cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18584748     EISSN : 25490885     DOI : -
Core Subject : Education,
SAINTEK PERIKANAN (p-ISSN: 1858-4748 dan e-ISSN: 2549-0885) adalah jurnal ilmiah perikanan yang diterbitkan oleh Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Februari dan Agustus).
Arjuna Subject : -
Articles 492 Documents
PENGARUH SEDIMENTASI TERHADAP KELIMPAHAN MAKROZOOBENTHOS DI MUARA SUNGAI BETAHWALANG KABUPATEN DEMAK (The effects of sedimentation on macrozoobenthos abundance in Betahlawang Estuary of Demak) Agung Pamuji; Max Rudolf Muskananfola; Churun A’in
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 10, No 2 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.028 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.10.2.129-135

Abstract

 ABSTRAK   Muara merupakan daerah pertemuan antara air tawar yang berasal dari daratan dengan air laut. Wilayah ini mempunyai karakteristik yang berbeda dengan laut maupun perairan air tawar. Bercampurnya kedua jenis air tersebut dipengaruhi pasang surut yang berlangsung secara berkala dan membawa partikel-partikel sedimen yang berasal dari daratan. Dengan adanya masukan air tawar yang membawa partikel sedimen dari daratan yang terjadi secara terus menerus, dapat menyebabkan terjadinya sedimentasi di daerah muara sungai. Adanya peningkatan sedimentasi tersebut dapat berpengaruh terhadap keberadaan hewan Makrozoobentos di daerah muara sungai. Penelitian ini dilakukan pada bulan November-Desember 2014 di Muara Sungai Betahwalang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan nilai laju sedimentasi serta mengetahui pengaruh sedimentasi terhadap kelimpahan Makrozoobentos di muara Sungai Betahwalang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik purposive random sampling. Pengambilan sampel dilakukan di 5 (lima) stasiun dengan interval waktu 2 minggu. Karakteristik sedimentasi di muara Sungai Betahwalang adalah berupa liat dengan ukuran butiran fraksi tanah <0,002 mm  kandungan bahan organik termasuk dalam harkat sedang sebesar 14%, laju sedimentasi tergolong kategori sangat berat dengan rata-rata 0,34 kg/m2/hari. Kelimpahan Makrozoobentos di muara Sungai Betahwalang termasuk kategori yang tinggi berkisar antara 154-1.026 ind/m3. Nilai koefisien korelasi yang didapatkan sebesar (r=0,69) menandakan bahwa adanya korelasi yang kuat antara fraksi clay dengan kelimpahan Makrozoobentos. Sedangkan antara laju sedimentasi dengan kelimpahan Makrozoobentos diperoleh nilai koefisien korelasi (r=0,98) menandakan bahwa adanya korelasi yang sangat tinggi dan kuat antara keduanya.   Kata kunci : Sedimentasi, Makrozoobenthos, Betahwalang  Estuary is a transition area between freshwater from mainland and sea water. This area has different characteristic with neither ocean nor fresh water. The waters are influenced by tides which periodically also carry nutrient and sediment particles from mainland. Fresh water inflows carrying sediment particles from the mainland can increase both quantity and quality of sediments furthermore may affect the existence of macrozoobenthos in estuaries. This study was conducted on November to December 2014 in Betahlawang Estuary. The objectives of this study was to know characteristic of sediments and rate of sedimentation in Betahlawang Estuary, also to know the effect of sediment on the structure of macrozoobenthos community in Betahlawang Estuary. This was is a descriptive research used the purposive random sampling technique in collecting samples. The samples were collected from five stations per two. Sediments in the Betahwalang Estuary were  in the form of clay with a diameter of soil fraction <0,002 mm, organic matters were in medium class or 14%, and the rate of sedimentation was categorized as a very heavy with an average of 0.34 kg/m2/day. Abundance of macrozoobenthos in the Betahwalang Estuary was in the category of high or ranging around 154-1.026 ind/m3. There was a strong correlation (r=0,69) between clay fraction and the abundance of macrozoobenthos. While the high correlation coefficient was found also between the rate of sedimentation and abundance of macrozoobenthos (r=0,98), that indicated that their correlation was strong. Keywords : Sedimentation, Macrozoobenthos, Betahlawang  
Shelf Life Estimation of “So Lite” Fish Nugget Amalia, Ulfah
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 8, No 1 (2012): Jurnal Saintek Perikanan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.187 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.8.1.27-31

Abstract

Fish nugget is a food product with a high degree of risk because it has a degree of acidity greater than 4.5 and more than 0.85 for water activity. Based on this risk, the companies generally put storage adviceinformation on the fish nuggets packaging, as a quality parameter of the product. One method that is  simple enough to be applied in the expected shelf life by measuring the rate of decline in the quality parameter is Arrhenius model. The purpose of this analysis was to determined the basis used by a  company  in the food product shelf-life estimation in this case is a nugget of fish products with trademarks  Fish Nugget '’So Lite". Based on the plot between the effect of storage temperature on storage time, obtained by equation y = -6.18 ln (x) + 309.2 in the regression (R2 = 0.999). Regression values indicates that the allegations made by the companies of fish nugget is true because R2>0.75. Assumptions used by the companies might be associated with activity of microorganism, where an increased along with increase in temperature. Keywords: fish nugget, shelf life, quality, Arrhenius
EFEKTIVITAS MIKROORGANISME SEBAGAI BAHAN BIOREMIDIASI PADA LIMBAH PENCUCIAN IKAN TONGKOL (Auxis thazard) (SKALA LABORATORIUM) Microorganism Effectiviness as Bioreidiation of Tongkol (Auxis thazard) Wahery Waste (Laboratory Scale) Rafiq Fitriadi; Haeruddin Haeruddin; Churun Ain
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 12, No 1 (2016): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.745 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.12.1.52-59

Abstract

 Limbah pencucian ikan dari pasar ikan dan industri pengolahan ikan tradisional biasanya langsung dibuang di saluran pembuangan tanpa adanya pengolahan limbah terlebih dahulu. Dampak pencemaran ini dapat menurunkan kualitas perairan sehingga menganggu kelangsungan hidup biota perairan dan masyarakat sekitar karena proses degradasi dari limbah. Oleh karena itu dibutuhkan teknik yang aman, efektif, dan ekonomis salah satunya dengan mikroorganisme sebagai bioremidiator. Penelitian ini menggunakan produk mikroorganisme pengolah limbah sebagai bahan bioremidiasi dengan komposisi mikroorganisme (Rhodopseudomonas sp., Lactobacillus sp., Aspergillus sp., Penicilium sp., Sacharomyces sp., dan Actinomycets sp.) untuk mereduksi bahan pencemar dan limbah pencucian ikan tongkol sebagai air sampel. Penelitian ini mengukur konsentrasi amoniak (NH3), nitrit (NO2) dan asam sulfida (H2S) sebagai parameter utama dan DO, pH, temperatur, dan bau air sebagai parameter pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan mikroorganisme dalam upaya mengurangi bahan pencemar limbah pencucian ikan dari konsentrasi amoniak, nitrit dan asam sulfida. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan penambahan mikroorganisme 6 perlakuan termasuk kontrol (K= Kontrol, A= 0,01 ml , B = 0,1 ml ,C= 1 ml, D =10 ml dan E= 100 ml)  menggunakan mikroorganisme yang tidak difermentasi selama 96 jam, terdiri dari 3 ulangan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi amoniak, nitrit, dan asam sulfida pada perlakuan A, B, C, D, dan E lebih rendah dibandingkan dengan kontrol, hal ini menunjukkan bahwa mikroorganisme dapat menurunkan limbah pencucian ikan tongkol. Nilai efektivitas paling tinggi yaitu perlakuan E sebagai bioremidiasi limbah pencucian ikan dengan persentase amoniak 59,88 %, nitrit 64,60 % dan asam sulfida 19,19%.  Fish washery waste from the fish market and the traditional fish processing industry actually disposed in the sewer without waste treatment. The impact this poluttion can degrade the quality of water that disrupts the survival of aquatic biota and local resident because the degradation process of waste. Therefore we need a technique that is safe, effective, and economical one of them with the bacteria as bioremidiator. This study using microorganism as bioremidiator the composition of microorganisms (Rhodopseudomonas sp., Lactobacillus sp., Aspergillus sp., Penicillium sp., Sacharomyces sp., and Actinomycets sp.) and Tongkol washery waste as sample. This study measured the concentration of ammonia (NH3), nitrite (NO2) and hydrogen sulfide (H2S) as the main parameter and DO, pH, temperature, and the smell of the water as a secondary parameter. This study aims to determine the effectiveness of the use of microorganism in an effort to reduce pollutants fish washing waste the concentration of ammonia, nitrite and hydrogen sulfide.This study uses a completely randomized design (CRD  with addition of microorganisms 6 treatments included control (K = control, A = 0.01 ml, B = 0.1, C = 1 ml, D = 10 ml and E = 100 ml). The results obtained from this study showed that the concentrations of ammonia, nitrite, and hydrogen sulfide on treatment A, B, C, D, and E is lower than in the controls, suggesting that microorganism can reduce tongkol washery wash. The highest value of the effectiveness is treatment E as bioremediation of fish washery waste with percentage of ammonia 59.88%, 64.60% nitrite and 19.19% hydrogen sulfide. 
Laju Tangkap dan Analisis Usaha Penangkapan Lobster (Panulirus Sp) Dengan Jaring Lobster (Gillnet Monofilament) di Perairan Kabupaten Kebumen Boesono, Herry; Anggoro, Sutrisno; Bambang, Aziz Nur
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 7, No 1 (2011): Jurnal Saintek Perikanan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.881 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.7.1.77-87

Abstract

Crayfish (Spiny lobsters, Panulirus sp), including marine fishery commodities which have an important role as an  export  commodity  of the  kind of  crustaceans  (Crustacea)  after  shrimp  Penaeid. Efforts continue  to increase utilization will threaten the sustainability of the resource, if not attempted control measures. The purpose of this study was to determine the level of the catch rate of lobster resources in the District Kebumen and to analyze the financial aspects, the amount of capital, revenue, and profit from lobster fishing effort in waters Kebumen district. The method used is descriptive method, where sampling by using purposive sampling method with a sample of 64 units ship. The research concluded that the value average size of the catch per unit arrests during the period 2004 until 2009 is 1,037914609 kg / trip. Financial analysis of lobster fishing effort using nets lobster fishing gear (gillnet monofilament) got the R / C ratio of lobster fishing effort has a value of  R / C > 1 is 1,61, which means that lobster fishing effort it deserves. The calculation of earnings lobster fishing effort of 1,08, which means that lobster fishing effort carried out efficiently. Payback Period (PP) in lobster fishing effort in lobster fishing gear nets (gillnet monofilament) amounted to 0,92 years or 9 months, which means that fishermen can return all venture capital in less than1 year. Keywords : Spiny lobster (Panulirus sp), Catch Rate (Gillnet monofilament)
PENGGUNAAN PROBIOTIK GUNA PENINGKATAN PERTUMBUHAN, EFISIENSI PAKAN, TINGKAT KELULUSHIDUPAN DAN NILAI NUTRISI IKAN BANDENG (Chanos chanos) (Probiotic Use for Growth Improvement, Feed Efficiency, Survival Rate and Nutrition Value of Milkfish (Chanos chanos)) Diana Chilmawati; Fronthea Swastawati; Ima Wijayanti; Ambaryanto Ambaryanto; Bambang Cahyono
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 13, No 2 (2018): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.898 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.13.2.119-125

Abstract

Budidaya bandeng sebagai bahan baku berbagai olahan perlu didukung dengan teknologi yang intensif. Peningkatan kualitas nutrisi bandeng diperlukan untuk memperoleh bahan baku yang tidak hanya banyak tetapi juga bernutrisi. Penambahan probiotik ke dalam pakan bandeng dapat meningkatkan efisiensi pakan agar pakan lebih mudah dicerna dan enzim dapat bekerja lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan probiotik terhadap pertumbuhan, efisiensi pakan, tingkat kelulushidupan dan nilai nutrisi ikan bandeng. Bahan yang digunakan adalah ikan bandeng dengan berat rata-rata 102±2,58 g, pakan bandeng komersil dengan kandungan protein 30% dan probiotik dengan komposisi jamur Saccharomyces cerevisiae, Aspergillus oryzae, bakteri Lactobacillus acidophilus, Bacillus subtilis, Rhodopseudomonas, Actinomycetes dan Nitrobacter. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok dengan dua perlakuan dan 5 kali ulangan. Analisis data menggunakan uji t untuk membandingkan budidaya ikan bandeng perlakuan A yaitu tanpa penggunaan probiotik dalam pakan dan perlakuan B yaitu dengan penggunaan probiotik dalam pakan. Hasil uji t menunjukkan penggunaan probiotik pada pakan berpengaruh nyata (P<0,05) pada pertumbuhan, efisiensi pakan dan nilai nutrisi namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) pada tingkat kelulushidupan ikan bandeng. Penggunaan probiotik pada pakan bandeng memberikan nilai RGR (1.958±0.02%/hari), nilai EPP (78.333±0.745%), kandungan protein (25.794±0.600%) lebih tinggi dan FCR (1.321±0.030) yang lebih baik dari perlakuan tanpa penggunaan probiotik dalam pakan bandeng. Milkfish culture as main raw materia for various processed food needs intensive technology support. Improvement in milkfish nutrition quality is necessary to obtain many raw nutritious materials.The addition of probiotics to milkfish feed is able to improve feed efficiency. Thus, the feed is easier to digest and the enzymes can work more effectively. This study aims to find out the effect of probiotic use on the growth, feed efficiency, survival rate and nutritional value of milkfish. The materials used in thi study were milkfish with an average weight of 102 ± 2.58 g, commercial milkfish feed with 30% protein content and probiotics composed of fungus Saccharomyces cerevisiae, Aspergillus oryzae, Lactobacillus acidophilus, Bacillus subtilis, Rhodopseudomonas, Actinomycetes and Nitrobacter. The study was conducted using an experimental method with a randomized block design with two treatments and 5 repetitions. Data analysis was conducted using T test to compare milkfish culture treatment A,i.e. without the use of probiotics in feed and treatment B by using probiotics in feed. The results of the t test showed that the use of probiotics in feed had a significant effect (P <0.05) on growth, feed efficiency and nutritional value but had no significant effect (P> 0.05) on the level of milkfish survival capability. The use of probiotics in milkfish feed resulted in RGR value (1.958 ± 0.02% / day), EPP value (78.333 ± 0.745%),higher protein content (25.794 ± 0.600%)  and FCR (1.321 ± 0.030) which was better than the treatment without the us of probiotics in milkfish feed.
KAJIAN POTENSI PEMANFAATAN SUMBERDAYA UDANG (Penaeus spp) DAN UPAYA PENGELOLAANNYA DI PERAIRAN PANTAI KABUPATEN BATANG (The Study of Potential Shrimp (Penaeus spp) Resource Utilization and the Management Effort in Batang Regency Coastal Waters) Sulistyowati Sulistyowati; Muhammad Zainuri; Aziz Nur Bambang
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 9, No 1 (2013): JURNAL SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6.995 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.9.1.55-61

Abstract

Kajian potensi dan pemanfaatan udang (Penaeus spp) di perairan pantai Kabupaten Batang dilakukan berdasarkan analisis terhadap data hasil tangkapan dan trip penangkapan udang selama kurun waktu 2002-2011. Analisis catch per unit effort (CPUE) digunakan untuk menduga potensi lestari (MSY) udang dan upaya penangkapan yang optimum. Analisis juga dilakukan untuk mengetahui keadaan musim penangkapan berdasarkan data kuartalan. Nilai MSY dan upaya penangkapan udang di  Kabupaten Batang masing –masing adalah 29.032 kg dan 18.262 trip tahun-1. Musim penangkapan udang tertinggi terjadi pada kuartal I yaitu pada bulan Januari-Maret dan semakin menurun hingga kuartal III (Juli-September). Diketahui bahwa status perikanan udang pada tahun 2005-2006 dan tahun 2010-2011 telah menunjukan overfishing, sehingga diperlukan upaya pengaturan. Pengaturan lebih ditujukan pada pembatasan hasil tangkapan dan upaya penangkapannya dengan jaring arad, yaitu 80% dari potensi lestarinya. Kata kunci : Analisis CPUE, udang (Penaeus spp), MSY, perairan pantai Kabupaten Batang.The study of potential and shrimp resource utilization (Penaeus spp) in Batang Regency coastal waters made based on analysis of the catching data and shrimp fishing trip during the period 2002-2011. Analysis of the catch per unit effort (CPUE) is used to predict the long-lasting potential (MSY) shrimp and optimum fishing effort. The analysis were also conducted to determine the state of fishing season based on quarterly data. MSY value and shrimp fishing effort in Batang respectively 29,032 kg and 18,262 trip. The highest shrimp fishing season was in the first quarter that is in January-March and decreased in the third quarter (July-September). It is known that the status of the shrimp fishery in 2005-2006 and in 2010-2011 have shown overfishing, so the effort settings required. The setting is more aimed at limiting the catch and the catch effort with arad net, ie 80% of the long-lasting potential. Key words: Analysis of CPUE, shrimp (Penaeus spp), MSY, Batang Regency coastal waters
PERFORMA BIOLOGIS TIRAM MUTIARA (Pinctada maxima) YANG DIBUDIDAYAKAN DENGAN KEPADATAN BERBEDA MENGGUNAKAN SISTIM LONGLINE (The Biological Performance Of Pearl Oysters (Pinctada Maxima) Which Are Cultured In Different Densities Uses A Longline System) Sri Hastuti Hastuti; Subandiyono Subandiyono; Seto Windarto; Ristiawan Agung Nugroho
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 15, No 1 (2019): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.741 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.15.1.54-59

Abstract

Kerang mutiara (Pinctada maxima) merupakan salah satu sumberdaya laut yang memiliki prospek untuk dikembangkan, bernilai ekonomis yaitu menghasilkan butiran mutiara yang bernilai jual tinggi.  Budidaya tiram mutiara pada tahap pendederan merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam usaha produksi mutiara.  Pada saat ini benih hasil pendederan banyak dibutuhkan perusahaan mutiara untuk meningkatkan target produksi mutiaranya.  Rendahnya angka kelangsungan hidup tiram yang disebabkan oleh kepadatan tebar dalam satu pocket net merupakan permasalahan yang perlu dipecahkan.  Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kepadatan optimum dalam pemeliharaan kerang mutiara.  Penelitian dilakukan di perairan Sekotong, Lombok Barat.  Penelitian ini dirancang dengan model rancangan acak lengkap (RAL).  Variabel bebas yang diterapkan adalah kepadatan spat tiram mutiara (P. Maxima), yaitu 50, 100 dan 150 individu pocket-1.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepadatan kerang mutiara (P. Maxima) dalam sistim pemeliharaan longline berpengaruh terhadap performa pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Kepadatan optimum kerang mutiara dalam 1 pocket net berada pada kisaran 89 hingga 124  individu per pocket net.   Pearl oyster (Pinctada maxima) is one of the marine resources that has the prospect of being developed, has high economic value, and produces pearls of pearls that have high selling value.   Nursery pearl oysters is one of a series of activities in the business of pearl production.  Harvest from the nursery are needed by pearl companies to increase their pearl production target at this time.  The low survival rate of oysters caused by shell density in the longline nursery method is a problem that needs to be solved. This research was conducted with the aim to analyze optimum density in the cultivation of oysters.  The research was conducted in Sekotong waters, West Lombok, Indonesia. This study was designed with a completely randomized design model (CRD).  The independent variables applied were the density of pearl oyster spat (P. Maxima), namely 50, 100 and 150 individual pocket-1.  The results showed that the density of pearl oysters (P. Maxima) in the longline system affected growth and survival performance. The optimum density of pearl oysters in 1 pocket net is in the range of 89 to 124 individuals pocket net-1.  The maximum density that is still capable of supporting its life is 135 individuals pocket net-1
POLA OSMOREGULASI, INDEKS PONDERAL, DAN KEMATANGAN GONAD KEPITING BAKAU (Scylla serrata) DI TAMBAK DESA PESANTREN, KECAMATAN ULUJAMI, PEMALANG Anastia Afika Riza; Sutrisno Anggoro; Suryanti Suryanti
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 16, No 1 (2020): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.418 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.16.1.31-38

Abstract

Osmoregulasi merupakan aspek yang sangat penting untuk diteliti dalam kegiatan budidaya kepiting bakau yang mana air media hidupnya kerap mengalami perubahan sifat fisika dan kimia. Salinitas memberikan pengaruh terhadap tekanan-tekanan osmotik yang berbeda terhadap tekanan osmotik tubuh organisme perairan, sehingga mengharuskan untuk melakukan proses osmoregulasi untuk menyeimbangkan tekanan osmotiknya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kerja osmotik (TKO), indeks ponderal, dan kematangan gonad kepiting bakau serta hubungan TKO dengan indeks ponderal dan kematangan gonadnya. Penelitian dilakukan pada bulan Desember sampai Maret 2019. Materi utama yang dijadikan objek pengamatan adalah kepiting bakau yang dibudidaya di tambak Desa Pesantren Ulujami Pemalang. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus menggunakan analisis deskriptif dan korelasi dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan kepiting bakau di tambak Desa Pesantren memiliki pola osmoregulasi hiperosmotik sedangkan pola osmoregulasi isoosmotik ditunjukkan pada kepiting yang sedang mengalami moulting. Indeks ponderal kurang dari dua sehingga bertubuh pipih dan belum matang gonad. Adapun tekanan osmotik berpengaruh negatif terhadap indeks ponderal dan kematangan gonad kepiting.
ANALISIS HAMBATAN GESEK KAPAL MODIFIKASI DARI KAPAL JARING INSANG MENJADI KAPAL PANCING TONDA DI PALABUHANRATU (Evaluation of Ship Resistance from the Modification of Gillnets Vessel Into Troll Lines Vessel in Palabuhanratu) Muhammad Nur Iqbal; Mohammad Imron; Fis Purwangka
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 16, No 1 (2020): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (955.074 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.16.1.22-30

Abstract

Transformasi alat tangkap jaring insang ke pancing tonda adalah upaya untuk meningkatkan hasil tangkapan. Pergeseran alat tangkap ikan telah menyebabkan perubahan dalam metode penangkapan ikan, dan mempengaruhi pergerakan kapal. Saat ini nelayan memodifikasi bagian badan kapal, pemasangan mesin yang belum memasukkan standar perhitungan dalam pembangunannya. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengidentifikasi kemampuan mesin kapal saat beroperasi, dilihat dari hambatan gesek dan tenaga mesin kapal. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Data diambil menggunakan metode observasi langsung, pengukuran dimensi utama kapal, wawancara ke Nahkoda “KM Untukmu" dan studi pustaka. Data-data tersebut dianalisa dengan menggunakan metode Holtrop untuk mencari nilai hambatan gesekan kapal, metode Telfer untuk mengubah nilai resistensi menjadi nilai gaya propulsi dan metode Nomura dan Yamazaki untuk mencari nilai Brake Horse Power (BHP). Dimensi utama kapal yang diukur adalah tinggi (D), lebar (B), panjang garis air (lwl) dan draft (d). Hasil studi menyimpulkan bahwa, mesin utama “KM Untukmu” memenuhi persyaratan kecepatan yang dibutuhkan untuk melakukan operasi penangkapan ikan, yaitu 4-8 knot dan tinggi draft 1 meter dengan nilai hambatan gesek 257,96-920,64 Newton (N m/s) dan dengan nilai HP yang dibutuhkan berkisar 2,155-23,48 HP. Mesin utama “KM Untukmu" telah memenuhi kebutuhan yang diperlukan untuk melakukan operasi pancing tonda dan mampu bergerak hingga kecepatan 11,12-12,92 knot. Transforming gill nets into troll line rods is an attempt to increase the number of catches. The shift of fishing gear has caused changes in fishing methods, this has affected the ship movements. Now fishermen are modifying ship’s body parts, machinery installation, and its main engine even though they didn’t include shipping calculation standard in its construction. This study objectives are identifying ship's engine performance during fishing operation, which seen from friction resistance and ship’s engine thrust. Data collection method used is direct sampling. Data taken using direct observation method, i.e. of the ship’s main dimensions measurements, Chief of “KM Untukmu” interviews and literature studies. Data analyzed using Holtrop method in order to find ship friction resistance value, and Nomura and Yamazaki method to calculate Brake Horse Power (BHP) value. Ship main dimensions measured are depth (D), breadth (B), length of water line (lwl) and draft (d). Study shows that KM Untukmu’s main engine meets speed requirements needed to carry out fishing operations, namely 4-8 knots and one meters draft height with friction resistance value of 257.96 – 920.64 Newton (N m/s) with HP value needed around 2.15 – 23.48 HP. “KM Untukmu” main engine has fulfilled troll line operation requirements and is capable in moving up the speeds up to 11.12 – 12.92 knots.
PERFORMA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TELUR Oithona similis DENGAN PAKAN FITOPLANKTON BERBEDA PADA SALINITAS MEDIA KULTUR OPTIMUM (Growth Performance And Egg Production of Oithona similis With Different Diet of Phytoplankton Cells in Culture Medium Optimum) Diana Chilmawati; Johannes Hutabarat; Sutrisno Anggoro; Suminto Suminto
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 16, No 1 (2020): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.515 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.16.1.39-44

Abstract

Kondisi optimum media kultur dan diet pakan yang sesuai dengan kebutuhan hidup (ekofisiologis) Oithona similis sangat penting agar dapat tumbuh dan berkembang secara maksimum. Proses bioenergetika dalam upaya pemanfaatan energi pakan untuk pertumbuhan, erat hubungannya dengan proses osmoregulasi organisme air yang dipengaruhi oleh salinitas media kulturnya. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh perbedaan diet fitoplankton dan menentukan jenis fitoplankton yang tepat yang memberikan performa  pertumbuhan dan produksi telur O. similis terbaik pada kondisi salinitas media kultur yang optimum (19,4 permil). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan  Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dengan masing-masing 5 kali ulangan, yaitu: kultur O. Similis dengan diet fitoplankton A. Chlorella vulgaris; B. Nannochloropsis oculata; C. Isochrysis galbana; dan D. Chaetoceros calcitrans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan diet mikroalga berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi telur O. similis pada kondisi salinitas media kultur optimum. Pemberian sel diatom Chaetoceros calcitrans memberikan kepadatan total (16,88±0,32 ind./ml), laju pertumbuhan populasi (0,141±0,001/hari) dan produksi telur (24,50±0,58 telur/ind.) O. similis terbaik.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 4 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 3 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 2 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 1 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 4 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 3 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 2 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 1 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 4 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 3 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 2 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 1 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 4 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 3 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 2 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 1 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 4 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 3 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 2 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 1 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 4 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 3 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 2 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 1 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 15, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 15, No 1 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 14, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 14, No 1 (2018): SAINTEK PERIKANAN Vol 13, No 2 (2018): SAINTEK PERIKANAN Vol 13, No 1 (2017): SAINTEK PERIKANAN Vol 12, No 2 (2017): SAINTEK PERIKANAN Vol 12, No 1 (2016): SAINTEK PERIKANAN Vol 11, No 2 (2016): SAINTEK PERIKANAN Vol 11, No 1 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 10, No 2 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 10, No 1 (2014): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 9, No 2 (2014): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 9, No 1 (2013): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 8, No 2 (2013): Jurnal Saintek Perikanan Vol 8, No 1 (2012): Jurnal Saintek Perikanan Vol 7, No 1 (2011): Jurnal Saintek Perikanan Vol 6, No 2 (2011): Jurnal Saintek Perikanan Vol 6, No 1 (2010): Jurnal Saintek Perikanan Vol 5, No 2 (2010): Jurnal Saintek Perikanan Vol 5, No 1 (2009): Jurnal Saintek Perikanan Vol 4, No 2 (2009): Jurnal Saintek Perikanan Vol 4, No 1 (2008): Jurnal Saintek Perikanan Vol 3, No 2 (2008): Jurnal Saintek Perikanan Vol 2, No 1 (2006): Jurnal Saintek Perikanan More Issue