cover
Contact Name
Nurul Marfu'ah
Contact Email
nurulmarfuah@unida.gontor.ac.id
Phone
+6285336431175
Journal Mail Official
nurulmarfuah@unida.gontor.ac.id
Editorial Address
University Of Darussalam Gontor Gontor For Girls Campus 1, Sambirejo, Mantingan, Ngawi, East Java, Indonesia, 63257
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Pharmasipha
Core Subject : Health, Science,
Clinical Pharmacy; Biology Pharmacy; Natural Product Pharmacy; Drug, food and cosmetics analysis; Chemistry Pharmacy; and Islamization of Pharmacy
Articles 186 Documents
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Teh Hijau (Camellia sinensis) Terhadap Penyembuhan Luka Sayat pada Kulit Tikus Roatul Zauharoh; Amal Fadholah; Marik Sri Husnul Khotimah
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v4i2.4209

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari luka sayatan sangat sering terjadi, tidak hanya orang dewasa anak kecilpun sering mendapatkan luka sayatan ketika bermain. Luka akibat sayatan apabila tidak langsung diobati atau dibersihkan dapat menimbulkan infeksi luka. Tidak banyak yang mengetahui bahwa selain untuk dikonsumsi ternyata teh hijau (Camellia sinensis) berpotensi dalam mengobati luka, salah satunya luka akibat sayatan. Teh hijau (Camellia sinensis) memiliki berbagai macam khasiat bagi kesehatan tubuh, sebagai antiinflamasi, antibakteri, antioksidan, antiradang. Kandungan dalam teh hijau salah satunya katekin dan berbagai zat aktif lain dapat membantu proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiadanya efektivitas pada ekstrak etanol teh hijau terhadap penyembuhan luka akibat sayatan pada tikus. Tikus yang dibutuhkan 24 ekor tikus galur wistar yang kemudian dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu kontrol positif (povidone iodine 10%), kontrol negatif (vaseline putih), ekstrak etanol teh hijau dengan variasi konsentrasi 60%, 70%, 80%, 90%, dan diberikan perlakuan setiap 3x1. Proses pengamatan secara makroskopis dan pengukuran panjang luka dilakukan setiap hari pukul 06.00 WIB. Hasil penelitian yang dianalisis menggunakan SPSS.20 dengan uji one-way ANOVA yang kemudian dilanjutkan dengan uji post hoc pada uji tukey. Dan menunjukkan bahwa variasi konsentrasi etanol 70% memiliki nilai rata-rata pengurangan panjang perhari antara 2-4 cm. Sehingga dapat menutup luka secara sempurna lebih cepat dari variasi konsentasi yang lainnya
Gambaran Sanitasi Lingkungan pada Santriwati Penderita Demam Tifoid di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1 Amal Fadholah; Laily Mega Rahmawati; Rista Rahmawati
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i2.5632

Abstract

Penyakit menular yang cukup sering terjadi di Indonesia salah satunya adalah demam tifoid yang pada umumnya menyerang di usia remaja. Faktor resiko terjadianya demam tifoid salah satunya adalah sanitasi lingkungan yang belum sasuai dengan standar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran sanitasi lingkungan dan faktor yang mempengaruhi munculnya kejadian demam tifoid pada santriwati penderita demam tifoid di Pondok Modern Daraussalam Gontor Putri 1. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif dengan studi retrospektif. Penelitian dilakukan sejak November sampai dengan Desember 2019 di Pondok Gontor Putri 1. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh dengan jumlah responden 63 santriwati penderita demam tifoid. Pengolahan data dilakukan dengan menganalisis data dalam bentuk tabel yang berisi hasil skor kuisioner responden dan dihitung dengan rumus presentase, kemudian dikategorikan sesuai dengan hasil nilai interval untuk mengetahui gambaran sanitasi lingkungan pada santriwati penderita demam tifoid di Pondok Gontor Putri 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameter sanitasi lingkungan memiliki kategori cukup baik, dengan masing-masing parameter memiliki presentase sebesar 54% pada sanitasi air bersih, 51% pada sanitasi tempat sampah, 57% pada sanitasi sarana pembuangan tinja, dan 53% pada tingkat kepadatan lalat. Sehingga didapatkan kemungkinan faktor yang menjadi penyebab kejadian demam tifoid di Pondok Gontor Putri 1 meliputi kualitas air bersih, frekuensi pembersihan bak air, keadaan bak air, bentuk tempat sampah, keadaan tempat sampah dan sekelilingnya, frekuensi tempat sampah dibawa ke tempat pembuangan sementara (TPS), tingkat kebersihan sarana pembuangan tinja, dan frekuensi pembersihan sarana pembuangan tinja.
Studi Pengaruh Variasi Konsentrasi Pelarut Maserasi terhadap Kadar Senyawa Flavonoid Teh Hijau (Camelia Sinensis) Mahmud Carica Dewi; Nadia Mira Kusumaningtyas; Kurniawan Kurniawan
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i1.4219

Abstract

Teh Hijau merupakan tanaman yang dikenal luas di kalangan masyarakat dan salah satu produk minuman terpopuler yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia maupun dunia. Hal ini dikarenakan teh mempunyai rasa dan aroma yang khas, juga dipercaya mempunyai khasiat bagi kesehatan. Teh hijau merupakan tanaman obat yang mempunyai efek farmokologis, antara lain sebagai antioksidan. Teh Hijau sebagian besar mengandung ikatan biokimia yang disebut polyphenol, termasuk didalamnya flavonoid. Flavonoid adalah sekelompok besar senyawa polifenol tanaman yang tersebar luas dalam berbagai bahan makanan dan dalam berbagai konsentrasi. flavonoid merupakan senyawa polar, maka flavonoid cukup larut dalam pelarut polar seperti etanol, metanol, butanol, aseton, dimetil-sulfoksida, dimetilformamida, air.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi pelarut maserasi terhadap kadar senyawa flavonoid Teh Hijau (Camelia Sinensis), sehingga digunakan 4 variasi pelarut yaitu etanol 96% (polar), metanol 96% (polar), etil asetat (semi polar), n-heksan (non polar). Pelarut dengan rendemen pemurnian tertinggi yaitu metanol, divariasikan menjadi 5 variasi konsentrasi pelarut. Dilakukan uji kalitatif dan kuantitatif untuk menentukan ada atau tidaknya senyawa flavonoid didalamnya. Ekstrak teh hijau dengan pelarut metanol 60% memiliki kadar flavonoid paling tinggi yaitu sebesar 6,235 ppm.
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pasien Demam Tifoid tanpa Komplikasi di Instalasi Rawat Inap RS “X” Madiun Tahun 2018 Sintia Ayu Widyawati; Nadia Saptarina; Yulia Dwi Andarini
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v4i2.4962

Abstract

Tifoid merupakan infeksi sistemik yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi, umumnya menyebar dipengaruhi oleh tingkat higienis yang rendah serta makanan dan minuman yang terkontaminasi. Bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh atau tepatnya ke saluran pencernaan. Antibiotik merupakan obat utama yang digunakan untuk mengobati penyakit ini, penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat mengakibatkan kerugian bagi pasien dan dapat memicu resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid tanpa komplikasi di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit “X” Madiun tahun 2018. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental dengan pengumpulan data retrospektif dan dianalisis secara deskriptif dengan parameter tepat indikasi, tepat obat dan tepat dosis. Total populasi dalam setahun adalah 146 sampel, untuk populasi dari bulan Agustus sampai Desember menunjukkan hasil 77 sampel. Berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan, didapatkan sampel sejumlah 36 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik Levofloxacin sebesar 41.6%, Ciprofloxacin 5.5%, Cefoperazone 8,3%, Ceftriaxone 16.6%, Cefotaxime 22%, Cefadroxil 3%, dan Chloramphenicol 3%. Parameter tepat indikasi sebesar 100%, tepat obat 97% dan tepat dosis 97%.
Aktivitas antibakteri fraksinasi daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) terhadap bakteri Escherichia coli dan Propionibacterium acnes secara in-vitro Dika Ikhlasul Amal; Amalia Eka Putri; Yunita Dyah Safitri
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v7i1.8794

Abstract

Jerawat merupakan masalah yang sering muncul pada remaja di Indonesia dengan persentase pada wanita sekitar 83-85% dan pada pria sekitar 95-100%. Bakteri yang terdapat pada pasien jerawat diantaranya adalah Escherichia coli dan Propionibacterium acnes. Bakteri Escherichia coli dan Propionibacterium acnes mudah resisten terhadap antibiotik dan banyaknya dampak negatif dari penggunaan antibiotik jangka panjang, maka diperlukan pengembangan agen antibakteri dengan memanfaatkan dari tanaman, salah satu tanaman yang dapat digunakan yaitu daun sirih merah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi daun sirih merah terhadap bakteri Escherichia coli dan Propionibacterium acnes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Sampel diekstraksi dengan maserasi menggunakan etanol 70%, lalu difraksinasi menggunakan pelarut aquadestilata, etil asetat, dan n-heksan. Uji aktivitas antibakteri fraksi daun sirih merah menggunakan metode pengujian in vitro yaitu difusi cakram dengan konsentrasi 5%. Hasil pengujian aktivitas antibakteri fraksi daun sirih merah menunjukkan adanya aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan Propionibacterium acnes.
Aktivitas antibakteri fraksinasi daun sirih merah (Pipper crocatum) terhadap bakteri Staphylococus aureus secara in-vitro Nungki Ervia Agustina Jayadi; Choirul Huda; Fatimah Fatimah
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v7i1.8960

Abstract

Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling utama di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Pengobatan untuk penyakit infeksi secara efektif dapat menggunakan     antibiotic namun sekitar 40%-60% antibiotik digunakan secara tidak tepat. Pemakaian antibiotik tidak rasional menyebabkan resistensi antibiotik. Atas dasar hal tersebut, maka perlu dikembangkan penggunaan bahan-bahan alam sebagai alternatif dalam mengobati penyakit infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui apakah fraksi eter daun sirih merah memiliki efek antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan konsentrasi fraksi yang optimum dalam hambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Daun Sirih Merah diekstraksi dengan metode maserasi memakai etanol 70% berikutnya fraksinasi memakai pelarut aquadest, diklorometana, dan n-Heksana. Skrining fitokimia ekstrak daun Sirih Merah terhadap kandungan flavonoid, alkaloid, dan saponin. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi paper disc dengan kontrol positif kloramfenikol serta dengan kontrol negatif DMSO 10%. Hasil skrinning fitokimia ekstrak positif ada senyawa flavonoid, tanin, dan saponin. Fraksi aquadestilata, n-heksana, dan diklorometana daun sirih merah mempunyai aktivitas sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococus aureus secara in vitro. jika dilihat dari zona hambat yang terbentuk, konsentrasi optimum yaitu pada fraksi n-heksan konsentrasi 45% dilihat dari hasil uji post-hoc aktivitas antibakteri n-heksan 45% adalah yang paling mendekati kontrol positif.
Uji aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak daun belimbing wuluh dan daun pepaya terhadap bakteriStaphylococcus aureus dan Eschericia coli Lulul Ulfatun Qorik’ah; Amalia Eka Putri; Choirul Huda
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v7i1.8868

Abstract

Penyakit infeksi merupakan masalah terbesar dalam dunia kesehatan dan menjadi penyebab utama angka kematian di Indonesia. Bakteri yang menyebabkan infeksi adalah Staphylococcus aureus dan Eschericia coli. Meluasnya penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi antibiotik. Untuk mengurangi adanya resistensi terhadap antibiotik diperlukan pengobatan dengan alternatif lain seperti menggunakan bahan alam yang memiliki senyawa antibakteri sebagai obat tradisional. Salah satunya adalah daun belimbing wuluh dan daun pepaya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas kombinasi ekstrak daun belimbing wuluh dan daun pepaya sebagai antibakteri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental. Sampel daun belimbing wuluh dan daun pepaya di maserasi menggunakan pelarut etanol 70% yang kemudian di uji fitokimia secara kualitatif dan kuantitatif. Uji aktivitas kombinasi DBWDP digunakan perbandingan 1:1,5, 1:3, 2:1,5. Analisa hasil dilakukan dengan uji Kruskall Wallis dan Mann Whitney. Hasil pengujian aktivitas antibakteri kombinasi daun belimbing wuluh daun pepaya menunjukkan adanya aktivitas antibakteri yang lebih poten ke bakteri Eschericia coli daripada Staphylococcus aureus. Kombinasi DBWDP teraktif dalam menghambat pertumbuhan bakteri dengan rata rata zona hambat sebesar sebesar 7,66 mm terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan sebesar 10 mm terhadap bakteri Eschericia coli ATCC 25922.
Tingkat pengetahuan siswa terhadap penggunaan antasida di SMAN 2 Banguntapan Bantul, Yogyakarta Arinta Nur Rahayuning Putri; Mexsi Mutia Rissa
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v7i1.9051

Abstract

Gastritis atau yang biasa dikenal dengan maag adalah penyakit inflamasi akut atau kronis pada mukosa lambung dengan ciri-ciri rasa tidak nyaman pada epigastrium, mual, muntah dan sendawa. Kejadian gastritis di beberapa wilayah Indonesia cukup tinggi dengan prevalensi 274.396 kasus dari 238.452.952 penduduk. Beberapa survei menunjukkan bahwa gastritis paling sering menyerang usia produktif, yaitu pelajar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan penggunaan antasida pada siswa SMAN 2 Banguntapan Bantul bulan februari 2022. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif observasional dengan pendekatan secara crossectional dan pengambilan data dengan memberikan kuesioner kepada responden. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif yaitu menghitung jumlah jawaban yang benar kemudian dihitung persentase tingkat pengetahuan dan di ketegorikan berdasarkan baik, cukup baik, kurang baik. Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa tingkat pengetahuan siswa di SMAN 2 Banguntapan Bantul yang berpengetahuan baik sebanyak 52 responden (72%) dan yang berpengetahuan cukup sebanyak 10 responden (14%) dan yang berpengetahuan kurang sebanyak 10 responden (14%). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan siswa terhadap penggunaan antasida mayoritas baik
Formulasi dan aktivitas gel handsanitizer ekstrak daun sirih terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Siti Anisaningrum; Dara Pranidya Tilarso; Amalia Eka Putri
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v7i1.8945

Abstract

Gel hand sanitizer biasanya menyebabkan iritasi pada tangan, sehingga diperlukan inovasi hand sanitizer dari bahan alami yang lebih aman. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan formulasi ekstrak daun sirih hijau (Piper beetle L) dalam sediaan hand sanitizer terhadap berbagai gelling agent untuk menentukan basis gel hand sanitizer yang memiliki kualitas fisik sediaan yang baik dan untuk mengetahui aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli secara in vitro. Basis dan formulasi hand sanitizer ekstrak daun sirih hijau dibuat dengan konsentrasi yang bervariasi. Kemudian dilakukan uji mutu fisik sediaan meliputi organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, dan daya lekat yang diperoleh. F1 (Karbopol 940 0,5%), F4 (Na-CMC 3%), F5 (HPMC 4%). Kemudian dilakukan uji aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli secara in vitro dengan kontrol positif (Hand sanitizer Merk "D''). Hasil penelitian menunjukkan kriteria hand sanitizer dengan kualitas fisik yang baik. Sediaan diperoleh hand sanitizer gel berwarna hijau ekstrak daun sirih dengan formulasi gelling agent F1 (Karbopol 940 0,5%), F4 (Na-CMC 3%), F5 (HPMC 4 %) Pada uji aktivitas antibakteri gel hand sanitizer menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap E.coli dan S. aureus.
Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% daun papaya terhadap bakteri Propionibacterium acnes secara difusi Shella Nada Veronica; Choirul Huda; Yunita Diyah Safitri
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v7i1.8963

Abstract

Propionibacterium acnes merupakan salah satu flora normal pada kulit manusia, bakteri mendominasi didaerah folikel sebasea kulit dan dapat menyebabkan jerawat Kketika menginfeksi kulit. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun papaya dan konsentrasi optimum untuk menghambat bakteri Propionibacterium acnes. Daun pepaya diekstraksi dengan metode maserasi memakai etanol 70%. Skrining fitokimia ekstrak daun pepaya terhadap kandungan flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi paper disc dengan kontrol positif klindamisin serta dengan kontrol negatif DMSO 5%. Hasil skrining fitokimia ekstrak positif ada senyawa flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin. Dari pengujian aktivitas ini, ekstrak daun pepaya mempunyai aktivitas antibakteri ditandai dengan adanya zona bening disekitar cakram. Berdasarkan kesimpulan ekstrak daun pepaya dapat menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes.