cover
Contact Name
HERIANSYAH
Contact Email
HERIANSYAH
Phone
-
Journal Mail Official
mediakeperawatanmakassar@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
ISSN : 20870035     EISSN : 26220148     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Media Keperawatan diterbitkan oleh Jurusan Keperawatan Poltekkes Makassar dengan periode terbit 2 kali dalam setahun, yaitu terbit di bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 223 Documents
PIJAT OKSITOSIN TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI IBU POST PARTUM sitti Rahmatia; Hariani Hariani; Nurul Mawaddah; Nuraeni Mustari
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 2 (2022): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v13i2.3015

Abstract

Pendahuluan: ASI merupakan susu yang sangat ideal dengan komposisi yang dapat memenuhi kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan bayi, sebab ASI makanan bayi yang paling tepat, baik secara kualitas maupun kuantitas. Produksi air susu ibu yang tidak lancar dan kurang, bisa mengakibatkan bayi tidak menerima asupan secara optimal. Masalah ketidaklancaran produksi ASI pada ibu post partum dapat disebabkan kurangnya sekresi hormon prolaktin dan hormon oksitosin. Dalam peningkatan refleks pengeluaran ASI dapat dilakukan tindakan relaksasi pijat oksitosin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu post partum. Metode: Metode yang diterapkan pada penelitian ini adalah studi literatur yakni dengan mengumpulkan objek penelitian berupa data dari berbagai buku dan artikel jurnal yang diperoleh pada database Pubmed, Research gate dan Portal Garuda. Dari hasil penelusuran dari ketiga database selanjutnya akan dianalisis dan dilakukan komparasi berdasarkan hasil artikel yang telah dikumpulkan. Hasil dan Analisis: Dari hasil analisis pada 10 artikel diketahui bahwa ada pengaruh berupa peningkatan produksi air susu pada ibu post partum setelah pemberian pijat oksitosin dilakukan. Diskusi dan Kesimpulan: Berdasarkan hasil telaah dari 10 artikel penelitian yang telah dijalankan, penulis mengambil kesimpulan bahwa pemberian pijat oksitosin berpengaruh terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu post partum yang cukup baik dan optimal dalam peningkatan volume ASI
PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN Tn.S DENGAN GANGGUAN SISTEM PERKEMIHAN : RUPTUR URETRA Harmawati Muslimin; Sitti Zakiyyah Putri; Fitria Hasanuddin
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 2 (2022): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v13i2.2758

Abstract

Ruptur uretra adalah suatu cedera yang mengenai uretra sehingga menyebabkan ruptur pada uretra. Ruptur uretra adalah kerusakan kontinuitas dari uretra yang disebabkan oleh ruda paksa yang datangnya dari luar. Memperoleh pengalaman dan penerapan Asuhan Keperawatan Pada Tn.S dengan Gangguan Sistem Perkemihan : Ruptur Uretra. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen format pengkajian kebutuhan nutrisi dengan pemenuhan pengumpulan data menggunakan Teknik wawancara dan observasi. . Setelah melakukan pengkajian didapatkan data subjektif yaitu klien Nyeri pada saat berkemih dan cemas terhadap penyakitnya.data objektif klien mengatakan cemas berkurang. Diagnosa yang di angkat yaitu Nyeri akut b/d inflamasi saluran kemih, Gangguan eliminasi BAK b/d ruptur pada uretra, Intoleransi aktivitas b/d keterbatasan gerak, Cemas b/d kurang informasi tentang penyakit Ruptur Uretra.Intervensi yang dilakukan peneliti yaitu: kaji tingkat  beratnya nyeri (skala 0 – 10) dan lokasi, Observasi Tanda­–tanda vital, pertahankan istirahat dengan posisi semi fowler, Ajarkan tekhnik relaksasi (napas dalam), Kolaborasi dalam pemberian obat analgetic, kaji pola urine, pantau masukan dan pengeluaran serta karakteristik urine, kaji warna urine, Adapun diagnosa keperawatan yang teratasi  adalah : Cemas berhubungan dengan kurang informasi tentang penyakit ruptur uretra : Klien mengatakan sudah tidak cemas lagi dengan penyakityna, Klien mengatakan sudah tidak cemas dan gelisah.
BANTUAN HIDUP DASAR MENINGKATKAN MOTIVASI SATPAM DALAM MENOLONG KORBAN HENTI JANTUNG DI LINGKUNGAN KAMPUS: SEBUAH STUDI EKSPERIMEN Ardian Adhiwijaya
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 2 (2022): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v13i2.3109

Abstract

Ketidaktahuan akan sesuatu hal membuat seseorang enggan untuk memberikan pertolongan dan tidak termotivasi untuk menolong. Penelitian ini yang bertujuan untuk menguji pengaruh pelatihan hidup dasar terhadap motivasi satpam dalam menolong korban henti jantung di lingkungan kampus. Desain pra eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design digunakan dalam penelitian ini. 18 satpam terlibat dan mengisi instrument dengan lengkap. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang valid dengan reliabilitas 0.82 lalu data dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian membuktikan adanya pengaruh pemberian pelatihan hidup dasar terhadap motivasi  (p<0.05), satpam menunjukkan peningkatan motivasi yang cukup besar (77.8%). Dapat disimpulkan bahwa pelatihan bantuan hidup dasar efektif dalam meningkatkan motivasi satpam untuk menolong korban henti jantung di lingkungan kampus.
STUDI LITERATUR PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENANGANAN PERTAMA PADA LUKA BAKAR Muhammad Basri; Rifka Annisa Irwan; Muhammad Ardi; Nasrullah Nasrullah; Iwan Sain
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 2 (2022): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v13i2.3065

Abstract

ABSTRACT Introduction: Burns are defined as a type of trauma with high morbidity and mortality so that intensive care is needed from beginning to end. In Southeast Asia, which consists of developing countries, there were 184,000 deaths or 11.6% of the population due to burns. risk of burns, known by lack of supervision, and level of knowledge in the first treatment of burns. It is necessary to have a good level of knowledge to take appropriate action in pre-hospital treatment of burns. The level of knowledge can be obtained from various aspects such as educational backwardness, occupation, age, exposure to information, and the tragedy of previous events. Objective: This study aims to determine the level of pre-hospital knowledge on burns. Method: The method used in the preparation of this research, namely Literature Review by analyzing a number of articles that have been found. There were ten articles obtained after screening that referred to the inclusion and exclusion criteria. The variables studied were the f irst treatment for burns. Results: This study used ten articles that have been analyzed regarding the level of knowledge of the first treatment for burns. Conclusion: Knowledge of the first treatment for burns was obtained from various aspects of education such as education level, occupation, age, exposure to information, and the tragedy of previous events. It was found that the level of knowledge of pre-hospital handling of burns was at a good level, and sufficient. The lack of knowledge is caused because some people still use traditional methods that are needed for various efforts such as health education to be one way to increase knowledge in taking appropriate action for the first treatment of burns.ABSTRAK Pendahuluan: Luka bakar diartikan sebagai jenis trauma dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi sehingga diperlukan perawatan yang intensif dari fase awal hingga akhir. Di Asia Tenggara, yang terdiri dari negara berkembang, terjadi 184.000 kematian atau 11,6 % penduduk akibat luka bakar. Peningkatan resiko luka bakar, diketahui berhubungan dengan kurangnya pengawasan, dan tingkat pengetahuan dalam penanganan pertama pada luka bakar. Sangat diperlukan tingkat pengetahuan yang baik untuk mengambil tindakan yang tepat dalam penanganan pre hospital pada luka bakar. Tingkat pengetahuan bisa didapatkan dari berbagai aspek penilaian seperti pendidikan, pekerjaan, usia, keterpaparan informasi, dan tragedi kejadian yang dialami sebelumnya. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pre hospital pada luka bakar. Metode : Metode yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini, yaitu Literature Review dengan menganalisis sejumlah artikel yang telah ditemukan. Terdapat sepuluh artikel yang didapatkan setelah dilakukan screening yang mengacu pada kriteria inklusi dan ekslusi. Variabel yang diteliti berupa pengetahuan penanganan pertama pada luka bakar. Hasil: Dalam penelitian ini digunakan sebanyak sepuluh artikel yang telah dianalisis mengenai tingkat pengetahuan terhadap penanganan pertama pada luka bakar. Kesimpulan : Pengetahuan penanganan pertama pada luka bakar didapatkan dengan berbagai aspek penilaian demografi seperti tinggkat pendidikan, pekerjaan, usia, keterpaparan informasi, dan tragedi kejadian yang dialami sebelumnya. Didapatkan tingkat pengetahuan penanganan pre hospital pada luka bakar berada pada tingkatan baik, dan cukup. Kurangnya pengetahuan disebabkan karna sebagian masyarakat masih menggunakan cara tradisional sehingga diperlukan berbagai upaya seperti pendidikan kesehatan menjadi salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan dalam mengambil tindakan yang tepat untuk penanganan pertama pada luka bakar
PENGARUH EDUKASI BATUK EFEKTIF TERHADAP KEMANDIRIAN ORANG TUA ANAK Elmiana Bongga Linggi; Muh Ihsan Kamaruddin; Herlianty Herlianty; Darmi Arda; Suprapto Suprapto
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14, No 1 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v14i1.3237

Abstract

Efforts to increase knowledge or understanding are with health education. Education is the process of not knowing about the value of health to knowing and from being unable to overcome one's health problems to be more independent.  Purpose of this study is to determine the effect of effective cough education on the independence of children's parents. The quantifiable research method with the design used quick experiments with pre-test research design and post-test design. The statistical test results showed that the value of knowledge before being given education was 19.56 in the measurement after being given education, an average value of 24.34 was obtained, with a variable knowledge value of P-Value: 0.000 and the independence of parents of children P Value: 0.027. The conclusion is that there is a difference between people's knowledge and independence for pre-test and posttest, so it can be concluded that effective cough education affects the knowledge of children's parents. There is an effect of effective cough education on the independence of children's parentsUpaya untuk meningkatkan pengetahuan atau pemahaman adalah dengan edukasi kesehatan. Edukasi sendiri merupakan proses tidak tahu tentang nilai kesehatan menjadi tahu dan dari tidak mampu mengatasi masalah kesehatan sendiri menjadi lebih mandiri. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh edukasi batuk efektif terhadap kemandirian orang tua anak. Metode penelitian kuantitaif dengan desain yang digunakan quasy experiment dengan rancangan penelitian pre-test dan post-test design. Hasil Uji statistic menunjukan nilai pengetahuan sebelum diberikan edukasi adalah 19,56 pada pengukuran sesudah diberikan edukasi didapatkan nilai rata-rata 24,34, dengan variable pengetahuan nilai P-Value: 0,000 dan kemandiri orang tua anak nilai P Value: 0,027. Kesimpulan bahwa terdapat perbedaan antara pengetahuan dan kemandirian orang untuk pretest dan posttest, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh edukasi batuk efektif terhadap pengetahuan orang tua anak, dan terdapat pengaruh edukasi batuk efektif terhadap kemandirian orang tua anak
PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGENASI DENGAN PEMBERIAN POSISI HEAD UP 30˚ PADA PASIEN STROKE abd Hady junaidi; Abdul Kadir Akhmad; Suci Faradilah; Baharuddin K; Rauf Harmiady
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14, No 1 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v14i1.3336

Abstract

Stroke as cerebrovascular damage, is a loss of brain function caused by cessation or reduced blood supply to an area of the brain, resulting in local or global neurological dysfunction. Substandard blood flow in stroke patients can lead to hemodynamic abnormalities, where hemodynamic conditions affect the distribution of oxygen throughout the body, affect heart function and reduce oxygen saturation so that stroke is an emergency case and requires fast and appropriate help. Purpose: of this study was to determine how to fulfill the need for oxygenation by giving a 30˚ head up position in stroke patients. Method: used is a literature study or literature review using articles/journals in the form of fulfilling oxygen needs by giving a 30˚ head up position in stroke patients. Results: showed that there was a significant increase in oxygen saturation levels after the 30˚ head up position in stroke patients. Conclusion :of this study is that one of the interventions that can be carried out in fulfilling oxygenation in stroke patients is giving a 30 head up position with a head elevation or 30˚ head up position that can facilitate increased cerebral blood flow and maximize cerebral tissue oxygenation
PEMBERIAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM UNTUK MENURUNKAN EMOSI PASIEN DENGAN RISIKO PERILAKU KEKERASAN RUMAH SAKIT UMUM DAYA MAKASSAR Rahman Nasar; Mardiana Mustafa; Sri Angriani; Yulianto M
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14, No 1 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v14i1.3326

Abstract

Perilaku kekerasan merupakan suatu keadaan dimana seseorang melakukan tindakan yang dapat membahayakan secara fisik baik terhadap diri sendiri, orang lain maupun lingkungan, Stuart dan Sundeen dalam (Fitria, 2010). Berdasarkan laporan periode bulan Maret 2019, pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daya Makassar ditemukan 8 pasien yang mengalami gangguan jiwa. 4 pasien mengalami halusinasi,1 pasien mengalami isolasi sosial dan 3 pasien mengalami perilaku kekerasan. Salah satu terapi perilaku kekerasan yang dapat dilakukan adalah dengan tehnik relaksasi nafas dalam untuk mengendurkan ketegangan; pertama-tama jasmaniah, pada akhirnya mengakibatkan mengendurnya ketegangan jiwa Wiramihardja (2004). Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui teknik relaksasi nafas dalam dapat menurunkan emosi pasien perilaku kekerasan. Metode atau pendekatan yang dilakukan dalam studi kasus ini adalah proses keperawatan mulai pengkajian sampai evaluasi. Hasil Studi Kasus ini berupa uraian asuhan keperawatan Jiwa pada pasien Tn. F dan Tn. T dengan risiko perilaku kekerasan di   pada tanggal 17-18 Juni dan 2-3 Juli 2019. Hasil penelitian menunjukkan teknik relaksasi nafas dalam dapat menurunkan emosi pasien Tn. F dengan data obyektif: klien tampak tenang dan relaks. Hasil ini menunjukkan bahwa pemberian teknik relaksasi nafas dalam efektif menurunkan emosi klien gangguan jiwa dengan perilaku kekerasan di Rumah Sakit Umum Daya Makassar
FAKTOR DETERMINAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PRAKTIK PASIEN DIABETES TERHADAP DIABETIK NEUROPATI, NEFROPATI DAN RETINOPATI Ns Ismail S.Kep, M.Kes; Muhammad Basri; Sukriyadi Sukriyadi; Nasrullah Nasrullah; simunati simunati; nuraeni Nuraeni; Suparta Mahmuddin
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14, No 1 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v14i1.3340

Abstract

Background: The contribution of potential knowledge, attitudes and practices related to microvascular complications of diabetes is a determinant factor to consider. Objectives: Research is projected to determine the prevalence of DM characteristics and microrvascular complications, the potential for KAP to complications, health-seeking behaviors, follow-up problems, stigma and sources of information. Method: The cross-sectional approach is the main choice of research design in this study. This study took place in February – November 2021 which succeeded in recruiting the research subjects of 375 patients in Makassar City with diabetes observed. Results: The characteristics of DM type in this study included 3 types (DM type 1, DM type 2 and gestational DM), which were dominated by DM type 2, 310 (82.23%), followed by DM type 1, 59 (15.65%) and the smallest was Gestational diabetes 6 (2.12%) from 375 patients. The correlation of significance between quality of life and DM was shown to have positive values in aspects of knowledge and practice (r = 0.1; p = 0.002 ; r = 0.3;  p=0.02), only the negative attitude aspect (r=-0.2;  p=0.002). The correlation of knowledge of DM patients is directly proportional to the absence of: microvascular complications of diabetes (5.10 ± 2.64 versus 1.12 ± 0.33;  P<0.001), coronary artery disease (3.69 ± 2.65 versus 2.08 ± 2.25;  P<0.001), dyslipidemia (2.85 ± 2.58 versus 1.89 ± 2.07; p<0.001), hypertension (2.86 ± 2.62 versus 1.98 ± 2.11; p<0.001). Conclusion: This study provides invaluable information in helping to design and develop a supporting program model to educate and train DM patients and health workers professionally, especially in health service facilities in Makassar City in order to minimize the development of microvascular complications of diabetes
PENGARUH TERAPI BEKAM BASAH TERHADAP KADAR KOLESTEROL PADA KLIEN DENGAN HIPERKOLESTEROLEMIA DI PUSKESMAS JANGKAR Handono Fatkhur Rahman; Septi nur Badriah; Vivin Nur Hafifah Hafifah
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14, No 1 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v14i1.3062

Abstract

Pendahuluan Hiperkolesterolemia adalah salah satu gangguan kadar lemak dalam darah (dislipidemia) yang mana kadar kolesterol dalam darah lebih dari 240 mg/dl, Hiperkolesterolemia berhubungan erat dengan kadar kolesterol LDL di dalam darah. Penanganan kadar kolesterol yang tinggi menurut perkumpulan endokrin Indonesia mencakup terapi farmakologi dan terapi non farmakologi.Terapi non farmakologi yang biasa dimanfaatkan untuk mengatasi hiperkolesterolemia salah satunya Yaitu dengan terapi bekam.Tujuan Penelitian: untuk Mengidentifikasi  Pengaruh Bekam Basah Terhadap Kadar Kolesterol Pada Klien Dengan Hiperkoleserolemia Di Puskesmas Jangkar. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Quasi Eksperimental Design jenis rancangan ini menggunakan Pre-test Post-test with control grup. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah adalah teknik Total sampling. total populasi yaitu sebanyak 50 responden yang dibagi menjadi 2 yaitu 25 responden pada kelompok intervensi dan 25 responden pada kelompok kontrol. Hasil Penelitian: Diketahui adanya pengaruh terapi bekam basah pada kelompok intervensi Hasil uji analisa menggunakan uji paired sampel t-test menunjukkan P Value = 0,00 P<0,05 menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Kesimpulan: Ada pengaruh Terapi Bekam Basah Terhadap Kadar Kolesterol Pada Klien Hiperkolesterolemia sebelum dan sesudah dilakukan intervensi pada kelompok intervensi, dan Tidak terdapat pengaruh Terhadap kadar kolesterol sebelum dan sesudah di lakukan pretest dan posttest pada kelompok kontrol di Puskesmas Jangkar Situbondo
STUDI LITERATURE FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PROSES PENYEMBUHAN LUKA POST SECTIO CAESARIA Hariani Hariani; Suhartatik Suhartatik; Agusti Fauziah; Abd. Hady. J; Wahyuni Sarmin
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14, No 1 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v14i1.3339

Abstract

Status gizi merupakan salah satu faktor yang berpengaruh langsung terhadap keadaan kesehatan seseorang, dimana dipengaruhi oleh komsumsi makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh, baik kualitas maupun kuantitasnya. Status gizi baik atau status gizi optimal terjadi bila tubuh memperoleh cukup zat gizi yang digunakan secara efisiensi sehingga memungkinkan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan kerja dan kesehatan secara umumpada tingkat setinggi mungkin. Salah satu komplikasi yang sering ditemukan pada proses penyembuhan luka postsectio caesaria adalah infeksi. Tujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan proses penyembuhan luka post sectio caesaria. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menggunakan 3 database yaitu Portal Garuda, Research Gate, dan Google Schoolar sejak 2012-2021 berdasarkan kriteria inklusi maka didapatkan 10 artikel yang sesuai. Hasil penelitian dari beberapa jurnal menunjukkan status gizi terhadap proses penyembuhan luka post sectio caesaria terhadapat hubungan yang siginifikan antara status gizi ibu dengan penyembuhan luka post sectio caesaria. Penelitian mengambil kesimpulan bahwa pengetahuan dipengaruhi oleh faktor pendidikan, pekerjaan, umur, sedangkan pengalaman tidak selalu mempengaruhi pengetahuan seseorang. Tanpa adanya asupan makanan yang bergizi dan banyak mengandung protein penyembuhan luka akan lama.