cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sampang,
Jawa timur
INDONESIA
KABILAH : Journal of Social Community
ISSN : 25029649     EISSN : 25033603     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
KABILAH (Journal of Social Community) Print-ISSN: 2502-9649 and Online-ISSN: 2503-3603, this journal is published by Institute for Research and Community Service (LP2M) Islamic College Nazhatut Thullab Sampang Madura. Journal published twice a year, every June and December. This journal contains conceptual articles and research result report about social community from the perspective of religion, education, law, economy and culture.
Arjuna Subject : -
Articles 223 Documents
SISTEM SIMBOL DALAM RITUAL MAULID ADAT BAYAN (ANALISIS TEORI VICTOR TURNER) Nuryati Yuliana; Burhanuddin Burhanuddin; Johan Mahyudi
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 7 No. 1 (2022): Juni
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan simbol multivokal, unifikasi dan polarisasi dalam ritual maulid adat Bayan menggunakan pendekatan antropologi sastra teori simbolik Victor Turner. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, metode penelitian menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahapan analisis data yaitu dengan mengklasifikasi simbol, interpretasi atau penafsiran simbol, dan signifikasi atau pemaknaan konteks simbol yang dikaitkan dengan teori simbol voctor turner. Hasil penelitian menunjukkan bentuk simbol multivokal sebanyak 8 simbol, adapun simbol multivokal yang ditemukan memiliki arti yaitu sebagai bentuk penghormatan kepada sang pencipta dan juga para leluhur, sebagai bentuk pemenuhan janji lisan (pembayaran nazar) dan juga bentuk kedermawanan terhadap makhluk hidup lain, sebagai bentuk kesakralan, kesucian, kebersihan dalam melaksanakan peribadatan, dan juga sebagai bentuk peringatan tatas kelahiran nabi dan juga sebagai bentuk penggambaran jati diri (anatomi) tubuh manusia serta sebagai bentuk penggambaran karakter masyarakat adat bayan yang memiliki sifat pemaaf dan juga suportif. Kata kunci: Simbol, Ritual, Maulid, Adat Bayan
ZAKAT SAHAM DAN OBLIGASI TELAAH PEMIKIRAN WAHBAH AZ-ZUHAILI DAN YUSUF AL-QARDHAWI Zainal Musthafa; Aina Wulmurtiah
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 7 No. 1 (2022): Juni
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pada dasarnya zakat terbagi menjadi dua jenis, yaitu zakat fitrah dan zakat mal atau yang biasa kita kenal dengan zakat harta. Zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan oleh setiap muslim yang memiliki kelebihan makanan pokok pada hari raya idul fitri dan zakatnya dikeluarkan setahun sekali yaitu hanya pada saat idul fitri. Sedangkan zakat harta (mal) adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atas harta yang telah disimpan selama satu tahun (mencapai haul) dan mencapai nishab untuk dikeluarkan zakatnya. berkembang, karena tidak adanya nash baik dalam Al-Qur'an maupun Hadits, di era modern ini mengenal 1 bentuk kekayaan yaitu Saham dan Obligasi, dimana Zakat Saham dan Obligasi Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama yaitu pendapat Wahbah Az -Zuhaili dan Yusuf Al-Qardhawi. Di era modern ini, ada 1 bentuk kekayaan yaitu Saham dan Obligasi, dimana Zakat Saham dan Obligasi Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama yaitu pendapat Wahbah Az-Zuhaili dan Yusuf Al-Qardhawi. Berdasarkan permasalahan di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perbedaan pendapat Wahbah Zuhaily dan Yusuf al-Qardhawi tentang zakat saham dan obligasi, dan bagaimana pandangan mereka terhadap zakat saham dan obligasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu penelitian ilmiah yang sistematis tentang bagian-bagian dan fenomena serta hubungannya. Metode penelitian kualitatif dalam penelitian ini menggunakan analisis penelitian komparatif, yaitu penelitian yang membandingkan dua gejala atau lebih. Dalam penelitian ini, peneliti ingin membandingkan pemikiran Yusuf Qardhawi dengan Wahbah Az-Zuhaili tentang Zakat Saham dan Obligasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Pertama, menurut Yusuf Qardhawi, zakat saham diambil dari semua jenis perusahaan tanpa membedakan antar perusahaan. Kedua Wahbah Az-Zuhaili menyatakan bahwa hanya perusahaan dagang yang diambil zakatnya. Ketiga, persamaan kedua ulama itu adalah wajib mengeluarkan zakat bagian. Bedanya, jumlah zakat yang harus dikeluarkan adalah Yusuf Qardhawi, untuk perusahaan industri zakatnya 10% dan untuk perusahaan dagang 2,5%, sedangkan Wahbah Az-Zuhaili hanya 2,5% untuk perusahaan dagang. Dalam zakat, obligasi Wahbah Az-Zuhaili dan Yusuf Al-Qardhawy tetap mewajibkan zakat meskipun dalam obligasi terdapat riba. Kata kunci: Zakat, Saham, Obligasi, Wahbah Az-Zuhaili, Yusuf Al-Qardhawi
PERKAWINAN BEDA AGAMA DALAM SISTEM PERUNDANG-UNDANGAN Rifki Rufaida; Mufidah Mufidah; Erfaniah Zuhriyah
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 7 No. 1 (2022): Juni
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Dalam semua agama yang di anut oleh masyarakat Indonesia mengatur tentang dasar-dasar perkawinan. Mereka mempunyai aturan-aturan yang mengikat bagi penganutnya. Perkawinan yang dilakukan oleh orang yang berbeda agama atau keyakinan dinamakan “perkawinan beda agama”. Agama Islam tidak memperbolehkan pernikahan beda agama bagi penganutnya, terkecuali dengan laki-laki ahli kitab. Agama Kristen Protestan membolehkan penganutnya melakukan perkawinan beda agama dengan mengikuti pada hukum nasional yang berlaku. Sedangkan Kristen Katolik tidak memperbolehkannya, terkecuali telah mendapatkan izin dari gereja dengan ketentuan-ketentuan tertentu. Agama Hindu melarang keras perkawinan beda agama bagi pemeluknya, sedangkan dalam agama Budha tidak mengaturnya, mereka mengembalikannya kepada adat istiadat masing-masing. Perkawinan beda agama tidak di atur secara tegas dalam Undang-Undang Perkawinan No 1 Tahun 1974, hanya saja dalam pasal 2 ayat 1) perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hokum masing-masing agama dan kepercayaan. Begitu juga dalam Kompilasi Hukum Islam pasal 4, perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum Islam sesuai dengan pasal 2 ayat 1 UUP. Dalam pasal 40 ayat c) dilarang melangsungkan perkawinan antara seorang pria dengan seorang wanita yang tidak beragama Islam. Pasal 44, seorang wanita Islam di larang melangsungkan perkawinan dengan seorang pria yang tidak beragama Islam. Hal ini menegaskan bahwasanya perkawinan beda agama tidak diakui dalam sistem perundang-undangan di Indonesia. MUI dalam fatwanya juga mempertegas ketidakbolehan perkawinan beda agama. Akan tetapi masih terdapat celah bagi mereka yang ingin melangsungkan perkawinan beda agama, salah satunya dengan mempergunakan pasal 56 UUP ayat 1, suatu perkawinan yang dilaksanakan di luar negeri dianggap sah apabila dilakukan menurut hukum yang berlaku di mana perkawinan dilangsungkan. Celah lain yang diberikan pemerintah adalah dengan Putusan MA No. 1400 K/Pdt/1986, di mana Kantor Catatan Sipil diperkenankan untuk melangsungkan perkawinan beda agama jika pihak-pihak yang melakukan tunduk pada satu agama. Begitu juga dalam Undang-Undang No 24 Tahun 2013 Tentang Administrasi Kependudukan pasal 35 ayat a) menyatakan jika perkawinan beda agama telah mendapatkan penetapan dari pengadilan, maka perkawinan tersebut dapat dicatatkan pada instansi pelaksana, yaitu Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Atau Kantor Urusan Agama. Kata Kunci: Perkawinan, Beda agama
STRATEGI PENGEMBANGAN KURIKULUM DI SMA TAHFIDZ ASSAIDIYAH SAMPANG Siti Farida; Munib MUnib; Abdullah Sarif; Ghoyasi Ghoyasi
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 7 No. 1 (2022): Juni
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Upaya pengembangan kurikulum di dalam lembaga pendidikan menjadi bagian yang sangat urgen, karena menjadi salah satu penunjang terhadap kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman sehingga dengan pengembangan kurikulum tersebut bisa mempertahankan citra lembaga pendidikan.Berdasarkan hal tersebut, maka ada tiga permasalahan yang menjadi kajian pokok dalam penelitian ini, yaitu pertama, bagaimana implementasi kurikulum di SMA Tahfidz Assaidiyah Sampang. Kedua, bagaimana strategi pengembangan kurikulum di SMA Tahfidz Assaidiyah Sampang. Ketiga, apa faktor pendukung dan penghambat pengembangan kurikulum di SMA Tahfidz Assaidiyah Sampang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Sumber data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis dalam bentuk reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan sesuai dengan pedoman metodologi penelitian kualitatif.Dari hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa: pertama, Implementasi kurikulum di SMA Tahfidz Assaidiyah Sampang adalah menggunakan kurikulum konvergensi dengan nama kurikulum pelangi yaitu kurikulum formal, kurikulum pondok pesantren, dan kurikulum tahfidz. Kedua, strategi yang digunakan dalam pengembangan kurikulum di SMA Tahfidz Assaidiyah Sampang adalah Strategi diversifikasi yang dilakukan oleh lembaga pendidikan dengan menambah produk baru yaitu kurikulum tahfidz yang dikemas dengan tahsin (memperlancar bacaan dan mengetahui tajwidnya) dan tahfidz (hafalan al-Qur’an). Ketiga, Faktor-faktor pendukung dan penghambat pengembangan kurikulum di SMA Tahfidz Assaidiyah Sampang adalah sebagai berikut: Faktor pendukung fleksibilitas yaitu memberikan ruang gerak dan keleluasaan kepada stakeholder dalam upaya pengembangan kurikulum di SMA tahfidz Assaidiyah Sampang. Faktor penghambat yaitu keterbatasan waktu dalam mengoptimalkan kurikulum pelangi, dan ada beberapa siswa yang masih belum mempunyai pengetahuan dasar tentang pembelajaran tahfidz. Kata Kunci: Manajemen Strategi, Pengembangan Kurikulum
KARAKTERISTIK DAN STRATEGI INOVASI PENDIDIKAN Muqoffi Muqoffi; Triyo Supriyatno; Marno Marno
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 7 No. 1 (2022): Juni
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Inovasi pendidikan dan pembelajaran adalah gagasan baru sebagai hasil pemikiran kembali untuk memecahkan persoalan yang tidak terpecahkan oleh cara-cara tradisional. Materi PAI yang sulit/lambat dipahami oleh peserta didik dapat dipecahkan dengan ide yang inovatif dan terbarukan. Memahami inovasi tidak hanya dari faktor kekinian atau bahkan launching pertama di dunia, tapi juga melihat sisi karakteristiknya. Karakteristik inovasi pendidikan dan pembelajaran PAI adalah relative advantage, compatibility, complexity, trialability, dan observability. Empat karakteristik yang referesentatif untuk mengidentifikasi eksistensi ide inovatif, sehingga inovasi yang digagas betul-betul memberi daya guna kepada peserta didik. Inovasi dibutuhkan strategi yang jitu, yaitu power coercive, rational empirical dan normative-re-educative. Juga strategi inovasi pendidikan Islam secara teoritis-konseptual dan strategi inovasi pendidikan Islam secara aplikatif-institusional.
ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN DAN KERAGAMAN BANGSA INDONESIA Taufikurrahman Taufikurrahman; Maulana Ferdy Ashshobuur Amin; Afghan Kurniawan; Rifqi Aqilah Hatibie; Ivena Adinda Nasywaa
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 7 No. 1 (2022): Juni
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Islam Rahmatan Lil Alamin merupakan bentuk dari tujuan agama Islam. Ajaran Islam secara keseluruhan mengajarkan kasih sayang, saling damai, dan menciptakan lingkungan harmonis diantara sesama makhluk Allah. Dalam kajian ini akan membahas mengenai Islam Rahmatan Lil Alamin dalam perspektif ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila. Konsep Islam Rahmatan Lil Alamin tepat diterapkan pada kondisi negara Indonesia yang memiliki keberagaman yang tidak jarang menimbulkan perselisihan, perdebatan dan pertikaian diantara sesama manusia. Kajian ini menggunakan metode mengkaji sumber pustaka dan menganalisa referensi-referensi ilmiah yang terkait dengan islam rahmatan lil alamin dalam kehidupan berbangsa. Kajian ini menghasilkan bentuk implementasi Islam Rahmatan Lil Alamin yang dapat diterapkan dalam kehidupan berbangsa berdasar pada ideologi negara yaitu Pancasila guna meredam berbagai isu konflik yang mengatasnamakan agama ditengah keragaman Indonesia. Kata kunci: Islam, Rahmatan Lil Alamin, Beragamaan,
KONSTRUKSI PENDIDIKAN RAMAH ANAK: (Kajian Humanisasi Pendidikan Di MI Miftahul Ulum Sumur Tengah, Palengaan Laok, Pamekasan ) Abdul Halim; Mohamad Thoyyib Madani; Zainuddin Zainuddin
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 7 No. 1 (2022): Juni
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pelaksanaan sekolah yang ramah anak menjadi bagian yang penting dilakukan oleh sekolah sesuaii dengan amanat sistem perundang-undangan di Negera Kesatuan Republik Indonesia. Kendatipun demikian, masih banyak ditemukan praktik pendidikan yang justru melakukan tindakan kekerasan dan diskriminasi sehingga perlu dilakukan upaya untuk menghumanisasi paradigma pendidikan di lembaga pendidikan. Penelitian ini berusaha mengkaji fenomena sekolah ramah anak yang diterapkan di MI Miftahul Ulum Sumur Tengah, Palengaan Laok, Pamekasan di mana lembaga ini memiliki komitmen untuk memberikan layanan pendidikan yang baik dengan prinsip keamanan, kenyamanan, kemudahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus, sumber data yang diperoleh yaitu dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konstruksi sekolah ramah anak di lembaga tersebut mencakup dari beberapa aspek yaitu; kebijakan, kurikulum dan pelaksanaan pembelajaran, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, serta keterlibatan anak dan warga di luar sekolah. Aspek ini secara konsisten dilakukan oleh lembaga tersebut sebagai upaya menjamin hak-hak anak untuk memperoleh kualitas pendidikan yang baik dengan berdasarkan pada prinsip-prinsip kemanusiaan. Kata kunci: Konstruksi, Pendidikan, Ramah Anak
ANALISIS KELAYAKAN MADURA MENJADI SATUAN PEMERINTAHAN SENDIRI DALAM BENTUK PROVINSI DENGAN OTONOMI KHUSUS Aminullah Aminullah
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 7 No. 1 (2022): Juni
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Madura hampir tidak terjangkau sepenuhnya oleh pemerintah provinsi Jawa Timur maupun pemerintah pusat. Hal ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya tingkat kemiskinan. Hal ini yang kemudian menjadi alasan bagi masyarakat Madura untuk lepas dari porvinsi Jawa Timur dan membentuk provinsi Madura dengan tujuan meningkatkan pelayanan publik dan mengurangi kesenjangan sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi jenis penelitian hukum normatif. Pendekatan penelitian yang terdiri dari Pendekatan perundang-undangan, Pendekatan sejarah, serta Pendekatan konsep. Sumber bahan hukum dalam penelitian ini meliputi Bahan Hukum Primer, Bahan Hukum Sekunder, Bahan Hukum Tersier, Metode Pengumpulan Bahan Hukum, serta Analisis Bahan Hukum. Pasal 18 ayat (1) UUD 1945 tidak mengatur tentang persyaratan minimal terdiri dari 5 (lima) kabupaten/kota untuk dapat membentuk provinsi. Jika kerena tidak diaturnya dalam ketentuan Pasal 18 ayat (1) ini dikategorikan sebagai kewenangan bebas pembentuk undang-undang (open legal policy) dalam menentukan persyaratan, karena dalam menentukan persyaratan yang akan diatur dalam undang-undang harus jelas dasar filosofis, teoritis, dan yuridisnya dalam rangka untuk meneguhkan dan memperkokoh norma-norma yang diatur dalam konstitusi. Oleh Sebab itu, Perlu adanya Re-evaluasi Pengaturan Pasal 35 Ayat (4) UU No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah demi tercapainya Tujuan Negara. Kata Kunci: Madura, Otonomi Daerah, Otonomi Khusus
FRAUD PEMBERIAN FEE PADA PENGADAAN BARANG DAN JASA PERSPEKTIF REKANAN Rohmaniyah Rohmaniyah; Syaiful Syaiful; Moh.Firlie Pranata
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 7 No. 1 (2022): Juni
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Studi ini meneliti tentang pemberian fee oleh rekanan.Fraud pengadaan barang dan jasa merupakan fraud yang menjadi sumber kebocoran keuangan negara yang paling besar .Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis praktik fraud pemberian fee di kalangan rekanan.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari wawancara. Objek penelitian ini dilakukan di “PT X. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara tidak terstruktur. Hasil penelitian ini menunjukkan Pelaku fraud melakukan kecurangan karena ada kemampuan untuk melakukannya dan mempunyai kewenangan dalam fungsi organisasi sehingga kewenangan tersebut disalahgunakan.Pelaku merasa perbuatan fraud yang dilakukan tidak akan mudah terdeteksi. Fraud bisa terjadi karena ada kesempatan (oppurtinity).Orang yang memiliki pengetahuan mendalam mengenai kelemahan orgnisasi dan sistem yang ada akan lebih mudah melakukan fraud.Tekanan membuat seseorang hanya mempunyai dua pilihan,yaitu mengikuti tekanan tersebut atau melawan tekanan sesuai kemampuannya. Seseorang yang berada pada posisi level bawah, tentu tidak bisa melawan tekanan yang ia terima dari atasan. Rasionalisasi dianggap pembenaran sebuah tindakan kecurangan karena sudah menjadi kebiasaan di kalangan rekanan dan lingkungan sekitar dan pemberian fee dianggap sah dikalangan rekanan. Kata Kunci: Fraud, Pengadaan Barang dan Jasa, Fee
DIGITAL MARKETING PADA PELAKU USAHA MUDA DI KOPERASI UNIJA SUMENEP Moh.Firlie Pranata; Dewi Wulansari; Rohmaniyah Rohmaniyah
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 7 No. 1 (2022): Juni
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk membahas tentang pemuda kewirakoperasian (wirakop) di koperasi universitas wiraraja dalam tantangan digital bisnis, pemuda kewirakoperasian dituntut memiliki mental yang kreatif dan inovatif yang nyata. Hal ini sangat berkaitan dengan usaha atau bisnis yang dijalankan untuk memajukan usaha, Bisnis dituntut dengan menggunakan media sosial dalam kesehariannya, Era digital bisnis menjadi tantangan dan peluang dalam berbisnis, tantangan dan peluang tersebut perlu dijawab dengan kesiapan Pemuda wirakop dalam memanfaatkan media sosial dengan keahlian digital marketing. Digital marketing dengan empat dimensi sebagai tolak ukur keberhasilan dari meningkatkan keuntungan dari sebuah produk perlu dilakukan secara konsisten karena persaingan pasar semakin kreatif dan inovatif. Kata kunci : kewirakoperasian, digital bisnis, digital marketing