cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18584748     EISSN : 25490885     DOI : -
Core Subject : Education,
SAINTEK PERIKANAN (p-ISSN: 1858-4748 dan e-ISSN: 2549-0885) adalah jurnal ilmiah perikanan yang diterbitkan oleh Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Februari dan Agustus).
Arjuna Subject : -
Articles 492 Documents
ANALISIS ZONA POTENSI PENANGKAPAN IKAN KEMBUNG (Rastrelliger sp.) BERDASARKAN PERSEBARAN KLOROFIL-A DAN SUHU PERMUKAAN LAUT CITRA SNPP-VIIRS DI PERAIRAN MEMPAWAH, KALIMANTAN BARAT Falih, Gusti Muhammad; Kurohman, Faik; Setyawan, Hendrik Anggi
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 18, No 4 (2022): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.18.4.211-228

Abstract

Pola penangkapan ikan secara tradisional yang mengandalkan intuisi dalam mencari dan menentukan lokasi penangkapan ikan menjadi masalah tersendiri yang dihadapi nelayan Mempawah. Hal tersebut menunjukan bahwa perencanaan daerah penangkapan ikan sangat dibutuhkan dalam rangka pengingkatan efektivitas dan efisiensi operasi penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis parameter klorofil-a dan SPL terhadap hasil tangkapan ikan Kembung, mengetahui dan menganalisis parameter oseanografi klorofil-a dan SPL yang diduga sebagai zona potensi penangkapan ikan (ZPPI) ikan Kembung dari data citra satelit SNPP-VIIRS.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pengambilan data insitu di 7 koordinat yang berbeda. Data yang dipakai adalah data insitu dan data eksitu. Pengambilan data insitu yaitu klorofil-a dan Suhu Permukaan Laut perairan Mempawah, sedangkan data eksitu yaitu data citra bulanan SNPP-VIIRS 2018-2020 klorofil-a dan Suhu permukaan laut yang selanjutnya dianalisis menggunakan analisis korelasi pearson dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan kisaran suhu yang didapat saat penelitian untuk habitat ikan Kembung yaitu 30,5-30,8˚C dan rata rata klorofil-a 0,63 mg/m3. Korelasi SPL dan Klorofil-a insitu yaitu bernilai negatif yang menunjukkan bahwa semakin rendah SPL maka Klorofil-a semakin tinggi. Koefisien korelasi antara SPL dan klorofil-a dengan hasil tangkapan ikan Kembung termasuk dalam tingkatan sangat kuat yaitu 0.843. Terdapat 3 lokasi yang berpotensi sebagai daerah penangkapan di Perairan Mempawah, yaitu berada di berada pada jalur pelayaran IB dan II yang berjarak lebih dari 2 mil dari garis pantai.
VALUASI EKONOMI KEGIATAN WISATA DI HUTAN MANGROVE PASAR BANGGI REMBANG SELAMA MASA PERCONTOHAN COVID-19 Nisak, Yuyun Khoirun; Solichin, Anhar; A’in, Churun
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 18, No 4 (2022): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.18.4.205-210

Abstract

Hutan Mangrove Pasar Banggi, Rembang difungsikan sebagai tempat wisata yang terkenal dengan sebutan “Jembatan Merah”. Sejak September 2021 wisata ini dibuka kembali sebagai wisata Percontohan selama Covid-19. Adanya pandemi tentu akan mempengaruhi sektor perekonomian sehingga perlu dilakukan analisis valuasi ekonominya. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui valuasi ekonomi kegiatan wisata di Jembatan Merah selama masa percontohan dalam kurun waktu September sampai Desember 2021 serta mengetahui daya dukung kawasan tersebut. Penelitian ini bersifat studi kasus, metode analisis data yang digunakan adalah Travel Cost Method (TCM) dan Willingness To Pay (WTP) untuk kegiatan pariwisata, serta Daya Dukung Kawasan (DDK) untuk menghitung daya tampung wisatawan per hari. Penentuan jumlah responden menggunakan metode Slovin, pemilihan responden wisatawan menggunakan accidental sampling, dan responden kunci pengelola menggunakan purposive sampling. Valuasi ekonomi kegiatan wisata di Jembatan Merah selama masa Percontohan berdasarkan TCM adalah Rp2.250.183.933,00 dan total WTP sebesar Rp87.102.800,00. Rata-rata WTP Rp5.680,00, data ini dapat digunakan sebagai acuan pengadaan tiket masuk dan parkir. Daya dukung kawasan yaitu 243 orang/hari, kunjungan wisatawan di Jembatan merah 19.771 (67,78%) belum melebihi DDK (29.139 orang selama masa percontohan) namun sudah melebihi 50% dari aturan. Estimasi valuasi ekonomi selama masa percontohan di Jembatan Merah sesuai dengan DDK yaitu Rp4.275.716.312,00. Covid-19 mempengaruhi nilai ekonomi hampir 50% dari DDK hal ini dikarenakan adanya aturan physical distancing. Mangrove Forest Pasar Banggi, Rembang functioned as a tourism known as the "Jembatan Merah". Since September 2021 this tour has been reopened as a pilot tour during Covid-19. Pandemic will certainly affect the economic sector so it is necessary to analyze its economic valuation. The purpose of this study was to determine the economic valuation during a pilot tourism from September 2021 to December 2021  and area carrying capacity. This research base on case study, with data analysis used is the Travel Cost Method (TCM) and Willingness To Pay (WTP) for tourism activities, Area Carrying Capacity (DDK) to calculate the tourist capacity in a day. Determination of respondents number using Slovin, while the selection of tourist respondents using accidental sampling, and to determine the key respondents as manager is purposive sampling. The economic valuation of tourism activities at Jembatan Merah during the pilot period based on the TCM method was IDR 2.250.183.933 and the WTP method was 87.102.800 IDR. The average WTP IDR 5.680 can be used as a reference for parking and entry fee. DDK is 243 people/day,  tourist visits to Jembatan Merah 19.771 (67,78%) have not exceeded DDK (29,139 people during the pilot tour) but have exceeded 50% from rules.The estimated economic valuation during the pilot period at Jembatan Merah is in accordance with DDK, which is 4.275.716.312 IDR. Covid-19 affects the economic value of almost 50% of DDK, this is due to physical distancing rules
STRATEGI PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP REHABILITASI KAWASAN HUTAN MANGROVE DI TIRAM TAPAKIH, KABUPATEN PADANG PARIAMAN Kamal, Eni; Fitri, Yulia; Yuspardianto, Yuspardianto; Lubis, Amelia Sriwahyuni
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 18, No 4 (2022): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.18.4.212-217

Abstract

Berkembangnya kawasan hutan mangrove menjadi tempat wisata akan berpengaruh terhadap kerusakan ekosistem mangrove. Kerusakan tersebut disebabkan oleh aktivitas manusia dan faktor alam. Pengelolaan ekosistem mangrove masih belum selesai, akan tetapi aktivitas manusia terus dilaksanakan di kawasan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis strategi kebijakan guna meningkatkan partisipasi masyarakat di Tiram Tapakih terhadap rehabilitasi hutan mangrove. Penelitian ini  dilaksanakan di daerah pariwisata Tiram Tapakih, Kabupaten Padang Pariaman pada bulan November 2019– Januari 2020. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data Sekunder yang digunakan berupa peta desa, profil desa, monografi desa, kondisi geografis, peraturan-peraturan daerah, artikel, jurnal literatur, laporan dan publikasi. Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung berdasarkan data yang diinginkan melalui metode survey, wawancara dan observasi. Penentuan responden dilakukan secara purposive sampling yang terdiri dari pengelola kawasan wisata dan penduduk sebanyak 92 responden. Analisis data menggunakan analisis SWOT untuk strategi dalam menentukan arah pengelolaan, mengetahui implikasi kebijakan yang tepat dan meningkatkan paertisipasi masyarakat pada kegiatan rehabilitasi hutan mangrove.  .  Kawasan hutan mangrove di Tiram Tapakih merupakan salah satu objek wisata alam dan rehabilitasi ekosistem pesisir. Kawasan ini juga berfungsi sebagai kawasan edukasi dan kegiatan sosial.. Strategi yang yang dihasilkan dari penelitian ini adalah dengan meminimalkan kelemahan pada faktor internal untuk menghadapi ancaman pada faktor eksternal (Strategi WT). strategi tersebut meliputi (1) Pelarangan alih fungsi lahan menjadi kegiatan ekonomi yang menganggu terdampaknya kawasan pesisir seperti pembangunan tambak udang. (2) Adanya koordinasi antara dinas perikanan dan dinas pariwisata dalam penetapan kawasan terutama kawasan konservasi. (3) Perlu adanya peraturan nagari tentang kawasan yang dijadikan pemeliharaan ternak liar seperti sapi dan kerbau.The development of mangrove forest areas into tourist attractions will affect the damage to the mangrove ecosystem. The damage is caused by human activities and natural factors. Mangrove ecosystem management is still not finished, but human activities continue to be carried out in the area. The purpose of this study was to analyze policy strategies to increase community participation in Tiram Tapakih in the rehabilitation of mangrove forests. This research was conducted in the Tiram Tapakih tourism area, Padang Pariaman Regency in November 2019–January 2020. The data collected in this study were primary and secondary data. Secondary data used in the form of village maps, village profiles, village monographs, geographical conditions, regional regulations, articles, literature journals, reports and publications. Primary data is data obtained directly based on the desired data through survey methods, interviews and observations. Determination of respondents was done by purposive sampling consisting of managers of tourist areas and residents as many as 92 respondents. Data analysis used SWOT analysis for strategies in determining the direction of management, knowing the implications of appropriate policies and increasing community participation in mangrove forest rehabilitation activities. . The mangrove forest area in Tiram Tapakih is one of the natural attractions and rehabilitation of coastal ecosystems. This area also functions as an area for education and social activities. The strategy resulting from this research is to minimize weaknesses in internal factors to deal with threats from external factors (WT Strategy). The strategy includes (1) Prohibition of land conversion into economic activities that disrupt the impact of coastal areas such as the development of shrimp ponds. (2) There is coordination between the fisheries service and the tourism office in determining the area, especially conservation areas. (3) It is necessary to have a nagari regulation regarding areas that are used as the maintenance of wild livestock such as cows and buffalo.
HISTOLOGY OF HEART AND GONAD OF KISSING GOURAMY WITH FEED CONTAINING GLUTATION AND VITAMIN E Fitriliyani, Indira Fitriliyani
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 19, No 2 (2023): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.19.2.110-117

Abstract

The development of Kissing gourami culture is experiencing problems due to the non-optimal development of the gonads and the low quality of the larvae. This study aims to determine the dose of Vitamin E in commercial feed containing glutathione which is optimal for the liver and gonads of Kissing gourami and to determine the histology of the liver and gonads of Kissing gourami. This research was conducted in Puja Kesuma Swimming Pool, Sipai River Irrigation, Martapura District, Banjar Regency, South Kalimantan Province with a maintenance time of ± 5 weeks. The design used in this study was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications with the following treatments: A Commercial Feed + containing glutathione 10 mg/kg (CFG); B; CFG + (300 mg/Kg Vitamin E), C; CFG + (500 mg/Kg Vitamin E), D; CFG+ (700 mg/Kg Vitamin E). The results showed that the administration of vitamin E had no significant effect on the parameters of IHS, IGS, egg diameter, and fecundity, whereas in the observation of liver histology, cells with necrosis and gonadal histology at a dose of 700 mg/kg were found to be dominant in stage IV eggs ready for Geminal Vesicle Break Down (GVBD). So, it can be concluded that the combination of Glutathione with vitamin E at a dose of 700 mg/kg of feed is the best.
KEANEKARAGAMAN BAKTERI PADA RUMPUT LAUT (Kappaphicus alvarezii) DI PERAIRAN PANTAI AMAL Ihsan, Burhanuddin; Yulma, Yulma; Retnaningrum, Endah
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 18, No 4 (2022): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.18.4.229-233

Abstract

Rumput laut (Kappaphycus alvarezii) merupakan komoditas penting perikanan yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi dan menjadi salah satu sumber devisa negara serta sumber pendapatan bagi masyarakat pesisir. Selain itu rumput laut banyak digunakan sebagai bahan dasar industri makanan, farmasi dan energi. Namun produksi rumput laut kota Tarakan pada tahun 2019 mengalami penurunan dari 159.468 ton menjadi 152.76 ton. Salah satu yang menyebabkan terjadinya penurunan produksi rumput laut adalah serangan penyakit  ice-ice yang disebabkan oleh bakteri. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui keanekaragaman bakteri yang terdapat pada rumput laut di perairan Pantai Amal Tarakan. Isolasi bakteri dilakukan dengan menggunakan metode stread plat pada media TCBS (thiosulphate citrate bile salt sucrose) dan TSA (thiosulphate sucrosa agar). Sampel rumput laut dihaluskan lalu diambil sebanyak 5 gram kemudian dimasukkan ke dalam cawan petri yang berisi media TCBS dan TSA. Selanjutnya diinkubasi pada suhu 370C atau suhu ruangan selama 24 jam. Identifikasi bakteri dilakukan dengan mengacu pada buku Bergey’s Manual of Determinatif Bacteriology dan Manual For the Identification of Medical Bacteria dengan melakukan uji biokimia yang meliputi; Uji Pewarnaan Gram, Test Oksidase, Katalase, O/F (Oksidasi/Fermentasi), glukosa, motility, Produksi asam dari karbohidrat (D-Glukosa dan D-mannitol), lysin, urea, ornithin dan methil red. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat Keanekaragaman bakteri pada rumput laut (Kappaphycus alvarezii) di perairan Pantai Amal Tarakan diantaranya Corynebacterium, Acinetobacter, Bacillus, Pseudomonas dan Vibrio yang berpotensi menyebabkan penyakit ice-ice. Rekomendasi: Perlu menjaga keseimbangan lingkungan dengan memperhatikan parameter kualitas air, agar rumput laut tidak stres, sebab infeksi bakteri bersifat sekunder. Seaweed (Kappaphycus alvarezii) is an important fishery commodities that has a high economic value and is a source of foreign exchange and a source of income for coastal communities. In addition, seaweed is widely used as a basic material for the food, pharmaceutical and energy industries. However, Tarakan's seaweed production in 2019 decreased from 159.468 tons to 152.576 tons. One of the causes of a decrease in seaweed production is the attack of ice-ice disease caused by bacteria. The purpose of this study was to determine the diversity of bacteria found in seaweed in the waters of Amal Beach, Tarakan. Bacterial isolation was carried out using TCBS (thiosulphate citrate bile salt sucrosa) and TSA (thiosulphate sucrosa agar) media. Seaweed samples were mashed and then taken as much as 5 grams and then put into a petri dish containing TCBS and TSA media. Then incubated at 37°C or room temperature for 24 hours. Identification of bacteria is carried out by referring to the book Bergey's Manual of Determinative Bacteriology and Manual For the Identification of Medical Bacteria by conducting biochemical  tests which include; Gram stain test, oxidase test, catalase, O/F (Oxidation-Fermentation), glucose, motility, acid production from carbohydrates (D-glucose and D-mannitol), lysine, urea, ornithine and methyl red. The results showed that there was a diversity of bacteria in seaweed (Kappaphycus alvarezii) in the waters of the Tarakan Amal Coast including Corynebacterium, Acinetobacter, Bacillus, Pseudomonas and Vibrio which have the potential to cause ice-ice disease. Recommendation: It is necessary to maintain environmental balance by paying attention to water quality parameters, so that seaweed is not stressed, because bacterial infections are secondary.
PENGHAMBATAN α-GLUCOSIDASE OLEH FLAVONOID DARI EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN MANGROVE Sonneratia alba SEBAGAI ANTIDIABETES MELALUI PENAMBATAN MOLEKULER Puspitasari, Yunita Eka; Tampubolon, Hezkiel Oktorully; Fajrin, Alifiah Nur; Sulistiyati, Titik Dwi; Hardoko, Hardoko
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 19, No 1 (2023): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.19.1.15-22

Abstract

α-glucosidase memiliki peran penting dalam metabolisme karbohidrat pada tubuh manusia dengan bekerja memutus rantai oligosakarida menjadi gula sederhana seperti monosakarida.Penghambatan aktivitas α-glucosidase menjadi salah satu mekanisme untuk mengendalikan kadar glukosa dalam darah penderita diabetes. Obat herbal sebagai inhibitor α-glucosidase bersumber dari bahan alami laut khususnya mangrove menarik perhatian. Buah pedada Sonneratia alba telah diketahui mengandung senyawa fitokimia yang berpotensi sebagai antidiabetes, akan tetapi belum pernah dilaporkan kandungan senyawa bioaktif yang berperan sebagai inhibitor α-glucosidase. Kelimpahan daun pada tanaman mangrove lebih tinggi daripada buah sehingga pada penelitian ini menggunakan daun sebagai penghambat aktivitas α-glucosidase. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa profil senyawa fitokimia flavonoid dari ekstrak etil asetat daun pedada S. alba, dan untuk menentukan senyawa fitokimia tersebut yang berperan sebagai inhibitor α-glucosidase secara in silico melalui penambatan molekuler. Hasil penelitian menunjukkan tiga senyawa fitokimia flavonoid dari ekstrak etil asetat daun pedada S. alba seperti luteolin, apigenin, dan diosmetin telah diidentifikasi. Menurut kaidah Lipinski, analisa druglikeness dan toksisitas, maka semua senyawa tersebut aman untuk dikonsumsi, Hasil penambatan molekuler menunjukkan energi ikatan yang dihasilkan dari interaksi reseptor dan ligan uji lebih rendah daripada energi ikatan dari reseptor dan ligan kontrol maupun alami. Sehingga dapat disimpulkan bahwa luteolin, apigenin dan diosmetin dari ekstrak etil asetat daun pedada berpotensi sebagai inhibitor α-glucosidase. α-glucosidase plays an important role in carbohydrate metabolism in the human body by breakdown oligosaccharides into monosaccharides. The inhibition of α-glucosidase activity is one of the mechanisms for controlling blood glucose levels in diabetes patients. Herbal drug as an α-glucosidase inhibitor from marine resources, especially mangroves is attracting interest. The fruit of Sonneratia alba contains phytochemical compounds potent as antidiabetic but no report related to their bioactive compound as inhibitor α-glucosidase. The abundance of leaves is higher than the fruit; therefore, in this study, the leaves will be used as α-glucosidase inhibitors. This study aimed to profile bioactive compounds of ethyl acetate extract of pedada S. alba leaves and to evaluate phytochemical compounds of S. alba leaves as α-glucosidase inhibitors using molecular docking in silico. The results showed that three phytochemical compounds of ethyl acetate extract of S. alba leaves, such as luteolin, apigenin, and diosmetin have been identified. According to the Lipinski’s rule, drug likeness, and toxicity test, all compounds are safe to consume. Docking studies showed that binding energy between receptor and phytochemical compounds is lower than binding energy between receptor and ligand control. In conclusion, luteolin, apigenin and diosmetin of ethyl acetate extract of pedada S. alba leaves have potent as α-glucosidase inhibitors.
PREVALENCE OF PARASITES IN CRUSTACEAN AT PANMUTI BEACH, KUPANG REGENCY Rebhung, Felix; Dahoklory, Nicodemus; Djonu, Asriati; Pasaribu, Wesly
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 19, No 3 (2023): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.19.3.159-163

Abstract

Crustacean catches in Panmuti Beach, including white shrimp (Litopenaeus vannamei) and swimming crab, are commodities with high economic value. This certainly increases the demand for both commodities, but the fulfillment of market needs is faced with various problems. One of them is the emergence of disease by parasite infection. The purpose of this research is to identify the types and determine the prevalence of parasites that infect these Crustaceans. Parasite identification was carried out at the Kupang Fish Quarantine, Quality Control and Fishery Product Safety Center. The sampling method uses purposive sampling. The samples observed were white shrimp (Litopenaeus vannamei) and swimming crab in live condition. The results obtained in the white shrimp sample contained one type of parasite, namely Chilodonella sp. with a prevalence of 20%. In swimming crab samples there is one type of parasite, Octolasmis sp. with a prevalence of 100%.  The results of this study can be used as information on product quality control and efforts to prevent and spread disease by parasites.
STRATEGY OF GILL NET FISHING OPERATIONS FOR COASTAL FISHERIES MANAGEMENT IN BATANG REGENCY Rochmat, Rochmat; Mudzakir, Abdul Kohar; Santoso, Agus; Sudarmo, Agnes Puspitasari
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 19, No 3 (2023): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.19.3.132-142

Abstract

Batang Regency is located on the North Coast of Central Java, with geographical coordinates between 6°51'46" - 7°11'47" South Latitude and 109°40'19" - 110°03'06" East Longitude. This study aims to determine fisheries statistics, analyze business feasibility, and identify environmentally friendly fishing gear and strategies for managing fishing efforts. The method used in this research is purposive sampling. In addition, the method of interviewing social respondents was used. Methods of data analysis using business feasibility analysis, descriptive analysis with a quantitative approach, and SWOT. The results of this study included: an increase in the number of fishing gear indicating the intensity of fishing trips and the number of catches; gill net capture fisheries business with financial analysis obtained a PP value of 0.67 and an NPV value of Rp. 178,467,972, - the Net B/C value obtained was 5 and the IRR value obtained was 117%; environmentally friendly fishing gear based on the Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) gets a score of 30 and shows that gill net fishing gear is classified as environmentally friendly fishing gear; and there are gill net fishing gear management strategies such as increasing fishing activities, stabilizing the price of fish caught, developing port facilities, fostering the use of business management fishing technology and diversifying catches in the utilization of natural resource potential.
KELIMPAHAN MIKROPLASTIK PADA KARANG DI WILAYAH ANTROPOGENIK DAN NON-ANTROPOGENIK DI TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA, INDONESIA Muchlissin, Sakti Imam; Sabdono, Agus; Wijayanti, Diah Permata
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 19, No 1 (2023): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.19.1.54-62

Abstract

Produksi plastik semakin meningkat tiap tahunnya yang  didukung pula oleh pola konsumsi dan tren urbanisasi yang terjadi. Diprediksi jumlah sampah plastik di lautan akan meningkat menjadi 250 juta ton dalam beberapa tahun mendatang. Sampah plastik tidak bisa didegradasi secara sempurna dan lambat laun akan berubah menjadi mikroplastik, yakni potongan plastik yang memiliki ukuran kurang dari 5 mm. Hewan karang khususnya pada terumbu karang merupakan organisme penyusun utama terumbu karang. Kemampuan makan karang melalui kolom air secara filter feeding dari polip bersilia menjadikan hewan tersebut salah satu organisme terdampak dari mikroplastik. Tujuan penelitian ini yakni mengetahui tutupan terumbu karang dan genus karang serta kelimpahan mikroplastik pada terumbu karang di BTN Karimunjawa. Metode untuk menentukan tutupan karang adalah Point Intercept Transect (PIT) 50 Meter kedalaman 3-4 M dengan penentuan titik lokasi sampling secara Purposive, dengan pertimbangan lokasi yang banyak mendapatkan aktivitas manusia (antropogenik) dan tidak (non-antropogenik). Terdapat 8 titik sampling yaitu: Pulau Menjangan Kecil, Taka Sendok, Pulau Cemara Kecil, Gosong Cemara, Karang Tengah, Taka Nyamplungan, Pulau Bengkoang dan Pulau Menyawakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tutupan karang adalah 79,71%, sedangkan rata-rata tutupan karang di daerah antropogenik adalah 77,6% dan non-antropogenik adalah 85%. Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 4 tahun 2000, tutupan karang tersebut termasuk ke kategori sangat baik. Hasil analisis kelimpahan mikroplastik menunnjukkan rata-rata partikel yang terdapat di karang adalah 27 partikel/50 gram karang atau dengan kata lain ada rata-rata terdapat 540 partikel mikroplastik dalam 1 kg karang utuh. Ada perbedaan cukup signifikan antara kelimpahan mikroplastik di wilayah antropogenik dan non-antropogenik. Kelimpahan mikroplastik di wilayah antropogenik mencapai 146% dibandingkan wilayah non-antropogenik. 
EFFECT OF COMBINATION INORGANIC FERTILIZER WITH RICE WASHING WATER ON THE NUTRITIONAL CONTENT OF Spirulina sp. Faustine Elvina Nuryadin, Devi; Ayi Meata, Bhatara; Nurazizatul Hasanah, Afifah; Afina Radityani, Fitri; Putra Suryono, Jundi; Dharmayanti, Wina; Basyair, Bunyamin; Udin, Ato
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 19, No 3 (2023): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.19.3.143-151

Abstract

Fertilizers commonly used in Spirulina sp. are walne, zarrouk, or guillard. However, the use of these fertilizers has several constraints, including the relatively expensive price, and requires quite a lot of nutrient solution composition in its manufacture. This problem is the reason for the search for alternative fertilizers for Spirulina sp. This study intends to provide information regarding the use of a combination of inorganic fertilizers from urea, plant catalyst, and GA with rice washing water as an alternative fertilizer which has a high nutritional content and can be used for Spirulina sp. it is followed by optical detachment analysis, water quality analysis, yield analysis, proximate analysis. The results of the study showed that the combination of inorganic fertilizers with rice washing water had a positive effect on the value of optical density with the fifth day of harvesting culture and proximate analysis of Spirulina sp. with the best treatment at P2 (1% inorganic fertilizer and 3 mL/L rice washing water) with culture water quality values in optimum conditions at a temperature of 29°C, pH 8 and salinity 19 ppt with an average yield of wet biomass, protein, fat, water, ash, and carbohydrates respectively 3.27 ±0.65, 5.42%, 1.62%, 88.54%, 3.22%, and 1.20%.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 4 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 3 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 2 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 1 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 4 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 3 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 2 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 1 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 4 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 3 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 2 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 1 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 4 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 3 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 2 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 1 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 4 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 3 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 2 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 1 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 4 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 3 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 2 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 1 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 15, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 15, No 1 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 14, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 14, No 1 (2018): SAINTEK PERIKANAN Vol 13, No 2 (2018): SAINTEK PERIKANAN Vol 13, No 1 (2017): SAINTEK PERIKANAN Vol 12, No 2 (2017): SAINTEK PERIKANAN Vol 12, No 1 (2016): SAINTEK PERIKANAN Vol 11, No 2 (2016): SAINTEK PERIKANAN Vol 11, No 1 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 10, No 2 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 10, No 1 (2014): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 9, No 2 (2014): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 9, No 1 (2013): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 8, No 2 (2013): Jurnal Saintek Perikanan Vol 8, No 1 (2012): Jurnal Saintek Perikanan Vol 7, No 1 (2011): Jurnal Saintek Perikanan Vol 6, No 2 (2011): Jurnal Saintek Perikanan Vol 6, No 1 (2010): Jurnal Saintek Perikanan Vol 5, No 2 (2010): Jurnal Saintek Perikanan Vol 5, No 1 (2009): Jurnal Saintek Perikanan Vol 4, No 2 (2009): Jurnal Saintek Perikanan Vol 4, No 1 (2008): Jurnal Saintek Perikanan Vol 3, No 2 (2008): Jurnal Saintek Perikanan Vol 2, No 1 (2006): Jurnal Saintek Perikanan More Issue