cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
PENGARUH APLIKASI PUPUK HAYATI DAN PUPUK PELENGKAP ALKALIS TERHADAP KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA DAN INTENSITAS PENYAKIT PENTING PERTANAMAN SEMANGKA (Citrullus vulgaris Schard) Oryza Wahyu Setiawan; Sudi Pramono; Kus Hendarto; Suskandini Ratih Dirmawati
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i3.5306

Abstract

Usaha budidaya tanaman semangka tidak terlepas dari gangguan serangga dan penyakit tanaman yang dipengaruhi oleh lingkungan.  Pemberian pupuk hayati dan pupuk pelengkap alkalis dapat menimbulkan kondisi lingkungan yang berbeda untuk pertumbuhan dan perkembangan arthropoda maupun patogen pada pertanaman semangka.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk hayati cair, konsentrasi pupuk pelengkap alkalis, dan interaksi kedua pupuk tersebut terhadap keanekaragaman arthropoda dan intensitas penyakit penting pertanaman semangka.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati cair konsentrasi 15 ml/l mampu meningkatkkan keanekaragaman arthropoda dengan nilai indeks keanekaragaman sebesar 1,26 pada 4 MST dan 1,74 pada 7 MST.  Pemberian pupuk pelengkap alkalis konsentrasi 2 g/l mampu meningkatkan kenakearagaman arthropoda dengan nilai indeks sebesar 1,25 pada 4 MST dan 1,78 pada 7 MST.  Pemberian pupuk hayati cair konsentrasi 30 ml/l mampu menekan keparahan penyakit downy mildew dengan nilai keparahan penyakit sebesar 48,94 % pada 7 MST.  Pemberian pupuk pelengkap alkalis konsentrasi 2 g/l mampu menekan keparahan penyakit downy mildew dengan nilai keparahan penyakit sebesar 43,45 % pada 7 MST.  Pemberian pupuk hayati cair konsentrasi 30 ml/l dengan pupuk pelengkap alkalis konsentrasi 2 g/l memberikan interaksi berpengaruh nyata atau dengan kata lain memiliki hasil produksi buah per petak rata-rata seberat 17,44 kg.
UJI BEBERAPA JENIS PUPUK NITROGEN LEPAS LAMBAT PADA TANAMAN KUBIS BUNGA (Brassica oleraceae var. botrytis L.) YANG DIBERI PUPUK DASAR NPK Diko Sri Agung; Yohannes Cahya Ginting; Rugayah Rugayah; Lilis Hermida
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i3.5309

Abstract

Pupuk urea konvensional yang mudah hilang dan tercuci di tanah dapat diatasi dengan memodifikasi bentuk fisika dan kimia pupuk urea konvensional menjadi pupuk urea lepas lambat (Slow Release Urea= SRU). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh pemberian beberapa jenis pupuk sumber nitrogen lepas lambat terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga. (2) mengetahui jenis pupuk sumber N (nitrogen) lepas lambat yang paling baik pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga. Penelitian ini dilakukan di Bukit Kemiling Permai, Kota Bandar Lampung pada bulan Maret sampai dengan Juni 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Lima perlakuan dalam penelitian ini adalah P0 (Kontrol), P1 (Urea), P2 (SRU Bentonit), P3 (SRU Baggase Bottom Ash (BBA)), dan P4 (SRU Mesopori) yang diulang sebanyak empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh berbagai jenis pupuk sumber nitrogen lepas lambat pada tanaman kubis bunga tidak berbeda dengan urea konvensional dan tanpa pemupukan. Secara umum, pupuk urea lepas lambat lebih unggul dibandingkan dengan pupuk urea konvensional dalam hal lebar tajuk tanaman, panjang daun, lebar daun, waktu panen, bobot curd, dan diameter curd,  namun pebedaannya tidak signifikan. Pemberian perlakuan pupuk SRU (slow release urea) jenis Messopori cenderung menghasilkan bobot kering daun yang lebih berat dibandingkan dengan pupuk SRU (slow release urea) jenis BBA dengan selisih 1,84 g (19,81%).
PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN RESIDU PEMUPUKAN N JANGKA PANJANG TERHADAP LAJU RESPIRASI TANAH PADA PERTANAMAN KACANG TUNGGAK (Vigna unguiculata (L.) DI POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG PADA MUSIM KE-32 Elpin Wahyu Illahi; Ainin Niswati; Henrie Buchari; Sri Yusnaini
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i3.5299

Abstract

Salah satu cara agar tanah tetap subur adalah dengan pengelolaan tanah yang baik, dan sesuai dengan kaidah pertanian berkelanjutan yaitu dengan melakukan pengelolaan tanah konservasi dan pemupukan yang tepat.  Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh sistem olah tanah jangka panjang, residu pemupukan N jangka panjang,  pengaruh interaksi sistem olah tanah dan residu pemupukan N jangka panjang terhadap laju respirasi tanah, serta mempelajari hubungan antara C-organik tanah, kadar air tanah, pH tanah, dan suhu tanah dengan laju repirasi tanah pada pertanaman kacang tunggak.  Penelitian yang sekarang berlangsung sejak 1987 ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor pertama faktor sistem olah tanah yang terdiri dari tanpa olah tanah (T0), olah tanah minimum (T1), dan olah tanah intensif (T2) sedangkan faktor kedua pemupukan nitrogen yang terdiri dari 0 kg N ha-1 (N0), dan 200 kg N ha-1 (N1) setiap satuan percobaan diulang 4 kali.  Data dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji BNT taraf 5%, uji korelasi antara beberapa sifat tanah dengan respirasi tanah.  Pengamatan respirasi tanah dilakukan sebanyak 5 kali, yaitu sampel 1 sebelum olah tanah (SOT), sampel 2 setelah olah tanah sebelum tanam, sampel 3 vegetatif awal (14 HST), sampel 4 pada vegetatif maksimum (65 HST), dan sampel 5 panen (90 HST).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa respirasi tanah pada perlakuan sebelum tanam dan vegetatif awal OTI lebih tinggi dari pada TOT dan OTM, sedangkan pada vegetatif maksimum dan panen lebih tinggi pada TOT, pengaruh residu pemupukan N jangka panjang terhadap respirasi tanah tidak berpengaruh terhadap respirasi tanah, tidak terdapat interaksi antara sistem olah tanah dan residu pemupukan N dengan respirasi tanah, dan terdapat hubungan antara suhu tanah sebelum olah tanah (SOT), C-organik tanah pada sebelum olah tanah (SOT), vegetatif awal (14 HST), dan vegetatif maksimum (65 HST) dengan respirasi tanah.
INVENTARISASI DAN INTENSITAS SERANGAN HAMA TANAMAN JERUK (Citrus sinensis L.) DI KECAMATAN SEKAMPUNG UDIK KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Yongky Lavia Foda; Lestari Wibowo; Puji Lestari; Rosma Hasibuan
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i3.5276

Abstract

Jeruk merupakan buah yang sangat digemari masyarakat Indonesia, dengan rasa yang segar, mengandung vitamin C dan memiliki daya jual, serta nilai ekonomis yang tinggi. Upaya peningkatan produksi tidak terlepas dari masalah organisme pengganggu tanaman (OPT) pada tanaman jeruk, maka perlu dilakukan penanganan yang serius pada masalah OPT. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi hama penting tanaman jeruk dan menghitung intensitas serangannya pada tanaman jeruk di Kecamatan Sekampung Udik Lampung Timur. Penelitian dilaksanakan  pada bulan Maret  2019 hingga bulan Juli  2019. Hasil survei di Desa Gunung Pasir Jaya, Pugung Raharjo, dan Sidorejo ditemukan 9 jenis hama yang menyerang tanaman jeruk dan terdapat 1 kerusakan buah akibat iklim. Hama – hama yang didapat yaitu hama daun (kutu daun, kutu icerya kuning, penggorok daun dan ulat daun), hama buah (penggerek buah dan lalat buah), dan hama ranting (kutu dompolan, penggerek batang dan sikada). Ada satu faktor yang membuat buah rusak / pecah dikarenakan iklim. Rata – rata tingkat serangan hama yang terdapat pada ketiga desa penelitian yaitu kutu daun 3,67 koloni per cabang, kutu icerya kuning 3,83 ekor per cabang, penggorok daun 3,46 %, ulat daun 2,56 % , penggerek buah 4,44 %, kutu dompolan 4,15 koloni per cabang, penggerek batang 0,01 gejala per tanaman, sikada  0,50 ekor per cabang. Intensitas serangan hama paling tinggi di tiga desa yaitu hama penggerek buah dengan persentase serangan 4,44% buah terserang dan intensitas serangan hama penggerek buah tertinggi ada di desa Sidorejo dengan persentase 4,51 % buah terserang.
EVALUASI KETAHANAN BERAS LOKAL PROVINSI SUMATERA BARAT TERHADAP HAMA Sitophilus oryzae (L.) Annisa, Muhtia; Hendrival, Hendrival; Khaidir, Khaidir
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i3.4939

Abstract

Pemilihan beras yang tahan terhadap hama Sitophilus oryzae dapat dilakukan melalui pemanfaatan padi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerentanan beras lokal Provinsi Sumatera Barat terhadap serangan hama S. oryzae. Percobaan dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga ulangan. Jenis beras dari padi lokal Provinsi Sumatera Barat antara lain Batang Piaman, Kuriak, Kuku Balam, Ampek Duo Pilihan, Banang Pulau, Batu Sangka, Gandah Kuniang, Geha, dan Bareh Solok. Perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga didapatkan 27 satuan percobaan. Evaluasi ketahanan beras menggunakan metode tanpa pilihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beras dari padi lokal Provinsi Sumatera Barat memiliki tingkat kerentanan resisten dan moderat terhadap serangan hama S. oryzae. Beras Gandah Kuniang tergolong dalam kategori resisten, sedangkan Batu Sangka, Kuku Balam, Bareh Solok, Batang Piaman, Banang Pulau, Kuriak, Geha, dan Ampek Duo Pilihan tergolong dalam kategori moderat. Kerentanan beras dipengaruhi oleh jumlah F1 (r = 0,975**, P < 0,01) dan median waktu perkembangan S. oryzae (r = -0,969**, P < 0,01).
PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG SAPI, ARANG SEKAMDAN PESTISIDATEKI (Cyperus rotundus) UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT MOLER DAN PERTUMBUHAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicumL.) Achmad Ardy; Sukandini Ratih; Kus Hendarto; Efri Efri
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i1.5539

Abstract

Peningkatan produksi bawang merah banyak menghadapi kendala salah satunya yaitu serangan hama dan patogen. Penyakit yang sering dijumpai pada budidaya bawang merah yaitu moleryang disebabkan oleh Fusarium oxysporum f. sp. cepae. Penyakit moler dapat menimbulkan kerusakan danmenurunkan hasil umbi hingga 50%. Penggunaan pupuk kandang sapi, arang sekam dan pestisida teki diharapkan dapat menekan intensitas penyakit moler pada tanaman bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk kandang sapi, arang sekam dan pestisida teki terhadap intensitas penyakit moler pada tanaman bawang merah dan mengetahui pengaruh kombinasi pupuk kandang sapi, arang sekam dan pestisida teki terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah. Penelitian dilakukan di Laboratorium Penyakit Tanaman dan Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, pada September hingga Desember 2019.  Perlakuan dalam penelitian ini disusun dalam  Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 8 perlakuan. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga total unit percobaan yang digunakan sebanyak 24. Perlakuan terdiri dari kombinasi taraf dosis pupuk kandang sapi 5, 10 dan 15 ton/ha dengan arang sekam 5, 10 dan 15 ton/ha kemudian ditambahkan pestisida teki dengan dosis 5%. Hasil percobaan dari kombinasi pupuk kandang sapi dan arang sekam pada berbagai taraf dosis tidak menunjukkan pengaruh terhadap pertumbuhan bawang merah tetapi memberikan pengaruh nyata terhadap produksi bawang merah. Pestisida teki dengan konsentrasi 5% tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah tetapi pestisida teki dengan konsentrasi 5% memberikan pengaruh nyata terhadap penurunan intensitas penyakit pada bawang merah. Kombinasi dosis pupuk kandang sapi 15 ton/ha, arang sekam 15 ton/ha dan pestisida teki 5% menunjukkan intensitas terserang penyakit paling rendah.
SELEKSI GENERASI F3 JAGUNG UNGU HASIL PERSILANGAN BERSARI BEBAS Annisa Indzaryani; Eries Dyah Mustikarini; Nyayu Siti Khadijah
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i1.5196

Abstract

Jagung ungu umumnya mempunyai kandungan antosianin yang berperan sebagai antioksidan. Perakitan tanaman jagung harus dilakukan untuk mendapatkan hasil produksi tinggi. Persilangan bersari bebas (F3) diharapkan diperoleh jagung ungu yang berproduksi tinggi pada, seleksi generasi ke-3. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2020 sampai Mei 2021. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Penelitian dan Percobaan (KP2) Universitas Bangka Belitung. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan tanpa ulangan. Seleksi dilakukan dengan intensitas seleksi sebesar 10% . Analisis data menggunakan one sample t-student test. Hasil penelitian didapatkan 27 galur terbaik. Galur F3 tanaman jagung yang cenderung mengikuti tetua jantan yaitu F3-PxU11-14-8, F3-PxU11-2-27, F3-PxU11-13-29, dan F3-PxU6-16-4 sesuai dengan kriteria warna biji. Galur F3 yang memiliki hasil produksi tinggi pertanaman adalah F3-PxU6-15-15, F3-PxU11-13-25, F3-PxU11-25-18, dan F3-PxU11-2-17. Galur F3 yang berwarna ungu dan berproduksi tinggi adalahF3-PxU11-2-17, F3-PxU11-13-25, dan F3-PxU11-25-25.
PENGARUH WAKTU PEMBERIAN DAN KONSENTRASI PACLOBUTRAZOL TERHADAP PERLAMBATAN PERTUMBUHAN TREMBESI (Albizia saman Jacq) Fathurrahman Fathurrahman; Sri Mulyani; Rico Prasetya Candra
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i1.5481

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh waktu penyemprotan dan  konsentrasi paclobutrazol terhadap pertumbuhan bibit trembesi (Albizia saman, Jacq). Trembesi adalah tanaman yang memiliki kelebihan  dalam  menyerap CO2 dari atmosfera dalam kuantitas yang besar. Kelemahannya, ukuran pohon besar sehingga perlu dilakukan untuk memperlambat atau menghambat pertumbuhannya agar dapat ditanam di pekarangan yang sempit. Eksperimen telah dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru Riau Indonesia mulai Maret  sampai Juni 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap  secara faktorial terdiri dari dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama waktu penyemprotan, terdiri dari 3 taraf.  Faktor kedua   konsentrasi paclobutrazol, terdiri dari 4 taraf. Uji lanjut yang digunakan untuk parameter morfologi adalah BNJ pada p<0,05  dan parameter fisiologi adalah DMRT pada p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan  dapat memperlambat tinggi tanaman sampai 54,67%. Peningkatan ukuran diameter batang tanaman pada waktu penyemptotan 50 HST  dan 75 HST dengan pemberian paclobutrazol 150 ppm masing masing  0,94 cm dan 0,92 cm. Penekanan jumlah cabang primer pada waktu penyemptotan 50 HST dengan perlakuan konsentrasi paclobutrazol 150 ppm hanya menghasilkan 17,58 cabang. Jumlah daun juga menurun 72,83 helai berbanding kontrol  yaitu 91,92 helai. Untuk kandungan klorofil menunjukkan keragaman  tertinggi pada kontrol.
PERTUMBUHAN DAN HASIL UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) YANG DIBERI PUPUK KANDANG SAPI PADA LAHAN KERING MASAM Suleman Darwis; Suaib Suaib; Dirvamena Boer; Dewi Nurhayati Yusuf
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i3.5435

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan salah satu sumber karbohidrat penting dan bahan baku industri. Saat ini produktifitas ubi jalar di Sulawesi Tenggara masih rendah, karena sebagian besar ubi jalar di tanam pada tanah yang kurang subur. Oleh karena itu, pemberian pembenah tanah menjadi solusi alternatif perbaikan tanah marjinal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil ubi jalar. Penelitian dilaksanakan di lahan petani, Desa Sindang Kasih Kabupaten Konawe Selatan, mulai Maret sampai dengan Juli 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari: tanpa pupuk kandang sapi (kontrol), 2 t ha-1, 4 t ha-1, dan 6 t ha-1 pupuk kandang sapi. Pemberian pupuk kandang sapi 2 t ha-1 secara signifikan meningkatkan panjang batang, jumlah cabang, jumlah umbi layak jual tanaman-1, diameter umbi tanaman-1, panjang umbi tanaman-1, berat umbi tanaman-1, dan hasil umbi ha-1 dibandingkan kontrol, dengan hasil umbi tertinggi 14,54 t ha-1 dicapai pada perlakuan pupuk kandang sapi 4 t ha-1. Aplikasi pupuk kandang sapi 4 t ha-1 dan pupuk SP-36 sebagai pupuk dasar direkomendasikan kepada petani untuk meningkatkan kesuburan tanah dan hasil ubi jalar di Sulawesi Tenggara.
PENGARUH BERBAGAI JENIS AUKSIN DENGAN BEBERAPA KONSENTRASI TERHADAP PENGAKARAN SETEK MELADA (Piper colubrinum) Hanum, Farida; Yusnita, Yusnita; Hapsoro, Dwi; Agustiansyah, Agustiansyah; Karyanto, Agus
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i1.5253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis auksin terhadap beberapa konsentrasi terhadap pengakaran Piper colubrinum. Percobaan dilaksanakan di Rumah Kaca  Fakultas Pertanian Universitas Lampung dari bulan Mei 2018 sampai Desember 2018. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 ulangan. perlakuan yang mengaplikasikan: kontrol, IBA 1500 ppm, IBA 2000 ppm, NAA 2000 ppm, NAA 750 ppm + IBA 750 ppm, NAA 1000 ppm + IBA 1000 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variabel jumlah akar primer di buku pada perlakuan NAA 750 ppm + IBA 750 ppm nilai rata-rata meningkat yaitu 21 helai dibandingkan kontrol 2,5 helai. Pada perlakuan NAA 750 ppm + IBA 750 ppm berpengaruh pada peningkatan  jumlah akar primer di penampang batang yaitu 14 dibandingkan dengan kontrol 11 helai. Demikian perlakuan NAA 750 ppm + IBA 750 ppm berpengaruh pada peningkatan  jumlah akar primer yaitu 34,3 helai dibandingkan dengan kontrol 13,5 helai. Untuk variabel bobot basah akar nilai rata-rata NAA 750 ppm + IBA 750 ppm yaitu 11,8 g, nilai rata-rata ini lebih tinggi dibandingkan semua perlakuan.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue