cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18584748     EISSN : 25490885     DOI : -
Core Subject : Education,
SAINTEK PERIKANAN (p-ISSN: 1858-4748 dan e-ISSN: 2549-0885) adalah jurnal ilmiah perikanan yang diterbitkan oleh Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Februari dan Agustus).
Arjuna Subject : -
Articles 492 Documents
RASIO GAYA APUNG DAN GAYA TENGGELAM PURSE SEINE TIPE LENGKUNG PADA KAPAL UKURAN DIBAWAH 20 GT DI PPP BULU, TUBAN (Ratio of Buoyancy and Sinking Force of Purse Seine with Curved Type on Vessels Under 20 GT in PPP Bulu, Tuban) Bogi Budi Jayanto; Kukuh Eko Prihantoko; Bimo Silar Sanhajik
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 16, No 1 (2020): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.184 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.16.1.63-71

Abstract

Purse seine pelagis kecil tipe lengkung merupakan alat tangkap yang banyak digunakan di PPP Bulu karena dianggap paling efektif dalam menangkap ikan pelagis kecil schoaling. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik bentuk dan konstruksi, serta menganalisis kesesuaian teknis rasio gaya apung dan gaya tenggelam of this gear in PPP Bulu. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi survei dengan simple random sampling 10 buah kapal purse seine. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang selanjutnya digunakan untuk analisis karakteristik bentuk dan konstruksi, perhitungan bobot komponen, gaya apung dan gaya tenggelam. Sedangkan Analisis kesesuaian teknis rasio gaya apung dan gaya tenggelam menggunakan fungsi statistik deskriptif yang datanya disajikan secara ringkas dengan tabel. Purse seine pelagis kecil tipe lengkung di PPP Bulu menggunakan spesifikasi komponen yang berbeda-beda. Rasio gaya apung dan gaya tenggelam yang ideal adalah pada kisaran 1,5 – 2,0 kali jumlah gaya tenggelamnya. Rasio gaya apung dan gaya tenggelam dari 10 sampel menunjukkan bahwa 2 sampel memiliki rasio dibawah 1,5; sedangkan 8 sampel lainnya memiliki rasio diantara 1,5 – 2,0. Rata – rata nilai rasio gaya apung dan gaya tenggelam alat tangkap purse seine pelagis kecil tipe lengkung di PPP Bulu, Kabupaten Tuban berada pada 1,7. Small pelagic purse seine, curved type, is one of the most widely used fishing gear in Bulu, since it is considered the most effective in capturing pelagic schoaling. The purpose of this study was to analyze the characteristics of shape and construction, as well as to analyze the technical suitability of the floating force ratio and the sinking force of this gear in PPP Bulu. This research was used survey description method with simple random sampling 10 purse seiner . Data collection was done by observation, interviews, and documentation, which was then used for analysis of the characteristics of shape and construction, calculation of component weights, buoyancy and sinking forces. On the other hand, the technical suitability analysis of the ratio of buoyancy and sinking force were used descriptive statistical functions whose data are presented concisely with tables. Small pelagic purse seine, curved type, in PPP Bulu use different component specifications. The ideal buoyancy and sinking ratio is 1.5 - 2.0 times the sinking force.  The ratio of buoyancy and sinking force of ten samples showed that two samples had a ratio below 1.5; while the other eight samples had ratio between 1.5 - 2.0. The average value of the ratio of buoyancy and sinking force of a small pelagic purse seine, curved type, in PPP Bulu, Tuban Regency was 1.7.
ANALISIS STATUS TROFIK PERAIRAN WADUK JATIBARANG DENGAN MENGGUNAKAN DATA CITRA SATELIT SENTINEL-2A (Analysis of the Trophic Status of Jatibarang Reservoir Waters Using Sentinel-2A Satellite Image Data) Rajib Jaka Dwinta Chandra; Churun Ain; Sigit Febrianto; Siti Rudiyanti; Frida Purwanti
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 16, No 2 (2020): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.16.2.%p

Abstract

Waduk Jatibarang yang berlokasi di Kelurahan Kandri, Kota Semarang memiliki potensi perikanan. Kondisi pemantauan kualitas air dapat diketahui dengan berbagai cara salah satunya yaitu dengan analisis status trofik. Tujuan penelitian ini untuk  mengetahui gambaran spasial parameter kualitas air diantaranya kecerahan, fosfor dan klorofil-a serta sebaran status trofik di Waduk Jatibarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, data citra Satelit Sentinel-2A pada rekaman tanggal 04 Maret 2019 untuk menentukan status trofik dengan pengolahan menggunakan aplikasi ErMapper serta algoritma kecerahan, total fosfor, dan klorofil-a. Pengambilan data lapangan dilakukan pada tanggal 26 Maret 2019 sebagai uji akurasi. Pengambilan data lapangan dilakukan di 7 stasiun 3 kali pengulangan dengan waktu pagi siang dan malam. Analisa akurasi data dilakukan dengan pendekatan standart error (SE) sedangkan status trofik dengan Metode Indeks Carlson. Hasil yang diperoleh untuk uji akurasi (SE) setiap variabel yaitu : kecerahan 0,163, total fosfor 0,882 dan klorofil-a 1,011, nilai kecerahan berkisar antara 0,4 – 1 meter, nilai total fosfor berkisar antara 0,01 – 0,2 µg/l dan nilai klorofil-a berkisar antara 0,1 – 1,2 µg/l. Nilai status trofik Carlson Waduk Jatibarang berdasarkan pengolahan data satelit sentinel 2A berkisar 48,46 – 59,58 dan nilai TSI tertinggi berada pada titik 4 pada inlet Waduk Jatibarang. Secara keseluruhan tingkat kesuburan waduk Jatibarang termasuk kedalam mesotrofik sampai eutrofik ringan. Jatibarang Reservoir, located in the Kandri village, Semarang City has potential for fisheries. The monitoring of water quality can be known in various ways one of which is by the trophic status analysis. The purpose of this study were to know the water quality parameters including brightness, phosphorus and chlorophyll-a and to determine the distribution of trophic status in the Jatibarang Reservoir. This research uses descriptive method, with Sentinel-2A Satellite imagery data recorded on March 4, 2019 to determine trophic status by processing using the ErMapper application as well as the brightness, total phosphorus, and chlorophyll-a algorithms.Field data collected on March 26, 2019 as an accuracy test. Field data retrieval was done at 7 stations and with 3 repetitions in the morning afternoon and evening time. Data accuracy analysis was done by standard error (SE) while trophic status by Carlson Index Method. The results obtained for testing the accuracy (SE) of each variable were: brightness 0.163, total phosphorus 0.882 and chlorophyll-a 1.011, brightness ranged from 0.4-1 meters, total phosphorus ranged between 0.01 - 0.2 µg / l and chlorophyll-a ranged from 0.1 - 1.2 µg / l. The Carlson Trophic Jatibarang trophic status value ranges from 48.46 - 59.58, the trophic level includes mesotrophic to mild eutrophic.
RESPONS TINGKAH LAKU CUMI-CUMI (Uroteuthis duvaucelli, Orbigny 1835) TERHADAP WARNA DAN INTENSITAS CAHAYA YANG BERBEDA (Behavior Response of Squid Uroteuthis duvaucelli, Orbigny 1835 to Different Light Color and Intensity) Denta Tirtana; Mochammad Riyanto; Sugeng Hari Wisudo; Adi Susanto
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 16, No 2 (2020): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.16.2.%p

Abstract

Cumi-cumi merupakan salah satu target utama dalam perikanan dengan menggunakan cahaya (light fishing) di Indonesia. Penangkapan cumi-cumi mengandalkan indera penglihatan berupa rangsangan cahaya agar cumi-cumi mendekati alat tangkap. Respons penerimaan cahaya oleh mata cumi-cumi dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya warna dan intensitas. Penelitian ini bertujuan untuk menetukan respons tingkah laku dan adaptasi mata cumi-cumi dengan perbedaan warna yakni biru, putih dan merah yang intensitas rendah (1,1 x 10-4 – 2,3 x 10-4 W/cm2), sedang (9,6 x 10-4 – 2,0 x 10-3 W/cm2) dan tinggi (9,4 x 10-3 – 1,2 x 10-2 W/cm2). Adaptasi retina cumi-cumi dilakukan dengan pendekatan histologi untuk setiap perlakuan. Respons tingkah laku cumi-cumi dilakukan dengan pengamatan 4-40 ekor cumi-cumi berukuran 4-10,5 cm pada bak perlakuan. Respons tingkah laku yang diamati adalah preferensi zona, jumlah jetting dan Nearest Neighbor Distance (NND). Adaptasi retina mata cumi-cumi yang memiliki nilai rasio tertinggi adalah lampu warna biru dengan 74,54%. Cumi-cumi berada pada zona redup dihampir semua perlakuan, kecuali pada lampu warna biru dengan intensitas rendah cumi-cumi berada pada zona terang. Intensitas yang ditambahkan membuat jumlah jetting pada semua perlakuan bertambah. Jarak antar individu pada lampu biru menyebabkan semakin menjauh, sementara pada lampu putih dam merah jarak antar individu mendekat pada intensitas sedang. Squid is one of main targets of the light fishing in Indonesia. The squid fishing relies on the sense of sight i.e. light stimulus so that the squid comes near to the fishing gear. Response of the light reception by squid eyes are affected by many factors, i.e. color and intensity. This study aimed to determine response of fish behavior and eye adaptation of the squid with the difference of color, i.e. blue, white, and red that had low intensity (1.1 x 10-4 – 2.3 x 10-4 W/cm2), medium intensity (9.6 x 10-4 – 2.0 x 10-3 W/cm2) and high intensity (9.4 x 10-3 – 1.2 x 10-2 W/cm2). To know the retina adaptation of squid was observed by histology approach for every treatments. To know response of squid behavior was observed with 4-40 squids on the size 4-10.5 cm on the treatment tub. Response of squid behavior observed were zone prefence, the number of jetting and Nearest Neighbor Distance (NND). The retina adaptation of squid that had the highest ratio value was blue lamp with 74.54%. The squid was on the dim zone for almost of treatment, except on the blue lamp with low intensity (the squid on the clear zone). The intensity addition increased the number of jetting on the all of treatment. The gap inter-individu on the blue lamp caused the individu far away, the gap inter-individu on the white lamp caused the individu closer in the medium intensity. 
KINERJA PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PENGAMBENGAN JEMBRANA BALI (Performance of Pengambengan Nusantara Fishing Port (NFP) Jembrana-Bali) Agus Suherman Suherman; Herry Boesono; Faik Kurohman; Abdul Kohar Muzakir
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 16, No 2 (2020): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.16.2.123-131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas dan kinerja operasional serta faktor-faktor penentu kinerja PPN Pengambengan. Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober 2019 hingga Januari 2020 di PPN Pengambengan. Analisis data dilakukan dengan dua metode; pertama metode deskriptif yaitu untuk menganalisis aktivitas operasional dan penilaian kinerja operasional berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap tahun 2015 Nomor 20/KEP-DJPT/ 2015; kedua metode Structural Equation Model (SEM) untuk mengetahui faktor-faktor penentu kinerja PPN Pengambengan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas operasional PPN Pengambengan terus mengalami peningkatan. Kunjungan kapal pada tahun 2019 mengalami kenaikan sebesar 17,83% dibandingkan tahun 2018. Pendaratan ikan mengalami kenaikan sebesar 88%. Total pendaratan mengalami kenaikan sebesar 99,60 %. Penilaian kinerja terhadap 27 kriteria berdasarkan pedoman yang ditetapkan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap tahun 2015 menunjukkan bahwa kinerja operasional PPN Pengambengan adalah sebesar 84,25 – 87,50. Selama Oktober 2019 dan November 2019 kinerja sangat baik, untuk Desember 2019 dan Januari 2020 berkinerja Baik. Berdasarkan hasil pengujian SEM, pelayanan PPN mempunyai pengaruh paling besar terhadap kinerja PPN. Hal ini ini menunjukan bahwa semakin tinggi pelayanan PPN maka semakin tinggi pula kinerja PPN. This research is purposed to analyze operational activities and determinants of the performance of NFP Pengambengan. This research was conducted in October 2019 to January 2020 in NFP Pengambengan. Data analysis is performed using two methods; the first is a descriptive method to analyze operational activities and assess the operational performance of NFP Pengambengan based on the guidelines in the Decree of the Director General of Capture Fisheries in 2015 Number 20/KEP-DJPT/2015; the second is the Structural Equation Model (SEM) method, which is to determine the determinants of the NFP Pengambengan performance. The results of this study indicate that the NFP Pengambengan operational activities continue to increase. Ship visits in 2019 have increased by 17.83% compared to 2018. Fish landings increased by 88%.  The total landing also increased as many as  99.60%. Based on test results, it's stated tha the value of the NFP Pengambengan performance is 84.25 - 87.50. The performance evaluation of 27 criteria based on guidelines issued by the Director General of Capture of Fisheries in 2015 showed that the operational performance of the NFP Pengambengan during October 2019 and November 2019 was very well performed, while for December 2019 and January 2020 it was categorized as well performed. Based on SEM test results, the NFP service has the most influence on NFP performance. This shows that the higher the NFP service, the higher the NFP performance.
EVALUASI DIET KOLIN DAN METIONIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN EFISIENSI PAKAN IKAN MAS (Cyprinus carpio) (Evaluation of Dietary Choline and Methionine on The Growth Performance and Feed Indices of Common Carp (Cyprinus carpio)) Rahma Suci; Rudy Agung Nugroho; Retno Aryani; Hetty Manurung; Rudianto Rudianto
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 16, No 2 (2020): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.16.2.%p

Abstract

Kolin dan metionin bermanfaat dalam imunitas, pertumbuhan, deposisi lipid dan protein pada ikan. Penambahan kolin dan metionin dalam pakan ikan mas (Cyprinus carpio) perlu dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan kolin dan metionin pada pakan terhadap pertumbuhan dan efektivitas pakan ikan mas. Sejumlah 1.350 ekor ikan (umur ±2 bulan, berat awal 25,29±0,10 gram, panjang 10,5±11,2 cm) dibagi menjadi tujuh kelompok perlakuan dan satu kelompok kontrol dengan masing-masing tiga pengulangan. Kelompok kontrol dan perlakuan diberi diet basal (5 kali sehari) dengan penambahan persentase (%) rasio kolin dan metionin berbeda. Kelompok D1 = tanpa kolin dan metionin (kontrol); D2-8 adalah kelompok ikan dengan penambahan formulasi kombinasi kolin dan metionin sebagai berikut: D2 (0%:0,15%), D3 (0,04%:0%), D4 (0,04%:0,15%), D5 (0,08%:0%), D6 (0,08%: 0,15%), D7 (0,12%:0%), D8 (0,12%: 0,15%) selama 12 minggu. Parameter pertumbuhan yaitu: berat akhir, pertambahan berat badan, pertambahan berat harian, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, efisiensi pakan, laju efisiensi protein, dan kelangsungan hidup ikan mas yang diukur pada akhir minggu ke 12. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa nilai tertinggi berat akhir, pertambahan berat badan, pertambahan berat harian, laju pertumbuhan spesifik, rasio efisiensi protein, dan efisiensi pakan didapat pada ikan mas kelompok D8. Sementara rasio konversi pakan ikan kelompok D3 menunjukkan hasil yang lebih tinggi dari ikan kelompok lainnya. Kesimpulan penelitian adalah diet D8 dapat diterapkan dan bermanfaat untuk meningkatkan pertumbuhan ikan. Sementara diet D3 bermanfaat untuk menaikkan efisiensi pakan dan rasio konversi pakan ikan mas. Choline and methionine are beneficial in immunity, growth, lipid and protein deposition in fish. A supplementation of choline and methionine in Carp fish (Cyprinus carpio) feed should be performed to improve growth and feed efficiency. This study evaluated the importance of choline and methionine supplementation on the growth and feed efficiency. In total 1,350 fish (± 2 months old, initial weight 25.29 ± 0.10 g, length 10.5 ± 11.2 cm) were randomly divided into triplicates seven treatment groups and one control group. For 12 weeks, the control and treatment fish groups were given a basal diet (5 times per day) with a different percentage (%) ratio of choline and methionine. Namely: D1 = without choline and methionine (control); D2-8 are groups of fish with a combination of formulation and methionine as follows: D2 (0%: 0.15%), D3 (0.04%: 0%), D4 (0.04%: 0.15%), D5 (0.08%: 0%), D6 (0.08%: 0.15%), D7 (0.12%: 0%), D8 (0.12%: 0.15%). Growth parameters such as: final weight (FW), body weight gain (BWG), daily weight gain (DWG), specific growth rate (SGR), feed conversion ratio (FCR), feed efficiency (FE), protein efficiency rate (PER), and survival rate were determined at the end of the week 12. The results showed that optimum FW, BWG, DWG, SGR, PER, and FE were obtained in D8 group. Meanwhile, the FCR of D3 group was higher than other groups. In conclusion, D8 diet is beneficial to to increase fish growth, while D3 diet is useful for increasing FE and FCR of carp. 
PENGARUH KOMBINASI PAKAN BUATAN DAN SEL Chaetoceros calcitrans TERHADAP PERFORMA PERTUMBUHAN Oithona similis (The Effect of Combination Artificial Feed and Chaetoceros calcitrans Cell on Growth Performance of Oithona similis) Suminto Suminto; Aridha Dian Mayasari; Subandiyono Subandiyono; Diana Chilmawati
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 16, No 2 (2020): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.16.2.%p

Abstract

Kopepod, Oithona sp., adalah salah satu zooplankton.yang memiliki kelimpahan cukup tinggi dan memiliki distribusi yang luas di laut. Oithona sp. memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, sehingga layak untuk dijadikan pakan alami ikan maupun udang. Oithona sp. mengandung kalsium, EPA dan DHA yang lebih tinggi daripada Artemia sp. Kultur Oithona sp. sebagai sumber pakan larva udang maupun ikan memerlukan fitoplankton yang cukup banyak pula. Kultur fitoplankton memiliki teknik penyimpanan dan teknik pemberian pakan yang rumit jika dibandingkan dengan pakan buatan. Spesies yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Oithona similis. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh dan dosis kombinasi pakan buatan dan sel Chaetoceros calcitran  terhadap performa pertumbuhan O. similis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas lima perlakuan dan tiga kali ulangan, yaitu dengan kombinasi (A) pakan buatan 0% + C. calcitrans 100%, (B) pakan buatan 25% + C. calcitrans 75%, (C) pakan buatan 50% + C. calcitrans 50%, (D) pakan buatan 75% + C. calcitrans 25%, (E) pakan buatan 100% + C. calcitrans 0%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pakan buatan dan C. calcitrans berpengaruh nyata terhadap kepadatan, laju pertumbuhan relatif, laju pertumbuhan dan produksi telur O. similis. Perlakuan C (pakan buatan 50% + C. calcitrans 50%) memberikan nilai terbaik pada kepadatan total 8,70±0,20 ind, laju pertumbuhan 0,23±0,009 ind/hari, laju pertumbuhan relatif 38,50±1,00%/hari dan produksi telur 18,00±0,72 telur/ind. Dosis optimum pakan buatan terhadap kepadatan total, laju pertumbuhan, laju pertumbuhan relatif dan produksi telur sebesar 37,2%, 38,9%, 37,1% dan 36,1%. Copepod, Oithona sp., is one of  zooplankton. Oithona sp. that distribute widely and abundance in the sea. Oithona sp. contains high nutritional value. Therefore, it is suitable use Oithona sp. as natural food for fish or shrimp. Oithona sp. contains calcium, EPA, and DHA which is higher than Artemia sp. Oithona sp. as a source of natural food for shrimp and fish larvae also need phytoplankton sufficient. Storing and feeding techniques of phytoplankton as natural food are more complicated than artificial feed. This study aims to determine the effect, and the combination dosage of artificial feed and C.calcitrans cells on the growth performance of O. similis. This study used an experimental method and a completely randomized design (CRD) which consisted of five treatments and three replication, with combination of (A) artificial feed 0% + C. calcitrans 100%, (B) artificial feed 25% + C. calcitrans 75%, (C) artificial feed 50% + C. calcitrans 50%, (D) 75% artificial feed + 25% C. calcitrans; (E) 100% artificial feed + C. calcitrans 0%. The results showed that the combination of artificial feed and C. calcitrans significantly affected on density, relative growth rate, growth rate and egg production. The C treatment gave the best value at total density of 8.70 ± 0.20 ind, growth rate 0.23 ±0.009 ind/day , relative growth rate of 38.67 ± 0.58%/day, and egg production 18 .00 ± 0.72 egg/ind. The optimum dose of artificial feed and C. calcitrans on density, relative growth rate, growth rate and egg production were 37.2%, 38.9%, 37.1%,, and 36.1%.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KOMPONEN SENYAWA BIOAKTIF EKSTRAK METANOL ABALON TROPIS, Haliotis asinina (Antioxidant Activity and Bioactive Compound Of Methanol Extract Of Tropical Abalone, Haliotis asinina) Sri Fatmah Sari; Anwar Said; Lely Okmawaty Anwar; Rosmawati Rosmawati; Iin Nurdiyanty Nurdin
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 16, No 2 (2020): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.16.2.%p

Abstract

Abalon Haliotis asinina dikenal dengan nama lokal Kerang Mata Tujuh, merupakan salah satu komoditas perikanan yang bernilai ekonomis tinggi yang terdapat dalam jumlah melimpah di Perairan Teluk Kendari, khususnya di Desa Tapulaga, Kabupaten Konawe. Ketersediaan data mengenai komponen bioaktif dari daging abalon dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi pelengkap dalam  kegiatan pengembangan dan pengolahan abalon di daerah Sulawesi Tenggara. Sedangkan, kajian mengenai aktivitas antioksidan yang terdapat pada organ visera/jeroan abalon, diharapkan dapat menjadi pilihan dalam  pemanfaatan  hasil samping dari proses pengolahan abalon, yang nantinya bisa dikembangkan sebagai salah bahan antioksidan alami.  Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan, antara lain: Pengambilan sampel abalon di Desa Tapulaga, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara; Preparasi sampel;  Ektraksi sampel melalui metode maserasi dengan menggunakan pelarut metanol p.a;  Pengujian aktivitas antioksidan dan komponen senyawa bioaktif. Senyawa bioaktif yang terdeteksi pada ekstrak metanol daging maupun visera adalah flavonoid, saponin, alkaloid, dan fenol. Nilai senyawa fenol total dari ekstrak metanol visera sebesar 126,52µg/ml, nilai tersebut jauh lebih besar jika dibandingkan dengan nilai fenol total pada ekstrak metanol daging (77,26 µg/ml), hal ini berkorelasi dengan aktivitas antioksidan yang lebih berpotensi pada visera dibanding daging, dimana hasil pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menunjukkan nilai IC50 ekstrak metanol visera dan daging abalon masing-masing 552,52 dan 632,92 µg/ml. Semakin kecil nilai IC50 pada suatu ekstrak menunjukkan aktivitas antioksidan yang makin tinggi. Abalone Haliotis asinina known locally as Kerang Mata Tujuh , is one of  fisheries commodities that have a high economic value. This organisms found in abundance in the waters of Southeast Sulawesi, especially in Tapulaga Village, Konawe Regency. Availability of data on bioactive compound of abalone meat from this study is expected to be a supplementary information in the development and processing of abalone in Southeast Sulawesi. Meanwhile, a study of antioxidant activity found in viscera of abalone, is expected to be an option in utilizing byproducts from abalone processing, which can later be developed as one of natural antioxidant ingredients. This research was carried out in several stages, including: Sampling of abalone in Tapulaga Village, Konawe Regency, Southeast Sulawesi; Sample preparation; Sample extraction by maseration method using methanol p.a; and Analysis of antioxidant activity and bioactive compounds. Bioactive compounds detected in crude extract of meat and viscera were flavonoids, saponins, alkaloids, and phenols. Total phenol from viscera methanol extract was 126.52 µg / ml, this value was much greater than the total phenol in meat (77.26 µg / ml), so it correlates to antioxidant activity which has more potential on viscera compared to meat, where the results of antioxidant activity with the DPPH method showed IC50 values of viscera methanol extract and abalone meat respectively 552.52 and 632.92 µg / ml. The smaller the IC50 value in an extract indicates higher antioxidant activity.
POTENSI OLIGOCHITOSAN SEBAGAI EDIBLE COATING PADA ANGGUR LAUT (Caulerpa lentillifera) (The Potential of Oligochitosan as an Edible Coating of Sea Grape (Caulerpa lentillifera)) Gede Ari Yudasmara
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 16, No 2 (2020): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.16.2.%p

Abstract

Caulerpa lentillifera merupakan edible seaweed yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dikonsumsi dalam bentuk segar maupun bentuk olahan. Namun, Caulerpa lentillifera sangat mudah rusak dan memiliki umur simpan yang singkat pada proses pasca panen. Agar penurunan mutu dan masa jualnya dapat diperpanjang, maka diperlukan upaya untuk dapat menghambat kerusakannya. Pemberian lapisan tipis oligochitosan pada bagian permukaan Caulerpa lentillifera, merupakan salah satu upaya yang dapat diterapkan, mengingat oligochitosan adalah turunan dari chitosan yang sudah dikenal luas sebagai  pengawet alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelapisan oligochitosan dengan konsentrasi yang berbeda terhadap daya simpan Caulerpa lentillifera pasca panen. Bahan oligochitosan yang digunakan berupa cairan yang kemudian dilarutkan pada air laut steril untuk setiap konsentrasi perlakuan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 4 perlakuan yaitu P1 (pencelupan oligochitosan 0,25%), P2 (oligochitosan 0,5%), P3 (oligochitosan 0,75%) dan P0 tanpa pencelupan (kontrol) dengan menggunakan 100-gram Caulerpa lentillifera pada setiap ulangannya sebanyak 3 kali masing-masing selama 7 detik, kemudian ditiriskan dan disimpan ke dalam wadah plastik transparan tertutup pada ruangan bersuhu 20-25oC. Parameter yang diamati adalah warna, tekstur, aroma dan bobot setelah perlakuan yang dianalisis melalui uji organoleptik dan penimbangan bobot setiap hari selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pelapisan oligochitosan secara positif dapat memperpanjang masa simpan dan mampu mempertahankan mutu Caulerpa lentillifera saat pasca panen, selama P0 (3 hari); P1 (4 hari); P2 (5 hari); dan P3 (3 hari). Kadar oligochitosan 0,5% (P2) merupakan kadar yang optimal dalam memperpanjang daya simpan dan mampu mempertahankan karakteristik fisik Caulerpa lentillifera selama 5 hari penyimpanan. Caulerpa lentillifera is edible seaweed with a high economic value which is consumed in a great number both as fresh and processed food. However, it spoils easily and has a very short storage life time in the post-harvest process. In order to stop the degradation of its quality and to prolong its sale time, then there is a need to stop its spoilage. Coating the surface part of Caulerpa lentillifera with a thin oligochitosan layer is one of the efforts that can be used, considering oligochitosan is a chitosan derivative which is widely known as a natural preservative. This study aimed at finding out the effect of the use of oligochitosan covering with different concentrations on the storage lifetime of post-harvest Caulerpa lentillifera. This study used oligochitosan liquid which was dissolved in sterile water in each treatment concentration. This study used an experimental method using 4 (four) treatments: P1 (coating with 0.25% oligochitosan, P2 (coating with 0.5% oligochitosan), P3 (coating with 0.75% oligochitosan) and P0 without coating (control) by using 100 gram of Caulerpa lentillifera at each repetition for 7 seconds and then the Caulerpa lentillifera was drained and stored in a closed transparant plastic container at the room temperature of 20-25 oC. The parameters that were observed were color, texture, aroma, and weight after treatments which were analyzed through the organoleptic test and the weights were measured every day for 7 days. The result showed that the application of the oligochitosan coating positively lengthens the storage lifetime and is able to maintain the quality of the post-harvest Caulerpa lentillifera, with PO (for 3 days); P1 (for 4 days); P2 (for  5 days); and P3 (for 3 days). The 0.5% (P2) Oligochitosan content is the optimal content in lengthening the storage lifetime and is able to maintain the physical characteristics of Caulerpa lentillifera for 5 days storage 
PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN IMUNITAS BENIH TERIPANG PASIR, Holothuria scabra DENGAN MELALUI PEMBERIAN PROBIOTIK DALAM PAKAN (Improvement of Growth and Immunity of Sandfish, Holothuria scabra Juvenile Through the use of Probiotics in Feed) Sari Budi Moria Sembiring; Zeny Widi Astuti; Nyoman Adiasmara Giri; Haryanti Haryanti Haryanti
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 16, No 2 (2020): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.16.2.%p

Abstract

Probiotik sebagai suplemen pakan yang mengandung mikroorganisme untuk mengendalikan patogen, meningkatkan pertumbuhan dan kekebalan/respon imun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh probiotik terhadap pertumbuhan, kekebalan dan kerentanan terhadap Vibrio sp pada teripang pasir. Metoda penelitian ini diawali dengan mengkultur probiotik Gamma proteobacterium strain M-4, Bacillus subtilis strain Q-1 dan Bacillus sp strain E-2 dengan kepadatan108-9 CFU/mL, pencampuran dalam pakan dan aplikasi probiotik untuk pemeliharaan benih teripang pasir. Pemeliharaan  benih teripang pasir dengan ukuran bobot tubuh  6,0 ± 1,4 g dan panjang total 4,3 ± 0,6 cm dalam bak beton volume 1m3 sebanyak 12 buah. Jumlah benih yang ditebar sebanyak 100 ekor/bak dan  penelitian berlangsung selama 4 bulan. Perlakuan adalah penggunaan pakan buatan dengan penambahan probiotik (A) dan  tanpa penambahan probiotik sebagai kontrol (B). Dosis pemberian pakan sebanyak 3% dari bobot tubuh dan frekuensi pemberian 1 kali. Parameter yang diamati adalah performa pertumbuhan dan tingkat imunitas setelah diuji tantang dengan V. azureus strain 4C-1. Tingkat imunitas dianalisis melalui ekspresi gen menggunakan RT-qPCR pada target gen: SOD, LZM dan CAT. Hasil yang diperoleh menunjukkan penggunaan kombinasi probiotik yang dicampur pada pakan pellet memberikan sintasan (95,3%) dan bobot akhir (10,3 g) lebih tinggi dan berbeda nyata (P<0.05) dibandingkan dengan kontrol (88,8% dan 8,1 g). Respon imunitas pada benih juga menunjukkan peningkatan.  19 - 21 kali lebih tinggi setelah diuji tantang dengan V. azureus, terutama pada target gen LZM dan SOD. Sebagai kesimpulan, penggunaan probiotik strain bakteri Gamma proteobacterium, Bacillus subtilis dan Bacillus sp. dapat meningkatkan pertumbuhan dan imunitas benih teripang pasir.  Probiotics as feed supplements to control pathogens and to promote growth and immune / immune responses. The study was to determine the effect of probiotics on growth, immunity and susceptibility to the pathogen Vibrio sp. Research method begins with culturing probiotics Gamma proteobacterium strain M-4, Bacillus subtilis strain Q-1 and Bacillus sp strain E-2 each to a density of 108-9 CFU/mL, mixed with the feed and applied probiotics for rearing of sand fish juvenile. Sandfish juvenile with body weight of 6.0 ± 1.4 g and total length of 4.3 ± 0.6 cm were reared in 12 concrete tanks, each 1m3 in volume. The number of juvenile stocked was 100 individual/tank and conducted in four months. Treatments were the use of artificial feed with the addition of probiotics (A) and without the addition of probiotics as control (B). Feeding rate applied was 3 % of total biomass and fed once per day. The parameters observed were growth performance and level of immunity after being challenged with V. azureus strain 4C-1. The immunity rate analized were gene expression using RT-qPCR and gene target were SOD, LZM and CAT.  The results obtained showed that the use of combination of probiotics and mixed in pellet feed gave a higher survival rate (95.3%) and a higher final weight (10.3 g) (P <0.05) compared to control pellet feed (88.8% and 8.1 g respectively). The immune response of juvenile was also improved 19-21 times higher after being tested with V. azureus, especially in the LZM and SOD gene targets. In conclusion, the role of the use of probiotics Gamma proteobacterium, Bacillus subtilis and Bacillus sp. were able to increase the growth and immunity of sandfish juvenile.
AIR-SEA FLUX OF CO2 IN THE WATERS OF KARIMUNJAWA ISLAND, INDONESIA Nurul Latifah; Sigit Febrianto; Anindya Wirasatriya; Hadi Endrawati; Muhammad Zainuri; Suryanti Suryanti; Andreas Nur Hidayat
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 16, No 3 (2020): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.16.3.171-178

Abstract

The purpose of this study was to determine the distribution of CO2 flux in Karimunjawa in the east monsoon.  The variables in this study were temperature; pH; salinity; DO; CO2 atm was measured using a CO2 meter; chlorophyll-a, phosphate, silicate were measured spectrophotometric method. Total Alkalinity / TA was measured using the titration method with the principle of changing pH; DIC (Dissolved Inorganic Carbon) was measured using CO2sys software. The partial pressure of seawater carbon dioxide calculated using formula: pCO2sea = 6.31T2 + 61,9 Chla2 – 365.85T – 94.41 Chl-a +5715.94, the partial pressure of atmospheric carbon dioxide calculated using formula: pCO2atm = xCO2atm (pb - pH2O).  The calculation of the estimated CO2 flux using the formula: Flux CO2 = Kh x kwa x (∆pCO2)  , if the CO2 flux has a positive value water acts as a CO2 source, and if it is negative, the waters act as a CO2 sink..  CO2 flux in Karimunjawa waters during east monsoon (represented by August 2018) showed that in Karimunjawa waters with normal pH 7.2-7.4 were dominated by bicarbonate ion HCO3-with an average value of  DIC 1847.24 µmol/kg dan TA 1912.51 µmol/kg.  The partial pressure of seawater CO2 is higher than the partial pressure of atmospheric CO2  this indicates that the role of Karimunjawa waters as a source of CO2 where there is release of carbon dioxide into the atmosphere with CO2 flux values ranging from 8.549 – 13.272 mmol m-2 day-1.  The variables that affect the flux of CO2 were the pCO2sea and ΔpCO2 with a very strong and positive correlation. These two variables were influenced by sea water temperature, salinity, chlorophyll-a, phosphate and silicate.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 4 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 3 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 2 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 1 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 4 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 3 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 2 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 1 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 4 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 3 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 2 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 1 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 4 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 3 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 2 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 1 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 4 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 3 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 2 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 1 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 4 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 3 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 2 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 1 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 15, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 15, No 1 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 14, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 14, No 1 (2018): SAINTEK PERIKANAN Vol 13, No 2 (2018): SAINTEK PERIKANAN Vol 13, No 1 (2017): SAINTEK PERIKANAN Vol 12, No 2 (2017): SAINTEK PERIKANAN Vol 12, No 1 (2016): SAINTEK PERIKANAN Vol 11, No 2 (2016): SAINTEK PERIKANAN Vol 11, No 1 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 10, No 2 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 10, No 1 (2014): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 9, No 2 (2014): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 9, No 1 (2013): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 8, No 2 (2013): Jurnal Saintek Perikanan Vol 8, No 1 (2012): Jurnal Saintek Perikanan Vol 7, No 1 (2011): Jurnal Saintek Perikanan Vol 6, No 2 (2011): Jurnal Saintek Perikanan Vol 6, No 1 (2010): Jurnal Saintek Perikanan Vol 5, No 2 (2010): Jurnal Saintek Perikanan Vol 5, No 1 (2009): Jurnal Saintek Perikanan Vol 4, No 2 (2009): Jurnal Saintek Perikanan Vol 4, No 1 (2008): Jurnal Saintek Perikanan Vol 3, No 2 (2008): Jurnal Saintek Perikanan Vol 2, No 1 (2006): Jurnal Saintek Perikanan More Issue