cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23562269     EISSN : 26142945     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Ilmiah Dinamika merupakan media publikasi Karya Tulis Ilmiah di bidang Ilmu Administrasi Negara yang berada di lingkungan Program Studi Ilmu Administrasi Negara Universitas Galuh dengan ISSN: 2356-2269 (Print) dan eISSN: 2614-2945 (Online) yang mempublikasikan hasil penelitian mahasiswa dan dosen, dengan fokus kajian Ilmu Administrasi Negara. Jurnal ini terbit setiap tiga bulan sekali, yaitu: Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 557 Documents
INOVASI PELAYANAN ADMINISTRATIF DI DESA SUMBERJAYA KECAMATAN CIHAURBEUTI KABUPATEN CIAMIS Yusnia Yusnia; Muhammad Risyanul Hakim Athallah; Etih Henriyani
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 10, No 2 (2023): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v10i2.11725

Abstract

Pelayanan administratif merupakan salah satu syarat utama bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan publik lainnya. Rumusan permasalahan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui inovasi pelayanan Administratif Di Desa Sumberjaya Kecamatan Cihaurbeuti dan untuk mengetahui apa saja kendala dalam inovasi pelayanan publik di bidang administrasi.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian yaitu wawancara, dokumentasi dan observasi dengan teknik analisis data kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori atribut inovasi Menurut Rogers yang dikutip oleh Suwanto (2008) Mengatakan bahwa Inovasi mempunyai 5 atribut atau karakteristrik yaituKemanfaatan (relativeadvantag), kesesuian (Compatibility), Kompleksitas (Complexity), Aplikasi (Triability), Pengamatan (Observability). Hasil penelitian menjelaskan bahwa penyelenggaraan pelayanan administrasi di Desa Sumberjaya Kecamatan Cihaurbeuti telah dilakukan dengan baik oleh aparatur Desa. Masyarakat merasakan atas pelaksanaan pelayanan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan, dimana pelayanan telah dirasakan dengan berbagai kemudahan. inovasi pelayanan administartif di Desa Sumberjaya Kecamatan Cihaurbeuti secara umum sudah bagus namun ada beberapa hal yang harus lebih ditingkatkan, terdapat permasalahan-permasalahan yang terjadi yang dibuat tidak dapat berjalan secara optimal, seperti terdapat masyarakat yang belum bisa mengakses secara online atau dengan kata lain masih banyak masyarakat yang belum memahami internet untuk mendaftar secara online, Jumlah operator untuk pengaplikasian aplikasi SIMPELDES masih Rendahnya pemahaman masyarakat tentang persyaratan pengurusan administrasi kependudukan.Kata kunci: Inovasi; Pelayanan; Aplikasi.
EFEKTIVITAS ORGANISASI TERMINAL TIPE C WADO PADA DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN SUMEDANG Edi Setiawan; Amala Risulam; Dadan Setia Nugraha
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 10, No 3 (2023): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v10i3.12451

Abstract

Pembangunan bukan hanya menguntungkan tetapi juga bisa merugikan. Hal ini dialami oleh Terminal Tipe C Wado yang menjadi tidak efektif dalam memberikan pelayanan mengingat sarana dan prasarana mengalami perubahan fungsi dan kurang terawat. Kondisi tersebut terjadi sejak digenangnya bendungan Jatigede yang membuat sebagian kecil wilayah sekitar terminal terendam oleh air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas organisasi terminal tipe C Wado pada Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang, faktor penghambat dan upaya dalam mengatasi hambatannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis analisis deskriptif. Kondisi sumber daya yang rendah, anggaran yang minim serta fasilitas terminal yang terbengkalai dan cenderung mendekati rusak akibat dibangunnya bendungan Jatigede merupakan hal paling penting dalam mengefektifkan terminal Wado.
STRATEGI PEMERINTAH KABUPATEN PANGANDARAN DALAM PENINGKATAN PELESTARIAN SENI DAN KEBUDAYAAN GUNA MEWUJUDKAN VISI PANGANDARAN JUARA MENUJU WISATA BERKELAS DUNIA YANG BERPIJAK PADA NILAI KARAKTER BANGSA Arie Budiawan; Aan Anwar Sihabudin; Regi Refian Garis
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 10, No 2 (2023): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v10i2.10846

Abstract

Strategi Pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam Peningkatkan Pelestarian Seni dan Kebudayaan guna mewujudkan visi Pangandaran Juara Menuju Wisata Berkelas Dunia Yang Berpijak Pada Nilai Karakter Bangsa adalah bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan seni dan kebudayaan daerah yang digambarkan dengan indikator penyelenggaraan festival seni dan budaya, jumlah karya budaya yang direvitalisasi dan inventarisasi, serta jumlah cagar budaya yang dikelola secara terpadu, sekaligus berperan sebagai salah satu sektor yang memberikan kontribusi terhadap perkembangan pembangunan kepariwisataan yang sekaligus berperan sebagai salah satu sector yang memberikan kontribusi terhadap perkembangan perekonomian daerah. Adapun metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Penggunaan metode deskriptif kualitatif dalam penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan menjabarkan dalam rangka upaya mendorong peningkatan pengembangan seni dan kebudayaan potensi daerah yang sesuai RPJMD Kabupaten Pangandaran Tahun 2021-2026 yakni Pangandaran Juara Menuju Wisata Berkelas Dunia Yang Berpijak Pada Nilai Karakter Bangsa”. Perumusan strategi terdiri dari pengembangan misi, identifikasi faktor eksternal (peluang dan ancaman), menentukan faktor internal (kekuatan dan kelemahan), menyusun tujuan jangka panjang, menghasilkan strategi alternatif, dan memilih strategi yang tepat untuk dilaksanakan. Dengan demikian pengembangan pelestarian untuk memanfaatkan potensi seni dan kebudayaan guna mendorong perkembangan pariwisata dengan memperhatikan kelestarian nilai-nilai budaya adat istiadat, mutu dan keindahan lingkungan alam untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Namun ada beberapa permasalahan diantaranya yaitu belum optimalnya intensitas penyelenggaraan festival seni dan budaya, belum optimalnya upaya dalam menarik penyelenggaraan kegiatan festival, kurangnya inovasi dalam penyelenggaraan festival seni dan budaya, belum optimalnya promosi Kabupaten Pangandaran sebagai lokasi penyelenggaraan berbagai festival, kemudahan bagi penyelenggara festival dalam menyelenggarakan event, belum optimalnya benda, situs dan kawasan cagar budaya yang dilestarikan (30 pada tahun 2020), belum optimalnya jumlah cagar budaya yang dikelola secara terpadu (30) pada tahun 2020), belum ditetapkannya situs dan kawasan cagar budaya di Kabupaten Pangandaran, belum optimalnya perhatian dinas teknis terhadap cagar budaya dan terbatasnya SDM;
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMUNGUTAN PEMBAYARAN DAN PENYETORAN RETRIBUSI PELAYANAN PASAR TRADISIONAL MELALUI VIRTUAL ACCOUNT PADA DINAS KOPERASI, USAHA MIKRO, DAN PERDAGANGAN KOTA PONTIANAK Muhammad Azhar; Debbie Yuari Siallagan; Laila Nurfitrah Lubis
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 10, No 3 (2023): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v10i3.12431

Abstract

Retribusi pelayanan pasar merupakan sumber yang potensial untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penarikan retribusi pelayanan pasar di Kota Pontianak dilakukan melalui Virtual Account. Masalah dalam pelaksanaannya yaitu penerimaan retribusi pelayanan pasar belum mencapai target dan kurangnya tingkat kesadaran pedagang untuk membayar retribusi tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan pemungutan pembayaran dan penyetoran retribusi pelayanan tradisional melalui Virtual Account pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kota Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah implementasi kebijakan pemungutan pembayaran dan penyetoran retribusi pelayanan pasar tradisional melalui Virtual Account pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kota Pontianak sudah dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Walikota Pontianak. Kebijakan ini juga memberikan dampak yang positif bagi masyarakat maupun pelaksana, terdapat kendala dalam melaksanakannya yaitu masih banyak pedagang yang belum memahami cara pembayaran retribusi pelayanan pasar melalui Virtual Account, upaya instansi yaitu terus melakukan pendampingan pembayaran kepada pedagang.Kata kunci: Implementasi, Retribusi Pelayanan Pasar, Virtual Account
PENGARUH DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DP3AP2KB KOTA CIMAHI JAWA BARAT Widia Yemi Arisanti; Bambang Sucipto; Warman Suryaman
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 10, No 2 (2023): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v10i2.10242

Abstract

DP3P2KB Kota Cimahi selama tahun 2022 telah menangani 74 kasus kekerasan pada anak di Kota Cimahi. Kasus ini mencapai angka tertinggi, sehingga menjadi perhatian masyarakat maupun pemerintah melalui dinas terkait. Kota Cimahi pada tahun 2019 lalu mendapatkan penghargaan selaku Kota Layak Anak atau KLA pada Tingkat Pratama yang diperoleh dari Kemenpppa atau Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan menyandang predikat utama. Hal ini tentunya menjadi pekerjaan rumah tersendiri untuk DP3AP2KB Kota Cimahi dalam meningkatkan kinerja pegawainya agar pelayanan terhadap masyarakat dapat terpenuhi. Salah satunya dengan disiplin kerja para pegawai di DP3AP2KB Kota Cimahi yang memiliki peran operatif MSDM yang dianggap penting. Tujuan dilakukannya penelitian yakni untuk mencari tahu pengaruh dari disiplin terhadap kinerja pada pegawai di DP3AP2KB Kota Cimahi. Metode pada penelitian ini memanfaatkan metode explanatory research dengan membutuhkan sampel sejumlah 34 responden. Tehnik analisis yang dipakai merupakan tehnik analisis statistik dengan melakukan uji hipotesis, korelasi, regresi dan determinasi. Hasil dari penelitian memperlihatkan adanya pengaruh secara signifikan dari disiplin terhadap kinerja pada pegawai melalui nilai persamaan regresi Y = 21,884 + 1,009X, dengan nilai koefisien dari korelasi sebesar 0,752 atau mempunyai hubungan kuat terhadap nilai determinan dengan jumlah  56,6%. Uji hipotesis diperoleh hasil yang signifikan yaitu 0,00 < 0,05.
AKTUALISASI NILAI INDIGENOUS PUBLIC ADMINISTRATION PADA TRADISI MERLAWU DI DESA KERTABUMI KECAMATAN CIJEUNGJING KABUPATEN CIAMIS Yusuf, Imam Maulana; Putra, Rifki Agung Kusuma; Nursetiawan, Irfan
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 11, No 1 (2024): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v11i1.13830

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini, adalah untuk menggali dinamika Kearifan Lokal yang terdapat dalam pelaksanaan Tradisi Merlawu sebagai bentuk dari penerapan Budaya Kagaluhan yang masih dilaksanakan oleh masyarakat di Desa Kertabumi Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Kerifan lokal dalam pelaksanaan Tradisi Merlawu penuh dengan nilai-nilai local genius yang pada hakekatnya telah membentuk kemampuan masyarakat dalam mengatasi setiap permasalahan dalam kehidupan. Nilai-nilai local genius pada masyarakat Desa Kertabumi membentuk pola administrasi publik yang didasarkan pada adat masyarakat dari budaya Kagaluhan. Nilai-nilai Kagaluhan yang dipegang teguh oleh masyarakat menjadi penguat dan pengendali dalam setiap interaksi sosial masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengenali dan mengkonstruksi nilai-nilai kearifan lokal terutama sebagai bentuk pola Indigenous Public Administration pada pelaksanaan Tradisi Merlawu dengan menggunakan metode kualitatif berdasarkan pendekatan etnografi. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa penyelenggaraan Tradisi Merlawu yang dilaksanakan setiap tahun oleh masyarakat Desa Kertabumi Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis mampu mengaktualisasikan pola-pola administrasi publik berdasarkan pada kemampuan local genius yang digambarkan dengan adanya : kerukunan sosial, konsesus bersama dan perilaku kolektif.  
ANALISIS EFEKTIVITAS PELAKSANAAN ANGGARAN 2022 DALAM PENATAAN INFRASTRUKTUR DI PULAU PENYENGAT Fitriani, Devi Ratna; Fikra, Nazlia; Soleh, Chaerey Ranba
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 11, No 1 (2024): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v11i1.13057

Abstract

Di Pulau Penyengat memiliki fenomena yang berkaitan dengan permasalahan infrastruktur seperti masih ada jalan-jalan di Pulau Penyengat yang rusak, ada beberapa cagar budaya yang tidak terawat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa efektivitas pelaksanaan anggaran dalam penataan infrastruktur di Pulau Penyengat pada tahun 2022 dan mengetahui kemajuan dalam penataan infrastruktur di Pulau Penyengat. Metode analisis yaitu pengukur efektivitas. Pelaksanaan anggaran tahun 2022 yang berjumlah Rp.13.222.248.800 dapat dikatakan efektif dengan menggunakan metode analisis pengukuran efektivitas. Output yang didapat telah sesuai rencana dan outcome yang didapat oleh masyarakat Penyengat sangat membantu untuk memberikan kemudahan, kenyamanan masyarakat Penyengat
RESPONSIBILITAS PEMERINTAH DALAM MENGURANGI PATOLOGI BIROKRASI TERKAIT KEPENGURUSAN SERTIFIKAT PERTANAHAN (STUDI KASUS: KELURAHAN KARANG ANYAR, JAKARTA PUSAT) Lathifa Nurul Fadilah; Evi Priyanti
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 10, No 3 (2023): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v10i3.10634

Abstract

Patologi dalam pemerintahan lebih ke arah Pemerintah yang tidak menjalankan tugas dan fungsinya secara semestinya. Penyimpangan yang seringkali dirasakan berupa birokrasi yang lambat hingga masyarakat harus menghadapi pungutan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai responsibilitas dari pemerintah Kelurahan Karang Anyar dalam mengurangi patologi birokrasi ketika mengurus sertifikat pertanahan dengan berlandaskan e-government. Metode yang digunakan berupa kualitatif dengan sistem mewawancarai informan di Kelurahan Karang Anyar. Pihak Kelurahan Karang Anyar memiliki aturan berupa pakta integritas bagi pegawainya demi bisa mengurangi patologi birokrasi. Adanya IPM Sakti membuat warga tidak perlu lagi mengajukan surat rekomendasi sertifikat pertanahan langsung ke kantor Kelurahan Karang Anyar. Pihak Kelurahan menyediakan kotak saran berupa survei setiap tiga bulan sekali bagi warga yang ingin mengajukan saran maupun kritik. Demi mengatasi kegagalan sistem dalam proses pelayanan publik, bisa diminimalisir dengan memeriksa sistem, baik dari sistem komputer maupun jaringan secara berkala.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENERTIBAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA BANDUNG Sunandie Eko Ginanjar; Hendra Permana; Putri Astiti; Dea Melati; Jiwa Riwayanti
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 10, No 3 (2023): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v10i3.12686

Abstract

Pedagang Kaki Lima merupakan fenomena umum yang terjadi di kota-kota besar Indonesia. Kasus PKL dinilai banyak pihak sebagai suatu bentuk dari kegagalan pemerintah menyediakan lapangan kerja untuk kaum miskin. Kota Bandung merupakan salah satu kota yang juga banyak dihuni oleh para PKL. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Keberadaan PKL di Kota Bandung telah menimbulkan banyak permasalahan, diantaranya membuat kota menjadi tidak tertib, kotor dan menimbulkan kemacetan. Tindakan penertiban telah dilakukan oleh aparatur Satpol PP. Kegiatan penertiban yang dilakukan oleh para aparatur penertiban biasanya dalam bentuk pengusiran terhadap para PKL tersebut. Tidak jarang juga aparat penertiban melakukan penggusuran dan penyitaan terhadap tempat berjualan PKL yang masih membandel dan tidak mendengarkan para petugas. Penertiban PKL di Kota Bandung selama ini dilakukan belum berjalan dengan maksimal. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, seperti: (1) Belum adanya hukuman yang tegas terhadap para PKL yang masih tetap berjualan dipinggir jalan walaupun telah berulang kali diperingatkan oleh petugas. Hukuman yang diberikan hanya bersifat administratif atau teguran-teguran, pengusiran dan penyitaan barang PKL untuk sementara waktu. (2) Pemerintah Kota Bandung belum konsisten dan kompak dalam menyikapi keberadaan PKL, terlihat dengan dilakukannya kutipan retribusi terhadap para PKL yang berjualan di pinggir jalan, sedangkan keberadaan PKL dilarang. Kata Kunci : Implementasi; Kebijakan; Pedagang Kaki Lima
STRATEGI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN DALAM MENUMBUHKAN BUDAYA LITERASI DI KABUPATEN CIAMIS Iis Siti Maesaroh; Wawan Risnawan; Ahmad Juliarso
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 10, No 2 (2023): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v10i2.10571

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh belum optimalnya Strategi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dalam Menumbuhkan Budaya Literasi di Kabupaten Ciamis. Hal tersebut terlihat dari indikator-indikator yaitu: masih kurangnya sumber daya manusia, kurangnya pemahaman terhadap program kerja serta belum optimalnya sosialisasi program kerja,. Metode penelitian yang digunakan dalam metode penelitian kualitatif. Sumber data terdiri dari data primer dengan jumlah 7 informan dan data sekunder dengan empat macam dokumen. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan (literatur/dokumentasi), studi lapangan (observasi dan wawancara), serta triangulasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diketahui bahwa Strataegi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dalam Menumbukan Budaya Literasi yang diukur dengan 3 (tiga) dimensi dan terdiri dari 9 (sembilan) indikator, diketahui bahwa 2 indikator sudah berjalan optimal, sementara 7 indikator belum berjalan secara optimal. Hal tersebut terjadi karena masih ada beberapa hambatan yang meliputi: masih kurang pahamnya terhadap program kerja; kurang optimalnya dalam memanfaatkan peluang; kurangnya sumber daya manusia sehingga adanya kekosongan jabatan; masih kurangnya sumber anggaran; serta masyarakat yang kurang mengetahui setiap kegiatan yang ada di perpustakaan daerah karena kurang pekanya masyarakat terhadap literasi. Adapun upaya-upaya yang dilakukan yaitu; melakukan kerja sama kepada setiap instansi baik dinas dan pusat – pusat pendidikan; mengajukan anggaran dana untuk penunjang program kerja; serta menyediakan kotak saran baik secara langsung maupun tidak langsung yaitu melalui sosial media dan website. Kata Kunci:Strategi, Perpsutakaan Daerah, Budaya Literasi ABSTRACT  The background to this research is the Library and Archives Service's non-optimal approach to promoting a literacy culture in Ciamis Regency. This can be seen from the indicators, namely: there is still a lack of human resources, a lack of understanding of work programs and not yet optimal socialization of work programs. The research method used in quantitative research methods. Data sources are primary data with a total of 7 informants and secondary data with 4 types of documentation. Data collection techniques were conducted using literature (literature/documentation), fieldwork (observations and interviews), and triangulation. Data analysis techniques are carried out by data reduction, data presentation, and drawing conclusions.Based on the results of the research and discussion, it is known that the Strategy of the Library and Archives Service in Cultivating a Literacy Culture is measured by 3 (three) dimensions and consists of 9 (nine) indicators. It is known that 2 indicators have been running optimally, while 7 indicators have not been running optimally. This happened because there were still a number of obstacles which included: lack of understanding of the work program; less optimal in taking advantage of opportunities; lack of human resources so that there is a vacancy; there is still a lack of budgetary resources; as well as people who do not know about every activity in the regional library because the community is less sensitive to literacy. The efforts made are; cooperate with every agency both service and educational centers; submit a budget of funds to support the work program; as well as providing suggestion boxes both directly and indirectly through social media and websites. Keywords: Strategic, Regional Libraries, Literacy Culture.