cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
AKUMULASI BAHAN KERING BEBERAPA VARIETAS TANAMAN SORGUM (Sorghum bicolor (L.) Moench) RATOON 1 PADA KERAPATAN TANAMAN BERBEDA Bangun Ferdian; Sunyoto Sunyoto; Agus Karyanto; Muhammad Kamal
Jurnal Agrotek Tropika Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.569 KB) | DOI: 10.23960/jat.v3i1.1920

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akumulasi bahan kering tanaman sorgum ratoon I akibat kerapatan tanamanan berbeda, akumulasi bahan kering pada tiga varietas sorgum ratoon I, dan pengaruh interaksi antara kerapatan tanamanan dan varietas sorgum terhadap akumulasi bahan kering beberapa sorgum ratoon I. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kebun Percobaan Natar, Desa Negara Ratu, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan danLaboratorium, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung yang dilaksanakan pada bulan September sampai dengan Desember 2013. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan rancangan perlakuan dalam pola faktorial (3x4) yaitu dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah kerapatan tanaman (P) dan faktor kedua adalah varietas tanaman sorgum (G). Kerapatan tanaman dibagi menjadi empat taraf, yaitu satu (p1), dua (p2), tiga (p3), dan empat (p4) tanaman/ lubang tanam serta varietas yang digunakan ada tiga, yaitu Numbu (g1), Keller (g2), dan Wray (g3). Hasil penelitian menunjukkanbahwa kerapatan tanaman berpengaruh nyata terhadap akumulasi bahan kering tanaman sorgum ratoon 1. Secara umum peningkatan kerapatan tanaman menurunkan akumulasi bahan kering per tanaman, namun hasil persatuan luas lahan tertinggi ditunjukkan kerapatan tanaman yang tinggi, kerapatan tiga tanaman/lubang tanam menghasilkan bobot biji kering lebih tinggi 62 % dari kerapatan satu, 58,80% dari kerapatan empat dan 50% lebih dari kerapatan dua; varietas tanaman berpengaruh nyata terhadap akumulasi bahan kering tanaman sorgum ratoon 1, Secara umum varietas Numbu memiliki hasil 157,98 % lebih tinggidibandingkan Keller dan lebih tinggi 180,36% dari varietas Wray; kombinasi antara varietas dengan kerapatan tanamanberpengaruh nyata terhadap akumulasi bahan kering tanaman sorgum ratoon. Varietas Keller dan kerapatan tanaman tiga tanaman/lubang tanam mampu memberikan bobot kering total tanaman sebesar 27,50% lebih tinggi dari varietas Numbu, dan 46,99% lebih tinggi dari varietas Wray.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PERTANAMAN KARET di AFDELING III PTPN VII (Persero) UNIT USAHA KEDATON Maya Puspitasari; Tamaluddin Syam; Rusdi Evizal; Ali Kabul Mahi
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.161 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i2.2108

Abstract

Karet adalah salah satu komoditas perkebunan unggulan Provinsi Lampung yang tersebar hampir diseluruh Kabupten di Provinsi Lampung. Tahun 2010 pertanaman karet di Provinsi Lampung seluas 119.83 ha dengan total produksi 72.240 ton. Untuk mencapai produksi yang maksimal, maka suatu jenis tanaman harus ditanam pada tempat yang sesuai dengan persyaratan tumbuhnya. Dengan evaluasi kesesuaian lahan dapat diketahui kesesuaian suatu wilayah untuk tanaman karet serta kelayakan secara ekonomi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan penilaian kesesuaian lahan kualitatif berdasarkan kriteria Djaenuddin dkk 2000 dan evaluasi kuantitatif adalah analisis finansial dengan menghitung NPV, Net B/C, IRR, dan BEP. Penelitian dilakukan pada lahan pertanaman karet di Field 2005 E PTPN VII (Persero) Unit Usaha Kedaton Way Galih Lampung Selatan pada bulan Agustus 2012. Penelitian dilaksanakan dengan metode survey dengan pendekatan evaluasi lahan secara paralel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan pertanaman karet di Field 2005 E PTPN VII Unit Usaha Kedaton Way Galih berdasarkan potensi fisik lingkungan termasuk ke dalam kelas kesesuaian lahan cukup sesuai dengan faktor pembatas ketersediaan air dan retensi hara (S2wanr) dan secara finansial layak untuk dilanjutkan dengan nilai NPV = Rp 132.281.885 ha-1, Net B/C = 2,3, IRR = 24,30% thn-1 , dan BEP = 14 tahun 7 bulan 12 hari.
TOKSISITAS EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria papuena Warb.) TERHADAP ULAT GRAYAK (Spodoptera litura F.) DI LABORATORIUM Irvan Zestyadi R.S.; Solikhin Solikhin; Nur Yasin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.708 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i1.2528

Abstract

Dalam budidaya tanaman, salah satu kendala utama yang menjadi penghambat produksi baik secara kualitas maupun kuantitas adalah adanya serangan organisme pengganggu tanaman. Salah satu hama yang menyerang budidaya tanaman adalah ulat grayak (Spodoptera litura F.). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui toksistas ekstrak buah mahkota dewa (Phaleria papuena Warb.) terhadap ulat grayak (Spodoptera litura F.). Penelitian ini menggunakan 6 perlakuan ekstrak buah mahkota dewa. Pada setiap satuan percobaan digunakan 15 ekor ulat grayak yang dipapari ekstrak buah mahkota dewa. Perlakuan yang digunakan adalah konsentrasi ekstrak buah mahkota dewa yang terdiri atas 6 taraf konsentrasi, yaitu 0%, 1%, 5%, 10%, 20%, 30%. Untuk memperoleh nilai LC 50 data mortalitas yang diperoleh pada uji toksisitas ekstrak buah mahkota dewa (Phaleria papuena Warb.) terhadap ulat grayak(Spodoptera litura F.) dilakukan analisis probit dengansoftware menggunakan SPSS v23for windows.Nilai LC 50 ditentukan pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah mahkotadewa dapat mematikan ulat grayak. Nilai LC 50 ekstrak buah mahkota dewa terhadap larva Spodoptera litura F. yaitu 7,98% pada 8 hari setelah aplikasi. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak buah mahkota dewa yang digunakan maka akan semakin cepat dalam mematikan ulat grayak, semakin tinggi konsentrasi ekstrak buah mahkota dewa LT 50 -nya semakin rendah.
PENGARUH PEMUPUKAN UREA DAN TEKNIK DEFOLIASI PADA PRODUKSI JAGUNG (Zea mays L.) VARIETAS PIONEER 27 Arman Affandi; Herawati Hamim; Niar Nurmauli
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.061 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i1.1936

Abstract

Penelitian mengenai “Pengaruh Pemupukan Urea dan Teknik Defoliasi Pada Produksi Jagung (Zea mays L.) Varietas Pioneer27” telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Politeknik Negeri Lampung dari bulan November 2011 sampai bulan Februari 2012. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dosis pupuk urea yang optimum terhadap produksi tanaman jagung varietas pioneer 27, mengetahui produksi tanaman jagung varietas pioneer 27 dengan perlakuan defoliasi atau tanpa defoliasi, dan mengetahui interaksi antara dosis pupuk Urea dan defoliasi pada tanaman jagung varietas pioneer 27. Perlakuan disusun secara faktorial (4 x 2) dengan ulangan sebanyak 3 (tiga). Faktor pertama adalah pupuk urea yang terdiri dari 4 (empat) taraf yaitu 100 kg ha-1 (P1), 200 kg ha-1 (P2), 300 kg ha-1 (P3) dan 400 kg ha-1 (P4). Faktor kedua adalah teknik defoliasi yang terdiri dari 2 (dua) taraf yaitu tanpa defoliasi (D0) dan defoliasi disisakan tiga daun dibawah tongkol (D1). Homogenitas ragam antar perlakuan diuji dengan uji Barlett dan kemenambahan data diuji dengan uji Tukey. Selanjutnya data dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan uji lanjutan polinomial ortogonal 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis sebesar 100 kg ha-1 ureamampu memberikan bobot biji kering per petak sebesar 11,61 kg yang setara dengan 9,5 t ha-1, dan pemberian > 200 kg ha-1 tidak nyata meningkatkan bobot biji per petak. Perlakuan defoliasi ataupun tanpa defoliasi tidak bebeda terhadap bobot biji kering tanaman jagung. Terdapat interaksi antara dosis pupuk urea dengan perlakuan defoliasi untuk meningkatkan bobot berangkasan yaitu dengan dosis pupuk 254,77 kg ha-1 urea dengan teknik defoliasi akan menghasilkan bobot kering brangkasan yang optimum sebesar 113,87 g.
PENGARUH KONSENTRASI IBA (Indole 3 Butyric Acid) DAN TEKNIK PENYEMAIAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.) ASAL BIJI Dewi Delliana; Nurdiati Al-Hamidy; Rugayah Rugayah; Agus Karyanto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.585 KB) | DOI: 10.23960/jat.v5i3.1819

Abstract

Manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan tanaman buah yang memiliki laju pertumbuhan sangat lambat karena sistem perakarannya terbatas, sehingga penyerapan air dan unsur hara rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan akar dan tajuk adalah dengan pemberian IBA dan teknik penyemaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) konsentrasi IBA yang menghasilkan pertumbuhan terbaik bibit tanaman manggis, (2) perbedaan pengaruh antara teknik penyemaian tanam langsung dan pindah tanam pada pertumbuhan bibit tanaman manggis, dan (3) pengaruh interaksi antara konsentrasi IBA dan teknik penyemaian pada pertumbuhan bibit tanaman manggis. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari – Mei 2016 di rumah kaca gedung Hortikultura Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan perlakuan faktorial yang terdiri dari dua faktor (4x2). Faktor pertama: taraf konsentrasi IBA (A) yang terdiri: 0 ppm (a 0 ), 25 ppm (a 1 ), 50 ppm (a 2 ), dan 75 ppm (a 3 ). Faktor kedua: teknik penyemaian (B): tanam langsung (b 1 ) dan pindah tanam (b 2 ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian IBA tidak berpengaruh nyata pada semua variabel pengamatan kecuali pada diameter batang akhir justru menurunkan. Teknik penyemaian dan interaksi antara kedua perlakuan tersebut juga tidak menunjukkan adanya pengaruh yang nyata pada semua variabel pengamatan.
PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN APLIKASI MULSA BAGAS TERHADAP RESPIRASI TANAH PADA PERTANAMAN TEBU (Saccharum Officinarum L) RATOON KE-1 PERIODE 2 DI PT GUNUNG MADU PLANTATIONS Niken Aditya Rahma Putri; Ainin Niswati; Sri Yusnaini; Henrie Buchari
Jurnal Agrotek Tropika Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.723 KB) | DOI: 10.23960/jat.v5i2.1835

Abstract

Respirasi tanah merupakan suatu indikator yang baik terhadap mutu tanah. Ciri khas parameter aktivitas metabolik dari populasi mikroba tanah yang berkorelasi positif dengan material organik tanah. Dengan meningkatnya laju respirasi maka akan meningkat pula laju dekomposisi bahan organik yang terakumulasi di dasar tanah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perlakuan sistem olah tanah dan pemberian mulsa bagas terhadap respirasi tanah. Penelitian dilaksanakan bulan Desember 2015 dan Mei 2016. Penelitian ini dirancang secara split plot dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 kelompok. Petak utama yaitu sistem olah tanah yang terdiri dari tanpa olah tanah (T 0 ) dan olah tanah intensif (T 1 ). Anak petak adalah aplikasi mulsa bagas, yang terdiri dari tanpa mulsa bagas (M 0 ) dan mulsa bagas 150 t ha -1 (M 1 ). Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam pada taraf 5%, yang sebelumnya telah diuji homogenitas ragamnya dengan uji Bartlett dan aditivitasnya dengan uji Tukey, dan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 1% dan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara pengolahan tanah dan aplikasi mulsa bagas terhadap respirasi tanah 3 BSR. Hasil uji BNT 5% menunjukan respirasi pada tanah yang tidak diolah lebih tinggi dibandingkan tanah yang diolah dan tanah yang diaplikasikanmulsa lebih tinggi dibandingkan tanpa aplikasi mulsa. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa respirasi tanah mempunyai korelasi positif dengan suhu tanah pada pengamatan 8 BSR.
PENGARUH SISTEM OLAH TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN, SERAPAN HARA DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG PADA TANAH ULTISOL GEDUNG MENENG BANDAR LAMPUNG Harris Oktaviansyah; Jamalam Lumbanraja; Sunyoto Sunyoto; Sarno Sarno
Jurnal Agrotek Tropika Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.294 KB) | DOI: 10.23960/jat.v3i3.1968

Abstract

Teknik persiapan lahan pada percobaan ini dikelompokkan ke dalam sistem olah tanah sempurna (OTS) dan olah tanah minimum (OTM). Olah tanah sempurna yang umumnya menggunakan alat-alat sederhana hingga alat-alat berat pada dasarnya bertujuan mengendalikan gulma dan menggemburkan tanah sehingga aerasi dan kapasitas infiltrasi tanah meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh olah tanah dan herbisida terhadap pertumbuhan, serapan hara dan produksi tanaman jagung serta nilai ekonomisnya. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu dan Laboratorium Ilmu Tanah Universitas Lampung pada bulan Februari 2014 hingga Mei 2014. Plot percobaan disusun dalamRancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu A (olah tanah minimum), B (olah tanah minimum + herbisida), C (olah tanah sempurna), D (olah tanah sempurna + herbisida) dengan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan olah tanah minimum + herbisida secara nyata lebih tinggi menghasilkan bobot pipilan basah, bobot pipilan kering oven, bobot pipilan KA 14%, dan bobot kering total tanaman dibandingkan dibandingkan perlakuan lainnya. Olah tanah minimum + herbisida secara nyata lebih tinggi menghasilkan serapan hara total tanaman N, P, dan K dibandingkan olah tanah minimum, olah tanah sempurna, dan olah tanah sempurna + herbisida. Serapan hara N P K berkorelasi positif terhadap jumlah daun, bobot pipilan, bobot bonggol, dan bobot brangkasan tanaman jagung. Dalam hal R (nisbah penerimaan terhadap pengeluaran), olah tanah minimum + herbisida menghasilkan nilai ekonomis tertinggi dibandingkan olah tanah minimum, olah tanah sempurna, dan olah tanah sempurna + herbisida.
EFISIENSI PEMUPUKAN UREA DAN LAHAN PADA TUMPANGSARI JAGUNG DAN KACANG TANAH DALAM MENINGKATKAN HASIL JAGUNG Tyas Hendra Sonjaya; Herawati Hamim; Niar Nurmauli
Jurnal Agrotek Tropika Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.265 KB) | DOI: 10.23960/jat.v4i3.1852

Abstract

Penanaman jagung dengan kacang tanah dapat menjadi pilihan yang ideal dalam penerapan pola tanam tumpangsari. Nitrogen yang berasal dari tanaman kacang tanah dapat membantu pemenuhan kebutuhan N tanaman jagung. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efisiensi pemupukan urea dan penggunaan lahan pada pola tanam tumpangsari jagung dan kacang tanah dalam meningkatkan hasil jagung. Rancangan yang digunakan adalah rancangan kelompok teracak sempurna (RKTS) dengan sembilan perlakuan yang diulang tiga kali, yaitu tumpangsari jagung dan kacang tanah dengan tujuh taraf dosis pupuk masing-masing 0, 50, 100, 150, 200, 250, dan 300 kg urea/ha, monokultur kacang tanah, dan monokultur jagung. Pengelompokan didasarkan pada waktu pengamatan. Homogenitas ragam diuji dengan uji Barlett, kemenambahan data diuji dengan uji Tukey, dan untuk pemisahan nilai tengah dilakukan uji perbandingan ortogonal pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju tumbuh tanaman, laju pengisian biji, bobot pipilan kering, dan indeks panen jagung pada pola tanam monokultur lebih baik dibanding pada pola tanam tumpangsari. Penerapan tumpangsari jagung dan kacang tanah tidak menunjukkan efisiensi pemupukan urea secara agronomis karena peningkatan bobot pipilan kering jagung hanya sebesar 0,004 t/ha (4 kg/ ha) setiap peningkatan dosis 1 kg urea/ha, namun pada lahan tumpangsari jagung dan kacang tanah dengan dosis 200, 250, dan 300 kg urea/ha menunjukkan efisiensi penggunaan lahan dengan nilai LER masing-masing 1,18, 1,19, dan 1,30.
EFIKASI HERBISIDA 2,4-D TERHADAP GULMA PADA BUDIDAYA TANAMAN PADI SAWAH (Oryza Sativa L.) Waskita Apriadi; Dad R. J. Sembodo; Herry Susanto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.605 KB) | DOI: 10.23960/jat.v1i3.2040

Abstract

Pengendalian gulma dengan herbisida dipilih karena memiliki keuntungan yang lebih besar jika dibandingkan cara pengendalian lain. Pengendalian gulma dilaksanakan sebab gulma dapat menurunkan hasil padi hingga 87%. Penelitiandilakukan bertujuanmengetahui: (1) efikasi herbisida 2,4-D terhadap pertumbuhan gulma pada budidaya tanaman padi sawah; (2)terjadinyaperubahan komposisi jenis gulma pada lahan budidaya padi sawah setelah aplikasi herbisida 2,4-D; dan (3) pengaruh herbisida 2,4-D terhadap tanaman padi sawah. Penelitian dilaksanakan di desa Tempuran kecamatan Trimurjo, kabupaten Lampung Tengah dan Laboratorium Ilmu Gulma Universitas Lampung dari bulan Februari sampai Mei 2012. Perlakuan yang diuji yaitu 2,4-D 0,649 kg ha-1(0,75 l ha-1), 2,4-D 0,865kg ha-1(1,00 l ha-1), 2,4-D 1,081 kg ha-1 (1,25 l ha-1), 2,4-D 1,297 kg ha1 (1,50 l ha-1), Metil metsulfuron 0,004 kg ha-1(20g ha-1),penyiangan mekanis, dan kontrol. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 ulangan. Perbedaan nilai tengah perlakuan diuji dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada α =0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) herbisida 2,4-D pada semua taraf dosis yang diuji mampu menekan bobot kering gulma total, bobot kering gulma daun lebar dan teki, tetapi tidak mampu menekan bobot kering gulma rumput pada 3 dan 6 MSA; (2) Terjadi perubahan komposisi gulma akibat aplikasi herbisida yang ditunjukkan dengan jenis dan peringkat dominansi gulma yang tumbuh berbeda pada setiap perlakuan yang dibandingkan dengankontrol (tanpa pengendalian) pada 3 dan 6 MSA; dan (3) Herbisida 2,4-D tidak meracuni dan tidak menekan pertumbuhan dan produksi tanaman padi sawah.
PENGARUH VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) DAN JENIS KELAMIN KEONG EMAS (Pomacea sp.) TERHADAP DAYA RUSAK KEONG EMAS PADA TANAMAN PADI Rani Wijayanti; Lestari Wibowo; Solikhin Solikhin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.713 KB) | DOI: 10.23960/jat.v4i2.1863

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan sumber utama untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Terdapat beberapa kendala yang mengganggu pada budidaya tanaman padi, salah satu diantaranya adalah keong emas. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh varietas padi terhadap daya rusak keong emas pada tanaman padi, mempelajari pengaruh jenis kelamin keong emas terhadap daya rusaknya pada tanaman padi, dan mempelajari pengaruh interaksi varietas dan jenis kelamin keong emas terhadap daya rusaknya pada tanaman padi. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Proteksi TanamanGadingrejo, Kabupaten Pringsewu. Bahan yang digunakan adalah keong emas jantan, keong emas betina, varietas Ciherang, dan varietas lokal (padi ketan putih). Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (2 x 4). Faktor pertama adalah varietas padi terdiri atas varietas Ciherang dan lokal. Faktor kedua adalah jenis kelamin keong emas terdiri atas tanpa keong emas, dua ekor keong emas jantan, dua ekor keong emas betina, dan keong emas jantan dan betina yang diulangsebanyak 3 kali. Data penelitian dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) varietas padi tidak berpengaruh terhadap daya rusak keong emas pada tanaman padi, (2) perbedaan jenis kelamin keong emas jantan dan betina tidak menyebabkan perbedaan intensitas kerusakan tanaman padi, dan intensitas kerusakan yang terjadi sebesar 84,17%, (3) tidak ada interaksi antara varietas padi dan jenis kelamin keong emas terhadap daya rusaknya pada tanaman padi.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue