cover
Contact Name
Subhan
Contact Email
subhan@iainpalopo.ac.id
Phone
+6287865093669
Journal Mail Official
jurnaltunascendekia@iainpalopo.ac.id
Editorial Address
TUNAS CENDEKIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini IAIN Palopo Jalan Agatis Balandai Kota Palopo, Indonesia, Postal Code 91914
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
TUNAS CENDEKIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini is a double-blind peer-reviewed open access journal. This journal provides publication of articles covering the results of early childhood education research, including; development of moral and religious values, physical motor development, emotional social development, cognitive development, language development, artistic and creative development, parenting, parenting, management institution of early childhood education, early child development assessment, child development psychology, child empowerment, learning strategy, educational tool play, instructional media, innovation in early childhood education and various fields related to Early Childhood Education. The aim is to provide a platform for researchers, academics and practitioners to share, discuss and enrich knowledge and innovation in the field of early childhood education, in order to support the development of more effective and innovative educational policies, practices and theories.
Articles 131 Documents
Strategi Komunikasi Simbolik Speech Delay Pada Anak Usia 6 Tahun di TK Paramata Bunda Palopo Eka Poppi Hutami; Samsidar Samsidar
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2018): Tunas Cendekia
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) PALOPO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/cendekia.v1i1.384

Abstract

Perkembangan bahasa anak usia 6 tahun di TK Paramata Bunda Kota Palopo mengalami gangguan bicara (speech delay). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi guru dan orang tua dalam menangani anak yang mengalami gangguan keterlambatan berbicara (speech delay). Pendekatan penelitian ini melalui pendekatan kualitatif study kasus. Hasil penelitian menunjukkan ciri-ciri belum mampu memahami dan merespon teman sebaya, orang tua atau orang dewasa sekitarnya, cenderung tidak banyak berbicara (pendiam), tidak mampu  membentuk kalimat sederhana, ketika ditanya sesuatu anak tersebut menyebutkan kembali pertanyaan itu, belum mampu berbicara dengan jelas, kaku, terbata-bata karena kurangnya penguasaan kosa kata yang dimiliki, serta biasanya penggunaan bahasa yang ditunjukkan dengan bingung dalam mengekspresikan bahasa dalam bentuk lisan.Untuk itu dilakukan penanganan straregi untuk menstimulus anak speach delay dengan 1)melatih anak dalam berbicara dengan benar, pelan-pelan dan berulang-ulang, 2)saat berbicara selalu memperhatikan tata bahasa yang diucapkan, 3)melibatkan anak-anak berbicara pada setiap keadaan dengan mengontrol dan memperbaiki pengucapan anak yang masih keliru dan menggunakan sistem several, seperti konsultasi rutin untuk mengetahui perkembangan anak pada dokter dan psikolog anak.
Perilaku Imitasi Seksual Anak Usia 5 Tahun Fauziah Zainuddin; Suriati Suriati
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2018): Tunas Cendekia
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) PALOPO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/cendekia.v1i1.385

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perilaku imitasi seksual yang di lakukan oleh anak usia 5 tahun di TK Paramata Bunda Palopo Sulawesi Selatan. Terindentifikasi bahwa subjek dalam penelitian ini melakukan gerakan atau adegan seksual terhadap temannya disekolah. Untuk menggali hal tersebut, dalam penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif jenis studi kasus untuk menyelidiki dan menginterpretasi permasalahan yang terjadi. Data-data yang di sajikan menggunakan data primer dan data sekunder melalui wawancara dengan jenis wawancara dan observasi langsung. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perilaku imitasi seksual yang dilakukan oleh anak yaitu dalam bentuk gerakan seksual. Hal tersebut karena anak masih belum mandiri dan orang tua yang terlalu permisif dalam membina dan mengasuh anaknya sehari-hari. Hal ini yang mendorong orang tua untuk mengkondisikan anak agar tidur sekamar dengan mereka yang pada akhirnya hubungan seksual yang mereka lakukan pada beberapa kondisi dilihat secara langsung oleh anak dan menirunya saat mereka bermain dan belajar di sekolah.  
Peningkatan Ketrampilan Motorik Halus Melalui Kegiatan Kerajinan Tangan Maita Maita; Subhan Subhan
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2018): Tunas Cendekia
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) PALOPO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/cendekia.v1i1.388

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menggambarkan proses dan hasil belajar melalui kegiatan kerajinan tangan yang dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak di TK B Harapan Pancoran Jakarta Selatan Tahun 2016. Subyek penelitian ini yaitu 15 orang anak. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan yang mengacu pada model Penelitian Tindakan Kelas Kemmis dan Mc. Taggart yang meliputi empat tahap: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari 8 kali pertemuan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kualitatif dengan menganalisis data dari wawancara selama penelitian untuk langkah-langkah reduksi data, display data dan verifikasi data. analisis data kuantitatif dengan statistik deskriptif yang membandingkan hasil yang diperoleh dari pre-intervensi, siklus I dan siklus II. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan kerajinan tangan, dibuktikan dengan rata-rata pemahaman skor keterampilan motorik halus pra-intervensi sebesar 20,20, kemudian meningkat pada siklus I sebesar 46,13 dan siklus kedua sebesar 63,33. 
MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI METODE BERMAIN PLASTISIN KELOMPOK B TK DARUL FALAH SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR Kartika Fajriani
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2020): Tunas Cendekia
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) PALOPO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/cendekia.v3i1.860

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui apakah metode  bermain plastisin  dapat  meningkatkan  kreativitas  anak,  khususnya di TK Darul Falah Samarinda Kalimantan Timur. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelompok B TK Darul Falah Samarinda Kalimantan Timur dengan jumlah peserta didik 21 orang dengan rentang usia 5-6 tahun.  Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & MC Taggart dengan pertimbangan model penelitian ini  adalah  model  yang  mudah  dipahami  dan  sesuai  dengan  rencana  kegiatan yang akan dilakukan peneliti  yaitu  dalam dua siklus dan pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi untuk menilai kreativitas dan keterlibatan anak  Data hasil observasi dianalisis secara deskriptif dengan pendektan kualitatif dan data  skor pencapaian kreativitas dan keterlibatan anak dalam kegiatan bermain plastisin kelompok B tidak hanya terfokus pada angka tapi pada gambaran kejadian yang berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kreativitas ana dari nilai rata-rata pada siklus I sebesar 70,2 dan pada siklus II menjadi 80,95. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan metode bermain plastrisin bagi anak kelompok B TK Darul Falah Samarinda Kalimantan Timur dapat meningkatkan kreativitas anak.
ROLE OF THE FAMILY IN FORMATION OF CHILDREN CHARACTERS BASED MORAL KNOWING, MORAL FEELING, AND MORAL ACTION Doli Witro; Berlian Arista Putri; Luqyana Azmiya Putri; Vegia Oviensy
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2020): Tunas Cendekia
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) PALOPO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/cendekia.v3i1.1202

Abstract

The family is the closest thing to starting the process of character development in children. Parents are the primary mentors in the family environment. Parents have a duty as an example that teaches noble values in children. The family is an informal educational institution, while formal education institutions are schools. There are essential aspects in fostering the character of children, namely the understanding of ethics (moral knowing), the embodiment of characteristics (moral action), and the instinct of morality (moral feeling). As a parent, not only must pay attention to the three aspects above but also pay attention to their duties as guiding children to have ethical behavior. This study aims to determine the relationship of family roles in the formation of children’s character based on moral understanding, feelings about morals, and moral conduct. This research method uses qualitative research with the type of library research. Qualitative research with this type of literature study can produce data like information obtained through the interview process and is strengthened by describing the findings of research on the problem under study. The type of data needed comes from books, journals, scientific articles, etc. that are obtained by reading as much as possible. Data analysis methods used include data reduction, data display, and data verification (concluding). This study aims to see how moral knowing, moral feeling, and moral action are applied in the family. The results of this study are expected to provide in-depth information about the role of the family in shaping children’s character based on moral knowing, moral feeling, and moral action.
MICRO ROLE PLAY (Aktivitas Adu Peran dalam Meningkatkan Perilaku Prososial Anak di Pulau Madura) Fajar Lukman Tri Arianto; Denok Dwi Anggraini
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 2 (2019): Tunas Cendekia
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) PALOPO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/cendekia.v2i2.1212

Abstract

Tujuan diadakannya penelitian ini yaitu guna meningkatkan perilaku prososial anak pada Kelompok A TK Anugerah Kamal Madura. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dikatakan bahwa penerapan kegiatan bermain drama mikro mampu meningkatkan perilaku prososial Anak. Dibuktikan oleh rata-rata peningkatan skor perilaku prososial di siklus I hingga siklus II yang meningkat cukup signifikan. Skor rata-rata meningkat dari siklus I senilai 12,13 menjadi 25,2 di siklus II. Apabila dibandingkan dengan standar skor TCP yang telah ditetapkan, maka penelitian yang menerapkan kegiatan bermain peran mikro bisa dikatakan berhasil dalam meningkatkan kemampuan prososial anak. 
CERITA GAMBAR BERSERI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SAINS DI LEMBAGA PAUD YOGYAKARTA Novianti Retno Utami; Jhoni Warmansyah
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 2 (2019): Tunas Cendekia
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) PALOPO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/cendekia.v2i2.1215

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melakukan mengenalkan Sains melalui cerita gambar berseri pada anak kelompok A TK Aba Dukuh 1 Seleman Yogyakarta. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa media gambar seri dapat meningkatkan hasil belajar Sains anak dengan kegiatan pembelajaran tiga tahap yaitu: (1) kegiatan awal, (2) kegiatan inti, dan (3) kegiatan akhir. Guna mengetahui peningkatan hasil belajar sains media gambar seri digunakan data yang sesuai dengan aktifitas anak dan aktifitas guru, serta pencapaian hasil belajar anak. Berdasarkan siklus I keterlaksaan RPPS diperoleh hasil sebesar 13,8% dan hasil perhitungan penilaian ketuntasan belajar siswa adalah 0%. Hasil dari siklus II sesuai dengan RPPS adalah 26,86% dan hasil perhitungan penilaian ketuntasan klasikal sebesar 100%. Berdasarkan hasil tersebut, terdapat peningkatan keaktifan anak dalam proses pembelajaran. Kesimpulan pada penelitian ini adalah melalui cerita dengan media gambar seri dapat meningkatkan hasil belajar anak.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS MELALUI TARI SIGER LAMPUNG Eka Poppi Hutami
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2020): Tunas Cendekia
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) PALOPO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/cendekia.v3i1.1219

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan motorik halus anak melalui tarian Siger Lampung. Penelitian ini dilakukan di PAUD Sukamaju Lampung dengan 9 responden. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan dengan menggunakan Kemmis and Taggart yang dimodifikasi oleh Martini Jamaris yang terdiri dari dua siklus dengan empat tahapan yaitu: perencanaan, aksi, pengamatan dan refleksi. Data yang diperoleh dari penelitian ini ada 2 macam yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif dianalisis menggunakan menggunakan analisa data kualitatif versi Mills untuk mengetahui pelaksanaan progam stimulasi tari Siger Lampung. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan mean skor untuk mengetahui perbedaan peningkatan keterampilan motorik halus dengan membandingkan hasil pengamatan sebelum tindakan dengan hasil pengamatan setelah tindakan siklus satu dan siklus kedua. Berdasarkan analisis tersebut diperoleh hasil kualitatif yaitu adanya suatu progtam stimulasi tari siger yang dirancang khusus bagi anak usia dini dengan kegiatan yang dilakukan selama ± 1 jam, tiga kali seminggu dan melibatkan kepala sekolah, guru dan staf PAUD Sukamaju Lampung. Berdasarkan analisis kuantitatif diperoleh hasil perhitungan pra siklus adalah 31,56% pada siklus 66,22% dan sedangkan siklus II adalah 93,11%. Hasil tersebut menunjukkan terdapat peningkatan taraf keterampilan motorik halus yang signifikan antara sebelum dan sesudah tindakan. Implikasi dari temuan tersebut antara lain diperlukan upaya dari semua pihak memberikan motivasi dan stimulasi kepada anak-anak untuk mengikuti latihan tari Siger Lampung serta sebagai pengetahuan anak untuk mengenal kesenian ciri kha budaya daerah Lampung dan tetap menjaga kelestariannya. Dengan demikian, saran yang dikemukakan antara lain adalah hendaknya membuat suasana menyenangkan saat mengembangkannya, seperti menerapkan tari Siger Lampung. 
PENINGKATAN SPATIAL VISUAL INTELLIGENCE MELALUI KEGIATAN BERMAIN ENGKLEK Nopiana Nopiana; Ida Nurarida; Suryadi Suryadi
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2020): Tunas Cendekia
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) PALOPO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/cendekia.v3i2.1293

Abstract

This study aims to describe the process and learning outcomes using media hopscotch in improving children's spatial-visual intelligence. The research model used is the Kemmis and Taggart models with 20 research subjects in  Group B PAUD Anak Bangsa, Serang City. The study was conducted in semester 1 of the 2017/2018 Academic Year in October to November 2017 with two cycles. Data collection techniques are done through tests, observations, interviews and documentation studies. The data analysis technique used in this study is a mixed-method, namely qualitative data analysis and quantitative data. Quantitative data analysis was used to find out the percentage increase in children's spatial-visual intelligence after being given an action. Qualitative data analysis is used to describe the results of the study. The results of this study an increase in spatial-visual intelligence in children after participating in learning by using cricket media. Spatial visual intelligence of children in the pre-cycle that is equal to 42.40%. In cycle one there was an increase to 68.65% and increased again in cycle 2 to 85.85% in cycle 2. The process of playing hopscotch had an impact on various aspects of child development such as; physical, cognitive, linguistic and social. The results of this study imply that the process of early childhood learning using a hopscotch playing strategy can be considered as a medium for increasing children's spatial-visual intelligence.
OPTIMALISASI POTENSI KECERDASAN ANAK SEJAK DINI DALAM BELAJAR BAHASA ARAB Andi Arif Pamessangi
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2020): Tunas Cendekia
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) PALOPO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/cendekia.v3i2.1295

Abstract

Abstrak: Tulisan ini membahas tentang Optimalisasi potensi kecerdasan anak sejak dini dalam belajar bahasa Arab. Dalam tulisan ini dibahas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang kecerdasan seorang anak, faktor faktor yang mempengaruhi proses belajar anak baik yang bersifat internal maupun eksternal, optimalisasi potensi kecerdsan anak dalam mensinergikan kecerdasan spiritual, emosional dan intelektual yang mereka miliki, kemampuan untuk memahami hakikat iman, rasio, dan rasa dalam diri mereka. tulisan ini juga membahas tentang optimalisasi potensi kecerdasan anak dalam belajar bahasa Arab, baik dari segi metode, teknik, dan materi pelajaran bahasa Arab bagi anak diusia dini. Kecerdasan dan potensi yang dimiliki oleh seorang anak harus diasah dan dikembangkan sejak dini, pembelajaran yang menyenangkan dan menarik akan sangat menumbuhkan minat dan bakat mereka dalam belajar. Oleh sebab itu para pakar menganjurkan untuk tidak terlalu cepat memberikan materi-materi yang membosankan pada anak seperti menghapal rumus, teori dan sebagainya. Pembelajaran bahasa asing, selain membiasakan anak untuk berkomunikasi dengan lingkungan sejak dini, pembelajaran ini juga bisa menghibur dan menyenangkan bagi anak, khusunya bahasa Arab. Sebab bahasa sejatinya bukanlah penghapalan kosakata melainkan pembiasaan pengunaan dalam percakapan dan aktifitas sehari-hari yang mereka alami langsung. Pembelajaran bahasa arab yang menyenangkan dapat disajikan kepada anak melalui berbagai metode dan teknik pembelajaran yang bervariatif dan inovatif seperti, bermain peran, drama, berdongeng, dan bermin game. Kata Kunci: Kecerdasan Anak, Belajar Bahasa Arab, Optimalisasi

Page 4 of 14 | Total Record : 131