cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 24068365     EISSN : 28289935     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 701 Documents
PEMBERDAYAAN IBU HAMIL DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN ZAT GIZI UNTUK NORMALISASI DAN PEMELIHARAAN KADAR HEMOGLOBIN Nadiyah, Nadiyah; Ayu, Ira Marti; soraya, Una; Br Sembiring, Elsye Meilinda; Misalsalina, Frisella; Br Perangin, Br Perangin; Simanjuntak, Acnes Cristina; Izzah, Widya Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 6, No 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v6i1.2874

Abstract

Abstract Nearly half of pregnant women in Indonesia have anemia. Based on Riskesdas, it rises from 37,1% in 2013  to 48,9% in 2018. This community service was conducted at Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk (Public Health Center sub-district Kebon Jeruk) west Jakarta with the following situation analysis: located in a densely populated area, has middle to lower socioeconomic, has the most frequent pregnancy services (120-150 caring of pregnant women per day), the average number of pregnant women who have anemia and consulted with nutritionist is 60 to 70 per month. The outcome to be achieved is the improved knowledge of pregnant women related to the concepts and patterns of fulfilling nutritional needs for the normalization of hemoglobin levels then can easily to be applied. These activities were conducted from 20 June to 5 August 2019 and began with situation analysis, planning, organizing then actuating, and ended with evaluating. This community service was carried out with some activities, a survey describing the nutritional status of pregnant women, followed by anemia education and training of menu arrangement to meet the daily needs of iron, folate and vitamin B12. The measured nutritional status is the hemoglobin level taken using a blood sample. The results showed that pregnant women with hemoglobin levels <11,0 g/dl (anemia) as 9.8% and pregnant women with hemoglobin levels >11,0 g/dl (normal) as 90.2%. Average pre-test and post-test scores were 70 and 80, respectively. Post-test scores are higher than pre-test ones but not statistically significant. Keywords: Anemia, pregnant women, iron AbstrakHampir separuh ibu hamil di Indonesia mengalami anemia berdasarkan data Riskesdas 2018 (48,9%). Terjadi peningkatan prevalensi anemia ibu hamil di Indonesia yang pada tahun 2013 sebanyak 37,1%. Lokasi pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini adalah wilayah Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk Jakarta Barat, dengan hasil analisis situasi sebagai berikut: berlokasi di daerah padat penduduk, kondisi sosial ekonomi menengah ke bawah, merupakan pelayanan kehamilan yang paling banyak (120-150 pemeriksaan ibu hamil per hari), rata-rata jumlah ibu hamil yang tercatat mengalami anemia dan konsultasi ke poli gizi sebanyak 60-70 orang per bulan. Luaran yang ingin dicapai adalah perbaikan pengetahuan ibu hamil dalam memahami konsep dan pola pemenuhan kebutuhan zat gizi untuk normalisasi kadar hemoglobin sehingga dengan mudah dapat diaplikasikan.  Kegiatan abdimas dilakukan sejak 20 Juni hingga tanggal 5 Agustus 2019. Secara konsep, kegiatan pengabdian masyarakat diawali dengan analisis situasi, planning, organizing kemudian actuating, diakhiri dengan evaluating. Kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa bentuk kegiatan, yaitu survey gambaran status gizi ibu hamil dilanjutkan dengan penyuluhan anemia dan latihan menyusun menu untuk memenuhi kebutuhan harian zat besi, folat dan vitamin B12. Status gizi yang diukur adalah kadar hemoglobin yang diambil dengan menggunakan sampel darah. Hasilnya menunjukkan bahwa ibu hamil dengan kadar hemoglobin <11,0 g/dl (anemia) sebanyak 9,8% dan ibu hamil dengan kadar hemoglobin >11,0 (normal) sebanyak 90,2%. Rata-rata nilai pre-test dengan nilai post-test dari penyuluhan anemia masing-masing sebesar 70 dan 80. Nilai post-test meningkat dibandingkan nilai pre-test namun tidak signifikan secara statistik. Kata kunci: Anemia, ibu hamil, zat besi
PENGADAAN PERPUSTAKAAN RAMAH ANAK (PARA) SEBAGAI PENINGKATAN SARANA PEMBELAJARAN DI DESA PASIR JAYA, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT Kasikoen, Ken Martina; Martini, Elsa; Suryandari, Ratnawati Yuni
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 6, No 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v6i1.2873

Abstract

AbstractPasir Jaya Village is one of the villages in Cigombong Subdistrict - Bogor Regency that has 22.52% of the school-aged children of the population in the village. Even though the number of schools is relatively sufficient, educational infrastructure such as children's libraries for public are not yet available so this has an impact on low interest in reading. Seeing the residents' activities which are often held routinely and usually done with children, related to the preparation of education and knowledge of these children, the community service program undertaken is the procurement of a Child Friendly Library (PARA) in Pasir Jaya Village. The methods of implementing this community service program include surveys of supporting facilities for children's libraries, Procurement of shelves, book library chairs, providing training and coaching for prospective library managers namely mothers who are members of the PKK and teenagers in Pasir Jaya Village. For this reason, the provision of a child-friendly library in the village can be carried out, and attracts children's interest in reading, as well as providing expertise and busyness that is beneficial for mothers in the village.                                                                                                                Keywords: Child friendly library, interest in reading, library management AbstrakDesa Pasir Jaya merupakan salah satu desa di Kecamatan Cigombong - Kabupaten Bogor yang memiliki anak-anak usia sekolah dini sebesar 22,52% dari jumlah penduduk di desa tersebut. Meskipun jumlah sekolah  relatif mencukupi, namun prasarana pendidikan seperti perpustakaan anak untuk umum belum tersedia sehingga hal ini berpengaruh terhadap minat baca yang masih rendah. Melihat kegiatan penduduk yang sering mengadakan pertemuan rutin dan biasanya membawa serta anak-anak, Sehingga terkait dengan persiapan pendidikan dan pengetahuan anak-anak tersebut,maka program pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah pengadaan Perpustakaan Ramah Anak (PARA) di Desa Pasir Jaya. Metode pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini antara lain survey ketersediaan fasilitas penunjang perpustakaan anak, Pengadaan rak, buku,permainan anak serta kursi perpustakaan, memberikan pelatihan dan pembinaan kepada calon pengelola perpustakaan yaitu ibu-ibu yang tergabung dalam PKK serta remaja di Desa Pasir Jaya. Hasilnya, pengadaan perpustakaan ramah anak di desa tersebut dapat dilaksanakan, dan menarik minat baca anak-anak, serta memberikan keahlian dan kesibukan yang bermanfaat bagi ibu-ibu di desa tersebut. Kata kunci : Perpustakaan ramah anak, minat baca, pengelolaan perpustakaan
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS MELALUI PEREMAJAAN TEKNOLOGI PADA USAHA ALBUM PHOTO KREATIF DI DESA TEGALALANG, BALI Atmaja, Ni Putu Cempaka Dharmadewi; Praganingrum, Tjokorda Istri
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 6, No 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v6i1.2872

Abstract

AbstractCrafting creative photo album "Aris Handycraft" owned by craftsmen Desak Padmiyani has been established since 1997. This photo album is unique because it is made from natural ingredients that are environmentally friendly. The uniqueness of this product attracts the attention of tourists to be used as souvenirs or even by visiting Bali. This business has several main problems in increasing its productivity, including the problems of production and marketing. Production problems are overcome by technological rejuvenation by providing cutting machines, sitting drilling machines and sitting staplers. In addition, the production problems were overcome by adding work facilities and the provision of first aid equipment. Marketing problems are overcome by giving neon boxes and making marketing websites. Rejuvenation of technology by providing new machines can significantly increase the quantity and quality of production. The provision of work facilities in the form of work desks, masks and hand slippers can increase employee work productivity and neon box giving and website marketing creation can increase the chances of craftsmen to market their products in a wider marketing scope. Keywords: Productivity, technology, occupational safety health AbstrakKerajinan Album photo kreatif “Aris Handycraft” yang dimiliki oleh pengerajin Desak Padmiyani  sudah berdiri sejak tahun 1997. Album photo ini memiliki keunikan karena terbuat dari bahan-bahan alami yang ramah lingkungan.Keunikan produk ini menarik perhatian para wisatawan untuk dijadikan souvenir apabila datang berkunjung ke Bali.Program Kemitraan Masyarakay dilakukan disini karena usaha ini mempunyai beberapa permasalahan utama dalam meningkatkan produktivitasnya, diantaranya adalah permasalahan produksi dan pemasaran.Permasalahan produksi diatasi dengan peremajaan teknologi dengan memberikan mesin potong, mesin bor duduk dan stapler duduk.Selain itu permasalahan produksi diatasi dengan menambahkan fasilitas kerja dan pemberian perlengkapan P3K.Permasalahan pemasaran diatasi dengan pemberian neon box dan pembuatan website pemasaran.Peremajaan teknologi dengan memberikan mesin yang baru dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi secara nyata.Pemberian fasilitas kerja berupa meja kerja, masker dan selop tangan dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan dan pemberian neon box dan pembuatan website pemasaran dapat meningkatkan peluang pengerajin untuk memasarkan produknya dalam ruang lingkup pemasaran yang lebih luas. Kata kunci: Produktivitas, teknologi, kesehatan keselamatan kerja
PELATIHAN JURNALISTIK BAGI KARYAWAN MEDIA SOSIAL INEWS TV:BERITA DAN STRUKTURVIDIODI MEDIA ONLINE S. Harahap, Arifin
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 6, No 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v6i1.2871

Abstract

AbstractThe news value for all mass media is the same, starting from actuality, attractiveness and usefulness to the public. The only difference lies in the matter of presentation. Every media has a different character, so the presentation must pay attention to that angle. Social media is almost the same as tv news, can present narrative material that is read and passive and moving images. The material presented does not need to be long. Can be updated at any time if there are new developments. Generally nitizens just want to know what happened. The images presented must also attract their attention. The first image that appears or appears must make them amazed if possible. If this happens, they will continue watching. Once they are interested, the day after they will definitely open the page again. If not, they will be reluctant to open it again. The problem is, there are so many choices of news on social media today. This is the core that was discussed during journalistic training for social media employees in tv, April-May 2019. Keywords : Online video, structure, news AbstrakNilai berita bagi semua media massa sama, mulai dari aktualitas, daya tarik dan kegunaannya bagi khalayak. Perbedaan hanya terletak pada soal penyajian. Setiap media memiliki karakter yang berbeda, maka penyajiannya pun harus memperhatikan sudut itu. Media sosial hampir sama dengan berita tv, bisa menyajikan materi narasi yang dibacakan dan gambar pasif maupun bergerak. Materi yang disajikan tidak perlu panjang-panjang. Bisa di-update setiap waktu bila ada perkembangan baru. Umumnya nitizen hanya ingin tahu apa yang terjadi. Gambar yang disajikan pun harus menarik perhatian mereka. Gambar pertama yang terlihat atau muncul harus membuat mereka terpukau kalau memungkinkan. Bila ini terjadi, maka mereka akan terus menonton. Sekali mereka tertarik, lusa mereka pasti akan membuka laman itu lagi. Bila tidak,  mereka akan enggan membukanya lagi. Masalahnya, begitu banyak pilihan berita di media sosial saat ini. Inilah inti materi yang dibahas selama pelatihan jurnalistik bagi karyawan media sosial inews tv, April dan Mei 2019. Kata kunci: Vidio online, struktur, berita 
PELAYANAN PUBLIK ATAS ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN PADA MASYARAKAT KABUPATEN KEPULAUAN SERIBU Judge, Zulfikar
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 5, No 4 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v5i4.2798

Abstract

AbstractThe state is obliged to serve every citizen and population to fulfill their basic rights and needs within the framework of public services which are mandated by the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. Building public trust in public services performed by public service providers is an activity that must be carried out in line with expectations and demands of all citizens and residents about improving public services. In an effort to reinforce the rights and obligations of every citizen and population as well as the realization of state and corporate responsibilities in the administration of public services, legal norms are needed that provide clear regulation. Efforts to improve the quality and guarantee the provision of public services in accordance with the general principles of good governance and corporations and to provide protection for every citizen and population from abuse of authority in the administration of public services, required legal arrangements that support it. As one of the most important aspects of public service for the community is population administration services, where people from birth to the end of life require population data. For example, a birth certificate is not only important for the child's status but also as an aspect of the child's legality to obtain inheritance; marriage certificate as an aspect of legality for children born from the marriage above and other deeds. It all starts with the population data contained in the National Identity Card and Family Card of each citizen. Thus the description above, as the theme of Legal Education about Public Services on Population Administration. The output that will be generated in this activity is in the form of reports on the results of community service accompanied by P2M articles which will be published in the journal Abdimas Community Service. In this article the steps in the implementation of these activities will be summarized, so that the method can be implemented in another place with the same problem conditions. Keywords: Public services, administration, population AbstrakNegara berkewajiban melayani setiap warga negara dan penduduk untuk memenuhi hak dan kebutuhan dasarnya dalam kerangka pelayanan publik yang merupakan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Membangun kepercayaan masyarakat atas pelayanan publik yang dilakukan penyelenggara pelayanan publik merupakan kegiatan yang harus dilakukan seiring dengan harapan dan tuntutan seluruh warga negara dan penduduk tentang peningkatan pelayanan publik. Sebagai upaya untuk mempertegas hak dan kewajiban  setiap warga negara dan penduduk serta terwujudnya tanggung jawab negara dan korporasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik, diperlukan norma hukum yang memberi pengaturan secara jelas. Upaya untuk meningkatkan kualitas dan menjamin penyediaan pelayanan publik sesuai dengan asas-asas umum pemerintahan dan korporasi yang baik serta untuk memberi perlindungan bagi setiap warga negara dan penduduk dari penyalahgunaan wewenang di dalam penyelenggaraan pelayanan publik, diperlukan pengaturan hukum yang mendukungnya. Sebagai salah satu aspek pelayanan publik yang sanagat penting bagi masyarakat adalah pelayanan administrasi kependudukan, dimana manusia sejak lahir sampai dengan akhir kehidupan diperlukan adanya data kependudukan. Sebagai contoh, akta kelahiran tidak hanya penting bagi status anak namun juga sebagai aspek legalitas anak untuk memperoleh kewarisan; akta perkawinan sebagai aspek legalitas bagi anak yang dilahirkan dari perkawinan tersebut diatas serta akta-kata lainnya. Semua berawal dari data kependudukan yang termuat dalam Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga masing-masing warga Negara. Demikianlah uraian tersebut diatas, sebagai thema Penyuluhan Hukum tentang Pelayanan Publik atas Administrasi Kependudukan. Luaran yangb akan dihasilkan dalam kegiatan ini adalah berupa laporan hasil pengabdian masyarakat disertai artikel P2M yang akan diterbitkan dalam jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas. Dalam artikel tersebut akan di simpulkan langkah-langkah dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, sehingga metode tersebut dapat di implementasikan di tempat yang lain dengan kondisi permasalahan yang sama. Kata kunci : Pelayanan publik, administrasi, kependudukan
MONITORING DAN EVALUASI PROGRAM KJP PLUS WILAYAH JAKARTA TIMUR PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2018 Rachmat, Ikbal; Rahman, A.; Sumartono, Sumartono; Humaira, Sahira
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 5, No 4 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v5i4.2797

Abstract

AbstractMonitoring and Evaluation of KJP Plus is carried out as a Community Service (P2M) activity that is established between the Communication Sciences faculty of Esa Unggul University and the Provincial Government of DKI Jakarta, with the aim of conducting verification in the form of data deepening to various parties related to KJP Plus activities from the SD level , Junior high, high school, to the neighborhood where the student / i is concerned. Monitoring and evaluation activities are carried out using a qualitative approach using survey design with the aim of descriptive and non-participatory observation through interviews, with sampling techniques, stratified random sampling of KJP Plus populations in several areas of East Jakarta from each of the Stakeholders (authorized / related parties) namely as many as 6 people consisting of: students, homeroom teachers, school principals, KJP Plus operators, student guardians and RT. The results obtained that this distribution program has been right on target to the recipient, with a note in the form of no increase in achievement for recipient students, lack of special staff KJP Plus program for schools, the unavailability of scanners and the burden on schools with operational costs of visitation to the recipient's home program KJP Plus assistance. Another finding was that the physical forgery of the residence had occurred (at the elementary level recipient) but had been handled before the funding was given. Keywords : Monitoring and evaluation, KJP plus 2018, east jakarta region. AbstrakMonitoring dan Evaluasi KJP Plus dilakukan sebagai kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (P2M) yang terjalin antara fakultas Ilmu Komunikasi universitas Esa Unggul dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dengan tujuan melakukan verifikasi berupa pendalaman data-data kepada berbagai pihak yang terkait dengan kegiatan KJP Plus dari Tingkat SD, SMP, SMA, hingga lingkungan tempat tinggal siswa/i yang bersangkutan. Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif menggunakan desain survei dengan tujuan deskriptif dan observasi non partisipasi melalui wawancara, dengan teknik sampling, stratified random sampling dari populasi KJP Plus di beberapa wilayah Jakarta Timur dari masing-masing Stakeholder (pihak yang berwenang/terkait) yakni sebanyak 6 orang yang terdiri dari : siswa/i, wali kelas, kepala sekolah, operator KJP Plus, wali murid dan RT. Hasil yang diperoleh bahwa program penyaluran ini telah tepat sasaran kepada penerimanya, dengan catatan berupa tidak adanya peningkatan prestasi bagi siswa/i penerima, kurangnya tenaga khusus program KJP Plus bagi pihak sekolah, belum tersedianya scanner serta terbebaninya sekolah dengan biaya operasional visitasi ke rumah penerima program bantuan KJP Plus. Temuan lainnya terdapat upaya pemalsuan fisik tempat tinggal sempat terjadi (pada penerima tingkat SD) namun telah tertangani sebelum pemberian dana. Kata kunci : Monitoring dan evaluasi, KJP plus 2018, wilayah jakarta timur.
EDUKASI DAN KONSULTASI PERNIKAHAN DINI PADA MASYARAKAT PULAU KELAPA KABUPATEN ADMINISTRASI KEPULAUAN SERIBU Nurhayani, Nurhayani
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 5, No 4 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v5i4.2796

Abstract

Abstract Early marriage is a social phenomenon that occurs in many regions in Indonesia. In general, society doing early marriage because of many factors such as economic matter, lack of education, cultural belief and certain religious values, matchmaking, due to parents’ awreness of their children’s lifestyle, or the willingness of children to get marriage. Some of the impacts of early marriages, especially for women, are tenderly get vulnerable to domestic violence, risk of death, failed continue to study or education, and prevention and cancellation of marriage. The Marriage Law of Indonesia itself adheres to the principle that prospective husband and wife must have ensure their souls to be able to get married. The Marriage Law of Indonesia gives a minimum limit on the ideal age for marriage, that is above 21 years old for both men and women. Early marriage is still found in the Kepulauan Seribu district. Through this social extension activity, it is hoped that the awareness will arise in the local society to marry off their children in a right time. Based on the results of local society service activities, it can be concluded that there are a few cases of early marriage in the Kepulauan Seribu district. Through this counseling the local society will be more understand the importance of marital maturity.  Keywords: Early marriage, minimum limit on the ideal age for marriage, risks of early marriage AbstrakPernikahan dini merupakan fenomena sosial yang banyak terjadi diberbagai wilayah di Indonesia.  Umumnya masyarakat melakukan pernikahan dini di sebabkan oleh beberapa faktor seperti masalah ekonomi, rendahnya pendidikan, pemahaman budaya dan nilai-nilai agama tertentu, perjodohan, kekhawatiran orang tua terhadap pergaulan anaknya, maupun karena keinginan si anak sendiri untuk menikah.  Beberapa dampak yang ditimbulkan dari pernikahan dini khususnya perempuan antara lain rentan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), risiko kematian, terputusnya akses pendidikan, serta pencegahan dan pembatalan perkawinan. Undang-Undang Perkawinan sendiri menganut prinsip bahwa calon suami istri itu harus telah masak jiwa raganya untuk dapat melangsungkan pernikahan.  Undang-Undang Perkawinan memberi batasan minimal usia ideal untuk menikah bagi laki-laki maupun perempuan yaitu setelah berumur 21 tahun.  Pernikahan dini masih ditemukan di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.  Melalui kegiatan penyuluhan ini diharapkan muncul kesadaran pada masyarakat untuk menikahkan anaknya diusia yang matang.  Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat dapat disimpulkan bahwa kasus pernikahan dini di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu tidak terlalu banyak, dan melalui penyuluhan ini masyarakat semakin memahami pentingnya kematangan usia perkawinan. Kata kunci : Pernikahan dini, batas usia perkawinan, risiko pernikahan dini
EDUKASI DAN KONSULTASI TERHADAP ASPEK HUKUM KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA KEKERASAN (KDRT) PADA MASYARAKAT KABUPATEN KEPULAUAN SERIBU Azis, Rizka Amelia
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 5, No 4 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v5i4.2795

Abstract

Abstract                                                       The partner in community service activities is the PKK Regency Serok Working Group I. Legal community relations in the Thousand Islands District, make people not know about what factors are causing Domestic Violence (Domestic Violence) and how to resolve the Domestic Violence. For this reason, the community service method used is to provide counseling and education to local communities about domestic violence. With this agreement, we will provide knowledge about the legal protection for victims of domestic violence and what penalties can be given and applied to the protection of domestic violence. Therefore, the expected outcome will be that the people in the Thousand Islands can deny and respect human rights, representing those related to gender equality and gender equality in each household so as to avoid domestic violence and law enforcement and assistance that related to victims of domestic violence will be more sensitive and responsive to handling cases of domestic violence. The output that will be generated in this activity is a report on the results of community service that publishes P2M articles which will be published in the journal Abdimas Community Service. In this article steps will be taken to carry out these activities, so that this method can be applied elsewhere with the same problem. Keywords: Legal protection, domestic violence (KDRT) AbstrakMitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah POKJA I PKK Kabupaten Kepulauan Seribu. Kurangnya kesadaran hukum masyarakat di Kabupaten Kepulauan Seribu, membuat masyarakat tidak mengetahui mengenai faktor apa yang menyebabkan terjadinya Kekerasan Dalam rumah Tangga (KDRT) dan bagaimana cara untuk menyelesaikan masalah KDRT tersebut. Untuk itu, metode pengabdian masyarakat yang dilakukan adlah dengan memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat setempat tentang KDRT. Dengan diadakannya penyuluhan ini, kami akan memberikan pengetahuan tentang adanya perlindungan hukum bagi korban KDRT dan sanksi apa yang dapat diberikan dan diterapkan kepada pelaku KDRT. Maka, hasil yang diharapkan nanti yaitu masyarakat di Kepulauan Seribu yaitu dapat memahami dan menghormati hak-hak asasi manusia, adanya toleransi yang didasarkan atas perilaku kesetaraan dan keadilan gender dalam setiap rumah tangga sehingga terhindar dari kekerasan dalam rumah tangga dan penegakan hukum dan aparat terkait penanganan korban kekerasan dalam rumah tangga akan lebih sensitif dan responsif terhadap penanganan kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga. Luaran yang akan dihasilkan dalam kegiatan ini adalah berupa laporan hasil pengabdian masyarakat disertai artikel P2M yang akan diterbitkan dalam jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas. Dalam artikel tersebut akan dicarikan langkah-langkah dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, sehingga metode tersebut dapat diterapkan di tempat yang lain dengan kondisi permasalahan yang sama. kata kunci: perlindungan hukum, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)
EDUKASI DAN KONSULTASI TERHADAP ASPEK HUKUM KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK (KSTA) PADA MASYARAKAT KABUPATEN ADMINISTRASI KEPULAUAN SERIBU Hikmawati, Elok
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 5, No 4 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v5i4.2794

Abstract

AbstractSexual violence is an act of violence experienced by children directed at the reproductive organs of children's health which results in disruption of the child's physical and psychological development and development. The forms of sexual violence include: forced / improper sexual relations (rape / attempted rape, incest, sodomy), sale of children for prostitution / pornography, coercion to become prostitutes, or sexual abuse / harassment and forcing children to get married, in accordance with those listed in the Appendix to the Regulation of the Minister of State for the Empowerment of Women and Child Protection of Republic of Indonesia Number 02 of 2011 concerning Guidelines for Handling Child Victims of Violence. The victims can be boys and girls, but generally are girls under 18 years. Actors KSTA is actually not only done by adults but also by children of children, because as advances in information technology and telecommunications a lot of sexual nuance content is spread through electronic media. So a lot of children who do things as they have seen or heard, considering that children have been introduced and facilitated with electronic devices such as smart phones and computers that have been equipped with internet connections so that they are easy to get information that sometimes parents also neglect to provide protection to children and information technology. Legal education regarding rules related to KSTA is important, considering that the community needs to know and need to be educated that children have legal protection so as not to become victims of sexual violence. For this reason, with this counseling activity, it is hoped that the community will be able to understand and respect human rights, including child rights. Based on the results of community service activities, it can be concluded that KSTA cases in the Thousand Islands Administrative District are not too many, and through this counseling the community increasingly understands the importance of legal protection for children. Keywords: Legal protection, sexual violence against children AbstrakKekerasan seksual merupakan tindakan kekerasan yang dialami oleh anak yang diarahkan pada alat reproduksi kesehatan anak yang mengakibatkan terganggunya tumbuh kembang anak baik secara fisik, psikis dan social anak. Adapun  bentuk  kekerasan  seksual  tersebut  antara lain: hubungan seksual secara paksa/tidak wajar (pemerkosaan/percobaan pemerkosaan, incest, sodomi), penjualan anak untuk pelacuran/pornografi,  pemaksaan untuk menjadi pelacur, atau pencabulan/pelecehan seksual serta memaksa anak untuk menikah, sesuai dengan yang tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Nomor 02 Tahun 2011 tentang Pedoman Penanganan Anak Korban Kekerasan. Korbannya bisa anak laki-laki maupun perempuan, akan tetapi umumnya adalah anak perempuan dibawah 18 tahun. Pelaku KSTA sebenarnya tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa melainkan juga dilakukan oleh anak-anak terhadap anak-anak, sebab seiring kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi banyak sekali konten-konten bernuansa seksual yang tersebar melalui media elektronik. Sehingga banyak sekali anak yang melakukan perbuatan seperti yang telah mereka lihat ataupun dengar, mengingat anak-anak sudah dikenalkan dan difasilitasi dengan perangkat-perangkat elektronik seperti smart phone dan komputer yang sudah dilengkapi dengan koneksi internet sehingga mereka mudah sekali mendapatkan informasi yang kadang orang tua juga lalai untuk memberikan proteksi pada anak dan teknologi informasi. Penyuluhan hukum mengenai aturan terkait KSTA penting dilaksanakan, mengingat masyarakat perlu tahu dan perlu diedukasi bahwa anak-anak memiliki perlindungan hukum agar tidak menjadi korban kekerasan seksual. Untuk itu, dengan kegiatan penyuluhan ini, diharapkan masyarakat dapat memahami dan menghormati Hak Asasi Manusia (HAM), yang termasuk di dalamnya adalah hak asasi anak. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat dapat disimpulkan bahwa kasus KSTA di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu tidak terlalu banyak, dan melalui penyuluhan ini masyarakat semakin memahami pentingnya perlindungan hukum terhadap anak. Kata kunci : perlindungan hukum, kekerasan seksual terhadap anak
PENYULUHAN PENDIDIKAN DAN PEREMAJAAN SARANA PENDIDIKANDI PULAU BUKU LIMAU, KABUPATEN BELITUNG TIMUR Juwita, Silvia Ratna
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 5, No 4 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v5i4.2793

Abstract

AbstractBuku Limau Island is located in Bangka Belitung Province, there have only kindergarten and elementary school level which available in the island. Those facilities support educational activities so that many of them have no formal education and educational support facilities in the form of a library which provided sources of information as a medium for student learning is also not sufficient because there are less organized and the number of sources of books available, which triggers a lack of interest in reading students. The method was used an individual approach carried out in groups into three parts (edu-support team, motivation team, and counseling team). The activities was found several results from three aspects: (1) Motivation Team, found the level of interest of students towards different learning; (2) The Counseling Team was formed a youth organization to organize the Buku Limau Island community activities, such as competitions, routine recitation, mutual cooperation, etc.; (3) Edu-Support Team, improvement of 3 educational facilities, there were school library, village reading park, and public space. Keywords:buku limau, belitung, abdimas AbstrakPulau Buku Limau merupakan salah satu gugusan pulau di Desa Buku Limau, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, hanya terdapat PAUD dan SD yang terdapat di Pulau Buku Limau yang menunjang kegiatan pendidikan sehingga banyak dari mereka kurang mengenyam pendidikan secara formal dan fasilitas penunjang pendidikan berupa perpustakaan yang memberikan sumber informasi sebagai media pembelajaran siswa juga tidak cukup memadai karena kurang tertata dan jumlah sumber buku yang tersedia sehingga memicu kurangnya minat baca siswa.Metode yang digunakan adalah pendekatan secara individual yang dilaksanakan berkelompok menjadi tiga bagian (tim edu-support, tim motivasi, dan tim bimbingan konseling). Ditemukan beberapa hasil dari tiga aspek: (1) Tim Motivasi, ditemukan tingkat minat siswa terhadap pembelajaran yang berbeda-beda; (2) Tim Konseling, membentuk organisasi remaja karang taruna guna menggerakkan kegiatan bermasyarakat Pulau Buku Limau, seperti lomba-lomba, pengajian rutin, gotong royong, dan lain sebagainya; (3) Tim Edu-Support, perbaikan 3 sarana pendidikan yaitu perpustakaan sekolah, taman baca desa, dan lapangan serbaguna. Kata kunci: buku limau, belitung, abdimas,

Filter by Year

2014 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 12, No 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 11, No 03 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 11, No 5 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 11, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 11, No 01 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 10, No 05 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 10, No 04 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 10, No 03 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 10, No 02 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 10, No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 9, No 05 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 9, No 04 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 9, No 03 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 9, No 02 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 9, No 01 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 8, No 05 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 8, No 04 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 8, No 03 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 8, No 02 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 8, No 01 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 7, No 04 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 7, No 03 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 7, No 02 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 7, No 01 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 6, No 4 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 6, No 3 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 6, No 2 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT ABDIMAS Vol 6, No 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT ABDIMAS Vol 5, No 4 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 5, No 3 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas More Issue