cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20893507     EISSN : 25500015     DOI : -
Core Subject : Science,
Buletin Oseanografi Marina (BULOMA) adalah jurnal yang menginformasikan hasil penelitian dan telaah pustaka tentang aspek Oseanografi, Ilmu Kelautan, Biologi Laut, Geologi Laut, Dinamika Laut dan Samudera, Estuari, Kajian Enerji Alternatif, Mitigasi Bencana, Sumberdaya Alam Pesisir, Laut dan Samudera.
Arjuna Subject : -
Articles 374 Documents
Sintasan, Pertumbuhan Spesifik Dan Konversi Pakan Polychaeta Nereis sp. Dari Kawasan Pertambakan Jeruklegi Cilacap Dengan Berbagai Jenis Pakan Eko Setio Wibowo; Atang Atang; I Gusti Agung Ayu Ratna Puspitasari; Endah Sri Palupi
Buletin Oseanografi Marina Vol 11, No 2 (2022): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v11i2.38111

Abstract

Cacing Nereis sp. mampu meningkatkan pematangan sel gamet sampai 70%, sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai pakan induk udang dalam usaha meningkatkan hasil produksi budidaya udang, namun selama ini pemenuhan Nereis sp. sebagai pakan masih mengandalkan penangkapan dari alam. Kondisi ini mendorong adanya usaha domistikasi atau budidaya, tetapi belum banyak informasi tentang aspek biologi Nereis sp. untuk mendukung usaha budidaya. Penelitian ini untuk mengetahui sintasan, laju pertumbuhan spesifik dan konversi pakan Nereis sp. dari wilayah pertambakan Jeruklegi Cilacap yang diberi pakan berbeda, yang diharapkan dapat memberikan informasi tentang pemberian pakan yang sesuai dan optimum untuk menghasilkan sintasan dan pertumbuhan Nereis sp. dari kawasan Jeruklegi Cilacap. Penelitian dengan menggunakan Nereis sp. immature yang dipelihara pada salinitas 15 ppt dengan tiga jenis pakan berbeda (pakan D0, tepung Spirulina sp. dan ikan hias tetra bits). Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat sintasan Nereis sp. tidak dipengaruhi oleh jenis pakan yang diberikan (P>0.05), sedangkan laju pertumbuhan dan efisiensi pakan Nereis sp. dipengaruhi oleh jenis pakan yang diberikan (P<0.05). Pertumbuhan dan efisiensi pakan Nereis sp. tertinggi saat diberi pakan D0. Hasil ini menunjukkan bahwa pakan D0 dapat mendukung pertumbuhan Nereis sp. dengan lebih baik dibandingkan jenis pakan yang lain.   Nereis sp. able to increase the maturation of gamete cells up to 70%, so that it has the potential to be developed as broodstock shrimp feed to increase the yield of shrimp culture. However, so far, the fulfilment of Nereis sp. as feed still relying on capture from nature. This condition encourages domestication or cultivation, but there is not much information about the biological aspects of Nereis sp. to support cultivation business. This study was to determine the survival rate, specific growth rate and feed conversion of Nereis sp. from the Jeruklegi Cilacap pond area which were fed different feeds, which were expected to provide information on appropriate and optimum feeding to produce survival and growth of Nereis sp. from Jeruklegi area of Cilacap. The research using Nereis sp. immature, which is maintaineds at 15 ppt salinity with three different types of feed (D0, Flour of Spirulina sp. and ornamental fish feed tetra blitsz). The study was conducted experimentally with a completely randomized design method (CRD) with six replications. The results showed the level of survival of Nereis sp. not influenced by the type of feed given (P> 0.05). While the growth rate and feed efficiency of Nereis sp. influenced by the type of feed offered (P <0.05). Growth and feed efficiency of Nereis sp. highest when fed D0. These results indicate that D0 feed can support the growth of Nereis sp. better than other types of feed. 
Studi Konsentrasi Logam Berat (Pb dan Cu) dari Sumber Lokasi Pertambangan di Perairan Tanah Merah, Bangka Tengah Muh Yusuf; Sudirman Adibrata; Irvani Irvani; Aditya Pamungkas; Mu’alimah Hudatwi
Buletin Oseanografi Marina Vol 11, No 2 (2022): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya aktivitas penambangan timah di Bangka Belitung menyebabkan pencemar logam berat terakumulasi ke badan perairan, salah satunya adalah kegiatan penambangan timah di perairan Tanah Merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan April - November 2019 di Pantai Tanah Merah Kabupaten Bangka Tengah. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui konsentrasi polutan logam berat (Pb dan Cu) di perairan tersebut. Metode penelitian dilakukan dengan cara purposive sampling dan melakukan analisis logam berat (Pb dan Cu) serta pemodelan menggunakan MIKE21 untuk mengetahui persebarannya. Hasil menunjukkan bahwa model sebaran polutan logam berat sangat dipengaruhi oleh kondisi arus yang dominan berupa arus pasang surut. Model sebaran Pb dan Cu di perairan terkonsentrasi di area sumber pencemar yang telah berada di atas baku mutu air laut dan semakin kecil menjauhi sumber lokasi pertambangan sesuai dengan arah arus perairan. Pemodelan menunjukkan bahwa jarak sebaran terjauh dan arah dari polutan logam berat (Pb dan Cu) di perairan, masing-masing sebesar 7,51 mil (12.086 meter); 6,17 mil (9.929 meter) dengan waktu tempuh 68 dan 62 hari dan arah polutan 330oU. Pola sebaran logam berat yang sangat luas ini mengindikasikan bahwa aktifitas pertambangan tidak direkomendasikan pada lokasi yang berdekatan dengan fishing ground  karena efek sebaran logam berat yang berbahaya akan terakumulasi pada biota bahkan ekosistem perairan.   
Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) Dan Kromium (Cr) Pada Kerang Hijau (Perna viridis) Di Perairan Morosari, Sayung, Kabupaten Demak Fadhel Muhammad Juharna; Ita Widowati; Hadi Endrawati
Buletin Oseanografi Marina Vol 11, No 2 (2022): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v11i2.41617

Abstract

Logam berat merupakan kelompok unsur logam yang memiliki berat jenis ≥ 5gr/cm3. Sifatnya yang mudah mengendap dan mudah tertransportasikan menyebabkan biota termasuk kerang mudah mengakumulasi logam berat. Kerang hijau (P. viridis) merupakan salah satu biota laut bernilai ekonomis dan banyak dikonsumsi masyarakat. Pencemaran logam berat dalam kerang hijau ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat timbal (Pb) dan kromium (Cr) pada air, sedimen, dan P. viridis serta  mengetahui batas maksimum konsumsi mingguan oleh manusia dalam mengkonsumsi kerang hijau. Penelitian dilakukan bulan Juli-September 2020. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Sampel diambil dari Perairan Morosari Demak dengan metode purposive random sampling. Kemudian, kandungan logam berat sampel dianalisisi menggunakan instrumen AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer), dilanjutkan dengan analisa keamanan konsumsi menggunakan rumus MTI (Maximum Tolerable Intake). Hasil menunjukkan bahwa kandungan logam Pb lebih tinggi dibanding logam Cr dalam P. viridis dengan konsentrasi berturut-turut (3,876-4,117) mg/kg untuk logam Pb dan (0,179-0,283) mg/kg untuk logam Cr. Batas maksimal konsumsi kerang hijau yang aman dikonsumsi perminggu dari Perairan Morosari untuk individu dengan berat badan 60 kg yaitu 0,364 kg/minggu untuk logam Pb dan 4,94 kg/minggu untuk logam Cr. Sedangkan konsumsi maksimal untuk individu berat badan 45 kg yaitu 0,273 kg/minggu untuk logam Pb dan 3,705 kg/minggu untuk logam Cr.    Heavy metals are a group of metal elements that have a specific gravity of 5gr/cm3. Its nature which is easy to settle and easy to transport causes biota, including bivalvia, to easily accumulate heavy metals. Green mussel (P. viridis) is one of the marine species that has economic value and is widely consumed by the community. Heavy metal contamination in shellfish can harm human health. This study aims to determine the heavy metal content of lead (Pb) and chromium (Cr) in water, sediment, and P. viridis and to determine the maximum weekly consumption of P. viridis. The research was conducted in July-September 2020. The research method used a descriptive method. Samples were taken from Morosari Demak waters with the purposive random samping method. Then, content of heavy metals anylyzed by AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer) instrument, followed by an analysis of consumption safety using the MTI (Maximum Tolerable Intake) formula. The results showed that the heavy metal content of Pb was more than that of Cr. The heavy metals in P. viridis for Pb ranged from (3.876-4.117) mg.kg-1 while the Cr metal had a range (0.179-0.283) mg.kg-1. The limit safe consumption of green mussels per week from Morosari Waters for individuals weighing 60 kg is 0.364 kg/week for Pb metal and 4.94 kg/week for Cr metal. While the maximum consumption for individuals weighing 45 kg is 0.273 kg/week for Pb metal and 3.705 kg/week for Cr metal.
Diagnosa Perilaku MJO Aktif pada saat La Nina Kuat (2011/2012) di Perairan Tropis Mahardiani Putri Naulia Batubara; Muhammad Zainuri; Kunarso Kunarso; Ardiansyah Desmont Puryajati
Buletin Oseanografi Marina Vol 11, No 2 (2022): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v11i2.45619

Abstract

Variabilitas cuaca dan iklim di Indonesia disebabkan oleh berbagai macam faktor skala ruang dan waktu, baik yang bersifat lokal, regional, maupun global dengan variasi waktu harian, bulanan, musiman, hingga tahunan. Pada skala waktu harian hingga intramusiman, MJO menjadi faktor utama variabilitas di wilayah tropis, sedangkan pada skala global yang bersifat tahunan, El Nino dan La Nina memberikan kontribusi terbesar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik MJO yang aktif bersamaan dengan La Nina kuat pada tahun 2011/2012. Metode pengolahan data menggunakan bahasa pemrograman untuk mengolah data RMM1 dan 2, suhu permukaan laut, outgoing longwave radiation, angin zonal 850 hPa dan 200 hPa, fluks panas laten, kelembapan udara relatif (Rh), dan curah hujan. Hasil menunjukkan saat MJO aktif bersamaan dengan La Nina kuat, SPL di wilayah tropis berada dalam kondisi hangat berkisar antara 29–30.50C yang terpusat di perairan Indonesia bagian timur dan Samudera Pasifik. Beberapa kondisi angin zonal lapisan 850 hPa menunjukkan intrusi angin timuran dengan kecepatan yang signifikan sebagai dampak dari pengaruh La Nina terhadap propagasi MJO. Gangguan angin timuran tidak terlalu mempengaruhi pertukaran panas laut-atmosfer dalam bentuk fluks panas laten, sehingga tetap bernilai positif. Kondisi basah La Nina dan MJO menyebabkan peningkatan Rh pada lapisan 1000–500 hPa sebesar 80-90% dan pada lapisan 200 hPa sebesar 70-80%. Hal ini mendukung propagasi dan memperpanjang durasi MJO yang aktif di perairan tropis. Pengaruh La Nina yang cukup kuat saat MJO aktif mendukung pertumbuhan awan konvektif sehingga terjadi peningkatan curah hujan sebesar 10–200 mm perhari.   Weather and climate variability in Indonesia is caused by various factors of space and time scale, both local, regional, and global with daily, monthly, seasonal, and yearly variations in time. On a daily to the intra-seasonal time scale, the MJO is the main factor of variability in the tropics, while on an annual global scale, El Nino and La Nina make the largest contribution. This study aims to examine the characteristics of the MJO that was active at the same time as strong La Nina in 2011/2012. The data processing method uses a programming language to process data RMM1 and 2, sea surface temperature, outgoing longwave radiation, 850 hPa and 200 hPa zonal winds, latent heat flux, relative humidity (Rh), and rainfall. The results show that when the MJO is active along with strong La Nina, SST in the tropics is in warm conditions ranging from 29 - 30.50C which is concentrated in the waters of eastern Indonesia and the Pacific Ocean. Several zonal wind conditions of the 850 hPa layer showed easterly wind intrusion with significant speed as the impact of La Nina influence on MJO propagation. The east wind disturbance does not significantly affect the ocean-atmosphere heat exchange in the form of latent heat flux, so it remains positive. Wet conditions of La Nina and MJO caused an increase of Rh in the 1000–500 hPa layer by 80-90% and in the 200 hPa layer by 70-80%. This supports propagation and extends the duration of active MJOs in tropical waters.
Identifikasi Variabilitas Suhu Permukaan Laut dan Klorofil- A serta Intensitas Upwelling di Selat Makassar Kunarso Kunarso; Surya Risky Graharto; Sri Yulina Wulandari
Buletin Oseanografi Marina Vol 11, No 2 (2022): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v11i2.42170

Abstract

Selat Makassar secara geografis terletak diantara Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi. Kondisi perairan di Selat Makassar dipengaruhi oleh Arus Lintas Indonesia (ARLINDO) dan sistem angin muson. Hal ini menyebabkan Selat Makassar memiliki dinamika yang kompleks dan terjadi fenomena upwelling sehingga berpengaruh terhadap variabilitas suhu permukaan laut dan klorofil-a. Kajian tentang upwelling di Selat Makassar telah banyak dilakukan, namun kajian mengenai intensitas upwelling berdasarkan variabilitas suhu permukaan laut dan klorofil-a dengan periode data dalam jangka waktu yang panjang belum dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variabilitas suhu permukaan laut dan klorofil-a musiman serta intensitas dan tipe upwelling di Selat Makassar. Data yang digunakan diantaranya adalah data suhu permukaan laut, klorofil-a, dan angin yang berasal dari citra Aqua MODIS Level 3 selama periode tahun 2007 hingga 2017. Data-data tersebut diolah secara klimatologi dan dianalisis dengan data pendukung berupa data angin sehingga diperoleh kesimpulan yang jelas mengenai objek yang diteliti. Berdasarkan hasil pengolahan data, variabilitas suhu permukaan laut dan klorofil-a di Selat Makassar dipengaruhi oleh angin musim. Pola pergerakan dan kecepatan angin yang tinggi diikuti dengan penurunan SPL serta peningkatan konsentrasi klorofil-a mengindikasikan fenomena upwelling terjadi di Selat Makassar bagian Selatan Pulau Sulawesi. Hal ini ditunjukkan dari tingkat korelasi kuat antara angin terhadap SPL dan klorofil-a dengan masing-masing nilai korelasi (r) -0,872 dan 0,771. Upwelling yang terjadi di Selat Makassar dimulai pada bulan Mei-Oktober dan termasuk tipe upwelling berkala. Intensitas Upwelling sangat kuat terjadi pada bulan Agustus dengan nilai SPL 26,31°C dan konsentrasi klorofil-a sebesar 2,33 mg/m3 serta mencapai puncak terluas sebesar 51.175,75 km2.  The Makassar Strait is geographically located between the islands of Kalimantan and Sulawesi. The condition of the waters in the Makassar Strait is influenced by the Indonesian Throughflow (ARLINDO) and  monsoon wind system. This causes the Makassar Strait has complex dynamics including the upwelling phenomenon that affects the variability of sea surface temperature (SST) and chlorophyll-a. There have been many studies about upwelling in the Makassar Strait, but studies on the intensity of upwelling based on the variability of sea surface temperature and chlorophyll-a with long-term data periods were absent. The purpose of this study was to determine the variability of sea surface temperature and seasonal chlorophyll-a as well as the intensity and type of upwelling in the Makassar Strait. The data used including sea surface temperature, chlorophyll-a, and wind data derived from Aqua MODIS satellite Level 3 for the period 2007 to 2017. These data are processed climatologically and analyzed with supporting data i.e., the wind data. Based on data processing results, variability of sea surface temperature and chlorophyll-a in the Makassar Strait is affected by monsoon systems. The increasing wind speed is followed by decreasing of SST and increasing of chlorophyll-a concentration indicating upwelling phenomenon in the Makassar Strait, precisely at Southern Sulawesi Island. The strong correlation between wind and SST and chlorophyll-a are demonstrated with correlation values (r) -0.872 and 0.771. Upwelling occurrence in the Makassar Strait starts from May to October and is a periodic upwelling type. The intensity of upwelling was very strong in August with an SST value of 26.31 ° C and a chlorophyll-a concentration of 2.33 mg / m3 and reached the widest area of 51,175.75 km2.
Pengaruh Musim dan Pasang Surut Terhadap Konsentrasi Mikroplastik di Perairan Delta Sungai Wulan, Kabupaten Demak Sri Yulina Wulandari; Ocky Karna Radjasa; Bambang Yulianto; Bayu Munandar
Buletin Oseanografi Marina Vol 11, No 2 (2022): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v11i2.46329

Abstract

Sungai merupakan jalur penting masuknya mikroplastik ke perairan laut. Mikroplastik baik primer atau sekunder merupakan polutan partikel plastik yang berukuran kurang dari 5 mm (ukuran partikel mirip dengan partikel suspensi atau plankton). Termasuk sampah plastik, mikroplastik berpotensi menyebabkan terganggunya rantai makanan pada biota laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi mikroplastik di kolom air pada musim hujan dan kemarau saat kondisi pasang dan surut di perairan Delta Wulan, Kecamatan Wedung Kabupaten Demak. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Total sebanyak 32 sampel air laut diambil dengan menggunakan plankton net dari 8 stasiun pengamatan yang ditentukan secara purposive. Pengambilan sampel dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi musim dan pasang surut. Analisa kandungan mikroplastik dalam sampel air laut dilakukan dengan menggunakan metode yang direkomendasikan oleh NOAA. Prosedur analisa meliputi penyaringan sampel air, penambahan reagen (Fe (II) 0,05M, H2O2 30%, NaCl), pemanasan, pemisahan berdasarkan densitas dan analisa gravimeri, Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai konsentrasi mikroplastik lebih tinggi pada musim kemarau dibanding musim hujan, dengan nilai rerata berturut-turut sebesar 2,608 mg/L dan 2,247 mg/L. Dari analisa regresi ANOVA menunjukkan ada perbedaan konsentrasi berdasarkan musim (p-value sebesar 0,007), namun tidak ada perbedaan berdasarkan kondisi pasang dan surut (p-value sebesar 0,840).   Rivers are an important pathway for the entry of microplastics into marine waters. Microplastics, both primary and secondary, are pollutants of plastic particles that are less than 5 mm in size (particle size is similar to sediment suspense or plankton). Including plastic waste, microplastics have the potential to disrupt the food chain in marine biota. This study aims to determine the concentration of microplastics in the water column during the rainy and dry seasons during high and low tide conditions in the waters of the Wulan Delta, Wedung District, Demak Regency. The method used is descriptive quantitative. A total of 32 seawater samples were taken using a plankton net from 8 observation stations which were determined purposively. Sampling was carried out by considering seasonal and tidal conditions. Analysis of microplastic content in seawater samples was carried out using the procedure recommended by NOAA. The analytical procedure includes filtering of water samples, addition of reagent (Fe (II) 0.05M, 30% H2O2, NaCl), heating, density separation and gravimetric analysis. The results showed that the concentration of microplastics was higher in the dry season than in the rainy season, with an average value of 2,608 mg/L and 2,247 mg/L, respectively. From the ANOVA regression analysis showed that there was a difference in concentration based on seasons (p-value of 0.007), but there was no difference based on tidal and tidal conditions (p-value of 0.840).
Sebaran Klorofil-a secara Horizontal di Perairan Muara Sungai Jajar, Demak Anisa Dewi Nugraheni; Muhammad Zainuri; Anindya Wirasatriya; Lilik Maslukah
Buletin Oseanografi Marina Vol 11, No 2 (2022): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v11i2.40004

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk akan mengakibatkan dampak negatif terhadap keseimbangan ekosistem di kawasan perairan yang disebabkan limbah dari aktifitas manusia. Kesuburan perairan dapat ditentukan berdasarkan indikator keberadaan fitoplankton. Fitoplankton mempunyai siklus hidup yang pendek oleh karena itu responnya cepat terhadap perubahan lingkungan. Penentuan keberadaan fitoplankton bisa menggunakan konsentrasi klorofil-a, karena merupakan pigmen yang selalu ditemukan dalam fitoplankton dan merupakan pigmen yang terlibat langsung dalam proses fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran klorofil-a secara horizontal dan mengetahui kondisi kualitas perairan Muara Sungai Jajar, Demak. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan penentuan lokasi pada sembilan (9) titik sampling yang ditentukan secara purposive. Parameter penelitian yang diamati meliputi konsentrasi klorofil-a dan kualitas perairan lainnya seperti suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut serta arus. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsentrasi klorofil-a di perairan muara Sungai Jajar berkisar antara 1,94–19,6 mg/m3dengan rata – rata 7,69 mg/m3 dan pola pergerakan arus lebih dominan ke arah Barat Daya dengan kecepatan arus sebesar 0,005–0,359 m/det. Persebaran klorofil-a secara horizontal menunjukkan nilainya tinggi pada perairan yang terletak dekat dengan daratan kemudian mengalami penurunan ke arah laut. Penelitian ini memberikan informasi terkait kesuburan dan kondisi kualitas perairan yang dapat memberikan gambaran berkaitan dengan tingkat produktivitas primer perairan muara.  The increase in population will have a negative impact on the balance of the ecosystem in water areas caused by waste generated by human activities. Quality of the water can be determined by the presence of phytoplankton. Phytoplankton has a short life cycle and therefore responds quickly to environmental changes. Determination of the presence of phytoplankton can use chlorophyll-a levels because it is a pigment that is always found in phytoplankton and a pigment that is directly involved in the process of photosynthesis. This study aims to determine the horizontal distribution of chlorophyll-a and to determine the quality conditions in the waters of the Jajar river estuary, Demak. The study used a quantitative method with locations at nine (9) sampling points which were determined purposively. The research parameters observed included the concentration of chlorophyll-a and the other water qualities such as temperature, salinity, pH, dissolved oxygen and currents. The results of the analysis of chlorophyll-a concentration in the waters of the mouth of the Jajar river ranged from 1.94-19.6 mg/m3 with an average of 7.69 mg/m3 with the dominant current movement formula from the Southwest and the current velocity of 0.005–0.359 m/s. The horizontal distribution of chlorophyll-a is a high scores in the water located near by mainland then gradually decreases towards the ocean. This study provides information related to the future and conditions of the waters that can provide an overview of the primary productivity level of estuary
Kajian Sedimentasi untuk Pengembangan Layout Alternatif di Dermaga C PT Petrokimia Gresik Muhammad Khaisar Wirawan; Abiyani Choirul Huda; Rizki Mendung Ariefianto; Rendatiyarso Laksono; Widi Agoes Praktikto; Fuad Mahfud Assidiq; Rani Yuniar Putriyanti
Buletin Oseanografi Marina Vol 11, No 3 (2022): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v11i3.44684

Abstract

Pembangunan Dermaga C sebagai fasilitas baru di PT Petrokimia Gresik bertujuan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Produktivitas ini terwujud dalam bentuk aktivitas percepatan bongkar muat barang yang diangkut dari kapal ke daratan atau sebaliknya. Namun, aktivitas ini akan terkendala di masa depan jika sedimentasi tidak diatasi dengan baik. Untuk mengatasi fenomena sedimentasi di suatu dermaga, perlu dilakukan analisis laju sedimentasi secara dini dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti karakteristik pasang surut, pola arus, dan profil gelombang. Beberapa cara dapat dilakukan untuk meminimalisir laju sedimentasi, salah satunya dengan memodifikasi layout dermaga dengan tujuan untuk mengurangi frekuensi pengerukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju sedimentasi di sekitar Dermaga C dan menghitung perkiraan volumenya. Dua layout alternatif dari Dermaga C eksisting diusulkan untuk meminimalisir bed level thickness yang dapat terjadi di dermaga. Penelitian ini menerapkan pemodelan numerik berbasis software MIKE 21. Hasilnya, layout alternatif 1 dan 2 untuk periode yang sama mampu mengurangi volume sedimentasi terhadap layout eksisting masing-masing sebesar 9348.12 m3 dan 13215.48 m3 atau memiliki persentase penurunan sebesar 45.3% dan 64.1%. Di antara layout alternatif 1 (LA1) dan 2 (LA2), layout kedua adalah rekomendasi yang paling optimal. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa modifikasi layout terbukti dapat menurunkan laju sedimentasi di Dermaga C. Construction of Port C as a new facility at PT Petrokimia Gresik aims to increase the company's productivity. This productivity is manifested in accelerating the loading and unloading of materials transported from ships to land or vice versa. However, this activity will be hampered in the future if the sedimentation is not handled correctly. Hence, the sedimentation phenomenon in a port needs to be overcome. It is essential to investigate the sedimentation rate by considering tidal characteristics, current patterns, and wave profiles. Various ways can be conducted to decrease the sedimentation rate, one of which is by modifying the port layout to minimize the intensity of dredging. This research aims to analyze the sedimentation rate around Port C and calculate the estimated volume. Two alternative layouts are proposed to minimize the bed level thickness on the Port C. This research applies numerical modeling based on MIKE 21 software. As a result, alternative layouts 1 and 2 for the same period can reduce the sedimentation volume to the existing layout by 9348.12 m3 and 13215.48 m3, respectively, or have a decreasing percentage of 45.3% and 64.1. %. The last layout is the most significant among alternative layouts 1 (LA1) and 2 (LA2). It can be emphasized that the layout modification is proven to decrease the sedimentation rate at Port C.
Kajian Sedimen Tersuspensi di Muara Sungai Jelitik untuk Mendukung Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Sungailiat, Kabupaten Bangka Reno Arief Rachman; Mardi Wibowo
Buletin Oseanografi Marina Vol 11, No 3 (2022): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v11i3.41125

Abstract

Sungai Jelitik merupakan sungai utama dan urat nadi perekonomian Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka. Muara Sungai Jelitik termasuk dalam kawasan rencana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Sungailiat. Selain itu, Pelabuhan Perikanan Sungailiat juga terletak di alur Sungai Jelitik dan akan dikembangkan sebagai kawasan industri. Permasalahan utama yang dijumpai saat ini adalah sedimentasi di mulut muara S Jelitik yang diantaranya terkait konsentrasi sedimen tersuspensi. Oleh karena itu sebagai langkah awal dilakukan kajian tentang sedimen tersuspensi (TSS) ini. Metode kajian ini adalah pengambilan sampel air, analisis laboratorium dan analisis data. Kandungan TSS di perairan sekitar muara S Jelitik berkisar 65–250 mg/l dengan nilai rerata 128,28 mg/l, hal ini menunjukkan bahwa perairan di sekitar muara S Jelitik tidak memenuhi baku mutu baik untuk budidaya biota, untuk wisata maupun untuk pelabuhan berdasarkan PP 22 tahun 2021. Konsentrasi TSS di bagian tengah kedalaman sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrasi TSS di bagian bawah kedalaman air laut. Kecepatan endap padatan tersuspensi di muara S Jelitik berkisar antara 0,0197–0,0858 mm/dt, dengan nilai rata-rata sekitar 0,0399 mm/dt. Sehingga sedimen tersebut baru terendapkan ke dasar perairan setelah 75.187 detik (20,88 jam) atau sekitar 0,87 hari apabila kondisi arusnya tenang.  The Jelitik River is the main river of Sungailiat District, Bangka Regency. The Jelitik River Estuary is included in the area of the Sungailiat Tourism Special Economic (KEK) development area. Besides, Sungailiat Fishing Port is located in the Jelitik River channel and will be developed as an industrial area. The main problem currently encountered is sedimentation at the mouth of the S Jelitik estuary. Sedimentation is strongly associated with turbidity and suspended sediment concentration. Therefore, as a first step, a study of this suspended sediment is carried out. The method of this study is water sampling, laboratory analysis, and data analysis. The TSS value in the waters around the S Jelitik estuary ranges from 65 - 250 mg/l with a mean value of 128.28 mg/l, this indicates that the waters around the S Jelitik estuary do not meet quality standards both for biota cultivation, for tourism and ports base on Government Regulation 22/2021. The TSS concentration at the center of the depth is slightly higher than the TSS concentration at the bottom of the seawater depth. The sedimentation rate of suspended solids in the S Jelitik estuary ranged from 0.0197 - 0.0858 mm/s, with an average value of about 0.0399 mm/s. So that the sediment is just deposited to the bottom of the water after 75,187 seconds (20.88 hours) or about 0.87 days if the current conditions are calm.
Karakter Perairan Kepulauan Sula dan Kepulauan Taliabu Berdasarkan Pemodelan Hidrodinamika 3D Ezikri Yasra; Dwi Haryo Ismunarti; Widodo Setiyo Pranowo; Johar Setiyadi
Buletin Oseanografi Marina Vol 11, No 3 (2022): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v11i3.44100

Abstract

Perairan Kepulauan Sula dan Taliabu merupakan perairan yang memisahkan dua laut dalam di bagian utara dan selatan kepulauan, Laut Maluku dan Laut Banda, dengan tiga pulau besar utama yaitu Pulau Mangoli, Pulau Taliabu, dan Pulau Sanana. Perairan tersebut memiliki dinamika yang kompleks dengan topografi dasar perairan yang tidak teratur dan adanya sill pada kolom perairan serta dilintasi oleh Arus Lintas Indonesia (ARLINDO) pada Pintasan Lifamatola. Kompleknya dinamika perairan dengan pengaruh pasang surut yang kuat menyebabkan diperlukan suatu kajian tersendiri untuk menguraikan berbagai fenomena oseanografi yang terjadi sehingga diperoleh berbagai pemahaman baru mengenai perairan tersebut. Pendekatan numerik melalui pemodelan hidrodinamika tiga dimensi dilakukan untuk mengetahui profil oseanografi perairan. Fokus utama dilakukan pada aspek arus laut dan pasang surut dengan penyederhanaan barotropik. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari ERA-5, PUSHIDROSAL, MIKE DHI, dan BRSDM KKP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan Kepulauan Sula dan Taliabu memiliki karakter pasang surut Campuran Condong Harian Ganda dengan dominansi konstituen Pasut pada bagian utara kepulauan adalah K1 dan pada bagian selatan kepulauan M2. Karakteristik arus memiliki sifat yang bervariasi diantara kecepatan maksimum dan rerata. Hasil model memperlihatkan bahwa kecepatan maksimum mencapai 5,555 m/s dengan kecepatan rata-rata tertinggi 2,373 m/s. Pola arus pada saat kecepatan maksimum bergerak menuju utara sedangkan pada kecepatan rerata arus bergerak condong ke arah barat dengan pergerakan menuju selatan. The waters of the Sula and Taliabu Islands are waters that separate the two-deep seas in the northern and southern parts of the archipelago, the Maluku Sea and the Banda Sea, with three main large islands, namely Mangoli Island, Taliabu Island, and Sanana Island. These waters have complex dynamics with irregular bottom topography and sill in the water column and crossed by the Indonesian Through Flow (ARLINDO) on the Lifamatola Passage. The complexity of the dynamics of the waters with strong tidal influences requires a separate study to describe the various oceanographic phenomena that occur so that new understandings of these waters are obtained. A numerical approach through three-dimensional hydrodynamic modeling is carried out to determine the oceanographic profile of the waters. The main focus is on the aspects of ocean currents and tides with barotropic simplification. The study was conducted using secondary data obtained from ERA-5, PUSHIDROSAL, MIKE DHI, and BRSDM KKP. The results showed that the waters of the Sula and Taliabu Islands have a Mixed Tide Prevailling Semi diurnal with the predominance of the Tidal constituents in the northern part of the archipelago K1 and the southern part of the islands M2. Current characteristics vary between maximum and average speeds. The model results show that the maximum speed reaches 5,555 m/s with the highest average speed of 2,373 m/s. The current pattern at the time of maximum speed moves towards the north while at the average speed the current moves towards the west with a movement towards the south.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 3 (2025): Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 2 (2025): Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 1 (2025): Buletin Oseanografi Marina Vol 13, No 3 (2024): Buletin Oseanografi Marina Vol 13, No 2 (2024): Buletin Oseanografi Marina Vol 13, No 1 (2024): Buletin Oseanografi Marina Vol 12, No 3 (2023): Buletin Oseanografi Marina Vol 12, No 2 (2023): Buletin Oseanografi Marina Vol 12, No 1 (2023): Buletin Oseanografi Marina Vol 11, No 3 (2022): Buletin Oseanografi Marina Vol 11, No 2 (2022): Buletin Oseanografi Marina Vol 11, No 1 (2022): Buletin Oseanografi Marina Vol 10, No 3 (2021): Buletin Oseanografi Marina Vol 10, No 2 (2021): Buletin Oseanografi Marina Vol 10, No 1 (2021): Buletin Oseanografi Marina Vol 9, No 2 (2020): Buletin Oseanografi Marina Vol 9, No 1 (2020): Buletin Oseanografi Marina Vol 8, No 2 (2019): Buletin Oseanografi Marina Vol 8, No 1 (2019): Buletin Oseanografi Marina Vol 7, No 2 (2018): Buletin Oseanografi Marina Vol 7, No 1 (2018): Buletin Oseanografi Marina Vol 6, No 2 (2017): Buletin Oseanografi Marina Vol 6, No 1 (2017): Buletin Oseanografi Marina Vol 5, No 2 (2016): Buletin Oseanografi Marina Vol 5, No 1 (2016): Buletin Oseanografi Marina Vol 3, No 1 (2014): Buletin Oseanografi Marina Vol 2, No 4 (2013): Buletin Oseanografi Marina Vol 2, No 3 (2013): Buletin Oseanografi Marina Vol 2, No 2 (2013): Buletin Oseanografi Marina Vol 2, No 1 (2013): Buletin Oseanografi Marina Vol 1, No 5 (2012): Buletin Oseanografi Marina Vol 1, No 3 (2012): Buletin Oseanografi Marina Vol 1, No 2 (2012): Buletin Oseanografi Marina Vol 1, No 1 (2011): Buletin Oseanografi Marina More Issue