cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sampang,
Jawa timur
INDONESIA
KABILAH : Journal of Social Community
ISSN : 25029649     EISSN : 25033603     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
KABILAH (Journal of Social Community) Print-ISSN: 2502-9649 and Online-ISSN: 2503-3603, this journal is published by Institute for Research and Community Service (LP2M) Islamic College Nazhatut Thullab Sampang Madura. Journal published twice a year, every June and December. This journal contains conceptual articles and research result report about social community from the perspective of religion, education, law, economy and culture.
Arjuna Subject : -
Articles 223 Documents
PERAN GURU PAI DALAM MENERAPKAN BUDAYA RELIGIUS PADA PESERTA DIDIK DI SMA BOSOWA BINA INSANI KOTA BOGOR Ari Haryadi Sulaeman
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 7 No. 2 (2022): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v7i2.6262

Abstract

Abstrak: Budaya religius merupakan wujud pendidikan dalam membentuk karakter peserta didik yang religius. Namun, budaya religius sulit terealisasikan pada peserta didik jika tidak diterapkan dan ditranmisikan. Maka, untuk merealisasikan budaya religius diperlukan peran dari warga sekolah khususnya guru pendidikan agama Islam (PAI). Guru PAI tentu lebih dominan dalam merealisasikan budaya religius khususnya diterapkan pada peserta didik sehinnga dapat membentuk karakter peserta didik yang religius. Tujuan dalam penelitian ini, untuk mengetahui bagaimana tingkat budaya religius pada peserta didik di SMA Bosowa Bina Insani Kota Bogor dan bagaimana peran guru PAI dalam menerapkan budaya religius pada peserta didik di SMA Bosowa Bina Insani Kota Bogor. Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi, dan teknik dalam menganalisis data yaitu dengan reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan dan verifikasi. Hasil dari penelitian ini; 1) Tingkat budaya religius di SMA Bosowa Bina Insani Kota Bogor tersebut mencakup; a) aspek spiritual, b) aspek sosial, c) aspek lingkungan, d) aspek pendidikan. Tingkat budaya religius di sekolah tersebut dinilai cukup baik dalam membentuk karakter peserta didik yang religius. 2) Peran yang dilakukan guru PAI SMA Bosowa Bina Insani Kota Bogor dalam menerapkan budaya religius pada peserta didik adalah sebagai pendidik, transmitor, motivator, tauladan, pemimpin, administrator, fasilitator, dan evaluator. Peran-peran tersebut dapat dinilai cukup baik dalam menerapkan budaya religius pada peserta didik. Kata Kunci: Budaya Religius dan Guru PAI
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL) PADA SMK MUHAMMADIYAH 2 TANGERANG Shintawati Shintawati; Nurul Anriani
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 7 No. 2 (2022): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v7i2.6263

Abstract

Abstrak The purpose of this study was to evaluate Fieldwork Practice Program (PKL) at SMK Muhammadiyah 2 Tangerang. This study uses a qualitative approach. This study was conducted at the SMK Muhammadiyah 2 Tangerang. The phenomenon studied was the implementation of PKL activities in 2022, from January to March. The evaluation model used is CIPP (context, input, process, and product). Data retrieval techniques included interviews, observations, and documentation. The results showed that, in the context aspect, PKL applied the principle of goal formulation based on needs and situations. In the input aspect, PKL activities have carried out good and appropriate resource management, as well as accurate and efficient target-oriented funding calculations. In the process aspect, PKL activities have been carried out properly by adhering to existing procedures and are neatly documented. In terms of products, PKL activities reached the specified target. Keywords: Evaluation, Fieldwork Practice Program (PKL), CIPP
OPTIMALISASI PENGELOLAAN DANA ZAKAT PROFESI DI BAZNAS KABUPATEN SAMPANG Iftihor Iftihor; Mahmudi Mahmudi; Zainuddin Zainuddin; Latifah Latifah; Thoif Zamroni; Umar Faruk
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 7 No. 2 (2022): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v7i2.6266

Abstract

Abstrak: Zakat profesi tidak dikenal pada zaman Rasulullah SAW. Zakat profesi merupakan ijtihad para ulama di masa kini yang berangkat dari ijtihad yang cukup memiliki dasar dan alasan yang kuat. Di antara ulama kontemporer yang berpendapat adanya zakat profesi yaitu Syaikh Abdur Rahman Hasan, Syaikh Muhammad Abu Zahrah, Syaikh Abdul Wahab Khalaf dan Syaikh Yusuf Qardhawi. Mereka berpendapat bahwa semua penghasilan melalui kegiatan profesi seperti: ASN, PNS, direktur, dokter, konsultan, seniman, akunting, notaris, dan sebagainya, apabila telah mencapai nishab, maka wajib dikenakan zakatnya. Badan amil zakat nasional (BAZNAS) merupakan organisasi pengelola zakat yang berwenang mengumpulkan, mengelola, mendistribusikan dan mendayagunakan zakat dari muzakki kepada mustahiq, dalam upaya mengoptimalkan pengelolaan zakat di BAZNAS. Berdasarkan hal tersebut, maka permasalahan yang menjadi kajian pokok dalam penelitian ini, yaitu: Bagaimana Sistem Pengelolaan Dana Zakat Profesi di BAZNAS kabupaten Sampang? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan jenis penelitian lapangan (field research). Sumber data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Informannya adalah pelaksana atau Pengelola di BAZNAS sampang. Sedangkan pengecekan keabsahan data dilakukan melalui perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Sistem Pengelolaan Dana Zakat Profesi di BAZNAS Kabupaten Sampang yang mencakup pengumpulan, pengelolaan dan pendistribusian sesuai dengan konsep syariah, sistem pengelolaan yang dilakukan cukup efektif mengembangkan dana zakat yang terkumpul dan membantu kesejahteraan pembangunan ekonomi masyarakat kabupaten sampang, Objek pendistribusian zakat terealisasi sesuai dengan kategori mustahiq (asnaf) dalam islam. Kata Kunci: Optimalisasi, Dana Zakat profesi, dan Sistem Pengelolaan BAZNAS.
INKLUSIFISME PESANTREN DALAM MERESPON PERUBAHAN SOSIO-POLITIK DI KABUPATEN SAMPANG Muqoffi Muqoffi; Ahmad Barizi; M. Mujab
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 7 No. 2 (2022): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v7i2.6267

Abstract

Abstrak: Perbincangan pesantren Kabupaten Sampang tidak hanya mengenai operasionalisasinya dalam dunia pendidikan secara kognitif tapi sekaligus kearifan merefleksikan dalam skala sosial termasuk eksistensinya dalam merespon tranformasi sosio-politik. Karenanya, penting dilakukan penelitian untuk memahami secara holistik. Peneliti menggunakan tiga fokus, yaitu 1. Bagaimana inklusifisme pesantren dalam menyikapi gerakan politisi di Kabupaten Sampang? 2. Bagaimana inklusifisme pesantren dalam menyikapi perilaku pemilih di Kabupaten Sampang? 3. Bagaimana inklusifisme pesantren dalam menyikapi kinerja politisi pasca terpilih di Kabupaten Sampang?. Metode penelitian yang dipakai adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa dalam menyikapi gerakan politisi di Kabupaten Sampang pesantren memilih sikap inklusif dalam tiga gerakan: nyabis, minta do’a dan memberi bantuan asalkan tidak politisasi pesantren. Dalam inklusifisme menyikapi perilaku pemilih di Kabupaten Sampang pesantren terbagi dua. Pertama, inklusif dengan membuka kebebasan pemilih dalam menentukan hak pilihnya sendiri. Kedua, ekslusif dengan memobilisasi rakyat untuk memilih sesuai dengan versi pesantren. Dalam inklusifisme menyikapi kinerja politisi pasca terpilih di Kabupaten Sampang pesantren sangat inklusif kecuali bagian kecil pesantren eks anggota Front Pembela Islam (FPI). Kata kunci: Inklusifisme, Pesantren, Sosio-Politik, Sampang.
BUDAYA ORGANISASI DALAM MENUNJANG PRODUKTIVITAS KELOMPOK TANI DI DESA BUKEK KECAMATAN TLANAKAN KABUPATEN PAMEKASAN Ahmad Yudi Heryadi; Zulfaini Shamad; Rani Nur Fitrianti
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 7 No. 2 (2022): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v7i2.6268

Abstract

Abstrak: Kelompok tani merupakan organisasi yang memiliki fungsi sebagai wadah konsultasi petani. Selain itu, organisasi ini juga berperan dalam percepatan kegiatan program pembangunan pertanian. Dalam menjalankan kegiatannya, produktivitas kelompok tani sangat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang dapat meningkatkan produktivitas anggota kelompok tani antara lain umur, status usahatani, pengalaman usaha, peningkatan kegiatan penyuluhan, luas lahan dan yang tidak kalah pentingnya adalah budaya organisasi. Budaya organisasi merupakan persepsi umum yang dimiliki oleh seluruh anggota kelompok tani, sehingga setiap anggota kelompok tani akan memiliki nilai, keyakinan dan perilaku yang sesuai dengan organisasi. Dengan budaya organisasi yang tertanam diharapkan produktivitas kelompok tani dapat meningkat yang pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas hasil pertanian mereka. Produktivitas secara umum didefinisikan sebagai hubungan antara output (barang atau jasa) dan input (tenaga kerja, bahan, uang). Produktivitas adalah ukuran efisiensi produktif. Produktivitas adalah sikap mental dan cara pandang manusia untuk menjadikan hari esok lebih baik dari hari ini dan menjadikan hari ini lebih baik dari kemarin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan produktivitas petani dalam menghasilkan hasil usahataninya. Budaya organisasi juga memiliki hubungan yang sangat signifikan dengan produktivitas petani. Kata Kunci : Budaya Organisasi, Produktivitas, Kelompok Tani
العلاقة بين حفظ المفردات ومهارة القراءة العربية لطلابة الصف الثامن في المدرسة المتوسطة "التوفيق بوكيم جومبانج" ليلة غفارية ,إسنية نسوة Laila Ghifariyah,; Isniyatun Niswah
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 7 No. 2 (2022): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v7i2.6269

Abstract

Abstract: Vocabulary is a collection of certain words that will form a language (vocabulary). Words are the smallest part of language that is free. An adequate vocabulary of Arabic can support a person in communicating and writing the language. Mastery of vocabulary is an important part of the Arabic learning process. In learning maharah qiro'ah mastery of vocabulary is one aspect that can help students read and understand an Arabic text. In this case, the writer wants to know how much vocabulary the students memorize and the students' ability to understand Arabic reading texts. Thus, this research was conducted to gain an in-depth understanding of the correlation between mastery of vocabulary and understanding of Arabic reading texts. This study uses a quantitative method of referential statistics. The population in this study were all eighth grade students of MTs At-Taufik Jombang. The results showed that the results of Sig. (2-tailed) 0.00 which means less than 0.05, then H0 is rejected and HA is accepted. Keywords: vocabulary, mastery of vocabulary, comprehension of reading text.
KENDALA PENGEMBANGAN GEOSITE TEBAT RASAU SEBAGAI KAWASAN GEOWISATA BERKELANJUTAN DI GEOPARK BELITONG Aliyatun Nurul Hasanah; Mohamad Sapari Dwi Hadian; Alexander M.A Khan
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 7 No. 2 (2022): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v7i2.6273

Abstract

Abstrak: Tebat Rasau adalah salah satu situs geowisata yang terbentuk dari aliran sungai purba yang masih alami. Geosite Tebat Rasau juga memiliki potensi untuk dikembangkan, situs ini berada di Kawasan Geopark Belitong. Geosite Tebat Rasau memiliki 2 unsur yang menjadi daya tarik pengembangan yaitu potensi keanekaragaam hayati dan keragaman budaya. Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung Timur turut andil dalam pengembangan objek wisata ini dengan menetapkannya sebagai destinasi prioritas, namun karena minimnya SDM, pengembangan daya tarik wisata ini kurang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana interaksi dan peran dari semua unsur stakeholder dalam pengembangan Geosite Tebat Rasau di Geopark Belitong sebagai daya tarik geowisata serta apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan geowisata di lokasi Geosite Tebat Rasau. Dan secara berkelanjutan masyarakat. Penelitian dilakukan secara mixmetode. Kerangka kerja geowisata berkelanjutan mengacu kepada penggunaan metode survei melalui pengumpulan data geologi dan data interaktif wawancara kepada responden Kata Kunci: Berkelanjutan; Belitung Timur; Geowisata; Tebat Rasau Abstract: The Tebat Rasau is one of the geotourism sites formed from an unspoiled ancient river flow. The Tebat Rasau Geosite also has the potential to be developed, this site is located in the Belitong Geopark Area. The Tebat Rasau Geosite has 2 elements that are attractive for development, namely the potential for biodiversity and cultural diversity. The Regional Government of East Belitung Regency took part in the development of this tourist attraction by setting it as a priority destination, but due to the lack of human resources, the development of this tourist attraction is less than optimal. The purpose of this study is to describe how the interactions and roles of all stakeholders in the development of the Tebat Rasau Geosite in the Belitong Geopark as a geotourism attraction and what factors influence the development of geotourism at the Tebat Rasau Geosite location. And in a sustainable community. The research was conducted using a mix method. The sustainable geotourism framework refers to the use of survey methods through the collection of geological data and interactive data interviews with respondents Keywords: Sustainable; Belitung Timur; Tourism; Tebat Rasau
A CONTRASIVE ANALYSIS OF SURFACE STRUCTURE IN BASIC SENTENCE BETWEEN JAVANESE AND MADURESE Devie Reztia Anjarani; Muhammad Darrin Zuhri; Zainuddin Zainuddin
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 7 No. 2 (2022): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v7i2.6275

Abstract

Abstract: Indonesia has hundreds of local languages, and Javanese and Madurese are parts of them. Jawa and Madura places where those two languages are belong to, are close. This is the reason those two languages influenced each other. These two languages have similar level of language in case of politeness. This study was aimed to answer the following question what the similarities and differences of surface structure in basic sentence between Javanese and Madurese are. This study was conducted in form of qualitative approaches, documents analysis. The data of this study is basic sentences which found in data source, and it must be comparable each other. The result of this study were Madurese and Javanese have similarities in their sentences pattern, while the differences could be found on In forming a question Javanese can be preceded by predicate but it is ended by word “a”. Whereas in Madurese, there is no any ending words to show that a sentence is an interrogative sentence. Keywords: contrastive analysis, surface structure, Javanese and Madurese
USAHA EKONOMI KREATIF DALAM MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM: Studi pada Pengusaha Krepik Bule Desa Pademawu Timur Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan Marsum Marsum; Syaiful Syaiful; Acmarul Fajar
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 7 No. 2 (2022): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v7i2.6276

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya Pengusaha Krepik Bule Desa Pademawu Timur. Akan tetapi Krepik Bule yang masyarakat jual ada dua macam dalam bentuk mentahan dan siap saji. Sedangkan para tengkulak yang membeli Krepik Bule lebih banyak yang siap saji. Permasalah yang ada dalam penelitian ini adalah bagaimana usaha ekonomi kreatif Krepik Bule? Serta bagaimana tinjauan Ekonomi Islam tentang usaha ekonomi kreatif dalam meningkatkan ekonomi masyarakat? Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penenlitian lapangan (field research). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana pemahaman masyarakat tentang ekonomi kreatif yang mayoritas berprofesi sebagai Krepek Bule. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan alat pengumpul data sebagai berikut: interview mendalam, observasi dan dokumentasi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa melalui kegiatan usaha ekonomi kreatif yang dijalankan oleh masyarakat Desa Pademawu Timur dapat meningkatkan pendapatan mereka. Selain itu program pelatihan yang diberikan aparatur desa dapat menambah pengalaman bagi para pengusaha Krepek Bule. Hal ini terlihat dari 10 orang yang mengikuti program pelatihan dan ada 6 orang yang mengimplementasikan kegiatan pengolahan Krepek Bule. Sedangkan dalam tinjauan Ekonomi Islam kegiatan pelatihan tersebut merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas SDM dan dalam kegiatan ekonomi kreatifnya sudah sesuai dengan prinsip ekonomi Islam yakni adanya sikap jujur dan amanah tidak merusak lingkungan dan memberikan upah untuk pekerjanya sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. Kata Kunci: Ekonomi Kreatif, Ekonomi Masyarakat dan Ekonomi Islam Abstract: The background of this research is the large number of Bule Krepik Entrepreneurs in East Pademawu Village. However, there are two kinds of Caucasian Krepik that people sell, raw and ready-to-eat. While the middlemen who buy Krepik Caucasians are mostly ready to serve. The problem in this research is how is Krepik Bule's creative economy business? As well as what is the review of Islamic Economics about creative economic efforts in improving the community's economy? The type of research used in this research is field research. The purpose of this study was to find out how far the community's understanding of the creative economy is, the majority of whom work as Krepek Caucasians. The method used in this research is qualitative, with the following data collection tools: in-depth interviews, observation and documentation. From the research results it is known that through creative economic business activities carried out by the people of East Pademawu Village they can increase their income. In addition, the training program provided by village officials can add experience to Krepek Caucasian entrepreneurs. This can be seen from the 10 people who took part in the training program and there were 6 people who implemented the Caucasian Krepek processing activities. Meanwhile, in an Islamic economic review, this training activity is one of the efforts that can be made to improve the quality of human resources and in creative economic activities it is in accordance with the principles of Islamic economics, namely the existence of an honest and trustworthy attitude that does not damage the environment and provides wages for workers so that they can help improve the community's economy. Keywords: Creative Economy, Community Economics and Islamic Economy
THE REFLECTIONS OF INDONESIAN NATIONAL CHARACTER AND CULTURAL EDUCATION IN GREAT EXPECTATION Tjitra Ramadhani; Yuliarsih Yuliarsih
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 7 No. 2 (2022): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v7i2.6280

Abstract

Abstract: The expression of life through language is often called literature. Values, customs, cultures, and principles people uphold in the society also constitute the main ingredients for the author to make their own literary works. The researcher wants to build positive characters to her students through this novel. This study is intended to achieve the purpose, is to describe the reflections of Indonesian National Character and Cultural Education through Great Expectations novel. This study is design to obtain information concerning the current status of the phenomena and it exists at the time of the study. The data source of the study is the novel entitled Great Expectations written by Charles Dickens. Also, there are eight reflections of the Indonesian National Character and Cultural Education; those are Religious, Honest, Independence, Curious, Sportive and Respectful, Inclusive and Communicative, Caring and Compassion, and Empathetic. The researcher hopes that the study is able to become meaningful source for the student and the English teacher who wants to conduct the study in literary work. Keywords: novel, character building, Indonesian national character and cultural education.