtu
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i1.5073

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang aktivitas antibakteri ekstrak daun tanaman zodia (Evodia suaveolens) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923. Zodia berasal dari Pulau Irian/Papua yang dikenal sebagai tanaman pengusir nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak etanol daun zodia sebagai antibakteri secara in vitro dengan metode difusi agar. Serbuk daun zodia dimaserasi menggunakan pelarut etanol kemudian filtrat dipekatkan menggunakan rotary evaporator vacuum. Uji aktivitas antibakteri ektrak etanol terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 dilakukan pada konsentrasi larutan uji (5, 10, 20, 40, 60, 80% b/v). Uji ANOVA satu arah pada data diameter zona hambat digunakan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol zodia pada berbagai konsentrasi. Data penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol zodia dengan konsentrasi 20% lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus ATCC 25923 dengan diameter zona hambat 8,74 mm. Dengan demikian, ekstrak etanol daun zodia berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai antibakteri
Studi Pola Fragmentasi Jamu Terkonfirmasi Parasetamol Menggunakan Liquid Chromatography Mass Spectroscopy (LCMS) Muhammad Taupik; Endah Djuwarno; Muhamad Handoyo Sahumena
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v4i2.4558

Abstract

Salah satu bahan kimia obat yang sering ditambahkan pada jamu adalah parasetamol karena obat ini merupakan obat analgetik-antipiretik. Sampel terdiri atas 6 sampel jamu  dengan merek berbeda. Analisis kualitatif dengan metode KLT menggunakan fase gerak n-heksan:etil asetat (1:1) diperoleh tiga sampel yang positif mengandung parasetamol yakni sampel D, E, dan F. Ketiga sampel yang positif mengandung parasetamol dihitung kadarnya dengan metode LCMS. Analisis kuantitatif dengan LCMS menggunakan fase terbalik dengan fase gerak asetonitril:air (15%>:85%> v/v) pada laju alir 0.2 mL/menit dan volume injeksi 5 gL. Berdasarkan data kromatogram LCMS diperoleh waktu retensi (Rf) parasetamol 1,038 menit. Rata-rata waktu  retensi  sampel  jamu  mendekati   waktu  retensi parasetamol. Pendekatan selanjutnya berdasarkan pola fragmentasi dari Spektroskopi Massa. Berdasarkan data spektrum massa diperoleh fragmentasi dari parasetamol (152 m/z) membentuk  fragmen yakni p-aminofenol (109 m/z) dan asetalaldehid (44 m/z). Ion p-aminofenol,  menghasilkan subfragmen aldehyde (32 m/z) dan cyclopentadienylidene  (81 m/z). Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode LCMS diperoleh empat sampel yang mengandung parasetamol, Sampel D. E dan F. Seharusnya ketiga sampel tersebut tidak diperbolehkan diperjualbelikan dan dikonsumsi karena  berdasarkan Peraturan  Menteri  Kesehatan  No. 006 Tahun 2012 pasal 33 dan pasal 37 tentang industri dan usaha obat tradisional bahwa obat tradisional dilarang mengandung bahan kimia hasil isolasi atau sintetik yang berkhasiat obat. Meski kandungan parasetamol dalam tergolong sedikit, tetapi menurut Permenkes RINo. 007 tahun 2012 bahwa bahan kimia obat mutlak tidak diperbolehkan terdapat dalam obat tradisional.
Formulasi dan uji aktivitas antioksidan lotion ekstrak daun teh hijau (Camelia sinensis) dengan metode DPPH Indah Marcelina; Taufik Turahman; Nuraini Harmastuti
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v7i1.9300

Abstract

Antioksidan adalah molekul yang menghambat oksidasi molekul lain. Antioksidan dapat melindungi kulit dari kerusakan sel akibat sinar UV dan anti-penuaan. Daun teh mengandung 30-40% polifenol, merupakan antioksidan kuat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi lotion ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis) yang menghasilkan uji mutu dan stabilitas fisik yang baik serta memiliki aktivitas antioksidan berdasarkan metode DPPH. Daun teh hijau dimaserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Persiapan lotion diformulasikan dengan konsentrasi cetyl alcohol 1,5%, 3%, dan 6%. Formula 4 dengan konsentrasi cetyl alcohol 1,5% dan ekstrak 1% merupakan sediaan lotion terbaik dengan variasi konsentrasi cetyl alcohol 1,5% yang memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 8,88 ppm.
Formulasi Gel Kombinasi Ekstrak Etanol Kulit Pisang Ambon (Musa paradisiaca var. sapientum) dan Madu Trigona dengan Basis Na-CMC Indah Tri Lestari; Riga Prillia Yativa; Yulisa Raras Dewi
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i2.6521

Abstract

Pemanfaatan tanaman sebagai penyembuhan luka masih menjadi salah satu alternatif yang menjanjikan. Kulit pisang ambon (Musa paradisiaca var. sapientum) diketahui mengandung senyawa flavonoid, tannin, alkaloid, saponin dan glikosida yang dapat berfungsi sebagai antimikroba alami. Sementara itu, madu sudah lama dikenal sebagai agen anti mikroba karena kandungan gula yang tinggi. Kombinasi ekstrak kulit pisang dan madu menjadi gel merupankan teroboson dalam pemanfaatan zat aktif alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formulasi dengan evaluasi fisik terbaik dari gel ekstrak kulit pisang ambon dan madu trigona dengan basis Na-CMC. Evaluasi fisk meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, penentuan nilai pH, penentuan viskositas dan pengukuran daya sebar. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan statistic SPSS-24 dengan Shapiro-Wilk dan dilanjutkan ANOVA atau Kruskal-Wallis. Hasil keselurahan didapatkan bahwa sediaan gel berdasarkan uji organoleptis menghasilkan warna coklat kuning, aroma khas madu pisang, teksturnya kental, pH 4,8-5,5, viskositas 7162,6-10589 dan daya sebar 5,5-7. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa pada Formula III merupakan formula yang terbaik diantara keempat formula sediaan gel dengan konsentrasi 15% ekstrak kulit pisang ambon dan 15% madu trigona. Evaluasi fisik berdasarkan Standar Nasional Indonesia bahwa sediaan gel diperoleh hasil uji organoleptis bau khas pisang dan madu, berwarna coklat kuning, bentuk kental, homogenitas yang stabil, pH antara 5,0-5,3, viskositas antara 6,2-6,7 mengalami penurunan dan daya sebar 7566,3-86699 mengalami kenaikan dilihat dari lama penyimpanan.
Analisis Kepuasan Akseptor KB Suntik terhadap Pelayanan Informasi Obat Menggunakan Metode Servqual di Puskesmas Kota Surabaya Ayu Tri Wahyuning Tyas; Oki Nugraha Putra; Effendi Rachmat
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i1.5247

Abstract

Salah satu tempat dilakukan layanan program Keluarga Berencana (KB) ialah puskesmas. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis tingkat kepuasan akseptor KB suntik terhadap pelayanan informasi obat di beberapa puskesmas di Surabaya dengan metode serqvual. Penelitian observasional ini menggunakan desain cross-sectional dengan akseptor KB suntik sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner yang telah tervalidasi selama Desember 2019 hingga Maret 2020. Gap dari kelima dimensi servqual didapatkan dengan mengurangi skor kinerja dengan skor harapan. Hasil penelitian diperoleh bahwa dari 100 akseptor KB suntik, rata-rata kesenjangan antara harapan dan kinerja ialah -0,08 dengan nilai kesenjangan terbesar pada dimensi empathy yaitu -0,14. Uji Mann-Whitney digunakan untuk melihat perbedaan skor kesenjangan dari kelima dimensi servqual dan didapatkan hasil bahwa hanya dimensi empathy yang memberikan perbedaan signifikan antara skor kinerja dan skor harapan (p-value=0.002). Kesimpulannya ialah tingkat harapan akseptor KB suntik lebih besar dibandingkan tingkat kinerja layanan informasi obat yang diberikan oleh pihak Puskesmas kota Surabaya dengan tingkat kepuasaan pasien dalam kategori sangat baik.
Studi Hepatoprotektor Gulma Siam (Chromolaena odorata) pada Tikus yang Diinduksi Parasetamol Endah Nurrohwinta Djuwarno; Widysusanti Abdulkadir; Muhammad Taupik
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v4i2.4559

Abstract

Gulma siam (Kopasanda) merupakan jenis tumbuhan gulma dari famili Asteraceae yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan yang disebabkan oleh kandungan tinggi akan flavonoid dan adanya alkaloid, saponin, glikosida sianogenik, tanin dan asam fitat. Hati merupakan organ terbesar dan merupakan situs utama untuk metabolisme dan pengeluaran. Kerusakan hati dapat disebabkan paparan zat toksik (hepatotoksik) salah satunya parasetamol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol Chromolaena odorata terhadap penurunan enzim ALT dan AST pada mencit jantan yang diinduksi parasetamol serta konsentrasi optimalnya sebagai hepatoprotektor. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental laboratorium, hewan coba mencit jantan dikelompokkan menjadi 5 kelompok dengan jumlah 3 ekor setiap kelompok yang diinduksi ekstrak selama 7 hari, dan diberi parasetamol dosis toksik pada hari ke-8. Hari ke 1-7 kontrol positif diberi Curcuma Z dosis 1 mg, kontrol negatif diberi Na.Cmc 1%, dan setiap kelompok dosis 1,05, 1,47 dan 1,89 mg untuk mencit 30g. Mencit diambil darah selama 3 kali, sebelum pemberian ekstrak, hari ke-8 dan setelah pemberian pct untuk diukur kadar ALT dan AST. Uji statistik menggunakan One way Annova dengan pengujian LSD. Hasil uji menunjukkan ekstrak gulma siam dosis 35 mg, 49 mg dan 63 mg memiliki kadar rata-rata ALT 34,3 µL, 36 µL, 28,3 µL dan AST 73 µL, 76,67 µL, 55 µL. Kesimpulannya ekstrak etanol 70% Chromolaena odorata memiliki hepatoprotektor dengan konsentrasi paling efektif yaitu pada 1,89 mg dengan rerata ALT 28,3 µL dan AST 55 µL.