cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
INVIGORASI BENIH PADI MENGGUNAKAN MIKROBA FUNGSIONAL Ety Herawati; Fadjar Rianto; Tantri Palupi
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i2.4935

Abstract

Penggunaan benih bermutu rendah dengan viabilitas dan vigor yang rendah akan menghasilkan produktivitas yang rendah. Untuk benih yang sudah mengalami kemunduran perlu dilakukan peningkatan vigor benih. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan viabilitas dan vigor benih padi yang mengalami penurunan kualitas melalui perlakuan hidrasi dengan cara direndam di dalam larutan mikroba fungsional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga Agustus 2019 di Laboratorium Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura dan UPT PSB Provinsi Kalimantan Barat. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal dengan empat ulangan. Faktor yang diuji adalah perlakuan perendaman benih dalam larutan mikroba fungsional yang terdiri dari 12 perlakuan, dengan daya kecambah benih: 93% (kontrol tanpa isolat), 93% + 4A isolat, 75 % (kontrol tanpa isolat), 75% + isolat WH24, 75% + isolat WH31C, 75% + 4A isolat, 75% + IAA, 63% (kontrol tanpa isolat), 63% + isolat WH24, 63% + isolat WH31C, 63% + 4A isolat, dan 63% + IAA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan invigorasi menggunakan larutan mikroba fungsional mampu meningkatkan viabilitas dan vigor benih padi yang telah mengalami kemunduran (daya berkecambah 75%), dan bahkan dapat menyamai viabilitas dan vigor benih bermutu dengan daya berkecambah 93%. Perendaman dalam larutan isolat 4A pada benih padi dengan daya berkecambah 75% adalah perlakuan terbaik dalam meningkatkan indek vigor dengan nilai yang lebih tinggi yaitu 81,5%, dibandingkan dengan benih kontrol 93% yaitu sebesar 65,5%.
PENGARUH PEMBERIAN PAKLOBUTRAZOL DAN PUPUK TERHADAP INDUKSI PEMBUNGAAN MANGGIS (Garcinia mangostana L.) Aprilia Widiatama; Agus Karyanto; Rugayah Rugayah; Setyo Widagdo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i2.5024

Abstract

Manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan buah tropis dan termasuk komoditas ekspor unggulan. Produksi manggis di Indonesia masih tergolong rendah dan tidak kontinu, karena beberapa faktor yang mempengaruhinya, salah satunya yaitu sifat pembungaan dan pembuahan manggis yang bersifat biennial bearing. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk menginduksi pembungaan manggis di luar musim. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan teknologi yang efektif untuk induksi pembungaan manggis dengan pengunaan paklobutrazol dan pupuk. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mulangmaya, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus pada ketinggian 250 mdpl dari bulan September 2018 hingga April 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu: (K0) tanpa perlakuan, (K1) NPK Mutiara 1 kg/tanaman, paklobutrazol 2000 ppm, KNOӡ 20 g/l, dan (K2) pupuk kandang sapi 10 kg/tanaman, NPK Mutiara 1 kg/tanaman, paklobutrazol 2000 ppm, KNOӡ 20 g/l. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam dan dilakukan pemisahan nilai tengah dengan uji orthogonal kontras pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan paklobutrazol dan pupuk dapat menginduksi pembungaan manggis dibandingkan dengan tanpa perlakuan. Penambahan pupuk kandang sapi 10 kg/tanaman, NPK 1 kg/tanaman dengan pemberian paklobutrazol 2000 ppm dan KNOӡ 20 g/l lebih berpotensi mempercepat pembungaan manggis dengan selisih (5,80 %) dan meningkatkan jumlah buah per cabang sampel tertinggi dengan selisih (39,13 %) jika dibandingkan tanpa penambahan pupuk kandang.
KARAKTERISASI SECARA MORFOLOGI PATOGEN BULAI PADA TANAMAN JAGUNG DI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Ichwan Surya Nugraha; Joko Prasetyo; Ivayani Ivayani; Hasriadi Mat Akin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i2.5017

Abstract

Penyebab penyakit bulai di Provinsi Lampung disebabkan oleh Pernosclerospora sp.  Beberapa tahun terakhir ini laporan menyebutkan bahwa penyakit bulai pada tanaman jagung yang ada di Indonesia disebabkan oleh beberapa spesies Peronosclerospora.  Penelitian ini bertujuan mengetahui spesies patogen bulai dan karakterisasinya pada tanaman jagung di Kabupaten Lampung Timur.  Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2018 sampai dengan Maret 2018 di lahan pertanian Hajimena Kecamatan Natar, Lampung Selatan dan di Laboratorium Ilmu Hama dan Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.  Penelitian dilaksanakan dengan melakukan survei tanaman jagung yang bergejala penyakit bulai pada kabupaten Lampung Timur, kemudian dilakukan pengamatan pada tanaman jagung yang bergejala bulai, di identifikasi penyebab penyakit bulai, morfologi Peronosclerospora sp., dan oospora.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies Peronosclerospora sp yang ditemukan pada tanaman jagung di Kabupaten Lampung Timur adalah P. sorghi.  Konidiofor P. sorghi mulai terbentuk pada pukul 00.00, kemudian pada pukul 01.00 konidiofor sudah mulai membentuk percabangan, pada pukul 02.00 konidiofor sudah membentuk tingkat percabangan sempurna dan mulai terlihat bakal konidia, pada pukul 03.00 P. sorghi sudah membentuk struktur yang sempurna, pukul 04.00 konidia sudah mulai masak, dan pada pukul 05.00 konidia mulai terlepas dari konidiofor, karakteristik lain dari P. sorghi adalah terdapat pembentukan oospora.
PENGARUH PUPUK ORGANIK DAN PUPUK HAYATI TERHADAP POPULASI DAN BIOMASSA CACING TANAH PADA PERTANAMAN TOMAT CHERRY (Lycopersicum esculentum. Mill) DI DESA SUKBANJAR KECAMATAN GEDONG TATAAN Nurlita, Nadya; Yusnaini, Sri; Hendarto, Kus; Arif, M. A. Syamsul
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i2.5018

Abstract

Cacing tanah merupakan salah satu biota tanah yang sangat berperan aktif dalam indikator kesuburan tanah.  Pupuk organik dan pupuk hayati merupakan pensuplai hara yang dibutuhkan bagi tanah untuk tanaman dan aktivitas organisme di dalam tanah.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik, aplikasi pupuk hayati, dan interaksi antara kedua pupuk tersebut terhadap populasi dan biomassa cacing tanah pada pertanaman tomat cherry (Lycopersicum esculentum Mill).  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial, faktor pertama jenis pupuk organik (K) dan faktor kedua konsentrasi pupuk hayati (M), setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 36 petak satuan percobaan.  Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam pada taraf 5% yang terlebih dahulu diuji homogenitas ragamnya dengan menggunakan Uji Bartlett dan additivitasnya diuji dengan Uji Tukey.  Rata-rata nilai tengah dari data diuji dengan Uji BNT pada taraf 5%.  Untuk mengetahui hubungan antara variabel pendukung dengan variabel utama dilakukan uji korelasi.  Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan pupuk kandang ayam (K1) meningkatkan populasi dan biomassa cacing tanah pada pengamatan 45 HST di kedalaman 0-15 cm dan 15-30 cm dan pada pengamatan 90 HST di kedalaman 0-15 cm, sedangkan pemberian pupuk hayati tidak berpengaruh nyata terhadap populasi dan biomassa cacing tanah pada pengamatan 45 HST dan 90 HST di kedalaman 0-15 cm dan 15-30 cm.  Pemberian pupuk organik dan pupuk hayati tidak terjadi interaksi pada pengamatan 45 HST dan 90 HST di kedalaman 0-15 cm dan 15-30 cm.  Berdasarkan identifikasi didapatkan bahwa semua cacing tanah setiap kedalaman pada pertanaman tomat cherry didapatkan cacing tanah tergolong dalam famili megascolicidae.
PENGARUH SERANGAN HAMA KUTU PUTIH (Phenacoccus manihoti Matile-Ferrero) TERHADAP PRODUKSI UBIKAYU (Manihot esculenta Crantz) Dicky Ashari Ramadhan; F X Susilo; Nur Yasin; I Gede Swibawa
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i2.5019

Abstract

Tanaman ubikayu merupakan salah satu tanaman pangan penting di Indonesia. Tanaman ubikayu mengalami serangan hama kutu putih (Phenacoccus manihoti Matile-Ferrero). Serangan hama kutu putih dapat menurunkan produksi ubikayu. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui tingkat serangan hama kutu putih dan 2) mengetahui pengaruh serangan hama kutu putih terhadap produksi tanaman ubikayu di kawasan Lampung Selatan dan Lampung Tengah. Penelitian ini dilaksanakan di tiga pertanaman ubikayu di Lampung Selatan dan Lampung Tengah. Kegiatan penelitian di petak pertama berlangsung dari bulan April 2018 sampai September 2018, penelitian di petak kedua berlangsung pada bulan Agustus 2018, sedangkan penelitian di petak ketiga berlangsung dari bulan Januari 2019 sampai Maret 2019. Serangan hama kutu putih kutu putih dinyatakan dengan banyaknya tanaman ubikayu yang menunjukkan gejala bunchy-top sedangkan produksi tanaman ubikayu dinyatakan dengan bobot umbi dan jumlah umbi ubikayu.Tanaman yang mengalami bunchy-top pada setiap baris atau gulud sampel diturus. Bobot umbi dan jumlah umbi pada tanaman ubikayu, yang terkena serangan hama kutu putih versus yang sehat dianalisis dengan uji t berpasangan pada taraf nyata 1% atau 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat serangan hama kutu putih menurunkan produksi ubikayu di kawasan Lampung Tengah dan Lampung Selatan. Tingkat serangan hama kutu putih bervariasi dari 4,7 % sampai dengan 8,7 %. Nilai tengah bobot umbi akibat serangan hama kutu putih berkurang sebanyak 728,3 g/batang. Nilai tengah ukuran umbi tanaman ubikayu yang terserang kutu putih berkurang sebanyak, 50,5 g/umbi. Nilai tengah jumlah umbi pada tanaman ubikayu yang terserang kutu putih berkurang sebanyak 2 umbi/batang.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN BAHAN PEMBENAH TANAH TERHADAP DISTRIBUSI AGREGAT DI LAHAN KERING MASAM PADA PERTANAMAN KEDELAI Liska mutiara Septiana; Hilda indhira; Afandi Afandi; Irwan Sukri Banuwa
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i2.4996

Abstract

Bahan pembenah tanah seperti Batuan fosfat alam (BFA), biochar, organonitropos, dan pupuk kandang sapi dapat dijadikan bahan untuk meningkatkan produksi tanaman kedelai dilahan kering masam. Pemberian bahan pembenah tanah ini dapat mempengaruhi sifat fisik tanah khususnya agregat tanah yang akan mempengaruhi produksi tanaman. Agregat tanah mempengaruhi kemampuan tanah dalam menyediakan ruang pori untuk penyediaan air, udara dan unsur hara. Pemberian BFA dapat memperbaiki keadaan lahan kering masam dengan melepas unsur P secara perlahan.  Sedangkan, bahan pembenah tanah lainnya memiliki pengaruh jangka panjang untuk meningkatkan kesuburan tanah.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evektivitas pengaplikasian BFA dan bahan pembenah tanah lainnya yaitu Biochar, organonitropos, dan pupuk kandang sapi terhadap distribusi agregat tanah, serta mengetahui interaksi antara aplikasi BFA dan bahan pembenah tanah lainnya terhadap distribusi agregat tanah.  Penelitian dirancang menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor dan 3 ulangan, faktor pertama adalah pemupukan P dengan 2 taraf yaitu tanpa perlakuan (P0) dan BFA (P1) 5 ton ha-1, faktor kedua adalah bahan pembenah tanah dengan 3 taraf yaitu tanpa perlakuan (B0), biochar (B1) 5 ton ha-1, organonitrofos (B2) 10 ton ha-1, dan pupuk kandang sapi (B3) 10 ton ha-1.Variabel pengamatan meliputi jumlah agregat, partikel dan tekstur, dan C-organik tanah.  Keragaman data dianalisis melalui uji homogenitas ragam menggunakan uji Barlett dan adivitas data diuji dengan uji Tukey.  Data dianalisis dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji BNT.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi BFA dan bahan pembenah tanah lainya berpengaruh nyata pada distribusi jumlah agregat pertanaman kedelai, serta terjadi interaksi antara keduanya.
PENGARUH APLIKASI COMPOST TEA YANG MENGANDUNG B.bassiana TERHADAP KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA, PERTUMBUHAN, DAN PRODUKSI TANAMAN PADI Solikhatin, Umi; Purnomo, Purnomo; Hariri, Agus M; Fitriana, Yuyun
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i2.5020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh Beauveria bassiana yang terkandung dalam compost tea terhadap keanekaragaman arthropoda pada tanaman padi dan pengaruh compost tea yang mengandung Beauveria bassiana untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman padi.  Penelitian ini dilakukan di Dusun Sumber Sari Desa Hajimena Kecamatan Natar, Lampung Selatan, dan analisis laboratorium dilakukan di Rumah Kaca dan Laboratorium Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Lampung dari bulan Mei-September 2016.  Perlakuan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 5 perlakuan, setiap kombinasi perlakuan diulang 4 kali.  Penelitian ini dilakukan pada lahan sawah yang terdiri dari 3 plot.  Data dianalisis dengan sidik ragam dan perbedaan nilai tengah perlakuan diuji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf  5%.  Hasil penelitian menunjukkan compost tea dan Beauveria bassiana pada tanaman padi berpengaruh nyata meningkatkan tinggi tanaman, kehijauan daun dan bobot berangkasan, sedangkan jumlah arthropoda tidak berbeda nyata.  Jenis arthropoda yang paling banyak ditemukan adalah ordo Diptera, family Phoridae dan Drosophilidae.  Pada tanaman timun tampak bahwa perlakuan berpengaruh nyata meningkatkan semua variabel pengamatan kecuali pada variabel pengamatan panjang akar.
PENGARUH DOSIS BIONEMATISIDA JAMUR Purpureocillium lilacinum (Syn. Paecilomyces lilacinus) ISOLAT B01TG BERBAHAN PEMBAWA LIMBAH PERTANIAN TERHADAP KEEFEKTIFANNYA DALAM MENGENDALIKAN Meloidogyne spp. Ambar Fiandani; I Gede Swibawa; Yuyun Fitriana; Purnomo Purnomo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i2.5016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh dosis bionematisida jamur Purpurecilum lilacinum (Syn. Paecilomyces lilacinus) isolat B01TG berbahan pembawa limbah pertanian terhadap keefektifannya untuk mengendalikan serangan nematoda puru akar  Meloidogyne spp.  Percobaan yang berlangsung bulan Februari - Juni 2019 di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Lampung, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 perlakuan  tingkat dosis bionematisida dan 5 ulangan.  Dosis bionematisida yang diuji yaitu 0 g,  5 g, 10 g, 20 g dan 40 g per tanaman.  Bionematiaida diaplikasikan 3 hari sebelum tanaman tomat ditransplanting.  Satu minggu setelah transplanting, tanaman tomat kemudian  diinfestasi 2000 telur nematoda puru akar.  Data pertumbuhan tanaman yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot biomassa basah dan produksi, serta tingkat kerusakan akar dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan pemisahan nilai tengah menggunakan uji BNT pada taraf nyata 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis bionematisida mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan kerusakan akar. Pertumbuhan tanaman yang diberi perlakuan 40 g bionematisida lebih baik daripada pertumbuhan tanaman yang diberi  bionematiaida dengan dosis yang lebih rendah. Kerusakan akar tanaman tomat akibat serangan Meloidogyne spp. lebih rendah pada tanaman tomat yang diberikan perlakuan 20 g dan 40 g  daripada kerusakan akar tanaman yang diberi perlakuan bionematisida dengan dosis yang lebih rendah.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) PADA KOMPOSISI MEDIA TANAM SENGON DAN JERAMI Henni Elfandari; Yusanto yusanto; Septiana septiana
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i2.4915

Abstract

Jamur tiram merupakan jamur konsumsi yang disukai oleh masyarakat karena memiliki rasa yang enak dan nilai gizi yang tinggi. Jamur tiram dapat dibudidayakan dalam media (Baglog) yang berasal dari serbuk kayu atau bahan lignin yang telah lapuk dan dibungkus plastik dan disterilkan.Bahan baku serbuk kayu semakin sulit diperoleh karena berkurangnya pemanfaatan kayu, yang menyebabkan harga serbuk kayu semakin tinggi dan biaya produksi jamur akan meningkat. Oleh karena itu diperlukan alternatif limbah lignoselulosa yang diperlukan sebagai media untuk pertumbuhan jamur, salah satunya adalah jerami. Penelitian ini menggunakan perlakuan tunggal dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan empat ulangan. Perlakuan kombinasi media sengon dan jerami terdiri dari 8 taraf. P0 = Serbuk kayu sengon 100%; P1 = Serbuk kayu sengon 90% + Jerami 10%; P2 =Serbuk kayu sengon 80% + Jerami 20%; P3 = Serbuk kayu sengon 70% + Jerami 30%; P4 = Serbuk kayu sengon 60% + Jerami 40%; P5 = Serbuk kayu sengon 50% + Jerami 50%; P6 = Serbuk kayu sengon40% + Jerami 60%; P7 = Serbuk kayu sengon 30% + Jerami 70%. Percobaan diulang sebanyak empat kali. Hasil penelitian diketahui bahwa jamur yang ditanam pada media 100% serbuk kayu sengon menunjukkan pertumbuhan dan produktivitas terbaik dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
PERTUMBUHAN JAMUR Purpureocillium lilacinum (Syn. Paecilomyces lilacinus) ISOLAT TANGGAMUS PADA MEDIA CAMPURAN KULIT UBI UBIKAYU DAN BONGGOL PISANG Saputra, Oded; Swibawa, I Gede; Solikhin, Solikhin; Fitriana, Yuyun
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i2.5242

Abstract

Limbah pertanian berupa kulit ubi dan bonggol pisang dalam budidaya ubikayu dan pisang di Lampung melimpah. Limbah tersebut  dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembawa dalam pembuatan bionematisida berbahan aktif jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pertumbuhan jamur Purpureocillium lilacinum (Syn. Paecilomyces lilacinus) isolat B01TG berasal dari Tanggamus pada media campuran kulit ubi ubikayu dan bonggol pisang. Penelitian dilaksanakan bulan Januari - Juni 2019 di Laboratorium Bioteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Dalam penelitian ini dilakukan dua percobaan yaitu percobaan pertumbuhan jamur pada media ekstrak limbah pertanian dan percobaan pertumbuhan jamur pada media limbah pertanian padat. Limbah pertanian yang dicobakan meliputi bonggol pisang, kulit ubi ubikayu, beras dan kulit udang. Percobaan pertama menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), sedangkan percobaan kedua menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Percobaan pertama dan kedua masing-masing terdiri atas 6 perlakuan dan 5 ulangan. Pertumbuhan jamur P. lilacinum (Syn. P. lilacinus) pada media agar dan ekstrak limbah pertanian campuran beras dan kulit udang tertinggi mencapai 84,4%, sedangkan pertumbuhan jamur yang tertinggi pada media padat mencapai 96,4% terjadi pada campuran bonggol pisang, kulit ubi ubikayu, beras dan kulit udang. Kerapatan spora tertinggi mencapai 2,058 x 107 spora/ml pada suspensi pengenceran 10-3 dihasilkan oleh media campuran bonggol pisang, beras dan kulit udang.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue