cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2013)" : 20 Documents clear
SIFAT FISIK TANAH PADA PERTANAMAN NANAS (Ananas comosus) UMUR 6 BULAN DENGAN ROTASI TANAMAN SINGKONG (Manihot esculenta Crants) DI PT GREAT GIANT PEANAPPLE TERBANGGI BESAR LAMPUNG TENGAH Taufiqurrohman Taufiqurrohman; Afandi Afandi; Hery Novpriansyah; F. Didik Pangarso
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.708 KB) | DOI: 10.23960/jat.v1i3.2062

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas tanah adalah dengan menggunakan rotasi tanaman. Rotasi tanaman mengakibatkan efek yang menguntungkan pada sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Efek positif dari rotasi tanaman pada sifat tanah yaitu karbon lebih tinggi di dalam tanah, memutuskan siklus hama dan penyakit tanaman, dan sisa tanaman setelah panen yang dikembalikan ke lahan dapat meningkatkan ketersediaan hara. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sifat fisik tanah pada pertanaman nanas dengan umur 6 bulan yang dirotasi dengan tanaman singkong. Penentuan titik pengambilan sampel tanah dilakukan dengan cara diagonal. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada 3 titik dengan kedalam 0-20, 20-40 dan 40-60 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kedalaman 0-20 cm memiliki struktur remah dan pada kedalaman 20-40 cm dan 40-60 cm memiliki struktur gumpal. Tekstur tanah pada setiap kedalaman tidak mengalami perubahan yaitu lempung liat berpasir. Pada kedalaman 0-20 cm nilai kemantapan agregat 35%, pada kedalaman 20-40 cm nilai kemantapan agregat 33%, dan pada kedalaman 40-60 cm nilai kemantapan agregat 30%. Analisis kerapatan isi pada kedalaman 0-20 cm dalam keadaan jenuh, kapasitas lapang dan titik layu permanen yaitu 1,62 g cm-3,pada kedalaman 20-40 cm nilai kerapatan isi dalam keadaan jenuh, kapasitas lapang dan titik layu permanen yaitu yaitu 1,81 g cm-3, sedangkan pada kedalamn 40-60 cm nilai kerapatan isi dalam keadaan jenuh, kapasitas lapang dan titik layu permanen yaitu yaitu 1,73 g cm-3. Susunan pori pada keadaan jenuh didapatkan nilai 49,45 %, kapasitas lapang didapatkan nilai 43,15 %, sedangkan pori drainase 10,92 %. Kondisi tanah jenuh nilai kekuatan tanah berkisaran antara 1,52 kgf cm-3-2,26 kgf cm-3, pada kondisi kapasitas lapang kekuatan tanah berkisaran antara 2,36 kgf cm-3-3,92 kgf cm-3, dan pada kondisi titik layu permanen nilai kekuatan tanah berkisar 3,94 kgf cm-3-4 kgf cm-3.
PENGUJIAN EFIKASI FORMULASI KERING Trichoderma spp. TERHADAP PENYAKIT BUSUK BUAH KAKAO (Phytophthora palmivora) Ahmad Teddy Wijaya; Titik Nur Aeny
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.984 KB) | DOI: 10.23960/jat.v1i3.2057

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi keringTrichoderma spp. dengan bahan pembawa yang berbeda-beda (talk, kaolin, dan clay) dan mendapatkan formulasi kering yang paling efektif dalam menekan penyakit busuk buah kakao (BBK) yang disebabkan oleh Phytophthora palmivora. Penyiapan formulasi kering Trichoderma spp. dilakukan di laboratorium dan formulasi kering yang dihasilkan selanjutnya diuji keefektifannya pada buah kakao di laboratorium dan di lapang. Pengujian laboratorium dilakukan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Lampung dan pengujian lapang dilakukan di kebun kakao petani di Dusun Sidomulyo Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus. Formulasi keringTrichoderma diaplikasikan dengan cara penyemprotan pada buah kako, dan semua buah yang diberi perlakuan diinokulasi dengan cara menempelkan potongan biakan P. palmivora pada 2 hari setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trichoderma spp. dalam bentuk formulasi kering dapat menekan pertumbuhan jamurP. palmivora. Formulasi keringT.harzianum dan T.viride dengan bahan pembawa kaolin memiliki jumlah spora yang paling tinggi. Hasil percobaan di laboratorium menunjukkan bahwa pada 8 hari setelah inokulasi, formulasi kering T.harzianum dengan bahan pembawa kaolin adalah yang paling baik dalam menekan keparahan penyakit(34%), sedangkan di lapang formulasi T.viridae dengan bahan pembawa kaolin yang paling efektif dalam menekan keparahan penyakit BBK (26%).
EFIKASI HERBISIDA 2,4-D TERHADAP GULMA PADA BUDIDAYA TANAMAN PADI SAWAH (Oryza Sativa L.) Waskita Apriadi; Dad R. J. Sembodo; Herry Susanto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.605 KB) | DOI: 10.23960/jat.v1i3.2040

Abstract

Pengendalian gulma dengan herbisida dipilih karena memiliki keuntungan yang lebih besar jika dibandingkan cara pengendalian lain. Pengendalian gulma dilaksanakan sebab gulma dapat menurunkan hasil padi hingga 87%. Penelitiandilakukan bertujuanmengetahui: (1) efikasi herbisida 2,4-D terhadap pertumbuhan gulma pada budidaya tanaman padi sawah; (2)terjadinyaperubahan komposisi jenis gulma pada lahan budidaya padi sawah setelah aplikasi herbisida 2,4-D; dan (3) pengaruh herbisida 2,4-D terhadap tanaman padi sawah. Penelitian dilaksanakan di desa Tempuran kecamatan Trimurjo, kabupaten Lampung Tengah dan Laboratorium Ilmu Gulma Universitas Lampung dari bulan Februari sampai Mei 2012. Perlakuan yang diuji yaitu 2,4-D 0,649 kg ha-1(0,75 l ha-1), 2,4-D 0,865kg ha-1(1,00 l ha-1), 2,4-D 1,081 kg ha-1 (1,25 l ha-1), 2,4-D 1,297 kg ha1 (1,50 l ha-1), Metil metsulfuron 0,004 kg ha-1(20g ha-1),penyiangan mekanis, dan kontrol. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 ulangan. Perbedaan nilai tengah perlakuan diuji dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada α =0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) herbisida 2,4-D pada semua taraf dosis yang diuji mampu menekan bobot kering gulma total, bobot kering gulma daun lebar dan teki, tetapi tidak mampu menekan bobot kering gulma rumput pada 3 dan 6 MSA; (2) Terjadi perubahan komposisi gulma akibat aplikasi herbisida yang ditunjukkan dengan jenis dan peringkat dominansi gulma yang tumbuh berbeda pada setiap perlakuan yang dibandingkan dengankontrol (tanpa pengendalian) pada 3 dan 6 MSA; dan (3) Herbisida 2,4-D tidak meracuni dan tidak menekan pertumbuhan dan produksi tanaman padi sawah.
POPULASI HAMA DAN MUSUH ALAMI PADA PERTANAMAN PADI VARIETAS CIHERANG YANG DIKELOLA SECARA PHT VERSUS KONVENSIONAL (NON-PHT) Septian Hutagalung; F. X. Susilo; Indriyati Indriyati; I. Gede Swibawa
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.57 KB) | DOI: 10.23960/jat.v1i3.2052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan populasi hama dan musuh alami pada pertanaman padi Varietas Ciherang yang dikelola secara PHT versus non-PHT. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sinar Pasemah, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan pada bulan Juni-Oktober 2012. Perlakuan terdiri atas petak pertanaman padi Ciherang yang dikelola secara PHT dan non-PHT masing-masing dengan enam ulangan (sampel) tetap yang diamati setiap minggu. Penentuan titik sampel diperoleh melalui pengacakan pada seluruh baris tanaman untuk memperoleh dua baris tanaman sampel. Pada baris ini kemudian ditentukan tiga titik sampel, yaitu di dekat pematang, tengah, dan dekat pematang pada arah yang berlawanan sehingga dari dua baris jajar legowo diperoleh enam titik sampel yang masing-masing terdiri dari satu rumpun tanaman padi. Pada masing-masing sampel tetap ini diamati populasi hama dan musuh alami yang dapat dilihat secara langsung. Data populasi yang diperoleh diuji dengan uji F pada taraf 1% atau 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi hama dan musuh alami pada pertanaman padi Varietas Ciherang yang dikelola secara PHT secara umum lebih tinggi dibandingkan dengan pada pertanaman padi yang dikelola secara non-PHT.
PENGARUH PENGOLAHAN TANAH DAN PEMBERIAN MULSA BAGAS TERHADAP KANDUNGAN BIOMASSA KARBON MIKROORGANISME (C-MIK) TANAH PADA LAHAN PERTANAMAN TEBU TAHUN KEDUA Trisina Dwi Pratiwi; Ainin Niswati; M. A. Syamsul Arif; Henrie Buchari
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.734 KB) | DOI: 10.23960/jat.v1i3.2063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menduga pengaruh olah tanah dan pemberian mulsa bagas terhadap biomassa karbon mikroorganisme (C-mik) tanah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan petak terbagi dan disusun secara split plot dengan 5 ulangan. Sebagai petak utama adalah perlakuan sistem olah tanah (T) yaitu:  T0 = tanpa olah tanah; T1 = olah tanah intensif dan anak petak dalam penelitian ini adalah penggunaan limbah pabrik gula (M) yaitu: M0= tanpa mulsa ; M1= mulsa bagas 80 ton ha-1.  Kombinasi perlakuan yang diterapkan adalah sebagai berikut: T0M0= tanpa olah tanah + tanpa  mulsa bagas, T0M1= tanpa olah tanah + mulsa bagas 80 t ha-1, T1M0 = olah tanah intensif + tanpa  mulsa bagas, dan T1M1= olah tanah intensif + mulsa bagas 80 t ha-1.  Semua petak perlakuan diaplikasikan pupuk Urea dengan dosis 300 kg ha-1, pupuk TSP 200 kg ha-1, pupuk Muriat of Potash (MOP) 300 kg ha-1, dan aplikasi bagas, blotong, dan abu (BBA) segar (5:3:1) 80 t ha-1.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan sistem olah tanah dan pemberian mulsa bagas tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan C-mik dan beberapa sifat kimia tanah seperti kelembaban dan pH tanah dan juga tidak terdapatnya korelasi antara C-mik dengan C-organik tanah, N-total tanah, reaksi tanah, kelembaban tanah, serta suhu tanah.  Hal ini diduga bahwa mulsa bagas dengan nisbah C/N yang sangat tinggi (>86) sangat lambat dirombak oleh mikroorganisme.  Lambatnya perombakan bahan organik dengan nisbah C/N yang sangat tinggi itu berkaitan dengan terbatasnya pasokan karbon dan/ atau energi untuk pembentukan dan perkembangan biomassa mikroba tanah.  Waktu penelitian selama dua tahun masih belum cukup untuk melihat dampak aplikasi bagas pada tanah perkebunan tebu.
PENGARUH BERBAGAI TINGKAT FRAKSI EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle L.) dan DAUN BABADOTAN (Ageratum conyzoide) TERHADAP Colletotrichum capsici PENYEBAB PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA CABAI (Capsicum annum L.) SECARA IN VITRO Intan Rahayu Ningtyas; Efri Efri; Titik Nur Aeny
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.044 KB) | DOI: 10.23960/jat.v1i3.2058

Abstract

Salah satu kendala untuk meningkatkan produktivitas cabai, baik dari segi kualitas maupun kuantitas adalah penyakit antraknosa, yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum capsici. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai tingkat fraksi ekstrak daun sirih (Piper betle L.) dan daun babadotan (Ageratum conyzoides) terhadap pertumbuhan C. capsici secara in vitro. Percobaan terdiri dari dua sub percobaan, masing-masing sub percobaan disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan sebelas perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan sub percobaan pertama terdiri dari kontrol (PDA tanpa perlakuan ekstrak daun sirih), ekstrak daun sirih dengan pelarut aquades, ekstrak daun sirih dengan pelarut alkohol 10% (daun sirih + alkohol 10%), pelarut alkohol 50% (daun sirih + alkohol 50%), pelarut alkohol 90% (daun sirih + alkohol 90%), pelarut etil asetat 10% (daun sirih + etil asetat 10%), pelarut etil asetat 50% (daun sirih + etil asetat 50%), pelarut etil asetat 90% (daun sirih + etil asetat 90%), pelarut  n-heksana 10% (daun sirih + n-heksana 10%), pelarut n-heksana 50% (daun sirih + n-heksana 50%), dan pelarut n-heksana 90% (daun sirih + n-heksana 90%). Sub percobaan kedua adalah ekstrak daun babadotan dengan perlakuan yang sama dengan ekstrak daun sirih.  Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan sidik ragam dan perbedaan nilai tengah antar perlakuan diuji dengan Uji Jarak Berganda (Duncan) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak daun sirih pada fraksi ekstrak n-heksana 50%, n-heksana 90%, n-heksana 10% dan etil asetat 90% menunjukkan pengaruh penghambatan terhadap pertumbuhan C. capsici. Pada daun sirih, fraksi ekstrak n-heksana 50%, n-heksana 90%, nheksana 10% dan etil asetat 90 dapat berpengaruh dalam menghambat pertumbuhan jumlah spora. Pada ekstrak daun babadotan, fraksi ekstrak n-heksana 10%, n-heksana 50%, n-heksana 90% dapat menghambat pertumbuhan C. capsici. Tetapi, pada jumlah spora daun babadotan, tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan spora.
RESPONS PERTUMBUHAN GULMA TERHADAP KEPEKATAN CAIRAN FERMENTASI PULP KAKAO SEBAGAI BIOHERBISIDA PASCATUMBUH Sujarman, Sujarman; Suprapto, Hermanus; Sembodo, Dad R.J.
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.109 KB) | DOI: 10.23960/jat.v1i3.2041

Abstract

Cairan fermentasi pulp kakao mengandung asam organik dan polifenol yang mungkin dapat digunakan sebagai bioherbisida untuk mengendalikan gulma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respons empat jenis gulma terhadap aplikasi kepekatan cairan fermentasi pulp kakao sebagai bioherbisida pascatumbuh. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan Juli 2012 di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Percobaan menggunakan Rancangan Petak Berjalur (Strip Plot Design), ulangan 3 kali, dan perlakuan disusun secara faktorial (11 x 4) dengan ukuran petak 1 m x 2 m. Faktor pertama adalah kepekatan cairan fermentasi pulp kakao (K) yaitu 0, 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 90, dan 100% dan faktor kedua adalah jenis gulma (G) yaitu (a) Richardia brasilliensis, (b) Axonopus compressus, (c) Setaria plicata, dan (d) Cyperus kyllingia. Data dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cairan fermentasi pulp kakao kepekatan 10-20% tidak meracuni semua jenis gulma, tetapi pada kepekatan 30% meracuni tiga jenis gulma dan tidak terhadap C. kyllingia. A. compressus menunjukkan respon keracunan tertinggi dibandingkan dengan gulma lain. Cairan fermentasi pulp kakao dengan kepekatan 100% mampu menekan bobot kering gulma total. Bobot kering jenis gulma berbeda, C. kyllingia menujukkan bobot kering terendah dibandingkan dengan R. brasilliensis, A. compressus, dan S. plicata.
EFIKASI Beauveria bassiana PADA PENGGEREK BUAH KOPI (Hypothenemus hampei) DARI SUMBERJAYA Nia Marleni; I Gede Swibawa; Titik Nur Aeny
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.859 KB) | DOI: 10.23960/jat.v1i3.2053

Abstract

Produksi kopi di Indonesia pada tiga tahun terakhir ini mengalami penurunan dikarenakan gangguan hama yang sangat merugikan. Hama utama tanaman kopi adalah penggerek buah kopi (Hypothenemus hampei). Hama ini sulit dikendalikan dengan insektisida kimiawi karena hampir seluruh stadium perkembangannya berada di dalam buah kopi. Salah satu alternatif pengengendalian lain yang diharapkan efektif adalah penggunaan jamur entomopatogen Beauveria bassiana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efikasi B. bassiana isolat Sumberjaya dan Tegineneng terhadap penggerek buah kopi (H. hampei) pada skala laboratorium. Dua pengujian terpisah dilakukan di laboratorium, yaitu pengujian isolat jamur dari Sumber Jaya dan isolat dari Tigeneneng. Pengujian menggunakan lima perlakuan yaitu kontrol (air steril), suspensi jamur pada tingkat pengenceran 10-1, 10-2, 10-3, dan 10-4. Satuan percobaan yaitu 20 individu penggerek buah kopi dewasa disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 3 kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur B. bassiana yang berasal dari Tegineneng dan Sumberjaya dapat menyebabkan kematian kumbang penggerek buah kopi (H. Hampei), peningkatan kerapatan spora diikuti oleh peningkatan kematian kumbang dan persentase kematian tertinggi dicapai pada perlakukan dengan kerapatan spora 107 yaitu sebesar 71,66% untuk B. bassiana isolat Tegineneng dan sebesar 43,33% untuk B. bassiana isolat Sumberjaya.
EVALUASI FENOTIPE QTL YANG TERSEGREGASI TRANSGRESIF PADA VARIETAS PADI NASIONAL DAN LOKAL DI LINGKUNGAN SAWAH BARU Risky Ramadhana
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.583 KB) | DOI: 10.23960/jat.v1i3.2029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan QTL yang muncul pada varietas padi nasional dan lokal di lingkungan sawah baru, untuk mendapatkan peubah yang memiliki ragam genetik dan heritabilitas broad-sense pada padi nasional dan lokal; serta untuk mendapatkan peubah yang dapat digunakan sebagai seleksi tidak langsung pada padi nasional dan lokal. Penelitian ini disusun berdasarkan RKTS (Rancangan Kelompok Teracak Sempurna) dimana masing-masing kelompok diambil 9 sampel tanaman yang dibagi menjadi 3 ulangan dan masing-masing ulangan 3 tanaman. Data pada masing-masing peubah diuji Bartlett dan Levene untuk kehomogenan ragam sebelum di analisis ragam. Bila uji F pada analisis ragam berbeda P  0.05 atau 0.01 dilakukan pemeringkatan varietas padi berdasarkan BNJ0.05. Besarnya ragam genetik dan heritabilitas broad-sense diduga berdasarkan nilai kuadrat nilai tengah harapan pada hasil analisis ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QTL pada tanaman padi muncul pada varietas nasional dan lokal di lingkungan sawah baru, yaitu QTL sudut anakan, QTL tinggi tanaman dan QTL jumlah bulir. Semua peubah yang diamati mampu memberikan perbedaan ragam genetik dan heritabilitas broad-sense, tetapi untuk varietas peubah bobot gabah total tidak memberikan perbedaan, begitu juga untuk QTL peubah jumlah anakan total dan bobot gabah total yang tidak memberikan perbedaan ragam genetik dan heritabilitas broad-sense. Peubah yang dapat dijadikan seleksi tidak langsung adalah jumlah gabah isi.
PENGARUH FRAKSI EKSTRAK DAUN NIMBA (Azadirachta indica A.) DAN DAUN JARAK (Jatropha curcas L.) TERHADAP DIAMETER KOLONI DAN JUMLAH SPORA JAMUR Colletotrichum capsici PENYEBAB PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA CABAI (Capsicum annum L.) Yanti Ningsih; Efri Efri; Titik Nur Aeny
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.062 KB) | DOI: 10.23960/jat.v1i3.2059

Abstract

Tanaman cabai (Capsicum annuum L.) merupakan tanaman semusim yang tergolong dalam famili solanaceae. Budidaya cabai seringkali menghadapi banyak kendala terutama dalam usaha meningkatkan produktivitas, baik dalam hal kualitas maupun kuantitasnya. Salah satu penyakit yang menjadi kendala pada pertanaman cabai adalah penyakit antraknosa. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Colletotrichum capsici dan pada tingkat tertentu dapat mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas fraksi ekstrak daun nimba dan daun jarak sebagai biofungisida terhadap pertumbuhan C. capsici secara in vitro penyebab penyakit antraknosa pada cabai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun nimba fraksi alkohol 90% , ekstrak daun jarak fraksi alkohol 10%, fraksi alkohol 90%, fraksi etil asetat 10% dan fraksi n-heksana 90% berpotensi sebagai fungisida nabati yang dapat menghambat pertumbuhan koloni dan pembentukan spora C. capsici.

Page 2 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue