cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18584748     EISSN : 25490885     DOI : -
Core Subject : Education,
SAINTEK PERIKANAN (p-ISSN: 1858-4748 dan e-ISSN: 2549-0885) adalah jurnal ilmiah perikanan yang diterbitkan oleh Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Februari dan Agustus).
Arjuna Subject : -
Articles 492 Documents
PENGARUH PERBEDAAN JENIS GARAM TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI TERASI UDANG REBON ( Mysis relicta ) Famella Wahono; Ir. Sumardianto PG.Dipl.,M.Gz; Laras Rianingsih, S.Pi., M.Sc
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 18, No 2 (2022): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.18.2.130-137

Abstract

Terasi adalah salah satu produk fermentasi yang terbuat dari udang rebon dengan penambahan garam yang berfungsi yaitu sebagai pengawet, pertumbuhan bakteri asam laktat dan memperbaiki mutu sensori terasi. Penggunaan jenis garam yang berbeda pada proses pembuatan terasi dapat berpengaruh terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori terasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis garam yang berbeda terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori terasi dan mengetahui jenis garam yang terbaik terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori terasi. Penelitian ini bersifat experimental laboratories dengan model Rancangan Acak Lengkap (RAL)  menggunakan faktor perbedaan jenis garam (Garam Krosok, Garam Bledug Kuwu dan Garam Himalaya) dengan tiga kali pengulangan. Parameter pengujian yang dilakukan yaitu kadar air, kadar garam, Aw, TPC BAL, pH, warna dan organoleptik. Data parametrik dianalisis dengan ANOVA dan BNJ, sedangkan data non parametrik menggunakan uji Kruskal-wallis dan Mann-Whitney. Hasil penelitian didapatkan nilai kadar air 30,62-31,41%; kadar garam antara 6,84-22,46%; Aw 0,64-0,66; TPC BAL 1,5 x 106 – 5,3 x 108; nilai pH 6,28-6,32; derajat warna oHue berkisar 72 -83o  menunjukan terasi berwarna yellow red ; dan nilai organoleptik terasi GK, GB dan GH secara berurutan 7,74 <µ< 8,16; 7,48 <µ< 7,85 dan  7,79 <µ< 8,12. Kesimpulan menunjukkan perlakuan jenis garam himalaya merupakan perlakuan terbaik dengan memberikan pengaruh nyata (P<5%) terhadap nilai kadar garam, TPC BAL, nilai a* redness dan rasa pada uji organoleptik.  Kata kunci: udang rebon; jenis garam; karakteristik terasi
EVALUASI STATUS CEMARAN DAN STATUS TROFIK MUARA SUNGAI JELITIK TERKAIT KEBERADAAN KAWASAN INDUSTRI JELITIK (Evaluation of Jelitik Estuary Status Related to The Existence of Jelitik Industrial Area) Fika Dewi Pratiwi; Mohammad Agung Nugraha; Guskarnali Guskarnali
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 18, No 2 (2022): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.18.2.86-92

Abstract

Wilayah Jelitik merupakan kawasan industri berdasarkan Peraturan Daerah, Kabupaten Bangka Nomer 3 Tahun 2005. Penyempitan alur sungai maupun muara sungai Jelitik akibat sedimentasi merupakan salah satu dampak yang kini dirasakan oleh masyarakat karena adanya aktivitas antropogenik di  hulu, aktivitas industri maupun aktivitas tambang timah di wilayah tersebut. Potensi peningkatan kesuburan perairan maupun peningkatan pencemaran muara sungai dapat berasal dari point source seperti industri atau non point source dari kawasan industri Jelitik. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah menganalisis status trofik muara sungai Jelitik berdasarkan trophic state index (TSI) dan menganalisis status cemaran berdasarkan metode storet dan CCME WQI. Enam lokasi penelitian ditentukan secara purposive sampling, sedangkan pengukuran parameter fisika, kimia dan biologi dilakukan pada bulan April dan Agustus tahun 2021. Berdasarkan index storet, enam lokasi di wilayah muara sungai Jelitik tersebut berstatus masih baik/tercemar ringan, sedangkan berdasarkan CCME WQI dapat dikategorikan baik sampai dengan cukup baik. Lokasi penelitian dapat dikategorikan sebagai perairan yang bersifat oligotrofik berdasarkan analisis TSI. Potensi degradasi kualitas maupun kuantitas wilayah muara sungai Jelitik memerlukan upaya pengelolaan terintegrasi dan strategi yang efektif dan efisien dalam mengatasi permasalahan yang ada. Jelitik is located in Bangka regency and it categorized as an industrial area based on Regional Regulation, Bangka Regency Number 3 in 2005. The  Jelitik river channel and estuary received high sediment input and it become shallower due to anthropogenic activities in upstream, industrial activities and tin mining activities around the area. The potential for nutrient enrichment and increasing river estuary pollution can come from point sources such as industry or non-point sources from the Jelitik industrial area. Based on these problems, the purpose of this study was to analyze the trophic state of the Jelitik river estuary based on the trophic state index (TSI) and analyze the contamination status based on the Storet index method and CCME WQI. Six locations were determined by purposive sampling, while physical, chemical and biological parameters were analyzed in April and August 2021. Based on the location index, the six locations in the Jelitik river estuary area were still good/lightly polluted, while based on the CCME WQI, it was classified as good to fair. The research location can be categorized as oligotrophic based on TSI. The potential of quality and quantity degradation of the Jelitik estuary area requires an integrated effort and an effective and efficient strategy in overcoming the existing problems.
SQUID PRODUCTION ON INCOME AND POVERTY LEVEL OF FISHERMEN'S HOUSEHOLDS IN PESAWARAN REGENCY, LAMPUNG PROVINCE Maya Riantini
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 18, No 3 (2022): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.18.3.%p

Abstract

Squid (Loligo spp.) contains a high nutritional value and is a fishery resource that can be used as an economic source so that the catch fishery products can be utilized by fishermen to support their household needs. The aim of this study was to determine the relationship between squid fishing and the income and poverty level of fishermen's households. This study was conducted in Sukajaya Lempasing Village, Teluk Pandan District, Pesawaran Regency, Lampung. This study used questionnaires and interviews with 20 respondents of squid fishermen. The results showed that fishermen's education was 75% at the elementary level, and fishermen became the main occupation by 55%. The income of squid fishermen had differences in the catch period, namely the catch of season 1 (2,148,092 IDR) and season 2 (1,352,992 IDR). Based on the BPS category 80% of fishing families are classified as poor, according to the World Bank 90 % during squid season and 100% during the non-squid season are in the category of poor, and according to ADB 50% is classified as poor and 90% is poor during the squid season and not the squid season. Because of these differences, it is necessary to manage local resources to reduce poverty by increasing the awareness of squid fishermen in financial management, supported by increasing local government capacity, and revitalizing local institutions.
KOMPOSISI PROKSIMAT, SIFAT SENSORI, DAN PENDUGAAN MASA SIMPAN SAMBAL IKAN BETE-BETE Asnani Asnani; Indriani Indriani; Amir Husni; Nurfitri Ekantari; Suadi Suadi; Ima Wijayanti
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 18, No 2 (2022): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.18.2.119-124

Abstract

Sambal is a side dish, one of the variants of which is basic chili sauce with additional ingredients of various types of fish such as bete-bete fish (Leiognathus sp). The purpose of this study was to examine the proximate composition and sensory properties (hedonic and description) and to determine the shelf life of bete-bete fish sauce (SIB) using the Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) method using the parameters of the total content of bacteria and molds in the chili sauce. The treatments included the use of fish (%) and basic chili sauce (%) with a ratio of 50:50 (SIB1), 40:60 (SIB2), and 30:70 (SIB3). The results showed that the highest proximate composition of SIB was protein and fat with a range of 35.23+1.56 - 42.32±0.45% and 21.14±0.13 - 32.53±1.75, respectively. %. The most desirable sambal (sensory hedonic test) is SIB3, which has the characteristics of appearance: red color typical of fish sauce, slightly bright, brilliant, homogeneous, clean and attractive, aroma: typical of fish sauce is strong, fragrant and fresh, and the consistency is not thick with taste. which is delicious, typical of fish sauce, spicy and somewhat savory. Based on the total parameters of bacteria and molds, it is suspected that the bete-bete fish sauce (SIB3) has a shelf life of 22, 19 and 18 days, respectively, at storage temperatures of 20, 25 and 27 °C.
ANALISIS KANDUNGAN NITRAT DAN FOSFAT PADA LOKASI BUANGAN LIMBAH TAMBAK UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI KABUPATEN BANGKA TENGAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Eva Prasetiyono; Endang Bidayani; Robin Robin; Denny Syaputra
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 18, No 2 (2022): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.18.2.73-79

Abstract

Budidaya udang vaname pada kawasan perairan pesisir Bangka Tengah dilakukan secara intensif menggunakan pakan buatan sebagai pakan utama udang. Permasalahan yang muncul pada setiap budidaya intensif yaitu sisa pakan yang tidak termakan dan sisa metabolisme berupa feses dan urin yang berpotensi menyebabkan kesuburan ekosistem perairan. Dekomposisi bahan organik oleh mikroorganisme akan menghasilkan senyawa nitrogen dalam bentuk nitrat dan fosfat. Senyawa-senyawa ini merupakan nutrisi yang diserap oleh tumbuhan sehingga berpotensi menyebabkan pertumbuhan berlebih dari mikroalga. Penelitian ini bertujuan menguji dan menganalisis kandungan nitrat, fosfat dan parameter kualitas air lainnya serta kesesuaian air limbah yang dihasilkan pada lokasi buangan tambak udang vaname di Kabupaten Bangka Tengah. Lokasi yang dijadikan penelitian yaitu Tambak Udang TLTA (Lokasi 1), Tambak Udang ALB (Lokasi 2), dan Tambak Udang SDL (Lokasi 3). Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kandungan nitrat pada lokasi 1, 2 dan 3 masing-masing sebesar 0,92±0,18 mg/L, 0,89±0,14 mg/L, dan 0,93±0,21 mg/L dan kandungan fosfat masing-masing sebesar 0,25±0,09 mg/L, 0,15±0,11 mg/L, dan 0,23±0,15 mg/L. Kandungan nitrat dan fosfat tersebut masih memenuhi kriteria baku mutu standar air buangan limbah tambak namun terdapat potensi eutrofikasi pada saat limbah tersebut masuk ke perairan umum. Hal ini dikarenakan nilai nitrat dan fosfat tersebut berada pada kisaran yang dapat menyebabkan terjadinya eutrofikasi. Kandungan parameter kualitas air TSS, BOD, COD, kekeruhan, suhu, salinitas, pH dan DO pada semua titik lokasi menunjukan nilai yang masih memenuhi standar baku mutu yang menggambarkan bahwa tidak terdapat ketercemaran dari limbah tambak udang yang dihasilkan. Pacific white shrimp shrimp cultivation in the coastal waters of Central Bangka is carried out intensively using artificial feed as the main shrimp feed. Problems in intensive cultivation are uneaten feed residues and metabolic wastes in the form of feces and urine which have the potential to cause fertility in aquatic ecosystems. Decomposition of organic matter by microorganisms will produce nitrogen compounds in the form of nitrate and phosphate. They will be absorbed by plants that have the potential to cause blooming algae. This study aims to test and analyze the content of nitrate, phosphate and other water quality parameters as well as the suitability of wastewater generated at the disposal site of pacific white shrimp ponds in Central Bangka Regency. The research locations were TLTA Shrimp Pond (Location 1), ALB Shrimp Pond (Location 2), and SDL Shrimp Pond (Location 3). The research method used quantitative descriptive analysis method. The results showed that the nitrate content at locations 1, 2 and 3 were 0.92±0.18 mg/L, 0.89±0.14 mg/L, and 0.93±0.21 mg/L, respectively, and phosphate content of 0.25±0.09 mg/L, 0.15±0.11 mg/L, and 0.23±0.15 mg/L, respectively. The nitrate and phosphate content still meets the standard quality criteria for pond waste water, but there is potential for eutrophication when they flow into estuary or seas area. Their values are in the range that can cause eutrophication. The content of water quality parameters TSS, BOD, COD, turbidity, temperature, salinity, pH and DO at all location points shows values that still meet quality standards which illustrate that there is no pollution from shrimp pond waste produced.
SOME ASPECTS OF THE REPRODUCTIVE BIOLOGY OF KRAI COB (Auxis thazard) IN SIBOLGA, NORTH SUMATERA Gussasta Levi Arnenda; Fathur Rochman; Roy Kurniawan
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 18, No 3 (2022): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.18.3.183-187

Abstract

Tuna, tuna and skipjack (TTC) species in North Sumatra have contributed to world tuna production. One of the sources of neritic tuna caught in Indian Ocean waters (WPP 572 and 573) is tuna krai (Auxis thazard). Tongkol krai (Auxis thazard) has a high economic value in Indonesia, especially in the waters of Sibolga and its surroundings. Ensuring the sustainability of cob krai resources is an absolute must. The purpose of this study was to determine the reproductive biology of Tongkol Krai (Auxis thazard) in North Sumatra. Research on the Sibolga Archipelago Fisheries Port (PPN) in February, July, and October 2019. This study uses quantitative research using survey methods, with the sampling technique used in this study is purposive stratified sampling. The results showed that the correlation between length and weight of 118 Krai Cob W= 0.0078L 3.234, with a positive allometric growth pattern. Spread Length 25-41cmFL. Sex ratio 1:0.83 and not significantly different. The first time the gonads matured in females at 31.74cmFL, and 28.43cmFL in males. Female krai cob had TKG I 21.05%, TKG II 5.26%, TKG III 2.63%, TKG IV 63.17%, and TKG V 7.89%. Cob krai Male TKG I 8.69%, TKG II 4.34%, TKG III 8.69%, TKG IV 73.91%, and TKG 4.34%.
STUDI KUALITAS AIR UNTUK PERIKANAN TANGKAP DI MUARA – MUARA SUNGAI DI TELUK BANTEN Sugiarti, Sugiarti; Rohaningsih, Denalis; Waluyo, Agus
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 18, No 4 (2022): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.18.4.234-239

Abstract

Muara - muara sungai di Teluk Banten merupakan daerah penangkapan ikan diantaranya adalah muara sungai Cibanten, Wadas, Cengkok dan Pamong. Aktivitas manusia yang padat di muara - muara sungai tersebut dapat mengancam kondisi perairan dan dikhawatirkan dapat mempengaruhi hasil tangkapan ikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas perairan di muara  - muara sungai di Teluk Banten apakah sesuai dengan kondisi ideal untuk kehidupan biota ikan. Penelitian dilakukan di muara sungai Cibanten, Wadas, Cengkok dan Pamong. Pengukuran kualitas air dilakukan  pada bulan April 2021 dan hasilnya dibandingkan dengan hasil penelitian di bulan Mei, Juli dan Oktober tahun 2013. Contoh air diambil secara komposit dari permukaan, kedalaman sechi dan dasar perairan. Analisis kualitas air yang dilakukan adalah parameter suhu air, pH, oksigen terlarut, kapasitas oksidasi reduksi, kekeruhan, Total Padatan Terlarut, Total Padatan Tersuspensi, Salinitas, N-NO2, N-NO3, N-NH4, P-PO4, Total N, Total P, Logam Fe, Cr dan Pb serta klorofil -a. Hasil analisis yang didapat dibandingkan dengan baku mutu air laut.  Hasil analisis umumnya masih memenuhi baku mutu kecuali beberapa parameter seperti TSS dan kondisinya sama seperti tahun 2013. Hal ini harus menjadi perhatian serius untuk diatasi agar perikanan tangkap di muara – muara sungai di Teluk Banten tetap lestari.
ISOLASI DAN PENAPISAN AKTINOMISETES YANG BERPOTENSI MENGHASILKAN ENZIM PROTEASE DARI TAMBAK IKAN BANDENG (Chanos chanos) DI KECAMATAN TUGU, SEMARANG Amanina, Farha Tsabita; Muskananfola, Max Rudolf; Ayuningrum, Diah
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 18, No 4 (2022): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.18.4.188-194

Abstract

Limbah pada sedimen tambak bandeng berupa bahan organik, bersumber dari sisa pakan dan hasil metabolisme. Limbah ini mengandung protein yang tinggi, apabila tidak diproses dengan baik dapat mencemari lingkungan perairan. Aktinomisetes merupakan organisme tanah yang memiliki peran penting dalam proses dekomposisi bahan organik dengan bantuan enzim. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi aktinomisetes yang mampu menghasilkan enzim protease. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu deskriptif eksploratif. Sampel sedimen diambil dari dasar tambak ikan bandeng Kecamatan Tugu, Semarang pada 2 titik outlet tambak dengan metode coring modifikasi. Proses isolasi dilakukan menggunakan media IM5, IM6, IM7 dan IM8 dengan metode pour plate, sedangkan purifikasi dengan media IM6 dan IM8 menggunakan metode streak plate. Isolat diskrining dengan media spesifik Skim Milk Agar untuk melihat zona hambat di sekitar koloni sehingga diketahui Indeks Proteolitik (IP). Sebanyak 11 dari 17 isolat aktinomisetes mampu memproduksi enzim protease, tiga isolat berasal dari media IM6 dan 8 isolat dari media IM8. Diperoleh tiga isolat dengan kemampuan paling baik dalam menghasilkan enzim protease dengan nilai IP diatas 1,5, yaitu isolat VTB 1.1, VTB 1.2 dan YTB 1.2. Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk membuktikan bahwa ketiga isolat tersebut mampu menjadi agen pendekomposisi kandungan protein berlebih pada sedimen tambak.
PENGELOLAAN PERIKANAN LEMURU (Sardinella lemuru Bleeker, 1853) DENGAN PENDEKATAN EKOSISTEM DI SELAT BALI Purnami, Ni Luh Putu Eka Yuni; Sudaryanto, Fransiscus Xaverius; Ginantra, I Ketut
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 18, No 4 (2022): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.18.4.239-248

Abstract

Perairan Selat Bali memiliki potensi sumberdaya yang besar terutamanya ikan pelagis kecil. Besarnya potensi tersebut telah dimanfaatkan begitu lama dan pemanfaatan sumberdaya perikanannya belum dikelola dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji penerapan dari masing-masing domain EAFM (Ecosystem Approach to Fisheries Management) perikanan lemuru di Selat Bali yang kemudian dapat digunakan untuk merumuskan rekomendasi perikanan menunjang kegiatan penangkapan lemuru yang berkelanjutan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2021 sampai dengan Januari 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah survey, wawancara, dan studi literatur. Data dianalisis menggunakan teknik model bendera. Performa perikanan lemuru di Selat Bali menunjukkan terdapat empat pengelompokan berdasarkan nilai komposit, yaitu domain dengan kualifikasi kurang adalah Domain Sumberdaya Ikan, domain dengan kualifikasi sedang adalah Domain Habitat dan Ekosistem, domain dengan kualifikasi baik adalah Domain Teknik Penangkapan Ikan, Domain Sosial, dan domain dengan kualifikasi baik sekali adalah Domain Ekonomi, dan Domain Kelembagaan. Secara keseluruhan, total nilai komposit yang diperoleh sebesar 66,33 yang berarti aspek-aspek perikanan lemuru di Selat Bali tergolong dalam kategori baik dalam penerapan prinsip-prinsip EAFM di wilayahnya.  
POPULASI DAN RASIO POTENSI PEMIJAHAN IKAN CAKALANG (Katsuwonus Pelamis (Linnaeus, 1758)) DI PERAIRAN SELATAN BALI Pramurdya, Yesika Nanda; Watiniasih, Ni Luh; Ginantra, I Ketut
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 18, No 4 (2022): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.18.4.195-204

Abstract

Penurunan hasil tangkapan ikan cakalang di wilayah Selatan Bali diduga merupakan mekanisme terjadinya tangkap lebih. Tujuan dari penelitian ini adalah mengestimasi populasi dan stok ikan cakalang menggunakan metode rasio potensi pemijahan, dalam menunjang keberlanjutan sumberdaya ikan cakalang di wilayah Selatan Bali. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Desember 2021. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan di UPTD TPI Kedonganan. Teknik sampling yang digunakan adalah stratified random sampling. Struktur panjang cagak ikan cakalang berkisar antara 24.1 – 27.1 cm FL sampai 55.1 – 58.1 cm FL dengan pola pertumbuhan bersifat allometrik positif. Persamaan laju pertumbuhan adalah Lt = 59.7 (1 - ). Nilai F sebesar 1.14; nilai M sebesar 0.488; nilai Z sebesar 1.628 dan nilai E sebesar 0.7 (E >0.5) per tahun yang mengindikasikan bahwa telah terjadi tangkap lebih. Tingkat Kematangan Gonad (TKG) dan klasifikasi perkembangan gonad didominasi oleh ikan yang sudah matang gonad dengan nilai Lm ikan cakalang betina adalah 41.28 cm FL dan Lm ikan cakalang jantan adalah 41.29 cm FL. Stok ikan cakalang berada dalam kondisi overexploited yang ditunjukkan dari nilai SPR sebesar 19% (SPR <20%). Decreasing catches of skipjack in Southern Bali waters is thought to be a mechanism for overfishing. The aim of this study is to  estimate population and stock of skipjack tuna using spawning potential ratio method, in order to maintain the sustainability of this species in the southern region of Bali. This research was carried out from June to December 2021. Data collection was carried out through field observations at UPTD TPI Kedonganan. A stratified random sampling method was used as the chosen sampling technique in this study. The fork length (FL) structure of skipjack tuna ranges from 24.1-27.1 cm FL to 55.1-58.1 cm FL with a positive allometric growth pattern. The growth rate equation is Lt = 59.7 (1 - ). The F value is 1.14; M value = 0.488; Z value = 1.628; and E value = 0.7 (E > 0.5) per year, respectively. This indicates that overfishing has occurred in the area. Gonad Maturity Level (TKG) and gonad development classification were dominated by mature fish with the Lm value of female and male skipjack tuna being 41.28 cmFL and 41.29 cmFL. The results of another analysis showed that skipjack tuna stock was in an overexploited condition as indicated by the SPR value of 19% (SPR <20%).

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 4 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 3 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 2 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 1 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 4 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 3 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 2 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 1 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 4 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 3 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 2 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 1 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 4 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 3 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 2 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 1 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 4 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 3 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 2 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 1 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 4 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 3 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 2 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 1 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 15, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 15, No 1 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 14, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 14, No 1 (2018): SAINTEK PERIKANAN Vol 13, No 2 (2018): SAINTEK PERIKANAN Vol 13, No 1 (2017): SAINTEK PERIKANAN Vol 12, No 2 (2017): SAINTEK PERIKANAN Vol 12, No 1 (2016): SAINTEK PERIKANAN Vol 11, No 2 (2016): SAINTEK PERIKANAN Vol 11, No 1 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 10, No 2 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 10, No 1 (2014): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 9, No 2 (2014): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 9, No 1 (2013): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 8, No 2 (2013): Jurnal Saintek Perikanan Vol 8, No 1 (2012): Jurnal Saintek Perikanan Vol 7, No 1 (2011): Jurnal Saintek Perikanan Vol 6, No 2 (2011): Jurnal Saintek Perikanan Vol 6, No 1 (2010): Jurnal Saintek Perikanan Vol 5, No 2 (2010): Jurnal Saintek Perikanan Vol 5, No 1 (2009): Jurnal Saintek Perikanan Vol 4, No 2 (2009): Jurnal Saintek Perikanan Vol 4, No 1 (2008): Jurnal Saintek Perikanan Vol 3, No 2 (2008): Jurnal Saintek Perikanan Vol 2, No 1 (2006): Jurnal Saintek Perikanan More Issue