cover
Contact Name
HERIANSYAH
Contact Email
HERIANSYAH
Phone
-
Journal Mail Official
mediakeperawatanmakassar@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
ISSN : 20870035     EISSN : 26220148     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Media Keperawatan diterbitkan oleh Jurusan Keperawatan Poltekkes Makassar dengan periode terbit 2 kali dalam setahun, yaitu terbit di bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 223 Documents
LITERATURE REVIEW : PENGARUH RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA Fina Widyastuti
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 2 (2020): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v11i2.1611

Abstract

Adapun kesimpulan dari penulisan literature review ini adalah rendam kaki air hangat digunakan sebagai metode dalam menurunkan tekanan darah terhadap lansia. Selain dapat digunakan sebagai merilekskan otot-otot serta persendian setelah melakukan aktivitas setiap harinya. Rendam kaki air hangat ini dilakukan 3 kali dalam setiap harinya dengan waktu 20-30 menit bagi lansia yang tekanan darahnya berstadium.
STUDI TENTANG KEJADIAN BENDUNGAN ASI PADA IBU NIFAS DI PUSKESMAS JUMPANDANG BARU MAKASSAR Maria Sonda; Andi Syintha Ida; Hastuti Husain
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 1 (2020): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v11i1.1536

Abstract

Pada permulaan nifas apabila bayi tidak menyusu dengan baik, atau kemudian apabila kelenjar-kelenjar tidak dikosongkan dengan sempurna, terjadi pembendungan air susu.Tujuan umum dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui Penyebab Kejadian Bendungan ASI pada ibu nifas di Puskesmas Jumpandang Baru Makassar.Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kuantitatif dengan desain penelitian deskripsi analitik dan rancangan penelitian Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2019 di Puskesmas Jumpandang Baru Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas normal yang dirawat di Puskesmas Jumpandang baru dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Non Probability sampling yaitu Purposive Random Sampling yang memenuhi Kriteria inklusi dan eksklusi. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi. Data yang didapat dianalisa menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji chi aquare.Hasil penelitian menunjukkan bahwa paritas, posisi menyusui, keadaan puting susu dan frekwensi menyusui dapat menyebabkan bendungan ASI dengan hasil uji Chi square < 0.005, yakni  p value paritas 0,000, posisi menyusui 0,000, keadaan puting susu 0,37 dan frekwensi menyusui 0,000.Diharapkan dukungan penuh dari bidan dan keluarga agar dapat membantu ibu nifas selama proses menyusui sehingga pemberian ASI dapat maksimal.Kata Kunci : Bendungan ASI, Ibu Nifas
PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN NY “D” DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI DI RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR Rahmawati - Rahmawati
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 2 (2020): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v11i2.1682

Abstract

 ABSTRACT According to WHO, 70% of total deaths in the world, 90-95% of cases are Type 2 Diabetes (T2D), most of which can be prevented by improving lifestyle. Type 2 Diabetes sufferers in Southeast Asia increased by 84%, namely 82 million people and it seems to have increased to 151 million people in 2045. The prevalence of T2D in Indonesia increased from 6.9% in 2013 to 8.5% in 2018, who are at risk of heart attack, stroke, blindness, kidney failure and death. This is due to lifestyle. Several studies have shown that T2D can prevent healthy eating patterns and dietary adjustments to maintain blood sugar levels. This study aims to describe nursing care in the patient Mrs. "D" with type 2 diabetes in meeting nutritional needs. The method used is descriptive method (case study). The study was conducted from 12-15 June 2019 at Labuang Baji General Hospital Makassar. Data were analyzed by using the nursing approach process. The results of the study obtained data that support impaired nutritional needs and blood glucose instability, hair loss, dry and dull, conjunctival anemic, there is a wound on the right leg that is difficult to heal, nails break easily, albumin, creatinine and hemoglobin decrease, polyphagy, polyuria, such as patients. weak and increased blood glucose and there is a wound on the right leg that is difficult to heal. The application of nursing care focuses on nutritional knowledge by involving family, nutritional management, health education on the nutritional status of low glycemic index and management of hypoglycemia and hyperglycemia. The results showed that the fulfillment of nutritional needs has improved, which based on diet and offering insulin can control GDS levels and increase albumin levels. Keywords: Diet, Nutrition, Nursing care, Type 2 Diabetes  ABSTRAK Menurut WHO, 70% dari total kematian di dunia, 90-95% kasus adalah Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) yang sebagian besar dapat dicegah dengan memperbaiki gaya hidup. Penderita DMT2 di Asia Tenggara meningkat 84%, yaitu 82 juta jiwa dan diperkirakan mengalami  peningkatan menjadi 151 juta jiwa pada tahun 2045. Prevalensi DMT2 di Indonesia  meningkat dari 6,9%  pada tahun 2013 menjadi 8,5% pada tahun 2018, yang beresiko terkena serangan jantung, strok, kebutaan, gagal ginjal dan kematian. Hal ini disebabkan oleh life style. Beberapa penelitian menunjukkan DMT2 dapat dicegah melalui diet sehat dan pengaturan pola makan untuk mempertahankan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan  menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien Ny “D”  dengan DM Tipe 2 dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif (studi kasus). Penelitian dilakukan dari tanggal 12-15 Juni 2019 di RSUD Labuang Baji Makassar. Data dianalisis dengan pendekatan proses keperawatan. Hasil dari penelitian didapatkan data yang mendukung gangguan kebutuhan nutrisi dan ketidakstabilan glukosa darah seperti rambut rontok, kering dan kusam, konjuntiva anemis, terdapat luka pada kaki kanan yang sukar sembuh, kuku mudah patah, albumin, kreatinin, eritrosit dan haemoglobin menurun, poliphagi, poliuria, pasien lemah dan glukosa darah meningkat  serta terdapat luka pada kaki kanan yang sukar sembuh. Penerapan asuhan keperawatan berfokus pada pemantauan nutrisi dengan melibatkan keluarga, manajemen nutrisi, pendidikan kesehatan tentang status nutrisi indeks glikemik rendah serta manajemen hipoglikemia dan hiperglikemia. Hasil penelitian menunjukkan pemenuhan kebutuhan nutrisi mengalami perbaikan, dimana kepatuhan terhadap diet dan pemberian insulin dapat mengontrol kadar GDS dan meningkatkan kadar albumin.Kata kunci : Askep, Diabetes Melitus Tipe 2, Glukosa darah, Nutrisi, Pola makan
EKSPLORASI KOPING AKTIF PADA PENDERITA KUSTA : A QUALITATIVE METHOD Ronal Surya Aditya
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 2 (2020): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v11i2.1620

Abstract

ABSTRACT Coping is where someone who is experiencing stress or psychological tension in dealing with problems of daily life that requires personal ability or support from the environment, in order to reduce the stress they face. In this study using a qualitative research design with the method of Phenomenology. The subjects in this study were leprosy sufferers in the community who experienced disabilities as a result of their illness as many as 11 participants according to table 1. Supporting instruments in this study were interviews and field notes. Interviews were conducted face-to-face, interviews conducted were in-dept interviews. The steps of data analysis in this study using Colaizzi data analysis. Participants shared the methods used to deal with anxiety and discomfort due to changes in health status with various influencing factors. identified 3 themes and 6 sub themes, namely: 1) utilizing social support; 2) spiritual activities; 3) distraction technique. Koping actively carried out by people with leprosy with disabilities to cope with their stress makes use of social support, actively participates in religious activities and shifts the focus of the mind by farming and talking with others. The expected results in this study are the basis for further research to maintain their active coping. Keyword: active coping, leprosy, phenomenology ABSTRAK Coping adalah dimana seseorang yang mengalami stres atau ketegangan psikologi dalam menghadapi masalah kehidupan sehari-hari yang memerlukan kemampuan pribadi maupun dukungan dari lingkungan, agar dapat mengurangi stres yang dihadapinya. Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan metode Fenomenologi. Subyek dalam penelitian ini adalah penderita kusta di komunitas yang mengalami kecacatan akibat dari penyakitnya sejumlah 11 partisipan sesuai tabel 1. Intrumen pendukung dalam penelitian ini adalah wawancara dan field note. Wawancara dilakukan dengan face-to-face, Wawancara yang dilakukan merupakan in-dept interview. Langkah-langkah analisa data pada penelitian ini menggunakan Analisa data Colaizzi. Partisipan menceritakan cara yang dilakukan untuk mengatasi keresahan dan ketidaknyamanan akibat perubahan status kesehatan dengan berbagai faktor yang mempengaruhi. diidentifikasi ditemukan 3 tema dan 6 sub tema, yaitu:  1) memanfaatkan dukungan sosial; 2) kegiatan spiritual; 3) tekhnik distraksi. Koping yang dilakukan secara aktif oleh penderita kusta dengan kecacatan untuk menanggulangi stress mereka memanfaatkan dukungan sosial, aktif mengikuti kegiatan keagamaan dan mengalihkan focus fikiran dengan bercocok tanam serta berbincang dengan orang lain. Hasil yang diharapkan pada penelitian ini adalah menjadi dasar penelitian selanjutnya mempertahankan koping aktif mereka. Keyword : Koping aktif, Kusta, Fenomenologi
HUBUNGAN KEPATUHAN DIET DENGAN KADAR GULA DARAH PUASA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Nur Salma; Fadli Fadli; Abd. Hayat Fattah
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 1 (2020): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v11i1.1512

Abstract

Type 2 diabetes mellitus is a chronic disease that cannot be cured but can be prevented and controlled through the 4 pillars of diabetes mellitus management which includes education, diet therapy, exercise, and medication. Diet therapy is used to help type 2 sufferers improve their eating habits so they can control glucose, fat, and blood pressure levels so that the success of dietary therapy depends on the patient's compliance with diet. The purpose of this study was to determine the correlation between diet adherence with fasting blood sugar levels in patients with type 2 diabetes mellitus. The design of this study used a correlation analysis method with cross sectional approach. The sampling technique is total sampling with a total sample of 28 respondents. Data were collected using a questionnaire and analyzed by linear regression test. The results of the study of dietary compliance based on the number of calories with a value of p = 0.042, adherence to the diet schedule with a value of p = 0.007 and adherence to the type of food diet p value = 0.002. This shows that there is an influence of diet adherence to the level of GDP of patients with type 2 diabetes mellitus at the Lancirang Health Center in 2020 while the percentage of influence is 14.4% as indicated by the value of R square = 0.144. So that in the process of reducing fasting blood sugar, patients or patients should change their behavior, especially on diet compliance based on the number of calories in their food.
PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI sitti suarniati
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 2 (2020): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v11i2.1558

Abstract

ABSTRACT Pulmonary tuberculosis is a disease with a serious problem because the transmission is very easy, which until now has become a worldwide concern. The level of healing and pain in pulmonary TB is very high. The poor condition of patients with pulmonary TB can affect nutritional status so that malnutrition occurs. People with pulmonary tuberculosis will continue to increase every year if comprehensive treatment is  not carried out, especially in nutrition programs that are not good and supportive. The purpose of this study was to describe Nursing Care in who was diagnosed with Pulmonary Tuberculosis in meeting the nutritional needs using a case study method with the nursing process approach. The results showed that nutritional imbalance was less than the need with a sign of decreased client weight, weak client, client felt nausea, pale and dry lip mucosa, anemic eyes, dull hair, Hb 10.4 g / dl and albumin 2.17 g / dl. The application of nursing care is carried out to fulfill the client's nutritional requirements. It can be concluded that with the application of nursing care, the patient's nutritional needs can be adequately restored. In the application of this care it is recommended that nurses involve families and patients in determining diet or nutritional fulfillment and applying nursing care well and in accordance with the diagnosis that appears.  ABSTRAK Tuberkulosis paru merupakan penyakit dengan masalah serius karena penularannya sangat mudah, sedangkan tingkat penyembuhan dan kesakitan penderita sangat tinggi. Buruknya kondisi penderita TB Paru dapat mempengaruhi status gizi sehingga terjadi malnutrisi. Penderita Tuberkulosis Paru akan terus  meningkat setiap tahunnya jika tidak dilakukan penanganan yang komprehensif terutama pada program nutrisi yang mendukung. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menggambarkan penerapan asuhan Keperawatan pada pasien Tuberkulosis Paru dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan dengan tanda berat badan klien menurun, klien lemah, klien merasakan mual, mukosa bibir pucat dan kering, mata anemis, rambut kusam, Hb 10,4 g/dl dan albumin 2,17 g/dl. Penerapan asuhan keperawatan dilakukan untuk memenuhi kebetuhah nutrisi klien. Dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan asuhan keperawatan, kebutuhan nutrisi pasien dapat adekuat kembali. Pada penerapan asuhan ini disarankan agar perawat melibatkan keluarga dan pasien dalam menentukan diet atau pemenuhan nutrisi serta menerapkan asuhan keperawatan dengan baik dan sesuai dengan diagnosa yang muncul.   
PENGARUH PEMIJATAN PADA BAYI TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN BAYI Suntin Suntin
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 2 (2020): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v11i2.1774

Abstract

Pijat yang dilakukan secara benar dan teratur pada bayi diduga memiliki berbagai keuntungan dalam proses tumbuh kembang bayi. Pijat pada bayi oleh orangtua dapat meningkatkan hubungan emosional antara orangtua dan bayi, juga diduga dapat meningkatkan berat badan bayi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemijatan bayi terhadap kenaikan berat badan bayi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan desain penelitianpra-experimental dengan pretest-posttest design yaitu memberikan pretest (pengamatan awal) pada kelompok kontrol dan intervensi terlebih dahulu sebelum diberikan intervensi, setelah itu diberikan intervensi (terapi pijat bayi), kemudian dilakukan posttest (pengamatan akhir) pada kelompok kontrol dan intervensi. Hasil menunjukkan pada kelompok intervensi dimana 17  bayi berat badan bayi sebelum dilakukan pemijatan nilai median sebesar 5300 gram dan setelah dilakukan pemijatan pada minggu ke 2 dilakukan pengukuran dan hasilnya menunjukkan nilai median sebesar 5900 gram. Sedangkan nilai median perubahan yang terjadi sebesar 0,20 gram. Sebagaimana uji statistik dengan menggunakan Uji Wilcoxon diperoleh nilai sebesar 0,000 (p<0,05), hal ini menunjukkan bahwa terdapat perubahan yang bermakna terhadap peningkatan berat badan bayi yang diberikan intervensi pemijatan bayi, pada kelompok kontrol dari 17 bayi yang tidak dilakukan intervensi nilai median sebesar 4000 gram dan setelah minggu ke 2 dilakukan pengukuran kembali menunjukkan nilai median sebesar 3900 gram. Sedangkan nilaimedian perubahan yang terjadi sebesar -0,10 gram. Sebagaimana uji statistik dengan menggunakan Uji Wilcoxon untuk kelompok ini diperoleh nilai sebesar 0,270 (p>0,05) hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perubahan yang bermakna. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh pemijatan bayi terhadap peningkatan berat badan bayi.
PENGARUH SENAM KAKI DIABETIK TERHADAP SENSITIVITAS KAKI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS SUDIANG KECAMATAN BIRINGKANAYA KOTA MAKASSAR Heriansyah Heriansyah; Ningsih Jaya; Ambo Dalle; Nasrullah Nasrullah; Nurhasanah Nurhasanah
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 1 (2020): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v11i1.1623

Abstract

Diabetes Mellitus is a chronic condition that is marked by an increase in blood glucose concentration with the appearance of typical main symptoms, namely urine that taste sweet in  large numbers. One of the most common complications of diabetes mellitus is the diabetic foot, which has signs and symptoms such as injury, infection and gangrene. Handling efforts in diabetes mellitus patients as well as prevention of complications is the regularity of diabetes patients perform physical activities. One of the physical activities recommended regularly is foot gymnastic movement. Gymnastics itself is expected to reduce the incidence of complications that occur in the feet of people with diabetes mellitus such as wounds. The purpose of this study to determine the effect of foot gymnastics on foot sensitivity in people with diabetes melitus at the sub-district health center sudiang biringkanaya city of Makassar. This research uses quasi experimental design with one group pretest - posttest design. The sampling technique was done by purposive sampling with 22 respondents. This study uses Wilcoxon test with significance level (<α = 0,05). From the results of statistical tests can be concluded that there is influence of foot gym on foot sensitivity in patients with diabetes mellitus with p value = 0.000.Keywords: Diabetic foot gymnastics, foot sensitivity.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG HIV/AIDS TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA Samsir Syam
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 2 (2020): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v11i2.1779

Abstract

ABSTRACT HIV / AIDS (Human Immunodeficiency Virus / Acquired-Immunodeficiency Syndrome) is now a global health epidemic affecting all ages and genders. Based on data from the United Nations Program on HIV / AIDS (UNAIDS), there were 36.9 million people in various countries living with HIV and AIDS in 2017. Of the total sufferers, 1.8 million were children under 15 years of age. . Promiscuity in adolescents can ease the risk of contracting HIV and AIDS. Some teenagers do not have correct knowledge about reproductive health and sexuality. Incorrect information can plunge adolescents into promiscuity which can lead to contracting HIV and AIDS. Based on data from the South Sulawesi Provincial Health Office in 2018, there were 547 HIV people and 49 AIDS people. The purpose of this study was to determine the effect of health education on HIV / AIDS on increasing the knowledge of adolescents in the Military Academy of the Military Region VII / Wirabuana. Method: This type of research is quantitative with a Quasi Experimental design. Sampling in this study using Simple Random Sampling technique. Data collection was done using a questionnaire (Google Form) and for data analysis using the Wilcoxon Sign Rank Test. Result: statistical test obtained at the time of Pre Test Mean 11.36, Standard Deviation 2.646, p value 0.000 and Post Test, Mean value 16.89, Standard Deviation 2.518, p value 0.000. Conclusion: Based on the research conducted, it is concluded that there is an effect of health education on increasing the knowledge of adolescents in the Pelamonia Kesdam VII / Wirabuana Nursing Academy ABSTRAK HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired-Immunodeficiency Syndrome) kini menjadi sebuah epidemi kesehatan global yang menyerang seluruh rentang usia dan jenis kelamin. Berdasarkan data dari United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS), terdapat 36,9 juta masyarakat berbagai negara hidup bersama HIV dan AIDS pada 2017. Dari total penderita yang ada, 1,8 juta di antaranya adalah anak-anak berusia dibawah 15 tahun. Pergaulan bebas pada remaja dapat mempermudah risiko tertular penyakit HIV dan AIDS. Sebagian remaja tidak memiliki pengetahuan yang benar tentang kesehatan reproduksi dan seksualitas. Informasi yang salah dapat menjerumuskan remaja kedalam pergaulan bebas yang dapat mengarah terhadap tertularnya HIV dan AIDS. Berdasarkan data Dinas Kesehatan provinsi Sulawesi Selatan tahun 2018, HIV sebanyak 547 orang dan AIDS sebanyak 49 orang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang HIV/AIDS terhadap peningkatan pengetahuan remaja di Akper Pelamonia Kesdam VII/Wirabuana. Metode : Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif dengan desain Quasi Eksperimental. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner (Google Form) dan untuk analisa data menggunakan Uji Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil: uji statistic yang didapatkan pada saat Pre Test  Mean 11,36, Standar Deviasi 2,646, p value 0,000 dan Post Test, nilai Mean 16,89, Standar Deviasi 2,518, p value 0,000. Kesimpulan : Bedasarkan penelitian yang dilakukan, disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan remaja di lingkungan Akademi Keperawatan Pelamonia Kesdam VII/Wirabuana. Kata kunci : HIV/AIDS, Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Remaja
FAKTOR RESIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA ULKUS DIABETIK PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD SYEKH YUSUF KABUPATEN GOWA Saenab Dasong; Suhartatik Suhartatik; Arlin Afrianti
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 1 (2020): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v11i1.1072

Abstract

Diabetic Ulcers was a threat to people with Diabetes Mellitus and even caused amputations. The purpose of this study was to determine the relationship between risk factors and the occurrence of Diabetes Ulcers to the patients with type 2 Diabetes Mellitus at Syekh Hospital of Gowa Regency. This study was an Analytical Survey Study that the researcher conducted a cross sectional study conducted in April to May 2019. The population in this study was Type 2 of DM patients seeking treatment at Syekh Yusuf Hospital Gowa Regency, consisted 30 respondents. The results showed that age, duration of DM and adherence to take medication had a significant relationship with the occurrence of Diabetes Ulcers in type 2 of DM patients. All factors had a value <0.05. It was expected that patients will always increase efforts to prevent the occurrence of Diabetic Ulcers through the prevention of various risk factors for Diabetic Ulcers in patients with type 2 Diabetes. So, this needed to be considered by health workers to pay attention to the risk factors. One of the factors that could be modified was medication adherence because it affected the patient's blood sugar levels that had impacted on the complications of Diabetic Ulcers.Keywords: Age, Length of Suffering from Diabetes Mellitus, Compliance with Taking Medication, Diabetic Ulcer 

Page 11 of 23 | Total Record : 223